Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Paparkan Kebijakan Pro Ekologi di Seminar Nasional Pascasarjana IAKN Kupang

Kupang, nwartapedia.com  – Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, memaparkan kebijakan Pemerintah Kota Kupang dalam melestarikan dan merawat ekologi pada Seminar Nasional Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang bertema “Iman yang Berakar di Tanah: Ekoteologi dan Budaya Nusa Tenggara Timur” yang berlangsung di Aula Hotel Sasando, Kamis (23/7/2026).

Dalam paparannya, Isidorus menegaskan bahwa pembangunan Kota Kupang ke depan harus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dengan memperhatikan karakteristik wilayah yang beriklim semi-arid atau kering, memiliki musim kemarau panjang, serta menghadapi tantangan keterbatasan sumber daya air.

Menurutnya, visi Kota Kupang sebagai rumah bersama yang modern, bersih, aman, berbudaya, tangguh, dan sejahtera diwujudkan melalui lima misi pembangunan, salah satunya membangun kota berbasis lingkungan dan budaya.

Ia menjelaskan, pembangunan berbasis ekologi dilakukan melalui penguatan tata kelola air terpadu, pengembangan ekonomi sirkular melalui pengelolaan sampah, serta peningkatan ruang terbuka hijau yang tangguh menghadapi perubahan iklim.tolong ganti judul dan semuanya

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang juga mendorong konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Liliba dan DAS Dendeng, pelestarian kawasan mangrove di pesisir Teluk Kupang, efisiensi penggunaan air bersih, serta pemanfaatan lahan pekarangan sebagai ruang hijau produktif.

“Keberhasilan pembangunan berbasis ekologi hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, lembaga keagamaan, dunia usaha, dan komunitas masyarakat,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Isidorus juga memaparkan kondisi pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Saat ini perusahaan mengelola sumber air dengan total kapasitas sekitar 321 liter per detik, yang berasal dari air permukaan dan air tanah dalam.

Meski demikian, cakupan pelayanan air bersih masih menghadapi tantangan besar. Dari total penduduk sekitar 424.801 jiwa, layanan Perumda Air Minum baru menjangkau sekitar 76.285 jiwa atau sekitar 18 persen, sehingga masih terdapat lebih dari 82 persen masyarakat yang belum memperoleh layanan air perpipaan.

Ia mengungkapkan keterbatasan sumber air baku menjadi tantangan utama.

Ketersediaan air baku yang dikelola Perumda masih jauh di bawah kebutuhan masyarakat sehingga distribusi air dilakukan secara bergilir dan belum dapat melayani pelanggan selama 24 jam.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong berbagai kebijakan pro ekologi, di antaranya gerakan tanam air melalui pembangunan sumur resapan dan lubang biopori, pengembangan teknologi panen air hujan, konservasi daerah tangkapan air, pengendalian pemanfaatan air tanah, peningkatan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, hingga penyusunan rencana induk drainase kota.

Pemerintah juga mendukung Program CERAH (Cerdas Kelola Air dan Lahan) yang berfokus pada pengamanan sumber air minum, konservasi lahan, penguatan tata kelola lingkungan di DAS Kali Dendeng dan DAS Liliba, serta pemberdayaan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, penanaman pohon lokal seperti flamboyan, mahoni, dan asam terus didorong sebagai upaya meningkatkan daerah resapan air sekaligus mengurangi risiko erosi.

Isidorus menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan Kota Kupang tetap berkelanjutan dan mampu menjamin ketersediaan air bersih bagi generasi mendatang.

Seminar Nasional Pascasarjana IAKN Kupang ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan perspektif keagamaan, budaya, dan kebijakan publik dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian ekologi di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Pemkot Kupang Perkuat Gerakan Kelola Sampah dan Konservasi Lingkungan di Seminar Nasional IAKN Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Upaya membangun budaya peduli lingkungan dan pengelolaan sampah berkelanjutan menjadi fokus pembahasan dalam Seminar Nasional Pascasarjana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang yang berlangsung di Aula Hotel Sasando, Kamis (23/7/2026).

