Bobby Lianto Lantik Pengurus KADIN TTU dan Belu, Perkuat Percepatan FTZ Perbatasan RI–Timor Leste

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, memimpin roadshow pelantikan pengurus KADIN Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Belu pada 20–21 Juli 2026.

Selain melantik kepengurusan baru, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi dunia usaha dalam mendorong percepatan pembentukan Free Trade Zone (FTZ) di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.

Dalam roadshow tersebut, Bobby Lianto didampingi Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi sekaligus Ketua Satgas Percepatan FTZ, Christopher Samara, Wakil Ketua Umum Dedy Gunawan Tanjung dan Safri Rauf, Koordinator Wilayah Malaka Ricky Kasmetan, Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan, anggota Satgas Percepatan FTZ Micky Natun dan Muhammad, serta pengusaha muda UMKM Ramon Siubelan, pemilik Mayron Food.

Pelantikan pertama digelar pada Senin (20/7/2026) di Rumah Makan Cafetera, Kefamenanu. Dalam kesempatan itu, Bobby Lianto melantik Dwiyanto Tantry Senak sebagai Ketua KADIN Kabupaten Timor Tengah Utara masa bakti 2026–2031 beserta jajaran pengurusnya.

Acara tersebut dihadiri Pemerintah Kabupaten TTU yang diwakili Asisten III Setda TTU, Wilhelmus Meko, ST, unsur Forkopimda, pelaku usaha, dan tamu undangan.

Roadshow kemudian berlanjut ke Kabupaten Belu pada Selasa (21/7/2026) di Aula Rumah Jabatan Bupati Belu. Bobby Lianto melantik Alberthus Baliban Tanu sebagai Ketua KADIN Kabupaten Belu periode 2026–2031 beserta jajaran pengurus.

Pada kesempatan yang sama, Charlie Widodo dilantik sebagai Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Belu bersama Michael Tanjung.

Pelantikan di Belu dihadiri langsung oleh Bupati Belu, Willybrodus Lay, Ketua DPRD Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang, unsur Forkopimda, pelaku usaha, dan sejumlah tamu undangan.

Dalam arahannya, Bobby Lianto menegaskan bahwa pelantikan pengurus KADIN di wilayah perbatasan merupakan bagian dari strategi memperkuat kolaborasi dunia usaha sekaligus mempercepat realisasi kawasan Free Trade Zone (FTZ) di Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara, dan Malaka.

Menurut Bobby, KADIN NTT telah membentuk Satgas Percepatan FTZ sejak dua tahun lalu yang dipimpin Christopher Samara.

Satgas tersebut aktif membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Timor Leste, hingga Kamar Dagang dan Industri (CCI) Timor Leste guna mempercepat terwujudnya kawasan perdagangan bebas di perbatasan.

“Kepentingan utama dari FTZ adalah memberikan manfaat bagi dunia usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu KADIN terus mengawal proses ini bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Bobby Lianto.

Ia menambahkan, KADIN juga mendorong pemerintah Kabupaten TTU, Belu, dan Malaka segera membentuk Satgas FTZ di masing-masing daerah.

Mulai bulan depan, KADIN bersama para mitra strategis, termasuk Artha Graha, akan menggelar pertemuan rutin setiap bulan guna menyusun langkah percepatan pembentukan FTZ bersama pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Belu, Theodorus Manehitu Djuang, menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembentukan FTZ.

Menurutnya, pembangunan kawasan perdagangan bebas membutuhkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan legislatif.

Ia mengungkapkan bahwa DPRD dari Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara, dan Malaka telah membangun kesepahaman melalui rekomendasi bersama sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan FTZ.

Dengan sinergi antara KADIN, pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha, pembentukan Free Trade Zone di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste diharapkan mampu meningkatkan investasi, memperkuat perdagangan lintas negara, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. ***




Bobby Lianto Lantik Lukas Reyner Atabui sebagai Ketua KADIN Alor 2026–2031, Dorong Investasi dan Ketahanan Pangan

Kalabahi, nwartapedia.com  –  Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Alor resmi memiliki nahkoda baru.

