Penampilan Memukau Siswa SMAN 1 Amarasi Barat Warnai FLS3N Kupang Barat

Kupang, nwartapedia.com  —  Siswa SMAN 1 Amarasi Barat menunjukkan kualitas dan kepercayaan diri dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMA se-Kabupaten Kupang yang berlangsung di SMAN 2 Kupang Barat pada Kamis (23/4/2026).

Sekolah tersebut mengikutsertakan peserta dalam sejumlah cabang lomba, meliputi solo vokal oleh Dian Yolita Lawa, cipta dan baca puisi oleh Aizarah H. Paru, tari kreasi oleh Wiwelsia S.D. Mau bersama Melania Y. Kapitan, serta debat Bahasa Indonesia oleh Lutgardis Sengi, Ahyandi A. Tiran, dan Kendi G.L. Ora.

Penampilan pada cabang solo vokal dan debat Bahasa Indonesia yang telah digelar mendapat apresiasi, dengan para peserta tampil percaya diri dan mampu bersaing secara kompetitif.

Khusus solo vokal, siswa SMAN 1 Amarasi Barat dinilai tampil memukau di atas panggung.

Kegiatan FLS3N dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, yang menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi siswa.

“FLS3N menjadi ruang untuk mengasah bakat, melatih tanggung jawab, membangun kerja sama, serta menumbuhkan sikap saling menghargai di antara peserta didik,” ujarnya.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang, Simon Gasang, bersama jajaran pengawas dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Pihak sekolah berharap keikutsertaan dalam FLS3N mampu memperkuat mental, karakter, serta menggali bakat dan minat siswa secara optimal.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembinaan siswa.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga terbentuk karakter, mental yang kuat, serta mampu mengembangkan bakat dan minat mereka secara maksimal,” ujarnya.

FLS3N tingkat Kabupaten Kupang dijadwalkan berakhir pada Jumat (24/4/2026) dengan agenda penutupan resmi. (MI)




Wawali Kupang Buka Jambore Pramuka, Tekankan Pembinaan Karakter Generasi Muda

Kupang, nwartapedia.com — Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, secara resmi membuka kegiatan Jambore Pramuka tingkat Kota Kupang yang digelar pada 23–25 April 2026 di Bumi Perkemahan Fatubena.

Kegiatan Jambore Cabang VI ini diikuti oleh 27 gugus depan se-Kota Kupang, dengan total 430 peserta, didampingi 52 pembina, serta didukung 75 panitia dan 17 peninjau.

Ketua panitia, Dedi Wangge, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Dari Perkemahan Kita Bangun Gotokumpat sebagai Rumah Besar Kita Bersama”, yang mencerminkan semangat kebersamaan, toleransi, dan pembentukan karakter generasi muda.

“Jambore ini menjadi ruang strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Pramuka NTT, Pieter Manuk, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap Gerakan Pramuka, termasuk penyediaan lahan bumi perkemahan seluas delapan hektare yang dinilai sangat potensial untuk kegiatan tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Serena Francis menegaskan bahwa jambore bukan sekadar kegiatan perkemahan, melainkan sarana pembinaan mental, kedisiplinan, kerja sama, dan kemampuan komunikasi generasi muda.

“Kegiatan ini penting untuk menanamkan nilai kemandirian, ketangguhan, serta semangat kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tema jambore selaras dengan kondisi Kota Kupang yang majemuk, sehingga nilai persaudaraan dan gotong royong perlu terus diperkuat.

Pembukaan kegiatan diawali dengan prosesi adat Natoni, dilanjutkan tarian tradisional Timor oleh siswa SDN Fatubena, serta pengibaran bendera Kwartir Cabang yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota sebagai pembina upacara.

Pemerintah Kota Kupang berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing di masa depan. (goe)




Gubernur NTT Soroti Akses Pendidikan dan Literasi dalam Rapat dengan Komisi X DPR RI

Kupang, nwartapedia.com  — Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan masih adanya berbagai persoalan mendasar di sektor pendidikan, mulai dari keterbatasan akses, sarana prasarana, hingga biaya pendidikan.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan bersama Komisi X DPR RI di Kupang.

Ia menyebut kondisi geografis NTT sebagai provinsi kepulauan menjadi tantangan utama pemerataan layanan pendidikan.

