Wali Kota Kupang Kukuhkan Bunda Literasi, Perkuat Gerakan Membaca Sejak Dini

Kupang, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Hal itu disampaikannya saat mengukuhkan Widya Cahya dalam kegiatan kampanye Gerakan Gemar Membaca di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (22/4).

Menurutnya, penguatan budaya literasi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak belajar.

Peran orang tua dinilai sangat menentukan dalam menumbuhkan minat baca melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Tidak harus satu buku sehari, satu halaman pun cukup. Yang penting dilakukan secara rutin agar membaca menjadi kebiasaan yang menyenangkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Kota Kupang, Petty Mardina Pratami Ly, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran keluarga dalam pendidikan anak serta mendorong gerakan literasi hingga ke tingkat rumah tangga.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan lomba bercerita yang diikuti 42 anak PAUD sebagai sarana melatih keberanian, kemampuan komunikasi, dan imajinasi anak sejak dini.

Pemerintah Kota Kupang berharap melalui pengukuhan Bunda Literasi dan berbagai kegiatan yang dilakukan, budaya membaca dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, guna membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. *




Penampilan Memukau Siswa SMAN 1 Amarasi Barat Warnai FLS3N Kupang Barat

Kupang, nwartapedia.com  —  Siswa SMAN 1 Amarasi Barat menunjukkan kualitas dan kepercayaan diri dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMA se-Kabupaten Kupang yang berlangsung di SMAN 2 Kupang Barat pada Kamis (23/4/2026).

Sekolah tersebut mengikutsertakan peserta dalam sejumlah cabang lomba, meliputi solo vokal oleh Dian Yolita Lawa, cipta dan baca puisi oleh Aizarah H. Paru, tari kreasi oleh Wiwelsia S.D. Mau bersama Melania Y. Kapitan, serta debat Bahasa Indonesia oleh Lutgardis Sengi, Ahyandi A. Tiran, dan Kendi G.L. Ora.

Penampilan pada cabang solo vokal dan debat Bahasa Indonesia yang telah digelar mendapat apresiasi, dengan para peserta tampil percaya diri dan mampu bersaing secara kompetitif.

Khusus solo vokal, siswa SMAN 1 Amarasi Barat dinilai tampil memukau di atas panggung.

Kegiatan FLS3N dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambrosius Kodo, yang menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah pembinaan karakter dan pengembangan potensi siswa.

“FLS3N menjadi ruang untuk mengasah bakat, melatih tanggung jawab, membangun kerja sama, serta menumbuhkan sikap saling menghargai di antara peserta didik,” ujarnya.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang, Simon Gasang, bersama jajaran pengawas dan perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Pihak sekolah berharap keikutsertaan dalam FLS3N mampu memperkuat mental, karakter, serta menggali bakat dan minat siswa secara optimal.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam pembinaan siswa.

“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga terbentuk karakter, mental yang kuat, serta mampu mengembangkan bakat dan minat mereka secara maksimal,” ujarnya.

FLS3N tingkat Kabupaten Kupang dijadwalkan berakhir pada Jumat (24/4/2026) dengan agenda penutupan resmi. (MI)




Wawali Kupang Buka Jambore Pramuka, Tekankan Pembinaan Karakter Generasi Muda

Kupang, nwartapedia.com — Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, secara resmi membuka kegiatan Jambore Pramuka tingkat Kota Kupang yang digelar pada 23–25 April 2026 di Bumi Perkemahan Fatubena.

Kegiatan Jambore Cabang VI ini diikuti oleh 27 gugus depan se-Kota Kupang, dengan total 430 peserta, didampingi 52 pembina, serta didukung 75 panitia dan 17 peninjau.

Ketua panitia, Dedi Wangge, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema “Dari Perkemahan Kita Bangun Gotokumpat sebagai Rumah Besar Kita Bersama”, yang mencerminkan semangat kebersamaan, toleransi, dan pembentukan karakter generasi muda.

“Jambore ini menjadi ruang strategis untuk membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah Pramuka NTT, Pieter Manuk, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap Gerakan Pramuka, termasuk penyediaan lahan bumi perkemahan seluas delapan hektare yang dinilai sangat potensial untuk kegiatan tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Serena Francis menegaskan bahwa jambore bukan sekadar kegiatan perkemahan, melainkan sarana pembinaan mental, kedisiplinan, kerja sama, dan kemampuan komunikasi generasi muda.

“Kegiatan ini penting untuk menanamkan nilai kemandirian, ketangguhan, serta semangat kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa tema jambore selaras dengan kondisi Kota Kupang yang majemuk, sehingga nilai persaudaraan dan gotong royong perlu terus diperkuat.

Pembukaan kegiatan diawali dengan prosesi adat Natoni, dilanjutkan tarian tradisional Timor oleh siswa SDN Fatubena, serta pengibaran bendera Kwartir Cabang yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota sebagai pembina upacara.

Pemerintah Kota Kupang berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing di masa depan. (goe)




Gubernur NTT Soroti Akses Pendidikan dan Literasi dalam Rapat dengan Komisi X DPR RI

Kupang, nwartapedia.com  — Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan masih adanya berbagai persoalan mendasar di sektor pendidikan, mulai dari keterbatasan akses, sarana prasarana, hingga biaya pendidikan.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan bersama Komisi X DPR RI di Kupang.

Ia menyebut kondisi geografis NTT sebagai provinsi kepulauan menjadi tantangan utama pemerataan layanan pendidikan.

Gubernur juga menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia harus menjadi fokus, bukan sekadar capaian angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Selain itu, ia menyoroti kondisi perpustakaan daerah yang belum memadai serta pentingnya pelestarian budaya sebagai penggerak ekonomi.

Di sisi lain, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hardian Irfani, mengungkapkan kesenjangan pendidikan di NTT masih cukup tinggi.

Data 2025 menunjukkan rata-rata lama sekolah masih di bawah nasional, sementara kemampuan literasi dasar siswa juga menjadi perhatian.

Komisi X menyatakan komitmennya mengawal program strategis pendidikan, termasuk revitalisasi sekolah, pengelolaan DAK, hingga sistem penerimaan murid baru.

Wakil Gubernur NTT, Johanis Asadoma, berharap dukungan konkret pemerintah pusat, terutama terkait peningkatan sarana pendidikan dan kesejahteraan guru.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat juga menyerahkan DAK Non Fisik Pendidikan 2026 untuk NTT sebesar Rp1,06 triliun. *




Inspektorat Kupang Luruskan Informasi Temuan BPK Rp40 Miliar yang Beredar di Media Sosial

Kupang, nwartapedia.com  —  Beredarnya unggahan dari akun Facebook NUSA Cendana ID yang menyebutkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan NTT atas pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Kupang tahun 2005–2026 mencapai Rp40 miliar, dinilai tidak utuh dan berpotensi menyesatkan publik.

Inspektur Inspektorat Kota Kupang, Frengky Amalo, menegaskan bahwa angka yang beredar tersebut merupakan akumulasi temuan selama 21 tahun, bukan kondisi terkini yang belum ditindaklanjuti.

“Informasi yang beredar tidak lengkap karena tidak menjelaskan bahwa angka Rp40 miliar itu merupakan total akumulatif sejak 2005 hingga 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp21 miliar telah selesai ditindaklanjuti, sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian dan pengembalian,” jelasnya pada Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, mekanisme penyelesaian temuan BPK telah diatur secara jelas dalam regulasi, di antaranya Peraturan BPK Nomor 2 Tahun 2017 dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004.

Dalam ketentuan tersebut, lanjut Frengky, sisa temuan tidak serta-merta hilang, melainkan tetap tercatat dan wajib ditindaklanjuti.

Namun, dalam kondisi tertentu, sebagian temuan dapat diusulkan untuk penghapusan (status 4), misalnya jika pihak yang bertanggung jawab telah meninggal dunia, dinyatakan pailit, atau tidak diketahui lagi domisilinya.

Pemerintah Kota Kupang melalui Inspektorat menegaskan komitmennya untuk terus menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK secara bertahap dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta memastikan keakuratan data sebelum menyebarluaskannya, guna menghindari kesalahpahaman yang dapat merugikan berbagai pihak. *




Hadapi Era Digital, Disdikbud Kupang Bekali Guru SD dengan Bimtek IT

Kupang, nwartapedia.com  — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi (IT) bagi guru kelas jenjang Sekolah Dasar (SD) negeri se-Kota Kupang, Rabu 22/4/2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 22 hingga 24 April 2026 ini digelar di Hotel Pelangi, Kota Kupang, dan diikuti oleh 37 guru kelas dari berbagai SD negeri di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Ernest Ludji menegaskan pentingnya penguasaan teknologi oleh para guru di tengah perkembangan pendidikan di era digital.

Menurutnya, transformasi pendidikan menuntut para pendidik untuk mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran di kelas.

“Pemanfaatan teknologi informasi dalam pembelajaran bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Guru harus mampu beradaptasi dan meningkatkan kompetensinya agar proses belajar mengajar menjadi lebih efektif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ketua panitia kegiatan, Meriana Kadiwano, http://S.Pd, menjelaskan bahwa bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis IT.

“Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan mampu mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dengan memanfaatkan berbagai platform digital, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah,” kata Meriana.

Selama pelaksanaan bimtek, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber, yakni Yurmida Kadja, http://S.Pd dari TK Dian Harapan Kupang, Apriana Do Lalu, http://S.Pd dari SD Kristen Lentera Kupang, serta Yane Mira Kore, http://S.Th dari Yayasan Citra Bina Mandiri Kupang.

Materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan media pembelajaran digital, strategi pembelajaran interaktif berbasis IT, serta pengembangan konten ajar yang menarik dan adaptif bagi siswa sekolah dasar.

Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, khususnya di jenjang sekolah dasar, seiring dengan tuntutan digitalisasi pendidikan yang terus berkemban. (goe)




Penguatan Sinergi Gereja dan Pemerintah, Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang Terima Pin SMGM

Kupang, nwartapedia.com  —  Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, dan Wali Kota Kupang, Cristian Widodo, menerima penyematan Pin Sahabat Monsinyur Gabriel Manek dari Komunitas Sahabat Monsinyur Gabriel Manek sebagai bentuk penghargaan sekaligus penguatan kolaborasi pelayanan iman dan sosial kemasyarakatan di daerah.

Penyematan pin kepada Gubernur NTT dilakukan oleh Romo RD Longginus Bone selaku Moderator SMGM di ruang kerja gubernur, Rabu (22/4/2026), dengan dihadiri jajaran pengurus SMGM Keuskupan Agung Kupang.

Adapun penyematan kepada Wali Kota Kupang telah dilaksanakan sehari sebelumnya di rumah jabatan wali kota oleh tim pengurus SMGM.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, pengurus SMGM juga melakukan kunjungan ke Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kupang untuk menyampaikan eksistensi, visi, dan program kerja komunitas sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi lintas sektor.

Selain itu, audiensi juga telah dilakukan dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT.

Koordinator SMGM Keuskupan Agung Kupang, Adrianus Ceme, menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan strategi membangun kemitraan yang konstruktif antara komunitas umat dan pemerintah.

“Kami berupaya menghadirkan nilai keteladanan Monsinyur Gabriel Manek dalam kehidupan sosial dan pelayanan Gereja. Untuk itu, kami juga mengundang Bapak Gubernur dan Wali Kota bersama keluarga untuk menghadiri perayaan ulang tahun ke-9 SMGM,” ujarnya.

Perayaan HUT ke-9 SMGM dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 pukul 17.00 Wita di Aula Keuskupan Agung Kupang, dan akan dipimpin oleh Hironimus Pakaenoni.

Pada kesempatan tersebut, pengurus SMGM turut menyampaikan undangan resmi kepada Gubernur NTT untuk mendukung serta menghadiri Musyawarah Nasional–Internasional (Munas) SMGM ke-IV yang direncanakan digelar di Kota Kupang pada Agustus 2027.

Sedikitnya empat tokoh publik telah dikunjungi guna dimintai kesediaan sebagai pelindung kehormatan dalam agenda tersebut.

Penasehat SMGM Pusat, Anton Bele, menegaskan bahwa dukungan pemerintah memiliki peran strategis dalam memperluas dampak pelayanan komunitas berbasis iman.

“SMGM tidak hanya bergerak dalam ranah spiritual, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah menjadi kunci untuk memperluas manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan para pemimpin daerah sebagai pelindung kehormatan akan memberikan penguatan moral sekaligus dukungan strategis bagi suksesnya pelaksanaan Munas-Internasional SMGM ke-IV.

Melalui penyematan pin tersebut, SMGM berharap terbangun kolaborasi yang semakin solid antara Gereja dan pemerintah dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, dan berkeadaban di Nusa Tenggara Timur.  (goe)