Christian Widodo Resmi Pimpin KONI Kota Kupang, Siap Wujudkan Prestasi Menuju PON XXII 2028

Kupang, nwartapedia.com   –  dr. Christian Widodo resmi dilantik sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kupang masa bakti 2026-2030. Pelantikan yang dilakukan oleh Ketua Umum KONI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga sekaligus menyongsong pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh pengurus cabang olahraga untuk memimpin KONI Kota Kupang. Ia menegaskan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan bentuk pengabdian untuk memajukan olahraga di Kota Kupang.

Menurutnya, olahraga telah mengajarkan banyak nilai kehidupan, mulai dari disiplin, kerja keras, kepemimpinan hingga pentingnya kerja sama tim dalam meraih prestasi. Karena itu, seluruh pengurus yang baru dilantik diharapkan mampu bersinergi tanpa melihat latar belakang profesi masing-masing demi kemajuan olahraga daerah.

Christian juga memastikan Pemerintah Kota Kupang akan memberikan dukungan penuh terhadap program-program KONI, termasuk penyelenggaraan berbagai event olahraga melalui ajang Wali Kota Cup di sejumlah cabang olahraga. Selain hibah untuk KONI Kota Kupang, pemerintah juga menyiapkan dukungan pembinaan atlet sebagai bagian dari persiapan menuju PON XXII 2028.

Ia menegaskan bahwa komitmen awal harus dibarengi dengan konsistensi dalam bekerja agar seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan hingga menghasilkan prestasi nyata bagi Kota Kupang dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI NTT, Alfons Theodorus, yang mewakili Ketua Umum KONI NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan permohonan maaf karena Ketua Umum KONI NTT tidak dapat hadir langsung akibat agenda pemerintahan yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Alfons, Ketua Umum KONI NTT menegaskan bahwa pelantikan pengurus KONI Kota Kupang memiliki makna strategis di tengah persiapan NTT menjadi tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028.

Ia menyebut waktu menuju PON yang tersisa sekitar 821 hari harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun pembinaan atlet, memperkuat organisasi, meningkatkan sarana prasarana olahraga, serta mempersiapkan penyelenggaraan yang berkualitas.

KONI NTT juga menekankan empat target utama menuju PON 2028, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, dan sukses pertumbuhan ekonomi daerah melalui dampak penyelenggaraan event olahraga nasional tersebut.

Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi NTT dinilai memiliki peran penting dalam mendukung agenda besar tersebut. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu membawa olahraga NTT semakin maju sekaligus mengukir prestasi di tingkat nasional.

Pelantikan pengurus KONI Kota Kupang ini diharapkan menjadi awal kebangkitan olahraga Kota Kupang sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam menyukseskan PON XXII Tahun 2028 dengan semangat “Ayo Bangun Olahraga NTT” menuju NTT Emas. (MI)




Cegah Sakit Gigi pada Balita Stunting, Poltekkes Kemenkes Kupang Perkuat Peran Orang Tua di Desa Baumata

Oelamasi, nwartapedia.com – Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada pemberdayaan orang tua balita stunting melalui edukasi kesehatan gigi dan mulut di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang pada Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang diprakarsai oleh Agusthinus Wali, S.Kp.G.,MDSc, Melkisedek O. Nubatonis, SKM.,MDSc dan Mery N..Pay, S.Kp.G.,MDSc ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan gigi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting pada anak.

Balita yang mengalami stunting diketahui memiliki risiko lebih tinggi terkena karies gigi dan berbagai gangguan kesehatan mulut lainnya.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit, kesulitan makan, menurunkan asupan gizi, hingga memperburuk kondisi pertumbuhan anak.

Melalui kegiatan ini, para ibu balita stunting dari empat posyandu di Desa Baumata mendapatkan edukasi mengenai cara menjaga kebersihan gigi dan mulut anak secara benar.

Materi yang diberikan mencakup teknik menyikat gigi, pemilihan makanan sehat bagi kesehatan gigi, serta pentingnya pemeriksaan gigi secara berkala di fasilitas kesehatan.

Tim pengabdian juga memberikan simulasi langsung mengenai cara membersihkan gigi dan rongga mulut balita menggunakan alat peraga phantom gigi dan kain kasa bersih yang dibasahi air hangat.

Praktik ini dilakukan agar orang tua memiliki keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain edukasi, kegiatan turut disertai pemberian makanan tambahan berupa bubur kacang hijau kepada balita yang hadir di posyandu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung perbaikan status gizi anak sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua tentang pentingnya asupan makanan bergizi.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan.

Sebelum edukasi, sebagian besar peserta masih memiliki pemahaman yang rendah mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut balita.

Namun setelah edukasi, jumlah peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat secara nyata.

Tim pelaksana menilai keberhasilan program ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis masyarakat mampu menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesadaran keluarga terhadap pentingnya kesehatan gigi sebagai bagian dari pencegahan stunting.

Sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan, tim bersama kader kesehatan melakukan kunjungan rumah untuk memantau penerapan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut balita.

Pada kesempatan tersebut, keluarga juga menerima paket kesehatan berupa sikat gigi, pasta gigi, dan susu formula.

Menurut tim pengabdian, kesehatan gigi dan mulut yang terjaga akan membantu anak mengonsumsi makanan dengan nyaman, meningkatkan status gizi, serta mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Karena itu, keterlibatan aktif orang tua menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan anak sejak usia dini.

Program ini mendapat dukungan dari Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) Poltekkes Kemenkes Kupang, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Pemerintah Desa Baumata, kader kesehatan, serta para ibu balita stunting yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. (MI)