Johni Asadoma Dorong Strategi Pengembangan Olahraga NTT Berbasis Kondisi Empirik Daerah

Oleh: Dr. Fransiskus Sales, S.Pd., MM

Kupang,nwartapedia.com   – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, bersama Gubernur Melkiades Laka Lena, menempatkan pembangunan olahraga sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan manusia di NTT.

Kebijakan ini dirancang dengan mempertimbangkan kondisi geografis, demografis, sosial, serta tantangan empirik yang dihadapi masyarakat NTT.

Secara geografis, Provinsi Nusa Tenggara Timur berada pada posisi 8–12 Lintang Selatan dan 112–127 Bujur Timur, dengan jumlah penduduk sekitar 5,7 juta jiwa yang tersebar di 1.192 pulau, dan 45 di antaranya berpenghuni.

Kondisi topografi yang berbukit, berpegunungan, padang ilalang yang luas, hutan, sawah, sungai, hingga wilayah laut yang terbentang luas, serta karakter tanah yang kering dan berbatuan, membentuk masyarakat NTT yang dikenal sabar, tabah, tangguh, pantang menyerah, dan pekerja keras.

Selain itu, masyarakat NTT hidup dalam keberagaman yang inklusif dengan tingkat toleransi yang tinggi. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial yang kuat dalam pembangunan daerah, termasuk pembangunan olahraga.

Namun demikian, keterbatasan aksesibilitas transportasi darat, laut, dan udara, minimnya sarana dan prasarana olahraga, rendahnya budaya gerak masyarakat, tingkat kebugaran jasmani yang masih rendah, serta keterbatasan sumber daya manusia keolahragaan, menjadi tantangan besar yang harus diatasi.

Visi dan Misi Pembangunan Olahraga

Dalam kepemimpinan Melkiades Laka Lena dan Jhoni Asadoma, visi pembangunan NTT dirumuskan sebagai “NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan.”

Visi tersebut dijabarkan ke dalam berbagai misi pembangunan, termasuk penguatan sektor olahraga sebagai bagian dari pembangunan manusia seutuhnya.

Jika visi dan misi ini dijalankan secara profesional dan berkualitas, maka tujuan utama yang ingin dicapai adalah terwujudnya masyarakat NTT yang sejahtera dan berkelanjutan, dengan indikator fisik yang bugar, mentalitas yang baik, kebutuhan hidup yang terpenuhi, serta relasi sosial yang humanis dan harmonis.

Dalam konteks olahraga, tujuan tersebut diarahkan pada terbangunnya sistem pembinaan dan strategi pengembangan olahraga yang terintegrasi, serta meningkatnya prestasi olahraga di tingkat regional, nasional, hingga internasional, yang diukur melalui perolehan medali emas, perak, dan perunggu.

Kebijakan Strategis Olahraga Daerah

Pada tahun pertama kepemimpinan Melkiades–Johni, Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan kebijakan fundamental di bidang pembangunan olahraga melalui penerbitan Peraturan Gubernur tentang Desain Olahraga Daerah (DOD) dan Naskah Desain Olahraga Daerah.

Kebijakan ini merupakan penjabaran dari Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang berlandaskan pada:

Peraturan Presiden Nomor 86 tentang DBON

– Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2021 tentang Sistem Keolahragaan Nasional

– Permenpora Nomor 15 Tahun 2023 tentang Desain Olahraga Daerah

– DOD menjadi rujukan utama dalam pola pembinaan dan pengembangan olahraga di NTT.

Program Kerja Prioritas

Dalam implementasinya, pemerintah daerah menetapkan sejumlah program kerja strategis, antara lain:

1. Meningkatkan partisipasi siswa dalam olahraga pendidikan, selaras dengan kurikulum, dengan menekankan korelasi antara prestasi belajar dan kebugaran jasmani.

2. Mendorong partisipasi masyarakat dalam olahraga masyarakat, menjadikan olahraga sebagai budaya gerak dan gaya hidup. Sebagai langkah konkret, Pemprov NTT mencanangkan senam bersama ASN setiap bulan pada Jumat pertama, pukul 06.00–08.00 WITA.

