Musrenbang Oebobo 2027 Resmi Dibuka, Wali Kota Kupang Tegaskan Pembangunan Berbasis Usulan Warga

Kupang, nwartapedia.com – Wali Koya Kupang, dr. Christian Widodo secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan Pra Musrenbang Tematik Stunting Kecamatan Oebobo Tahun Anggaran 2027 di Aula Kantor Camat Oebobo, Senin (23/2/2026).

Mengusung tema “Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM yang Sehat, Berkarakter, Inklusif dan Berkelanjutan”, forum ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang strategis mempertemukan aspirasi warga dengan tanggung jawab pemerintah.

“Musrenbang adalah titik temu antara kebutuhan masyarakat dan kewenangan pemerintah. Dari sinilah kebijakan dan program lahir, sehingga benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Christian Widodo menyoroti inovasi baru Pemkot Kupang berupa pagu indikatif sebesar Rp500 juta untuk setiap kelurahan.

Ia menekankan, yang dialokasikan bukan dana tunai, melainkan paket program pembangunan senilai Rp500 juta yang tetap dijalankan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Skema ini memberi kepastian bahwa setiap kelurahan akan memperoleh program prioritas sesuai usulan masyarakat.

Adapun komposisi alokasi diarahkan sekitar 80 persen untuk infrastruktur, 10 persen sosial budaya, dan 10 persen untuk penguatan ekonomi.

“Kita ubah pendekatan. Jangan lagi top down. Kalau warga minta jalan, yang dibangun harus jalan. Kalau warga butuh drainase, itu yang diprioritaskan. Kebijakan harus lahir dari bawah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh usulan tetap mengacu pada prioritas pembangunan daerah dan tema pembangunan tahun berjalan, sehingga perencanaan tetap terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Kupang, Andre Ota, menjelaskan bahwa Musrenbang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Namun tahun ini terdapat terobosan signifikan melalui penerapan pagu indikatif per kelurahan.

“Dengan adanya pagu indikatif, masyarakat tidak lagi pulang tanpa kepastian. Setiap kelurahan memiliki ruang fiskal yang jelas untuk menjawab kebutuhan prioritas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh usulan telah melalui proses asistensi dan disesuaikan dengan daftar program prioritas yang tersedia dalam sistem perencanaan daerah.

Kebijakan tersebut juga akan tetap melalui pembahasan bersama DPRD sebagai bagian dari mekanisme politik anggaran.

Plt. Camat Oebobo, Zet Batmalo, dalam laporannya menyampaikan bahwa Musrenbang tingkat kecamatan bertujuan menyepakati program prioritas hasil Musrenbang kelurahan yang telah diselaraskan dengan pagu indikatif Rp500 juta per kelurahan sebelum dibawa ke tingkat kota.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi langkah fundamental dalam transformasi perencanaan pembangunan yang lebih partisipatif, transparan, dan memiliki kepastian arah.

Forum Musrenbang Oebobo 2027 diharapkan menjadi wadah efektif untuk memastikan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, inklusif, dan berdaya saing. (MI)




HPN 2026, Dirut Bank NTT Tegaskan KUR Bukan Hibah, Targetkan Rp350 Miliar untuk UMKM dan Pekerja Migran

Kupang, nwartapedia.com – Momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (21/2/2026) di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, menjadi ruang edukasi publik terkait peran perbankan dalam mendorong ekonomi daerah.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, yang hadir sebagai pembicara, menegaskan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan fasilitas pembiayaan produktif yang wajib dikembalikan, bukan dana hibah yang dapat digunakan untuk kebutuhan konsumtif.

“Jadi kredit ini untuk usaha. Tidak bisa dipakai untuk beli mobil, tidak bisa untuk kebutuhan konsumtif. Harus ada usaha,” tegas Charlie di hadapan peserta kegiatan.

Menurutnya, masih terdapat persepsi keliru di tengah masyarakat yang menganggap KUR sebagai bantuan cuma-cuma.

