Pemkot Kupang Perkuat Dukungan Layanan Haji, Wali Kota Terima Audiensi Kemenhaj

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo menerima audiensi jajaran Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang di ruang kerjanya, Selasa (11/3).

Pertemuan tersebut membahas koordinasi pelayanan ibadah haji serta dukungan Pemerintah Kota Kupang bagi calon jamaah.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang, Marhaban Adhang, menjelaskan bahwa pelayanan administrasi haji dipusatkan di Kupang dan juga melayani jamaah dari sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur seperti Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Rote Ndao.

Saat ini kantor tersebut memiliki sekitar 16 pegawai dengan keterbatasan ruang kerja.

Untuk tahun 2026, jumlah calon jamaah haji asal Kota Kupang tercatat sekitar 151 orang, sementara total jamaah dari wilayah layanan mencapai lebih dari 170 orang.

Para jamaah dijadwalkan berangkat menuju embarkasi pada 10 Mei 2026 sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Christian Widodo menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung penyelenggaraan haji. Pada tahun 2026, Pemkot Kupang telah mengalokasikan bantuan transportasi sebesar Rp500 juta bagi calon jamaah.

Ia juga menyarankan pemeriksaan kesehatan jamaah dilakukan melalui layanan terpadu di rumah sakit agar prosesnya lebih mudah.

Selain itu, pemerintah daerah siap membantu menyediakan aset atau lahan untuk pembangunan kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang di masa depan.

Wali Kota berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pihak Kementerian Haji dan Umrah terus diperkuat guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, khususnya calon jamaah haji Kota Kupang. *




BMKG Kupang: Kemarau 2026 di NTT Berpotensi Datang Lebih Awal, Warga Diminta Waspada Kekeringan

Kupang, nwartapedia.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang memprediksi musim kemarau di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2026 akan datang lebih cepat dibandingkan pola normal tahunan.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Lasiana BMKG Kupang, Rahmatullah Adji, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis klimatologi terbaru, sebagian besar wilayah NTT diperkirakan mulai memasuki periode kemarau sekitar bulan April 2026.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (10/3/2026).

“Berdasarkan prediksi kami, awal musim kemarau di wilayah NTT kemungkinan sudah mulai terjadi sekitar bulan April, yang berarti datang lebih cepat dari kondisi normal,” jelas Adji.

Ia mengungkapkan bahwa karakteristik musim kemarau tahun ini diprediksi juga berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Pada 2026, musim kemarau di NTT diperkirakan memiliki sifat yang relatif lebih kering.

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dan pola angin yang berkembang di wilayah NTT dan sekitarnya.

Selain itu, BMKG juga memantau potensi munculnya fenomena iklim global El Niño pada paruh kedua tahun ini yang berpotensi memperkuat kondisi kering di sejumlah wilayah.

“Pada semester kedua tahun ini terdapat peluang terjadinya fenomena El Niño dengan probabilitas sekitar 50 hingga 60 persen, terutama mulai bulan Juli ke atas,” ungkapnya.

Sementara itu, meskipun musim kemarau diprediksi datang lebih awal, Adji menjelaskan bahwa masih terdapat sebagian kecil wilayah di NTT yang berpotensi mengalami puncak hujan hingga sekitar bulan Juli.

Namun kondisi tersebut diperkirakan hanya terjadi di sekitar dua Zona Musim (ZOM) atau sekitar tujuh persen dari total wilayah NTT.

Dengan adanya prediksi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk mulai melakukan langkah antisipasi, terutama terhadap kemungkinan terjadinya kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Ia menambahkan, informasi prakiraan musim ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi berbagai sektor, khususnya pertanian dan pengelolaan sumber daya air, agar dapat menyesuaikan perencanaan kegiatan menghadapi kondisi iklim yang diperkirakan lebih kering dari biasanya. (MI)




Persatuan Cricket Kota Kupang Matangkan Persiapan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2030

Kupang, nwartapedia.com — Pengurus Persatuan Cricket Kota Kupang menggelar rapat pemantapan persiapan pelantikan kepengurusan periode 2026–2030 yang berlangsung di Aula Inspektorat Kota Kupang lantai 1, Selasa (10/3/2026).

Rapat tersebut dipimpin oleh Frengky Amalo dan dihadiri oleh seluruh perwakilan divisi dalam struktur organisasi Persatuan Cricket Kota Kupang.

Pertemuan ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian persiapan pelantikan dapat berjalan terkoordinasi dan sesuai rencana.