3. Mengembangkan pembinaan olahraga prestasi melalui pembentukan sentra-sentra pembinaan atlet.

4. Mengembangkan industri olahraga dan ekonomi kreatif, sebagai penopang ekonomi keluarga dan masyarakat menuju prestasi olahraga yang lebih tinggi.

Seluruh program olahraga pendidikan, olahraga masyarakat, olahraga prestasi, dan industri olahraga diwajibkan terdokumentasi secara sistematis sebagai bank data olahraga daerah.

Prestasi Atlet NTT

Sepanjang tahun 2025, atlet-atlet NTT menunjukkan peningkatan prestasi dalam berbagai event nasional dan regional. 

Data capaian tersebut menjadi bukti awal efektivitas kebijakan dan strategi pengembangan olahraga yang sedang dijalankan oleh pemerintah daerah.

Menuju NTT Bugar dan Berprestasi

Dengan memperhatikan kondisi empirik geografis, topografi, dan sosial masyarakat NTT, serta ditopang oleh visi, misi, kebijakan, program kerja, dan data faktual,

pembangunan olahraga di NTT diharapkan menjadi kekuatan kolaboratif dalam mewujudkan NTT yang bugar, unggul, dan berkarakter.

Upaya ini sejalan dengan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045, dengan olahraga sebagai salah satu instrumen strategis pembangunan sumber daya manusia.

Penulis: Dr. Fransiskus Sales, S.Pd., MM sebagai Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga pada Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT. ***




RD Christian Dominicus Juang Sogen Rayakan Misa Perdana di Paroki Santa Familia Sikumana

Kupang,nwartapedia.com  — Sukacita, haru, dan rasa syukur menyatu dalam perayaan Misa Perdana RD Christian Dominicus Juang Sogen, Pr, di Gereja Paroki Santa Familia Sikumana, Kupang, Rabu (7/1/2026) sore.

Perayaan Ekaristi yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh keluarga besar, umat paroki, para imam, frater, suster, serta sejumlah tokoh Gereja.

Imam muda yang akrab disapa Romo Rigen ini baru sehari sebelumnya ditahbiskan menjadi imam bersama sepuluh diakon lainnya di Gereja Katedral Kristus Raja Kupang, Selasa (6/1/2026).

Tahbisan imamat tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni.

Misa perdana dimulai pukul 17.00 WITA dan diawali dengan penyambutan adat Lamaholot di halaman gereja. Iringan tarian adat menjadi ungkapan syukur dan penghormatan umat atas kehadiran seorang imam baru dari tengah komunitas mereka.

Sukacita tampak jelas ketika Romo Rigen untuk pertama kalinya memimpin Ekaristi di paroki asalnya, tempat ia bertumbuh dan dibentuk dalam iman Katolik.

Pada tahbisan imamatnya, RD Christian Dominicus Juang Sogen memilih moto:
“In verbo autem tuo laxabo rete” (Luk. 5:5) — “Tetapi karena firman-Mu, aku akan menebarkan jala.”

Moto ini mencerminkan sikap iman dan ketaatan total kepada Sabda Tuhan sebagai dasar pelayanan imamatnya di tengah dunia yang penuh tantangan.

Dalam homilinya, imam pendamping sekaligus pengkhotbah, RD Frengky Kopong, Kepala SMA Seminari Santo Rafael Oepoi Kupang, menegaskan bahwa kebanggaan terbesar orang tua bukanlah harta, jabatan, atau kedudukan, melainkan ketika seorang anak mempersembahkan hidupnya secara total untuk melayani Tuhan dan Gereja sebagai imam Katolik.

La juga mengingatkan bahwa di tengah dunia yang sarat godaan kuasa, materi, dan popularitas, kekuasaan sejati seorang imam terletak pada pelayanan, kesetiaan pada kebenaran dan keadilan, serta keberpihakan kepada mereka yang kecil, lemah, dan tersingkir.

RD Christian Dominicus Juang Sogen lahir di Kupang, 15 Desember 1996. Ia merupakan putra dari pasangan Thomas Akaraya Sogen dan Antonia Nogo, serta berasal dari Paroki Santa Familia Sikumana.

