KADIN NTT Sambut Positif Kebijakan Baru KPR Subsidi, Masyarakat Berstatus Kol 5 Kini Lebih Mudah Miliki Rumah

KADIN NTT Sambut Positif Kebijakan Baru KPR Subsidi, Masyarakat Berstatus Kol 5 Kini Lebih Mudah Miliki Rumah

KUPANG, nwartapedia.com – Kabar baik bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah subsidi. Pemerintah melalui kebijakan yang didukung Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kemudahan bagi calon debitur yang memiliki riwayat kredit Kol 1 hingga Kol 5 untuk mengakses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi.

Melalui kebijakan tersebut, masyarakat yang sebelumnya memiliki tunggakan kredit namun telah melunasi seluruh kewajibannya dan tidak berstatus hapus buku, kini dapat langsung melanjutkan proses akad KPR tanpa harus menunggu masa pemulihan kredit selama enam bulan hingga satu tahun seperti sebelumnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dr. (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA, menyampaikan apresiasi kepada Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Dewan Pengurus Pusat Realestat Indonesia (REI) serta dukungan OJK yang telah mendorong lahirnya kebijakan tersebut.

Menurut Bobby Lianto, aturan baru ini menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini terkendala riwayat kredit akibat pinjaman online maupun pembiayaan lainnya, sehingga gagal memperoleh akses pembiayaan rumah subsidi.

Ia menilai banyak masyarakat yang sebenarnya telah melunasi kewajibannya, namun masih harus menunggu dalam waktu yang cukup lama sebelum dapat mengajukan KPR subsidi. Kondisi tersebut membuat kesempatan memiliki rumah layak huni menjadi semakin sulit diwujudkan.

Dengan diberlakukannya kebijakan baru tersebut, masyarakat yang telah menyelesaikan tunggakan kredit dapat segera mengajukan pembelian rumah subsidi tanpa harus menunggu masa pemulihan, sehingga proses kepemilikan rumah menjadi lebih cepat dan mudah.

Bobby Lianto berharap kebijakan ini dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap perumahan yang layak sekaligus mendukung program pemerintah dalam menyediakan hunian terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.




LPDB Perkuat Kemitraan dengan KSP Kopdit Obor Mas TTS untuk Tingkatkan Layanan Koperasi

TTS, nwartapedia.com  –  Komitmen memperkuat peran koperasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Tim Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) ke Kantor Cabang Utama KSP Kopdit Obor Mas Timor Tengah Selatan (TTS), Rabu (10/6/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara LPDB dan KSP Kopdit Obor Mas dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana bergulir untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Rombongan LPDB disambut Manajer KCU TTS, Yohanes Severinus Padeng, bersama jajaran manajemen.

Dalam pertemuan tersebut dibahas perkembangan koperasi, pertumbuhan jumlah anggota, hingga strategi peningkatan kualitas layanan keuangan yang inklusif bagi masyarakat.

Tim LPDB memberikan apresiasi atas tata kelola koperasi yang dinilai berjalan dengan baik, transparan, dan mampu memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi anggota.

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai contoh pengelolaan koperasi yang profesional.

Manajer KCU TTS Yohanes Severinus Padeng menyampaikan bahwa dukungan LPDB menjadi faktor penting dalam memperkuat kapasitas koperasi untuk terus berkembang.

Ia memastikan pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan.

Menurutnya, kolaborasi yang baik antara LPDB dan koperasi menjadi modal besar dalam memperluas akses pembiayaan produktif bagi masyarakat, sehingga koperasi dapat terus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di daerah.

Kegiatan diakhiri dengan foto bersama sebagai simbol komitmen kedua pihak untuk terus membangun kerja sama yang berkelanjutan dalam memperkuat gerakan koperasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Timor Tengah Selatan. *

 




Pemkot Kupang Percepat Transformasi Digital, Sekda Tekankan Akurasi Data untuk Pelayanan Publik

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang terus mempercepat transformasi digital guna menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, cepat, dan terintegrasi.

Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan Kick Off Transformasi Digital Lingkup Pemerintah Kota Kupang dalam Rapat Tim Koordinasi Pemerintah Digital (Pemdi) Tahun 2026 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang sekaligus Ketua Koordinator, Jefri Pelt yang didampingi oleh Kepala Diskominfo Kota Kupang Ariantje Baun, Asisten I Sekda Hengky Malelak, Asisten II Sekda Ignasius Lega, serta perwakilan perangkat daerah.

