Wali Kota Kupang Desak Ruang Fiskal Lebih Longgar, Isu Belanja Pegawai Mengemuka di Forum Kemendagri

Kupang, nwartapedia.com  — Keterbatasan ruang fiskal dan ketatnya aturan belanja pegawai menjadi sorotan utama dalam rapat koordinasi pengelolaan keuangan daerah yang digelar di Aula Fernandes, Lantai 4 Kantor Gubernur NTT, Selasa (31/3/2026).

Dalam forum yang menghadirkan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan langsung berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, khususnya terkait keterbatasan anggaran di tengah tuntutan peningkatan pelayanan publik.

Menurutnya, kondisi fiskal saat ini membuat daerah berada dalam posisi sulit antara memenuhi kewajiban regulasi dan menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa fleksibilitas kebijakan menjadi kebutuhan mendesak.

“Daerah membutuhkan ruang yang lebih adaptif agar tetap mampu menjalankan fungsi pelayanan secara optimal tanpa mengabaikan aturan yang ada,” ujarnya.

Ia juga menyinggung upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai tidak bisa dilakukan secara instan tanpa dukungan anggaran yang memadai.

Di tengah kebijakan efisiensi, langkah ekspansi pendapatan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang turut menyoroti perlunya perhatian terhadap daerah yang berprestasi, termasuk harapan atas insentif bagi capaian sebagai daerah terbaik TP2DD di wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Papua.

Menanggapi hal tersebut, Agus Fatoni menjelaskan bahwa meskipun regulasi dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 memberikan batasan tegas, pemerintah pusat tetap membuka ruang penyesuaian melalui kebijakan tertentu.

Ia menekankan pentingnya penataan ulang struktur belanja daerah serta optimalisasi sumber pendapatan baru, termasuk melalui digitalisasi sistem keuangan.

“Efisiensi dan inovasi menjadi kunci. Pemerintah daerah perlu memperkuat strategi pendapatan dan memanfaatkan teknologi sebagai penggerak utama,” jelasnya.

Fatoni juga mengapresiasi komitmen kepala daerah di NTT dalam mempertahankan tenaga PPPK sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan publik.

Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menilai solusi atas persoalan fiskal daerah dapat ditempuh melalui kebijakan strategis tanpa harus melalui proses legislasi yang panjang.

Ia mengusulkan adanya diskresi bersama antara kementerian terkait, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PAN-RB, sebagai langkah cepat untuk menjawab kebutuhan daerah.

“Pendekatan kebijakan lintas kementerian menjadi kunci agar daerah tidak terjebak dalam keterbatasan fiskal yang berlarut-larut,” tegasnya.

Gubernur juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk optimalisasi potensi pajak kendaraan bermotor yang dinilai masih belum tergarap maksimal.

Forum tersebut menjadi momentum penting dalam menyuarakan kondisi riil daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan solusi atas tantangan pengelolaan keuangan di tengah dinamika regulasi yang terus berkembang. ***




YJI NTT Gelar Senam Jantung Sehat dan Salurkan Bantuan bagi Pasien Anak dengan Kelainan Jantung

Kupang, nwartapedia.com — Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggelar kegiatan Senam Jantung Sehat yang dirangkaikan dengan aksi sosial berupa penyaluran bantuan YJI Pusat kepada keluarga pasien anak dengan kelainan jantung, Keynandra Yanselino Porwata . 

Kegiatan ini berlangsung di halaman BPR Christa Jaya, Sabtu (4/4/2026).

Ketua YJI Cabang NTT, Ir. Theodorus Widodo, menegaskan bahwa senam jantung sehat merupakan program berbasis ilmiah yang dirancang oleh para ahli kardiologi dan telah diterapkan secara konsisten dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.

“Gerakan dalam senam ini bukan sekadar gerakan fisik senam biasa, tetapi gerakan fisik yang telah melalui kajian medis dan praktik jangka panjang sehingga memberikan manfaat optimal bagi kesehatan jantung,” Ujar Theo Widodo.

Ia menambahkan, kegiatan senam dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu pertama dan ketiga, serta selalu disertai dengan edukasi kesehatan guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah.

Dalam kesempatan tersebut, YJI NTT juga menyalurkan bantuan YJI Pusat kepada keluarga bayi Kinandra Yanselino yang telah menjalani tindakan operasi medis di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta yang difasilitasi Yayasan Jantung Indonesia.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan berkelanjutan bagi pasien dan keluarga.

Theo Widodo turut menyampaikan apresiasi kepada para dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Kardiologi) Kota Kupang juga pengurus YJI NTT yang telah berperan aktif dalam penanganan pasien jantung di NTT, termasuk memfasilitasi rujukan dan pendampingan medis bagi pasien anak.

Pada sesi edukasi, dr. Lowry Yunita Sp.JP menjelaskan bahwa penyakit jantung pada anak terbagi menjadi dua kategori utama, yakni penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung yang didapat.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini melalui pengenalan gejala awal.

“Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain perubahan warna kulit menjadi kebiruan, infeksi saluran pernapasan yang berulang, serta gangguan pertumbuhan seperti berat badan yang tidak meningkat,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan jantung yang tersedia di Kota Kupang mengingat akses layanan spesialis jantung kini semakin luas.

Sementara itu, ibu dari Kinandra Yanselino, Dewi Karibera, menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

Ia mengisahkan perjalanan panjang penanganan medis anaknya sejak lahir hingga menjalani tindakan di Jakarta.

“Dengan dukungan Yayasan Jantung Indonesia, para dokter dan berbagai pihak, anak kami yang waktu itu baru berusia 28 hari bisa mendapatkan penanganan yang diperlukan. Saat ini anak kami sudah berusia 6 bulan dan kondisinya semakin membaik dan masih dalam tahap pemantauan lanjutan oleh dr Lowry,” tuturnya.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen YJI dalam mengintegrasikan upaya promotif, preventif, dan sosial kemanusiaan, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak usia dini. (MI)