Cricket Kota Kupang Pacu Pembinaan Atlet, Siap Hadapi PON 2028

Kupang, nwartapedia.com — Pengurus Cricket Kota Kupang mulai memantapkan arah pembinaan atlet dengan menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang guna menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Komitmen ini ditegaskan dalam rapat pengurus yang berlangsung pada Selasa (14/4).

Ketua Cricket Kota Kupang, Serena Francis, menekankan bahwa fokus organisasi ke depan tidak hanya sebatas pelantikan kepengurusan, tetapi lebih pada penguatan sistem pembinaan atlet yang terstruktur dan berkelanjutan.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menciptakan atlet yang mampu bersaing di level nasional.

Ia menjelaskan, pembinaan sejak usia dini menjadi prioritas utama. Melalui pendekatan tersebut, potensi atlet muda dapat dikembangkan secara maksimal dengan dukungan program yang jelas dan terarah.

“Ke depan, kita ingin memastikan proses pembinaan berjalan konsisten sejak dini agar atlet yang dihasilkan benar-benar siap menghadapi PON 2028,” ungkap Serena.

Selain itu, Cricket Kota Kupang juga mendorong pengembangan olahraga kriket melalui jalur pendidikan. Sekolah-sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP, akan dijadikan sebagai basis utama dalam menjaring dan membina talenta muda.

Upaya lain yang tak kalah penting adalah penyelenggaraan kompetisi secara rutin.

Kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan pengalaman bertanding atlet sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap olahraga kriket di Kota Kupang.

“Dengan kompetisi yang berkelanjutan, atlet akan semakin terasah kemampuannya. Ini juga menjadi cara efektif untuk memperkenalkan kriket kepada masyarakat luas,” tambahnya.

Serena juga menyoroti komposisi pengurus yang beragam sebagai kekuatan organisasi.

Kolaborasi antara pemuda, pelajar, atlet, dan tokoh berpengalaman diyakini dapat memperkuat pelaksanaan program pembinaan ke depan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Frengky Amalo, memastikan bahwa persiapan pelantikan pengurus yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026 terus berjalan optimal.

Berbagai aspek teknis telah dipersiapkan guna mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

“Seluruh persiapan pelantikan terus kami matangkan. Kami berharap momentum ini menjadi titik awal penguatan pembinaan atlet Cricket Kota Kupang,” ujarnya.

Dengan strategi yang telah disusun, Cricket Kota Kupang optimistis mampu meningkatkan prestasi serta melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing di ajang nasional pada PON 2028. (goe)




Undana dan Yayasan Maringgi Malala Rintis Kampus Pariwisata di Sumba Barat Daya

Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) membuka peluang kolaborasi strategis bersama Yayasan Maringgi Malala dalam upaya menghadirkan perguruan tinggi berbasis pariwisata di Sumba Barat Daya.

Inisiatif ini menjadi langkah konkret untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor pariwisata sekaligus mengangkat potensi unggulan Pulau Sumba.

Audiensi yang berlangsung di Kupang pada Selasa (14/4/2026) tersebut mempertemukan jajaran pimpinan Undana yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, bersama tim Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Dari pihak yayasan hadir langsung Ketua Yayasan Maringgi Malala, Yonatan B. Agu Ate.

Dalam pertemuan itu, pihak Undana menegaskan kesiapan mereka untuk terlibat aktif dalam proses pengembangan institusi, mulai dari pendampingan akademik hingga penguatan sistem pembelajaran.

Dukungan tersebut diharapkan mampu memastikan kualitas pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri pariwisata.

Prof. Annytha menyampaikan bahwa potensi pariwisata di Sumba Barat Daya sangat besar, namun perlu didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan terdidik. Karena itu,

Undana siap mengambil peran dalam memperkuat fondasi akademik, termasuk mendorong pembentukan tim khusus guna mempercepat realisasi program setelah kesepakatan formal ditetapkan.

Di sisi lain, Yonatan B. Agu Ate menyoroti masih rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di wilayah Sumba Barat Daya.

Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar lulusan sekolah kejuruan pariwisata belum melanjutkan ke jenjang universitas, sehingga berdampak pada minimnya tenaga lokal yang mampu bersaing di sektor tersebut.