Dalam arahannya, Jefri Pelt menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital pemerintah sangat bergantung pada kualitas dan keakuratan data yang dimiliki setiap perangkat daerah.

Menurutnya, data yang valid akan menjadi fondasi utama dalam mendukung pelayanan publik yang semakin mudah diakses masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) bertujuan menyatukan berbagai layanan digital yang selama ini berjalan sendiri-sendiri sehingga lebih terintegrasi dan efisien.

Seluruh organisasi perangkat daerah diminta aktif memperbarui data secara berkala agar informasi yang tersedia selalu relevan dan dapat dimanfaatkan dalam pengambilan kebijakan.

Sekda juga mengingatkan pentingnya disiplin administrasi, ketepatan waktu pelaporan, serta kolaborasi lintas sektor mulai dari tingkat dinas, kecamatan hingga kelurahan.

Menurutnya, setiap aparatur memiliki tanggung jawab terhadap data yang diinput dalam sistem digital pemerintah.

“Tujuan akhir dari digitalisasi melalui SPBE adalah memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, setiap data yang dimasukkan harus akurat, diperbarui secara rutin, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jefri menilai sinkronisasi seluruh aplikasi pemerintahan perlu dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih sistem yang justru membebani pelayanan.

Ia meminta seluruh perangkat daerah hanya menggunakan aplikasi yang benar-benar mendukung kebutuhan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.

Melalui percepatan transformasi digital tersebut, Pemerintah Kota Kupang berharap kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendukung evaluasi penyelenggaraan pemerintahan digital yang terus dipantau oleh pemerintah pusat melalui implementasi SPBE di daerah. (MI)




Undana Jadi Episentrum AJIVE ke-10, Perkuat Status NTT sebagai Lumbung Ternak Nasional

Kupang, nwartapedia.com  – Universitas Nusa Cendana (Undana) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor peternakan di Nusa Tenggara Timur melalui penyelenggaraan AJIVE ke-10 yang menjadi wadah kolaborasi ilmiah Indonesia dan Jepang di bidang kesehatan hewan.

Kegiatan tersebut ditutup secara simbolis dengan penukaran cendera mata serta pementasan seni budaya etnik yang dibawakan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana sebagai bentuk persahabatan dan pertukaran budaya kedua negara.

Penunjukan Undana sebagai episentrum AJIVE ke-10 dinilai memiliki arti strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan untuk menjawab berbagai tantangan di sektor peternakan.

Melalui forum ilmiah tersebut, para akademisi dan peneliti membahas berbagai inovasi teknologi serta metode pencegahan penyakit hewan yang diharapkan dapat diterapkan di Nusa Tenggara Timur, daerah yang selama ini dikenal memiliki potensi besar sebagai kawasan peternakan.

Hasil-hasil kajian dan rekomendasi dari simposium ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata dalam meningkatkan produktivitas ternak, memperkuat sistem kesehatan hewan, sekaligus mendukung keamanan pangan asal hewan di daerah.

Kolaborasi Indonesia-Jepang melalui AJIVE ke-10 juga diharapkan mampu mempercepat peningkatan standar kesehatan hewan di NTT. Dengan dukungan inovasi sains dan teknologi, kesejahteraan peternak lokal dapat terus meningkat sehingga memperkuat posisi NTT sebagai salah satu lumbung ternak nasional di masa mendatang. *




Wagub NTT Johni Asadoma Tegaskan Supremasi Hukum Harus Jadi Panglima

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan bahwa supremasi hukum harus tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah dinamika politik dan perkembangan teknologi informasi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional dan Temu Alumni Dies Natalis ke-40 Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA), Jumat (5/6).

Menurut Johni, Indonesia sebagai negara hukum harus menempatkan hukum di atas segala bentuk kekuasaan.

Ia mengingatkan bahwa lemahnya supremasi hukum dapat membuka ruang penyalahgunaan kekuasaan dan mengancam keadilan bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya birokrasi yang berintegritas, pendidikan hukum, serta peran perguruan tinggi, media, dan masyarakat sipil dalam mengawal demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.

