Pengurus INTI Kabupaten Kupang Masa Bakti 2026–2028 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Aksi Sosial, kemanusiaan dan Kebangsaan

Kupang, nwartapedia.com  – Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Cabang Kabupaten Kupang masa bakti 2026–2028 resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Aula Kominfo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (11/6/2026).

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Pengurus Daerah INTI NTT, Ir. Theodorus Widodo, sementara pembacaan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dilakukan oleh Sekretaris INTI NTT, David Kenenbudi.

Ketua INTI Kabupaten Kupang yang baru dilantik, Irsanki Gabrial Poa, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya bersama seluruh jajaran pengurus.

Ia mengatakan amanah tersebut akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab melalui kerja sama yang solid demi menghadirkan organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Kupang.

“Kami siap menjalankan visi dan misi INTI serta membangun kolaborasi untuk menghadirkan berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, kebangsaan dan pendidikan yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah INTI NTT, Ir. Theodorus Widodo, menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan INTI Kabupaten Kupang menjadi langkah penting dalam memperluas peran organisasi di wilayah NTT.

Menurutnya, INTI selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, budaya, pendidikan , hingga aksi kebangsaan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Kehadiran kepengurusan baru di Kabupaten Kupang diharapkan mampu memperkuat semangat persatuan dalam keberagaman serta meningkatkan kontribusi organisasi di tengah masyarakat.

Ia juga mengapresiasi kehadiran generasi muda dalam kepengurusan baru yang dinilai akan membawa semangat baru bagi perkembangan organisasi di masa mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pengurus Pusat INTI, Dr. Indra Wahidin, yang mengikuti kegiatan secara virtual, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.

Ia berharap kepengurusan INTI Kabupaten Kupang dapat menjalankan roda organisasi secara profesional, menjaga soliditas, serta bersinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Sekretaris Jenderal INTI Pusat, Hardy Stefanus, turut menegaskan bahwa pengurus cabang merupakan ujung tombak organisasi yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Karena itu, ia berharap seluruh pengurus mampu menjaga kekompakan dan terus menyelaraskan program kerja dengan kebijakan organisasi di tingkat pusat maupun daerah sehingga manfaat organisasi dapat dirasakan secara luas.

Adapun susunan Pengurus Cabang Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Kabupaten Kupang masa bakti 2026–2028 terdiri dari Erwin Yosep sebagai Penasehat, Irsanki Gabrial Poa sebagai Ketua, Yonathan Zakrabentus sebagai Wakil Ketua, Viren Aninfeto sebagai Sekretaris, dan Deddy Luan sebagai Bendahara.

Pelantikan ini diharapkan menjadi awal penguatan eksistensi INTI Kabupaten Kupang dalam menjalankan berbagai program sosial, kemanusiaan, budaya, dan pendidikan serta mempererat semangat persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat Kabupaten Kupang. (*)




Undana Siap Cetak Dokter Spesialis Berkualitas untuk Perkuat Layanan Kesehatan di NTT

Kupang, nwartapedia.com  – Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagai langkah strategis dalam memperkuat layanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pendaftaran angkatan perdana yang dibuka sejak 8 Juni 2026 tersebut menghadirkan dua program studi spesialis, yakni Obstetrik dan Ginekologi (Obgyn) serta Anestesiologi dan Terapi Intensif. Kehadiran PPDS di Undana menjadi tonggak penting dalam upaya memenuhi kebutuhan dokter spesialis di wilayah kepulauan yang selama ini masih mengalami keterbatasan tenaga medis.

Dekan FKKH Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi, menjelaskan bahwa pembukaan PPDS merupakan tindak lanjut kebijakan pemerintah dalam mempercepat penyediaan dokter spesialis di daerah, khususnya kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Melalui program ini, Undana diharapkan menjadi pusat penghasil tenaga medis spesialis yang siap mengabdi di seluruh wilayah NTT.

Kebutuhan dokter spesialis di NTT dinilai sangat mendesak karena distribusi tenaga kesehatan yang belum merata.

Sebagian besar dokter spesialis masih terkonsentrasi di Kota Kupang, sementara sejumlah kabupaten hanya memiliki satu dokter spesialis yang harus melayani seluruh kebutuhan masyarakat.