Dalam Musyawarah Kabupaten (Mukab) yang digelar di Aula Kopdit Citra Hidup (CH) Tribuana, Kalabahi, Kamis (23/7/2026), Lukas Reyner Atabui terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KADIN Kabupaten Alor periode 2026–2031.

Lukas Reyner Atabui ditetapkan sebagai calon tunggal setelah calon lainnya, David Sutjonong, menyatakan mengundurkan diri sebelum proses pemungutan suara dilaksanakan.

Dengan demikian, forum Mukab secara aklamasi menetapkan Lukas sebagai Ketua KADIN Alor untuk lima tahun ke depan.

Sebelum proses pemilihan, Ketua KADIN Alor periode sebelumnya, Deny Lalitan, menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan. Dalam laporannya, ia menegaskan bahwa KADIN Alor tetap menjalankan berbagai program meski menghadapi tantangan selama pandemi COVID-19, termasuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak sebagai bentuk kepedulian sosial.

Mukab KADIN Alor turut dihadiri Direktur Eksekutif KADIN NTT, Mercy Siubelan. Setelah musyawarah selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pelantikan Dewan Pengurus KADIN Kabupaten Alor periode 2026–2031 yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto.

Pelantikan juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, S.Sos., M.Si., yang mewakili Bupati Alor, unsur Forkopimda, pelaku usaha, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto mengucapkan selamat kepada Lukas Reyner Atabui atas amanah yang diberikan untuk memimpin KADIN Alor.

Ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Alor.

“KADIN harus menjadi rumah bagi para pelaku usaha sekaligus mitra strategis pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, memperkuat UMKM, dan membuka peluang usaha baru. Saya berharap di bawah kepemimpinan Lukas Reyner Atabui, KADIN Alor semakin aktif, solid, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi daerah,” ujar Bobby Lianto.

Pada kesempatan yang sama, Bobby Lianto juga menyerahkan bantuan bibit sorgum kepada Pemerintah Kabupaten Alor.

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Alor, Melkisedek Bely, mewakili Bupati Alor.

Menurut Bobby, sorgum memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Alor karena mampu tumbuh di lahan kering serta memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan.

Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Dengan kepengurusan baru yang telah dilantik, KADIN Kabupaten Alor diharapkan semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi, memperkuat UMKM, mengembangkan potensi daerah, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Alor. ***




PSI NTT Bantah Isu Mobilisasi ASN Jelang Kunjungan Joko Widodo ke Kupang

Kupang, nwartapedia.com  – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) membantah keras isu yang menyebut adanya mobilisasi aparatur sipil negara (ASN) untuk menghadiri rangkaian kegiatan kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Kupang.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris DPW PSI NTT sekaligus Sekretaris DPD PSI Kota Kupang, Junaidin Mahasan, didampingi Pengurus PSI Kota Kupang dan Ketua Bapilu PSI Kota NTT, Kanisius To, dalam konferensi pers di Kantor DPD PSI Kota Kupang, Minggu (26/7/2026).

Junaidin menegaskan bahwa informasi yang menyebut Ketua DPW PSI NTT yang juga Wali Kota Kupang menggerakkan birokrasi atau memobilisasi ASN untuk menyambut kedatangan Joko Widodo adalah tidak benar.

Menurutnya, kegiatan yang akan berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 merupakan agenda resmi PSI yang juga melibatkan partisipasi masyarakat secara sukarela, tanpa adanya pengerahan aparatur pemerintah.

“Informasi yang beredar mengenai mobilisasi ASN tidak benar. Kami meminta masyarakat agar tidak mudah mempercayai isu-isu yang belum jelas sumber dan kebenarannya,” tegas Junaidin.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial.

Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu suasana menjelang pelaksanaan kegiatan.

