PW Persis NTT Gelar Pemotongan Hewan Kurban di Noelbaki, Perkuat Toleransi Antarumat Beragama

Oelamasi, nwartapedia.com – Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PW Persis) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan pemotongan hewan kurban 1447 Hijriah pada Kamis (28/5/2026) atau bertepatan dengan 11 Zulhijjah 1447 H di wilayah Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Ketua sekaligus penanggung jawab kegiatan, Al Ustaz Muallim Chaniago, S.Ag., M.Pd. Ia menjelaskan bahwa hewan kurban yang disembelih merupakan bantuan murni dari anggota DPD RI, Ustaz KH Muhammad Nuh, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Persis Bangil (IKAPB).

Menurut Muallim Chaniago, bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

“Kegiatan kurban ini bukan hanya sebagai pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, Noelbaki dipilih sebagai lokasi pelaksanaan karena daerah tersebut dikenal sebagai salah satu ikon toleransi dan moderasi beragama di Kabupaten Kupang. Masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut hidup berdampingan dengan damai meskipun berasal dari latar belakang agama yang berbeda.

Dalam proses pembagian daging kurban, panitia tidak hanya menyalurkannya kepada warga Muslim, tetapi juga kepada warga Nasrani yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan. Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena mencerminkan semangat berbagi dan kepedulian sosial yang menjadi nilai utama dalam perayaan Iduladha.

“Daging kurban tidak hanya dibagikan kepada kaum Muslimin, tetapi juga kepada tetangga sekitar yang beragama Nasrani sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan antarumat beragama,” jelasnya.

Data yang disampaikan panitia menunjukkan bahwa wilayah Noelbaki dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK), dengan sekitar 75 KK di antaranya merupakan keluarga Muslim. Meski demikian, kehidupan sosial masyarakat berlangsung harmonis dan penuh rasa saling menghargai.

“Alhamdulillah, kehidupan sosial kemasyarakatan di Noelbaki selalu rukun. Hampir tidak pernah terjadi keributan atau konflik yang berkaitan dengan perbedaan agama maupun latar belakang masyarakat,” tambah Muallim Chaniago.

Melalui kegiatan kurban ini, PW Persis NTT berharap semangat berbagi, persaudaraan, serta toleransi yang telah terjalin di Noelbaki dapat terus dipelihara dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan saling menghormati. (MI)




Deken Malaka Soroti Lonjakan Pemulangan Jenazah PMI Non Prosedural, Ajak Warga Waspada

Malaka, nwartapedia.com  – Peningkatan kasus pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia non prosedural asal Kabupaten Malaka menjadi perhatian serius Gereja. Pater Hironumimus Moensaku, SVD, selaku Deken Malaka, menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut yang terus terjadi dalam tiga tahun terakhir.

Menurutnya, tekanan ekonomi keluarga dan kurangnya pemahaman masyarakat soal prosedur resmi menjadi pemicu utama. Banyak warga tergoda iming-iming kerja luar negeri cepat dan menguntungkan, padahal berisiko tinggi.

“Kita harus berpikir objektif. Kalau mau kerja ke luar negeri, pastikan lewat jalur resmi dengan dokumen lengkap. Itu satu-satunya cara agar aman,” kata Pater Hironumimus saat ditemui di Malaka.

Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada ajakan oknum tak bertanggung jawab. Pengecekan dan klarifikasi wajib dilakukan sebelum mengambil keputusan.

“Jangan cepat tergiur. Filter setiap informasi yang beredar di media sosial. Kita tidak boleh jadi korban perdagangan orang di daerah sendiri,” tegasnya.

Pater Deken juga mengajak umat mendukung upaya pemerintah memberantas human trafficking. Ia menekankan bahwa jalur resmi memang lebih panjang, tetapi menjamin perlindungan hukum dan keselamatan pekerja.

“Mari kita lindungi warga kita bersama. Migrasi aman itu bukan pilihan, tapi kebutuhan,” pungkasnya.

Kasus yang terus berulang diharapkan menjadi titik balik bagi masyarakat Malaka untuk lebih selektif dan memilih jalur migrasi yang legal serta terlindungi.*




KBP2 Polri Sumba Timur Peringati HUT ke-6 Lewat Aksi Sosial dan Komitmen Jaga Kamtibmas

Waingapu, nwartapedia.com – Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBP2) Resor Sumba Timur merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar rangkaian kegiatan sosial di Lapangan Sandalwood Waingapu, Kamis (28/5/2026).

Acara puncak ditandai dengan Deklarasi Sitkamtibmas dan Bakti Sosial yang menyasar peningkatan kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk menyalurkan bantuan sosial kepada para purnawirawan dan warakawuri Polri.

Ketua KBP2 Polri Resor Sumba Timur, Moses Kopong, yang sehari-hari menjabat Kasie Propam Polres Sumba Timur, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kepedulian institusi terhadap masyarakat.

“Kami ingin mendorong kesadaran bersama bahwa lingkungan bersih dan sehat adalah tanggung jawab kita semua. Melalui aksi ini, kami ajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan sekitar,” ujar Moses.

Selain fokus pada lingkungan, bantuan sosial diberikan untuk mempererat hubungan kekeluargaan di internal Polri.

“Kepedulian kepada sesama, terutama kepada keluarga besar Polri yang telah purna tugas, harus terus dijaga,” tambahnya.

Dalam deklarasi Sitkamtibmas, Moses menekankan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas polisi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Sumba Timur bersinergi dengan Polres untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

“Dengan kerja sama yang solid, Sumba Timur bisa menjadi daerah yang nyaman bagi semua warga,” tegasnya.

