Kapela Stasi St. Agustinus Bello Kolhua Luncurkan Website Resmi untuk Pelayanan Digital Umat

Kupang, nwartapedia.com — Kapela Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, Kota Kupang, berencana meluncurkan website resmi kapela pada Minggu (15/3/2026) setelah perayaan misa kedua.

Ketua Stasi Santo Agustinus Bello, Donatus J. Manehat, Sabtu (14/3/2026), mengatakan peluncuran website tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pelayanan informasi kepada umat sekaligus memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan menggereja.

“Website ini diharapkan menjadi sarana komunikasi dan informasi bagi umat, khususnya terkait kegiatan pastoral dan pelayanan di stasi,” ujar Donatus.

Ia mengimbau para penasehat, pengurus stasi, ketua wilayah, serta ketua Komunitas Umat Basis (KUB) untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Pasalnya, setelah peluncuran website akan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan bagi para pengurus di tingkat wilayah dan KUB.

Menurut Donatus, pelatihan ini penting agar para pengurus dapat mengelola dan memanfaatkan platform digital tersebut untuk menyebarkan informasi kegiatan umat secara lebih cepat dan efektif.

“Ketua wilayah dan ketua KUB diharapkan hadir atau mengutus perwakilan karena akan ada pelatihan bagi pengguna website,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu penulis di lingkungan Stasi Santo Agustinus Bello, Goris Takene, menilai kehadiran website gereja memiliki peran penting di tengah perkembangan teknologi informasi saat ini.

Menurutnya, website gereja dapat menjadi sarana strategis dalam mendukung karya pewartaan iman di era digital.

“Website gereja Katolik sangat penting sebagai sarana evangelisasi digital sekaligus pusat informasi seperti jadwal misa, kegiatan pastoral, dan media komunikasi antara paroki dan umat,” kata Goris.

Ia menambahkan, melalui website pelayanan gereja dapat menjangkau umat lebih luas, termasuk membuka ruang bagi kegiatan katekese secara daring serta penyediaan konten rohani yang dapat diakses kapan saja.

Dengan hadirnya website resmi kapela tersebut, pengurus berharap komunikasi pastoral di lingkungan Stasi Santo Agustinus Bello semakin terbuka, cepat, dan mampu menjangkau seluruh umat di berbagai wilayah pelayanan. (goe)




Expo REI NTT 2026 Resmi Dibuka, Dorong Akses Hunian Layak bagi Masyarakat

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendukung pelaksanaan Expo REI NTT 2026 yang digelar oleh Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (REI) NTT.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTT, Alexander Koro, yang mewakili Gubernur NTT, Sabtu (14/3), di Ramayana Mall Kupang.

Dalam sambutannya, Alexander Koro menyampaikan bahwa pameran perumahan dengan tema “Layanan Rumah Masa Depan, Ingat Rumah Ingat REI” ini diharapkan menjadi ajang promosi sekaligus ruang kolaborasi antara pengembang, lembaga pembiayaan, dan masyarakat yang membutuhkan hunian layak.

“Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat NTT, kami menyampaikan apresiasi kepada DPD REI NTT atas pelaksanaan pameran ini. Kegiatan ini bukan hanya promosi perumahan, tetapi juga menjadi wadah mempertemukan pengembang, perbankan, dan masyarakat yang membutuhkan rumah layak,” ujar Alexander.

Ia menegaskan, rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus tempat bertumbuhnya keluarga yang sehat dan sejahtera.

Karena itu, pemerintah terus berupaya menghadirkan berbagai program untuk membantu masyarakat memiliki rumah, termasuk program bedah rumah bagi warga berpenghasilan rendah.

Sementara itu, Ketua DPD REI NTT, Charles Santosa, mengatakan sektor perumahan memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, pembangunan perumahan tidak hanya menyediakan hunian, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta menggerakkan berbagai sektor usaha lainnya.

“Kehadiran REI selama ini menjadi salah satu lokomotif ekonomi daerah. Pembangunan perumahan membuka peluang kerja bagi masyarakat serta mendorong tumbuhnya berbagai aktivitas ekonomi baru,” katanya.

Ia juga berharap dukungan pemerintah daerah terus ditingkatkan, termasuk melalui kebijakan yang mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

Ketua Panitia Expo REI NTT 2026, Alfred Bessy, menjelaskan pameran ini berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 28 Maret 2026 di Ramayana Mall Kupang.

