KADIN NTT dan KPP Pratama Kupang Perkuat Sinergi, Dorong Kepatuhan Pajak Pelaku Usaha

Kupang, nwartapedia.com — Upaya memperkuat kepatuhan pajak di kalangan pelaku usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus digalakkan melalui kolaborasi lintas lembaga.

Hal ini tercermin dalam kunjungan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang, Jehuda Bil Jonas Zacharias, ke Kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Perpajakan Ferry Vincentsius serta Direktur Eksekutif Mercy Siubelan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif.

Dalam kesempatan itu, Jehuda yang merupakan putra daerah asal Rote menyampaikan komitmennya untuk membangun kemitraan strategis dengan KADIN NTT.

Ia menilai peran KADIN sangat penting dalam menjangkau pelaku usaha di berbagai sektor guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak.

Menurutnya, transformasi sistem perpajakan yang semakin modern, termasuk penerapan Coretax, menuntut para pelaku usaha untuk terus memperbarui pemahaman mereka terhadap regulasi yang berlaku.

“Kami ingin KADIN menjadi mitra dalam menyosialisasikan kebijakan perpajakan. Perubahan sistem yang semakin maju harus diimbangi dengan pemahaman yang baik dari para wajib pajak,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bobby Lianto menyatakan kesiapan KADIN NTT untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi perpajakan di kalangan pengusaha.

Ia menegaskan bahwa KADIN memiliki jaringan luas yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dan edukasi secara efektif.

“Kami siap menjadi jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha. Edukasi perpajakan sangat penting agar para pengusaha dapat menjalankan kewajibannya dengan benar,” ungkap Bobby.

Lebih lanjut, Bobby juga mengundang jajaran KPP Pratama Kupang untuk berpartisipasi dalam kegiatan Musyawarah Kabupaten (Mukab) KADIN yang akan digelar pada 24 April 2026 di Rote.

Kegiatan tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk memberikan sosialisasi langsung kepada pelaku usaha di daerah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara otoritas pajak dan dunia usaha.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah pelaku usaha yang belum sepenuhnya memahami aturan perpajakan, sehingga membutuhkan pendampingan yang intensif.

“Kami berharap ada pembinaan yang konsisten. Dengan pemahaman yang baik, para pengusaha tidak hanya terhindar dari sanksi, tetapi juga dapat berkontribusi lebih optimal bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Melalui sinergi yang terjalin antara KADIN NTT dan KPP Pratama Kupang, diharapkan tingkat kesadaran serta kepatuhan pajak pelaku usaha di NTT terus meningkat, seiring dengan penguatan edukasi dan komunikasi yang berkelanjutan. *




Raih Doktor di Undana, Frans Likadja Tawarkan Solusi Energi untuk Wilayah Kepulauan

Kupang, nwartapedia.com – Program Studi Doktor Ilmu Administrasi FISIP Universitas Nusa Cendana kembali melahirkan doktor baru. Frans J. Likadja resmi dikukuhkan sebagai doktor ke-45 setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Aula FISIP Undana, Senin (13/4/2026).

Dalam disertasinya, Frans mengangkat isu strategis mengenai ketahanan energi di wilayah kepulauan kecil, dengan fokus pada kondisi di Nusa Tenggara Timur yang hingga kini masih menghadapi ketimpangan akses listrik. Ia secara khusus menyoroti Pulau Semau, di mana sebagian masyarakat masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berbiaya tinggi dan berdampak besar terhadap lingkungan.

Sebagai solusi, Frans menawarkan penerapan sistem smart hybrid microgrid berbasis energi surya yang dioperasikan secara paralel dengan PLTD. Sistem ini mampu memproduksi rata-rata 1.800 kWh energi per hari, menghemat penggunaan bahan bakar hingga 540 liter solar, serta berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK).

Menurutnya, inovasi teknologi tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan listrik yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.

Namun demikian, Frans menekankan bahwa keberhasilan transisi energi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Diperlukan kebijakan yang inklusif, tata kelola yang efektif, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap implementasi.

“Transisi energi di wilayah kepulauan harus berbasis pada kebutuhan lokal dan didukung oleh kebijakan yang tepat, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng, memberikan apresiasi atas capaian akademik tersebut.

Ia mengingatkan bahwa gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademis, melainkan amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ilmu yang dimiliki harus memberi manfaat sebesar-besarnya, khususnya bagi masyarakat NTT. Utamakan empati dan pengabdian dalam setiap langkah,” pesannya.