Seminar bertema “Menjaga Supremasi Hukum di Tengah Dinamika Politik Kekuasaan” tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keadilan, demokrasi, dan kepastian hukum demi pembangunan yang berkelanjutan. *




Pemuda Tani Indonesia NTT Buka Pelatihan Pertanian Modern Gratis dan Bersertifikat di Mojokerto

Kupang, nwartapedia.com  – Pemuda Tani Indonesia (PTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali membuka peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas di sektor pertanian melalui Program Pelatihan Tatap Muka Angkatan IV yang akan dilaksanakan di Training Center Yayasan Pelita Indonesia Timur (PIT), Sumberjati, Jatirejo, Mojokerto, Jawa Timur, mulai 27 Juni hingga 28 November 2026.

Program yang bekerja sama dengan Yayasan Pelita Indonesia Timur tersebut merupakan kelanjutan dari pelatihan yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Setelah Angkatan III berhasil menyelesaikan programnya, PTI NTT kembali membuka kesempatan bagi pemuda-pemudi NTT untuk mengikuti pelatihan intensif selama hampir lima bulan.

Selama mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai teknologi pertanian modern, sistem pertanian berkelanjutan, pengelolaan lahan, pembuatan pupuk organik, hingga pengembangan pertanian multikultur.

Seluruh materi dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan di daerah asal masing-masing.

Ketua Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT, Bobby Lianto, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang berkualitas dan mampu menghadapi perkembangan teknologi di sektor pertanian.

Menurutnya, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar langsung di pusat pelatihan pertanian modern, kemudian kembali ke NTT untuk mengembangkan potensi pertanian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pelatihan diberikan secara gratis. Peserta akan memperoleh fasilitas tempat tinggal, konsumsi, materi pelatihan, hingga pendampingan selama mengikuti pendidikan di Mojokerto.

Selain itu, peserta yang berhasil menyelesaikan program akan memperoleh sertifikat sebagai bukti kompetensi dan partisipasi dari Pemuda Tani Indonesia NTT melalui kerja sama dengan Yayasan Pelita Indonesia Timur serta dukungan KADIN NTT.

“Peserta hanya perlu menyiapkan biaya transportasi dari daerah asal menuju Mojokerto. Selama pelatihan seluruh kebutuhan sudah disiapkan sehingga peserta dapat fokus mengikuti proses pembelajaran,” jelas Bobby Lianto.

Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda NTT yang memiliki keterampilan, wawasan, inovasi, dan jiwa kewirausahaan di bidang pertanian sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian daerah.

Pendaftaran peserta masih dibuka hingga 13 Juni 2026, dilanjutkan dengan seleksi wawancara secara daring pada 16 dan 18 Juni 2026, pengumuman peserta yang lolos pada 20 Juni 2026, dan pembukaan pelatihan pada 27 Juni 2026.

Pemuda Tani Indonesia NTT mengajak seluruh generasi muda yang memiliki minat di bidang pertanian untuk memanfaatkan kesempatan tersebut karena seluruh program diberikan secara gratis dan bersertifikat.

Bagi masyarakat yang berminat mengikuti program ini dapat menghubungi pengurus Pemuda Tani Indonesia di masing-masing kabupaten dan kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mendapatkan informasi pendaftaran lebih lanjut. *




KADIN NTT Apresiasi Langkah DPMPTSP Kabupaten Kupang Fasilitasi Penyelesaian Masalah Pelaku Usaha

Kupang, nwartapedia.com –  Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang aktif memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di daerah tersebut.

Apresiasi itu disampaikan dalam rapat fasilitasi penyelesaian permasalahan pelaku usaha yang digelar di Aula DPMPTSP Kabupaten Kupang, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama para investor dan pelaku usaha yang mengalami kendala dalam pengembangan usaha maupun pengurusan perizinan.

Rapat yang dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang, Charles Banamtuan, itu turut dihadiri Sekretaris DPMPTSP Ina M. Ate, S.Pt., Pokja Perizinan Eduardus Hadu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kupang Made Supriyadi beserta jajaran, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, Dispenda, dan OPD terkait lainnya.

Sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang mengikuti forum tersebut di antaranya PT Danang Mandiri, PT Pembangunan Sehat Sejahtera, PT Bolelebo Nusa Pusaka, KSP Swasti Sari, Pabrik Tahu Trubus Subur, Kolam Renang Dapur Wisata, serta beberapa pelaku usaha lainnya yang menghadapi persoalan administrasi maupun teknis.

Ketua KADIN NTT, Dr. Cand. Bobby Lianto, MM., MBA., menilai langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kupang merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung dunia usaha sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif.

