Serena Francis Buka PMRN Esport Season II 2026, Pemkot Kupang Siapkan Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., secara resmi membuka PMRN Esport Season II Tahun 2026 yang digelar oleh Persatuan Mahasiswa Rote Ndao (PMRN) di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Minggu (5/7/2026).

Turnamen ini menjadi ajang pencarian bibit atlet esports sekaligus bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Kota Kupang.

Acara pembukaan dihadiri Ketua PMRN beserta jajaran pengurus, perwakilan sponsor, media partner, komunitas esports, serta ratusan peserta yang akan bertanding pada sejumlah cabang gim, yakni Mobile Legends, PUBG Mobile, Free Fire, eFootball Mobile, dan Rally Fury.

Dalam sambutannya, Serena Francis mengapresiasi PMRN yang dinilai berhasil menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan sportivitas melalui olahraga elektronik.

Menurutnya, penyelenggaraan PMRN Esport Season II membuktikan bahwa organisasi kemahasiswaan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan anak muda.

Ia mengaku terkesan dengan kesiapan panitia sejak awal ketika melakukan audiensi bersama Pemerintah Kota Kupang.

Menurutnya, konsep kegiatan yang matang serta keberhasilan menghadirkan dukungan sponsor menjadi bukti profesionalisme panitia dalam menyelenggarakan sebuah event.

“PMRN menunjukkan bahwa anak-anak muda mampu bekerja secara profesional. Mereka datang dengan konsep yang jelas, membawa dukungan sponsor, dan hanya meminta fasilitas tempat serta dukungan pemerintah. Ini menjadi contoh yang baik bagi organisasi kepemudaan lainnya,” ujar Serena.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai mitra seperti Adira Finance, Bank NTT, serta sejumlah media lokal menunjukkan bahwa kegiatan kepemudaan dapat berkembang melalui kolaborasi yang baik antara komunitas, dunia usaha, dan pemerintah.

Serena menilai perkembangan teknologi telah membawa esports menjadi salah satu cabang olahraga modern yang memiliki prospek besar, baik dari sisi prestasi maupun industri kreatif.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekosistem esports sebagai wadah pembinaan generasi muda.

Menurutnya, turnamen seperti PMRN Esport Season II bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pembentukan karakter, sportivitas, kerja sama tim, serta kreativitas generasi muda.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai momentum untuk membangun persahabatan, meningkatkan kemampuan, dan menjauhi berbagai perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba maupun minuman keras.

“Jadikan esports sebagai tempat bertumbuh, berprestasi, dan memberi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Pemerintah Kota Kupang ingin melihat lahir atlet-atlet esports yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Serena menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang bersama Wali Kota Kupang berkomitmen melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap atlet-atlet potensial sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Peserta yang menunjukkan performa terbaik selama turnamen akan dipantau dan diarahkan untuk mengikuti program pembinaan agar mampu bersaing pada tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia PMRN Esport Season II 2026, Astro Pelle, menjelaskan bahwa turnamen berlangsung pada 5–12 Juli 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Sebanyak 317 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas gim, hingga masyarakat umum ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan lima cabang permainan. Turnamen memperebutkan total hadiah Rp10 juta, piala, medali, serta penghargaan Most Valuable Player (MVP) pada sejumlah kategori.

Astro menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memfasilitasi lokasi penyelenggaraan, serta kepada tujuh sponsor dan seluruh media partner yang mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa esports terus berkembang sebagai olahraga sekaligus bagian dari industri kreatif yang memiliki prospek besar bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur.

PMRN berharap PMRN Esport Season II 2026 mampu melahirkan atlet-atlet esports yang menjunjung tinggi sportivitas, berprestasi di tingkat nasional, serta membawa harum nama Kota Kupang dan Provinsi Na Tenggara Timur.




Sinergi KADIN NTT, Korem, Polda dan TVRI Perkuat UMKM Melalui Festival Rakyat Nusantara 2026

Kupang, nwartapedia.com  –  Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Korem 161/Wira Sakti, Polda NTT, dan TVRI memperkuat kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyelenggaraan Festival Rakyat Nusantara 2026.

Festival ini akan dirangkaikan dengan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia serta melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara gratis.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor KADIN NTT, Sabtu (4/7/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, didampingi Pejabat Kepala Seksi Personel (Kasipers) Korem 161/Wira Sakti, Kolonel Pedro Suares, serta perwakilan Polda NTT, Hantry.

Turut hadir dalam rapat tersebut tim TVRI yang dipimpin Robert beserta jajaran, Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan, dan para pengurus KADIN NTT lainnya.

Fokus pembahasan rapat adalah pembentukan panitia pelaksana sekaligus pemantapan konsep Festival Rakyat Nusantara 2026 yang diharapkan menjadi ruang hiburan masyarakat sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi bagi pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur.

Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, mengatakan festival ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, baik oleh masyarakat maupun pelaku usaha kecil.

“Festival Rakyat Nusantara 2026 bukan hanya menghadirkan nonton bareng Piala Dunia, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka secara gratis. Kami ingin ekonomi masyarakat ikut bergerak melalui kegiatan ini,” ujar Bobby Lianto.

Festival dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 20 Juli 2026 di kawasan depan Kantor TVRI Kupang.

Kegiatan dimulai setiap hari pukul 18.00 WITA dengan pembukaan stan UMKM, kemudian dilanjutkan dengan nonton bareng pertandingan Piala Dunia menggunakan layar videotron.

Untuk mendukung kemeriahan festival, sejumlah tenda akan disiapkan sebagai lokasi bazar UMKM.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga perbankan, di antaranya Bank NTT, Bank Mandiri, BRI, dan BNI, yang akan menghadirkan UMKM binaan masing-masing.

Kolaborasi antara KADIN NTT, Korem 161/Wira Sakti, Polda NTT, TVRI, dan sektor perbankan diharapkan mampu menciptakan festival yang tidak hanya menjadi pusat hiburan masyarakat selama Piala Dunia berlangsung, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal.

Melalui Festival Rakyat Nusantara 2026, penyelenggara berharap produk-produk UMKM Nusa Tenggara Timur semakin dikenal masyarakat luas, transaksi usaha meningkat, serta terbangun semangat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. ***




Pemkot Kupang Dukung Gerakan BioMom, Wujudkan Kota Kupang sebagai Kota Probiotik Berbasis Keluarga Sehat

Kupang, nwartapedia.com– Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan edukasi kesehatan usus BioMom sebagai upaya membangun budaya hidup sehat yang dimulai dari keluarga.

Dukungan tersebut disampaikan melalui sambutan Wali Kota Kupang yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, pada pembukaan kegiatan sosialisasi bertajuk “Sehat Dimulai dari Dalam: Gerakan Bersama Menuju Kota Kupang Lebih Sehat” di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, Senin (6/7/2026).

Dalam sambutannya, drg. Retnowati menyampaikan apresiasi kepada BioMom dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan pencernaan sebagai fondasi kesehatan tubuh.

Menurutnya, kesehatan tidak hanya dimulai dari pelayanan medis, tetapi juga dari lingkungan keluarga melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari.

“Kesehatan dimulai dari rumah, dari makanan yang kita pilih setiap hari. Hari ini kita belajar bahwa kesehatan usus merupakan salah satu fondasi daya tahan tubuh seseorang, sehingga sangat penting untuk dijaga,” ujarnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat luas.

“BioMom yang kita dapat hari ini jangan berhenti sampai di sini. Sebarkan dan bagikan kepada orang lain agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan usus,” katanya.

Lebih lanjut, Retnowati menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang memiliki komitmen kuat membangun kota yang sehat dan berdaya saing. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui program BioMom dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan perubahan perilaku hidup sehat.

“Kami ingin membangun Kota Kupang menjadi kota yang baik dan sehat. Program BioMom yang melibatkan masyarakat sangat penting dalam mendukung tujuan tersebut. Saya berharap BioMom menjadi budaya di setiap rumah tangga,” tambahnya.

Program BioMom di Kupang berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Setelah pembukaan di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, kegiatan dilanjutkan di sejumlah posyandu dan puskesmas dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas masyarakat.

Gerakan ini diselenggarakan oleh GenBio dan dipimpin langsung oleh pendirinya, Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma, siswi kelas XI Tzu Chi School PIK yang dikenal sebagai penggagas BioMom, gerakan edukasi kesehatan pencernaan berbasis komunitas.

Swiluva menjelaskan bahwa kesehatan usus masih sering dianggap sebagai persoalan medis yang rumit. Padahal, kebiasaan sederhana di rumah dapat menjadi langkah awal membangun keluarga yang lebih sehat.

“Usus sehat adalah fondasi keluarga sehat. Ayah dan ibu bisa produktif, sementara anak-anak dapat tumbuh dan belajar dengan baik. Kesadaran itulah yang ingin kami bangun melalui BioMom,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan cara membuat water kefir, minuman probiotik hasil fermentasi yang dipercaya membantu menjaga kesehatan pencernaan. Selain praktik pembuatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya bakteri baik, kebersihan selama proses fermentasi, serta pola hidup sehat yang mendukung kesehatan usus.

Pendekatan BioMom mengedepankan penyampaian ilmu kesehatan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat.

Edukasi dilakukan melalui pelatihan langsung maupun konten digital yang telah menjangkau jutaan penonton di media sosial.

Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, BioMom juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi keluarga melalui produksi minuman probiotik skala rumah tangga.

“Visi kami sederhana, yaitu menjadikan setiap kota di Indonesia sebagai kota probiotik, di mana masyarakatnya lebih sehat sekaligus memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi,” tutur Swiluva.

Kupang menjadi kota kedua setelah Serang, Banten, yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan gerakan BioMom. Program ini melibatkan Pemerintah Kota Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta berbagai komunitas warga sebagai bentuk kolaborasi membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan pencernaan demi mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Probiotik. (MI)




Hadiri APEKSI 2026, Wali Kota Kupang Christian Widodo Temui Tokoh Diaspora NTT di Medan

Medan, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memanfaatkan momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2026 dengan melakukan bakatumu atau bertemu langsung bersama para tokoh diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menetap di Kota Medan, Rabu (1/7/2026) malam.

Pertemuan yang berlangsung di salah satu restoran di Jalan Kapten Pattimura, Medan, tersebut berlangsung hangat dalam suasana penuh kekeluargaan.

Agenda silaturahmi itu dilakukan secara spontan di sela-sela kesibukan Christian Widodo menghadiri Rakernas APEKSI XVIII yang berlangsung pada 28 Juni hingga 4 Juli 2026.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Kupang itu disambut antusias oleh para tokoh masyarakat NTT di Sumatera Utara.

Momen bakatumu tersebut menjadi simbol eratnya ikatan persaudaraan warga NTT di perantauan sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dengan diaspora.

“Saya sangat bahagia dan senang sekali pada kesempatan ini bisa bakatumu, bertemu dan bertatap muka langsung dengan bapak dan ibu tokoh-tokoh NTT yang berpengaruh di Kota Medan ini,” ujar Christian Widodo.

Dalam kesempatan itu, Christian juga memaparkan berbagai program strategis Pemerintah Kota Kupang yang saat ini sedang dijalankan.

Salah satunya adalah penerapan Peraturan Wali Kota mengenai pembatasan jam operasional hiburan malam sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus membangun tata kelola pemerintahan yang terbuka dengan memberikan ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami Pemerintah Kota Kupang terus berbenah dan terbuka menerima masukan serta kritik yang membangun dari seluruh warga kota,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Forum Pemuda NTT, Josafath MR Duka, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut memiliki makna strategis karena mampu mempererat hubungan antara Pemerintah Kota Kupang dengan masyarakat NTT yang berada di perantauan.

Menurutnya, kekompakan diaspora NTT merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, memperluas jaringan kerja sama, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda NTT di berbagai daerah.

Sejumlah tokoh NTT yang hadir dalam acara tersebut di antaranya Brigjen TNI Josafath MR Duka, Sarmento, Felix Giwa Djaha, Yohanis Wulang, Bob Solokana, serta tokoh perempuan NTT di Medan, Adolfina Koamesakh.

Hadir pula Ketua Forum Pemuda NTT Wilayah Sumatera Utara, Devis Abuimau Karmoy, bersama Sekretaris Agustinus Lancang.

Dalam agenda silaturahmi itu, Christian Widodo turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, Asisten I Setda Kota Kupang Hengky G. Malelak, serta Plt. Kepala Bappeda Kota Kupang Wildrian Ronald Otta.

Pertemuan hangat di tengah pelaksanaan Rakernas APEKSI 2026 tersebut menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan masyarakat NTT tetap terjaga meski berada di berbagai daerah di Indonesia.

Selain mempererat tali kekeluargaan, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota Kupang dan diaspora NTT sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah serta mempromosikan potensi Kota Kupang di tingkat nasional. **




Festival Fulan Fehan IV Perkuat Pariwisata Belu, KADIN NTT Dorong Masuk Kalender Wisata Dunia

Atambua, nwartapedia.com – Festival Fulan Fehan IV bertema “Dance for Friendship” kembali membuktikan diri sebagai salah satu festival budaya terbesar di Nusa Tenggara Timur.

Digelar di kawasan wisata Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Sabtu (27/6/2026), festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga memperkuat posisi Belu sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia.

Kemeriahan festival semakin terasa dengan kehadiran sejumlah tamu kehormatan, di antaranya Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Wakil Menteri Dalam Negeri, perwakilan Menteri Kebudayaan Timor Leste, Wali Kota Darwin Peter Styles, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, para kepala daerah di NTT, serta tamu dari berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri.

Ketua Umum KADIN NTT, Dr. Cand. Bobby Lianto, M.M., MBA., bersama jajaran KADIN NTT juga hadir mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Menurutnya, Festival Fulan Fehan telah berkembang jauh melampaui festival budaya daerah dan kini layak disejajarkan dengan festival bertaraf internasional.