Menurutnya, kehadiran kampus pariwisata akan membuka akses pendidikan yang lebih dekat dan relevan bagi masyarakat setempat.

Hal ini diharapkan dapat mendorong lahirnya tenaga kerja profesional dari putra daerah yang mampu mengisi peran strategis dalam industri pariwisata.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Undana sebagai kampus yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan pengembangan pendidikan tinggi di bidang pariwisata, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.*




KADIN NTT dan KPP Pratama Kupang Perkuat Sinergi, Dorong Kepatuhan Pajak Pelaku Usaha

Kupang, nwartapedia.com — Upaya memperkuat kepatuhan pajak di kalangan pelaku usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus digalakkan melalui kolaborasi lintas lembaga.

Hal ini tercermin dalam kunjungan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang, Jehuda Bil Jonas Zacharias, ke Kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Perpajakan Ferry Vincentsius serta Direktur Eksekutif Mercy Siubelan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif.

Dalam kesempatan itu, Jehuda yang merupakan putra daerah asal Rote menyampaikan komitmennya untuk membangun kemitraan strategis dengan KADIN NTT.

Ia menilai peran KADIN sangat penting dalam menjangkau pelaku usaha di berbagai sektor guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak.

Menurutnya, transformasi sistem perpajakan yang semakin modern, termasuk penerapan Coretax, menuntut para pelaku usaha untuk terus memperbarui pemahaman mereka terhadap regulasi yang berlaku.

“Kami ingin KADIN menjadi mitra dalam menyosialisasikan kebijakan perpajakan. Perubahan sistem yang semakin maju harus diimbangi dengan pemahaman yang baik dari para wajib pajak,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bobby Lianto menyatakan kesiapan KADIN NTT untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi perpajakan di kalangan pengusaha.

Ia menegaskan bahwa KADIN memiliki jaringan luas yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dan edukasi secara efektif.

“Kami siap menjadi jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha. Edukasi perpajakan sangat penting agar para pengusaha dapat menjalankan kewajibannya dengan benar,” ungkap Bobby.

Lebih lanjut, Bobby juga mengundang jajaran KPP Pratama Kupang untuk berpartisipasi dalam kegiatan Musyawarah Kabupaten (Mukab) KADIN yang akan digelar pada 24 April 2026 di Rote.

Kegiatan tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk memberikan sosialisasi langsung kepada pelaku usaha di daerah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara otoritas pajak dan dunia usaha.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah pelaku usaha yang belum sepenuhnya memahami aturan perpajakan, sehingga membutuhkan pendampingan yang intensif.

“Kami berharap ada pembinaan yang konsisten. Dengan pemahaman yang baik, para pengusaha tidak hanya terhindar dari sanksi, tetapi juga dapat berkontribusi lebih optimal bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Melalui sinergi yang terjalin antara KADIN NTT dan KPP Pratama Kupang, diharapkan tingkat kesadaran serta kepatuhan pajak pelaku usaha di NTT terus meningkat, seiring dengan penguatan edukasi dan komunikasi yang berkelanjutan. *




Raih Doktor di Undana, Frans Likadja Tawarkan Solusi Energi untuk Wilayah Kepulauan

Kupang, nwartapedia.com – Program Studi Doktor Ilmu Administrasi FISIP Universitas Nusa Cendana kembali melahirkan doktor baru. Frans J. Likadja resmi dikukuhkan sebagai doktor ke-45 setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Aula FISIP Undana, Senin (13/4/2026).

Dalam disertasinya, Frans mengangkat isu strategis mengenai ketahanan energi di wilayah kepulauan kecil, dengan fokus pada kondisi di Nusa Tenggara Timur yang hingga kini masih menghadapi ketimpangan akses listrik. Ia secara khusus menyoroti Pulau Semau, di mana sebagian masyarakat masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berbiaya tinggi dan berdampak besar terhadap lingkungan.

Sebagai solusi, Frans menawarkan penerapan sistem smart hybrid microgrid berbasis energi surya yang dioperasikan secara paralel dengan PLTD. Sistem ini mampu memproduksi rata-rata 1.800 kWh energi per hari, menghemat penggunaan bahan bakar hingga 540 liter solar, serta berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK).

