Rakorda PSI di Kupang, Joko Widodo Sebut Tugas Besar Kader PSI Dekati Rakyat dan Perkuat Struktur

Kupang,nwartapedia.com  —  Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memberikan sejumlah arahan kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Sabtu (1/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menekankan dua pekerjaan penting yang harus menjadi perhatian kader PSI, yakni meningkatkan pengenalan partai di tengah masyarakat serta memperkuat struktur organisasi hingga tingkat paling bawah.

Jokowi menilai pengenalan masyarakat terhadap PSI masih perlu ditingkatkan.

Ia menyebut berdasarkan laporan yang diterimanya, sekitar 78 persen masyarakat Indonesia telah mengenal PSI.

Namun, tingkat pengenalan terhadap identitas partai, khususnya logo gajah yang menjadi identitas PSI, masih berada di angka 48 persen.

“PSI ini baru dikenal oleh 78 persen rakyat kita, belum 100 persen. Dan rakyat kita yang tahu bahwa PSI logonya gajah itu baru 48 persen,” ujar Jokowi di hadapan peserta Rakorda.

Menurut Jokowi, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi kader untuk lebih aktif memperkenalkan PSI kepada masyarakat.

Ia meminta kader tidak hanya bekerja dari balik struktur organisasi, tetapi harus hadir langsung di tengah masyarakat, membangun komunikasi dan memperkenalkan identitas partai.

Ajakan tersebut langsung mendapat respons dari para peserta Rakorda yang serempak menyatakan siap bekerja lebih keras.

Selain meminta kader mendekati masyarakat, Jokowi juga menyoroti perkembangan struktur organisasi PSI secara nasional.

Ia menyampaikan bahwa struktur PSI di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) telah terbentuk 100 persen.

Sementara itu, struktur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) telah mencapai sekitar 97 persen.

Menurut Jokowi, sisa pembentukan tersebut sebagian besar berkaitan dengan persoalan internal di sejumlah daerah.

“Sisanya sekitar tiga persen itu sebenarnya hanya persoalan internal di beberapa daerah, tetapi secara keseluruhan sudah hampir rampung,” jelasnya.

Untuk struktur Dewan Pimpinan Cabang (DPC), pembentukannya telah mencapai 84 persen.

Namun, Jokowi mengatakan tantangan terbesar berada pada struktur organisasi di tingkat desa yang baru mencapai sekitar 28 persen.

Karena itu, ia mendorong seluruh kader untuk mempercepat pembentukan struktur hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS).

Jokowi optimistis seluruh struktur organisasi PSI dapat diselesaikan hingga 100 persen sebelum akhir tahun 2026.

Menurutnya, struktur yang kuat hingga tingkat bawah akan menjadi modal penting bagi PSI dalam menghadapi Pemilu 2029.

Ia menilai keberadaan struktur organisasi yang lengkap akan membuat kerja politik partai menjadi lebih terarah dan memiliki jangkauan yang lebih luas.

“Kalau ini selesai, kita akan punya mesin politik besar. Mesin dengan CC besar yang akan membawa PSI menuju kemenangan besar di Pemilu 2029,” pungkas Jokowi.

Arahan Jokowi dalam Rakorda PSI Kota Kupang tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi kader untuk meningkatkan kerja nyata di tengah masyarakat.

Penguatan struktur organisasi dinilai perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kedekatan kader dengan masyarakat.

Dengan struktur yang semakin solid dan kader yang aktif turun ke lapangan, PSI diharapkan mampu meningkatkan pengenalan publik sekaligus memperkuat basis dukungan menjelang Pemilu 2029. *




Christian Widodo Optimistis PSI NTT Makin Berkembang Usai Kunjungan Jokowi ke Kupang

Kupang,nwartapedia.com   —  Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Christian Widodo, optimistis perkembangan PSI di NTT akan semakin pesat menyusul kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Kupang.

Hal tersebut disampaikan Christian Widodo saat diwawancarai awak media di lobi Hotel Harper Kupang, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Christian, kehadiran Joko Widodo di Kupang diharapkan memberikan energi positif bagi perkembangan PSI, termasuk mendorong semakin banyak masyarakat bergabung dengan partai tersebut.

“Tentu harapannya besar. Dengan hadirnya Bapak Joko Widodo, mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia di Kupang ini, dan beliau pulang, pasti diikuti dengan banyak yang bergabung di PSI,” ujar Christian.

