Wakil Rektor III Undana Dr. Rudi Rohi Prioritaskan Penguatan Soft Skill Mahasiswa dan Konsolidasi Alumni

Kupang, nwartapedia.com  – Kepemimpinan baru di Universitas Nusa Cendana (Undana) mulai menghadirkan arah pembaruan. Setelah resmi dilantik sebagai Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si. langsung menetapkan penguatan kapasitas mahasiswa dan pembentukan jejaring alumni sebagai dua program prioritas.

Pelantikan jajaran wakil rektor yang berlangsung di Aula Lantai III Gedung Rektorat Undana pada Senin (29/6/2026) menjadi awal bagi Dr. Rudi menjalankan tanggung jawab baru di bidang kemahasiswaan dan alumni.

Meski mengaku baru mengetahui penempatan tugasnya saat Surat Keputusan Rektor dibacakan, Dr. Rudi memastikan dirinya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat kualitas lulusan Undana.

Salah satu fokus utamanya adalah mendorong keseimbangan antara kemampuan akademik dan keterampilan nonteknis atau soft skill.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki indeks prestasi akademik yang tinggi, tetapi juga harus mampu berkomunikasi, bekerja sama, memimpin, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Ia berencana memperbanyak program kemahasiswaan yang mengintegrasikan pengembangan ilmu pengetahuan dengan peningkatan karakter, kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.

“Mahasiswa harus dipersiapkan menjadi lulusan yang lengkap, bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja dan kehidupan sosial,” ungkap Dr. Rudi.

Selain pembinaan mahasiswa, Dr. Rudi juga menaruh perhatian terhadap belum optimalnya hubungan antara Undana dan para alumninya.

Ia menilai hingga saat ini belum tersedia organisasi alumni yang mampu menghimpun seluruh lulusan secara terpadu.

Padahal, keberadaan alumni memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kampus, membuka peluang kerja bagi lulusan baru, hingga memperluas jaringan kerja sama.

Karena itu, dalam waktu dekat pihaknya akan memulai pemetaan data alumni sebagai langkah awal membangun organisasi alumni yang lebih kuat dan terintegrasi.

Menurutnya, jejaring alumni yang solid akan menjadi modal penting bagi Undana untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperkuat posisi kampus di tingkat nasional.

Program yang diusung Dr. Rudi juga diharapkan mampu mengubah pola pembinaan mahasiswa yang selama ini lebih berorientasi pada prestasi akademik semata menjadi pembinaan yang menyeluruh.

Dengan perpaduan antara kecerdasan intelektual, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta dukungan jejaring alumni yang kuat, Undana diharapkan mampu melahirkan lulusan yang lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun persaingan global.

Kehadiran Dr. Rudi Rohi sebagai Wakil Rektor III menjadi harapan baru bagi sivitas akademika Undana untuk membangun ekosistem kemahasiswaan yang lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mempererat hubungan antara kampus dengan para alumni demi mendukung kemajuan Universitas Nusa Cendana di masa depan. **




Serena Francis Buka PMRN Esport Season II 2026, Pemkot Kupang Siapkan Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., secara resmi membuka PMRN Esport Season II Tahun 2026 yang digelar oleh Persatuan Mahasiswa Rote Ndao (PMRN) di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Minggu (5/7/2026).

Turnamen ini menjadi ajang pencarian bibit atlet esports sekaligus bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Kota Kupang.

Acara pembukaan dihadiri Ketua PMRN beserta jajaran pengurus, perwakilan sponsor, media partner, komunitas esports, serta ratusan peserta yang akan bertanding pada sejumlah cabang gim, yakni Mobile Legends, PUBG Mobile, Free Fire, eFootball Mobile, dan Rally Fury.

Dalam sambutannya, Serena Francis mengapresiasi PMRN yang dinilai berhasil menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan sportivitas melalui olahraga elektronik.

Menurutnya, penyelenggaraan PMRN Esport Season II membuktikan bahwa organisasi kemahasiswaan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan anak muda.

Ia mengaku terkesan dengan kesiapan panitia sejak awal ketika melakukan audiensi bersama Pemerintah Kota Kupang.

Menurutnya, konsep kegiatan yang matang serta keberhasilan menghadirkan dukungan sponsor menjadi bukti profesionalisme panitia dalam menyelenggarakan sebuah event.

