Wali Kota Kupang Dorong Reformasi Pelayanan Publik Berbasis Sistem

Kupang, nwartapedia.com   — Wali Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk mendorong reformasi pelayanan publik melalui perbaikan sistem kerja aparatur sipil negara (ASN).

Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel kekuatan ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang di pelataran Kantor Wali Kota, Senin (30/3/2026).

Apel tersebut diikuti oleh seluruh ASN, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga perusahaan daerah.

Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya perubahan paradigma kerja ASN dari pola reaktif menjadi sistematis dan berkelanjutan.

Menurutnya, selama ini masih terdapat kecenderungan penyelesaian masalah secara kasuistik atau insidental.

Hal tersebut dinilai tidak efektif untuk jangka panjang dan justru menunjukkan lemahnya sistem pelayanan yang ada.

“Kita tidak bisa terus bekerja seperti pemadam kebakaran. Yang dibutuhkan adalah sistem yang mampu mencegah masalah sejak awal,” tegasnya.

Ia menyoroti sejumlah layanan publik yang masih bergantung pada intervensi pimpinan, seperti pengelolaan sampah, administrasi kependudukan, hingga layanan sosial.

Kondisi ini, lanjutnya, mencerminkan belum optimalnya sistem kerja di masing-masing organisasi perangkat daerah.

“Jika setiap persoalan harus diselesaikan melalui instruksi pimpinan, itu artinya sistem belum berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan yang baik harus mampu berjalan secara otomatis dan terstruktur,” ujarnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, kepastian waktu pelayanan, serta alur layanan yang mudah dipahami masyarakat.

Ia meminta setiap perangkat daerah membangun sistem kerja yang tetap berjalan efektif meskipun tanpa kehadiran pimpinan.

Selain itu, seluruh ASN diingatkan untuk mengubah pola pikir, dari sekadar menyelesaikan pekerjaan harian menjadi perancang sistem pelayanan jangka panjang yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kota ini tidak membutuhkan ASN yang sekadar sibuk, tetapi ASN yang bekerja secara benar, terukur, dan berdampak,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya disiplin ASN, termasuk dalam penggunaan media sosial saat jam kerja.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah membentuk tim khusus untuk memantau aktivitas ASN di media sosial guna menjaga profesionalitas dan integritas.

“ASN adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Setiap tindakan kita akan dinilai publik,” pungkasnya.

Apel ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen ASN untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sistem yang efektif, profesional, dan berkelanjutan di Kota Kupang. (goe)




Pemkot Kupang Gaungkan Pendidikan Kolaboratif Lewat Belajaraya 2026

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif melalui pelaksanaan Kegiatan Belajaraya Kota Kupang Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (28/3), secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur pendidikan, mulai dari jaringan komunitas, guru, siswa, hingga organisasi pendidikan yang tergabung dalam Komunitas dan Organisasi Pendidikan (KOP) Kota Kupang.

Turut hadir pula Sekretaris Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG), Adelia Anri Fanbela, bersama para narasumber dan moderator diskusi publik.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Ia menilai kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.

Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai karakter dinilai penting agar generasi muda mampu memilah informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.

“Pendidikan hari ini harus mampu menjawab tantangan zaman. Kita tidak hanya berbicara soal prestasi akademik, tetapi juga bagaimana membentuk pribadi yang tangguh, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya ruang belajar di luar sekolah sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

Aktivitas sosial, organisasi, serta interaksi di masyarakat disebut memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian peserta didik secara utuh.

Sementara itu, Sekretaris Umum SMSG, Adelia Anri Fanbela menjelaskan bahwa Belajaraya merupakan bagian dari gerakan nasional yang bertujuan memperkuat jejaring antar pelaku pendidikan.

Program ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti kelas belajar, diskusi publik, hingga forum berbagi praktik baik.

Ia menambahkan bahwa Belajaraya Kupang menjadi salah satu rangkaian kegiatan daerah yang akan bermuara pada puncak perayaan pendidikan nasional pada 2 Mei 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Melalui kegiatan ini, seluruh pihak diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dan menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan, sehingga mampu menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di Kota Kupang. *




Gotong Royong Umat Warnai Persiapan Minggu Palma di Kapela Santo Agustinus Bello

Kupang, nwartapedia.com — Menjelang Minggu Palma, umat Katolik di Kota Kupang menunjukkan semangat kebersamaan dalam mempersiapkan perayaan yang menandai awal Pekan Suci menuju Paskah.