Padahal, KUR adalah pinjaman modal kerja maupun investasi yang harus dikelola secara bertanggung jawab agar dapat terus bergulir membantu pelaku usaha lainnya.

Pada tahun 2026, Bank NTT menargetkan alokasi KUR sebesar Rp350 miliar, termasuk Rp50 miliar yang secara khusus diperuntukkan bagi pekerja migran.

Kebijakan ini bertujuan mendorong kemandirian UMKM serta membuka peluang usaha produktif bagi para pekerja migran yang kembali ke daerah.

Selain itu, penyaluran KUR juga diarahkan untuk mendukung sektor-sektor produktif, termasuk ketahanan pangan. Charlie menilai NTT memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang perlu diperkuat melalui pembiayaan modal kerja dan investasi.

Ia menjelaskan, KUR terbagi dalam dua skema utama, yakni kredit modal kerja dan kredit investasi. Kredit investasi digunakan untuk pembelian aset tetap seperti mesin dan pembangunan fasilitas usaha, sedangkan kredit modal kerja dimanfaatkan untuk mendukung operasional usaha, seperti pembelian bahan baku dan kebutuhan likuiditas akibat sistem pembayaran tempo dari pembeli.

Berdasarkan ketentuan terbaru tahun 2025–2026, pelaku UMKM dapat mengajukan pinjaman KUR dengan plafon hingga Rp100 juta tanpa memerlukan jaminan tambahan. Sementara untuk pinjaman di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta, tetap diberlakukan agunan sesuai regulasi perbankan.

Untuk memastikan pembiayaan tepat sasaran, Bank NTT mengoptimalkan 222 jaringan kantor yang tersebar di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Strategi ini diharapkan mampu menjangkau pusat-pusat ekonomi hingga tingkat kecamatan, termasuk wilayah terpencil.

Charlie mengakui peningkatan kualitas pelayanan menjadi prioritas utama agar penyaluran KUR berjalan efektif dan berdampak nyata. Ia menegaskan bahwa KUR bukan sekadar program bantuan sosial sementara, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami berkomitmen memperluas akses pembiayaan produktif, sehingga KUR benar-benar menjadi penggerak ekonomi rakyat yang berkelanjutan,” pungkasnya. (MI)




Tambang Noenasi Ditempuh Lewat Musyawarah, Kades Tegaskan Tolak Provokasi dan Ilegal Mining

Kefamenanu,nwartapedia.com  – Polemik rencana Izin Penambangan Rakyat (IPR) di Desa Noenasi kini memasuki suasana yang lebih kondusif. Pemerintah desa bersama tokoh adat sepakat mengedepankan musyawarah dan persaudaraan demi menjaga stabilitas sosial di wilayah tersebut.

Kepala Desa Noenasi, Klemens Kau Oki, mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi isu yang belum jelas kebenarannya, termasuk kabar perluasan tambang hingga puluhan ribu hektar yang dinilainya tidak berdasar.

“Kami ingin semua proses berjalan transparan dan melalui musyawarah adat bersama empat suku besar. Jangan sampai informasi yang simpang siur merusak persaudaraan,” tegasnya.

Kekhawatiran warga terhadap dampak lingkungan, terutama di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), serta kejelasan batas wilayah tambang menjadi perhatian serius pemerintah desa. Klemens menegaskan, kelestarian tanah ulayat dan keselamatan warga adalah prioritas utama.

Ia juga menekankan bahwa legalitas formal harus berjalan seiring dengan legitimasi adat. Setiap rencana IPR, menurutnya, wajib mendapat restu dari pemangku adat Suku Hun, Fnekan, Leltakaeb, dan Kenjam.

Untuk mencegah konflik horizontal, pemerintah desa bersama lembaga adat telah menghentikan sementara aktivitas yang berpotensi memicu gesekan. Praktik penambangan liar juga dilarang keras.

“Jika ditemukan aktivitas ilegal, baik oleh warga lokal maupun dari luar desa, akan dikenakan sanksi adat sesuai kesepakatan para ketua suku,” ujarnya.