PSI NTT memastikan seluruh rangkaian agenda kunjungan Joko Widodo dipersiapkan sesuai ketentuan dan mengedepankan partisipasi masyarakat tanpa melibatkan mobilisasi aparatur sipil negara.

Junaidin berharap masyarakat tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif serta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. (MI)




Jelang Kedatangan Joko Widodo, PSI NTT Serukan Persatuan dan Ajak Warga Sambut dengan Damai

Kupang, nwartapedia.com  –  Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Kupang mengajak seluruh masyarakat menjadikan kunjungan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, sebagai momentum mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat membangun NTT.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris DPW PSI NTT yang juga Sekretaris DPD PSI Kota Kupang, Junaidin Mahasan didampingi oleh jajaran pengurus PSI Kota Kupang dan Ketua Bapilu PSI NTT, Kanisius To dalam konferensi pers di Kantor DPD PSI Kota Kupang, Minggu (26/7/2026).

Junaidin mengatakan, kehadiran Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur merupakan kehormatan bagi masyarakat dan menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat daerah dengan tokoh nasional.

Menurutnya, kunjungan tersebut tidak semestinya dipandang hanya dari sisi politik, melainkan sebagai ajang silaturahmi yang dapat mempererat hubungan serta membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi demi kemajuan NTT.

“Kami memandang kehadiran Bapak Joko Widodo sebagai momentum yang positif. Beliau hadir atas undangan PSI dan masyarakat, sehingga sudah sepatutnya disambut dengan penuh rasa hormat dan persaudaraan,” ujar Junaidin.

Ia menegaskan bahwa PSI menginginkan iklim politik yang menyejukkan dan mampu mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian selama rangkaian kunjungan berlangsung.

“Kita boleh memiliki pandangan politik yang berbeda, tetapi kepentingan membangun NTT harus menjadi tujuan bersama. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat NTT adalah masyarakat yang ramah, dewasa, dan menjunjung tinggi persatuan,” katanya.

Junaidin berharap kunjungan Presiden ke-7 RI tersebut membawa semangat baru bagi pembangunan daerah, peningkatan perhatian pemerintah terhadap NTT, serta membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur. Semoga kunjungan ini menjadi awal dari semakin kuatnya perhatian terhadap kemajuan NTT dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (MI)




Wali Kota Kupang Lepas 48 Kontingen Pramuka ke Jamda X NTT, Bangun Karakter Generasi Muda

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi melepas 48 anggota Kontingen Kota Kupang yang akan mengikuti Jambore Daerah (Jamda) X Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026.

Pada kesempatan yang sama, ia juga melantik Dedi Wangge sebagai Pimpinan Kontingen Cabang (Pinkoncab) Gerakan Pramuka Kota Kupang.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Kristal Kupang, Jumat (24/7/2026), tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam membangun karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan.

“Membangun kota bukan hanya membangun jalan, gedung, atau infrastruktur. Yang jauh lebih penting adalah membangun manusianya, membangun karakter, pendidikan, kesehatan, serta budaya saling menghargai dan bergotong royong. Di sinilah peran Gerakan Pramuka menjadi sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Gerakan Pramuka Kota Kupang yang selama ini menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Kupang dalam membina generasi muda.

Menurutnya, sumber daya manusia yang unggul tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari karakter, disiplin, kepemimpinan, dan keimanan yang kuat. Karena itu,

Pemerintah Kota Kupang akan terus mendukung berbagai program kepemudaan yang berorientasi pada pembentukan karakter.

Dalam kesempatan tersebut, Christian Widodo mengungkapkan bahwa kuota awal kontingen Kota Kupang hanya sebanyak 32 peserta.

Namun setelah mengetahui jumlah peserta yang lolos seleksi mencapai 48 orang, ia memutuskan seluruh peserta diberangkatkan.

“Saya ingin semua anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berproses, dan berkembang melalui kegiatan jambore. Karena itu, seluruh peserta yang telah mengikuti seleksi kami berangkatkan,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, Christian Widodo juga memberikan bantuan pribadi sebesar Rp10 juta untuk mendukung kebutuhan peserta Kota Kupang yang nantinya akan mengikuti Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–20 Agustus 2026.

Selain melepas kontingen, Wali Kota Kupang turut memberikan apresiasi kepada anggota Pramuka Garuda yang menerima penghargaan.

Ia menegaskan bahwa predikat tersebut merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk menjadi teladan bagi anggota Pramuka lainnya.

“Semakin tinggi penghargaan dan kepercayaan yang diberikan, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul. Pramuka Garuda harus menjadi contoh dalam disiplin, kepedulian sosial, pelayanan, dan kepemimpinan,” tegasnya.

Christian Widodo juga berpesan agar seluruh peserta menjaga nama baik Kota Kupang selama mengikuti Jambore Daerah maupun Jambore Nasional.

“Kalian adalah wajah Kota Kupang. Tunjukkan bahwa anak-anak Kota Kupang memiliki karakter yang baik, disiplin, santun, beriman, dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional,” pesannya.

Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan penghargaan kepada seluruh pembina dan pendamping yang telah membimbing para peserta hingga siap mengikuti jambore.

“Sebuah kota yang hebat tidak diukur dari megahnya bangunan, tetapi dari kuatnya karakter masyarakat yang tinggal di dalamnya. Terima kasih kepada seluruh pembina yang telah menanamkan nilai-nilai itu kepada anak-anak kita,” tutupnya.

Sementara itu, Pimpinan Kontingen Cabang Kota Kupang, Dedi Wangge, menyatakan kesiapan seluruh kontingen untuk menjaga nama baik Kota Kupang selama mengikuti Jamda X Pramuka NTT maupun Jamnas XII 2026.

Ia menjelaskan bahwa kontingen Kota Kupang terdiri atas 48 peserta, didampingi enam pembina pendamping serta jajaran Pimpinan Kontingen Cabang.

“Kami berkomitmen menjaga kebersamaan, disiplin, dan nama baik Kota Kupang selama mengikuti Jambore Daerah maupun Jambore Nasional. Kepercayaan yang diberikan kepada kami akan kami jaga dengan sebaik-baiknya,” ujar Dedi.

Jambore Daerah X Pramuka NTT dijadwalkan berlangsung mulai 27 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Fatubena, Kota Kupang. Selanjutnya, peserta terpilih akan mewakili daerah pada Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Cibubur, Jakarta Timur. **




Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Libatkan Forum Pelanggan, Perkuat Komunikasi Demi Pelayanan Air Bersih

Kupang, nwartapedia.com – Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M, menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang lebih dekat dengan pelanggan melalui pembentukan Forum Pelanggan sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di Kota Kupang.

Komitmen tersebut disampaikan Isidorus saat pertemuan perdana bersama Forum Pelanggan yang berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Jumat (24/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Isidorus menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Forum Pelanggan yang telah bersedia menjadi penghubung antara Perumda Air Minum dan masyarakat.

Menurutnya, forum ini akan mempercepat penyampaian informasi maupun penanganan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

“Forum Pelanggan menjadi jembatan komunikasi antara Perumda Air Minum dan masyarakat. Jika ada kebocoran pipa, gangguan distribusi, atau persoalan pelayanan lainnya, anggota forum dapat langsung menyampaikan kepada kami sehingga penanganannya bisa lebih cepat,” katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan Forum Pelanggan juga memberikan ruang bagi masyarakat yang selama ini masih ragu atau tidak mengetahui mekanisme penyampaian pengaduan.

Melalui forum tersebut, pelanggan dapat menyampaikan aspirasi maupun keluhan secara lebih mudah sehingga komunikasi menjadi lebih efektif.

Selain membangun komunikasi dua arah, Perumda Air Minum Kota Kupang juga memanfaatkan forum tersebut untuk memaparkan kondisi pelayanan selama Semester I Tahun 2026.

