Pemprov NTT Bentuk Tim Akselerasi Pembangunan, Perkuat PAD dan Penanggulangan Kemiskinan Secara Terpadu

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi membentuk Tim Akselerasi Percepatan Pembangunan Daerah sebagai langkah strategis untuk mempercepat realisasi program prioritas, mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan secara terintegrasi.

Tim tersebut melibatkan lebih dari 250 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai perangkat daerah, guna memastikan koordinasi lintas sektor berjalan efektif dan terarah.

Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT, Lerry Rupidara, dalam konferensi pers bersama awak media di ruang Biro Administrasi Pimpinan, Selasa (28/4/2026).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTT Kanisius Mau, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT Prisila Q. Parera, Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT Beni Menoh, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Lerry menjelaskan, pembentukan tim akselerasi merupakan bagian dari strategi pembangunan daerah periode 2025–2030 yang menitikberatkan pada percepatan pelaksanaan program berdampak langsung bagi masyarakat.

“Tim akselerasi ini dibentuk untuk memastikan program prioritas berjalan lebih cepat, terukur, dan memberikan hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, tim tidak hanya berfungsi mengawal implementasi program, tetapi juga melakukan evaluasi berkala, menyusun rekomendasi kebijakan, serta merumuskan langkah strategis agar pelaksanaan pembangunan lebih efektif di lapangan.

Tim akselerasi dibagi ke dalam sejumlah kelompok kerja, yakni Tim Akselerasi Dasa Cita, Tim Pendataan dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu, Tim Optimalisasi PAD, Tim Penguatan Ekonomi Kerakyatan, serta Tim Transformasi Komunikasi Pemerintah.

Kelompok kerja tersebut mencakup lima sektor utama. Pertama, sektor ekonomi, pangan, industri, energi, dan logistik dengan fokus pada penguatan produksi, distribusi, dan konsumsi. Kedua, pengembangan UMKM, pariwisata, dan ekonomi generasi muda. Ketiga, infrastruktur, kelistrikan, dan energi baru terbarukan. Keempat, pendidikan dan kesehatan. Kelima, transformasi digital, integrasi program, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.

Pada sektor ekonomi kerakyatan, pemerintah menitikberatkan penguatan rantai nilai dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi, akses pembiayaan, distribusi, hingga pemasaran produk lokal.

“Ekonomi NTT harus bertumpu pada ekonomi rakyat, dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Karena itu, intervensi harus dimulai dari produksi hingga pemasaran,” tegas Lerry.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan Provinsi NTT, Beni Menoh, menyampaikan bahwa tim juga memiliki mandat khusus untuk meningkatkan PAD yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Menurutnya, sumber PAD berasal dari empat komponen utama, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta pendapatan sah lainnya.

“Kontributor terbesar PAD masih berasal dari pajak kendaraan bermotor. Karena itu, kami akan mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak serta optimalisasi potensi pajak lainnya,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan retribusi melalui peningkatan kualitas layanan dan identifikasi sumber pendapatan baru. Aset daerah yang belum produktif turut menjadi fokus untuk dimanfaatkan secara maksimal.

“Kita memiliki banyak aset yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ini akan didorong agar memberikan nilai tambah bagi daerah,” tambahnya.

Dalam aspek penanggulangan kemiskinan, tim menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan terintegrasi sebagai dasar penyusunan kebijakan.

Salah satu anggota tim, Yosep, mengatakan bahwa selama ini penanganan kemiskinan sering terkendala akibat ketidaksinkronan data antar sektor.

“Penanggulangan kemiskinan harus berbasis data yang valid dan dilakukan secara terpadu. Tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Di bidang komunikasi publik, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi NTT, Prisila Parera, menjelaskan bahwa tim juga membentuk kelompok kerja penguatan komunikasi pemerintahan guna memastikan seluruh program pemerintah tersampaikan secara luas, terbuka, dan transparan kepada masyarakat.

Kelompok komunikasi tersebut dibagi dalam tiga bidang, yakni pemerintahan, perekonomian dan pembangunan, serta administrasi umum. Fokus utamanya mencakup perencanaan komunikasi, pengelolaan informasi publik, serta pemanfaatan platform digital.