“PMRN menunjukkan bahwa anak-anak muda mampu bekerja secara profesional. Mereka datang dengan konsep yang jelas, membawa dukungan sponsor, dan hanya meminta fasilitas tempat serta dukungan pemerintah. Ini menjadi contoh yang baik bagi organisasi kepemudaan lainnya,” ujar Serena.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai mitra seperti Adira Finance, Bank NTT, serta sejumlah media lokal menunjukkan bahwa kegiatan kepemudaan dapat berkembang melalui kolaborasi yang baik antara komunitas, dunia usaha, dan pemerintah.

Serena menilai perkembangan teknologi telah membawa esports menjadi salah satu cabang olahraga modern yang memiliki prospek besar, baik dari sisi prestasi maupun industri kreatif.

Karena itu, Pemerintah Kota Kupang memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekosistem esports sebagai wadah pembinaan generasi muda.

Menurutnya, turnamen seperti PMRN Esport Season II bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga media pembentukan karakter, sportivitas, kerja sama tim, serta kreativitas generasi muda.

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan kompetisi sebagai momentum untuk membangun persahabatan, meningkatkan kemampuan, dan menjauhi berbagai perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba maupun minuman keras.

“Jadikan esports sebagai tempat bertumbuh, berprestasi, dan memberi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Pemerintah Kota Kupang ingin melihat lahir atlet-atlet esports yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Serena menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang bersama Wali Kota Kupang berkomitmen melakukan pembinaan berkelanjutan terhadap atlet-atlet potensial sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Peserta yang menunjukkan performa terbaik selama turnamen akan dipantau dan diarahkan untuk mengikuti program pembinaan agar mampu bersaing pada tingkat regional maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia PMRN Esport Season II 2026, Astro Pelle, menjelaskan bahwa turnamen berlangsung pada 5–12 Juli 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Sebanyak 317 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas gim, hingga masyarakat umum ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan lima cabang permainan. Turnamen memperebutkan total hadiah Rp10 juta, piala, medali, serta penghargaan Most Valuable Player (MVP) pada sejumlah kategori.

Astro menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah memfasilitasi lokasi penyelenggaraan, serta kepada tujuh sponsor dan seluruh media partner yang mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa esports terus berkembang sebagai olahraga sekaligus bagian dari industri kreatif yang memiliki prospek besar bagi generasi muda di Nusa Tenggara Timur.

PMRN berharap PMRN Esport Season II 2026 mampu melahirkan atlet-atlet esports yang menjunjung tinggi sportivitas, berprestasi di tingkat nasional, serta membawa harum nama Kota Kupang dan Provinsi Na Tenggara Timur.




Sinergi KADIN NTT, Korem, Polda dan TVRI Perkuat UMKM Melalui Festival Rakyat Nusantara 2026

Kupang, nwartapedia.com  –  Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Korem 161/Wira Sakti, Polda NTT, dan TVRI memperkuat kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyelenggaraan Festival Rakyat Nusantara 2026.

Festival ini akan dirangkaikan dengan kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia serta melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara gratis.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor KADIN NTT, Sabtu (4/7/2026).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, didampingi Pejabat Kepala Seksi Personel (Kasipers) Korem 161/Wira Sakti, Kolonel Pedro Suares, serta perwakilan Polda NTT, Hantry.

Turut hadir dalam rapat tersebut tim TVRI yang dipimpin Robert beserta jajaran, Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan, dan para pengurus KADIN NTT lainnya.

Fokus pembahasan rapat adalah pembentukan panitia pelaksana sekaligus pemantapan konsep Festival Rakyat Nusantara 2026 yang diharapkan menjadi ruang hiburan masyarakat sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi bagi pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur.

Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, mengatakan festival ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, baik oleh masyarakat maupun pelaku usaha kecil.

“Festival Rakyat Nusantara 2026 bukan hanya menghadirkan nonton bareng Piala Dunia, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka secara gratis. Kami ingin ekonomi masyarakat ikut bergerak melalui kegiatan ini,” ujar Bobby Lianto.

Festival dijadwalkan berlangsung pada 12 hingga 20 Juli 2026 di kawasan depan Kantor TVRI Kupang.

Kegiatan dimulai setiap hari pukul 18.00 WITA dengan pembukaan stan UMKM, kemudian dilanjutkan dengan nonton bareng pertandingan Piala Dunia menggunakan layar videotron.

Untuk mendukung kemeriahan festival, sejumlah tenda akan disiapkan sebagai lokasi bazar UMKM.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga perbankan, di antaranya Bank NTT, Bank Mandiri, BRI, dan BNI, yang akan menghadirkan UMKM binaan masing-masing.

