Kludolfus Tuames Pimpin Komite Kerja Sama Pengelolaan DAS Perbatasan RI–Timor Leste di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Kepala BPDAS Benain Noelmin, Kludolfus Tuames, dipercaya memimpin Joint Forestry Working Group Committee tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam proyek pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) lintas batas antara Indonesia dan Timor Leste.

Penunjukan tersebut merupakan hasil kesepakatan berbagai pihak yang terlibat dalam program kerja sama lingkungan, mulai dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga di NTT, kalangan akademisi, hingga organisasi non-pemerintah.

Kludolfus menjelaskan, komite tersebut berperan mengoordinasikan para pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti berbagai isu strategis terkait pengelolaan DAS lintas negara.

Pihak yang terlibat di antaranya Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Belu dan Malaka, akademisi dari Undana dan Politani Kupang, tokoh agama, pakar lingkungan, hingga organisasi masyarakat sipil.

Fokus kerja sama ini mencakup pengelolaan DAS Talau–Loes dan Mota-Masin yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Program pengelolaan DAS lintas batas tersebut direncanakan berlangsung selama lima tahun dan merupakan kelanjutan dari kerja sama kedua negara yang telah dirintis sejak tahun 2015.

Dokumen Rencana Pengelolaan DAS Terpadu sendiri disusun oleh tim gabungan Indonesia–Timor Leste yang dipimpin Luiggimike Riwu-Kaho dan telah ditandatangani pada Februari 2019 di Atambua oleh perwakilan kedua negara.

Kludolfus menegaskan bahwa kerja sama lintas negara sangat penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem DAS yang tidak mengenal batas wilayah administratif.

“Pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara bersama karena bumi ini satu dan menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaganya,” ujarnya. *




Resmikan Kantor Lurah Airnona, Wali Kota Kupang Dorong Pelayanan Publik Lebih Inklusif dan Responsif

Kupang , nwartapedia.com –  Christian Widodo selaku Wali Kota Kupang meresmikan Kantor Lurah Airnona yang baru pada Jumat (13/3). Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan.

Acara yang berlangsung di Kantor Lurah Airnona tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Dapil Kota Kupang Filmon Loasana, Anggota DPRD Kota Kupang Jhoni Luther Sa’u, Ahmad Thalib dan Muhammad Ramli, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, para camat dan lurah, serta tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Airnona.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kantor lurah tidak hanya berfungsi sebagai bangunan administrasi pemerintahan, tetapi juga sebagai tempat masyarakat menyampaikan aspirasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan mereka.

Ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang profesional, cepat, dan berintegritas. Menurutnya, aparatur kelurahan harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat dengan bekerja secara jujur dan bertanggung jawab dalam melayani warga.

Selain meresmikan gedung baru, Wali Kota juga menyampaikan rencana penataan kawasan di sekitar kantor lurah. Pemerintah Kota Kupang berencana memperbaiki kolam yang berada di depan kantor dengan anggaran sekitar Rp500 juta agar kawasan tersebut menjadi ruang publik yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.

Penataan tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk beraktivitas di sekitar lokasi sehingga memberi dampak ekonomi bagi warga setempat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memperkenalkan rencana kebijakan baru yang akan diterapkan mulai tahun 2027, yakni pemberian pagu anggaran sekitar Rp500 juta bagi setiap kelurahan.

Anggaran tersebut nantinya digunakan untuk menjalankan program pembangunan yang diusulkan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.

Wali Kota juga mengapresiasi desain bangunan kantor lurah yang telah dilengkapi fasilitas ramah disabilitas. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan komitmen Kota Kupang untuk menjadi kota yang inklusif dan terbuka bagi semua warga.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Airnona Jami Riwu Hegi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang atas pembangunan kantor lurah yang baru tersebut.

Ia berharap fasilitas ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menjadi tempat yang terbuka bagi penyampaian aspirasi warga.