“Keunikan festival ini tidak dimiliki daerah lain. Pertunjukan seni, musik, dan tari dipadukan dengan panorama alam Fulan Fehan yang luar biasa indah. Ini menjadi kekuatan besar untuk menarik wisatawan dunia,” ujar Bobby.

Rangkaian Festival Fulan Fehan dimulai sejak 25 Juni 2026 melalui kegiatan adat Ukun Naran Bunaq di Kampung Adat Duarato. Sehari berikutnya digelar Parade Tenun dan Fashion Show di Plaza Pelayanan Publik Atambua sebelum mencapai puncak acara di hamparan padang savana Fulan Fehan.

Bobby mengatakan perpaduan budaya, alam, dan keramahan masyarakat Belu menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

Ia juga menilai kehadiran delegasi dari Australia, termasuk Wali Kota Darwin, membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pariwisata, perdagangan, dan investasi.

Salah satu peluang yang didorong adalah pembukaan jalur kunjungan kapal pesiar ke Nusa Tenggara Timur sehingga mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara.

Selain itu, Bobby berharap Festival Fulan Fehan ditetapkan sebagai agenda wisata tahunan yang dipromosikan secara konsisten di tingkat nasional maupun internasional agar wisatawan dapat memasukkan Belu sebagai destinasi utama setiap tahunnya.

Ia turut memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Belu di bawah kepemimpinan Bupati Willybrodus Lay beserta seluruh masyarakat yang telah sukses menyelenggarakan festival dengan baik.

Menurut Bobby, antusiasme para tamu dari dalam dan luar negeri menjadi bukti bahwa Festival Fulan Fehan memiliki daya tarik yang kuat dan berpotensi menjadi ikon pariwisata Nusa Tenggara Timur.

Dalam waktu dekat, Bobby Lianto bersama sejumlah kepala daerah di NTT dijadwalkan menghadiri kegiatan Darwin Fusion pada 9–11 Juli 2026 di Australia.

Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan kerja sama antara NTT dan Kota Darwin, termasuk mendukung program Friendship City antara Kota Kupang dan Darwin.

Melalui sinergi tersebut, KADIN NTT berharap promosi pariwisata, investasi, dan perdagangan dapat semakin berkembang sehingga Festival Fulan Fehan menjadi pintu masuk bagi wisatawan internasional untuk mengenal kekayaan budaya dan keindahan alam Nusa Tenggara Timur. ***




DPMPTSP Kota Kupang Imbau Pelaku Usaha Segera Laporkan LKPM melalui OSS, Pendampingan Dibuka di Mal Pelayanan Publik

Kupang, nwartapedia.com – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang mengimbau seluruh pelaku usaha di Kota Kupang agar segera menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) melalui sistem Online Single Submission (OSS) sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Periode pelaporan LKPM berlangsung mulai 1 hingga 15 Juli 2026. Untuk pelaku usaha Non-UMK, laporan yang wajib disampaikan adalah LKPM Triwulan II Tahun 2026 yang mencakup periode kegiatan April hingga Juni 2026. Sementara itu, pelaku usaha UMK diwajibkan menyampaikan LKPM Semester I Tahun 2026 untuk periode Januari hingga Juni 2026.

Kepala DPMPTSP Kota Kupang menegaskan bahwa penyampaian LKPM merupakan kewajiban setiap pelaku usaha sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Selain itu, laporan tersebut menjadi sumber data penting bagi pemerintah dalam memantau perkembangan realisasi investasi, mengukur pencapaian target investasi, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi dunia usaha.

“Diharapkan seluruh pelaku usaha dapat menyampaikan LKPM secara tepat waktu, lengkap, dan benar. Data yang dilaporkan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan iklim investasi serta memberikan kemudahan berusaha di daerah,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran pelaporan, DPMPTSP Kota Kupang menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan bagi pelaku usaha yang mengalami kesulitan dalam pengisian maupun penyampaian LKPM melalui sistem OSS.

Layanan pendampingan tersebut dilaksanakan di Mal Pelayanan Publik Kota Kupang setiap hari kerja pukul 09.00 hingga 15.00 WITA selama masa pelaporan berlangsung.

Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pelaku usaha sekaligus memberikan kemudahan dalam memenuhi kewajiban pelaporan investasi.

DPMPTSP juga mengimbau pelaku usaha agar tidak menunda pelaporan hingga batas akhir untuk menghindari kendala teknis pada sistem. Pasalnya, keterlambatan atau tidak menyampaikan LKPM dapat dikenakan sanksi administratif sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Melalui kepatuhan dalam pelaporan LKPM, pemerintah berharap dapat menghasilkan data investasi yang akurat, transparan, dan akuntabel. Data tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan strategis guna mendorong peningkatan investasi, memperkuat iklim usaha, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Kota Kupang. *