“Kami memanfaatkan berbagai kanal digital seperti YouTube, Instagram, dan Facebook untuk menyampaikan informasi kegiatan pemerintah kepada masyarakat,” jelasnya.

Sejak dibentuk, Tim Akselerasi telah mulai bekerja dengan menelaah berbagai program yang sedang berjalan, mengevaluasi efektivitas pelaksanaan, serta mengidentifikasi kendala di lapangan. Tim juga telah menyiapkan sejumlah rekomendasi perbaikan dan usulan program baru agar pembangunan daerah semakin berdampak nyata.

“Fokus kami bukan hanya menjalankan program, tetapi memastikan setiap kebijakan benar-benar efektif dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkas Lerry.

Pemerintah Provinsi NTT menilai pembentukan Tim Akselerasi ini sebagai langkah penting dalam memperkuat sinergi lintas sektor demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan PAD, serta menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan (MI)




Bobby Lianto Lantik Pengurus KADIN Sabu Raijua, Dorong Investasi dan Pengembangan Sorgum

Sabu, nwartapedia.com – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, secara resmi melantik Jondarius Bentanone sebagai Ketua KADIN Kabupaten Sabu Raijua bersama jajaran pengurus masa bakti 2026–2031, dalam prosesi yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Sabu Raijua, Senin (27/4/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran dunia usaha di Kabupaten Sabu Raijua, sekaligus mendorong sinergi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi lokal.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan yang baru serta menaruh harapan besar terhadap kepemimpinan Jondarius Bentanone.

Menurutnya, Jondarius merupakan figur pengusaha lokal yang tumbuh dari pengalaman panjang di dunia usaha dan memiliki semangat kerja keras yang patut menjadi teladan.

“Saya yakin Bapak Jondarius Bentanone adalah sosok yang lahir dari proses panjang sebagai pelaku usaha. Ini menjadi contoh nyata bahwa ketekunan bisa membawa kesuksesan,” ujar Bobby.

Pada kesempatan itu, KADIN NTT juga menyerahkan bantuan benih sorgum impor dari India sebagai langkah awal pengembangan komoditas alternatif di Kabupaten Sabu Raijua.

Bobby menjelaskan, sorgum memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, terutama jika dikembangkan dengan dukungan pasar industri.

“Kami sedang membuka peluang kerja sama dengan sektor industri pakan. Jika terserap, maka pengembangan sorgum dalam skala luas akan sangat memungkinkan,” jelasnya.

Selain sektor pertanian, KADIN NTT juga memperkenalkan program Perseroan Terbatas (PT) Perorangan dari Kementerian Hukum dan HAM RI sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kami menyediakan 10 kuota PT Perorangan secara gratis untuk pelaku usaha di Sabu, agar mereka bisa naik kelas dan lebih siap masuk pasar formal,” tambahnya.

Ketua KADIN Sabu Raijua yang baru dilantik, Jondarius Bentanone, menyampaikan apresiasi atas dukungan nyata yang diberikan KADIN NTT kepada masyarakat dan pelaku usaha setempat.

“Kami berterima kasih atas bantuan benih sorgum yang sangat bermanfaat bagi para petani. Program PT Perorangan ini juga menjadi peluang besar bagi UMKM untuk berkembang lebih profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Sabu Raijua, Krisman Bernard Riwu Kore, menegaskan pentingnya kehadiran KADIN sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat perekonomian dan membuka peluang investasi.

“Kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha harus terus ditingkatkan. Kami berharap KADIN mampu mendorong investasi dan mengoptimalkan potensi daerah,” tegasnya.

Ia berharap pelantikan pengurus baru menjadi langkah awal membangun perekonomian Sabu Raijua yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi yang berkelanjutan. (MI)




Wali Kota Kupang Tekankan Profesionalisme dan Integritas Saat Lantik Pejabat Baru

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan saat memimpin pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, serta kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Kupang, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, dan menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa jabatan yang dipercayakan kepada setiap aparatur sipil negara bukan sekadar posisi formal dalam struktur birokrasi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

“Jabatan bukan seremoni semata, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” tegas Christian Widodo.

Ia menjelaskan, proses pelantikan pejabat kali ini melalui tahapan yang cukup panjang, termasuk mekanisme administrasi dan pertimbangan teknis dari pemerintah pusat. Jumlah pejabat yang dilantik juga cukup besar, termasuk hampir 60 kepala sekolah.