Menurutnya, inovasi teknologi tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan listrik yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.

Namun demikian, Frans menekankan bahwa keberhasilan transisi energi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Diperlukan kebijakan yang inklusif, tata kelola yang efektif, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap implementasi.

“Transisi energi di wilayah kepulauan harus berbasis pada kebutuhan lokal dan didukung oleh kebijakan yang tepat, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng, memberikan apresiasi atas capaian akademik tersebut.

Ia mengingatkan bahwa gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademis, melainkan amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ilmu yang dimiliki harus memberi manfaat sebesar-besarnya, khususnya bagi masyarakat NTT. Utamakan empati dan pengabdian dalam setiap langkah,” pesannya.

Dengan pengukuhan ini, hasil penelitian Dr. Frans J. Likadja diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan energi terbarukan, terutama di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional, demi mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. *




SMAN 1 Amarasi Barat Jadi Contoh, USBP Dorong Siswa Berpikir Kritis dan Siap Hadapi Masa Depan

Kupang, nwartapedia.com – SMA Negeri 1 Amarasi Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan dengan melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Proyek (USBP) bagi siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026.

Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin (13/4/2026) dan mendapat apresiasi dari pihak pengawas pendidikan sebagai model yang patut dicontoh oleh sekolah lain.

Pembukaan USBP dilakukan oleh Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Simon Gasang, S.Pd., MBA, yang juga bertindak sebagai pengawas pembina.

Dalam arahannya, Simon Gasang menilai SMAN 1 Amarasi Barat telah melangkah lebih maju dengan berani menerapkan sistem evaluasi berbasis proyek yang tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analisis, dan keterampilan komunikasi siswa.

“Sekolah ini sudah dikenal berani memulai sesuatu yang berbeda. USBP adalah pilihan yang tepat karena memberikan makna lebih dalam proses evaluasi. Siswa tidak hanya menjawab soal, tetapi dituntut untuk meneliti, menganalisis, dan menyampaikan hasil pemikirannya secara ilmiah,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pendekatan ini akan sangat membantu siswa ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurutnya, pengalaman menyusun karya tulis dan mempresentasikannya akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tugas akademik seperti skripsi.

“Kalau sejak SMA sudah terbiasa dengan proyek seperti ini, maka saat kuliah nanti mereka tidak akan kesulitan lagi. Ini adalah latihan nyata untuk kehidupan akademik dan juga saat kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya keberanian dalam menyampaikan pendapat.

“Jangan takut saat presentasi. Tunjukkan kemampuan dan gaya kalian. Argumentasi yang kuat dan berbasis data justru menjadi nilai tambah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., MM, menjelaskan bahwa USBP merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian sebagai satu kesatuan yang utuh.

“Assessment ini menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana keberhasilan proses pendidikan, mulai dari input, proses, hingga output. USBP menjadi tahap akhir yang sangat menentukan dalam mengukur capaian belajar siswa secara menyeluruh,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 136 siswa kelas XII mengikuti USBP tahun ini.

Pelaksanaan ujian dilakukan secara bertahap, di mana setiap harinya sejumlah siswa akan mempresentasikan karya tulis mereka di hadapan penguji, baik dari internal sekolah maupun eksternal.

Menariknya, pihak sekolah juga melibatkan orang tua siswa untuk hadir menyaksikan langsung proses ujian.

Hal ini menjadi bentuk transparansi sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.

USBP di SMAN 1 Amarasi Barat dijadwalkan berlangsung dari 13 hingga 17 April 2026.

Melalui metode ini, siswa diuji tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analisis berbasis data, serta kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.