Pemerintah Desa Noenasi berharap Dinas ESDM Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten TTU segera melakukan sosialisasi agar masyarakat memperoleh penjelasan resmi terkait prosedur dan regulasi IPR.

Klemens mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda dan organisasi kemahasiswaan, untuk mengawal proses ini secara damai dan objektif.

Ia berharap Noenasi dapat menjadi contoh pengelolaan tambang rakyat yang legal, tertib, dan tetap menjaga warisan leluhur. (MI)




Diskusi Publik Setahun Kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Survei Tunjukkan Tingkat Kepuasan 80,5 Persen

Kupang, nwartapedia.com – Diskusi publik satu tahun kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung di Aula El Tari, Kupang, Jumat (20/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus evaluasi terbuka atas capaian dan tantangan pembangunan selama setahun terakhir.

Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa forum diskusi publik penting untuk menguji sejauh mana program pemerintah berjalan serta menerima masukan dari berbagai elemen masyarakat.

“Kita ingin menguji perjalanan satu tahun ini. Silakan sampaikan kritik, saran, dan penilaian. Semua menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk memperbaiki arah kebijakan ke depan,” ujar Gubernur.

Ia menjelaskan, pemerintah provinsi berkomitmen menggunakan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai dasar perumusan kebijakan, terutama dalam menangani kemiskinan, stunting, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Menurutnya, pendekatan pembangunan ke depan akan lebih mikro dan berbasis individu maupun desa, sehingga program benar-benar tepat sasaran.

“Data harus lebih detail, lebih mikro. Kita tidak lagi bicara secara umum, tapi sampai pada siapa dan di mana persoalan itu terjadi. Dengan begitu, intervensi pemerintah bisa lebih tepat,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, baik yang mendukung maupun yang mengkritisi kinerja pemerintah. Ia menilai kolaborasi semua elemen menjadi kunci membangun NTT secara kolektif.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, memaparkan hasil survei terkait persepsi publik terhadap kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur NTT selama satu tahun.

Ia menjelaskan survei dilakukan dengan metodologi ilmiah dan berbasis sampling representatif. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja gubernur dan wakil gubernur mencapai 80,5 persen.

“Angka ini menjadi modal sosial dan politik yang cukup kuat untuk melanjutkan program pembangunan empat tahun ke depan. Artinya, masyarakat masih memiliki harapan besar terhadap pemerintah provinsi,” kata Pangi.

Namun demikian, survei juga mencatat sejumlah persoalan mendesak yang menjadi perhatian masyarakat. Di sektor ekonomi dan kesejahteraan, harga kebutuhan pokok yang mahal menjadi keluhan utama. Infrastruktur, khususnya kondisi jalan rusak dan akses air bersih, juga menjadi sorotan dominan responden.

Di bidang pendidikan, biaya pendidikan dan ketepatan sasaran bantuan menjadi isu penting. Sedangkan di sektor kesehatan, masyarakat menyoroti keterbatasan fasilitas, biaya layanan, serta kekurangan tenaga medis.

Selain itu, persoalan sosial seperti maraknya pinjaman online ilegal dan judi online turut menjadi perhatian masyarakat.

Meski demikian, sebanyak 75,4 persen responden menyatakan pemerintah provinsi memiliki solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Angka ini menunjukkan adanya optimisme publik terhadap arah kepemimpinan saat ini.

Diskusi publik tersebut juga diwarnai tanggapan sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat, termasuk menyinggung dinamika sosial yang berkembang, serta pentingnya penguatan transparansi, tata kelola pemerintahan, dan komunikasi publik yang lebih efektif.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum refleksi bersama agar tahun kedua kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT semakin fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan dasar, serta percepatan pembangunan infrastruktur demi mewujudkan NTT yang lebih maju dan sejahtera. (MI)




Syukur dan Persaudaraan Warnai Perayaan Kaul Pertama Sr Ida Baitanu di Biara OHFS Bello

Kupang, nwartapedia.com – Kehangatan persaudaraan dan rasa syukur menyatu dalam perjamuan sederhana di Biara Suster OHFS Bello, Kamis malam (19/2/2026).