Menurutnya, pelantikan ini bukan sekadar agenda rutin pemerintahan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen aparatur dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Wali Kota juga mengingatkan bahwa komitmen di awal jabatan harus dibuktikan melalui konsistensi kerja, disiplin, serta kemampuan menghasilkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

“Komitmen mudah disampaikan, tetapi konsistensi dalam bekerja itulah yang menentukan hasil,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan perlunya perubahan pola kerja birokrasi dari pendekatan reaktif menjadi sistematis dan berkelanjutan. Pemerintah, kata dia, tidak boleh hanya menyelesaikan persoalan sesaat, tetapi harus membangun sistem yang mampu mencegah masalah terulang kembali.

“Kita harus meninggalkan pola kerja tambal sulam dan mulai membangun sistem yang kuat serta efektif,” katanya.

Christian Widodo menilai birokrasi yang sehat adalah birokrasi yang tetap berjalan baik meskipun terjadi pergantian kepemimpinan. Karena itu, pembangunan sistem kerja menjadi prioritas utama dalam reformasi pemerintahan Kota Kupang.

Di hadapan para pejabat yang dilantik, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dan menghindari budaya saling menyalahkan dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan.

“Setiap persoalan adalah tanggung jawab bersama. Yang dibutuhkan adalah kerja sama dan solusi, bukan saling menyalahkan,” tegasnya.

Tak hanya itu, Wali Kota turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas sebagai landasan utama dalam pelayanan publik. Menurutnya, integritas tercermin dari sikap jujur dan tetap berbuat benar meskipun tanpa pengawasan.

“Integritas diuji ketika seseorang memiliki kewenangan dan dihadapkan pada berbagai pilihan,” ujarnya.

Ia juga mendorong seluruh pejabat untuk menghadirkan inovasi dalam bidang masing-masing, baik melalui pembenahan pelayanan, percepatan kerja, maupun kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Inovasi tidak selalu harus besar. Langkah kecil yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat juga merupakan kemajuan,” katanya.

Menutup arahannya, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang membutuhkan aparatur yang bekerja dengan sungguh-sungguh, loyal terhadap tugas, serta memiliki semangat melayani masyarakat.

“Saya tidak menuntut kesempurnaan, tetapi saya menuntut kesungguhan dalam bekerja,” pungkasnya.

Melalui pelantikan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap seluruh pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah secara profesional, menjaga kepercayaan publik, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. (MI)




Wali Kota Kupang Resmikan D’Alexa Arena, Siapkan Ruang Prestasi dan Kebangkitan Ekonomi Warga Alak

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka D’Alexa Arena Mini Soccer Field di Penkase, Kecamatan Alak, Senin (27/4/2026).

Kehadiran fasilitas olahraga modern tersebut dinilai bukan sekadar tempat usaha baru, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda serta penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada pengelola, khususnya David dan Yafet Homa, yang telah berinvestasi di Kota Kupang dengan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh manajemen D’Alexa Arena. Kehadiran usaha seperti ini membantu pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Christian Widodo.

Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga memiliki dampak besar bagi kehidupan sosial masyarakat. Selain menjadi pusat aktivitas olahraga, tempat tersebut juga menjadi wadah membangun karakter anak muda melalui nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas.

“Hari ini kita tidak hanya meresmikan sebuah tempat usaha, tetapi meresmikan wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi positif, mengembangkan bakat, dan membentuk mental juara,” katanya.

Christian menilai D’Alexa Arena berpotensi menjadi tempat lahirnya atlet-atlet muda berbakat dari Kota Kupang yang nantinya dapat berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.

“Mungkin dari lapangan ini akan lahir pemain-pemain hebat yang kelak membawa nama Kota Kupang di ajang PON maupun kejuaraan lainnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyinggung momentum perayaan HUT ke-140 Kota Kupang dan 30 tahun otonomi daerah. Ia menegaskan bahwa kemajuan Kota Kupang hari ini merupakan hasil kerja keras para pendahulu dan seluruh masyarakat.