Momen paling mengharukan terjadi di akhir perayaan Ekaristi. Setelah memberikan berkat kepada pastor paroki dan para imam rekan, Romo Rigen memberikan berkat khusus kepada kedua orang tuanya dan keluarga.

Saat orang tua dan saudara-saudaranya berlutut di hadapannya, ia menumpangkan tangan sambil meneteskan air mata.

Tangis haru pun pecah, menyatukan syukur, doa, dan kasih keluarga dalam keheningan yang sarat makna.
Umat Paroki Santa Familia Sikumana memaknai misa perdana ini bukan sekadar perayaan hadirnya seorang imam baru, tetapi juga sebagai panggilan bersama untuk mendukung karya pelayanan Gereja di tengah dinamika dan tantangan zaman.

Perayaan ditutup dengan ramah tamah sebagai ungkapan syukur dan sukacita bersama.

Misa perdana ini menandai awal perjalanan pelayanan RD Christian Dominicus Juang Sogen sebagai gembala umat, dengan harapan ia senantiasa setia pada Sabda Tuhan, rendah hati dalam pelayanan, dan berani “menebarkan jala” di mana pun ia diutus.
(Goe)




Ketika Dinding Rumah Lebih Tinggi dari Dinding Hati

Sebuah Refleksi Awal tahun 2026 tentang Makna Bertetangga

Oleh: Goris Takene

Kupang,nwartapedia..com – Hidup bertetangga sejatinya bukan sekadar berbagi batas pagar atau alamat yang berdekatan.

Namun seni hidup bersama dalam perbedaan, kesabaran, dan kemanusiaan. Dalam satu lingkungan, keluarga-keluarga tumbuh berdampingan, membawa latar belakang, kebiasaan, emosi, dan luka masing-masing.

Sayangnya, kedekatan fisik tidak selalu berbanding lurus dengan kedekatan hati.

Bayangkan sebuah lingkungan kecil yang tampak tenang dari luar. Di sana tinggal Tetangga A dan Tetangga B. Suatu hari, sebuah persoalan sepele muncul, mungkin suara yang sedikit lebih keras, parkir kendaraan yang kurang rapi, atau kesalahpahaman kecil lainnya.

Hal yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan satu obrolan santai, secangkir kopi, atau sapaan penuh empati.

Namun yang terjadi justru sebaliknya: Tetangga A memilih melaporkan Tetangga B kepada pihak berwenang, tanpa pernah mencoba berbicara dari hati ke hati.Di titik inilah kita perlu berhenti sejenak dan bercermin.

Mengapa dialog menjadi pilihan terakhir, bukan yang pertama? Apakah kita semakin terbiasa berbicara melalui aturan dan laporan, tetapi lupa pada bahasa kemanusiaan?

Dalam kehidupan berkeluarga dan bertetangga, sering kali yang paling dibutuhkan bukanlah siapa yang benar, melainkan siapa yang mau mengalah dan memahami.
Setiap rumah menyimpan cerita. Setiap keluarga memikul beban yang tidak selalu terlihat dari luar.

Mungkin suara bising itu berasal dari anak yang sedang belajar mengekspresikan diri, atau dari keluarga yang tengah berjuang menghadapi tekanan hidup. Ketika kita langsung menghakimi tanpa mendengarkan, kita bukan hanya melukai tetangga, tetapi juga meruntuhkan jembatan kepercayaan maupun jembatan komunikasi yang telah lama dibangun.

Melaporkan memang terlihat tegas, namun tidak selalu bijak. Ketegasan tanpa empati sering kali melahirkan jarak, dendam, dan suasana lingkungan yang dingin.

Anak-anak yang tumbuh di tengah konflik semacam ini belajar satu hal berbahaya: bahwa masalah diselesaikan bukan dengan bicara, melainkan dengan kekuasaan dan hukuman.

Hidup dalam satu lingkungan seharusnya menjadi ruang belajar bersama, belajar menahan ego, belajar meminta maaf, dan belajar memaafkan.

Bertetangga adalah latihan kecil dari hidup bermasyarakat yang lebih luas. Jika persoalan sepele saja kita selesaikan dengan pelaporan, bagaimana kita akan menghadapi persoalan besar yang membutuhkan kebersamaan?