Peresmian kantor ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan di Kota Kupang, khususnya di wilayah Kelurahan Airnona.*




Hadiri Pentas Seni SDK Don Bosko 3, Wali Kota Kupang Tekankan Pentingnya Kreativitas dan Karakter Anak

Kupang, nwartapedia.com  — Christian Widodo selaku Wali Kota Kupang menghadiri kegiatan Pentas Seni (Pensi) yang diselenggarakan oleh SDK Don Bosko 3 Kupang di Aula Eltari, Jumat (13/3).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu dalam Kreativitas, Berbeda dalam Warna di Panggung Persaudaraan” tersebut menjadi ajang bagi para siswa untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni.

Turut hadir dalam kegiatan itu Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, jajaran anggota DPRD Kota Kupang, Ketua Yayasan Swasti Sari Keuskupan Agung Kupang, Kepala SDK Don Bosko 3 Kupang Sr. Martha Maria Fatima Nabu, RVM., S.Pd., Gr., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, serta para kepala sekolah di Kompleks Merdeka.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, para suster, dan tenaga pendidik yang terus berkomitmen membina generasi muda melalui pendidikan yang berkualitas.

Ia menilai kegiatan pentas seni menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran siswa.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga harus memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta rasa percaya diri.

“Melalui kegiatan seperti ini anak-anak belajar tampil, berani mengekspresikan diri, dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Hal-hal seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Kota Kupang ke depan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dibentuk sejak usia sekolah.

Sementara itu, Gubernur NTT dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membangun fondasi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Menurutnya, banyak tokoh dan pemimpin besar memulai perjalanan mereka dari bangku sekolah dasar.

Pentas seni tersebut menampilkan berbagai pertunjukan dari para siswa, mulai dari tarian, paduan suara, drama, fashion show, modern dance, hingga permainan alat musik yang mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan dan orang tua siswa.

Sebagai penutup acara, pihak sekolah menyerahkan lukisan karya siswa kepada Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan di lingkungan sekolah. *




Imam Muda Keuskupan Agung Kupang, RD Aldy Wungo, Tutup Usia di Jakarta

Kupang, nwartapedia.com , — Kabar duka kembali menyelimuti umat Katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang. Imam muda yang juga menjabat sebagai Prefek Umum SMA Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang, RD Aldy Wungo, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Sint Carolus Borromeus, Jakarta, Jumat (13/3/2026) malam.

Berdasarkan informasi dari pihak Keuskupan Agung Kupang, almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 21.00 WIB setelah beberapa hari dirawat akibat sakit yang dideritanya.

Kepergian RD Aldy Wungo membawa duka mendalam bagi keluarga, para imam, seminaris, serta umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang, khususnya komunitas besar Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang tempat almarhum mengabdikan diri sebagai pembina para calon imam.

Pihak Keuskupan juga menyampaikan bahwa proses pemulangan jenazah dari Jakarta ke Kupang mengalami penyesuaian jadwal.

Pengurusan dokumen karantina serta izin pengangkutan jenazah tidak dapat diselesaikan pada Jumat malam maupun Sabtu oleh pihak bandara, sehingga jenazah baru dijadwalkan diberangkatkan pada Minggu (15/3/2026) dini hari pukul 02.00 WIB menggunakan penerbangan Batik Air.

Jenazah diperkirakan tiba di Bandara El Tari Kupang sekitar pukul 06.00 WITA dan selanjutnya akan disemayamkan di Kapela Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Misa Requiem akan dilaksanakan pada Sabtu (14/3/2026) pukul 17.00 WITA di Kapela Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang. Para imam yang hadir diminta mengenakan kasula ungu sebagai tanda liturgi masa perkabungan.

Keuskupan Agung Kupang menyatakan bahwa informasi mengenai jadwal pemakaman dan rangkaian penghormatan terakhir bagi almarhum akan diumumkan lebih lanjut.