“Pameran ini bertujuan mempermudah masyarakat mendapatkan hunian yang layak dengan berbagai promo menarik, sekaligus menjadi wadah kolaborasi antara developer, perbankan, dan pemangku kepentingan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Expo REI NTT tahun ini menargetkan potensi transaksi hingga Rp25 miliar dengan menghadirkan berbagai pengembang perumahan serta dukungan lembaga perbankan seperti BTN, Bank Mandiri, BRI, dan sejumlah mitra pembiayaan lainnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan semakin banyak masyarakat NTT yang memiliki akses terhadap rumah layak huni sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (MI)




Kludolfus Tuames Pimpin Komite Kerja Sama Pengelolaan DAS Perbatasan RI–Timor Leste di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Kepala BPDAS Benain Noelmin, Kludolfus Tuames, dipercaya memimpin Joint Forestry Working Group Committee tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam proyek pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) lintas batas antara Indonesia dan Timor Leste.

Penunjukan tersebut merupakan hasil kesepakatan berbagai pihak yang terlibat dalam program kerja sama lingkungan, mulai dari pemerintah daerah, kementerian/lembaga di NTT, kalangan akademisi, hingga organisasi non-pemerintah.

Kludolfus menjelaskan, komite tersebut berperan mengoordinasikan para pemangku kepentingan untuk menindaklanjuti berbagai isu strategis terkait pengelolaan DAS lintas negara.

Pihak yang terlibat di antaranya Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Belu dan Malaka, akademisi dari Undana dan Politani Kupang, tokoh agama, pakar lingkungan, hingga organisasi masyarakat sipil.

Fokus kerja sama ini mencakup pengelolaan DAS Talau–Loes dan Mota-Masin yang berada di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Program pengelolaan DAS lintas batas tersebut direncanakan berlangsung selama lima tahun dan merupakan kelanjutan dari kerja sama kedua negara yang telah dirintis sejak tahun 2015.

Dokumen Rencana Pengelolaan DAS Terpadu sendiri disusun oleh tim gabungan Indonesia–Timor Leste yang dipimpin Luiggimike Riwu-Kaho dan telah ditandatangani pada Februari 2019 di Atambua oleh perwakilan kedua negara.

Kludolfus menegaskan bahwa kerja sama lintas negara sangat penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem DAS yang tidak mengenal batas wilayah administratif.

“Pengelolaan lingkungan harus dilakukan secara bersama karena bumi ini satu dan menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaganya,” ujarnya. *




Resmikan Kantor Lurah Airnona, Wali Kota Kupang Dorong Pelayanan Publik Lebih Inklusif dan Responsif

Kupang , nwartapedia.com –  Christian Widodo selaku Wali Kota Kupang meresmikan Kantor Lurah Airnona yang baru pada Jumat (13/3). Peresmian ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kelurahan.

Acara yang berlangsung di Kantor Lurah Airnona tersebut dihadiri sejumlah pejabat daerah, antara lain Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Dapil Kota Kupang Filmon Loasana, Anggota DPRD Kota Kupang Jhoni Luther Sa’u, Ahmad Thalib dan Muhammad Ramli, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, para camat dan lurah, serta tokoh masyarakat dan warga Kelurahan Airnona.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa kantor lurah tidak hanya berfungsi sebagai bangunan administrasi pemerintahan, tetapi juga sebagai tempat masyarakat menyampaikan aspirasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan di lingkungan mereka.

Ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang profesional, cepat, dan berintegritas. Menurutnya, aparatur kelurahan harus mampu menjaga kepercayaan masyarakat dengan bekerja secara jujur dan bertanggung jawab dalam melayani warga.

Selain meresmikan gedung baru, Wali Kota juga menyampaikan rencana penataan kawasan di sekitar kantor lurah. Pemerintah Kota Kupang berencana memperbaiki kolam yang berada di depan kantor dengan anggaran sekitar Rp500 juta agar kawasan tersebut menjadi ruang publik yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.

Penataan tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk beraktivitas di sekitar lokasi sehingga memberi dampak ekonomi bagi warga setempat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga memperkenalkan rencana kebijakan baru yang akan diterapkan mulai tahun 2027, yakni pemberian pagu anggaran sekitar Rp500 juta bagi setiap kelurahan.

Anggaran tersebut nantinya digunakan untuk menjalankan program pembangunan yang diusulkan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan bahwa program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.

Wali Kota juga mengapresiasi desain bangunan kantor lurah yang telah dilengkapi fasilitas ramah disabilitas. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan komitmen Kota Kupang untuk menjadi kota yang inklusif dan terbuka bagi semua warga.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Airnona Jami Riwu Hegi menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang atas pembangunan kantor lurah yang baru tersebut.

