Marianus Jago Nahkodai KUB Ave Maris Stella 2026–2030, Umat Diajak Perkuat Pelayanan dan Persaudaraan

Kupang, nwartapedia.com  – Kepengurusan baru Kelompok Umat Basis (KUB) Ave Maris Stella Wilayah XIV Paroki St. Yoseph Naikoten periode 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah perayaan iman yang berlangsung di Naikolan, Sabtu (13/6/2026).

Prosesi pelantikan diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki St. Yoseph Naikoten, RD Jhon Rusae, dengan dukungan koor dari Paduan Suara San Jose.

Suasana penuh syukur dan kekeluargaan terasa sepanjang rangkaian kegiatan yang dihadiri oleh umat, pengurus lama dan baru, ketua Wilayah XlV, pengurus DPP dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Marianus Jago dipercaya memimpin KUB Ave Maris Stella untuk empat tahun ke depan.

Ia menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diterimanya dan menegaskan bahwa pelayanan di Gereja merupakan panggilan untuk mengabdi kepada Tuhan dan sesama.

Menurut Marianus, menjadi pemimpin bukan sekadar menerima jabatan, tetapi harus mampu menjadi pelayan yang menghadirkan persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah umat.

Ia juga berharap para senior dan mantan pengurus tetap memberikan arahan serta bimbingan sehingga kepengurusan yang baru mampu menjalankan tugas dengan baik dan melanjutkan berbagai program pelayanan yang telah dirintis sebelumnya.

Sementara itu, Ketua KUB sebelumnya, Petrus Darjan, mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh anggota KUB yang selama hampir dua dekade telah bersama-sama membangun kehidupan umat di lingkungan basis.

Menurutnya, keberhasilan berbagai kegiatan selama ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh anggota yang selalu memberikan dukungan, baik tenaga, pikiran maupun kontribusi untuk mendukung operasional KUB.

Ketua II Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Yoseph Naikoten, Ady Lamury, mengatakan bahwa KUB merupakan fondasi utama pertumbuhan iman umat Katolik.

Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus baru untuk menjaga semangat pelayanan dan memperkuat kehidupan menggereja melalui pendekatan kekeluargaan.

Ia optimistis kepengurusan yang baru mampu menghadirkan inovasi pelayanan sekaligus mempertahankan tradisi kebersamaan yang telah dibangun selama ini.

Sementara itu, Pastor Paroki St. Yoseph Naikoten, RD Jhon Rusae, dalam arahannya menegaskan bahwa menjadi pengurus KUB adalah sebuah panggilan iman yang harus dijalankan dengan ketekunan, kesabaran, dan tanggung jawab.

Ia meminta seluruh pengurus baru agar fokus melaksanakan program kerja yang telah disusun serta memastikan setiap kegiatan KUB berjalan aktif demi mendukung pertumbuhan iman umat di tingkat lingkungan.

RD Jhon Rusae juga mengingatkan bahwa KUB yang hidup akan menjadi kekuatan utama dalam membangun Gereja yang semakin bertumbuh dan melayani.

Ia juga berharap pengurus KUB Ave Maris Stella periode 2026–2030  menjadi awal baru dalam memperkuat pelayanan pastoral, meningkatkan solidaritas antarumat, serta menghadirkan kehidupan menggereja yang semakin aktif di Wilayah XIV Paroki St. Yoseph Naikoten.

Susunan Pengurus Kelompok Umat Basis (KUB) Ave Maris Stella Wilayah XIV Paroki St. Yoseph Naikoten periode 2026–2030 terdiri atas Marianus Jago sebagai Ketua, Theresia Din sebagai Wakil Ketua, Maria Magdalena Titiek K. N. Binsasi sebagai Sekretaris, Emylius Bata sebagai Bendahara, serta Heryani Djo sebagai Wakil Bendahara. (MI)




Pemprov NTT Percepat Pembentukan Free Trade Zone Perbatasan Indonesia-Timor Leste, Target Sebelum 2028

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) terus mempercepat pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste dengan target sebelum tahun 2028.

Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Kantor Bapperida NTT, Jumat (12/6/2026), yang dihadiri jajaran Bapperida, Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, serta tim percepatan FTZ.

Plt. Kepala Bapperida NTT, Theresia Maria Florensia, SE., M.Ec.Dev., menegaskan bahwa penyusunan dokumen Pre-Feasibility Study (Pre-FS) menjadi prioritas utama pada tahun 2026 sesuai arahan Gubernur NTT.

“Tahun 2027 ditargetkan masuk tahap pembahasan di pemerintah pusat untuk penyusunan Feasibility Study (FS), kemudian dilanjutkan proses penetapan sehingga FTZ dapat beroperasi sebelum tahun 2028,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT bersama KADIN saat ini fokus memperkuat kajian awal secara detail agar pemerintah pusat memperoleh gambaran komprehensif mengenai urgensi pembentukan FTZ di kawasan perbatasan, yang diyakini mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru di NTT.

Kepala BPPD NTT, Ir. Maksi Y.E. Nenabu, MT, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan dunia usaha untuk memetakan potensi ekonomi yang akan dikembangkan di kawasan FTZ.

Pemprov NTT juga menggandeng akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana) dalam penyusunan kajian, sekaligus mengintegrasikan data dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sementara itu, Wakil Ketua Tim Percepatan FTZ KADIN NTT, Dr. Miki Natun, mengusulkan agar KADIN dilibatkan langsung dalam tim penyusun Pre-FS sehingga pengalaman praktis dan jejaring investasi yang dimiliki dapat memperkuat dokumen tersebut.

