Idul Fitri dalam Kearifan Lokal NTT: Harmoni Iman dan Persaudaraan

Oleh: Heryon Bernard Mbuik

Kupang, nwartapedia.com  — Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi juga sebagai momentum kemanusiaan yang sarat nilai sosial. Dalam konteks masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang plural, Idul Fitri menghadirkan makna yang lebih luas: mempertemukan nilai-nilai iman dengan kearifan lokal yang menjunjung tinggi persaudaraan, solidaritas, dan hidup damai.

Di NTT, semangat “katong basudara” menjadi fondasi kuat dalam kehidupan bersama. Nilai ini membuat Idul Fitri tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman sosial lintas agama.

Tradisi saling mengunjungi, berbagi hidangan, dan menjaga relasi kekeluargaan menunjukkan bahwa perayaan ini telah melampaui batas ritual dan menjelma sebagai ruang perjumpaan kemanusiaan.

Makna teologis Idul Fitri yang menekankan kembali kepada fitrah melalui saling memaafkan menemukan relevansinya dalam kehidupan masyarakat NTT.

Nilai rekonsiliasi ini sejalan dengan semangat kasih dalam berbagai ajaran agama, dan terwujud nyata dalam praktik hidup sehari-hari.

Kehadiran lintas iman dalam perayaan keagamaan menjadi bukti bahwa toleransi di NTT tidak berhenti pada wacana, tetapi hidup dalam tindakan nyata.

Kearifan lokal di NTT juga memainkan peran penting sebagai ruang hidup bagi nilai-nilai spiritual. Budaya tidak hanya menjadi latar, tetapi juga medium di mana nilai-nilai ilahi dihayati dan diwujudkan.

Dalam konteks ini, Idul Fitri menjadi lebih dari sekadar ritus keagamaan; ia menjadi simbol kebersamaan dan perwujudan kasih yang konkret dalam kehidupan sosial.

Namun, tantangan tetap ada. Arus globalisasi dan menguatnya identitas sempit berbasis agama berpotensi menggerus nilai-nilai kebersamaan yang telah lama terbangun.

Karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk terus merawat tradisi persaudaraan ini melalui pendidikan, dialog lintas iman, dan keteladanan para pemimpin.

Pada akhirnya, Idul Fitri di NTT adalah cerminan harmoni antara iman dan budaya. Ia mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan.

Di tengah keberagaman, Idul Fitri hadir sebagai pengingat bahwa kita semua terikat dalam satu keluarga besar keluarga kemanusiaan yang menjunjung tinggi kasih, pengampunan, dan persaudaraan. (MI)




Gubernur NTT Lantik 104 Kepala Sekolah, Tekankan Peran Strategis

Kupang, nwartapedia.com – Emanuel Melkiades Laka Lena melantik 104 Kepala SMA/SMK/SLB lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Rabu (25/3/2026), di Aula El Tari, Kupang.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan amanah strategis dalam menentukan kualitas pendidikan.

Ia meminta para kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu meningkatkan mutu siswa.

Menurutnya, tantangan pendidikan di NTT masih cukup besar, mulai dari kesenjangan mutu hingga rendahnya literasi dan numerasi.

Karena itu, kinerja kepala sekolah harus terukur melalui peningkatan prestasi siswa, penurunan angka putus sekolah, dan kepercayaan masyarakat.

Gubernur juga mendorong pemanfaatan hasil asesmen seperti TKA, penguatan program One School One Product (OSOP), serta kemitraan SMK dengan dunia usaha agar lulusan lebih siap kerja.

Selain itu, ia menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran pendidikan dan memastikan seluruh kepala sekolah bekerja secara transparan dan akuntabel.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Johanis Asadoma bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT. *




IKADA Perkuat Sinergi dengan Wali Kota Kupang Jelang Pelantikan Pengurus Baru

Kupang, nwartapedia.com  — Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang terus memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kota Kupang. Hal ini ditandai dengan audiensi pengurus IKADA bersama Christian Widodo pada Rabu (25/3) di rumah jabatan wali kota.

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua IKADA terpilih periode 2026–2029, Isidorus Lilijawa, yang hadir bersama jajaran pengurus dan tim formatur hasil Musyawarah Besar (Mubes) IKADA. Turut hadir Ketua Tim Formatur Isyak Nuka, anggota dewan pembina Yohanis Tay Ruba, serta sejumlah pengurus lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Isidorus menyampaikan apresiasi atas dukungan Wali Kota Kupang yang mendorong dirinya maju sebagai Ketua IKADA.