“140 tahun adalah perjalanan panjang yang dibangun dengan pengorbanan, kerja keras, cinta, dan kebersamaan. Karena itu, kemajuan kota ini adalah hasil kontribusi banyak orang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan nasional yang baru diraih Kota Kupang sebagai salah satu kota terbaik di Indonesia berdasarkan sejumlah indikator pembangunan.

“Prestasi ini bukan karena wali kotanya hebat, tetapi karena doa, dukungan, dan kerja sama seluruh masyarakat Kota Kupang,” tegasnya.

Sementara itu, CEO D’Alexa Arena sekaligus Anggota DPRD Kota Kupang, Yafet Homa, mengatakan pembangunan arena olahraga tersebut dilatarbelakangi minimnya fasilitas olahraga representatif di Kota Kupang.

“Kami ingin menyediakan tempat terbaik bagi generasi muda agar mereka punya ruang berlatih, bertanding, dan mengembangkan potensi di bidang olahraga,” ujar Yafet.

Ia menjelaskan, kawasan D’Alexa Arena akan terus dikembangkan dengan tambahan berbagai fasilitas pendukung, termasuk area hiburan dan pusat UMKM agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat sekitar.

“Ini bukan hanya lapangan mini soccer, tetapi kawasan yang akan berkembang menjadi pusat aktivitas olahraga, hiburan, dan ekonomi warga,” jelasnya.

Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas olahraga, serta warga sekitar. Pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Kupang. (MI)




Wali Kota Kupang Resmi Buka Talkshow HKI dan Luncurkan Inovasi Daerah Gelang Nona 2026

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan Talkshow Edukasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Klinik Konsultasi Pendaftaran Hak Cipta, serta peluncuran Inovasi Daerah Gelang Nona Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Senin (27/4/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan, kreativitas, dan gagasan yang lahir dari proses panjang.

“Hari ini kita tidak hanya bicara tentang kekayaan intelektual, tetapi kita sedang bicara tentang kehormatan sebuah ide. Sebab ide tanpa perlindungan akan mudah diambil orang lain,” ujar Christian Widodo.

Menurutnya, setiap karya dan inovasi yang lahir bukan sekadar produk, melainkan bukti perjuangan manusia untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Karena itu, negara harus hadir memberikan perlindungan hukum melalui hak cipta, paten, dan berbagai instrumen HKI lainnya.

Wali Kota juga menekankan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari gagasan besar, namun sering muncul dari ide sederhana yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Inovasi bukan soal seberapa besar idenya, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi banyak orang,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelaku UMKM, akademisi, hingga masyarakat umum untuk berani berinovasi dan menciptakan karya baru demi kemajuan Kota Kupang.

“Masa depan kota ini tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki sekarang, tetapi oleh apa yang bisa kita ciptakan esok hari,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Christian Widodo juga menyampaikan perhatian khusus terhadap peran Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Kupang sebagai motor penggerak inovasi daerah.

Ia berjanji akan menambah dukungan anggaran bagi lembaga tersebut mulai perubahan APBD Tahun 2026.

“Saya ingin Litbang menjadi yang terdepan, karena pembangunan tanpa kajian itu sulit berjalan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan yang juga Kepala Bapelitbangda Kota Kupang, Ir. Solvie Y.H. Lukas, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesadaran hukum masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan pendaftaran hak cipta dan paten atas karya ASN, inventor, inovator daerah, maupun pelaku usaha kreatif di Kota Kupang.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang dan Hari Otonomi Daerah ke-30.

Adapun rangkaian acara meliputi talkshow edukasi HKI, layanan konsultasi dan pendampingan pendaftaran hak cipta serta paten, serta peluncuran resmi Kompetisi Inovasi Daerah Gelang Nona Tahun 2026.

Dengan mengusung tema Melindungi Inovasi, Menguatkan Daya Saing Kreatif, Pemerintah Kota Kupang berharap lahir semakin banyak inovasi daerah yang mampu meningkatkan pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing Kota Kupang ke depan. (MI)




Kota Kupang Jadi Lokasi Uji Publik Pembelajaran STEM Nasional

Kupang,nwartapedia.com  — Kota Kupang dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan uji publik praktik pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kajian nasional pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Melalui Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP), Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kemdikdasmen saat ini tengah menghimpun berbagai masukan dari pemangku kepentingan pendidikan, sekaligus mengidentifikasi praktik baik pembelajaran STEM di satuan pendidikan.

