Pemkot Kupang Dukung Gerakan BioMom, Wujudkan Kota Kupang sebagai Kota Probiotik Berbasis Keluarga Sehat

Kupang, nwartapedia.com– Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan edukasi kesehatan usus BioMom sebagai upaya membangun budaya hidup sehat yang dimulai dari keluarga.

Dukungan tersebut disampaikan melalui sambutan Wali Kota Kupang yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, pada pembukaan kegiatan sosialisasi bertajuk “Sehat Dimulai dari Dalam: Gerakan Bersama Menuju Kota Kupang Lebih Sehat” di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, Senin (6/7/2026).

Dalam sambutannya, drg. Retnowati menyampaikan apresiasi kepada BioMom dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan pencernaan sebagai fondasi kesehatan tubuh.

Menurutnya, kesehatan tidak hanya dimulai dari pelayanan medis, tetapi juga dari lingkungan keluarga melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari.

“Kesehatan dimulai dari rumah, dari makanan yang kita pilih setiap hari. Hari ini kita belajar bahwa kesehatan usus merupakan salah satu fondasi daya tahan tubuh seseorang, sehingga sangat penting untuk dijaga,” ujarnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat luas.

“BioMom yang kita dapat hari ini jangan berhenti sampai di sini. Sebarkan dan bagikan kepada orang lain agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan usus,” katanya.

Lebih lanjut, Retnowati menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang memiliki komitmen kuat membangun kota yang sehat dan berdaya saing. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui program BioMom dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan perubahan perilaku hidup sehat.

“Kami ingin membangun Kota Kupang menjadi kota yang baik dan sehat. Program BioMom yang melibatkan masyarakat sangat penting dalam mendukung tujuan tersebut. Saya berharap BioMom menjadi budaya di setiap rumah tangga,” tambahnya.

Program BioMom di Kupang berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Setelah pembukaan di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, kegiatan dilanjutkan di sejumlah posyandu dan puskesmas dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas masyarakat.

Gerakan ini diselenggarakan oleh GenBio dan dipimpin langsung oleh pendirinya, Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma, siswi kelas XI Tzu Chi School PIK yang dikenal sebagai penggagas BioMom, gerakan edukasi kesehatan pencernaan berbasis komunitas.

Swiluva menjelaskan bahwa kesehatan usus masih sering dianggap sebagai persoalan medis yang rumit. Padahal, kebiasaan sederhana di rumah dapat menjadi langkah awal membangun keluarga yang lebih sehat.

“Usus sehat adalah fondasi keluarga sehat. Ayah dan ibu bisa produktif, sementara anak-anak dapat tumbuh dan belajar dengan baik. Kesadaran itulah yang ingin kami bangun melalui BioMom,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan cara membuat water kefir, minuman probiotik hasil fermentasi yang dipercaya membantu menjaga kesehatan pencernaan. Selain praktik pembuatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya bakteri baik, kebersihan selama proses fermentasi, serta pola hidup sehat yang mendukung kesehatan usus.

Pendekatan BioMom mengedepankan penyampaian ilmu kesehatan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat.

Edukasi dilakukan melalui pelatihan langsung maupun konten digital yang telah menjangkau jutaan penonton di media sosial.

Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, BioMom juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi keluarga melalui produksi minuman probiotik skala rumah tangga.

“Visi kami sederhana, yaitu menjadikan setiap kota di Indonesia sebagai kota probiotik, di mana masyarakatnya lebih sehat sekaligus memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi,” tutur Swiluva.

Kupang menjadi kota kedua setelah Serang, Banten, yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan gerakan BioMom. Program ini melibatkan Pemerintah Kota Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta berbagai komunitas warga sebagai bentuk kolaborasi membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan pencernaan demi mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Probiotik. (MI)