Ketua Dewan Penasihat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) NTT menyebut kondisi tersebut berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan apabila dokter yang bertugas berhalangan.

Hal serupa juga terjadi pada layanan anestesi yang menjadi penunjang utama operasional kamar bedah di rumah sakit daerah.

Untuk menjaga kualitas lulusan, FKKH Undana menerapkan kuota penerimaan yang terbatas. Program Spesialis Obstetrik dan Ginekologi menerima empat peserta setiap semester, sedangkan Program Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif menerima tiga peserta setiap semester atau enam peserta setiap tahun.

Proses seleksi dilakukan secara bertahap melalui pendaftaran daring, seleksi administrasi, Tes Potensi Akademik (TPA), psikotes, tes tertulis, hingga wawancara.

Sistem seleksi tersebut dirancang untuk menghasilkan calon dokter spesialis yang kompeten dan berintegritas.

Selain itu, Undana juga mengupayakan berbagai skema pembiayaan bagi peserta didik melalui peluang beasiswa LPDP maupun kerja sama dengan pemerintah kabupaten di NTT agar dokter daerah dapat melanjutkan pendidikan spesialis dan kembali mengabdi di daerah asal setelah lulus.

Di sisi lain, pihak universitas mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai praktik percaloan dalam proses penerimaan mahasiswa baru PPDS. Seluruh proses seleksi dilakukan secara murni melalui sistem resmi tanpa melibatkan pihak ketiga.

“Undana tidak melibatkan siapa pun atau institusi mana pun dalam seleksi mahasiswa baru. Semua melalui jalur resmi. Proses pembayaran juga langsung disetorkan secara transparan ke rekening resmi Undana,” tegas Dr. Christina.

Melalui penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Spesialis ini, Undana menargetkan lahirnya puluhan dokter spesialis berkualitas yang mampu memperkuat pelayanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur.

Kehadiran mereka diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses layanan medis sekaligus menjawab kebutuhan tenaga spesialis di berbagai daerah, khususnya wilayah kepulauan dan pelosok NTT. **




LPPM Undana Danai 397 Proposal Pengabdian Masyarakat 2026, Perkuat Hilirisasi Riset di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menetapkan sebanyak 397 proposal dosen sebagai penerima pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internal Tahun Anggaran 2026.

Program ini menjadi upaya kampus dalam memperkuat hilirisasi hasil riset dan menghadirkan solusi ilmiah bagi masyarakat di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur.

Penetapan penerima pendanaan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 870/UN.15.22/TU/2026 yang mengacu pada Keputusan Rektor Undana Nomor 862/PM/2026.

Seluruh proposal yang dinyatakan lolos telah melalui proses seleksi administrasi dan penilaian substansi oleh tim reviewer.

Kepala LPPM Undana, Prof. Ir. Yosep Seran Mau, M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa program pendanaan internal ini merupakan bentuk komitmen universitas dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar dan peneliti, tetapi juga harus mampu menerapkan hasil keilmuan untuk menjawab berbagai persoalan di tingkat komunitas.

“Melalui Program PKM Internal, universitas berharap kontribusi akademisi dapat mendukung percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Hasil seleksi telah diumumkan melalui Sistem Informasi Penelitian dan Pengabdian (SIPP), sehingga setiap ketua pengusul dapat melihat status proposal beserta catatan evaluasi dari reviewer sebagai bahan penyempurnaan di masa mendatang.

LPPM juga telah membuka proses administrasi kontrak bagi penerima pendanaan. Para dosen diwajibkan melengkapi dokumen yang dipersyaratkan sebelum penandatanganan kontrak yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan pembagian jadwal berdasarkan wilayah lokasi pengabdian.

Sementara itu, bagi dosen yang belum memperoleh pendanaan tahun ini, LPPM mendorong agar memanfaatkan hasil evaluasi reviewer untuk meningkatkan kualitas proposal pada periode berikutnya.

Melalui pendanaan terhadap 397 program pengabdian tersebut, Undana diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis pembangunan di NTT.

Berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan ekonomi, hingga penguatan tata kelola sosial diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah. *