Ketua tim uji publik, Tatik Soroeida, mengatakan masukan dari berbagai pihak sangat penting untuk memastikan kebijakan yang disusun benar-benar responsif terhadap kondisi riil di lapangan.

“Masukan dari berbagai pemangku kepentingan memiliki peranan penting agar kebijakan yang dihasilkan relevan. Selain itu, kami juga mengidentifikasi serta mendokumentasikan praktik baik pembelajaran STEM yang telah diterapkan di satuan pendidikan untuk dapat diadaptasi oleh sekolah lain dengan karakteristik serupa,” ujar Tatik dari Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Uji publik dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/5/2026) pukul 08.30–17.00 WITA di Hotel Harper Kupang.

Kegiatan akan dikemas dalam bentuk diskusi kelompok terpumpun (DKT) yang dibagi ke dalam dua sesi, yakni kelompok kepala sekolah dan kelompok guru.

Pendekatan ini dirancang agar masing-masing peserta dapat menyampaikan pandangan dan pengalaman secara lebih leluasa sesuai peran mereka dalam implementasi pembelajaran STEM.

Dinas Pendidikan Kota Kupang turut dilibatkan dalam kegiatan ini, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari panitia daerah yang bertugas mendukung

kelancaran pelaksanaan di lapangan.
Peserta yang diundang terdiri atas kepala sekolah dan dua guru dari sejumlah SD dan SMP terpilih di Kota Kupang.

Sebelum mengikuti kegiatan, para guru diwajibkan mengisi instrumen pembelajaran STEM secara daring paling lambat 3 Mei 2026.

Selain itu, setiap satuan pendidikan diminta membawa dokumen perencanaan pembelajaran STEM yang telah diterapkan, meliputi instrumen penilaian, rubrik, hasil evaluasi, serta dokumentasi proses pembelajaran.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada Rabu (6/5/2026) ke Sekolah Lentera Harapan Kupang.

Dalam kunjungan tersebut, tim Kemdikdasmen akan mengamati secara langsung penerapan pembelajaran STEM di kelas, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi, termasuk penyesuaiannya dengan konteks lokal.

Tim Kemdikdasmen yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Ihya Ulumuddin, Tatik Soroeida, Voni Damayanti, dan Raisya Rahmatia.

Melalui uji publik ini, pemerintah berharap memperoleh gambaran komprehensif mengenai implementasi pembelajaran STEM di berbagai daerah, sekaligus memperkuat kebijakan pendidikan yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(goe)




Bobby Lianto Hadiri Festival Budaya HUT Kota Kupang, Apresiasi Semangat Keberagaman

Kupang, nwartapedia.com  –  Usai menghadiri dan melantik Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao beserta jajaran pengurusnya, Bobby Lianto langsung kembali ke Kota Kupang untuk mengikuti Pawai Festival Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Kupang ke-140, Sabtu (25/4/2026).

Bobby Lianto yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PSMTI Pusat serta Ketua Dewan Pakar PSMTI Kota Kupang hadir bersama rombongan dalam kegiatan budaya yang dipusatkan di Kota Kupang tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bobby memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang dinilainya berhasil menghadirkan konsep baru melalui pawai budaya dengan menampilkan beragam etnis yang hidup dan berkembang di Kota Kupang.

“Ini sebuah gagasan yang sangat baik. Kita tahu Kota Kupang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama. Festival ini mencerminkan kuatnya toleransi antar etnis dan umat beragama di Kota Kupang,” ujar Bobby Lianto.

Menurutnya, Kota Kupang merupakan miniatur keberagaman di Nusa Tenggara Timur bahkan Indonesia, karena mampu menjaga hubungan harmonis antar masyarakat di tengah perbedaan yang ada.

Ia menilai semangat persatuan dan kebersamaan yang terus dirawat menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan daerah, kesejahteraan masyarakat, serta terciptanya suasana damai di ibu kota Provinsi NTT tersebut.

Bobby juga berharap Festival Budaya seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkenalkan kekayaan budaya Kota Kupang kepada masyarakat luas.

