Wali Kota Kupang Resmikan D’Alexa Arena, Siapkan Ruang Prestasi dan Kebangkitan Ekonomi Warga Alak

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka D’Alexa Arena Mini Soccer Field di Penkase, Kecamatan Alak, Senin (27/4/2026).

Kehadiran fasilitas olahraga modern tersebut dinilai bukan sekadar tempat usaha baru, tetapi juga menjadi ruang pembinaan generasi muda serta penggerak ekonomi masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada pengelola, khususnya David dan Yafet Homa, yang telah berinvestasi di Kota Kupang dengan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh manajemen D’Alexa Arena. Kehadiran usaha seperti ini membantu pemerintah dalam membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Christian Widodo.

Menurutnya, pembangunan fasilitas olahraga memiliki dampak besar bagi kehidupan sosial masyarakat. Selain menjadi pusat aktivitas olahraga, tempat tersebut juga menjadi wadah membangun karakter anak muda melalui nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas.

“Hari ini kita tidak hanya meresmikan sebuah tempat usaha, tetapi meresmikan wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi positif, mengembangkan bakat, dan membentuk mental juara,” katanya.

Christian menilai D’Alexa Arena berpotensi menjadi tempat lahirnya atlet-atlet muda berbakat dari Kota Kupang yang nantinya dapat berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.

“Mungkin dari lapangan ini akan lahir pemain-pemain hebat yang kelak membawa nama Kota Kupang di ajang PON maupun kejuaraan lainnya,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menyinggung momentum perayaan HUT ke-140 Kota Kupang dan 30 tahun otonomi daerah. Ia menegaskan bahwa kemajuan Kota Kupang hari ini merupakan hasil kerja keras para pendahulu dan seluruh masyarakat.

“140 tahun adalah perjalanan panjang yang dibangun dengan pengorbanan, kerja keras, cinta, dan kebersamaan. Karena itu, kemajuan kota ini adalah hasil kontribusi banyak orang,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan nasional yang baru diraih Kota Kupang sebagai salah satu kota terbaik di Indonesia berdasarkan sejumlah indikator pembangunan.

“Prestasi ini bukan karena wali kotanya hebat, tetapi karena doa, dukungan, dan kerja sama seluruh masyarakat Kota Kupang,” tegasnya.

Sementara itu, CEO D’Alexa Arena sekaligus Anggota DPRD Kota Kupang, Yafet Homa, mengatakan pembangunan arena olahraga tersebut dilatarbelakangi minimnya fasilitas olahraga representatif di Kota Kupang.

“Kami ingin menyediakan tempat terbaik bagi generasi muda agar mereka punya ruang berlatih, bertanding, dan mengembangkan potensi di bidang olahraga,” ujar Yafet.

Ia menjelaskan, kawasan D’Alexa Arena akan terus dikembangkan dengan tambahan berbagai fasilitas pendukung, termasuk area hiburan dan pusat UMKM agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat sekitar.

“Ini bukan hanya lapangan mini soccer, tetapi kawasan yang akan berkembang menjadi pusat aktivitas olahraga, hiburan, dan ekonomi warga,” jelasnya.

Acara peresmian berlangsung meriah dan dihadiri tokoh masyarakat, pelaku usaha, komunitas olahraga, serta warga sekitar. Pembukaan ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wali Kota Kupang. (MI)




Wali Kota Kupang Resmi Buka Talkshow HKI dan Luncurkan Inovasi Daerah Gelang Nona 2026

Kupang, nwartapedia.com  –  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan Talkshow Edukasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Klinik Konsultasi Pendaftaran Hak Cipta, serta peluncuran Inovasi Daerah Gelang Nona Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Senin (27/4/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual merupakan bentuk penghargaan terhadap perjuangan, kreativitas, dan gagasan yang lahir dari proses panjang.

“Hari ini kita tidak hanya bicara tentang kekayaan intelektual, tetapi kita sedang bicara tentang kehormatan sebuah ide. Sebab ide tanpa perlindungan akan mudah diambil orang lain,” ujar Christian Widodo.

Menurutnya, setiap karya dan inovasi yang lahir bukan sekadar produk, melainkan bukti perjuangan manusia untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Karena itu, negara harus hadir memberikan perlindungan hukum melalui hak cipta, paten, dan berbagai instrumen HKI lainnya.

Wali Kota juga menekankan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari gagasan besar, namun sering muncul dari ide sederhana yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Inovasi bukan soal seberapa besar idenya, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi banyak orang,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN), pelaku UMKM, akademisi, hingga masyarakat umum untuk berani berinovasi dan menciptakan karya baru demi kemajuan Kota Kupang.

“Masa depan kota ini tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki sekarang, tetapi oleh apa yang bisa kita ciptakan esok hari,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Christian Widodo juga menyampaikan perhatian khusus terhadap peran Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Kupang sebagai motor penggerak inovasi daerah.

Ia berjanji akan menambah dukungan anggaran bagi lembaga tersebut mulai perubahan APBD Tahun 2026.

“Saya ingin Litbang menjadi yang terdepan, karena pembangunan tanpa kajian itu sulit berjalan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan yang juga Kepala Bapelitbangda Kota Kupang, Ir. Solvie Y.H. Lukas, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi dan kesadaran hukum masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kekayaan intelektual.

Selain itu, kegiatan ini juga mendorong peningkatan pendaftaran hak cipta dan paten atas karya ASN, inventor, inovator daerah, maupun pelaku usaha kreatif di Kota Kupang.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang dan Hari Otonomi Daerah ke-30.

Adapun rangkaian acara meliputi talkshow edukasi HKI, layanan konsultasi dan pendampingan pendaftaran hak cipta serta paten, serta peluncuran resmi Kompetisi Inovasi Daerah Gelang Nona Tahun 2026.