Dengan pengukuhan ini, hasil penelitian Dr. Frans J. Likadja diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan energi terbarukan, terutama di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional, demi mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. *




SMAN 1 Amarasi Barat Jadi Contoh, USBP Dorong Siswa Berpikir Kritis dan Siap Hadapi Masa Depan

Kupang, nwartapedia.com – SMA Negeri 1 Amarasi Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan dengan melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Proyek (USBP) bagi siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026.

Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin (13/4/2026) dan mendapat apresiasi dari pihak pengawas pendidikan sebagai model yang patut dicontoh oleh sekolah lain.

Pembukaan USBP dilakukan oleh Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Simon Gasang, S.Pd., MBA, yang juga bertindak sebagai pengawas pembina.

Dalam arahannya, Simon Gasang menilai SMAN 1 Amarasi Barat telah melangkah lebih maju dengan berani menerapkan sistem evaluasi berbasis proyek yang tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analisis, dan keterampilan komunikasi siswa.

“Sekolah ini sudah dikenal berani memulai sesuatu yang berbeda. USBP adalah pilihan yang tepat karena memberikan makna lebih dalam proses evaluasi. Siswa tidak hanya menjawab soal, tetapi dituntut untuk meneliti, menganalisis, dan menyampaikan hasil pemikirannya secara ilmiah,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pendekatan ini akan sangat membantu siswa ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurutnya, pengalaman menyusun karya tulis dan mempresentasikannya akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tugas akademik seperti skripsi.

“Kalau sejak SMA sudah terbiasa dengan proyek seperti ini, maka saat kuliah nanti mereka tidak akan kesulitan lagi. Ini adalah latihan nyata untuk kehidupan akademik dan juga saat kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya keberanian dalam menyampaikan pendapat.

“Jangan takut saat presentasi. Tunjukkan kemampuan dan gaya kalian. Argumentasi yang kuat dan berbasis data justru menjadi nilai tambah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., MM, menjelaskan bahwa USBP merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian sebagai satu kesatuan yang utuh.

“Assessment ini menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana keberhasilan proses pendidikan, mulai dari input, proses, hingga output. USBP menjadi tahap akhir yang sangat menentukan dalam mengukur capaian belajar siswa secara menyeluruh,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 136 siswa kelas XII mengikuti USBP tahun ini.

Pelaksanaan ujian dilakukan secara bertahap, di mana setiap harinya sejumlah siswa akan mempresentasikan karya tulis mereka di hadapan penguji, baik dari internal sekolah maupun eksternal.

Menariknya, pihak sekolah juga melibatkan orang tua siswa untuk hadir menyaksikan langsung proses ujian.

Hal ini menjadi bentuk transparansi sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.

USBP di SMAN 1 Amarasi Barat dijadwalkan berlangsung dari 13 hingga 17 April 2026.

Melalui metode ini, siswa diuji tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analisis berbasis data, serta kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.

Dengan pelaksanaan USBP ini, SMAN 1 Amarasi Barat semakin menegaskan posisinya sebagai sekolah yang inovatif dan inspiratif, sekaligus menjadi contoh dalam mendorong lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan sekaligus sebagai penguji eksternal, yakni Mesak Kaseh, S.Pd., MM sebagai Pengawas dan Penguji, Budiyana, S.Pd., MBA sebagai Pengawas dan Penguji dan Nonciana M. Nakmofa, S.Pd., M.Pd sebagai Pengawas dan Penguji. (MI)




Terpisah Tiga Dekade, Alumni SMAN 1 Wolowaru Dipertemukan Kembali Lewat WhatsApp

Ende, nwartapedia.com – Setelah terpisah selama kurang lebih 30 tahun, para alumni SMAN 1 Wolowaru akhirnya kembali terhubung dan berkumpul melalui sebuah grup WhatsApp yang menjadi jembatan silaturahmi lintas waktu.

Momen reuni ini menjadi peristiwa penuh haru dan nostalgia, di mana kenangan masa putih abu-abu kembali hidup di tengah percakapan hangat para alumni.

Grup WhatsApp tersebut menjadi wadah utama untuk menyatukan kembali teman-teman lama yang sempat terputus komunikasi selama puluhan tahun.

Inisiatif ini digagas oleh salah satu alumni, Hadija Remo, yang akrab disapa Isha.

Ia berperan sebagai admin grup yang berhasil mengumpulkan kembali rekan-rekannya dari berbagai daerah untuk saling terhubung dan merencanakan reuni.

Kepada media ini, Isha mengungkapkan bahwa terbentuknya grup tersebut berawal dari rasa rindu yang mendalam terhadap masa-masa SMA.