Ketua Umum KADIN NTT, Dr. Bobby Lianto, MM., MBA., menjelaskan bahwa hubungan kerja sama dengan pemerintah dan pelaku usaha Timor Leste terus berkembang melalui berbagai nota kesepahaman serta pembentukan Satgas Percepatan FTZ sejak dua tahun terakhir.

KADIN NTT juga aktif melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari audiensi dengan pemerintah, kunjungan ke Timor Leste, hingga partisipasi dalam pameran perdagangan internasional di Dili sebagai upaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk NTT.

Ketua Tim Percepatan FTZ KADIN NTT, Chris Samara, menilai peluang ekonomi kawasan perbatasan sangat besar, terutama dengan keberadaan FTZ Timor Leste di Oecussi yang kini telah memasuki tahap pembangunan.

Menurutnya, pembukaan kembali pasar perbatasan, pengembangan kawasan free packing, pemanfaatan akses ekspor bebas pajak ke negara-negara berbahasa Portugis, hingga peluang investasi di kawasan industri Suai menjadi potensi besar yang dapat dimanfaatkan NTT.

Selain sektor perdagangan, peluang di bidang pariwisata dan investasi berbasis mata uang dolar Amerika Serikat (USD) juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat perbatasan.

Pemprov NTT menegaskan bahwa konsep FTZ yang sedang disusun tidak hanya berorientasi pada perdagangan lintas batas, tetapi juga membangun cross-border value chain yang melibatkan sektor pertanian, peternakan, logistik, transportasi, industri, hingga UMKM.

Kawasan utama FTZ direncanakan berada di TTU-Oecussi dengan dukungan Pelabuhan Wini, sementara wilayah penyangga meliputi Kabupaten Belu, Malaka, dan Alor.

Sebagai tindak lanjut, rapat menyepakati lima langkah strategis, mulai dari pertemuan intensif tim penyusun Pre-FS, koordinasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, rapat besar di kawasan perbatasan bersama berbagai pemangku kepentingan, penyerahan Position Paper KADIN kepada Bapperida, hingga pelibatan resmi KADIN dalam Tim Penyusun Feasibility Study.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kawasan perdagangan bebas yang menjadi pintu gerbang baru perdagangan internasional sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Nusa Tenggara Timur di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste.




PT Klinik Olahraga Kupang NTT Hadirkan Layanan Terpadu: Fisioterapi, NTT Mart hingga Cafe Kesehatan dalam Satu Lokasi

Kupang, nwartapedia.com  – Direktur PT Klinik Olahraga Kupang, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM, menyampaikan apresiasi atas kunjungan sejumlah tokoh masyarakat Maumere dan komunitas KKBM Kupang ke PT Klinik Olahraga Kupang NTT pada Jumat (13/6/2026).

Menurut Frans Sales, kehadiran Barthol, Nas, Ade Martin Raja, Yoris, Moat Moat Budayawan, serta sejumlah tokoh lainnya menjadi motivasi besar bagi pihaknya untuk terus mengembangkan PT Klinik Olahraga Kupang NTT meski di tengah berbagai keterbatasan.

“Kehadiran para tokoh masyarakat ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bergerak dan berinovasi dalam mengembangkan PT Klinik Olahraga Kupang NTT sebagai pusat layanan olahraga, kesehatan, belanja, dan rekreasi bagi masyarakat,” ujarnya.

PT Klinik Olahraga Kupang NTT mengusung konsep layanan terpadu yang mengintegrasikan klinik olahraga, NTT Mart, dan Cafe/Warkop dalam satu kawasan.

Di sektor olahraga dan kesehatan, tersedia berbagai layanan seperti fisioterapi, massage terapi, pendidikan dan pelatihan olahraga, rekreasi olahraga, tes kesamaptaan, tes kesegaran jasmani, bela diri, pencarian bakat olahraga (talent scouting), latihan strength conditioning, hingga penjualan buku-buku olahraga.

Sementara itu, NTT Mart menyediakan berbagai kebutuhan olahraga seperti jersey, kaos olahraga, jaket olahraga, sepatu olahraga, sepatu skets, kain tenun motif NTT, serta penyewaan alat tes dan pengukuran olahraga.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat menikmati fasilitas Cafe atau Warung Kopi yang menawarkan kopi kesehatan dengan berbagai varian, aneka minuman dingin, jus buah segar, roti, serta camilan dengan beragam cita rasa.

Sebagai pelengkap layanan, PT Klinik Olahraga Kupang NTT juga menyediakan ATM Mini BNI 46 Kupang serta jasa penyewaan mobil harian maupun per jam untuk memudahkan kebutuhan masyarakat.

Melalui konsep layanan terpadu tersebut, Dr. Frans Sales mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang, khususnya warga KKBM Kupang dan sekitarnya, untuk datang menikmati berbagai fasilitas yang tersedia.

“Silakan datang untuk menyegarkan badan melalui layanan olahraga dan kesehatan, berbelanja kebutuhan olahraga maupun produk khas NTT, sekaligus menikmati kopi kesehatan dan aneka sajian yang tersedia di Cafe PT Klinik Olahraga Kupang NTT,” pungkasnya. **