Wagub NTT Johni Asadoma Tegaskan Supremasi Hukum Harus Jadi Panglima

Kupang, nwartapedia.com  –  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan bahwa supremasi hukum harus tetap menjadi fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah dinamika politik dan perkembangan teknologi informasi.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional dan Temu Alumni Dies Natalis ke-40 Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA), Jumat (5/6).

Menurut Johni, Indonesia sebagai negara hukum harus menempatkan hukum di atas segala bentuk kekuasaan.

Ia mengingatkan bahwa lemahnya supremasi hukum dapat membuka ruang penyalahgunaan kekuasaan dan mengancam keadilan bagi masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya birokrasi yang berintegritas, pendidikan hukum, serta peran perguruan tinggi, media, dan masyarakat sipil dalam mengawal demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.

Seminar bertema “Menjaga Supremasi Hukum di Tengah Dinamika Politik Kekuasaan” tersebut menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keadilan, demokrasi, dan kepastian hukum demi pembangunan yang berkelanjutan. *




Pemuda Tani Indonesia NTT Buka Pelatihan Pertanian Modern Gratis dan Bersertifikat di Mojokerto

Kupang, nwartapedia.com  – Pemuda Tani Indonesia (PTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali membuka peluang bagi generasi muda untuk meningkatkan kapasitas di sektor pertanian melalui Program Pelatihan Tatap Muka Angkatan IV yang akan dilaksanakan di Training Center Yayasan Pelita Indonesia Timur (PIT), Sumberjati, Jatirejo, Mojokerto, Jawa Timur, mulai 27 Juni hingga 28 November 2026.

Program yang bekerja sama dengan Yayasan Pelita Indonesia Timur tersebut merupakan kelanjutan dari pelatihan yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Setelah Angkatan III berhasil menyelesaikan programnya, PTI NTT kembali membuka kesempatan bagi pemuda-pemudi NTT untuk mengikuti pelatihan intensif selama hampir lima bulan.

Selama mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai teknologi pertanian modern, sistem pertanian berkelanjutan, pengelolaan lahan, pembuatan pupuk organik, hingga pengembangan pertanian multikultur.

Seluruh materi dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dapat diterapkan di daerah asal masing-masing.

Ketua Pemuda Tani Indonesia Provinsi NTT, Bobby Lianto, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang berkualitas dan mampu menghadapi perkembangan teknologi di sektor pertanian.

Menurutnya, para peserta diharapkan dapat memperoleh pengalaman belajar langsung di pusat pelatihan pertanian modern, kemudian kembali ke NTT untuk mengembangkan potensi pertanian daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses pelatihan diberikan secara gratis. Peserta akan memperoleh fasilitas tempat tinggal, konsumsi, materi pelatihan, hingga pendampingan selama mengikuti pendidikan di Mojokerto.

Selain itu, peserta yang berhasil menyelesaikan program akan memperoleh sertifikat sebagai bukti kompetensi dan partisipasi dari Pemuda Tani Indonesia NTT melalui kerja sama dengan Yayasan Pelita Indonesia Timur serta dukungan KADIN NTT.

“Peserta hanya perlu menyiapkan biaya transportasi dari daerah asal menuju Mojokerto. Selama pelatihan seluruh kebutuhan sudah disiapkan sehingga peserta dapat fokus mengikuti proses pembelajaran,” jelas Bobby Lianto.

Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda NTT yang memiliki keterampilan, wawasan, inovasi, dan jiwa kewirausahaan di bidang pertanian sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas pertanian daerah.

Pendaftaran peserta masih dibuka hingga 13 Juni 2026, dilanjutkan dengan seleksi wawancara secara daring pada 16 dan 18 Juni 2026, pengumuman peserta yang lolos pada 20 Juni 2026, dan pembukaan pelatihan pada 27 Juni 2026.

Pemuda Tani Indonesia NTT mengajak seluruh generasi muda yang memiliki minat di bidang pertanian untuk memanfaatkan kesempatan tersebut karena seluruh program diberikan secara gratis dan bersertifikat.

Bagi masyarakat yang berminat mengikuti program ini dapat menghubungi pengurus Pemuda Tani Indonesia di masing-masing kabupaten dan kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mendapatkan informasi pendaftaran lebih lanjut. *




KADIN NTT Apresiasi Langkah DPMPTSP Kabupaten Kupang Fasilitasi Penyelesaian Masalah Pelaku Usaha

Kupang, nwartapedia.com –  Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang aktif memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di daerah tersebut.

Apresiasi itu disampaikan dalam rapat fasilitasi penyelesaian permasalahan pelaku usaha yang digelar di Aula DPMPTSP Kabupaten Kupang, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama para investor dan pelaku usaha yang mengalami kendala dalam pengembangan usaha maupun pengurusan perizinan.

Rapat yang dibuka oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kupang, Charles Banamtuan, itu turut dihadiri Sekretaris DPMPTSP Ina M. Ate, S.Pt., Pokja Perizinan Eduardus Hadu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Kupang Made Supriyadi beserta jajaran, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, Dispenda, dan OPD terkait lainnya.

Sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang mengikuti forum tersebut di antaranya PT Danang Mandiri, PT Pembangunan Sehat Sejahtera, PT Bolelebo Nusa Pusaka, KSP Swasti Sari, Pabrik Tahu Trubus Subur, Kolam Renang Dapur Wisata, serta beberapa pelaku usaha lainnya yang menghadapi persoalan administrasi maupun teknis.

Ketua KADIN NTT, Dr. Cand. Bobby Lianto, MM., MBA., menilai langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kupang merupakan bentuk komitmen nyata dalam mendukung dunia usaha sekaligus menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif.

Menurutnya, forum yang mempertemukan seluruh OPD terkait dengan para investor sangat membantu dalam mencari solusi atas berbagai hambatan yang selama ini dihadapi pelaku usaha, mulai dari persoalan administrasi, perizinan hingga kendala teknis di lapangan.

Ia mengatakan masih banyak pelaku usaha yang mengalami kesulitan karena keterbatasan informasi mengenai persyaratan perizinan maupun regulasi yang berlaku.

Karena itu, pendampingan dari pemerintah menjadi hal penting agar proses investasi dapat berjalan lebih cepat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bobby juga mengapresiasi keterlibatan seluruh instansi yang hadir, termasuk Kantor Pertanahan Kabupaten Kupang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, dan OPD lainnya yang menunjukkan komitmen bersama dalam membantu penyelesaian persoalan investasi di Kabupaten Kupang.

Menurutnya, Kabupaten Kupang memiliki potensi investasi yang besar di berbagai sektor sehingga membutuhkan pelayanan yang cepat, koordinasi lintas instansi yang baik, serta pendampingan maksimal bagi investor yang ingin menanamkan modalnya.

“Kami berharap seluruh perangkat daerah terus memberikan pelayanan terbaik kepada para pelaku usaha sehingga iklim investasi di Kabupaten Kupang semakin kondusif dan mampu menarik lebih banyak investor untuk berinvestasi di daerah ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan fasilitasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan dunia usaha guna menciptakan kepastian berusaha, meningkatkan investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. *