Panitia Paskah Kapela Santo Agustinus Bello menyiapkan sekitar 6.000 batang daun palem untuk kebutuhan liturgi pada perayaan yang akan berlangsung Minggu, 29 Maret 2026. Misa dijadwalkan digelar dalam dua sesi, yakni pukul 06.00 WITA dan 08.00 WITA.

Ketua panitia, Herman Takene, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang dengan melibatkan partisipasi aktif umat.

Prosesi perayaan akan diawali dengan pemberkatan daun palem melalui perarakan imam bersama umat dari salah satu rumah warga menuju kapela.

“Seluruh persiapan sudah kami lakukan bersama umat, termasuk penyediaan daun palem untuk kebutuhan liturgi,” ujarnya.

Diperkirakan lebih dari 3.000 umat akan mengikuti perayaan tersebut, sehingga panitia memastikan seluruh kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik.

Anggota panitia, Diki Tuah, menjelaskan bahwa daun palem didatangkan dari wilayah Nekamese dan Baumata, Kabupaten Kupang, sejak dua hari sebelumnya dengan harga sekitar Rp3.000 per batang.

Ia menambahkan, seluruh proses mulai dari pengadaan hingga penataan daun palem dilakukan secara swadaya oleh panitia dan umat sebagai bentuk kebersamaan dalam menyambut perayaan iman.

Minggu Palma sendiri memiliki makna penting bagi umat Katolik, yakni mengenang peristiwa masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem yang disambut dengan daun palma sebagai simbol sukacita dan penghormatan.

Perayaan ini sekaligus membuka rangkaian Pekan Suci yang berpuncak pada Hari Raya Paskah. (goe)




Wali Kota Kupang Gaungkan Gerakan Bersama Lawan Eksploitasi Anak 

Kupang, nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan pentingnya gerakan bersama lintas sektor dalam mencegah dan menindak kasus eksploitasi anak di Kota Kupang.

Pernyataan tersebut disampaikan kepada awak media di Kantor DPW PSI Nusa Tenggara Timur, Sabtu (28/3/2026).

Dalam keterangannya, Wali Kota memaparkan bahwa Pemerintah Kota Kupang menerapkan dua strategi utama dalam menangani persoalan tersebut, yakni pencegahan sejak dini dan penindakan tegas terhadap pelaku.

Pada aspek pencegahan, ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada anak-anak dan generasi muda melalui sekolah maupun ruang-ruang publik lainnya.

“Kita harus hadir langsung di sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Anak-anak perlu dibekali pemahaman tentang perlindungan diri, termasuk mengenali situasi berbahaya dan orang asing,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun sistem perlindungan anak yang kuat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh dukungan dari pemerintah provinsi, lembaga keagamaan, organisasi masyarakat, komunitas, hingga partai politik untuk bersama-sama melakukan sosialisasi dan edukasi,” tegasnya.

Di sisi lain, Wali Kota juga memastikan bahwa langkah penindakan akan dilakukan secara serius melalui pembentukan satuan tugas (Satgas) terpadu. Satgas ini akan melibatkan Satpol PP, kepolisian, dan TNI dalam melakukan pengawasan serta penertiban di lapangan.

“Penanganan harus tegas agar menimbulkan efek jera. Satgas akan turun langsung ke lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi pelanggaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendekatan pencegahan dan penanganan harus berjalan seimbang. Namun, upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif untuk menekan potensi kasus sejak awal.

“Kalau sudah terjadi, penanganannya jauh lebih kompleks dan membutuhkan biaya besar. Karena itu, pencegahan harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Kupang berharap, melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, kasus eksploitasi anak dapat diminimalisir serta tercipta lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak di Kota Kupang. (MI) 




Ketua DPW PSI NTT Luncurkan Layanan Ambulans Jenazah Gratis untuk Warga Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur, Dokter Christian Widodo resmi meluncurkan layanan ambulans jenazah gratis bagi masyarakat Kota Kupang.

Peluncuran tersebut dilakukan dalam konferensi pers di Kantor DPW PSI, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus PSI tingkat DPW, DPD, dan DPC, anggota DPRD provinsi dan kota, serta insan pers.