Refleksi ini bukan untuk menyalahkan Tetangga A atau membenarkan Tetangga B. Ini adalah ajakan bagi kita semua untuk kembali pada nilai dasar hidup bersama, komunikasi, empati, dan rasa saling memiliki.

Sebab lingkungan yang damai tidak dibangun dari tembok yang kokoh, melainkan dari hati yang mau terbuka.

Pada akhirnya, yang akan kita kenang bukanlah seberapa sering kita memenangkan aturan, tetapi seberapa banyak hubungan yang berhasil kita selamatkan.

Sebab bagaimanapun selanjutnya setelah laporan itu, kita masih tetap hidup bersama sebagai satu keluarga dalam satu lingkungan yang sama.
Selain itu, hidup bertetangga bukan tentang siapa yang paling benar, melainkan siapa yang paling manusiawi.

Salam Waras. ***




Komunitas Beta Bersih dan Pemkot Kupang Gelar Aksi Massal “Kupang Bersinar”

Kupang,nwartapedia.com  – Komunitas Beta Bersih bersama Pemerintah Kota Kupang akan menggelar aksi kerja bakti massal bertajuk “Kupang Bersih, Indah dan Asri (Kupang Bersinar)” pada Jumat, 9 Januari 2026.

Kegiatan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat dan didukung penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana, dalam konferensi pers didampingi oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, Achmad Likur, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK, Hijayas Uthan Mode dan Kepala Seksi Bidang Tata Lingkungan DLHK, Nofdy Pono yang berlangsung di Kantor Balai Lelang Flobamora jalan Timor Raya km.6, Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (6/1/2026).

Irsan Dardana menjelaskan bahwa kegiatan Kupang Bersinar merupakan agenda kolaboratif antara komunitas dan Pemerintah Kota Kupang yang bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kegiatan ini adalah kerja bakti bersama yang melibatkan ASN, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Kita ingin menumbuhkan rasa memiliki bahwa Kota Kupang adalah tanggung jawab kita bersama untuk dijaga kebersihannya,” ujar Irsan.

Ia merinci, kerja bakti akan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 06.30 WITA, melibatkan ASN, BUMN, BUMD, mahasiswa, dan anak sekolah. Sesi kedua mulai pukul 15.30 WITA, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat di wilayah masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, Komunitas Beta Bersih juga berkontribusi menyediakan 30 unit armada truk pengangkut sampah untuk melengkapi armada milik DLHK.

Armada-armada tersebut akan dikumpulkan di Taman Alun-Alun Kota Kupang dan secara resmi dilepas oleh Wali Kota Kupang menuju titik-titik kerja bakti, sebelum sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dengan keterlibatan aktif warga, kami berharap tumbuh kesadaran bahwa menjaga kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tambah Irsan.

Sementara itu, Achmad Likur, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, mengapresiasi inisiatif Komunitas Beta Bersih.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan contoh kolaborasi positif yang memberikan dampak besar bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Tidak semua komunitas mampu menggerakkan kegiatan besar seperti ini. Persoalan kebersihan di Kota Kupang masih menjadi tantangan karena kesadaran masyarakat belum sepenuhnya maksimal. Kehadiran Komunitas Beta Bersih sangat membantu pemerintah menjawab persoalan ini,” jelas Achmad.

Ia menambahkan, dua sesi kerja bakti dilakukan agar pembersihan dapat berjalan tuntas. Pada sesi sore, masyarakat akan fokus membersihkan area yang belum terjangkau pada pagi hari, termasuk selokan dan lingkungan permukiman.

DLHK sendiri akan menurunkan 27 unit armada, sehingga total armada yang dikerahkan mencapai 57 unit.

“Kami berharap dengan dukungan 57 unit armada ini, wajah Kota Kupang akan terlihat jauh lebih bersih dari sebelumnya,” katanya.

Senada dengan itu, Hijayas Uthan Mode, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kota Kupang, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan surat koordinasi untuk sekolah, universitas, RT/RW, BUMN, BUMD, puskesmas, serta instansi terkait lainnya guna memastikan keterlibatan maksimal.