Ia mengatakan, dari sisi struktur organisasi, PSI NTT terus melakukan pembenahan di berbagai tingkatan.

Untuk struktur DPD, menurut Christian, telah mencapai 100 persen, sementara struktur DPC hampir rampung 100 persen. Adapun struktur tingkat ranting atau PRD masih terus dalam proses penyelesaian.

Christian menyebut ada tiga hal utama yang menjadi fokus PSI NTT dalam memperkuat organisasi.

“Kalau saya boleh bagi dalam tiga bagian besar, pertama pembenahan struktur, kedua mencari caleg-caleg yang potensial, dan terakhir hadir dan kerja untuk rakyat,” jelasnya.

Menurutnya, ketiga langkah tersebut menjadi kunci untuk memperkuat PSI sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai.

Christian juga menyampaikan optimismenya terhadap peluang peningkatan perolehan kursi PSI di NTT pada pemilu mendatang.

Ia mengatakan, PSI NTT saat ini memiliki sejumlah capaian politik yang menjadi modal untuk terus berkembang.

Christian menyebut PSI NTT memiliki total 34 kursi serta empat kepala daerah, termasuk kepala daerah yang diusung maupun didukung PSI.

“Kita sangat optimis dengan perkembangan PSI di NTT. Partai yakin nanti ke depan kursinya akan bertambah,” katanya.

Ia menegaskan, target tersebut harus diikuti dengan kerja nyata di setiap daerah pemilihan.

Sebagai contoh, untuk DPRD Provinsi NTT yang memiliki delapan daerah pemilihan, PSI menargetkan adanya keterwakilan kursi di setiap dapil.

“Kalau DPRD provinsi ada delapan dapil, maka harus minimal delapan kursi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Christian mengatakan penguatan struktur organisasi menjadi salah satu pekerjaan utama PSI NTT.

Untuk wilayah Kota Kupang, struktur organisasi PSI disebut telah rampung hingga tingkat kelurahan.

Namun, penyelesaian struktur di seluruh wilayah NTT masih menghadapi tantangan geografis karena NTT terdiri dari banyak pulau dan wilayah dengan akses yang tidak selalu mudah.

“Untuk PSI NTT, dari tingkat Kota Kupang sudah rampung hingga tingkat kelurahan. Di sini kita ada 22 kabupaten/kota dan kita terpisah pulau. Ada pulau-pulau kita yang agak jauh sehingga belum rampung sampai di tingkat ranting,” jelasnya.

Karena itu, Christian mengajak seluruh jajaran PSI untuk bekerja bersama menyelesaikan pembentukan struktur hingga ke tingkat paling bawah.

Ia optimistis target penyelesaian struktur organisasi PSI di seluruh NTT dapat tercapai.

“Kita harus bekerja bersama untuk melihat masyarakat dan saya yakin itu akan 100 persen,” tegasnya.

Christian menambahkan, penguatan struktur partai tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan politik, tetapi harus diikuti dengan kehadiran dan kerja nyata di tengah masyarakat.

Dengan tiga fokus utama, yakni pembenahan struktur, penjaringan calon legislatif potensial, serta kerja nyata untuk rakyat, PSI NTT optimistis dapat memperluas dukungan masyarakat dan meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang. (MI)




Diundang Khusus FMIPA UGM, SMA Katolik Giovanni Kupang Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan

Kupang,nwartapedia.com  —  SMA Katolik Giovanni Kupang mendapat undangan khusus dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengikuti International Workshop Penguatan Kemitraan Pendidikan yang berlangsung di Yogyakarta, 29–31 Juli 2026.

Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, RD. Drs. Stefanus Mau, Pr., atau yang akrab disapa Romo Stef, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai perwakilan sekolah.

Undangan khusus tersebut menjadi momentum penting bagi SMA Katolik Giovanni Kupang untuk memperluas jaringan kerja sama sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan kualitas pendidikan.

Workshop internasional tersebut mengangkat tema “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” dan mempertemukan unsur perguruan tinggi, kepala sekolah serta tenaga pendidik dari berbagai daerah.

Kegiatan diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi, khususnya dalam meningkatkan literasi sains dan teknologi bagi para pendidik.

Dalam kegiatan tersebut, empat sekolah dari Nusa Tenggara Timur mendapat kesempatan untuk hadir.

Keempatnya yakni SMA Katolik Giovanni Kupang, SMA Arnoldus Janssen Kupang, SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, dan SMA Negeri 1 Kota Kupang.