Dalam keterangannya, Ketua DPW PSI NTT sekaligus Wali Kota Kupang menyampaikan bahwa layanan ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penyediaan transportasi jenazah yang dinilai masih terbatas.

“Kami melihat kebutuhan ambulans jenazah di Kota Kupang sangat tinggi. Hampir setiap hari ada permintaan dari masyarakat untuk mengantar jenazah dari rumah sakit ke rumah duka hingga ke tempat pemakaman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ambulans tersebut merupakan sumbangan pribadi yang diserahkan ke partai dan kini telah menjadi aset PSI dan akan dikelola secara kolektif oleh seluruh pengurus partai. Operasionalnya akan ditanggung bersama dengan semangat gotong royong.

“Di PSI tidak ada sistem satu orang membiayai semua. Kami bekerja dengan prinsip kebersamaan, sehingga operasional ambulans ini akan ditanggung bersama oleh pengurus dan anggota,” jelasnya.

Untuk tahap awal, layanan ambulans jenazah ini difokuskan melayani wilayah Kota Kupang. Hal ini mengingat ketersediaan armada yang masih terbatas.

“Karena saat ini baru satu unit, kami prioritaskan untuk dalam Kota Kupang agar pelayanan bisa maksimal. Ke depan, jika armada bertambah, jangkauan layanan akan diperluas,” tambahnya.

Christian Widodo juga menegaskan bahwa layanan ini khusus diperuntukkan bagi pengantaran jenazah, berbeda dengan ambulans untuk pasien sakit yang umumnya sudah tersedia di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Masyarakat yang membutuhkan layanan ini dapat menghubungi kontak yang telah disediakan oleh pengelola PSI.

Masyarakat yang membutuhkan layanan ambulans jenazah gratis ini dapat menghubungi nomor kontak: 0812-3358-3260.

Dengan hadirnya ambulans jenazah gratis ini, PSI berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat nilai solidaritas sosial di Kota Kupang. (MI)




Jalan Samping GOR Kupang Segera Dikerjakan, DPRD: Anggaran Sudah Disiapkan

Kupang , nwartapedia.com  — DPRD Kota Kupang memastikan perbaikan jalan di samping GOR Kota Kupang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat tahun ini, setelah sebelumnya anggaran sebesar Rp5,7 miliar telah disetujui dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) tahun 2025.

Seorang anggota DPRD Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berinisiatif melakukan perbaikan sementara pada ruas jalan tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah telah merencanakan penanganan secara menyeluruh melalui mekanisme resmi.

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu memperbaiki jalan di samping GOR. Namun perlu diketahui, jalan tersebut sudah masuk dalam program pemerintah dan akan dikerjakan tahun ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pengerjaan infrastruktur dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari tahap perencanaan, proses lelang, hingga administrasi, guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan baik dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Selain itu, DPRD juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang secara rutin melakukan perbaikan jalan di berbagai kelurahan setiap tahunnya sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar terkait isu penanganan jalan di sekitar GOR.

“Kami harap masyarakat tidak terprovokasi oleh berita hoaks yang menyebutkan jalan di GOR tidak diperhatikan. Pemerintah tetap bekerja dan memperhatikan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, DPRD bersama pemerintah kota tetap berupaya memprioritaskan pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat luas.

Sebagai contoh, perbaikan Jalan Taebenu di Kelurahan Naimata yang sebelumnya mengalami kerusakan parah, kini telah ditangani dengan anggaran sekitar Rp13 miliar pada masa kepemimpinan Wali Kota Kupang, Christian Widodo.

DPRD memastikan, pekerjaan jalan di samping GOR akan segera dimulai dalam satu hingga dua bulan ke depan. Proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat yang telah diajukan kepada Pemerintah Kota Kupang sejak tahun 2025.

Dengan langkah ini, diharapkan akses jalan di kawasan tersebut dapat kembali optimal dan mendukung aktivitas masyarakat secara lebih aman dan nyaman. (MI)




Percepat KUR, Gubernur NTT Tekankan Sinergi dan Akses UMKM

Kupang, nwartapedia.com  — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin rapat percepatan implementasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama perbankan di Ruang Rapat Gubernur, Jumat (27/3/2026).

Dalam rapat tersebut, Gubernur menegaskan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses permodalan, khususnya bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, KUR menjadi instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan usaha dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Permintaan KUR terus meningkat. Ini harus direspons cepat agar pelaku UMKM bisa terus berkembang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perbankan dalam penyaluran KUR, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menghindari risiko kredit macet.