Dengan pelaksanaan USBP ini, SMAN 1 Amarasi Barat semakin menegaskan posisinya sebagai sekolah yang inovatif dan inspiratif, sekaligus menjadi contoh dalam mendorong lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan sekaligus sebagai penguji eksternal, yakni Mesak Kaseh, S.Pd., MM sebagai Pengawas dan Penguji, Budiyana, S.Pd., MBA sebagai Pengawas dan Penguji dan Nonciana M. Nakmofa, S.Pd., M.Pd sebagai Pengawas dan Penguji. (MI)




Terpisah Tiga Dekade, Alumni SMAN 1 Wolowaru Dipertemukan Kembali Lewat WhatsApp

Ende, nwartapedia.com – Setelah terpisah selama kurang lebih 30 tahun, para alumni SMAN 1 Wolowaru akhirnya kembali terhubung dan berkumpul melalui sebuah grup WhatsApp yang menjadi jembatan silaturahmi lintas waktu.

Momen reuni ini menjadi peristiwa penuh haru dan nostalgia, di mana kenangan masa putih abu-abu kembali hidup di tengah percakapan hangat para alumni.

Grup WhatsApp tersebut menjadi wadah utama untuk menyatukan kembali teman-teman lama yang sempat terputus komunikasi selama puluhan tahun.

Inisiatif ini digagas oleh salah satu alumni, Hadija Remo, yang akrab disapa Isha.

Ia berperan sebagai admin grup yang berhasil mengumpulkan kembali rekan-rekannya dari berbagai daerah untuk saling terhubung dan merencanakan reuni.

Kepada media ini, Isha mengungkapkan bahwa terbentuknya grup tersebut berawal dari rasa rindu yang mendalam terhadap masa-masa SMA.

“Rasa kangen itu muncul begitu saja. Kenangan waktu SMA terasa begitu indah, dan rasanya ingin kembali ke masa itu. Dari situ saya mulai menghubungi teman-teman satu per satu,” ujarnya Senin (13/4/2016).

Menariknya, para alumni yang kini telah tersebar dan tinggal berjauhan di berbagai daerah menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk bisa bertemu kembali.

Kerinduan yang selama ini terpendam akhirnya menemukan ruang untuk terwujud melalui rencana reuni yang tengah dipersiapkan.

Isha juga menambahkan bahwa hingga saat ini masih ada sejumlah teman yang belum bergabung dalam grup WhatsApp tersebut. Namun, pihaknya terus berupaya untuk mencari dan menghubungi mereka agar seluruh alumni dapat kembali terhubung.

“Masih ada teman-teman yang belum masuk grup, tapi kami akan terus mencari dan mengajak mereka agar semuanya bisa bergabung,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, grup tersebut semakin aktif dengan berbagai interaksi yang membangkitkan kenangan lama.

Para anggota saling berbagi cerita kehidupan, kabar terbaru, hingga mengirimkan foto-foto lama sebagai bentuk nostalgia.

Foto-foto kenangan tersebut menjadi pemantik cerita yang mempererat kembali hubungan emosional antar alumni.

Tawa dan kisah masa lalu pun kembali mengalir, seolah menghapus jarak waktu yang telah memisahkan mereka selama puluhan tahun.

Tak hanya sekadar wacana, persiapan reuni pun mulai dimatangkan. Mulai dari penentuan konsep kostum yang akan dikenakan saat reuni, hingga rencana pembuatan lagu mars reuni sebagai simbol kebersamaan, semuanya telah mulai direncanakan oleh para alumni.

Rencana pertemuan ini diharapkan menjadi puncak dari kebersamaan yang kembali terjalin, sekaligus menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan serta mengenang perjalanan hidup yang telah dilalui masing-masing.

Reuni 30 tahun ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi bukti bahwa persahabatan sejati mampu bertahan melampaui waktu, jarak, dan kesibukan hidup. (MI)




Wagub Johni Asadoma Dorong SMK Jadi Motor SDM Pariwisata di Alor

Alor, nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi sebagai fondasi utama dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Alor.

Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke SMK Negeri Kokar yang berlokasi di Desa Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, pada Senin (13/4).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memastikan kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Christina Sirait Asadoma, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT Alfonsus Theodorus, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTT Alexon Lumba, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo.

Rombongan disambut hangat oleh pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, hingga para siswa.

Wagub kemudian meninjau berbagai fasilitas penunjang pembelajaran seperti ruang praktik,

laboratorium komputer, ruang praktik perhotelan, hingga lokasi yang direncanakan untuk pembangunan asrama siswa.