Informasi tersebut diharapkan dapat diteruskan oleh anggota forum kepada pelanggan di wilayah masing-masing agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan objektif.

Dalam rapat tersebut, anggota Forum Pelanggan turut menyampaikan berbagai masukan, di antaranya laporan kebocoran jaringan, keterbatasan jam pelayanan, permintaan sambungan rumah baru, hingga informasi mengenai potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Sejumlah komitmen juga disepakati, yakni pelaksanaan pertemuan secara berkala, pembentukan grup WhatsApp sebagai media komunikasi cepat, serta dukungan Forum Pelanggan dalam membantu menyosialisasikan hak dan kewajiban pelanggan.

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jermias, mengatakan pembentukan Forum Pelanggan merupakan bentuk inovasi pelayanan yang mengedepankan pendekatan humanis.

Menurutnya, komunikasi dengan pelanggan tidak cukup dilakukan melalui layanan digital, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung agar penyelesaian berbagai persoalan dapat berlangsung lebih cepat dan tepat.

Sementara itu, Ketua Forum Pelanggan, Dr. Noldy D. P. Mumu, S.E., M.M, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Perumda Air Minum Kota Kupang membentuk Forum Pelanggan.

Ia menilai forum tersebut menjadi wadah strategis yang mempertemukan aspirasi pelanggan dengan manajemen perusahaan sehingga berbagai persoalan pelayanan air bersih dapat dibahas dan diselesaikan secara bersama.

Noldy menjelaskan, forum telah menyepakati agenda pertemuan setiap tiga bulan sekali. Hasil pertemuan nantinya akan dirumuskan dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Wali Kota Kupang sebagai bentuk evaluasi dan pertanggungjawaban terhadap pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Menurutnya, Forum Pelanggan juga akan melakukan kunjungan berkala ke setiap zona pelayanan untuk menghimpun aspirasi masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai proses distribusi air bersih agar pelanggan memahami tantangan operasional yang dihadapi Perumda Air Minum Kota Kupang.

Melalui sinergi tersebut, Perumda Air Minum Kota Kupang berharap pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, transparan, responsif, dan mampu meningkatkan kepuasan pelanggan. **




Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Paparkan Kebijakan Pro Ekologi di Seminar Nasional Pascasarjana IAKN Kupang

Kupang, nwartapedia.com  – Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, memaparkan kebijakan Pemerintah Kota Kupang dalam melestarikan dan merawat ekologi pada Seminar Nasional Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang bertema “Iman yang Berakar di Tanah: Ekoteologi dan Budaya Nusa Tenggara Timur” yang berlangsung di Aula Hotel Sasando, Kamis (23/7/2026).

Dalam paparannya, Isidorus menegaskan bahwa pembangunan Kota Kupang ke depan harus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dengan memperhatikan karakteristik wilayah yang beriklim semi-arid atau kering, memiliki musim kemarau panjang, serta menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya air.

Menurutnya, visi Kota Kupang sebagai rumah bersama yang modern, bersih, aman, berbudaya, tangguh, dan sejahtera diwujudkan melalui lima misi pembangunan, salah satunya membangun kota berbasis lingkungan dan budaya.

Ia menjelaskan, pembangunan berbasis ekologi dilakukan melalui penguatan tata kelola air terpadu, pengembangan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah, serta peningkatan ruang terbuka hijau yang tangguh menghadapi perubahan iklim.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga mendorong konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba dan DAS Dendeng, pelestarian kawasan mangrove di pesisir Teluk Kupang, efisiensi penggunaan air bersih, serta pemanfaatan lahan pekarangan sebagai ruang hijau produktif.

“Keberhasilan pembangunan berbasis ekologi hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan komunitas masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Isidorus juga memaparkan kondisi pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Saat ini perusahaan mengelola sumber air dengan total kapasitas sekitar 321 liter per detik, yang berasal dari air permukaan dan air tanah dalam.