Kolaborasi antara KADIN NTT, Korem 161/Wira Sakti, Polda NTT, TVRI, dan sektor perbankan diharapkan mampu menciptakan festival yang tidak hanya menjadi pusat hiburan masyarakat selama Piala Dunia berlangsung, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal.

Melalui Festival Rakyat Nusantara 2026, penyelenggara berharap produk-produk UMKM Nusa Tenggara Timur semakin dikenal masyarakat luas, transaksi usaha meningkat, serta terbangun semangat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. ***




Pemkot Kupang Dukung Gerakan BioMom, Wujudkan Kota Kupang sebagai Kota Probiotik Berbasis Keluarga Sehat

Kupang, nwartapedia.com– Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan edukasi kesehatan usus BioMom sebagai upaya membangun budaya hidup sehat yang dimulai dari keluarga.

Dukungan tersebut disampaikan melalui sambutan Wali Kota Kupang yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, M.Kes, pada pembukaan kegiatan sosialisasi bertajuk “Sehat Dimulai dari Dalam: Gerakan Bersama Menuju Kota Kupang Lebih Sehat” di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, Senin (6/7/2026).

Dalam sambutannya, drg. Retnowati menyampaikan apresiasi kepada BioMom dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan pencernaan sebagai fondasi kesehatan tubuh.

Menurutnya, kesehatan tidak hanya dimulai dari pelayanan medis, tetapi juga dari lingkungan keluarga melalui makanan yang dikonsumsi setiap hari.

“Kesehatan dimulai dari rumah, dari makanan yang kita pilih setiap hari. Hari ini kita belajar bahwa kesehatan usus merupakan salah satu fondasi daya tahan tubuh seseorang, sehingga sangat penting untuk dijaga,” ujarnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta dalam kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, dan masyarakat luas.

“BioMom yang kita dapat hari ini jangan berhenti sampai di sini. Sebarkan dan bagikan kepada orang lain agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga kesehatan usus,” katanya.

Lebih lanjut, Retnowati menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang memiliki komitmen kuat membangun kota yang sehat dan berdaya saing. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui program BioMom dinilai menjadi langkah strategis dalam menciptakan perubahan perilaku hidup sehat.

“Kami ingin membangun Kota Kupang menjadi kota yang baik dan sehat. Program BioMom yang melibatkan masyarakat sangat penting dalam mendukung tujuan tersebut. Saya berharap BioMom menjadi budaya di setiap rumah tangga,” tambahnya.

Program BioMom di Kupang berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Setelah pembukaan di Aula Universitas Muhammadiyah Kupang, kegiatan dilanjutkan di sejumlah posyandu dan puskesmas dengan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas masyarakat.

Gerakan ini diselenggarakan oleh GenBio dan dipimpin langsung oleh pendirinya, Swiluva Sigalovada Swilly Sumardy Ma, siswi kelas XI Tzu Chi School PIK yang dikenal sebagai penggagas BioMom, gerakan edukasi kesehatan pencernaan berbasis komunitas.

Swiluva menjelaskan bahwa kesehatan usus masih sering dianggap sebagai persoalan medis yang rumit. Padahal, kebiasaan sederhana di rumah dapat menjadi langkah awal membangun keluarga yang lebih sehat.

“Usus sehat adalah fondasi keluarga sehat. Ayah dan ibu bisa produktif, sementara anak-anak dapat tumbuh dan belajar dengan baik. Kesadaran itulah yang ingin kami bangun melalui BioMom,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan cara membuat water kefir, minuman probiotik hasil fermentasi yang dipercaya membantu menjaga kesehatan pencernaan. Selain praktik pembuatan, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya bakteri baik, kebersihan selama proses fermentasi, serta pola hidup sehat yang mendukung kesehatan usus.

Pendekatan BioMom mengedepankan penyampaian ilmu kesehatan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami masyarakat.

Edukasi dilakukan melalui pelatihan langsung maupun konten digital yang telah menjangkau jutaan penonton di media sosial.

Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, BioMom juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi keluarga melalui produksi minuman probiotik skala rumah tangga.

“Visi kami sederhana, yaitu menjadikan setiap kota di Indonesia sebagai kota probiotik, di mana masyarakatnya lebih sehat sekaligus memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi,” tutur Swiluva.

Kupang menjadi kota kedua setelah Serang, Banten, yang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan gerakan BioMom. Program ini melibatkan Pemerintah Kota Kupang, Dinas Kesehatan Kota Kupang, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, serta berbagai komunitas warga sebagai bentuk kolaborasi membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan pencernaan demi mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Probiotik. (MI)