Dalam arahannya, Frengky Amalo menegaskan pentingnya peran aktif setiap pengurus dalam menyukseskan agenda pengukuhan kepengurusan yang dijadwalkan berlangsung pada awal April 2026.

Menurutnya, kegiatan pelantikan nantinya akan melibatkan sekitar 100 undangan dari berbagai unsur di luar jajaran pengurus, sehingga diperlukan kesiapan yang matang dari seluruh panitia dan pengurus.

“Seluruh pengurus diharapkan dapat berperan aktif sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing agar pelaksanaan pelantikan dapat berjalan lancar dan sukses,” ujar Frengky dalam rapat tersebut.

Selain membahas mekanisme pelaksanaan acara, rapat juga menyepakati berbagai kebutuhan teknis yang perlu dipersiapkan, antara lain penyediaan seragam panitia, konsumsi bagi peserta dan tamu undangan, serta kebutuhan publikasi seperti pencetakan spanduk kegiatan.

Sementara itu, Wakil Ketua II Persatuan Cricket Kota Kupang, Eri Laylena, mengingatkan seluruh panitia agar setiap keputusan yang telah disepakati dalam rapat benar-benar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Ia menekankan bahwa koordinasi yang baik dan kesiapan yang matang akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan kegiatan pelantikan.

“Kita berharap semua kesepakatan yang telah dibangun bersama dalam rapat ini dapat dijalankan dengan baik. Persiapan harus dilakukan secara serius dan mantap agar pelantikan nanti berlangsung sukses,” ujarnya.

Rencananya, pelantikan pengurus Persatuan Cricket Kota Kupang periode 2026–2030 akan dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada awal April 2026.

Melalui momentum tersebut, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat pembinaan dan pengembangan olahraga cricket di Kota Kupang, sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet daerah pada berbagai ajang kompetisi di tingkat provinsi maupun nasional. (Goe)




Ratusan Kepala Sekolah di Kota Kupang Ikuti Refleksi dan Evaluasi Tryout TKA

Kupang, nwartapedia.com — Ratusan kepala sekolah jenjang SD/MI dan SMP/MTs se-Kota Kupang mengikuti kegiatan refleksi dan evaluasi pelaksanaan Tryout 1 Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Neo Aston pada Selasa (10/3/2926)

Kegiatan ini menjadi forum bersama untuk meninjau pelaksanaan tryout sekaligus mempersiapkan langkah perbaikan menuju pelaksanaan asesmen akademik yang lebih baik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, mengatakan bahwa tryout merupakan instrumen penting untuk memetakan kemampuan akademik siswa sekaligus mengukur efektivitas proses pembelajaran di sekolah.

Menurutnya, hasil tryout memberikan gambaran awal tentang tingkat penguasaan materi oleh siswa, sehingga dapat menjadi dasar bagi guru dan sekolah dalam melakukan perbaikan strategi pembelajaran.

“Tryout ini bukan hanya menjadi latihan bagi siswa, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk melihat capaian pembelajaran dan menyiapkan langkah-langkah perbaikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa secara umum pelaksanaan Tryout 1 TKA di Kota Kupang berjalan lancar dengan partisipasi aktif dari berbagai sekolah.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperhatikan, seperti kesiapan teknis di beberapa sekolah serta perlunya peningkatan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Fontein 2 Kupang, Yulita Dapa Wungga, yang turut sebagai peserta dalam kegiatan tersebut menilai bahwa forum refleksi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tryout ke depan.

Ia menambahkan, melalui diskusi bersama para kepala sekolah dapat saling berbagi pengalaman dan mencari solusi atas berbagai kendala yang ditemui selama pelaksanaan tryout.

“Dengan evaluasi seperti ini kita bisa melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki, sehingga pelaksanaan tryout berikutnya dapat berlangsung lebih optimal,” katanya.

Melalui kegiatan refleksi ini diharapkan koordinasi antar sekolah dan pemerintah daerah semakin kuat, sehingga pelaksanaan tryout pada tahap berikutnya dapat berjalan lebih efektif serta memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Kupang. *




Undana Gandeng Pakar Jepang Perkuat Diagnostik Rabies di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah strategis dalam menekan penyebaran rabies di Nusa Tenggara Timur melalui kerja sama transfer teknologi bersama pakar internasional. Bersama Center for Animal Disease Control Universitas Miyazaki (CADIC), Jepang, Undana menggelar Rabies Diagnostic Training Program untuk meningkatkan kemampuan deteksi virus rabies pada hewan.

