Waketum KADIN Indonesia Apresiasi Nobar Piala Dunia FIFA 2026 yang Dongkrak Ekonomi dan UMKM

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengapresiasi penyelenggaraan nonton bareng (nobar) Piala Dunia FIFA 2026 yang dinilai berhasil menggerakkan perekonomian nasional sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan kajian KADIN Indonesia, perputaran ekonomi selama rangkaian Piala Dunia FIFA 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp5,03 triliun. Dampak tersebut dirasakan oleh berbagai sektor usaha, mulai dari hotel, restoran, kafe, industri kreatif, jasa, hingga UMKM.

“Kegiatan olahraga berskala dunia terbukti mampu menggerakkan roda ekonomi di berbagai sektor dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujar Kukrit dalam keterangannya.

Di Kota Kupang, dampak positif tersebut terlihat melalui kegiatan nobar bertajuk Bola Gembira yang diselenggarakan TVRI NTT.

Ribuan masyarakat memadati lokasi setiap hari, sementara puluhan pelaku UMKM menikmati peningkatan penjualan makanan, minuman, dan produk lokal.

Kepala TVRI Stasiun NTT, Jefri, SH., MH., mengatakan TVRI NTT memberikan ruang berjualan secara gratis kepada pelaku UMKM selama pelaksanaan nobar sehingga mereka dapat merasakan manfaat ekonomi secara langsung.

Menurutnya, antusiasme masyarakat yang tinggi membuat omzet para pedagang meningkat tajam, terutama saat pertandingan memasuki babak perempat final hingga semifinal.

Jefri juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten/kota, KADIN NTT, Korem 161/Wira Sakti Kupang, Polda NTT, serta seluruh mitra yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan nobar Piala Dunia FIFA 2026 di Nusa Tenggara Timur. **




Abraham Paul Liyanto Apresiasi Pentas Seni PGSD UCB, Dorong Budaya NTT Jadi Daya Tarik Pariwisata

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (YCBIM) yang juga Anggota DPD RI, Ir. Abraham Paul Liyanto, menghadiri Pentas Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Citra Bangsa (UCB) yang digelar di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Kamis (16/7/2026).

Dalam sambutannya, Paul Liyanto memberikan apresiasi kepada mahasiswa PGSD UCB yang dinilai telah menunjukkan kreativitas, keberanian, dan rasa percaya diri melalui pertunjukan seni berbasis tradisi.

Menurutnya, pentas seni bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana membentuk karakter calon guru melalui kedisiplinan, kerja sama tim, serta kemampuan mengekspresikan hasil pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan.

“Saya memberikan penghargaan kepada Universitas Citra Bangsa yang mampu memanfaatkan momen seperti ini. Pentas seni bukan hanya ajang hiburan, tetapi tempat melatih disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri mahasiswa sebagai calon guru,” ujar Paul Liyanto.

Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi langkah nyata dalam melestarikan budaya lokal Nusa Tenggara Timur yang memiliki kekayaan tradisi dari puluhan etnis.

Menurutnya, budaya daerah harus terus dieksplorasi dan ditampilkan kepada masyarakat agar tidak hilang ditelan zaman.

Paul mengatakan, NTT memiliki potensi budaya yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata.

Namun, potensi tersebut harus didukung dengan ruang-ruang kreativitas yang melibatkan generasi muda dan institusi pendidikan.

Ia mencontohkan pengalaman saat berkunjung ke Portugal, di mana sektor pariwisata mampu menjadi penggerak utama ekonomi melalui berbagai pertunjukan seni dan budaya yang disajikan secara terbuka kepada wisatawan.

“NTT memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Kalau terus dieksplorasi dan dipentaskan seperti ini, saya yakin akan menjadi daya tarik wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

Paul berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku pariwisata, dan masyarakat sehingga seni dan budaya NTT semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga mendorong mahasiswa PGSD Universitas Citra Bangsa agar terus mengembangkan kreativitas selama menempuh pendidikan, sehingga ketika menjadi guru nantinya mampu mengajarkan nilai-nilai budaya kepada peserta didik melalui pembelajaran yang inovatif.

Pada kesempatan tersebut, Paul Liyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen, panitia, serta mahasiswa yang telah menyelenggarakan Pentas Seni bertema “Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Tradisi: Eksplorasi Aransemen dan Gerak.”

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam mengembangkan pendidikan yang berbasis budaya lokal.