Gubernur juga menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi fokus, bukan sekadar capaian angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Selain itu, ia menyoroti kondisi perpustakaan daerah yang belum memadai serta pentingnya pelestarian budaya sebagai penggerak ekonomi.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani, mengungkapkan kesenjangan pendidikan di NTT masih cukup tinggi.

Data 2025 menunjukkan rata-rata lama sekolah masih di bawah nasional, sementara kemampuan literasi dasar siswa juga menjadi perhatian.

Komisi X menyatakan komitmennya mengawal program strategis pendidikan, termasuk revitalisasi sekolah, pengelolaan DAK, hingga sistem penerimaan murid baru.

Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, berharap dukungan konkret pemerintah pusat, terutama terkait peningkatan sarana pendidikan dan kesejahteraan guru.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat juga menyerahkan DAK Non Fisik Pendidikan 2026 untuk NTT sebesar Rp1,06 triliun. *




Inspektorat Kupang Luruskan Informasi Temuan BPK Rp40 Miliar yang Beredar di Media Sosial

Kupang, nwartapedia.com  —  Beredarnya unggahan dari akun Facebook NUSA Cendana ID yang menyebutkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan NTT atas pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Kupang tahun 2005–2026 mencapai Rp40 miliar, dinilai tidak utuh dan berpotensi menyesatkan publik.

Inspektur Inspektorat Kota Kupang, Frengky Amalo, menegaskan bahwa angka yang beredar tersebut merupakan akumulasi temuan selama 21 tahun, bukan kondisi terkini yang belum ditindaklanjuti.

“Informasi yang beredar tidak lengkap karena tidak menjelaskan bahwa angka Rp40 miliar itu merupakan total akumulatif sejak 2005 hingga 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp21 miliar telah selesai ditindaklanjuti, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian dan pengembalian,” jelasnya pada Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, mekanisme penyelesaian temuan BPK telah diatur secara jelas dalam regulasi, di antaranya Peraturan BPK Nomor 2 Tahun 2017 dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004.

Dalam ketentuan tersebut, lanjut Frengky, sisa temuan tidak serta-merta hilang, melainkan tetap tercatat dan wajib ditindaklanjuti.

Namun, dalam kondisi tertentu, sebagian temuan dapat diusulkan untuk penghapusan (status 4), misalnya jika pihak yang bertanggung jawab telah meninggal dunia, dinyatakan pailit, atau tidak diketahui lagi domisilinya.

Pemerintah Kota Kupang melalui Inspektorat menegaskan komitmennya untuk terus menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK secara bertahap dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta memastikan keakuratan data sebelum menyebarluaskannya, guna menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan berbagai pihak. *




Hadapi Era Digital, Disdikbud Kupang Bekali Guru SD dengan Bimtek IT

Kupang, nwartapedia.com  — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi (IT) bagi guru kelas jenjang Sekolah Dasar (SD) negeri se-Kota Kupang, Rabu 22/4/2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22 hingga 24 April 2026 ini digelar di Hotel Pelangi, Kota Kupang, dan diikuti oleh 37 guru kelas dari berbagai SD negeri di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Ernest Ludji menegaskan pentingnya penguasaan teknologi oleh para guru di tengah perkembangan pendidikan di era digital.

Menurutnya, transformasi pendidikan menuntut para pendidik untuk mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran di kelas.

“Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Guru harus mampu beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya agar proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ketua panitia kegiatan, Meriana Kadiwano, http://S.Pd, menjelaskan bahwa bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis IT.

“Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan berbagai platform digital, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” kata Meriana.

Selama pelaksanaan bimtek, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber, yakni Yurmida Kadja, http://S.Pd dari TK Dian Harapan Kupang, Apriana Do Lalu, http://S.Pd dari SD Kristen Lentera Kupang, serta Yane Mira Kore, http://S.Th dari Yayasan Citra Bina Mandiri Kupang.

Materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan media pembelajaran digital, strategi pembelajaran interaktif berbasis IT, serta pengembangan konten ajar yang menarik dan adaptif bagi siswa sekolah dasar.