Program pelatihan tersebut resmi dibuka oleh Rektor Undana, Jefri S. Bale, pada Senin (9/3) di Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan Undana (FKKH).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya akademik dalam merespons ancaman rabies sebagai penyakit zoonosis yang berdampak langsung pada kesehatan manusia.

Dekan FKKH Undana, Christina Olly Lada, menegaskan bahwa penguatan kapasitas diagnostik merupakan langkah penting dalam strategi pengendalian rabies di NTT.

“Kami sangat mengapresiasi kontribusi mitra dari Jepang dalam penguatan penelitian kesehatan hewan. Dengan peningkatan kemampuan diagnostik, respons penanganan rabies di lapangan diharapkan menjadi lebih cepat dan akurat,” ujarnya.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pakar dari Jepang, di antaranya Direktur CADIC Universitas Miyazaki Ayako Yoshida, pakar Veterinary Public Health Kentaro Yamada, serta peneliti dari Japan Institute for Health Security, Akitoyo Hotta. Para peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung teknik diagnostik rabies di laboratorium.

Menurut Prof. Yoshida, pengalaman Jepang dalam pengendalian penyakit hewan diharapkan dapat membantu meningkatkan kemampuan para peneliti dan tenaga kesehatan hewan di Indonesia, khususnya di NTT.

Sementara itu, Rektor Undana Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa kolaborasi internasional tersebut harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pelatihan ini bukan sekadar transfer pengetahuan, tetapi komitmen bersama untuk menjawab kebutuhan mendesak masyarakat dalam pengendalian rabies yang masih menjadi tantangan besar di NTT,” tegasnya.

Program pelatihan yang berlangsung hingga 13 Maret 2026 ini juga melibatkan Laboratorium Veteriner Dinas Peternakan Provinsi NTT sebagai mitra praktik. Melalui penguatan kapasitas laboratorium dan sumber daya manusia, Undana diharapkan dapat menjadi pusat rujukan diagnostik rabies guna mendukung terwujudnya NTT bebas rabies di masa mendatang. *




Wagub NTT Dorong Pemda Perkuat Pembiayaan BPJS dan Perlindungan Pekerja Rentan

Kupang, nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johanis Asadoma, membuka rapat koordinasi Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten/kota se-NTT untuk membahas alokasi anggaran iuran BPJS bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), serta penguatan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan tahun 2026.

Rapat yang berlangsung di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT, Senin (9/3), dihadiri para sekretaris daerah kabupaten/kota, perangkat daerah terkait, serta perwakilan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Wilibrodus Wora, menjelaskan bahwa rakor tersebut bertujuan menyinkronkan data kepesertaan serta memastikan alokasi anggaran iuran BPJS dalam APBD dan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Dalam arahannya, Wagub Johanis Asadoma menegaskan bahwa jaminan kesehatan dan perlindungan sosial merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijamin oleh pemerintah.

“Ketika seseorang sakit, itu adalah pertarungan antara hidup dan mati. Karena itu sistem jaminan sosial harus berjalan baik agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota mengalokasikan anggaran iuran BPJS bagi masyarakat serta memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan seperti petani, nelayan, dan pekerja sektor informal.

Melalui rapat koordinasi ini diharapkan tercapai kesepakatan terkait jumlah peserta penerima bantuan iuran serta perlindungan bagi pekerja rentan yang akan menjadi tanggungan pemerintah daerah pada Tahun Anggaran 2026. *




Mudik Lebaran 2026: BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Aktif, Posko dan Layanan Digital Disiagakan

Jakarta, nwartapedia.com – BPJS Kesehatan memastikan pelayanan bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap berjalan optimal selama periode libur dan arus mudik Lebaran 2026.

Berbagai skema layanan disiapkan agar masyarakat tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan maupun layanan administrasi kepesertaan secara mudah, baik secara langsung maupun melalui layanan digital.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa tradisi mudik yang menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia tidak boleh menghambat akses peserta terhadap layanan kesehatan.

Menurutnya, BPJS Kesehatan telah menyiapkan berbagai langkah agar perlindungan kesehatan peserta JKN tetap terjamin di seluruh wilayah Indonesia, termasuk bagi mereka yang sedang melakukan perjalanan ke luar daerah.

“Momentum mudik Lebaran tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Kami memastikan layanan JKN tetap dapat diakses dengan mudah sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan lebih tenang,” ujarnya, Senin (9/3).