Umat Bello, para imam, dan komunitas suster berkumpul merayakan kaul pertama Sr Ida Baitanu sebuah tonggak panggilan hidup bakti yang dirayakan dalam kebersamaan penuh makna.

Sekitar pukul 19.00 WITA, kurang dari dua puluh umat hadir bersama Ketua Stasi, Pastor Paroki dari Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, Frater David, serta Romo Arif dari Paroki Oepoli.

Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi undangan makan malam, tetapi menjadi bagian dari sukacita atas tumbuhnya panggilan religius baru di tengah Gereja.

Acara diawali dengan doa singkat sebagai ungkapan syukur atas kaul pertama yang diikrarkan dua hari sebelumnya.

Dalam suasana hening dan khidmat, doa-doa dipanjatkan sebagai tanda dukungan dan cinta dari komunitas kecil yang setia berjalan bersama.

Pimpinan OHFS Indonesia, Sr Mercy, menegaskan bahwa kebersamaan malam itu merupakan wujud syukur atas perjalanan panggilan hidup bakti Sr Ida Baitanu.

“Kami bersyukur atas kaul pertama saudari kami Sr Ida Baitanu, sehingga malam ini kami mengundang beberapa orang tua dan umat untuk makan malam bersama di biara. Ini bukan hanya perayaan pribadi, tetapi perayaan seluruh komunitas yang mendukung panggilan hidup bakti,” ungkapnya.

Suasana hangat terasa dalam percakapan dan tawa yang mengisi ruang makan biara. Hidangan khas Indonesia berpadu dengan menu India yang disiapkan komunitas suster, menghadirkan nuansa lintas budaya dalam satu meja persaudaraan.

Aroma nasi biryani yang kaya rempah berpadu dengan sajian salad dan aneka minuman, memperkaya kebersamaan malam itu.

Lebih dari sekadar santap malam, pertemuan tersebut menjadi ruang perjumpaan yang mempererat relasi antara umat, imam, dan biarawati. Nilai kesederhanaan, syukur, dan semangat melayani dengan hati terasa kuat dalam setiap percakapan.

Dalam terang spiritualitas Santo Fransiskus dari Asisi, kehidupan religius dipahami sebagai jalan persaudaraan universal, hidup sederhana, serta kedekatan dengan sesama. Malam di Bello menjadi cerminan nyata nilai itu sederhana dalam bentuk, namun besar dalam makna.

Perjamuan berakhir tanpa seremoni panjang. Namun bagi yang hadir, malam tersebut meninggalkan kesan mendalam bahwa panggilan hidup bakti tidak hanya dirayakan dalam ritus, melainkan juga dalam kehangatan persaudaraan yang hidup. (goe)




Pemkot Kupang Gelar Musrenbang dan Pra Musrenbang Stunting, Fokus pada Prioritas dan Penguatan SDM

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang melaksanakan Musrenbang Kecamatan yang dirangkaikan dengan Pra Musrenbang Tematik Stunting di Kantor Camat Maulafa.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan perencanaan pembangunan agar lebih terarah, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Musrenbang dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., yang menekankan pentingnya disiplin waktu dan ketepatan prioritas dalam penyusunan program.

Ia mengingatkan agar usulan pembangunan difokuskan pada kebutuhan mendesak dan berdampak langsung, mengingat keterbatasan fiskal daerah.

Dalam forum tersebut disampaikan bahwa prevalensi stunting Kota Kupang tahun 2025 masih berada di angka 16,8 persen.

Karena itu, pembangunan sumber daya manusia menjadi perhatian utama selain pembangunan infrastruktur.

Pemerintah juga mengalokasikan Rp500 juta untuk setiap kelurahan sebagai upaya mempercepat pemerataan pembangunan.

Ke depan, skema alokasi akan mempertimbangkan luas wilayah, jumlah penduduk, dan tingkat kemiskinan agar distribusi anggaran lebih proporsional.