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya di jenjang sekolah dasar, seiring dengan tuntutan digitalisasi pendidikan yang terus berkemban. (goe)




Penguatan Sinergi Gereja dan Pemerintah, Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang Terima Pin SMGM

Kupang, nwartapedia.com  —  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, dan Wali Kota Kupang, Cristian Widodo, menerima penyematan Pin Sahabat Monsinyur Gabriel Manek dari Komunitas Sahabat Monsinyur Gabriel Manek sebagai bentuk penghargaan sekaligus penguatan kolaborasi pelayanan iman dan sosial kemasyarakatan di daerah.

Penyematan pin kepada Gubernur NTT dilakukan oleh Romo RD Longginus Bone selaku Moderator SMGM di ruang kerja gubernur, Rabu (22/4/2026), dengan dihadiri jajaran pengurus SMGM Keuskupan Agung Kupang.

Adapun penyematan kepada Wali Kota Kupang telah dilaksanakan sehari sebelumnya di rumah jabatan wali kota oleh tim pengurus SMGM.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, pengurus SMGM juga melakukan kunjungan ke Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang untuk menyampaikan eksistensi, visi, dan program kerja komunitas sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor.

Selain itu, audiensi juga telah dilakukan dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT.

Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan strategi membangun kemitraan yang konstruktif antara komunitas umat dan pemerintah.

“Kami berupaya menghadirkan nilai keteladanan Monsinyur Gabriel Manek dalam kehidupan sosial dan pelayanan Gereja. Untuk itu, kami juga mengundang Bapak Gubernur dan Wali Kota bersama keluarga untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-9 SMGM,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-9 SMGM dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 pukul 17.00 Wita di Aula Keuskupan Agung Kupang, dan akan dipimpin oleh Hironimus Pakaenoni.

Pada kesempatan tersebut, pengurus SMGM turut menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur NTT untuk mendukung serta menghadiri Musyawarah Nasional–Internasional (Munas) SMGM ke-IV yang direncanakan digelar di Kota Kupang pada Agustus 2027.

Sedikitnya empat tokoh publik telah dikunjungi guna dimintai kesediaan sebagai pelindung kehormatan dalam agenda tersebut.

Penasehat SMGM Pusat, Anton Bele, menegaskan bahwa dukungan pemerintah memiliki peran strategis dalam memperluas dampak pelayanan komunitas berbasis iman.

“SMGM tidak hanya bergerak dalam ranah spiritual, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah menjadi kunci untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan para pemimpin daerah sebagai pelindung kehormatan akan memberikan penguatan moral sekaligus dukungan strategis bagi suksesnya pelaksanaan Munas-Internasional SMGM ke-IV.

Melalui penyematan pin tersebut, SMGM berharap terbangun kolaborasi yang semakin solid antara Gereja dan pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban di Nusa Tenggara Timur.  (goe)




Filmon Loasana Gelar Pengobatan Gratis dan Bagi Kacamata untuk Warga Manulai 2

Kupang, nwartapedia.com  –  Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang juga Ketua DPD PSI Kota Kupang, Filmon Loasana, menggelar kegiatan bakti sosial berupa pengobatan umum dan pembagian kacamata baca gratis bagi warga RT 19 RW 07, Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari puluhan warga, khususnya kalangan lanjut usia (lansia).

Sejak pagi hari, warga sudah memadati lokasi untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan sekaligus mendapatkan kacamata baca gratis.

Setelah menjalani pemeriksaan, warga yang membutuhkan langsung diberikan kacamata sesuai dengan ukuran mata masing-masing.

Dalam keterangannya, Filmon Loasana menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan layanan kesehatan dasar hingga ke tingkat lingkungan terkecil, seperti RT dan RW.

“Masih banyak bapak-mama kita yang kesulitan membaca karena tidak memiliki kacamata. Padahal kebutuhan mereka sederhana, hanya kacamata baca. Kalau penglihatan sudah jelas, membaca kitab suci maupun koran jadi lebih nyaman. Ini bantuan kecil, tapi dampaknya besar,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Sementara itu, perwakilan warga, Thobias Lay, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Filmon Loasana.

“Atas nama warga RT 19 RW 07, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Filmon. Bantuan pemeriksaan kesehatan dan kacamata gratis ini sangat membantu kami, khususnya orang tua di sini. Semoga kebaikan ini mendapat balasan dari Tuhan,” ungkapnya.

Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjangkau wilayah RT lainnya di Kelurahan Manulai 2.