Selain peninjauan, Johni Asadoma juga berdialog langsung dengan para siswa, termasuk memberikan motivasi kepada siswa kelas XII yang tengah mengikuti ujian.

Ia mendorong seluruh siswa untuk mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menurutnya, potensi pariwisata di Kabupaten Alor sangat besar, namun harus diimbangi dengan kualitas SDM yang profesional, terampil, dan memiliki karakter kuat.

“Kita punya kekayaan alam yang luar biasa, tetapi tanpa SDM yang berkualitas, potensi itu tidak akan berkembang maksimal. Pendidikan menjadi kunci agar kalian bisa mandiri, bekerja, dan berkontribusi bagi daerah,” tegasnya.

Dalam arahannya, ia juga membagikan pengalaman hidupnya sebagai inspirasi bagi para siswa, mulai dari perjalanan pendidikan hingga karier di kepolisian dan dunia politik.

Ia menekankan bahwa kesuksesan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, serta rasa percaya diri.

Wagub juga mengingatkan pentingnya membangun jaringan, kemampuan berkolaborasi, serta sikap kreatif dan inovatif.

Khusus bagi siswa jurusan perhotelan, kemampuan komunikasi dinilai menjadi hal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Di akhir arahannya, ia berpesan agar para siswa tetap menjaga kesehatan, menghormati orang tua dan guru, serta selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah meraih cita-cita.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri Kokar menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan pemerintah provinsi.

Ia mengungkapkan bahwa tantangan yang masih dihadapi adalah meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anak.

Kunjungan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, sehingga mampu melahirkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing, khususnya dalam mendukung kemajuan pariwisata di Kabupaten Alor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah dan anggota legislatif, termasuk Anggota DPRD Provinsi NTT Muhammad Ansor, Plt. Asisten II Kabupaten Alor Anderias Blegur, serta jajaran pemerintah daerah dan tenaga pendidik. *




Perumda Air Minum Kota Kupang Go To School, Edukasi HIV/AIDS dan Tanamkan Harapan bagi Generasi Muda

Kupang, nwartapedia.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17, Perumda Air Minum Kota Kupang menghadirkan program “Go To School” sebagai wujud kepedulian terhadap generasi muda melalui edukasi pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di lingkungan sekolah.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata perusahaan untuk lebih dekat dengan masyarakat, khususnya pelajar sebagai generasi penerus.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memperkenalkan Perumda Air Minum kepada siswa, tetapi juga menghadirkan edukasi penting terkait bahaya HIV dan AIDS. Kami ingin sekolah menjadi ruang harapan, tempat di mana siswa dibekali pengetahuan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya pada Senin (13/6/2026).

Ia menambahkan, kolaborasi bersama Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang menjadi kekuatan utama dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada pelajar tentang risiko pergaulan bebas serta pentingnya menjaga perilaku hidup sehat.

“Selama 17 tahun, Perumda Air Minum telah mengalirkan harapan. Kini, melalui program Go To School, kami ingin menanamkan harapan itu kepada para pelajar agar mereka mampu menjauhi perilaku berisiko dan tetap fokus pada pendidikan,” jelasnya.

Sekretaris KPAD Kota Kupang, Julius Tanggu Bore, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana angka penularan HIV/AIDS di kalangan usia muda masih menjadi perhatian serius.

“Kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk memberikan edukasi langsung kepada siswa. Kami berharap mereka dapat memahami risiko yang ada dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam pergaulan sehari-hari,” katanya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar terhindar dari pergaulan yang tidak sehat.

Ketua Panitia HUT ke-17 Perumda Air Minum Kota Kupang, Marius R. Seran, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini telah dilaksanakan di dua sekolah, yakni SMA Katolik Santo Arnoldus Yansen pada Sabtu, 11 April 2026, dan SMP Negeri 11 Kota Kupang pada Senin, 13 April 2026.

“Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang HIV/AIDS serta pola perilaku remaja yang rentan terhadap penularan. Kegiatan ini sejalan dengan tema HUT kami, ‘17 Tahun Perumda Air Minum Mengalirkan Harapan,’ yang menekankan pentingnya membangun masa depan generasi muda,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar dapat memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku berisiko.