Meski demikian, cakupan pelayanan air bersih masih menghadapi tantangan besar. Dari total penduduk sekitar 424.801 jiwa, layanan Perumda Air Minum baru menjangkau sekitar 76.285 jiwa atau sekitar 18 persen, sehingga masih terdapat lebih dari 82 persen masyarakat yang belum memperoleh layanan air perpipaan.

Ia mengungkapkan keterbatasan sumber air baku menjadi tantangan utama.

Ketersediaan air baku yang dikelola Perumda masih jauh di bawah kebutuhan masyarakat sehingga distribusi air dilakukan secara bergilir dan belum dapat melayani pelanggan selama 24 jam.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong berbagai kebijakan pro ekologi, di antaranya gerakan tanam air melalui pembangunan sumur resapan dan lubang biopori, pengembangan teknologi panen air hujan, konservasi daerah tangkapan air, pengendalian pemanfaatan air tanah, peningkatan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, hingga penyusunan rencana induk drainase kota.

Pemerintah juga mendukung Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan) yang berfokus pada pengamanan sumber air minum, konservasi lahan, penguatan tata kelola lingkungan di DAS Kali Dendeng dan DAS Liliba, serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, penanaman pohon lokal seperti flamboyan, mahoni, dan asam terus didorong sebagai upaya meningkatkan daerah resapan air sekaligus mengurangi risiko erosi.

Isidorus menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan Kota Kupang tetap berkelanjutan dan mampu menjamin ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang.

Seminar Nasional Pascasarjana IAKN Kupang ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif keagamaan, budaya, dan kebijakan publik dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian ekologi di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Pemkot Kupang Perkuat Gerakan Kelola Sampah dan Konservasi Lingkungan di Seminar Nasional IAKN Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Upaya membangun budaya peduli lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan menjadi fokus pembahasan dalam Seminar Nasional Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang yang berlangsung di Aula Hotel Sasando, Kamis (23/7/2026).

Seminar bertajuk “Iman yang Berakar di Tanah: Ekoteologi dan Budaya Nusa Tenggara Timur” itu menghadirkan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M., sebagai narasumber yang memaparkan berbagai kebijakan Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Isidorus menjelaskan, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di Kota Kupang sehingga dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, lembaga keagamaan hingga masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang telah mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern melalui pembentukan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan.

Melalui sistem tersebut, sampah dipilah terlebih dahulu sehingga yang masih bernilai ekonomis dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, sementara residu yang tidak dapat diolah baru dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selain itu, pemerintah juga membentuk Satgas Sampah, memperkuat bank sampah, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta menggandeng berbagai komunitas dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat. Kesadaran untuk memilah dan mengelola sampah harus dimulai dari rumah tangga,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Isidorus juga memaparkan sejumlah program konservasi lingkungan yang sedang dijalankan, seperti gerakan menanam air melalui pembangunan lubang resapan dan biopori, penghijauan kawasan resapan air, perlindungan daerah tangkapan air, hingga penataan ruang kota yang lebih ramah lingkungan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen menjadikan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis kolaborasi dan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Dosen Pascasarjana IAKN Kupang, Daud Saleh Luji, M.Pd., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai iman yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sekolah dan gereja memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran ekologis melalui pendidikan, khotbah, aksi penghijauan, konservasi air, hingga gerakan pengurangan sampah.

Seminar Nasional Pascasarjana IAKN Kupang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, gereja, dan masyarakat dalam menciptakan budaya pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. )MI)




Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Kupang Ajak Anak Berani Bermimpi dan Raih Prestasi

Kupang, nwartapedia.com  – Semangat Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Kupang Tahun 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Kupang untuk mendorong anak-anak terus berani bermimpi dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (23/7/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota mengingatkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang.

Karena itu, ia mengajak seluruh anak agar tidak mudah menyerah dan tetap konsisten mengejar cita-cita.