Untuk mendukung pelayanan administrasi secara langsung, BPJS Kesehatan tetap membuka layanan di kantor cabang pada tanggal 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga menyiagakan Posko Mudik di sejumlah jalur strategis guna membantu peserta yang membutuhkan informasi maupun bantuan layanan selama perjalanan.
Posko Mudik BPJS Kesehatan akan beroperasi pada 13–16 Maret 2026 di sejumlah titik penting jalur mudik, di antaranya Pelabuhan Merak di Banten, Terminal Pulo Gebang Jakarta Timur, Rest Area Tol 88A Cipularang Purwakarta, Rest Area Tol 166A Cipali Majalengka, Rest Area Tol 429A Ungaran Semarang, Rest Area Tol 519A Masaran Sragen, Terminal Purabaya Sidoarjo, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menjelaskan bahwa selama masa libur Lebaran peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal digital untuk mengakses layanan administrasi kepesertaan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Melalui aplikasi Mobile JKN, peserta dapat melakukan berbagai layanan secara mandiri, mulai dari perubahan data kepesertaan, pemindahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga pengecekan status kepesertaan.

Selain itu, layanan juga dapat diakses melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) di nomor 08118165165 serta Care Center 165.

“Kami mengimbau peserta memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik. Peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal pembayaran yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk membayar iuran maupun melunasi tunggakan,” jelas Akmal.

Sementara itu, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, menegaskan bahwa peserta JKN tetap dapat mengakses pelayanan kesehatan meskipun berada di luar daerah domisili.

Jika fasilitas kesehatan tingkat pertama tempat peserta terdaftar sedang tutup atau peserta berada di luar kota, maka peserta tetap dapat memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan lain yang sedang beroperasi.

Informasi mengenai fasilitas kesehatan yang tetap buka selama periode libur Lebaran dapat diakses melalui aplikasi pencarian fasilitas kesehatan Aplicares.

BPJS Kesehatan juga memastikan keberlanjutan pelayanan bagi peserta dengan penyakit kronis, termasuk peserta Program Rujuk Balik (PRB). Dengan demikian, peserta tetap dapat memperoleh obat-obatan yang dibutuhkan selama menjalani terapi tanpa terganggu oleh periode libur.

Selain itu, BPJS Kesehatan tetap menjamin pelayanan kesehatan bagi peserta yang mengalami kecelakaan lalu lintas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam kasus kecelakaan ganda, biaya pelayanan kesehatan pertama akan ditanggung oleh Jasa Raharja hingga batas maksimal Rp20 juta.

Apabila biaya pelayanan melebihi jumlah tersebut, selisihnya dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan.
Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Bambang Wibowo, menyatakan bahwa rumah sakit di seluruh Indonesia telah mempersiapkan layanan kesehatan bagi peserta JKN selama libur Lebaran.

Menurutnya, rumah sakit tetap beroperasi selama 24 jam dengan memastikan layanan rawat inap, rawat jalan, hingga layanan cuci darah tetap berjalan normal.

Sementara itu, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi, mengingatkan masyarakat untuk memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik agar tidak mengalami kendala administratif saat membutuhkan layanan kesehatan.

Di sisi lain, Kepala Seksi Kumpul, Olah, dan Kaji Data Kecelakaan Lalu Lintas Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia, Sandhi Wiedyanoe, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan analisis lalu lintas menjelang periode mudik Lebaran 2026 untuk memetakan potensi kerawanan kecelakaan selama arus mudik maupun arus balik.

Ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi fisik dan mental selama perjalanan, mengingat faktor kelelahan masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan lalu lintas.

“Pastikan kondisi tubuh tetap prima, beristirahat cukup, dan tetap berhati-hati selama perjalanan agar mudik dapat berlangsung aman dan selamat,” pungkasnya. *




Wali Kota Kupang Buka Pasar Murah Bersubsidi di TDM, Bantu Warga Akses Bahan Pokok Terjangkau

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, secara resmi membuka kegiatan pasar murah bersubsidi yang digelar di Masjid Al Istiqomah Tuak Daun Merah, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kota Kupang, Senin (9/3).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kota Kupang Muhammad Ramli, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Kupang Muhammad MS, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang Ignasius Repelita Lega, para kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, para camat dan lurah, Imam Masjid Al Istiqomah TDM Muhammad Gaus, serta masyarakat Kelurahan TDM dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bank Indonesia, para distributor, serta pelaku usaha yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Terima kasih untuk Dinas Perindag, juga untuk BI, para distributor, dan pelaku usaha yang sudah terlibat. Pasar murah ini adalah bentuk kerja sama kita semua untuk membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berkaitan dengan angka statistik, tetapi berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Inflasi itu bukan sekadar angka statistik. Kita tidak hanya bicara angka inflasi, tetapi bicara harga cabai di pasar, harga beras, harga minyak goreng, dan ketersediaan gula di dapur masyarakat. Jadi bicara inflasi itu bicara tentang isi dapur masyarakat kecil,” tegasnya.