Semasa hidupnya, RD Aldy Wungo dikenal sebagai imam yang penuh dedikasi dalam mendampingi para seminaris. Pelayanannya dalam pembinaan calon imam membuatnya dikenal dekat dengan para siswa maupun sesama imam.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi Gereja Katolik di Nusa Tenggara Timur, khususnya bagi keluarga besar Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang. Umat diajak untuk mendoakan almarhum agar memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan.

Requiescat in Pace. (goe)




Pemkot Kupang Siap Dukung Festival Paskah Pemuda GMIT 2026

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Kupang terhadap pelaksanaan Festival Paskah Pemuda GMIT Tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi panitia festival di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (11/3/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Pemuda Sinode GMIT Erenst Blegur, Pdt. Hery Herewilla, serta panitia Festival Paskah GMIT 2026. Turut mendampingi Wali Kota, Kepala DPMPTSP Kota Kupang Wildrian Ronald Otta dan Kabag Kesra Setda Kota Kupang Djoni Bire.

Wali Kota menyampaikan bahwa pemerintah kota siap berkolaborasi agar rangkaian kegiatan Paskah tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga berpotensi berkembang sebagai agenda wisata rohani di Kota Kupang.

Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret hingga 10 April 2026 dengan sejumlah kegiatan utama seperti prosesi damai, pawai Paskah, Paskah Galilea, serta expo pemuda dan UMKM yang melibatkan ratusan pelaku usaha.

Pemerintah Kota Kupang juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan fasilitas dan koordinasi lintas sektor guna menyukseskan kegiatan tersebut sekaligus mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat. *




Wali Kota Kupang Hadiri Dialog Percepatan Sertifikasi Higiene Sanitasi untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri dialog bersama para Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston Kupang, Kamis (12/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa aspek keamanan dan kebersihan makanan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, makanan yang bergizi harus disertai dengan standar higiene dan sanitasi yang terjamin agar aman dikonsumsi masyarakat, khususnya anak-anak.

Ia juga memaparkan capaian Kota Kupang dalam penerbitan SLHS bagi dapur SPPG. Hingga 11 Maret 2026, dari total 36 SPPG yang ada, sebanyak 34 telah memperoleh sertifikat, sementara dua lainnya masih dalam tahap proses administrasi dan pemeriksaan.

Sementara itu, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah 3 Badan Gizi Nasional, Ranto, menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung pengembangan sumber daya manusia.

Menurutnya, penerapan standar higiene sanitasi menjadi syarat utama dalam operasional setiap SPPG guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat.

Melalui dialog tersebut, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta mempercepat penerbitan SLHS di seluruh SPPG di Provinsi NTT sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih optimal, aman, dan berkualitas. *




Pemkot Kupang Evaluasi Program Stunting, Tekankan Sinergi dan Penguatan Data

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting Tahun 2025 serta Analisis Situasi (Ansit) Aksi Konvergensi Tahun 2026 di Ballroom Hotel Kristal Kupang, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, S.H, ini dihadiri kepala perangkat daerah terkait, para camat, kepala Puskesmas, operator PLKB, serta operator kecamatan dan Puskesmas.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dan berbasis data yang akurat.

Ia juga menekankan pentingnya program dan anggaran yang tepat sasaran bagi ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting.

Selain itu, Sekda mendorong peran aktif OPD dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gizi, pola asuh anak, sanitasi lingkungan, serta perilaku hidup bersih dan sehat.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan hasil Monev Stunting Tahun 2025 oleh Plt. Sekretaris Bappeda Kota Kupang Imelda Fonyke Nange, ST., MT, serta pemaparan skor konvergensi stunting oleh Perencana Ahli Muda Mixon Tamonob, SE.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya memperkuat sinergi lintas sektor serta pemanfaatan data dalam upaya mempercepat penurunan stunting di daerah. *




Kerja Sama PT Klinik Olahraga Kupang dengan STKIP Citra Bakti Ngada Perkuat Pengembangan SDM Olahraga

Kupang, nwartapedia.com – Direktur PT Klinik Olahraga Kupang, Dr. Frans Sales, M.Pd., M.M, menilai kerja sama antara STKIP Citra Bakti Ngada dan PT Klinik Olahraga Kupang sebagai langkah strategis dalam mendorong kemajuan pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia di bidang keolahragaan.