Menanggapi hal tersebut, Filmon memastikan bahwa program sosial di bidang kesehatan akan terus dilakukan secara bergilir di berbagai wilayah.

“Kesehatan masyarakat adalah prioritas. PSI akan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat momentum pemilu, tetapi sebagai bagian dari pelayanan nyata,” tegasnya *




SDN Fatukoa Gelar Try Out Berbasis Komputer, Siapkan Siswa Hadapi Ujian Sekolah Mei

Kupang, nwartapedia.com  —  SD Negeri Fatukoa, Kota Kupang, terus mematangkan persiapan menghadapi ujian sekolah yang akan digelar pada Mei 2026 dengan menyelenggarakan try out berbasis komputer.

Kegiatan ini didukung ketersediaan 38 unit komputer milik sekolah yang dalam dua tahun terakhir memungkinkan pelaksanaan ujian secara mandiri.

Kepala SDN Fatukoa, Der Yulianus Kore, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026), mengatakan bahwa kesiapan sarana prasarana menjadi modal penting dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di sekolah tersebut.

“Puji Tuhan, sudah dua tahun ini kami bisa melaksanakan kegiatan berbasis komputer secara mandiri. Sebelumnya kami harus meminjam peralatan dari sekolah lain dengan konsekuensi biaya yang cukup besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 ini sebanyak 70 siswa mengikuti try out berbasis komputer yang dijadwalkan berlangsung pada 27 dan 28 April.

Kegiatan ini bertujuan mengukur kesiapan siswa sebelum menghadapi ujian sekolah yang sesungguhnya pada Mei mendatang.

Guru kelas, Maksi Misa, menegaskan bahwa para siswa telah melalui berbagai tahapan persiapan.

“Anak-anak sudah melewati proses latihan dan try out, sehingga kami optimistis mereka siap dan mampu mengerjakan soal dengan baik saat ujian sekolah nanti,” katanya.

Materi yang diujikan dalam try out mencakup Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Indonesia, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), dan Pendidikan Agama, sesuai dengan kisi-kisi ujian sekolah.

Sekolah juga menargetkan dapat mempertahankan capaian prestasi tahun sebelumnya, di mana SDN Fatukoa meraih peringkat pertama dengan tingkat kelulusan 100 persen.

Sementara itu, Pengawas SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johni Eduard Rihi, berharap langkah SDN Fatukoa dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan evaluasi.

“Dengan fasilitas yang sudah tersedia, diharapkan sekolah mampu menjaga kualitas pelaksanaan ujian serta terus meningkatkan prestasi siswa,” ujarnya. (goe)




Inspektorat Kota Kupang Periksa Dua Mantan Lurah, Proses Dipercepat untuk Hindari Spekulasi Publik

Kupang, nwartapedia.com — Kepala Inspektorat Daerah Kota Kupang, Frengky Amalo, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap dua mantan lurah, yakni mantan Lurah Tode Kisar Richardson Zacharias Therik dan mantan Plt. Lurah Fontein Ledy Amatae, terkait kasus yang tengah menjadi perhatian publik.

Hal tersebut disampaikan kepada media ini di ruang kerjanya pada Senin (20/4/2026), menyusul arahan Wali Kota Kupang melalui Sekretaris Daerah agar Inspektorat segera menindaklanjuti laporan dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

“Untuk sementara, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, termasuk keluarga dan aparatur di kedua kelurahan yang dinilai mengetahui persoalan ini,” ujar Frengky.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan memanggil kedua mantan lurah tersebut untuk dimintai keterangan secara langsung. Surat panggilan telah disiapkan dan dijadwalkan dalam pekan ini.

“Kami akan memanggil mantan Plt. Lurah Fontein, Ledy Amatae, dan mantan Lurah Tode Kisar, Richardson Zacharias Therik, untuk memberikan klarifikasi. Karena mereka adalah pejabat, maka perlu dimintai keterangan secara resmi,” tegasnya.

Frengky menegaskan bahwa pemeriksaan Inspektorat berfokus pada aspek kedudukan mereka sebagai aparatur pemerintah, khususnya terkait dugaan pelanggaran disiplin dan etika sebagai pejabat publik, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Jika menyangkut dugaan peristiwa pemukulan, itu merupakan delik aduan dan menjadi ranah pribadi atau keluarga. Sementara kami di Inspektorat fokus pada aspek disiplin dan etika sebagai pejabat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses pemeriksaan akan dipercepat guna menghindari berkembangnya opini liar di tengah masyarakat, sekaligus memastikan roda pemerintahan di tingkat kelurahan tetap berjalan dengan baik.