Ia menegaskan komitmennya untuk membawa IKADA menjadi organisasi yang kuat melalui kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah.

“Dengan dukungan Pak Wali Kota, kami optimistis IKADA ke depan dapat berjalan dalam semangat kolaboratif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Selain itu, audiensi juga bertujuan menyampaikan rencana pelantikan pengurus IKADA periode 2026–2029 yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Isidorus secara langsung mengundang Wali Kota Kupang untuk hadir.

“Puji Tuhan, Pak Wali Kota menyatakan dukungan penuh dan kesediaannya untuk hadir dalam acara pelantikan nanti,” tambahnya.

Rencananya, pelantikan akan digelar di aula rumah jabatan Wali Kota Kupang.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kppang, Christian Widodo menyambut baik kehadiran pengurus IKADA.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung berbagai paguyuban di Kota Kupang.

“Kami terbuka untuk membangun kolaborasi dengan semua paguyuban, termasuk IKADA. Dukungan pemerintah tidak hanya untuk satu organisasi, tetapi untuk seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Formatur, Isyak Nuka, menjelaskan bahwa IKADA saat ini menaungi 47 paguyuban yang tersebar di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Untuk pelantikan mendatang, panitia menargetkan kehadiran sekitar 300 undangan dari berbagai elemen.

Diketahui, IKADA Kupang memiliki sekitar 900 kepala keluarga sebagai anggota. Di bawah kepemimpinan Isidorus Lilijawa, IKADA mengusung visi “IKADA kuat, kompak dan berdampak” dengan fokus pada pembangunan kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah, swasta, maupun paguyuban lainnya.

“Kami ingin memastikan IKADA hadir dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tutup Isidorus. (MI)




dr. Christian Widodo Hadiri Pemberkatan Makam Leluhur di Maumere, Pererat Nilai Keluarga dan Iman

Maumere, nwartapedia.com  —  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri rangkaian kegiatan keluarga dan keagamaan di Maumere, yang berlangsung sejak Minggu hingga Senin (22–23 Maret 2026).

Perjalanan dimulai pada Minggu (22/3), saat Christian Widodo bersama ayahanda Theo Widodo dan ibunda Theressia Avilla yang lahir di Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur kota Maumere bertolak dari Kupang menuju Maumere bersama keluarga besar.

Keesokan harinya, Senin (23/3), rombongan memulai agenda dengan kunjungan silaturahmi ke Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Usai pertemuan, keluarga melanjutkan kegiatan inti yakni pemberkatan makam leluhur, yakni Opa dan Oma dari Christian Widodo, yang berlokasi di tempat pemakaman Ile Getang, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur kota Maumere.

Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus penguatan nilai-nilai iman dalam keluarga.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, yang sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero. Rombongan diterima langsung oleh Rektor IFTK, Pater Dr.Otto Gusti Madung SVD.

Dalam kesempatan tersebut, pihak kampus memaparkan perkembangan IFTK di bawah kepemimpinan Pater Dr.Otto Gusti Madung, yang kini tidak hanya berfokus pada bidang filsafat dan teologi, tetapi juga telah mengembangkan program studi teknologi kreatif seperti kewirausahaan, desain komunikasi visual (DKV), dan sistem informatika.
Rombongan juga mengunjungi Museum Bikon Blewut yang berada di lingkungan kampus.

Di sana, mereka disambut oleh pimpinan museum yg juga antropolog Pater Laurensius Woda SFil, M.T.TS MA. Museum tersebut dikenal sebagai salah satu museum terbesar di NTT, dengan koleksi ribuan artefak dan fosil bersejarah, termasuk temuan manusia purba Flores serta karya seni bernilai tinggi.

Agenda berlanjut dengan kunjungan ke asrama mahasiswa di Ritapiret. Rombongan diterima hangat oleh RD Mansur Ito dan berkesempatan berdoa di kamar bersejarah yang pernah ditempati Paus Yohanes Paulus II.

Di tempat tersebut juga tersimpan relikwi berupa tetesan darah Paus Yohanes Paulus II yang berkaitan dengan peristiwa penembakan pada 13 Mei 1981 di Lapangan Basilika Santo Petrus, Roma.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi bersama pimpinan IFTK di rektorat, membahas berbagai hal terkait pengembangan pendidikan, nilai kemanusiaan, serta kontribusi generasi muda bagi daerah dan bangsa.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen penghormatan terhadap leluhur, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga, iman, serta jejaring antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Sentuhan Kasih IKBR Kupang Warnai Panti Asuhan dan Pondok pesantren 

Kupang, nwartapedia.com  — Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Ikatan Keluarga Besar Riung (IKBR) Kupang melalui aksi berbagi kasih yang menyasar dua lembaga pengasuhan anak di Kota dan Kabupaten Kupang, Selasa (24/3).

Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi nilai-nilai kemanusiaan dalam menyambut momentum Idul Fitri dan Paskah 2026, dengan menghadirkan bantuan nyata bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian.

Rombongan IKBR dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama mengunjungi Panti Asuhan St. Louis De Monfort di Kelurahan Sikumana. Di tempat ini, puluhan anak dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur dibina dan didampingi oleh para suster dari Kongregasi Putri Reinha Rosari (PRR), mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Kehadiran tim IKBR disambut hangat oleh pimpinan panti, Suster Stanisia, PRR, bersama anak-anak asuh. Bantuan berupa sembako dan kebutuhan harian diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pengasuhan.

Perwakilan IKBR, Bruno Paskalis, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan kasih sederhana dari keluarga besar Riung di Kupang. Ia berharap kehadiran mereka dapat memberi semangat bagi anak-anak panti.

Di sisi lain, tim kedua IKBR bergerak menuju Pondok Pesantren Hidayatullah di Batakte, Kabupaten Kupang. Lembaga pendidikan ini menampung sekitar 100 santri yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu dan berbagai daerah di NTT.

Kedatangan rombongan disambut oleh Nurdin Potok, yang juga memiliki ikatan emosional sebagai bagian dari keluarga Riung.

Ia menilai kunjungan tersebut tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan dukungan moral bagi para pengasuh dan santri.

Dalam kesempatan itu, IKBR menyerahkan bantuan kebutuhan pokok untuk mendukung aktivitas para santri. Selain itu, pertemuan berlangsung hangat sebagai ajang silaturahmi antar sesama warga Riung.

Ketua IKBR Kupang, Dr. Silvester Tena, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membangun solidaritas dan kepedulian sosial.

Menurutnya, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan akan membawa arti besar bagi mereka yang membutuhkan.

Ia juga mengajak seluruh anggota IKBR untuk terus memupuk semangat berbagi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini turut melibatkan para pembina dan anggota IKBR serta mendapat dukungan dari Koperasi Sa’Nai sebagai bagian dari kontribusi internal organisasi.

Melalui aksi ini, IKBR Kupang berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong terus tumbuh, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk saling membantu tanpa memandang latar belakang. (IL)




SK Sekda Ngada Dibatalkan, Pemkab Lakukan Penyesuaian Prosedur Sesuai Aturan

Kupang, nwartapedia.com  —  Pemerintah Kabupaten Ngada resmi membatalkan keputusan pengangkatan Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai bagian dari upaya penyesuaian terhadap ketentuan regulasi yang berlaku dalam tata kelola pemerintahan.

Pembatalan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Bupati Ngada Nomor 172/KEP/HK/2026 tertanggal 16 Maret 2026, yang mencabut keputusan sebelumnya terkait pengangkatan pejabat pimpinan tinggi pratama Sekda Kabupaten Ngada.

Langkah ini diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pelantikan yang berlangsung pada 6 Maret 2026.

Hasilnya menunjukkan adanya tahapan prosedural yang belum terpenuhi, terutama terkait kewajiban koordinasi dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 junto Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020.

Selain itu, aspek administratif berupa masa berlaku pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara juga menjadi perhatian.

Dokumen tersebut diketahui telah melewati masa berlaku sebelum pelantikan dilaksanakan, meskipun kemudian telah diperpanjang.

Melalui koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Ngada dan Pemerintah Provinsi NTT yang berlangsung pada 11 dan 13 Maret 2026, disepakati bahwa pencabutan keputusan menjadi langkah yang tepat untuk menjaga kepastian hukum serta stabilitas pemerintahan daerah.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Ngada akan mengajukan Penjabat Sekda sekaligus tiga nama calon Sekda definitif kepada Gubernur untuk mendapatkan persetujuan sebelum penetapan akhir dilakukan.

Pemerintah Provinsi NTT turut mengapresiasi sikap kooperatif Pemerintah Kabupaten Ngada, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyikapi dinamika ini.

