Ketua Pemuda Katolik NTT: Konser Ledalero Choir Hidupkan Kembali Jejak Karya Seminari Ledalero untuk Pembangunan NTT
Kupang, nwartapedia.con – Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Yuvensius Tukung, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya Konser Ledalero Choir, pementasan teater, dan lelang amal yang digelar di Graha Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, Sabtu (11/7/2026).
Menurut Yuvensius, penampilan para frater Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero tidak hanya menghadirkan hiburan berkualitas, tetapi juga menghidupkan kembali semangat sejarah, iman, dan pelayanan yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan di Nusa Tenggara Timur.
“Kita memberikan apresiasi atas kegiatan konser dan teater yang luar biasa ini. Melalui konser ini, Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero hadir semakin dekat dan menyatu dengan umat serta masyarakat luas. Dari momentum ini kita melihat relasi yang begitu erat dan terus bertumbuh antara seminari dan umat,” ujarnya.
Ia mengatakan, kedekatan tersebut semakin terasa karena para frater selama ini juga menjalani program live in, yakni hadir dan melebur di tengah kehidupan umat.
Menurutnya, suasana keakraban yang terbangun menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan semangat panggilan bagi generasi muda agar tertarik mengikuti jejak para frater menjadi calon imam di Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero.
“Di tengah kecenderungan menurunnya minat kaum muda untuk masuk seminari, kegiatan seperti ini menjadi ruang yang sangat baik untuk memperkenalkan kehidupan para frater secara lebih dekat kepada masyarakat,” katanya.
Yuvensius juga mengapresiasi besarnya dukungan seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Mulai dari pemerintah, umat, paroki-paroki di Kota Kupang, media, Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI), Pemuda Katolik, Orang Muda Katolik (OMK), THS-THM, Persatuan Orang Tua Seminari, sponsor, hingga para donatur.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi fondasi yang kuat untuk memperkuat kolaborasi dan membangun sinergi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, sekaligus mendukung keberlangsungan karya Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero.
“Antusiasme umat yang luar biasa menunjukkan bahwa Ledalero tetap memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat. Semangat kebersamaan ini harus terus dipelihara agar menjadi kekuatan dalam membangun Gereja dan masyarakat,” tuturnya.
Lebih lanjut, Yuvensius menegaskan bahwa konser tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga membawa masyarakat kembali mengenang sejarah panjang karya pastoral Serikat Sabda Allah (SVD) dalam membangun Nusa Tenggara Timur.
“Konser ini membawa kita kembali ke ruang sejarah ketika para misionaris SVD tidak hanya berkarya di altar dan gereja, tetapi juga hadir membangun kehidupan masyarakat melalui berbagai bidang pembangunan,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat, khususnya generasi yang berusia 50 tahun ke atas, tentu masih mengingat kontribusi besar para misionaris seperti Pater Waser, Pater Stanis, Pater Thomas Krum di Manggarai, Pater Frans Lacner di Sabu, serta banyak pastor lainnya yang ikut membangun infrastruktur jalan, jembatan, sarana air bersih, hingga lembaga pendidikan.
Menurut Yuvensius, jejak pengabdian tersebut menjadi warisan berharga yang harus terus dirawat oleh seluruh elemen masyarakat.
“Ini menjadi momentum untuk menjaga agar sejarah besar karya Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero tetap hidup. Dukungan semua pihak, terutama umat, sangat penting agar Ledalero terus melahirkan pribadi-pribadi berkualitas yang mampu membangun daerah, melayani masyarakat, dan memperkuat pertumbuhan Gereja di masa depan,” tutupnya. (MI)