Ia juga menyebut bahwa kegiatan ini merupakan Kupang Bersinar Jilid II, setelah sebelumnya diluncurkan bersamaan dengan lomba kebersihan tingkat Kota Kupang.

Menurutnya, momentum pasca Natal dan Tahun Baru membuat aksi kerja bakti ini sangat relevan, mengingat meningkatnya volume sampah di berbagai titik kota.

“Kami berterima kasih kepada Komunitas Beta Bersih atas kontribusinya yang luar biasa. Bahkan mereka juga siap membantu penataan TPA dalam rangka persiapan pembangunan IPLT dan TPSP,” ungkap Hijayas.

Melalui kegiatan Kupang Bersinar, Pemerintah Kota Kupang berharap seluruh warga semakin sadar bahwa kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi mewujudkan Kota Kupang yang bersih, sehat, dan asri. (MI)




BPS NTT Rilis NTP Desember 2025, Turun 0,09 Persen Dibanding November

Kupang, nwartapedia.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi merilis data Nilai Tukar Petani (NTP) Bulan Desember 2025.

Rilis tersebut disampaikan melalui kegiatan livestreaming pada Senin (5/1/2026).

NTP Bulan Desember 2025 dihitung menggunakan tahun dasar 2018 (2018=100) dan mencakup lima subsektor pertanian, yakni subsektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, serta perikanan.

Berdasarkan rilis BPS NTT, NTP Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Desember 2025 tercatat sebesar 101,46.

Angka ini menunjukkan bahwa secara umum petani masih berada pada posisi surplus, meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara rinci, NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 103,67 untuk subsektor tanaman padi dan palawija (NTP-P), 92,71 untuk subsektor hortikultura (NTP-H), 96,77 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR), 105,74 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt), dan 96,18 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

BPS NTT mencatat, NTP Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dibandingkan NTP November 2025.

Penurunan ini disebabkan oleh laju perkembangan indeks harga yang diterima petani lebih lambat dibandingkan dengan indeks harga yang dibayarkan petani.

Selain itu, di wilayah perdesaan juga terjadi perubahan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,60 persen selama periode Desember 2025.

Kondisi tersebut turut memengaruhi daya beli petani di Nusa Tenggara Timur.

Rilis ini menjadi salah satu indikator penting dalam menggambarkan kondisi kesejahteraan petani serta perkembangan ekonomi sektor pertanian di NTT menjelang akhir tahun 2025. (MI)




Ratusan Kepala Sekolah Dilibatkan pada Apel Perdana ASN Pemkot Kupang Awal 2026

Kupang, nwartapedia.com
Suasana apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Kupang pada awal tahun 2026 tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Apel yang digelar pada Senin (5/1/2026) di halaman Kantor Wali Kota Kupang ini turut dihadiri ratusan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SD serta SMP negeri se-Kota Kupang.

Apel perdana tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan diikuti ratusan ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Kehadiran para kepala sekolah menjadi perhatian tersendiri karena baru pertama kalinya mereka secara resmi dilibatkan dalam apel awal tahun bersama seluruh ASN Pemkot Kupang.

Koordinator Pengawas Sekolah SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johnny Eduard Rihi, membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, partisipasi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dalam apel perdana awal tahun anggaran 2026 memang merupakan yang pertama kali dilakukan.

“Benar, ini baru pertama kali kepala sekolah dan wakil kepala sekolah mengikuti apel perdana awal tahun bersama seluruh ASN Pemkot Kupang,” ujar Johnny.

Menurutnya, keikutsertaan para kepala sekolah tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Justru, apel tersebut dimanfaatkan sebagai momentum penyamaan persepsi sekaligus penyampaian informasi terkait arah kebijakan serta capaian Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena selama kurang lebih delapan bulan terakhir.

“Dalam kesempatan ini juga disampaikan berbagai capaian kinerja pemerintahan selama delapan bulan terakhir, khususnya terkait kinerja ASN, agar dapat dipahami secara menyeluruh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Fontein 2, Lita Wunga, mengaku senang dapat mengikuti apel perdana bersama ASN lainnya.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mendengar langsung arahan pimpinan daerah.