Selain itu, Gubernur juga mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat agar pemahaman terhadap mekanisme dan manfaat KUR semakin luas.

Melalui langkah ini, Pemprov NTT berharap penyaluran KUR semakin tepat sasaran serta mampu memperkuat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. *




Wagub NTT Tinjau Jembatan Asam Tiga Ambruk, Penanganan Darurat Dipercepat

Kupang, nwartapedia.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan peninjauan langsung ke lokasi ambruknya Jembatan Asam Tiga di Kilometer 38 Oelamasi, Kabupaten Kupang, Kamis (26/3/2026).

Kerusakan jembatan tersebut menyebabkan terputusnya jalur utama Trans Timor yang menjadi akses vital mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, Benyamin Nahak, serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa struktur jembatan mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak dilalui kendaraan.

Wakil Gubernur menegaskan pentingnya percepatan penanganan mengingat ruas Trans Timor merupakan jalur strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah di Pulau Timor, termasuk Kupang, Soe, Kefamenanu, Atambua, Malaka hingga perbatasan Timor Leste.

“Dalam kondisi seperti ini, kehadiran negara harus nyata melalui langkah cepat dan terukur untuk memastikan akses transportasi masyarakat segera pulih,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT bersama instansi terkait saat ini tengah mengintensifkan langkah penanganan darurat.

Upaya yang dilakukan meliputi pembukaan jalur alternatif serta pembangunan jembatan sementara guna menjaga kelancaran arus transportasi.

Kepala BPJN NTT, Janto, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan diduga disebabkan oleh pergeseran struktur pondasi. Untuk itu, pihaknya telah mengerahkan alat berat guna mendukung percepatan penanganan di lapangan.

“Saat ini kami tengah menyiapkan jalur alternatif dengan metode cross way di sisi jembatan, serta membangun jembatan darurat di bagian hilir. Kondisi lahan cukup mendukung sehingga diharapkan dalam waktu dekat dapat difungsikan,” jelasnya.

Wakil Gubernur menargetkan akses darurat tersebut dapat digunakan dalam kurun waktu tiga hingga lima hari ke depan, sebagai solusi sementara sebelum pembangunan permanen dilakukan.

Selain kerusakan jembatan, ditemukan pula pipa distribusi air yang mengalami kerusakan di lokasi kejadian. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat sekitar dan saat ini tengah dalam penanganan oleh pihak terkait.

Berdasarkan keterangan warga dan aparat di lapangan, retakan pada struktur jembatan mulai terlihat sejak Rabu (25/3/2026) sore dan terus membesar hingga akhirnya terjadi keruntuhan pada Kamis dini hari. Sebelum kondisi memburuk, warga bersama aparat sempat melakukan evakuasi kendaraan roda dua secara manual.

Wakil Gubernur juga meninjau jalur alternatif sementara melalui Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang. Jalur tersebut masih dapat difungsikan secara terbatas, khususnya untuk kendaraan roda dua dan kendaraan kecil, karena harus melintasi jembatan kayu yang kondisinya sudah cukup tua.

Ia turut mengapresiasi respons cepat aparat kepolisian dan TNI, khususnya Polres Kabupaten Kupang dan Brigif 21 Komodo, dalam pengamanan lokasi serta pengaturan lalu lintas.

Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan perencanaan ulang pembangunan jembatan, mengingat ruas tersebut merupakan bagian dari jaringan jalan nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah membuka kembali akses darurat secepat mungkin guna memastikan aktivitas masyarakat dan distribusi logistik dapat kembali berjalan lancar. *




Gubernur Melki Paparkan LKPJ 2025, Indikator Makro NTT Tunjukkan Tren Positif

Kupang, nwartapedia.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memaparkan sejumlah capaian positif indikator makro pembangunan daerah dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

LKPJ tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD NTT yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi NTT, Kamis (26/3/2026).

Dalam laporannya, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren yang menggembirakan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sejumlah sektor mengalami peningkatan signifikan, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, hingga penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

“IPM Provinsi NTT Tahun 2025 mencapai 69,89 poin atau meningkat 0,75 poin (1,08 persen) dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini terjadi pada seluruh dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, maupun standar hidup layak,” jelasnya.