Pra Musrenbang Tematik Stunting yang digelar tahun ini merupakan yang pertama di Kota Kupang, sesuai arahan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri.

Hasilnya akan menjadi bagian dari indikator penilaian kinerja kepala daerah oleh Kementerian Dalam Negeri.

Melalui forum ini, Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas perencanaan pembangunan dengan menempatkan peningkatan kualitas manusia sebagai prioritas utama. ***




Ramadan Lebih Istimewa di Kristal Hotel Kupang, Sajikan Buffet Nusantara Lengkap Rp125 Ribu per Pax

Kupang, nwartapedia.com – Menyambut bulan suci Ramadan, Kristal Hotel Kupang menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berbeda melalui program spesial bertema “Ramadan Nusantara”.

Konsep All You Can Eat ini dirancang untuk menghadirkan kehangatan kebersamaan dengan sentuhan cita rasa khas Indonesia dari berbagai daerah.

Selama Ramadan, tamu akan dimanjakan dengan aneka menu Nusantara yang disajikan bergantian setiap hari.

Variasi hidangan tersebut memberikan pengalaman kuliner yang kaya rasa sekaligus menghadirkan sensasi berbuka yang tidak monoton.

Beberapa menu unggulan yang menjadi favorit antara lain Nasi Briyani, Kambing Guling spesial yang tersedia setiap hari, serta beragam hidangan tradisional lainnya yang diolah dengan cita rasa autentik oleh Executive Chef Herlandy bersama tim kuliner profesional.

Tak hanya menyajikan hidangan utama, Kristal Hotel Kupang juga menghadirkan konsep food stall interaktif yang menambah semarak suasana berbuka.

Tamu dapat menikmati sajian secara langsung dari stall-stall menarik, menciptakan pengalaman bersantap yang lebih hidup dan berkesan.

Dengan harga terjangkau, hanya Rp125.000 per pax, masyarakat sudah dapat menikmati hidangan berbuka sepuasnya dalam suasana yang nyaman dan representatif.

Promo ini sangat cocok untuk acara buka puasa bersama keluarga, komunitas, maupun rekan kerja.

Paket All You Can Eat “Ramadan Nusantara” tersedia setiap hari selama bulan Ramadan, mulai pukul 18.00 WITA hingga 21.00 WITA.

Sales Executive Melky Max mengajak masyarakat Kupang untuk segera melakukan reservasi lebih awal agar tidak kehabisan tempat.

“Melalui Ramadan Nusantara, kami ingin menghadirkan momen berbuka yang penuh kebersamaan dengan sajian terbaik bagi seluruh tamu,” ujarnya.

Jadikan Ramadan tahun ini lebih bermakna dengan pengalaman berbuka yang hangat, lezat, dan penuh kebersamaan di Kristal Hotel Kupang (MI)




Rasakan Hangatnya Kebersamaan Ramadhan di Rooftop, Harper Kupang Hadirkan Sensasi Berbuka dengan Panorama Kota

Kupang,nwartapedia.com  — Menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh semangat kebersamaan, Harper Hotel Kupang menghadirkan program istimewa All You Can Eat Ramadan Experience Buffet yang menawarkan pengalaman berbuka puasa berbeda di Kota Kupang.

Bertempat di rooftop lantai 10, para tamu dapat menikmati aneka hidangan berbuka sembari menyaksikan panorama senja Kota Kupang yang memikat.

Perpaduan suasana hangat, desain ruang yang elegan, serta pelayanan profesional menjadikan momen berbuka semakin berkesan.

Buffet Ramadhan ini menyuguhkan ragam menu pilihan, mulai dari takjil tradisional, hidangan khas Nusantara, sajian Timur Tengah, hingga menu internasional favorit.

Seluruh hidangan dipersiapkan oleh tim kuliner berpengalaman dengan standar kualitas hotel berbintang, menghadirkan cita rasa yang autentik dan menggugah selera.

General Manager Harper Kupang, Amiruddin Thamrin, menjelaskan bahwa konsep ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbuka yang tidak sekadar makan bersama, tetapi juga mempererat silaturahmi.

“Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk berbagi dan memperkuat kebersamaan. Melalui Ramadan Experience Buffet ini, kami ingin menghadirkan suasana berbuka yang nyaman, hangat, dan penuh makna bagi masyarakat Kupang,” ujarnya.

Program ini terbuka bagi tamu yang menginap maupun masyarakat umum yang ingin menikmati pengalaman berbuka puasa di hotel berbintang.

Selain variasi menu, kenyamanan menjadi perhatian utama melalui penataan ruang yang rapi, kapasitas tempat yang memadai, serta keramahan staf yang siap melayani dengan sepenuh hati.

All You Can Eat Ramadan Experience Buffet tersedia sepanjang periode Ramadhan dengan harga khusus.

Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan reservasi dapat diperoleh melalui kanal resmi hotel.

Tentang Harper Hotel Kupang

Harper Hotel Kupang memiliki 175 kamar dan berlokasi strategis di pusat Kota Kupang, Kompleks CBD Boulevard No.11 Fatululi, Oebobo, Kota Kupang 85111, Nusa Tenggara Timur.

Hotel ini merupakan bagian dari jaringan Harper yang dikelola oleh Archipelago.

Harper Hotel dikenal dengan konsep modern berpadu sentuhan rustik yang hangat, cocok bagi pelaku perjalanan bisnis maupun wisatawan yang mengutamakan kenyamanan dan kualitas layanan.

Tentang Archipelago

Archipelago merupakan grup perhotelan swasta terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 45.000 kamar dan residence di lebih dari 300 hotel di berbagai kawasan dunia, termasuk Asia Tenggara, Amerika Latin, Karibia, Timur Tengah, dan Oseania.

Perusahaan ini memiliki portofolio 13 merek perhotelan pemenang penghargaan, di antaranya Aston, Alana, Huxley, Kamuela, Avanika, Harper, Quest, Four Corners, Neo, fave, Nordic, Powered by Archipelago, dan Aston Collection.

Informasi Lebih Lanjut:

Bernadeth Helena Ayuningrum Asst. Sales Manager Harper Hotel Kupang Email: kupangasm1@gmail.com | kupangmarcomm@harperhotels.com HP: 081237800235. ***




Bangkit dari Kerugian, BLUD SPAM NTT Sabet TOP BUMD Awards 2026 Bintang 3

Kupang, nwartapedia.com
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Badan Layanan Umum Daerah Sistem Penyediaan Air Minum (BLUD SPAM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam ajang bergengsi TOP BUMD Awards 2026, BLUD SPAM Provinsi NTT berhasil meraih penghargaan kategori TOP BUMD 2026 Star 3.

Surat penghargaan tertanggal 17 Februari 2026 tersebut ditujukan kepada Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, dengan tembusan kepada Direktur Utama BLUD SPAM Provinsi NTT, Erasmus Jogo, SE, MM, sebagai pimpinan yang dinilai sukses membawa institusi bangkit dan berkembang secara signifikan.

Penghargaan tersebut dijadwalkan akan diterima secara resmi pada 13 April 2026 di Jakarta.

Direktur Utama BLUD SPAM Provinsi NTT, Erasmus Jogo kepada media ini menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

Ia menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi bukti nyata kerja keras seluruh jajaran.

“Sebagai pimpinan di BLUD SPAM tentu saya merasa bangga. Dari seluruh BLUD/BUMD di Provinsi NTT, BLUD SPAM Provinsi NTT yang memperoleh penghargaan ini. Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh tim,” ujarnya pada Rabu (18/2/2026).

Erasmus mengungkapkan, perjalanan BLUD SPAM tidak selalu mulus. Pada 2020, lembaga tersebut sempat mengalami kerugian sekitar Rp798 juta.

Namun melalui pembenahan manajemen dan strategi pelayanan yang terarah, kinerja keuangan berhasil dibalik menjadi tren positif.