Kegiatan bertema *“Indahnya Berbagi, Wujud Nyata Kepedulian untuk Sesama”* ini diharapkan menjadi pemicu semangat gotong royong. Pihak panitia berharap aksi serupa rutin digelar untuk memperkuat hubungan Polri dan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas wilayah. *




Tokoh Peternak Pandawai Ajak Tolak Eksploitasi Ilegal Kuda Sandelwood Demi Kelestarian Populasi

Pandawai, nwartapedia.com — Stefanus Pekuwali, tokoh masyarakat sekaligus pelaku usaha peternakan hewan besar di Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, mengajak seluruh peternak lokal untuk bersama-sama menolak berbagai praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood yang dinilai mengancam keberlanjutan populasi ternak endemik kebanggaan Pulau Sumba.

Menurut Stefanus, maraknya pengiriman ternak yang tidak sesuai prosedur, manipulasi dokumen, penjualan indukan betina produktif, hingga pengapalan kuda yang belum memenuhi syarat umur dan berat badan menjadi ancaman serius bagi masa depan peternakan di daerah tersebut.

“Kita tidak boleh menutup mata terhadap upaya manipulasi administrasi di lapangan. Menjual betina produktif dan memalsukan dokumen hanya demi keuntungan sesaat adalah tindakan yang merusak masa depan peternakan kita sendiri,” tegas Stefanus Pekuwali saat ditemui di kawasan sentra peternakan Pandawai.

Ia menegaskan bahwa seluruh regulasi yang telah diterbitkan pemerintah daerah perlu didukung bersama sebagai upaya menjaga kelestarian plasma nutfah Kuda Sandelwood sekaligus menciptakan tata niaga yang sehat dan harga yang lebih adil bagi para peternak.

Sebagai bentuk komitmen nyata, Stefanus menyatakan siap menggunakan pengaruhnya untuk memberikan edukasi kepada peternak tradisional agar tidak terjebak dalam praktik ijon maupun bujuk rayu spekulan ternak ilegal yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang.

Selain itu, ia juga mendorong adanya pengawasan mandiri di tingkat masyarakat dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas pergerakan ternak yang mencurigakan, terutama pengangkutan ternak pada malam hari yang berpotensi melanggar aturan.

“Kita harus memutus rantai penyelundupan sejak dari hulu. Tujuan kita sama, yaitu membangun bisnis ternak yang legal, aman, dan menguntungkan bagi semua pihak tanpa merusak adat dan melanggar hukum negara,” ujarnya.

Stefanus turut mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan aparat kepolisian, khususnya Polresta Kupang dan Polres Sumba Timur, dalam mengawal jalur distribusi ternak serta memperketat pemeriksaan di pelabuhan dan karantina hewan.

Melalui gerakan bersama ini, Stefanus berharap Kecamatan Pandawai dapat menjadi contoh penerapan tata niaga ternak yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Sumba Timur.

Ia meyakini sinergi antara pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan akan mampu menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban, sekaligus menjamin Kuda Sandelwood tetap menjadi simbol kebanggaan, kemakmuran, dan kejayaan masyarakat Sumba bagi generasi mendatang. **




Masjid Darussalam Sikumana Salurkan Daging Kurban untuk Warga dan Perkuat Semangat Kebersamaan di Idul Adha 1447 H

Kupang, nwartapedia.com – Masjid Darussalam Sikumana, Kota Kupang, kembali melaksanakan penyembelihan dan pembagian hewan kurban dalam rangka Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antarwarga di lingkungan sekitar masjid.

Ketua Panitia Iduladha Masjid Darussalam Sikumana, Swahidin Nuhaikan, mengatakan bahwa semangat berkurban merupakan implementasi dari keteladanan Nabi Ibrahim Alaihissalam yang mengajarkan keikhlasan, ketaatan, dan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, daging kurban yang diperoleh dari penyembelihan hewan kurban dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan agar manfaat Iduladha dapat dirasakan secara merata.

“Inti dari kurban adalah berbagi kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam,” ujar Swahidin kepada awak media, Kamis (28/5/2026).

Tahun ini, Masjid Darussalam menerima dan menyembelih 11 ekor sapi serta 5 ekor kambing. Salah satu hewan kurban sapi berasal dari bantuan BNI Kota Kupang, sementara sisanya berasal dari partisipasi jamaah dan para pekurban.

Daging kurban kemudian didistribusikan kepada warga di sekitar masjid, termasuk sebagian kepada masyarakat nonmuslim sebagai bentuk kebersamaan dan toleransi yang telah terjalin selama ini.

Swahidin berharap kegiatan kurban yang rutin dilaksanakan setiap tahun tersebut dapat terus berjalan dan semakin memperkuat silaturahmi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Imam Masjid Darussalam Sikumana, Haji Ramly Deny, menjelaskan bahwa ibadah kurban merupakan salah satu syariat Islam yang memiliki nilai ibadah sekaligus nilai sosial yang sangat besar.

Ia menegaskan bahwa kurban tidak hanya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga menjadi jalan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu memperoleh asupan gizi yang lebih baik melalui pembagian daging kurban.

“Kurban memiliki dampak yang luas. Selain menjadi ibadah, kegiatan ini juga membantu masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi bagi para peternak yang mempersiapkan ternaknya untuk Iduladha,” jelasnya.

Menurut Ramly, meningkatnya kebutuhan hewan kurban setiap tahun turut memberikan peluang bagi peternak lokal untuk meningkatkan pendapatan dan mengembangkan usaha peternakan mereka.

Ia berharap kesadaran masyarakat untuk berkurban terus meningkat sehingga manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kota Kupang.

“Semoga semangat berbagi dan kepedulian yang lahir dari ibadah kurban terus tumbuh sehingga membawa manfaat bagi umat dan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya.