Akun Palsu Catut Nama Wali Kota Kupang, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kupang, nwartapedia.com  — Masyarakat Kota Kupang diminta untuk lebih waspada terhadap beredarnya akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan Wali Kota Kupang, Christian Widodo.

Akun Facebook tersebut diketahui menggunakan nama dan foto profil Wali Kota untuk menarik perhatian publik.

Akun dimaksud juga mencantumkan nomor kontak +62851-8221-2811 dan aktif menghubungi warga melalui pesan Messenger dengan berbagai pendekatan yang menyesatkan.

Berdasarkan hasil penelusuran bersama Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Kupang, dipastikan bahwa akun media sosial dan nomor telepon tersebut bukan milik Wali Kota Kupang.

Pelaku memanfaatkan identitas pejabat publik untuk membangun kepercayaan, dengan modus menawarkan bantuan atau sedekah untuk pembangunan rumah ibadah di wilayah Kota Kupang.

Praktik ini dinilai berpotensi merugikan masyarakat jika tidak diantisipasi dengan baik.

Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa seluruh informasi yang disampaikan melalui akun tersebut tidak benar dan tidak memiliki kaitan dengan Wali Kota Kupang.

“Kami tegaskan bahwa akun tersebut adalah palsu dan segala bentuk komunikasi yang mengatasnamakan Wali Kota melalui akun tersebut merupakan tindakan penipuan,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan.

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima, terutama yang berasal dari akun tidak resmi.

Warga juga diharapkan lebih bijak dalam menyikapi pesan yang beredar di media sosial serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Pemerintah Kota Kupang kembali mengingatkan bahwa informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi. (MI)




Cricket Kota Kupang Pacu Pembinaan Atlet, Siap Hadapi PON 2028

Kupang, nwartapedia.com — Pengurus Cricket Kota Kupang mulai memantapkan arah pembinaan atlet dengan menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang guna menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Komitmen ini ditegaskan dalam rapat pengurus yang berlangsung pada Selasa (14/4).

Ketua Cricket Kota Kupang, Serena Francis, menekankan bahwa fokus organisasi ke depan tidak hanya sebatas pelantikan kepengurusan, tetapi lebih pada penguatan sistem pembinaan atlet yang terstruktur dan berkelanjutan.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menciptakan atlet yang mampu bersaing di level nasional.

Ia menjelaskan, pembinaan sejak usia dini menjadi prioritas utama. Melalui pendekatan tersebut, potensi atlet muda dapat dikembangkan secara maksimal dengan dukungan program yang jelas dan terarah.

“Ke depan, kita ingin memastikan proses pembinaan berjalan konsisten sejak dini agar atlet yang dihasilkan benar-benar siap menghadapi PON 2028,” ungkap Serena.

Selain itu, Cricket Kota Kupang juga mendorong pengembangan olahraga kriket melalui jalur pendidikan. Sekolah-sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP, akan dijadikan sebagai basis utama dalam menjaring dan membina talenta muda.

Upaya lain yang tak kalah penting adalah penyelenggaraan kompetisi secara rutin.

Kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan pengalaman bertanding atlet sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap olahraga kriket di Kota Kupang.

“Dengan kompetisi yang berkelanjutan, atlet akan semakin terasah kemampuannya. Ini juga menjadi cara efektif untuk memperkenalkan kriket kepada masyarakat luas,” tambahnya.

Serena juga menyoroti komposisi pengurus yang beragam sebagai kekuatan organisasi.

Kolaborasi antara pemuda, pelajar, atlet, dan tokoh berpengalaman diyakini dapat memperkuat pelaksanaan program pembinaan ke depan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Frengky Amalo, memastikan bahwa persiapan pelantikan pengurus yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026 terus berjalan optimal.

Berbagai aspek teknis telah dipersiapkan guna mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

“Seluruh persiapan pelantikan terus kami matangkan. Kami berharap momentum ini menjadi titik awal penguatan pembinaan atlet Cricket Kota Kupang,” ujarnya.

Dengan strategi yang telah disusun, Cricket Kota Kupang optimistis mampu meningkatkan prestasi serta melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing di ajang nasional pada PON 2028. (goe)




Undana dan Yayasan Maringgi Malala Rintis Kampus Pariwisata di Sumba Barat Daya

Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) membuka peluang kolaborasi strategis bersama Yayasan Maringgi Malala dalam upaya menghadirkan perguruan tinggi berbasis pariwisata di Sumba Barat Daya.

Inisiatif ini menjadi langkah konkret untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor pariwisata sekaligus mengangkat potensi unggulan Pulau Sumba.

Audiensi yang berlangsung di Kupang pada Selasa (14/4/2026) tersebut mempertemukan jajaran pimpinan Undana yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, bersama tim Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Dari pihak yayasan hadir langsung Ketua Yayasan Maringgi Malala, Yonatan B. Agu Ate.

Dalam pertemuan itu, pihak Undana menegaskan kesiapan mereka untuk terlibat aktif dalam proses pengembangan institusi, mulai dari pendampingan akademik hingga penguatan sistem pembelajaran.

Dukungan tersebut diharapkan mampu memastikan kualitas pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri pariwisata.

Prof. Annytha menyampaikan bahwa potensi pariwisata di Sumba Barat Daya sangat besar, namun perlu didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan terdidik. Karena itu,

Undana siap mengambil peran dalam memperkuat fondasi akademik, termasuk mendorong pembentukan tim khusus guna mempercepat realisasi program setelah kesepakatan formal ditetapkan.

Di sisi lain, Yonatan B. Agu Ate menyoroti masih rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di wilayah Sumba Barat Daya.

Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar lulusan sekolah kejuruan pariwisata belum melanjutkan ke jenjang universitas, sehingga berdampak pada minimnya tenaga lokal yang mampu bersaing di sektor tersebut.

Menurutnya, kehadiran kampus pariwisata akan membuka akses pendidikan yang lebih dekat dan relevan bagi masyarakat setempat.

Hal ini diharapkan dapat mendorong lahirnya tenaga kerja profesional dari putra daerah yang mampu mengisi peran strategis dalam industri pariwisata.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Undana sebagai kampus yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan pengembangan pendidikan tinggi di bidang pariwisata, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.*