Pendapatan BLUD SPAM meningkat secara konsisten: tahun 2021 sebesar sekitar Rp260 juta, tahun 2022 naik menjadi sekitar Rp600 juta, tahun 2023 mencapai Rp1,1 miliar, tahun 2024 sebesar Rp1,5 miliar, dan pada 2025 target Rp2 miliar bahkan terlampaui dengan realisasi mencapai Rp2,5 miliar.

Menurutnya, strategi peningkatan tersebut dilakukan melalui penambahan jam pelayanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan kerja sama dengan pelanggan strategis beberapa mitra layanan antara lain RSU W. Z. Johanes Kupang, RS Siloam, Lippo Plaza Kupang, hotel-hotel, dan lembaga swasta di sepanjang Jalan Timor Raya.

“Untuk menjaga kualitas pelayanan air minum, kami fokus pada kesiapan SDM yang profesional dan loyal, meningkatkan kuantitas serta kontinuitas distribusi air, dan menyesuaikan jam pelayanan dengan kebutuhan pelanggan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus memperkuat koordinasi antar divisi dan meningkatkan standar pelayanan publik di sektor air minum di NTT.

Penilaian dalam TOP BUMD Awards 2026 dilakukan melalui tahapan wawancara mendalam, proses penjurian, hingga penetapan pemenang secara objektif dan independen dalam sidang pleno dewan juri yang kredibel.

Tim penilai melibatkan sejumlah lembaga dan institusi profesional, antara lain TOP Business, Institut Otonomi Daerah, Solusi Kinerja Bisnis, Dwika Consulting, Sinergi Daya Prima, akademisi dari FEB Universitas Indonesia, FEB Universitas Padjadjaran, FISIP Universitas Diponegoro, serta unsur asosiasi dan konsultan manajemen.

Erasmus berharap penghargaan ini sebagai motivasi bagi tim BLUD SPAM NTT serta terus berkoordinasi dengan masing-masing divisi untuk pencapaian pelayanan air minum menjadi lebih baik kedepannya.

“Saya berharap capaian ini menjadi tonggak penguatan tata kelola BLUD SPAM Provinsi NTT sebagai lembaga pelayanan publik yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses air minum yang lebih baik,”pungkasnya. (MI)




Pengawas Sekolah Gaungkan Mari Jaga, Katong Pung Anak, Polisi Perkuat Komitmen Sekolah Aman di Maulafa

Kupang,nwartapedia.com — Koordinator Pengawas pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johni Eduar Rihi, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan melindungi anak sebagai tanggung jawab bersama.

Ajakan tersebut diperkuat oleh kepolisian yang mendorong peran aktif warga dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.

Seruan itu disampaikan dalam kegiatan mediasi yang berlangsung di SDN Oehendak Maulafa, Jumat (13/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Johni menegaskan pentingnya kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.

“Mari jaga anak, katong pung anak. Mereka tanggung jawab bersama, bukan hanya keluarga atau sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang aman yang menjunjung tinggi nilai edukatif dan penyelesaian persoalan secara bermartabat.

Ia menekankan bahwa setiap persoalan yang melibatkan anak sebaiknya diselesaikan dengan pendekatan pembinaan, bukan dengan cara yang dapat berdampak pada kondisi psikologis maupun masa depan anak.

Johni juga mengimbau warga di Kota Kupang agar tidak ragu melaporkan setiap persoalan yang melibatkan anak kepada pihak sekolah maupun pemerintah setempat.

Dengan pelaporan yang cepat dan terbuka, penanganan dapat dilakukan secara tepat dan terukur.

Sementara itu, Kapolsek Maulafa, AKP Feri Alamsyah, menyampaikan apresiasi atas peran masyarakat yang turut membantu proses mediasi sehingga situasi tetap kondusif.

Ia menegaskan bahwa kepolisian siap mendukung terciptanya keamanan di lingkungan sekolah.

“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama meminimalisir potensi tindak kriminal di lingkungan masing-masing serta mengedepankan komunikasi dalam menyelesaikan persoalan,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara sekolah, orang tua, dan aparat keamanan menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, sekaligus melindungi masa depan generasi muda di Kota Kupang. (MI)