Dengan mengusung tema Melindungi Inovasi, Menguatkan Daya Saing Kreatif, Pemerintah Kota Kupang berharap lahir semakin banyak inovasi daerah yang mampu meningkatkan pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan daya saing Kota Kupang ke depan. (MI)




Kota Kupang Jadi Lokasi Uji Publik Pembelajaran STEM Nasional

Kupang,nwartapedia.com  — Kota Kupang dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan uji publik praktik pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen).

Kegiatan ini menjadi bagian dari kajian nasional pemerintah dalam menyempurnakan kebijakan pendidikan agar lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Melalui Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP), Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kemdikdasmen saat ini tengah menghimpun berbagai masukan dari pemangku kepentingan pendidikan, sekaligus mengidentifikasi praktik baik pembelajaran STEM di satuan pendidikan.

Ketua tim uji publik, Tatik Soroeida, mengatakan masukan dari berbagai pihak sangat penting untuk memastikan kebijakan yang disusun benar-benar responsif terhadap kondisi riil di lapangan.

“Masukan dari berbagai pemangku kepentingan memiliki peranan penting agar kebijakan yang dihasilkan relevan. Selain itu, kami juga mengidentifikasi serta mendokumentasikan praktik baik pembelajaran STEM yang telah diterapkan di satuan pendidikan untuk dapat diadaptasi oleh sekolah lain dengan karakteristik serupa,” ujar Tatik dari Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Uji publik dijadwalkan berlangsung pada Selasa (5/5/2026) pukul 08.30–17.00 WITA di Hotel Harper Kupang.

Kegiatan akan dikemas dalam bentuk diskusi kelompok terpumpun (DKT) yang dibagi ke dalam dua sesi, yakni kelompok kepala sekolah dan kelompok guru.

Pendekatan ini dirancang agar masing-masing peserta dapat menyampaikan pandangan dan pengalaman secara lebih leluasa sesuai peran mereka dalam implementasi pembelajaran STEM.

Dinas Pendidikan Kota Kupang turut dilibatkan dalam kegiatan ini, tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari panitia daerah yang bertugas mendukung

kelancaran pelaksanaan di lapangan.
Peserta yang diundang terdiri atas kepala sekolah dan dua guru dari sejumlah SD dan SMP terpilih di Kota Kupang.

Sebelum mengikuti kegiatan, para guru diwajibkan mengisi instrumen pembelajaran STEM secara daring paling lambat 3 Mei 2026.

Selain itu, setiap satuan pendidikan diminta membawa dokumen perencanaan pembelajaran STEM yang telah diterapkan, meliputi instrumen penilaian, rubrik, hasil evaluasi, serta dokumentasi proses pembelajaran.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada Rabu (6/5/2026) ke Sekolah Lentera Harapan Kupang.

Dalam kunjungan tersebut, tim Kemdikdasmen akan mengamati secara langsung penerapan pembelajaran STEM di kelas, mulai dari tahap perencanaan hingga evaluasi, termasuk penyesuaiannya dengan konteks lokal.

Tim Kemdikdasmen yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Ihya Ulumuddin, Tatik Soroeida, Voni Damayanti, dan Raisya Rahmatia.

Melalui uji publik ini, pemerintah berharap memperoleh gambaran komprehensif mengenai implementasi pembelajaran STEM di berbagai daerah, sekaligus memperkuat kebijakan pendidikan yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
(goe)




Bobby Lianto Hadiri Festival Budaya HUT Kota Kupang, Apresiasi Semangat Keberagaman

Kupang, nwartapedia.com  –  Usai menghadiri dan melantik Ketua KADIN Kabupaten Rote Ndao beserta jajaran pengurusnya, Bobby Lianto langsung kembali ke Kota Kupang untuk mengikuti Pawai Festival Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kota Kupang ke-140, Sabtu (25/4/2026).

Bobby Lianto yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PSMTI Pusat serta Ketua Dewan Pakar PSMTI Kota Kupang hadir bersama rombongan dalam kegiatan budaya yang dipusatkan di Kota Kupang tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bobby memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang dinilainya berhasil menghadirkan konsep baru melalui pawai budaya dengan menampilkan beragam etnis yang hidup dan berkembang di Kota Kupang.

“Ini sebuah gagasan yang sangat baik. Kita tahu Kota Kupang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama. Festival ini mencerminkan kuatnya toleransi antar etnis dan umat beragama di Kota Kupang,” ujar Bobby Lianto.

Menurutnya, Kota Kupang merupakan miniatur keberagaman di Nusa Tenggara Timur bahkan Indonesia, karena mampu menjaga hubungan harmonis antar masyarakat di tengah perbedaan yang ada.

Ia menilai semangat persatuan dan kebersamaan yang terus dirawat menjadi modal penting dalam mendorong kemajuan daerah, kesejahteraan masyarakat, serta terciptanya suasana damai di ibu kota Provinsi NTT tersebut.

Bobby juga berharap Festival Budaya seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkenalkan kekayaan budaya Kota Kupang kepada masyarakat luas.

Pada pawai kali ini, PSMTI Kota Kupang yang didominasi para generasi muda turut ambil bagian dengan menampilkan atraksi dua barongsai serta tarian budaya yang memukau para hadirin dan masyarakat yang memadati lokasi acara. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari penonton.

Usai mengikuti rangkaian kegiatan di Kota Kupang, Bobby Lianto yang juga Ketua Umum KADIN NTT dijadwalkan kembali melanjutkan agenda organisasi dengan melantik pengurus KADIN Kabupaten Sabu Raijua pada Senin (27/4/2026). (MI)