“Harapan kami, kolaborasi ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berlanjut demi menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan penuh harapan,” tutupnya. (MI)




Kupang Menuju Kota Percontohan Pengelolaan Sampah Nasional, Pemerintah Pusat Beri Dukungan Penuh

Kupang, nwartapedia.com – Langkah serius Pemerintah Kota Kupang dalam membenahi sistem pengelolaan sampah mendapat penguatan dari pemerintah pusat.

Hal ini mengemuka dalam audiensi antara Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, serta jajaran Pusdal Lingkungan Hidup Bali Nusra di ruang kerja Wali Kota Kupang, Rabu (8/4).

Turut hadir mendampingi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH, Kepala DPMTSP Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM, serta Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, Achmad Likur.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat menyampaikan apresiasi atas progres nyata yang telah dicapai Kota Kupang. Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, menilai komitmen yang ditunjukkan menjadi modal penting untuk mendorong Kupang tampil sebagai daerah percontohan di Nusa Tenggara Timur, bahkan di tingkat nasional.

“Sebagai ibu kota provinsi, Kupang memiliki peran strategis. Apa yang dilakukan di sini bisa menjadi acuan bagi daerah lain. Kami melihat keseriusan yang patut diapresiasi dan didorong lebih jauh,” ujarnya.

Data terbaru menunjukkan peningkatan capaian pengelolaan sampah Kota Kupang dari 41,93 menjadi 50,8. Meski masih dalam kategori pembinaan, tren ini dinilai sebagai fondasi kuat untuk akselerasi ke depan.

Pemerintah pusat pun mendorong peningkatan yang lebih ambisius agar Kupang mampu melampaui target nasional.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Lingkungan Hidup akan memberikan pendampingan menyeluruh, mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, intensifikasi edukasi publik, hingga pengembangan kemitraan dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Salah satu langkah strategis yang akan dijalankan adalah pengembangan proyek percontohan pengelolaan sampah terpadu berbasis kecamatan dengan pendekatan zero waste.

Program ini dirancang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN seperti Pertamina dan PLN, untuk mengoptimalkan pengolahan sampah menjadi energi alternatif dan produk bernilai ekonomi.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menjalankan transformasi secara bertahap namun konsisten.

Ia menyebut pembenahan sistem pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama pembangunan kota.

“Kami tidak ingin lagi hanya memindahkan sampah. Yang kami bangun adalah sistem pengelolaan yang menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Ini proses besar, tapi kami siap menjalaninya,” tegasnya.

Saat ini, produksi sampah di Kota Kupang mencapai sekitar 267 ton per hari. Untuk mengatasinya, Pemkot telah menyiapkan skema pengelolaan berbasis wilayah dengan target setiap kecamatan memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sehingga hanya sebagian kecil residu yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Target kami jelas, hanya sekitar 15 persen residu yang masuk ke TPA. Sisanya harus diolah dan dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Berbagai inovasi juga telah diimplementasikan, seperti pembentukan Satgas Penanganan Sampah, pengaturan waktu pembuangan, penyediaan kontainer sampah, hingga program kompetisi kebersihan antar kelurahan dengan insentif mencapai Rp1 miliar.

Meski demikian, tantangan utama masih terletak pada perubahan perilaku masyarakat. Pemerintah terus menggencarkan edukasi melalui berbagai pendekatan, mulai dari lingkungan pendidikan, tempat ibadah, hingga komunitas warga.
Haruki menekankan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh kolaborasi antara sistem yang baik dan partisipasi aktif masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah pusat juga mendorong pelibatan tenaga penyuluh lintas sektor guna memperkuat edukasi pemilahan sampah sejak dari sumber.

Audiensi ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan pendampingan berkelanjutan, termasuk pemantauan progres secara rutin.