Pada pawai kali ini, PSMTI Kota Kupang yang didominasi para generasi muda turut ambil bagian dengan menampilkan atraksi dua barongsai serta tarian budaya yang memukau para hadirin dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Kupang, Bobby Lianto yang juga Ketua Umum KADIN NTT dijadwalkan kembali melanjutkan agenda organisasi dengan melantik pengurus KADIN Kabupaten Sabu Raijua pada Senin (27/4/2026). (MI)




KADIN NTT dan Rote Ndao Bergerak Cepat Dukung UMKM, Bobby Lianto Promosikan Tari Foti di Arena Pameran

Kupang, nwartapedia.com  –  Usai pelantikan Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao, Simson Polin, jajaran Kamar Dagang dan Industri (KADIN) langsung bergerak cepat menunjukkan komitmen terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan dengan mengunjungi arena pameran UMKM di Lapangan Christian Nehemia Dillak, Rote Ndao, Jumad (24/4/2026).

Kunjungan tersebut dipimpin Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, MM., MBA., bersama Ketua KADIN Rote Ndao, Simson Polin.

Turut mendampingi Direktur Eksekutif KADIN Mercy Siubelan, Bobby Famdale, Christopher Samara, serta pengurus lainnya.

Kehadiran rombongan KADIN disambut antusias para pelaku usaha dan masyarakat yang memadati lokasi pameran.

Selain meninjau stan-stan UMKM, rombongan juga membeli sejumlah produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap hasil karya masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, Bobby Lianto dan Simson Polin juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para pelaku UMKM guna mendengar kebutuhan, tantangan, serta peluang pengembangan usaha di daerah tersebut.

Suasana semakin semarak ketika Ketua KADIN NTT bersama Ketua KADIN Rote Ndao didaulat naik ke atas panggung untuk menarikan Tari Foti, tarian tradisional khas Rote Ndao.

Penampilan keduanya mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang hadir.

Bobby Lianto mengatakan, budaya lokal memiliki nilai strategis yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Ini adalah ciri khas daerah yang harus kita jaga bersama. Saya berharap Tari Foti terus dikembangkan sebagai bagian dari daya tarik pariwisata,” ujarnya.

Sementara itu, Simson Polin menegaskan bahwa KADIN Rote Ndao akan fokus menjadi mitra pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas dan legalitas usaha masyarakat.

Ia menyampaikan, dalam lima tahun ke depan KADIN Rote Ndao menargetkan sedikitnya 10 UMKM dapat difasilitasi menjadi PT Perorangan agar memiliki kekuatan hukum dan akses bisnis yang lebih luas.

“Dalam lima tahun ke depan, KADIN Rote Ndao akan membantu sedikitnya 10 UMKM untuk mendaftar sebagai PT Perorangan, agar mereka bisa naik kelas,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga siap mendorong akses pembiayaan bagi UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), baik melalui Bank Himbara maupun Bank NTT, sehingga pelaku usaha lebih mudah memperoleh modal usaha.

Langkah cepat yang dilakukan usai pelantikan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa KADIN Rote Ndao siap hadir sebagai motor penggerak ekonomi daerah, dengan UMKM sebagai pilar utama pertumbuhan masyarakat. (MI)




Bobby Lianto Lantik Ketua KADIN Rote Ndao, Dorong UMKM dan Pengembangan Sorgum

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, secara resmi melantik Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao, Simson Polin, beserta jajaran pengurus periode 2026–2031 di Hotel New Ricky, Rote Ndao, Jumat (24/4/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Rote Ndao.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto menyampaikan ucapan selamat kepada Simson Polin yang kembali dipercaya memimpin KADIN Rote Ndao untuk periode kedua.

Ia menilai Simson Polin merupakan figur pengusaha yang tumbuh dari bawah dan mampu menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.

“Saya percaya Bapak Simson Polin adalah sosok pengusaha yang dibangun dari kerja keras. Beliau telah membuktikan bahwa usaha yang dirintis dengan sungguh-sungguh dapat berkembang sukses, bahkan dipercaya masyarakat sebagai anggota DPRD Provinsi NTT,” ujar Bobby.

Selain agenda pelantikan, Bobby Lianto juga menyerahkan bantuan benih sorgum asal India untuk dilakukan uji coba penanaman di Kabupaten Rote Ndao.