Karena itu, menurutnya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memiliki tanggung jawab moral dalam memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

“TPID ini bukan hanya tim koordinasi buat gagah-gagahan. TPID punya tanggung jawab moral, karena inflasi itu menyangkut ongkos hidup masyarakat kecil. Jadi jangan main-main,” katanya.

Wali Kota juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah merencanakan penyelenggaraan pasar murah di 27 titik yang tersebar di seluruh wilayah kota.

Pada tahap awal, kegiatan tersebut digelar di tiga lokasi dengan memastikan ketersediaan bahan pokok dalam jumlah cukup agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kenaikan harga di pasaran.

“Kita tidak boleh lengah, tapi juga jangan panic buying. Jangan karena takut sesuatu terjadi, lalu kita beli beras banyak-banyak atau menimbun minyak goreng. Ambil sesuai kebutuhan saja,” pesannya.

Dalam pelaksanaan pasar murah kali ini, pemerintah juga menerapkan sistem distribusi yang lebih tertib dengan memanfaatkan pendataan menggunakan fotokopi KTP dan barcode untuk pembelian. Sistem ini diharapkan mampu mengatur antrean secara rapi sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran.

“Sekarang dunia sudah berubah, serba cepat dan serba digital. Kalau dunia sudah berubah ke arah digital, kita juga harus menyesuaikan diri. Karena kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita,” jelasnya.

Selain membahas pengendalian inflasi, Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan Kota Kupang masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia merupakan prestasi bersama yang harus terus dijaga.

“Kalau kita mau jalan cepat, kita bisa jalan sendiri. Tapi kalau mau jalan jauh, kita harus jalan bersama-sama. Kota Kupang ini kita bangun untuk jangka panjang, jadi semua harus berjalan bersama,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menegaskan komitmen pemerintahannya untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Lima tahun ke depan, Pemerintah Kota Kupang bukan lagi berperan sebagai orang yang memerintah, tetapi sebagai orang yang melayani masyarakat,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, ia berharap kegiatan pasar murah tersebut dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita jalankan pasar murah ini dengan baik, sambil terus menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Kupang,” pungkasnya. *




Wali Kota Kupang Terima Audiensi FKUB, Perkuat Komitmen Jaga Kerukunan Umat Beragama

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menerima audiensi pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Kupang (FKUB) di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin (9/3).

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan tokoh lintas agama untuk terus menjaga kerukunan serta memperkuat toleransi di Kota Kupang.

Audiensi tersebut dihadiri Ketua FKUB Kota Kupang, Mercy Paula Pattikawa, bersama Wakil Ketua FKUB Longginus Bone dan Muhammad, Sekretaris FKUB Yosafat Chandradireja, serta sejumlah anggota FKUB lainnya.

Turut mendampingi Wali Kota Kupang dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Kupang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kupang, serta Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kota Kupang.

Dalam audiensi itu, FKUB menyampaikan sejumlah hal strategis yang berkaitan dengan upaya menjaga kerukunan umat beragama di Kota Kupang.

Selain itu, FKUB juga memaparkan rencana pelaksanaan Konsultasi Nasional FKUB tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur yang dijadwalkan berlangsung di Kota Kupang pada Oktober 2026 mendatang, serta menyampaikan kebutuhan dukungan anggaran bagi kegiatan FKUB.

Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Mercy Paula Pattikawa, menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah penting untuk memperkuat koordinasi antara FKUB dan pemerintah daerah dalam menjaga harmoni kehidupan beragama.

Ia juga menyampaikan bahwa Kota Kupang direncanakan menjadi tuan rumah kegiatan Konsultasi Nasional FKUB yang akan menghadirkan perwakilan FKUB dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kami berharap dukungan dari Pemerintah Kota Kupang agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik sekaligus menjadi momentum memperkuat citra Kota Kupang sebagai kota toleransi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kupang Christian Widodo menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang selalu membuka ruang dialog dengan berbagai pihak, termasuk FKUB yang merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama.

“Saya dan seluruh jajaran pemerintah selalu membuka tangan dan hati untuk menerima masukan. FKUB adalah mitra penting pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kota Kupang,” katanya.