Pentas seni ini juga diikuti oleh lima sekolah mitra Universitas Citra Bangsa, yakni SD GMIT Oepura, UPTD RSS Oesapa, UPTD SD Bertingkat Kelapa Lima 1, UPTD SDN Danau Ina, dan UPTD SDN 2 Fontein, sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam memperkuat pendidikan berbasis seni dan budaya. (MI)




Dekan FKIP UCB: Pentas Seni Mahasiswa PGSD Jadi Wadah Lahirkan Guru Kreatif dan Berbudaya

Kupang, nwartapedia.com  –  Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB), Heryon Bernard Mbuik, secara resmi membuka Pentas Seni Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) bertema “Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Tradisi: Eksplorasi Aransemen dan Gerak” di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Kamis (16/7/2026).

Dalam sambutannya, Heryon Bernard Mbuik menegaskan bahwa pentas seni merupakan bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya menampilkan kemampuan mahasiswa dalam bidang seni, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan calon guru yang kreatif, inovatif, dan mampu melestarikan budaya lokal.

Menurutnya, pendidikan di era modern harus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berkarakter, memiliki kepekaan budaya, serta mampu menciptakan pengalaman belajar yang menarik bagi peserta didik.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bahwa seorang guru tidak hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kreatif, dan relevan dengan kehidupan siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tema “Inovasi Pembelajaran Seni Berbasis Tradisi: Eksplorasi Aransemen dan Gerak” mencerminkan komitmen FKIP Universitas Citra Bangsa dalam mengembangkan pembelajaran yang berpijak pada kekayaan budaya Indonesia sekaligus menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Bernard Mbuik juga memberikan apresiasi kepada dosen pengampu Mata Kuliah Pendidikan Seni Musik, Apris Yulianto Saefatu, M.Sn. dan Abraham Satya Graha, Ph.D., yang dinilai berhasil membimbing mahasiswa menghasilkan karya seni yang kreatif dan edukatif.

Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada sekolah-sekolah mitra yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, yakni SD GMIT Oepura, UPTD RSS Oesapa, UPTD SD Bertingkat Kelapa Lima 1, UPTD SDN Danau Ina, dan UPTD SDN 2 Fontein. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Sementara itu, Ketua Program Studi PGSD Universitas Citra Bangsa, Yulsi Marselina Nite, mengatakan pentas seni merupakan implementasi hasil pembelajaran mahasiswa semester IV pada Mata Kuliah Pendidikan Seni Musik.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas melalui seni, sekaligus memperkenalkan inovasi pembelajaran berbasis budaya kepada sekolah-sekolah mitra.

Yulsi juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Citra Bina Insan Mandiri atas dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Ia berharap kolaborasi antara Program Studi PGSD UCB dan sekolah-sekolah mitra terus diperkuat melalui berbagai kegiatan akademik maupun praktik pembelajaran.

Pentas seni yang diikuti mahasiswa PGSD Universitas Citra Bangsa bersama lima sekolah mitra tersebut menampilkan berbagai pertunjukan musik, tari, dan kreasi seni berbasis budaya lokal. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen UCB dalam mencetak calon guru sekolah dasar yang profesional, inovatif, serta mampu menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya Indonesia melalui dunia pendidikan. (MI)




Pemda Belu, TTU dan Malaka Jajaki Kerja Sama dengan St. John’s Catholic College Darwin, Hidupkan Kembali Program Pertukaran Pelajar

Darwin, nwartapedia.com  – Pemerintah Kabupaten Belu, Timor Tengah Utara (TTU), dan Malaka bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) menjajaki kerja sama pendidikan dengan St. John’s Catholic College di Darwin, Australia. Langkah tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali program pertukaran pelajar yang pernah berlangsung puluhan tahun lalu.

Kunjungan berlangsung di sela rangkaian kegiatan Darwin Fusion 2026. Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto hadir bersama rombongan yang didampingi Konsul Penerangan dan Sosial Budaya Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Darwin, Gina Fadilla, serta rombongan pemerintah daerah yang dipimpin Dr. James Adam.

Turut hadir Bupati Belu Willybrodus Lay, Bupati Timor Tengah Utara Yosep Falentinus Kebo, beserta jajaran pemerintah daerah.

Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Principal St. John’s Catholic College, Mr. Cameron Hughes, bersama International Coordinator, Ms. Ann Tan.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai peluang kolaborasi pendidikan, mulai dari program student exchange, teacher exchange, hingga joint class secara daring antara sekolah-sekolah di Nusa Tenggara Timur dan St. John’s Catholic College.

Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, mengatakan kerja sama pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT sekaligus mempererat hubungan Indonesia dan Australia.

“Kolaborasi ini diharapkan membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda NTT untuk memperoleh pengalaman internasional, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, serta memperkuat hubungan persahabatan kedua negara,” ujarnya.

St. John’s Catholic College merupakan salah satu sekolah menengah tertua di Darwin yang memiliki sejarah panjang menjalin hubungan pendidikan dengan sejumlah sekolah di Kota Kupang.

Sekitar 35 tahun lalu, sekolah tersebut menjalankan program pertukaran pelajar bersama SMP St. Theresia Kupang, SMP Negeri 1 Kupang, dan beberapa sekolah lainnya. Program itu berlangsung secara timbal balik selama lebih dari satu dekade.

Kala itu, setiap tahun siswa dari Darwin datang ke Kupang dan tinggal bersama keluarga asuh. Sebaliknya, pelajar dari Kupang juga mengikuti program serupa di Darwin.

Hubungan pendidikan kedua kota semakin erat karena didukung penerbangan langsung Kupang–Darwin yang saat itu dilayani Merpati Airlines.

Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Belu, TTU, Malaka, dan KADIN NTT berharap kerja sama tersebut dapat kembali diwujudkan. Selain mempererat persahabatan antarpelajar, program ini juga diharapkan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa Indonesia sekaligus memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada para pelajar di Australia.

Usai pertemuan, Ms. Ann Tan mengajak rombongan meninjau berbagai fasilitas pendidikan di St. John’s Catholic College.

Rombongan melihat ruang kelas modern, laboratorium bahasa, ruang komputer, laboratorium sains, fasilitas olahraga, hingga ruang praktik vokasi.

Perhatian rombongan juga tertuju pada fasilitas praktik memasak berstandar internasional dan area pelatihan yang dirancang menyerupai restoran profesional sebagai sarana membekali siswa dengan keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kunjungan ini menjadi sinyal positif bagi penguatan hubungan pendidikan antara Nusa Tenggara Timur dan Australia. Dengan dihidupkannya kembali program pertukaran pelajar, diharapkan semakin banyak generasi muda NTT yang memperoleh pengalaman belajar bertaraf internasional serta memperluas wawasan global melalui kolaborasi pendidikan berkelanjutan. **




Setelah 26 Tahun, Kota Kupang Kembali Dipercaya Jadi Tuan Rumah Jambore Daerah X Pramuka NTT

Kupang, nwartapedia.com  –  Setelah penantian selama 26 tahun, Kota Kupang kembali dipercaya menjadi tuan rumah Jambore Daerah X Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan bergengsi tersebut akan dipusatkan di Bumi Perkemahan Fatubena, Kelurahan Kolhua, Kota Kupang, setelah terakhir kali digelar di Bumi Perkemahan Manutapen pada tahun 2000.

Ketua Umum Panitia Pelaksana Jambore Daerah X Pramuka NTT, Kak Ambrosius Kodo, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur NTT selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka NTT dan Wakil Gubernur NTT selaku Ketua Harian Kwartir Daerah Gerakan Pramuka NTT atas dukungan penuh yang diberikan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur NTT atas komitmen dan dukungan penuh terhadap pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Dukungan ini menjadi semangat dan motivasi bagi kami untuk menyelenggarakan Jambore Daerah Pramuka NTT X dengan sebaik-baiknya,” ujar Ambrosius Kodo.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang, yang telah memberikan dukungan sehingga Kota Kupang kembali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan Jambore Daerah Pramuka NTT.

Menurut Ambrosius, kepercayaan kepada Kwartir Cabang Kota Kupang sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia optimistis Jambore Daerah X akan menjadi momentum mempererat persaudaraan antarsesama Pramuka Penggalang, memperkuat pendidikan karakter, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, serta meningkatkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda Nusa Tenggara Timur.

Panitia juga mengajak seluruh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka se-Provinsi NTT untuk berpartisipasi aktif menyukseskan kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang pembinaan dan persahabatan, Jambore Daerah X juga menjadi bagian dari persiapan menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII, sehingga diharapkan mampu melahirkan Pramuka Penggalang yang tangguh, berkarakter, dan siap mengharumkan nama Nusa Tenggara Timur di tingkat nasional.

Jika ingin lebih menarik perhatian pembaca, judul ini juga sangat kuat untuk SEO: “26 Tahun Menanti, Kota Kupang Kembali Gelar Jambore Daerah X Pramuka NTT”. **