Menurutnya, forum yang mempertemukan seluruh OPD terkait dengan para investor sangat membantu dalam mencari solusi atas berbagai hambatan yang selama ini dihadapi pelaku usaha, mulai dari persoalan administrasi, perizinan hingga kendala teknis di lapangan.

Ia mengatakan masih banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan karena keterbatasan informasi mengenai persyaratan perizinan maupun regulasi yang berlaku.

Karena itu, pendampingan dari pemerintah menjadi hal penting agar proses investasi dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bobby juga mengapresiasi keterlibatan seluruh instansi yang hadir, termasuk Kantor Pertanahan Kabupaten Kupang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, dan OPD lainnya yang menunjukkan komitmen bersama dalam membantu penyelesaian persoalan investasi di Kabupaten Kupang.

Menurutnya, Kabupaten Kupang memiliki potensi investasi yang besar di berbagai sektor sehingga membutuhkan pelayanan yang cepat, koordinasi lintas instansi yang baik, serta pendampingan maksimal bagi investor yang ingin menanamkan modalnya.

“Kami berharap seluruh perangkat daerah terus memberikan pelayanan terbaik kepada para pelaku usaha sehingga iklim investasi di Kabupaten Kupang semakin kondusif dan mampu menarik lebih banyak investor untuk berinvestasi di daerah ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan fasilitasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan dunia usaha guna menciptakan kepastian berusaha, meningkatkan investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. *




Christian Widodo Resmi Pimpin KONI Kota Kupang, Siap Wujudkan Prestasi Menuju PON XXII 2028

Kupang, nwartapedia.com   –  dr. Christian Widodo resmi dilantik sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kupang masa bakti 2026-2030. Pelantikan yang dilakukan oleh Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga sekaligus menyongsong pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh pengurus cabang olahraga untuk memimpin KONI Kota Kupang. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan bentuk pengabdian untuk memajukan olahraga di Kota Kupang.

Menurutnya, olahraga telah mengajarkan banyak nilai kehidupan, mulai dari disiplin, kerja keras, kepemimpinan hingga pentingnya kerja sama tim dalam meraih prestasi. Karena itu, seluruh pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu bersinergi tanpa melihat latar belakang profesi masing-masing demi kemajuan olahraga daerah.

Christian juga memastikan Pemerintah Kota Kupang akan memberikan dukungan penuh terhadap program-program KONI, termasuk penyelenggaraan berbagai event olahraga melalui ajang Wali Kota Cup di sejumlah cabang olahraga. Selain hibah untuk KONI Kota Kupang, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembinaan atlet sebagai bagian dari persiapan menuju PON XXII 2028.

Ia menegaskan bahwa komitmen awal harus dibarengi dengan konsistensi dalam bekerja agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan hingga menghasilkan prestasi nyata bagi Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI NTT, Alfons Theodorus, yang mewakili Ketua Umum KONI NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Umum KONI NTT tidak dapat hadir langsung akibat agenda pemerintahan yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Alfons, Ketua Umum KONI NTT menegaskan bahwa pelantikan pengurus KONI Kota Kupang memiliki makna strategis di tengah persiapan NTT menjadi tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028.

Ia menyebut waktu menuju PON yang tersisa sekitar 821 hari harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun pembinaan atlet, memperkuat organisasi, meningkatkan sarana prasarana olahraga, serta mempersiapkan penyelenggaraan yang berkualitas.

KONI NTT juga menekankan empat target utama menuju PON 2028, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses pertumbuhan ekonomi daerah melalui dampak penyelenggaraan event olahraga nasional tersebut.

Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT dinilai memiliki peran penting dalam mendukung agenda besar tersebut. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu membawa olahraga NTT semakin maju sekaligus mengukir prestasi di tingkat nasional.

Pelantikan pengurus KONI Kota Kupang ini diharapkan menjadi awal kebangkitan olahraga Kota Kupang sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam menyukseskan PON XXII Tahun 2028 dengan semangat “Ayo Bangun Olahraga NTT” menuju NTT Emas. (MI)




Cegah Sakit Gigi pada Balita Stunting, Poltekkes Kemenkes Kupang Perkuat Peran Orang Tua di Desa Baumata

Oelamasi, nwartapedia.com – Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada pemberdayaan orang tua balita stunting melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang pada Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Agusthinus Wali, S.Kp.G.,MDSc, Melkisedek O. Nubatonis, SKM.,MDSc dan Mery N..Pay, S.Kp.G.,MDSc ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan gigi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting pada anak.