Diharapkan, proses tersebut menjadi pembelajaran penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang taat aturan dan profesional. *




Investasi Tambak Udang di Palakahembi Didukung Tokoh Adat dan Pemerintah Desa

Sumba Timur, nwartapedia.com  – Rencana pengembangan tambak udang terintegrasi di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, mendapat sambutan positif dari tokoh adat dan Pemerintah Desa setempat.

Proyek ini dinilai dapat menjadi peluang baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Kawasan pesisir Palakahembi yang selama ini dikenal memiliki potensi sumber daya alam yang besar kini diproyeksikan menjadi salah satu sentra budidaya udang modern di wilayah Indonesia Timur.

Kehadiran investasi ini diharapkan mampu memperkuat sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Tokoh adat Palakahembi, Kambaru Windi, mengatakan bahwa dukungan masyarakat terhadap pembangunan tambak udang muncul setelah adanya komunikasi dan dialog terbuka antara pemerintah, tokoh adat, dan warga desa.

Menurutnya, masyarakat melihat proyek tersebut sebagai kesempatan untuk memanfaatkan potensi wilayah secara lebih produktif tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur.

Ia juga berharap pembangunan tambak udang dapat membuka lapangan pekerjaan bagi generasi muda sehingga mereka memiliki kesempatan untuk bekerja dan berkembang di kampung halaman sendiri.

Sementara itu, Pemerintah Desa Palakahembi menilai kehadiran investasi ini dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan perekonomian desa.

Selain menciptakan peluang kerja bagi warga, aktivitas tambak udang juga diperkirakan akan mendorong tumbuhnya berbagai usaha masyarakat di sekitar kawasan proyek.

Sejumlah sektor usaha seperti jasa transportasi, penyediaan kebutuhan logistik, hingga usaha kecil lainnya diprediksi akan berkembang seiring dengan aktivitas industri tambak udang.

Selain dampak ekonomi, pembangunan kawasan tambak juga diharapkan mendorong peningkatan infrastruktur desa, termasuk akses jalan, jaringan listrik, serta fasilitas pendukung lainnya yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Dengan adanya dukungan masyarakat adat dan pemerintah desa, Palakahembi diharapkan dapat berkembang menjadi kawasan budidaya udang yang produktif serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sumba Timur. *




SKO Flobamorata Kupang Gelar Laga Internal Cricket untuk Asah Kesiapan Atlet Menuju PON 2028

Kupang, nwartapedia.com — Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) Flobamorata Kupang mulai menggelar pertandingan internal cabang olahraga cricket secara rutin setiap hari Jumat. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan atlet dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Kepala SKO Flobamorata NTT, Hironimus Pati, S.Pd., MM, menjelaskan bahwa pertandingan internal tersebut bertujuan menjaga ritme latihan sekaligus menjadi sarana evaluasi kemampuan para atlet.

Menurutnya, keterbatasan anggaran yang berdampak pada minimnya agenda kompetisi resmi mendorong pihak sekolah bersama para pelatih untuk menciptakan alternatif pembinaan melalui kompetisi internal.

“Meski ada efisiensi anggaran, kami tetap berupaya menjaga kualitas pembinaan atlet. Kompetisi internal menjadi salah satu cara untuk mengukur perkembangan teknik dan mental bertanding para atlet,” ujarnya di Kupang, Sabtu (14/3/2026).

Ia menambahkan bahwa sistem pembinaan di SKO saat ini telah menerapkan pendekatan sport science, sehingga kemampuan atlet perlu dipantau secara berkala melalui simulasi pertandingan.

Sementara itu, pelatih cricket NTT Eri Lay Lena mengatakan bahwa pertandingan internal tersebut juga menjadi bagian dari program persiapan jangka panjang menuju PON 2028.

Menurutnya, setiap Jumat para atlet SKO mengikuti pertandingan atau simulasi permainan cricket yang bertujuan melatih strategi, teknik, serta kesiapan mental saat berada dalam situasi pertandingan.

“Melalui pertandingan rutin ini, para atlet bisa terus mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding agar lebih siap menghadapi kompetisi yang sesungguhnya,” jelasnya.

Program pertandingan internal tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam rapat pengurus cricket NTT yang digelar di Aula SKO NTT pada Kamis (12/3/2026). Para pelatih berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas permainan atlet cricket NTT sehingga mampu bersaing dengan daerah lain pada PON 2028 mendatang. (MI)




Kapela Stasi St. Agustinus Bello Kolhua Luncurkan Website Resmi untuk Pelayanan Digital Umat

Kupang, nwartapedia.com — Kapela Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, Kota Kupang, berencana meluncurkan website resmi kapela pada Minggu (15/3/2026) setelah perayaan misa kedua.