Kehadiran sekolah-sekolah tersebut menjadi kesempatan bagi lembaga pendidikan di NTT untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring dengan institusi pendidikan tinggi.

Bagi SMA Katolik Giovanni Kupang, kesempatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai penguatan literasi sains dan teknologi bagi guru.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan konsep coaching program sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik.

FMIPA UGM juga memperkenalkan sejumlah program akademik dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk International Undergraduate Program (IUP), program Magister, penelitian, inovasi, serta peluang pengembangan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi.

Informasi tersebut membuka ruang bagi sekolah untuk mengenal lebih jauh berbagai peluang pendidikan lanjutan dan pengembangan kompetensi bagi guru maupun siswa.

International Workshop tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri.

Di antaranya Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM; Prof. Lee Hon-man, Ph.D. dari National Changhua University of Education, Taiwan; Dr.-Ing. Hutomo Suryo Wasisto, M.Eng. dari Infineon Technologies AG, Jerman; serta Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Dekan FMIPA UGM.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai berbagai tantangan pendidikan, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), serta penjajakan peluang kemitraan dan inovasi pendidikan.

Keikutsertaan SMA Katolik Giovanni Kupang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui kolaborasi dan inovasi.

Penguatan literasi sains dan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan guru dan siswa menghadapi perubahan serta tantangan pendidikan di masa depan.

Melalui jejaring kemitraan yang semakin luas, SMA Katolik Giovanni Kupang berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, kompetensi, kreativitas, dan kesiapan siswa menghadapi persaingan global.

Dari Nusa Tenggara Timur, GIVANS terus mendorong langkah-langkah strategis untuk membangun pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang terus dihidupi SMA Katolik Giovanni Kupang:

Love • Service • Obedience

Cinta • Pelayanan • Ketaatan. ***




Rektor Undana Pastikan Jessica Pulih dan Lulus, Kampus Siapkan Pengawalan Akademik

Kupang,nwartapedia.com  — Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., memastikan pihak kampus memberikan perhatian penuh terhadap kondisi Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi semester X Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana.

Hal tersebut disampaikan Prof. Jefri saat membesuk Jessica yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Wirasakti Kupang, Sabtu (1/8/2026) pagi.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan langsung jajaran pimpinan Undana menyusul persoalan akademik yang dialami Jessica terkait pembatalan ujian skripsi yang disebut terjadi secara mendadak.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Jefri didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. dr. Annytha I. R. Detha, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Rudi Rohi, M.Si., Wakil Rektor IV Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., Dekan FKM Prof. Dr. Apris A. Adu, M.Kes., serta sejumlah dosen dan pegawai.

Prof. Jefri mengatakan, prioritas utama saat ini adalah memastikan Jessica mendapatkan pemulihan kesehatan secara maksimal.

“Saya sudah bertemu keluarga dan adik Jessica. Kami sampaikan agar fokus dulu pada pemulihan kesehatannya. Soal kelanjutan studi dan hak akademiknya, kampus menjamin akan dipenuhi sepenuhnya,” ujar Prof. Jefri.

Menurut Rektor, kondisi Jessica menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan intensif dan beristirahat selama beberapa hari.

“Kami tentu bukan ahli kesehatan, namun dari penuturan adik Jessica sendiri, kondisinya terasa jauh lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya. Walau masih butuh perawatan medis lanjutan, kabar perkembangan ini menjadi penyemangat bagi kita semua,” jelasnya.

Prof. Jefri menegaskan, setelah kondisi Jessica pulih, pihak rektorat bersama fakultas dan program studi akan mengawal proses penyelesaian studi, mulai dari proposal hingga skripsi.

Pengawalan tersebut dilakukan agar hak akademik Jessica tetap terpenuhi dan proses penyelesaian studinya dapat berjalan dengan baik hingga meraih gelar sarjana.

Prosedur Akademik Akan Dievaluasi

Selain memastikan kelanjutan studi Jessica, Undana juga akan melakukan evaluasi terhadap prosedur bimbingan dan pelaksanaan proses akademik.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bahan perbaikan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di lingkungan akademik Undana.

Rektor juga mengungkapkan bahwa persoalan Jessica telah mendapat perhatian dari tingkat kementerian.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, ST., M.Eng., Ph.D., disebut sempat berkomunikasi langsung dengan Jessica melalui sambungan video call.

“Tadi Pak Menteri berkomunikasi langsung via video call dengan adik Jessica untuk menanyakan kondisi kesehatannya. Pihak kementerian mendukung penuh agar Jessica bisa pulih dan menyelesaikan studinya sampai meraih gelar sarjana,” terang Prof. Jefri.