Di sektor kesejahteraan, persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat sebesar 17,50 persen. Angka ini menurun 1,10 persen poin dibandingkan Maret 2025, serta turun 1,52 persen poin dibandingkan September 2024. Secara jumlah, penduduk miskin tercatat sebanyak 1,03 juta orang atau berkurang puluhan ribu jiwa dalam periode tersebut.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 juga mengalami penurunan sebesar 0,21 persen poin dibanding Agustus 2025, serta turun 0,7 persen poin dibanding Februari 2024.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan IV tahun 2025 mencapai 5,34 persen secara tahunan (year-on-year). Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan capaian 20,35 persen. Selain itu, komponen ekspor barang dan jasa juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 26,92 persen.

Gubernur Melki mengakui bahwa pelaksanaan pembangunan sepanjang tahun 2025 tidak terlepas dari berbagai tantangan, termasuk dampak kebijakan penyesuaian fiskal nasional dan pengendalian defisit APBN yang berdampak pada ruang fiskal daerah.

“Kondisi ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola keuangan serta memperkuat kemandirian fiskal daerah,” tegasnya.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan berbagai inovasi, di antaranya digitalisasi pembayaran dan retribusi daerah serta pemberian keringanan pajak kendaraan bermotor.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan sekaligus meminimalisir potensi kebocoran pendapatan daerah.

Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat juga terus didorong melalui pengembangan UMKM.

Melalui program One Village One Product (OVOP), tercatat sebanyak 190 UMKM binaan dengan 44 produk unggulan telah dikembangkan.

Pemerintah Provinsi NTT juga memperluas akses pasar dengan menghadirkan NTT Mart di 22 kabupaten/kota.

Gubernur berharap berbagai capaian dan terobosan tersebut dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. *




Jagung Hibrida Bersinar di Maulafa, Panen Perdana Poktan Mansuma Tembus 4 Ton/Ha

Kupang, nwartapedia.com — Upaya pengembangan pertanian di Kota Kupang kembali menunjukkan hasil positif. Kelompok Tani (Poktan) Mansuma di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, sukses melaksanakan panen perdana jagung hibrida dengan capaian produksi sekitar 4 ton pipilan kering per hektare.

Capaian ini dinilai cukup menjanjikan, terutama karena berasal dari kebun percontohan yang dikelola secara intensif oleh para petani setempat dengan pendampingan penyuluh pertanian.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kota Kupang, Maria I. Nau Longo, SP., menjelaskan bahwa hasil produksi tersebut diperoleh melalui metode ubinan yang dilakukan sebelum panen.

“Hasil ubinan menunjukkan produksi mencapai sekitar 4 ton pipilan kering per hektare. Ini menjadi indikator bahwa pola budidaya yang diterapkan sudah berjalan dengan baik,” ungkapnya, Kamis (26/3/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian sesaat, tetapi juga membuka peluang pengembangan lebih luas.

Saat ini, Poktan Mansuma telah memperluas areal tanam hingga sekitar 5.000 meter persegi dan berencana mengembangkan ke kelompok tani lain di wilayah Kecamatan Maulafa.

Panen perdana tersebut merupakan buah dari kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, serta aparat kepolisian.

Kebun percontohan awalnya dikembangkan di lahan sekitar 500 meter persegi sebagai sarana pembelajaran dan uji coba teknik budidaya jagung hibrida.

Empat anggota kelompok, yakni Yunus Takene, Anton Lopo, Melkias Manus, dan Bernat Takene, terlibat langsung dalam pengelolaan lahan tersebut dari total 26 anggota Poktan Mansuma.

Ketua Poktan Mansuma, Yunus Takene, mengatakan kebun percontohan ini menjadi media pembelajaran praktis bagi anggota kelompok dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat.

“Kami mendapat pendampingan dari PPL, Polsek, dan Dinas Pertanian Kota Kupang. Bahkan benih jagung hibrida sebanyak 7,5 kilogram merupakan bantuan dari Polres Kupang Kota melalui Polsek Maulafa,” jelasnya.

Ia menyebut total produksi dari lahan percontohan mencapai sekitar 4,4 ton, sebuah capaian yang cukup baik untuk skala lahan terbatas. Keberhasilan ini diharapkan mampu memotivasi petani lain untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat keamanan, pengembangan jagung hibrida di Kota Kupang diyakini dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. (MI)