Seminar bertajuk “Iman yang Berakar di Tanah: Ekoteologi dan Budaya Nusa Tenggara Timur” itu menghadirkan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M., sebagai narasumber yang memaparkan berbagai kebijakan Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Isidorus menjelaskan, persoalan sampah masih menjadi tantangan serius di Kota Kupang sehingga dibutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, lembaga keagamaan hingga masyarakat.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang telah mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern melalui pembentukan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di setiap kecamatan.

Melalui sistem tersebut, sampah dipilah terlebih dahulu sehingga yang masih bernilai ekonomis dapat didaur ulang atau dimanfaatkan kembali, sementara residu yang tidak dapat diolah baru dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Selain itu, pemerintah juga membentuk Satgas Sampah, memperkuat bank sampah, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta menggandeng berbagai komunitas dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

“Keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat. Kesadaran untuk memilah dan mengelola sampah harus dimulai dari rumah tangga,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Isidorus juga memaparkan sejumlah program konservasi lingkungan yang sedang dijalankan, seperti gerakan menanam air melalui pembangunan lubang resapan dan biopori, penghijauan kawasan resapan air, perlindungan daerah tangkapan air, hingga penataan ruang kota yang lebih ramah lingkungan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen menjadikan ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan sampah berbasis kolaborasi dan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Dosen Pascasarjana IAKN Kupang, Daud Saleh Luji, M.Pd., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai iman yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sekolah dan gereja memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran ekologis melalui pendidikan, khotbah, aksi penghijauan, konservasi air, hingga gerakan pengurangan sampah.

Seminar Nasional Pascasarjana IAKN Kupang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, gereja, dan masyarakat dalam menciptakan budaya pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. )MI)




Hari Anak Nasional 2026, Wali Kota Kupang Ajak Anak Berani Bermimpi dan Raih Prestasi

Kupang, nwartapedia.com  – Semangat Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kota Kupang Tahun 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kota Kupang untuk mendorong anak-anak terus berani bermimpi dan mengembangkan potensi terbaiknya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (23/7/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota mengingatkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang gemilang.

Karena itu, ia mengajak seluruh anak agar tidak mudah menyerah dan tetap konsisten mengejar cita-cita.

“Jangan pernah berhenti bermimpi. Tetap fokus pada tujuan yang ingin dicapai dan tekuni dengan sungguh-sungguh. Kesuksesan lahir dari kerja keras, disiplin, dan semangat untuk terus belajar,” pesan Christian Widodo.

Ia juga mengajak anak-anak untuk menjadikan tokoh-tokoh inspiratif sebagai motivasi dalam mengembangkan kemampuan sesuai bakat dan minat masing-masing.

Suasana peringatan Hari Anak Nasional semakin meriah ketika Wali Kota dan Wakil Wali Kota menggelar sesi tanya jawab bersama para peserta. Anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan memperoleh hadiah berupa tas sekolah dan perlengkapan alat tulis.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Kota Kupang juga memberikan hadiah tambahan berupa tabungan senilai Rp200 ribu kepada peserta dari jenjang SD maupun SMP yang berhasil menjawab pertanyaan dengan baik.

Perhatian yang sama juga diberikan kepada anak-anak penyandang disabilitas yang hadir. Mereka diberi kesempatan berpartisipasi dalam sesi interaktif dan menerima hadiah sebagai bentuk dukungan terhadap terwujudnya lingkungan yang ramah dan inklusif bagi seluruh anak.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, turut membagikan hadiah sekaligus menyapa para peserta melalui berbagai pertanyaan yang disambut antusias oleh anak-anak.

Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tingkat Kota Kupang berlangsung hangat, penuh keceriaan, dan sarat nilai edukasi.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menghadirkan ruang yang aman, ramah, serta mendukung tumbuh kembang anak sebagai generasi penerus pembangunan daerah dan bangsa.(MI)