“Pak Wali Kota sangat mendukung percepatan proses ini agar tidak mengganggu penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat di kelurahan,” katanya.

Sebagai langkah awal, kedua pejabat tersebut telah dibebastugaskan sementara dari jabatan mereka, guna menjaga netralitas dan kelancaran proses pemeriksaan.

Dalam prosesnya, Inspektorat tidak hanya memeriksa dua orang tersebut, tetapi juga akan memanggil sejumlah pihak lain yang dianggap mengetahui permasalahan ini.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keterangan yang berimbang dan komprehensif.

“Pemeriksaan ini tidak hanya terfokus pada dua orang. Kami akan memanggil pihak-pihak lain yang dinilai memiliki informasi, agar hasilnya objektif dan dapat dianalisis secara menyeluruh,” pungkas Frengky. (MI)




Inspektorat Kota Kupang Dalami Dugaan Penyelewengan Pajak Reklame, Nilai Capai Ratusan Juta Rupiah

Kupang, nwartapedia.com — Kepala Inspektorat Daerah Kota Kupang, Frengky Amalo, S.Sos., M.Si, angkat bicara terkait dugaan penyelewengan pajak reklame yang terjadi dalam kurun waktu 2020 hingga 2025.

Hal tersebut disampaikannya kepada media ini di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).

Frengky menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap kasus tersebut saat ini telah berjalan dan hampir memasuki tahap akhir.

Ia memperkirakan, proses pemeriksaan beserta penyusunan laporan akan rampung dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan.

“Pemeriksaan sementara sudah dilakukan dan hampir selesai. Kami targetkan satu sampai dua minggu ke depan laporan sudah bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kasus ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan pendapatan daerah yang bersumber dari pajak masyarakat.

Menurutnya, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat harus dikelola secara transparan dan tidak boleh disalahgunakan.

“Ini menyangkut pajak daerah yang dibayar oleh rakyat. Masyarakat tentu tidak ingin pajak mereka disalahgunakan, sehingga harus dikembalikan dalam bentuk pelayanan dan pembangunan,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, nilai dugaan penyelewengan pajak reklame tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 juta. Nilai tersebut merupakan akumulasi dari temuan sejak tahun 2020 hingga 2025.

Terkait sanksi, Frengky menyebut bahwa rekomendasi yang akan diberikan kemungkinan bersifat berat, mengingat adanya indikasi penyalahgunaan kewenangan serta pengelolaan keuangan daerah.

“Pada prinsipnya, jika terbukti ada penyalahgunaan kewenangan dalam pendapatan daerah, maka rekomendasi yang diberikan tentu akan berat. Nantinya keputusan akhir berada pada Wali Kota untuk penjatuhan sanksi,” jelasnya.

Dalam proses pemeriksaan, Inspektorat telah memanggil dan meminta keterangan dari berbagai pihak yang terkait.

Jumlahnya diperkirakan lebih dari 30 orang, termasuk pihak internal perangkat daerah maupun pihak eksternal seperti pelaku usaha.

“Kami memanggil semua pihak yang berkaitan, termasuk dari internal dan pihak luar seperti Alfamart. Semua yang terindikasi terkait, termasuk dugaan transaksi fiktif, akan dimintai keterangan karena saling berkaitan,” ungkapnya.

Meski demikian, Frengky belum dapat memastikan apakah kasus ini akan berlanjut ke ranah pidana.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mendahului hasil akhir pemeriksaan.

“Kami tidak bisa menyimpulkan lebih jauh apakah ini masuk tindak pidana atau tidak. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan. Jika nanti ada perkembangan dari aparat penegak hukum, tentu akan kita ikuti,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa besarnya nilai dugaan penyelewengan membuka kemungkinan adanya potensi pelanggaran hukum yang serius.

“Nilainya cukup besar, sehingga memang ada potensi ke arah pidana. Namun sekali lagi, kita menunggu hasil final pemeriksaan dan rekomendasi resmi,” pungkasnya. (MI)