Menurutnya, sorgum selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas lokal Rote, namun belum dikembangkan secara maksimal dalam skala industri.

“Benih yang kami bawa berasal dari India dan saat ini sudah digunakan sebagai bahan pakan. Kami sedang menjajaki kerja sama dengan pabrik pakan agar sorgum ini dapat diterima industri. Jika itu terwujud, maka peluang penanaman skala besar akan terbuka,” jelasnya.

Ia menambahkan, program tersebut masih berada pada tahap awal dan diharapkan tahun depan kerja sama dengan industri pakan dapat direalisasikan sehingga pengembangan sorgum bisa diperluas.

Tak hanya itu, Bobby juga melakukan sosialisasi program Perseroan Terbatas (PT) Perorangan sebagai bagian dari upaya mendorong pelaku usaha kecil dan menengah naik kelas menjadi lebih profesional.

“Banyak peluang usaha yang mensyaratkan badan hukum PT, misalnya pemasaran di bandara dan kerja sama bisnis lainnya. Karena itu, KADIN NTT menyiapkan 10 PT Perorangan gratis bagi pengusaha di Rote,” katanya.

Sementara itu, Ketua KADIN Rote Ndao, Simson Polin, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan KADIN NTT kepada para petani dan pelaku usaha di daerah tersebut.

“Kami berterima kasih atas bantuan benih sorgum yang sangat bermanfaat bagi petani di Rote. Program PT Perorangan juga sangat membantu pelaku UMKM agar bisa berkembang dan naik ke level yang lebih tinggi,” ungkap Simson.

Ia berharap dukungan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha baru di Kabupaten Rote Ndao.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, menegaskan bahwa KADIN memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.

“KADIN bukan hanya wadah berhimpunnya pelaku usaha, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah. Saya berharap kepengurusan periode 2026–2031 mampu mendorong peningkatan investasi dan mengembangkan potensi unggulan daerah,” ujarnya.

Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, KADIN Rote Ndao dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam membangun ekonomi Rote Ndao yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. (MI)




Ketua Aliansi Masyarakat Adat Abui Aremang Ajak Warga Alor Jaga Kondusivitas Daerah

Kalabahi, nwartapedia.com  – Dinamika politik di Kabupaten Alor belakangan menjadi perhatian publik seiring munculnya berbagai isu terkait tata kelola pemerintahan dan kepemimpinan daerah.

Menyikapi situasi tersebut, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Abui Aremang, Benyamin Alokafani, S.H., mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Menurut Benyamin, kondisi daerah yang aman dan damai menjadi modal utama dalam menjaga keberlangsungan pembangunan serta kehidupan sosial masyarakat di Kabupaten Alor.

“Saya mengajak kita semua, khususnya masyarakat Kabupaten Alor, untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di daerah ini. Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks, terutama yang disebarkan melalui akun-akun palsu di media sosial,” tegas Benyamin Alokafani, Sabtu (25/4/2026).

Ia menilai, masyarakat perlu lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama isu-isu sensitif yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, setiap informasi yang beredar harus terlebih dahulu diverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun konflik sosial.

“Isu-isu yang beredar di media perlu kita filter atau kita saring terlebih dahulu sebelum kita tindak lanjuti. Kita juga perlu menjaga toleransi yang sudah ditanamkan oleh leluhur kita sejak dulu,” ujarnya.

Tokoh muda Abui tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, serta kearifan lokal yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Alor dalam hidup berdampingan.

Selain itu, Benyamin mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap program-program pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kabupaten Alor demi kemajuan daerah.

“Saya juga mengajak masyarakat Kabupaten Alor untuk mendukung program pemerintah Kabupaten Alor yang sementara berjalan. Kalau kita tidak mendukung program pemerintah, maka pembangunan di daerah ini tidak akan berjalan dengan baik,” katanya.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat tetap mengedepankan persatuan dan tidak terpengaruh oleh provokasi yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

Menurut Benyamin, suasana yang kondusif akan memberikan ruang bagi pemerintah untuk bekerja secara maksimal serta memastikan pembangunan di Kabupaten Alor terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat.

Saat ini, berbagai dinamika politik di Kabupaten Alor masih menjadi perhatian publik. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap tenang, menjaga persaudaraan, serta bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan damai. (*)