Kepada media ini, Frans Sales menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan momentum penting yang dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan STKIP Citra Bakti Ngada di masa depan.

“Ini merupakan langkah berani dan sangat strategis demi kemajuan masa depan STKIP. Semangat kolaborasi yang dibangun melalui PKS ini menjadi momentum strategis, sekaligus inovasi dan investasi bagi kemajuan STKIP Citra Bakti Ngada,” ujar Frans Sales.

Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) tersebut berlangsung di kantor PT Klinik Olahraga Kupang pada Kamis, 12 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga profesional dalam pengembangan ilmu keolahragaan.

Menurut Frans Sales, kerja sama tersebut juga menjadi spirit bagi PT Klinik Olahraga Kupang untuk terus memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga.

“Kerja sama ini juga menjadi semangat bagi kami di PT Klinik Olahraga Kupang untuk terus melakukan ekspansi dan menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi guna menciptakan SDM tenaga keolahragaan yang berkualitas, profesional, dan berdaya saing global,” tambahnya.

Dari pihak STKIP Citra Bakti Ngada, penandatanganan kerja sama mendapat dukungan dari pimpinan kampus dan yayasan.

Dalam kegiatan tersebut, pihak kampus diwakili oleh dosen Prodi PJKR Obet Kleden, S.Pd., M.Or yang juga sebagai Kepala Pusat Jaminan Mutu dan Akreditasi STKIP Citra Bakti Ngada

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berharap dapat memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pelatihan, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang keolahragaan. (MI)




FPK NTT Gelar Buka Puasa Kebangsaan di Monumen Flobamora

Kupang, nwartapedia.com – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT menggelar kegiatan buka puasa bersama di kawasan Monumen Flobamora Rumah Pancasila, Desa Nitneo, Kabupaten Kupang, Selasa (10/3).

Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan lintas agama sekaligus momentum memperkuat nilai persatuan dan kebangsaan.

Ketua FPK NTT, Ir. Theodorus Widodo, mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut sengaja dilaksanakan di lokasi monumen sebagai bentuk persaudaraan dengan umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadan, sekaligus memanjatkan doa agar pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan.

Acara diawali dengan pengantar dari Ketua FPK NTT, kemudian dipandu oleh Ustaz Mu’alim Chaniago sebagai pembawa acara.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lantunan salawat, tauziah oleh Kiai Pono Musariyokerto , serta dialog kebangsaan sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Dalam dialog tersebut, Theo Widodo sapaan akrabnya menceritakan sejarah lahirnya gagasan pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila. 

Ia menjelaskan bahwa ide pembangunan monumen muncul dari diskusi para pengurus FPK NTT yang ingin menghadirkan simbol nyata penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan ideologi yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Pancasila adalah dasar negara dan perekat bangsa. Karena itu kami di FPK NTT merasa perlu menghadirkan simbol yang mengingatkan bangsa akan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Menurut Theo Widodo, gagasan pembangunan monumen tersebut bermula dari diskusi para pengurus FPK yang menilai bahwa penguatan wawasan kebangsaan tidak cukup hanya dilakukan melalui diskusi, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata.

Bersama sejumlah tokoh FPK seperti Raymundus Lema dan Pius Rengka, mereka kemudian berupaya mencari lokasi yang tepat untuk pembangunan monumen tersebut. 

Namun upaya mencari lahan tidaklah mudah. Akhirnya, Theo Widodo bersama keluarganya memutuskan untuk menghibahkan sebagian lahan miliknya seluas sekitar 5.000 meter persegi yang berada di puncak Desa Nitneo, Kabupaten Kupang, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kota Kupang.