Ketua Stasi Santo Agustinus Bello, Donatus J. Manehat, Sabtu (14/3/2026), mengatakan peluncuran website tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan informasi kepada umat sekaligus memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan menggereja.

“Website ini diharapkan menjadi sarana komunikasi dan informasi bagi umat, khususnya terkait kegiatan pastoral dan pelayanan di stasi,” ujar Donatus.

Ia mengimbau para penasehat, pengurus stasi, ketua wilayah, serta ketua Komunitas Umat Basis (KUB) untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Pasalnya, setelah peluncuran website akan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan bagi para pengurus di tingkat wilayah dan KUB.

Menurut Donatus, pelatihan ini penting agar para pengurus dapat mengelola dan memanfaatkan platform digital tersebut untuk menyebarkan informasi kegiatan umat secara lebih cepat dan efektif.

“Ketua wilayah dan ketua KUB diharapkan hadir atau mengutus perwakilan karena akan ada pelatihan bagi pengguna website,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu penulis di lingkungan Stasi Santo Agustinus Bello, Goris Takene, menilai kehadiran website gereja memiliki peran penting di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini.

Menurutnya, website gereja dapat menjadi sarana strategis dalam mendukung karya pewartaan iman di era digital.

“Website gereja Katolik sangat penting sebagai sarana evangelisasi digital sekaligus pusat informasi seperti jadwal misa, kegiatan pastoral, dan media komunikasi antara paroki dan umat,” kata Goris.

Ia menambahkan, melalui website pelayanan gereja dapat menjangkau umat lebih luas, termasuk membuka ruang bagi kegiatan katekese secara daring serta penyediaan konten rohani yang dapat diakses kapan saja.

Dengan hadirnya website resmi kapela tersebut, pengurus berharap komunikasi pastoral di lingkungan Stasi Santo Agustinus Bello semakin terbuka, cepat, dan mampu menjangkau seluruh umat di berbagai wilayah pelayanan. (goe)




Expo REI NTT 2026 Resmi Dibuka, Dorong Akses Hunian Layak bagi Masyarakat

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung pelaksanaan Expo REI NTT 2026 yang digelar oleh Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (REI) NTT.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTT, Alexander Koro, yang mewakili Gubernur NTT, Sabtu (14/3), di Ramayana Mall Kupang.

Dalam sambutannya, Alexander Koro menyampaikan bahwa pameran perumahan dengan tema “Layanan Rumah Masa Depan, Ingat Rumah Ingat REI” ini diharapkan menjadi ajang promosi sekaligus ruang kolaborasi antara pengembang, lembaga pembiayaan, dan masyarakat yang membutuhkan hunian layak.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat NTT, kami menyampaikan apresiasi kepada DPD REI NTT atas pelaksanaan pameran ini. Kegiatan ini bukan hanya promosi perumahan, tetapi juga menjadi wadah mempertemukan pengembang, perbankan, dan masyarakat yang membutuhkan rumah layak,” ujar Alexander.

Ia menegaskan, rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus tempat bertumbuhnya keluarga yang sehat dan sejahtera.

Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai program untuk membantu masyarakat memiliki rumah, termasuk program bedah rumah bagi warga berpenghasilan rendah.

Sementara itu, Ketua DPD REI NTT, Charles Santosa, mengatakan sektor perumahan memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, pembangunan perumahan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan berbagai sektor usaha lainnya.

“Kehadiran REI selama ini menjadi salah satu lokomotif ekonomi daerah. Pembangunan perumahan membuka peluang kerja bagi masyarakat serta mendorong tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi baru,” katanya.

Ia juga berharap dukungan pemerintah daerah terus ditingkatkan, termasuk melalui kebijakan yang mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

Ketua Panitia Expo REI NTT 2026, Alfred Bessy, menjelaskan pameran ini berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 28 Maret 2026 di Ramayana Mall Kupang.

“Pameran ini bertujuan mempermudah masyarakat mendapatkan hunian yang layak dengan berbagai promo menarik, sekaligus menjadi wadah kolaborasi antara developer, perbankan, dan pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Expo REI NTT tahun ini menargetkan potensi transaksi hingga Rp25 miliar dengan menghadirkan berbagai pengembang perumahan serta dukungan lembaga perbankan seperti BTN, Bank Mandiri, BRI, dan sejumlah mitra pembiayaan lainnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak masyarakat NTT yang memiliki akses terhadap rumah layak huni sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (MI)