“Sesekali ikut apel bersama ASN lainnya itu baik. Kami bisa mendengar langsung arahan dan penekanan dari Pak Wali Kota sebagai pimpinan daerah,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menekankan tiga kunci utama yang harus menjadi pegangan seluruh ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sepanjang tahun 2026.

“Kunci pertama adalah fokus. Kunci kedua adalah kemampuan beradaptasi. Dan kunci ketiga, jangan mudah tersinggung atau terbawa perasaan dengan sesama rekan kerja maupun lingkungan sekitar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dinamika perubahan zaman menuntut ASN untuk terus beradaptasi, termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan media sosial sebagai sarana komunikasi publik.

Menurutnya, berbagai program dan kerja keras pemerintah perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Kalau kita tidak menyampaikan apa yang kita kerjakan, orang bisa menilai dari sudut pandang yang berbeda. Karena itu, media sosial harus dimanfaatkan secara bijak sebagai alat komunikasi pelayanan publik,” tambahnya.

Apel perdana ini sekaligus menjadi penanda dimulainya aktivitas pemerintahan Kota Kupang di tahun 2026, serta menjadi momentum konsolidasi seluruh elemen ASN dan insan pendidikan untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
(goe)




Wali Kota Kupang Tekankan Fokus, Adaptasi, dan Profesionalisme ASN di Awal 2026

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya fokus kerja, kemampuan beradaptasi, serta profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin apel perdana bersama ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang, Senin (5/1/2025), di lapangan apel Kantor Wali Kota Kupang.

Memasuki tahun kerja 2026, Christian Widodo mengingatkan seluruh ASN agar tidak kehilangan fokus di tengah berbagai distraksi, terutama perkembangan teknologi dan penggunaan gawai.

Menurutnya, fokus merupakan kunci utama dalam meningkatkan kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik.

“Kunci pertama adalah fokus. Kunci kedua adalah adaptasi. Dan kunci ketiga, jangan mudah tersinggung atau terbawa perasaan dengan sesama rekan kerja maupun orang di sekitar kita,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Wali Kota menjelaskan, perubahan zaman menuntut ASN untuk mampu beradaptasi, termasuk dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik.

Ia menilai, kerja keras pemerintah perlu diketahui masyarakat agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Sekarang ini, kalau kita bekerja dengan baik tetapi publik tidak tahu, orang bisa mengira kita tidak bekerja. Padahal program sudah berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Karena itu, mulai tahun 2026, Christian Widodo mewajibkan setiap bidang dan perangkat daerah di lingkup Pemkot Kupang memiliki minimal satu akun media sosial resmi yang aktif dan dikelola secara serius.

Akun tersebut diharapkan menjadi media penyampai informasi kinerja dan program pemerintah kepada masyarakat.

“Setiap bidang harus menunjuk satu orang yang relatif muda dan paham teknologi untuk mengelola media sosial, baik Facebook, Instagram, TikTok, maupun kanal lainnya,” jelasnya.

Ia menekankan, kinerja yang baik harus diiringi dengan penyampaian informasi yang tepat agar mudah dipahami publik.

Menurutnya, narasi yang baik akan membuat masyarakat mengetahui dan merasakan kehadiran pemerintah.

“Kerja bagus saja tidak cukup. Kerja bagus harus disampaikan dengan narasi yang baik,” katanya.

Selain fokus dan adaptasi, Wali Kota Kupang juga menyoroti pentingnya kedewasaan emosional dalam lingkungan kerja.

Ia mengingatkan ASN agar tidak mudah sensitif atau baper dalam menghadapi perbedaan pendapat, kritik, maupun teguran.

“Saat bekerja, jangan sensi, jangan baper dengan sesama teman kerja. Kita ini satu tim, dengan tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat,” tegasnya.

Christian Widodo mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir dirinya menerima sejumlah laporan melalui pesan WhatsApp terkait dinamika kerja di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Laporan tersebut umumnya berkaitan dengan persoalan komunikasi internal dan hubungan antarpegawai.

“Banyak hal sebenarnya bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik, tanpa harus dibawa ke perasaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika setiap persoalan disikapi secara emosional, maka kinerja organisasi akan terganggu dan pada akhirnya masyarakat yang dirugikan.