Theo Widodo mengungkapkan, keputusan tersebut juga melalui diskusi bersama keluarga di rumah. Dalam perbincangan tersebut, putranya, dr. Christian Widodo yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Kupang turut memberikan dukungan.

“Dalam diskusi keluarga itu, putra saya dr.Christian Widodo yang saat itu mengatakan bahwa kalau untuk negara, kita harus memberikan yang terbaik,” ungkap Theo Widodo.

Dukungan keluarga tersebut semakin menguatkan keputusannya untuk menghibahkan lahan tersebut demi pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila.

Rencana pembangunan monumen kemudian disampaikan kepada Gubernur Frans Lebu Raya dan ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno. 

Setelah melalui proses pembahasan dan persetujuan, pembangunan monumen dimulai dengan peletakan batu pertama pada tahun 2018.

Namun pembangunan monumen tersebut belum sepenuhnya rampung setelah berakhirnya masa jabatan kepala daerah saat itu.

Aloysius Dando dari Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (Ikebana) selanjutnya menambahkan, harapan untuk melanjutkan pembangunan kembali muncul setelah Gubernur NTT Melkiades Laka Lena bersama Bupati Kupang dan Wali Kota Kupang mengunjungi langsung lokasi pembangunan monumen tersebut.

Menurutnya, ketiga kepala daerah tersebut memiliki komitmen untuk melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan monumen yang diharapkan menjadi ikon baru bagi Kota dan Kabupaten Kupang.

Selain sebagai simbol kebangsaan, Monumen Flobamora Rumah Pancasila juga diyakini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut.

“Selama ini, pertumbuhan ekonomi Kota Kupang dinilai lebih berkembang ke arah timur. Kehadiran monumen di kawasan Nitneo diharapkan mampu membuka pusat aktivitas ekonomi baru di wilayah perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.” Imbuh ketua Banjar Darma Agung Bali Gede Aribawa.

Monumen Flobamora Rumah Pancasila dirancang memiliki tinggi sekitar 40 meter dan berdiri di atas bukit dengan ketinggian sekitar 101 meter di atas permukaan laut, sehingga puncaknya mencapai sekitar 141 meter di atas permukaan laut.

Bangunan ini terdiri dari empat lantai yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti teater, diorama sejarah, perpustakaan, hall, aula pertemuan, ruang rapat, serta fasilitas edukasi kebangsaan lainnya.

Dari puncak monumen yang nantinya dapat diakses menggunakan lift, pengunjung akan dapat menikmati panorama kawasan perairan selatan Kupang hingga gugusan pulau-pulau di sekitarnya.

Bahkan monumen tersebut dapat terlihat dari kejauhan oleh kapal yang melintas di perairan selatan pulau Timor maupun pesawat yang terbang di atas wilayah Kupang.

FPK NTT berharap pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila dapat segera diselesaikan sehingga tidak hanya menjadi simbol persatuan bangsa, tetapi juga menjadi destinasi wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Pemkot Kupang Bahas Usulan Pembangunan dalam Forum Perangkat Daerah RKPD 2027

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menggelar Forum Perangkat Daerah untuk penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Tahun 2027 di Ballroom Hotel Aston Kupang, Selasa (10/3).

Forum yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, ini bertujuan menyelaraskan berbagai usulan pembangunan dari Musrenbang, pokok pikiran DPRD, serta rencana program perangkat daerah agar lebih tepat sasaran.

Sekda menegaskan seluruh perangkat daerah harus serius menyusun perencanaan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, meski di tengah keterbatasan anggaran.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang, Wildrian R. Otta, menjelaskan forum ini merupakan tahapan akhir proses perencanaan partisipatif sebelum dokumen RKPD disusun lebih lanjut.

Tercatat lebih dari seribu usulan pembangunan dari Musrenbang serta 190 pokok pikiran DPRD yang akan dipertajam sesuai prioritas pembangunan di Kupang, termasuk sektor ekonomi, sosial budaya, infrastruktur, serta penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. *