“Jangan pernah berhenti bermimpi. Tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai dan tekuni dengan sungguh-sungguh. Kesuksesan lahir dari kerja keras, disiplin, dan semangat untuk terus belajar,” pesan Christian Widodo.

Ia juga mengajak anak-anak untuk menjadikan tokoh-tokoh inspiratif sebagai motivasi dalam mengembangkan kemampuan sesuai bakat dan minat masing-masing.

Suasana peringatan Hari Anak Nasional semakin meriah ketika Wali Kota dan Wakil Wali Kota menggelar sesi tanya jawab bersama para peserta. Anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan memperoleh hadiah berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Kupang juga memberikan hadiah tambahan berupa tabungan senilai Rp200 ribu kepada peserta dari jenjang SD maupun SMP yang berhasil menjawab pertanyaan dengan baik.

Perhatian yang sama juga diberikan kepada anak-anak penyandang disabilitas yang hadir. Mereka diberi kesempatan berpartisipasi dalam sesi interaktif dan menerima hadiah sebagai bentuk dukungan terhadap terwujudnya lingkungan yang ramah dan inklusif bagi seluruh anak.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, turut membagikan hadiah sekaligus menyapa para peserta melalui berbagai pertanyaan yang disambut antusias oleh anak-anak.

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kota Kupang berlangsung hangat, penuh keceriaan, dan sarat nilai edukasi.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menghadirkan ruang yang aman, ramah, serta mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus pembangunan daerah dan bangsa.(MI)




Wali Kota Ajak Hanura dan Seluruh Elemen Bersatu Bangun Kota Kupang demi Kesejahteraan Rakyat

Kupang, nwartapedia.com  –  Suasana penuh semangat kebersamaan mewarnai pelantikan Badan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2025–2030 di Hotel Harper Kupang, Rabu (22/7/2026).

Momentum tersebut dimanfaatkan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, untuk mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi demi membangun Kota Kupang yang semakin maju dan sejahtera.

Di hadapan para pengurus Partai Hanura dan tamu undangan dalam sambutannya, Christian menegaskan bahwa pembangunan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, partai politik, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menghadirkan perubahan yang dirasakan langsung oleh rakyat.

“Kalau kita ingin melihat Kota Kupang semakin maju, maka kita harus berjalan bersama. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujar Christian.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Partai Hanura yang selama ini dinilai turut memberikan kontribusi bagi pembangunan melalui berbagai gagasan, kritik yang membangun, serta pengabdian para kadernya di berbagai bidang.

Menurut Christian, pelantikan kepengurusan Hanura bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi awal untuk memperkuat komitmen melayani masyarakat dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Ia mengingatkan bahwa jabatan bukanlah simbol kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat melayani.

“Jabatan bukan tentang siapa yang paling kuat atau paling hebat, tetapi siapa yang paling mampu mendengar suara rakyat dan mengutamakan kepentingan bersama,” tegasnya.

Christian juga menyoroti pentingnya semangat gotong royong di tengah berbagai tantangan pembangunan, termasuk keterbatasan anggaran. Menurutnya, kolaborasi menjadi modal utama agar setiap tantangan dapat dihadapi secara bersama-sama.

Ia kembali mengingatkan filosofi yang menurutnya relevan dalam membangun daerah, yakni, “Kalau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendiri. Tetapi kalau ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama.”

Filosofi tersebut, kata Christian, harus menjadi semangat seluruh elemen dalam membangun Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur agar pembangunan berjalan berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Christian Widodo mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus DPD dan DPC Partai Hanura NTT yang baru dilantik.

Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan secara transparan, profesional, dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

“Perbedaan bukanlah penghalang untuk bekerja bersama. Ketika pemerintah, partai politik, tokoh agama, komunitas, dan masyarakat bersatu, maka cita-cita menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat akan semakin mudah diwujudkan,” tutupnya. **