Menurutnya, keluarga Jessica menyambut baik perhatian dan dukungan yang diberikan pihak kampus maupun kementerian.

Undana Tegaskan Tidak Toleransi Pelanggaran Etika

Sebelumnya, Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menegaskan bahwa kampus tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran etika di lingkungan akademik.

“Prinsipnya Undana zero tolerance. Tidak ada toleransi untuk kekerasan atau pelanggaran dalam bentuk apa pun di kampus. Kami sedang mendalami seluruh fakta agar informasi yang keluar benar-benar akurat,” tegas Philiphi.

Ia meminta masyarakat memberikan waktu kepada tim internal Undana untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Menurutnya, proses pemeriksaan harus dilakukan secara objektif sehingga penyelesaian persoalan dapat memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.

Pendampingan Psikologis Disiapkan

Sementara itu, Dekan FKM Undana, Prof. Apris Adu, mengatakan pihak fakultas terus memberikan perhatian terhadap kondisi Jessica.

Pendampingan psikologis dari Program Studi Psikologi Undana juga disiapkan setelah kondisi medis Jessica dinyatakan membaik.

Terkait informasi mengenai pembatalan ujian skripsi yang beredar, Prof. Apris mengatakan proses klarifikasi masih berlangsung.

Ia menjelaskan, proses tersebut perlu dilakukan secara hati-hati karena salah satu dosen penguji tengah berduka, sedangkan dosen pembimbing Jessica berada di luar daerah.

Karena itu, pihak kampus mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Undana memastikan seluruh fakta akan didalami dan hasil pemeriksaan menjadi dasar dalam mengambil langkah selanjutnya.

Fokus pada Pemulihan dan Masa Depan Akademik

Kunjungan Rektor Undana bersama jajaran pimpinan ke RS Wirasakti menjadi bentuk perhatian kampus terhadap kondisi Jessica.

Undana memastikan pemulihan kesehatan Jessica menjadi prioritas sebelum kembali melanjutkan proses akademiknya.

Setelah dinyatakan pulih, pihak rektorat, fakultas, dan program studi akan mengawal proses penyelesaian proposal hingga skripsi.

Langkah tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi Jessica untuk melanjutkan studi dengan baik dan menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh gelar sarjana. **




Car Free Day Kupang Bergemuruh, Warga Tumpah Ruah Sambut Kedatangan Jokowi

Kupang,nwartapedia.com  –  Suasana Car Free Day (CFD) di Kota Kupang, Sabtu (1/8/2026) pagi, berlangsung meriah. Kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), membuat kawasan tersebut dipadati masyarakat.

Kedatangan Jokowi di Kota Kupang merupakan bagian dari rangkaian agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI NTT.

Pantauan media ini, warga Kota Kupang tumpah ruah memenuhi arena Car Free Day. Masyarakat terlihat antusias menantikan kehadiran Jokowi yang datang dalam rangkaian kunjungannya di Kota Kupang.

Suasana semakin meriah ketika Jokowi berada di tengah-tengah masyarakat. Teriakan nama “Jokowi” terdengar dari berbagai penjuru arena Car Free Day.

Warga tampak berusaha mendekat untuk melihat secara langsung maupun mengabadikan momen kehadiran mantan Presiden RI tersebut.

Bagi sebagian warga, kehadiran Jokowi di arena Car Free Day menjadi kesempatan langka untuk bertemu secara langsung dengan sosok yang pernah memimpin Indonesia selama dua periode.

Salah seorang warga Kota Kupang, Naomi, mengaku sangat senang dapat melihat Jokowi secara langsung.

Menurut Naomi, kedatangan Jokowi di arena Car Free Day menjadi momen yang sangat bermakna karena dirinya baru pertama kali bertemu langsung dengan Presiden ke-7 RI tersebut.

“Saya sangat senang bisa bertemu langsung dengan Pak Jokowi. Ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya,” ujar Naomi.

Ia juga mengaku kagum melihat antusiasme masyarakat Kota Kupang yang memenuhi arena Car Free Day untuk menyambut kedatangan Jokowi.

Kehadiran Jokowi akhirnya membuat Car Free Day Kota Kupang pada pagi itu tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan menikmati akhir pekan, tetapi juga menjadi momentum pertemuan langsung antara masyarakat dengan Presiden ke-7 RI. (MI)