Dengan sinergi yang semakin solid antara pemerintah pusat dan daerah, Kota Kupang kini berada di jalur strategis menuju kota percontohan pengelolaan sampah tidak hanya di NTT, tetapi juga berpotensi menjadi inspirasi di tingkat nasional. *




“Asa dan Rasa” Diluncurkan, Potret Satu Tahun Kepemimpinan NTT Diuji Publik

Kupang, nwartapedia.com  – Peluncuran buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” yang digelar di Aula El Tari, Kamis (9/4/2026), menjadi panggung refleksi terbuka atas perjalanan satu tahun awal kepemimpinan Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma.

Editorial Rudi Rihi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa lebih dari sekadar seremoni, kehadiran buku ini, menjadi ruang evaluasi publik terhadap arah pembangunan yang dijanjikan dalam gerakan “Ayo Bangun NTT”.

Buku Asa dan Rasa merangkum berbagai pandangan dari beragam kalangan dan menghadirkan potret jujur tentang sejauh mana janji politik mulai terwujud dalam realitas.

Buku ini menempatkan refleksi sebagai instrumen utama untuk mengukur jarak antara harapan dan kenyataan.

Dari berbagai testimoni dan data yang dihimpun, tergambar bahwa arah pembangunan mulai bergerak ke jalur yang tepat, meski diakui masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Narasi yang dibangun juga menegaskan bahwa langkah awal pemerintahan Melki–Johni telah menapakkan fondasi penting. Rute menuju perubahan dinilai sudah terbentuk, walaupun masih membutuhkan konsistensi, keberanian, serta kerja kolaboratif lintas sektor.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, menyampaikan bahwa buku ini merupakan bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat.

“Buku ini adalah catatan perjalanan sekaligus refleksi atas apa yang telah kami kerjakan dalam satu tahun. Ini bukan akhir, melainkan pijakan awal untuk memastikan bahwa pembangunan NTT berjalan ke arah yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa membangun NTT bukan sekadar urusan administratif, tetapi juga upaya merawat keberagaman dan menghadirkan keadilan sosial.

Dengan kekayaan sumber daya alam, budaya, serta kearifan lokal, NTT memiliki potensi besar yang harus dikelola secara bersama.

Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga diaspora sebagai bagian dari kekuatan pembangunan yang inklusif.

“Capaian yang ada hari ini adalah hasil kerja kolektif. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk melahirkan kebijakan yang lebih bijaksana,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan pembangunan selama satu tahun terakhir. Karena itu, refleksi yang dituangkan dalam buku ini diharapkan menjadi bahan evaluasi yang jujur sekaligus kompas untuk langkah ke depan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma, menegaskan bahwa peluncuran buku ini harus dimaknai sebagai ruang diskusi dan refleksi bersama, bukan sekadar laporan kinerja pemerintah.

“Kita hadir dalam ruang ini sebagai ruang diskusi dan refleksi. Buku ini bukan hanya dokumentasi, tetapi upaya membaca diri dan perjalanan awal pemerintahan dalam bingkai harapan dan kenyataan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari bagaimana kebijakan tersebut dirasakan dan dimaknai oleh masyarakat.

Menurutnya, konsep asa dan rasa menjadi kunci penting dalam memahami arah pembangunan. Asa mencerminkan harapan besar yang dititipkan rakyat, sementara rasa menggambarkan realitas yang dialami masyarakat sehari-hari.

“Diskusi ini penting karena pembangunan tidak boleh berhenti pada narasi pemerintah saja, tetapi harus membuka ruang berbagai perspektif. Ada optimisme, ada kritik, dan di situlah kekuatan kita untuk berbenah dan melangkah lebih baik,” tegasnya.

Wakil Gubernur juga menyebut bahwa berbagai capaian awal sudah mulai terlihat, mulai dari penguatan ekonomi rakyat, pembangunan berbasis desa, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga reformasi birokrasi agar lebih dekat dengan masyarakat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut masih merupakan fondasi awal yang membutuhkan konsistensi, keberlanjutan, dan peningkatan kualitas ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi NTT, jajaran pemerintah provinsi, serta seluruh pimpinan OPD, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pembangunan daerah.

Melalui buku Asa dan Rasa, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian aktif dalam proses pembangunan.

Buku ini diharapkan menjadi jembatan antara harapan dan kenyataan, sekaligus penguat semangat bersama menuju NTT yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (MI)