“Rasa kangen itu muncul begitu saja. Kenangan waktu SMA terasa begitu indah, dan rasanya ingin kembali ke masa itu. Dari situ saya mulai menghubungi teman-teman satu per satu,” ujarnya Senin (13/4/2016).

Menariknya, para alumni yang kini telah tersebar dan tinggal berjauhan di berbagai daerah menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk bisa bertemu kembali.

Kerinduan yang selama ini terpendam akhirnya menemukan ruang untuk terwujud melalui rencana reuni yang tengah dipersiapkan.

Isha juga menambahkan bahwa hingga saat ini masih ada sejumlah teman yang belum bergabung dalam grup WhatsApp tersebut. Namun, pihaknya terus berupaya untuk mencari dan menghubungi mereka agar seluruh alumni dapat kembali terhubung.

“Masih ada teman-teman yang belum masuk grup, tapi kami akan terus mencari dan mengajak mereka agar semuanya bisa bergabung,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, grup tersebut semakin aktif dengan berbagai interaksi yang membangkitkan kenangan lama.

Para anggota saling berbagi cerita kehidupan, kabar terbaru, hingga mengirimkan foto-foto lama sebagai bentuk nostalgia.

Foto-foto kenangan tersebut menjadi pemantik cerita yang mempererat kembali hubungan emosional antar alumni.

Tawa dan kisah masa lalu pun kembali mengalir, seolah menghapus jarak waktu yang telah memisahkan mereka selama puluhan tahun.

Tak hanya sekadar wacana, persiapan reuni pun mulai dimatangkan. Mulai dari penentuan konsep kostum yang akan dikenakan saat reuni, hingga rencana pembuatan lagu mars reuni sebagai simbol kebersamaan, semuanya telah mulai direncanakan oleh para alumni.

Rencana pertemuan ini diharapkan menjadi puncak dari kebersamaan yang kembali terjalin, sekaligus menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan serta mengenang perjalanan hidup yang telah dilalui masing-masing.

Reuni 30 tahun ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi bukti bahwa persahabatan sejati mampu bertahan melampaui waktu, jarak, dan kesibukan hidup. (MI)




Wagub Johni Asadoma Dorong SMK Jadi Motor SDM Pariwisata di Alor

Alor, nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi sebagai fondasi utama dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Alor.

Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke SMK Negeri Kokar yang berlokasi di Desa Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, pada Senin (13/4).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memastikan kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Christina Sirait Asadoma, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT Alfonsus Theodorus, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTT Alexon Lumba, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo.

Rombongan disambut hangat oleh pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, hingga para siswa.

Wagub kemudian meninjau berbagai fasilitas penunjang pembelajaran seperti ruang praktik,

laboratorium komputer, ruang praktik perhotelan, hingga lokasi yang direncanakan untuk pembangunan asrama siswa.

Selain peninjauan, Johni Asadoma juga berdialog langsung dengan para siswa, termasuk memberikan motivasi kepada siswa kelas XII yang tengah mengikuti ujian.

Ia mendorong seluruh siswa untuk mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menurutnya, potensi pariwisata di Kabupaten Alor sangat besar, namun harus diimbangi dengan kualitas SDM yang profesional, terampil, dan memiliki karakter kuat.

“Kita punya kekayaan alam yang luar biasa, tetapi tanpa SDM yang berkualitas, potensi itu tidak akan berkembang maksimal. Pendidikan menjadi kunci agar kalian bisa mandiri, bekerja, dan berkontribusi bagi daerah,” tegasnya.

Dalam arahannya, ia juga membagikan pengalaman hidupnya sebagai inspirasi bagi para siswa, mulai dari perjalanan pendidikan hingga karier di kepolisian dan dunia politik.

Ia menekankan bahwa kesuksesan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, serta rasa percaya diri.

Wagub juga mengingatkan pentingnya membangun jaringan, kemampuan berkolaborasi, serta sikap kreatif dan inovatif.

Khusus bagi siswa jurusan perhotelan, kemampuan komunikasi dinilai menjadi hal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Di akhir arahannya, ia berpesan agar para siswa tetap menjaga kesehatan, menghormati orang tua dan guru, serta selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah meraih cita-cita.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri Kokar menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan pemerintah provinsi.

Ia mengungkapkan bahwa tantangan yang masih dihadapi adalah meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anak.

Kunjungan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, sehingga mampu melahirkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing, khususnya dalam mendukung kemajuan pariwisata di Kabupaten Alor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah dan anggota legislatif, termasuk Anggota DPRD Provinsi NTT Muhammad Ansor, Plt. Asisten II Kabupaten Alor Anderias Blegur, serta jajaran pemerintah daerah dan tenaga pendidik. *