“Kalau semua baper, pekerjaan tidak akan jalan. Yang dirugikan bukan hanya kita, tetapi masyarakat Kota Kupang,” tandasnya.

Apel perdana ASN ini menjadi momentum awal bagi Pemerintah Kota Kupang untuk menegaskan komitmen membangun birokrasi yang fokus, adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik di sepanjang tahun 2026.
(goe)




Ketua YJI NTT Theo Widodo Ajak Masyarakat Awali 2026 dengan Senam Jantung Sehat

Kupang,nwartapedia.com  – Mengawali tahun baru 2026, Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2024–2029 yang baru dilantik, Ir. Theo Widodo, mengajak masyarakat untuk menjadikan hidup sehat sebagai komitmen bersama melalui kegiatan Senam Jantung Sehat yang digelar di halaman depan Kantor BPR Christa Jaya, Sabtu (3/1/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Ir. Theo Widodo menekankan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini serta mengajak masyarakat untuk rutin mengikuti senam yang dilaksanakan pada Sabtu pertama dan ketiga setiap bulan, pukul 06.00 WITA.

“Mengawali tahun baru 2026 ini adalah momen yang tepat untuk kita semua hidup lebih sehat. Saya mengajak Bapak Ibu semua untuk datang, ajak basudara, teman, sahabat, dan keluarga. Jantung adalah pusat tubuh kita, kalau jantung sehat maka tubuh kita juga sehat,” ujar Theo Widodo.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan senam jantung sehat ini memiliki keistimewaan karena tidak hanya berolahraga bersama, tetapi juga mendapatkan edukasi langsung dari para dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, peserta juga disediakan snack dan door prize pada kesempatan tertentu.

Theo Widodo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Christofel Liyanto selaku pimpinan BPR Christa Jaya sekaligus Wakil Ketua l YJI Cabang Utama Provinsi NTT yang telah menyediakan tempat dan perlengkapan, serta kepada seluruh pengurus dan relawan YJI yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kegiatan senam jantung sehat kali ini turut dihadiri sejumlah dokter, antara lain dr. Leonora Johana Tiluata, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang merupakan dokter jantung senior di NTT, dr. Muhamad Bayu Aji, Sp.JP, dokter spesialis jantung yang bertugas di RS TNI AL dan RS Bhayangkara, serta dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati, dokter spesialis penyakit dalam yang juga aktif membina Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Dalam sambutannya, dr. Leonora menjelaskan bahwa Yayasan Jantung Indonesia berperan sebagai garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan penyakit jantung di masyarakat, sementara para dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Utama NTT akan secara bergantian hadir mendampingi setiap kegiatan senam.

“Setiap senam jantung sehat, kami akan hadir untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan menjawab pertanyaan dari Bapak Ibu semua. Ke depan, kami juga berharap akan ada pemeriksaan kesehatan sederhana seperti cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol,” jelas dr. Leonora.

Sementara itu, dr. Muhamad Bayu Aji, Sp.JP dalam edukasinya mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip CERDIK untuk menjaga kesehatan jantung, yakni Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet sehat seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

“Olahraga itu penting, tapi harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Tidak perlu mengikuti tren olahraga berat. Senam seperti ini sudah sangat baik bila dilakukan rutin. Yang terpenting adalah konsistensi dan mengenali batas kemampuan diri,” tegas dr. Bayu.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi usia di atas 40 tahun, karena banyak penyakit jantung yang tidak menimbulkan gejala namun berisiko fatal.

Di tempat yang sama, dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati menambahkan bahwa olahraga dan pemeriksaan rutin sangat penting terutama bagi penderita hipertensi dan diabetes yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung dan stroke.

“Jangan tunggu merasa sakit baru periksa. Tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi sering tidak bergejala, tapi risikonya sangat besar. Jadikan olahraga sebagai budaya hidup, lakukan setiap hari meskipun hanya di rumah,” pesannya.

Kegiatan senam jantung sehat ini disambut antusias oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk komunitas Prolanis.

Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama NTT berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kebersamaan sekaligus sarana edukasi kesehatan jantung bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya. (MI)