Ia berharap fasilitas ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menjadi tempat yang terbuka bagi penyampaian aspirasi warga.

Peresmian kantor ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan di Kota Kupang, khususnya di wilayah Kelurahan Airnona.*




Hadiri Pentas Seni SDK Don Bosko 3, Wali Kota Kupang Tekankan Pentingnya Kreativitas dan Karakter Anak

Kupang, nwartapedia.com  — Christian Widodo selaku Wali Kota Kupang menghadiri kegiatan Pentas Seni (Pensi) yang diselenggarakan oleh SDK Don Bosko 3 Kupang di Aula Eltari, Jumat (13/3).

Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu dalam Kreativitas, Berbeda dalam Warna di Panggung Persaudaraan” tersebut menjadi ajang bagi para siswa untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni.

Turut hadir dalam kegiatan itu Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, jajaran anggota DPRD Kota Kupang, Ketua Yayasan Swasti Sari Keuskupan Agung Kupang, Kepala SDK Don Bosko 3 Kupang Sr. Martha Maria Fatima Nabu, RVM., S.Pd., Gr., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, serta para kepala sekolah di Kompleks Merdeka.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah, para suster, dan tenaga pendidik yang terus berkomitmen membina generasi muda melalui pendidikan yang berkualitas.

Ia menilai kegiatan pentas seni menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran siswa.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga harus memberi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas, serta rasa percaya diri.

“Melalui kegiatan seperti ini anak-anak belajar tampil, berani mengekspresikan diri, dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Hal-hal seperti ini sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Kota Kupang ke depan sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dibentuk sejak usia sekolah.

Sementara itu, Gubernur NTT dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan dasar memiliki peran penting dalam membangun fondasi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Menurutnya, banyak tokoh dan pemimpin besar memulai perjalanan mereka dari bangku sekolah dasar.

Pentas seni tersebut menampilkan berbagai pertunjukan dari para siswa, mulai dari tarian, paduan suara, drama, fashion show, modern dance, hingga permainan alat musik yang mendapat sambutan meriah dari para tamu undangan dan orang tua siswa.

Sebagai penutup acara, pihak sekolah menyerahkan lukisan karya siswa kepada Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperkuat nilai kebersamaan dan persaudaraan di lingkungan sekolah. *




Imam Muda Keuskupan Agung Kupang, RD Aldy Wungo, Tutup Usia di Jakarta

Kupang, nwartapedia.com , — Kabar duka kembali menyelimuti umat Katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang. Imam muda yang juga menjabat sebagai Prefek Umum SMA Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang, RD Aldy Wungo, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Sint Carolus Borromeus, Jakarta, Jumat (13/3/2026) malam.

Berdasarkan informasi dari pihak Keuskupan Agung Kupang, almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 21.00 WIB setelah beberapa hari dirawat akibat sakit yang dideritanya.

Kepergian RD Aldy Wungo membawa duka mendalam bagi keluarga, para imam, seminaris, serta umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang, khususnya komunitas besar Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang tempat almarhum mengabdikan diri sebagai pembina para calon imam.

Pihak Keuskupan juga menyampaikan bahwa proses pemulangan jenazah dari Jakarta ke Kupang mengalami penyesuaian jadwal.

Pengurusan dokumen karantina serta izin pengangkutan jenazah tidak dapat diselesaikan pada Jumat malam maupun Sabtu oleh pihak bandara, sehingga jenazah baru dijadwalkan diberangkatkan pada Minggu (15/3/2026) dini hari pukul 02.00 WIB menggunakan penerbangan Batik Air.

Jenazah diperkirakan tiba di Bandara El Tari Kupang sekitar pukul 06.00 WITA dan selanjutnya akan disemayamkan di Kapela Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Misa Requiem akan dilaksanakan pada Sabtu (14/3/2026) pukul 17.00 WITA di Kapela Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang. Para imam yang hadir diminta mengenakan kasula ungu sebagai tanda liturgi masa perkabungan.

Keuskupan Agung Kupang menyatakan bahwa informasi mengenai jadwal pemakaman dan rangkaian penghormatan terakhir bagi almarhum akan diumumkan lebih lanjut.

Semasa hidupnya, RD Aldy Wungo dikenal sebagai imam yang penuh dedikasi dalam mendampingi para seminaris. Pelayanannya dalam pembinaan calon imam membuatnya dikenal dekat dengan para siswa maupun sesama imam.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi Gereja Katolik di Nusa Tenggara Timur, khususnya bagi keluarga besar Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang. Umat diajak untuk mendoakan almarhum agar memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan.

Requiescat in Pace. (goe)