Balita yang mengalami stunting diketahui memiliki risiko lebih tinggi terkena karies gigi dan berbagai gangguan kesehatan mulut lainnya.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit, kesulitan makan, menurunkan asupan gizi, hingga memperburuk kondisi pertumbuhan anak.

Melalui kegiatan ini, para ibu balita stunting dari empat posyandu di Desa Baumata mendapatkan edukasi mengenai cara menjaga kebersihan gigi dan mulut anak secara benar.

Materi yang diberikan mencakup teknik menyikat gigi, pemilihan makanan sehat bagi kesehatan gigi, serta pentingnya pemeriksaan gigi secara berkala di fasilitas kesehatan.

Tim pengabdian juga memberikan simulasi langsung mengenai cara membersihkan gigi dan rongga mulut balita menggunakan alat peraga phantom gigi dan kain kasa bersih yang dibasahi air hangat.

Praktik ini dilakukan agar orang tua memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain edukasi, kegiatan turut disertai pemberian makanan tambahan berupa bubur kacang hijau kepada balita yang hadir di posyandu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung perbaikan status gizi anak sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya asupan makanan bergizi.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan.

Sebelum edukasi, sebagian besar peserta masih memiliki pemahaman yang rendah mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut balita.

Namun setelah edukasi, jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat secara nyata.

Tim pelaksana menilai keberhasilan program ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis masyarakat mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya kesehatan gigi sebagai bagian dari pencegahan stunting.

Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, tim bersama kader kesehatan melakukan kunjungan rumah untuk memantau penerapan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut balita.

Pada kesempatan tersebut, keluarga juga menerima paket kesehatan berupa sikat gigi, pasta gigi, dan susu formula.

Menurut tim pengabdian, kesehatan gigi dan mulut yang terjaga akan membantu anak mengonsumsi makanan dengan nyaman, meningkatkan status gizi, serta mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Karena itu, keterlibatan aktif orang tua menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan anak sejak usia dini.

Program ini mendapat dukungan dari Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Poltekkes Kemenkes Kupang, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Pemerintah Desa Baumata, kader kesehatan, serta para ibu balita stunting yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. (MI)




Wali Kota Kupang Apresiasi Dedikasi Guru TK pada Puncak HUT IGTKI, Tegaskan Peran Penting Pendidikan Anak Usia Dini

Kupang nwartapedia.com  – Perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Kupang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Kamis (4/6).

Kegiatan yang diisi dengan jalan santai dan pemotongan tumpeng tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus bentuk penghargaan terhadap dedikasi para guru TK dalam dunia pendidikan.

Ratusan guru TK dan kepala sekolah dari berbagai wilayah di Kota Kupang ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Mereka disambut langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Ketua TP PKK Kota Kupang yang juga Bunda PAUD, dr. Widya Cahya, saat tiba di garis finis usai mengikuti jalan santai dari Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.

Turut hadir Ketua IGTKI Kota Kupang Mandasia Samsudin, Ketua PGRI Kota Kupang Apolonia Dethan, serta sejumlah pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan penghargaan kepada seluruh guru TK yang selama ini telah berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda Kota Kupang.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sebuah daerah tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang dipersiapkan sejak usia dini.

Ia menilai para guru TK memiliki peran strategis karena menjadi pendidik pertama yang menanamkan nilai-nilai kehidupan, karakter, disiplin, dan semangat belajar kepada anak-anak.

Peran tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Wali Kota juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kota Kupang menyatakan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program IGTKI, termasuk peningkatan kompetensi guru serta kegiatan yang mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini.

Ia bahkan berharap perayaan HUT IGTKI pada tahun-tahun mendatang dapat dikemas lebih besar dengan melibatkan lebih banyak partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT IGTKI Kota Kupang, Febriana Margaretha, menjelaskan bahwa kegiatan jalan santai merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun organisasi yang sebelumnya telah diawali dengan berbagai kegiatan Gebyar Anak di tingkat kecamatan.

Selain itu, IGTKI Kota Kupang juga berencana menggelar workshop dan lomba micro teaching dalam waktu dekat sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para guru TK.

Perayaan HUT IGTKI tahun ini tidak hanya menjadi momen peringatan hari jadi organisasi, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap para pendidik anak usia dini yang selama ini berperan sebagai penanam nilai, pembentuk karakter, dan penjaga harapan bagi masa depan generasi Kota Kupang. **