Ia menekankan bahwa tujuan utama pemerintah adalah menjaga agar tidak terjadi tindakan yang berpotensi memicu konflik di masyarakat. Karena itu, Kota Kupang harus tetap dipertahankan sebagai kota yang damai, aman, dan penuh toleransi.

Menurutnya, pendekatan dialog dan musyawarah menjadi langkah terbaik dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Semua harus diselesaikan melalui mekanisme dan dialog. Kita duduk bersama, membuka hati, dan mencari jalan terbaik. Jangan sampai persoalan lokal justru memicu ketegangan yang lebih luas,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyatakan dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap berbagai program FKUB yang bertujuan memperkuat kerukunan masyarakat.

Ia juga mendorong FKUB untuk terus melakukan sosialisasi nilai-nilai toleransi kepada generasi muda serta memperkuat program Kampung Kerukunan di berbagai wilayah Kota Kupang.

“Kota Kupang dikenal sebagai kota toleransi. Tugas kita bersama adalah menjaga warisan itu. Kerukunan tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus terus dirawat melalui dialog, pendidikan, dan kerja sama semua pihak,” pungkasnya. *




Hadiri Peletakan Batu Pertama Pastori II GMIT Hosana Sungkaen, Wali Kota Kupang Tegaskan Dukungan bagi Pelayanan Gereja

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Pastori II sekaligus kegiatan tali kasih Jemaat GMIT Hosana Sungkaen, Klasis Kota Kupang Timur, yang berlangsung di gedung ibadah jemaat tersebut pada Senin (9/3).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Mercy Pattikawa, Wakil Ketua Majelis Jemaat GMIT Hosana Sungkaen Ni Suwerti Ralahalo, Anggota DPRD Provinsi NTT Filmon Loasana, Anggota DPRD Kota Kupang Keny Sau, Pelaksana Tugas Camat Maulafa Imanuel Uly, Lurah Naimata Hendrik Banunaek, para majelis jemaat, serta sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa pembangunan rumah pastori tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan fisik semata, tetapi juga sebagai simbol penguatan pelayanan gereja dan wujud kasih serta pengabdian kepada Tuhan dan sesama.

Menurutnya, peletakan batu pertama tersebut menandai dimulainya komitmen pelayanan yang diharapkan membawa manfaat bagi kehidupan jemaat dan masyarakat.

“Rumah pastori ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi simbol dari pondasi pelayanan dan kasih. Momen ini menjadi tanda dimulainya pengabdian dalam pelayanan kepada Tuhan sekaligus pelayanan kepada sesama,” ujar Wali Kota.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang mendukung pembangunan Pastori II sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan gereja agar semakin dekat dengan jemaat dan masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, Wali Kota Kupang menyampaikan komitmennya untuk membantu pembangunan pastori tersebut melalui usulan bantuan sebesar Rp50 juta yang akan diupayakan melalui Anggaran Perubahan Tahun 2026.

Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan serta memperkuat kerukunan hidup antarumat beragama di Kota Kupang.

“Kota Kupang saat ini masuk dalam 10 kota paling toleran di Indonesia dan juga menerima penghargaan sebagai kota damai dan inklusif dari Menteri Dalam Negeri. Karena itu, apa pun agama kita, mari kita bersama-sama menjaga Kota Kupang agar tetap menjadi rumah bersama yang aman dan nyaman bagi semua,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang Timur, Pdt. Mercy Pattikawa, dalam refleksi pelayanannya menyampaikan bahwa pembangunan Pastori II merupakan wujud keberanian iman jemaat di tengah berbagai keterbatasan.

Ia menegaskan bahwa peletakan batu pertama tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan kesaksian iman jemaat tentang kesetiaan dan kepercayaan kepada Tuhan.

“Hari ini kita tidak hanya melakukan seremoni peletakan batu, tetapi kita sedang menuliskan kisah kesetiaan. Di tengah dunia yang sering menghitung untung rugi, jemaat ini justru menghitung berkat dan penyertaan Tuhan,” ungkapnya.

Menurutnya, langkah jemaat membangun pastori tambahan dalam waktu yang relatif singkat menunjukkan semangat pelayanan dan kebersamaan yang hidup dalam persekutuan jemaat.

Pembangunan Pastori II ini diharapkan dapat menjadi rumah pelayanan bagi para hamba Tuhan sekaligus memperkuat kehidupan persekutuan jemaat serta menjadi kesaksian iman bagi generasi mendatang. *