Anggota DPRD Kota Kupang PSI Dampingi Wali Kota Serahkan Bantuan Korban Puting Beliung di Manutapen

Kupang,nwartapedia.com   – Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib, mendampingi Wali Kota Kupang saat menyerahkan bantuan kepada warga terdampak bencana angin puting beliung di Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak, Sabtu (17/01/2026).

Penyerahan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Kupang terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam.

Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban warga serta membantu pemulihan pasca-bencana.

Ahmad Talib menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya kepada Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang dinilainya selalu hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi musibah.

“Kami mengapresiasi kepemimpinan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang selalu menjalankan tugasnya sebagai pemimpin dengan turun langsung ke lapangan dan dekat dengan masyarakat,” ujar Ahmad Talib.

Menurutnya, kehadiran pemimpin di tengah masyarakat saat kondisi sulit menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melayani rakyat.

Ia juga menegaskan peran DPRD sebagai wakil rakyat akan terus berjalan seiring dengan roda pemerintahan yang ada.

“Sebagai wakil rakyat, kami di DPRD akan terus mengawal dan mengawasi jalannya roda pemerintahan yang dipimpin oleh Christian Serena, agar setiap kebijakan dan program benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat Kota Kupang,” tambahnya.

Pemerintah Kota Kupang berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan bantuan lanjutan bagi warga terdampak, sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik dan tepat sasaran.(MI)




Warga Manutapen Apresiasi Respons Cepat Wali Kota Kupang Tinjau Lokasi Bencana Puting Beliung

Kupang,nwartapedia.com  – Warga RT 14/RW 04 Kelurahan Manutapen, Kecamatan Alak menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran serta respons cepat Wali Kota Kupang, Christian Widodo, yang turun langsung meninjau lokasi bencana angin puting beliung pada Sabtu (17/01/2025).

Salah satu warga terdampak, Agus Jingi, kepada media ini mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepemimpinan Wali Kota Kupang yang dinilainya sigap dan peduli terhadap masyarakat.

“Saya sangat bersyukur atas kesiapan dari Pak Wali Kota Kupang karena saya punya pemimpin yang sangat sigap dan cepat tanggap terhadap apa yang dialami masyarakat. Saya berdoa untuk beliau agar selalu sehat supaya dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya,” ujar Agus.

Ia menambahkan, meskipun dirinya dan warga lainnya tengah mengalami bencana, kehadiran Wali Kota Kupang di lokasi memberikan kekuatan tersendiri bagi masyarakat.

“Bukan hanya bantuan nyata yang kami terima, tetapi kehadiran beliau membuktikan bahwa beliau adalah pemimpin yang tidak hanya memimpin dari meja, melainkan turun langsung mengayomi masyarakat. Saya berdoa agar beliau selalu sehat dan terus dipercaya masyarakat pada periode-periode berikutnya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RT 14/RW 04, Filmon Kay, menjelaskan bahwa bencana angin puting beliung terjadi pada Jumat (16/01/2025) sekitar pukul 12.00 malam dan berdampak pada 16 kepala keluarga di wilayah RT 14.

“Pada malam kejadian saya langsung berkoordinasi dengan warga melalui WhatsApp Group. Warga yang terdampak langsung melapor dan kami segera melakukan pendataan serta akomodasi,” jelas Filmon.

Ia menyebutkan bahwa dari 16 rumah terdampak, terdapat kerusakan dengan kategori berat, sedang, dan ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Kami sangat bersyukur karena tidak ada korban jiwa. Kami juga berterima kasih atas kehadiran Bapak Wali Kota Kupang yang langsung turun ke lapangan dan merespons cepat keluhan warga, bahkan saat mendengar anak-anak menjerit, beliau langsung merespons,” ungkap Filmon.

Di tempat yang sama, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan bahwa kehadirannya bertujuan untuk memastikan kondisi warga sekaligus menyerahkan bantuan kebutuhan pokok.

“Kami membawa bantuan sementara berupa beras, gula, mi instan, dan tikar. Untuk tahap awal ini dulu, selanjutnya kami akan berupaya membantu warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah,” ujar Wali Kota Kupang.

Pemerintah Kota Kupang berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan penanganan lanjutan bagi warga terdampak bencana angin puting beliung tersebut. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang dan UPTD SPAM NTT Perkuat Sinergi, Layanan Air Bersih Segera Diperluas

Kupang,nwartapedia.com   – Perumda Air Minum Kota Kupang resmi memperkuat sinergi dengan UPTD SPAM Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui penandatanganan perjanjian kerja sama yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Jumat (16/01/2025).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas cakupan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang yang selama ini belum terlayani secara optimal.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan ikhtiar penting untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus menghidupkan kembali kolaborasi yang sempat terhenti selama bertahun-tahun.

“Kerja sama ini sebenarnya sudah pernah ada, namun berhenti sejak awal 2003. Setelah saya bergabung sekitar empat bulan lalu, saya melihat ini sebagai peluang strategis yang harus segera dihidupkan kembali,” ujar Isidorus.

Ia menjelaskan, terhentinya kerja sama berdampak langsung pada pelayanan air minum di sejumlah wilayah Kota Kupang. Beberapa kawasan seperti Kelurahan TDM, Kayu Putih, Cabang Air, dan sebagian Kelurahan Liliba tidak dapat dilayani karena jaringan dan sistem transmisi air di wilayah tersebut merupakan aset milik UPTD SPAM Provinsi NTT.

“Selama tidak ada kerja sama, kami tidak memiliki dasar untuk melakukan pelayanan. Padahal masyarakat di wilayah tersebut terus menyampaikan keluhan dan harapan agar air bersih bisa kembali mengalir,” jelasnya.

Dengan ditandatanganinya perjanjian ini, Perumda Air Minum Kota Kupang memastikan akan segera mengaktifkan kembali titik-titik pelayanan yang selama ini terhenti, sehingga kebutuhan air minum warga dapat kembali terpenuhi secara berkelanjutan.

Isidorus juga menegaskan pentingnya penataan dan penegakan regulasi dalam pengelolaan sumber daya air di Kota Kupang.

Ia menyoroti adanya pembangunan sumur bor tanpa izin yang dinilai melanggar kewenangan wilayah dan berpotensi mengganggu sistem penyediaan air bersih.

“Kota Kupang memiliki regulasi dan otoritas sendiri. Setiap pembangunan sumber air harus melalui mekanisme perizinan yang sah. Pembangunan sumur bor ilegal sudah kami laporkan kepada Wali Kota untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Menurut Isidorus, kerja sama lintas wilayah harus dibangun atas dasar saling menghormati kewenangan, demi menjaga keberlanjutan sumber air dan kepentingan masyarakat.

Sementara itu, Kepala UPTD SPAM Provinsi NTT, Erasmus Jogo, menyatakan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting setelah cukup lama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Kupang berjalan sendiri-sendiri dalam pengelolaan air minum.

“Kebutuhan air bersih masyarakat tidak bisa ditunda. Kerja sama ini menjadi awal yang baik untuk membangun sistem pelayanan yang profesional dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Erasmus menjelaskan, skema kerja sama akan dijalankan dengan sistem tarif yang bersifat flat, sehingga Perumda Air Minum Kota Kupang tetap memiliki ruang untuk memperoleh keuntungan guna menopang biaya operasional.

“Pelayanan air minum tidak hanya berbicara soal fungsi sosial, tetapi juga harus dikelola secara bisnis agar lembaga mampu membiayai dirinya sendiri dan tetap berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui kerja sama ini, Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang berharap pelayanan air bersih di Kota Kupang semakin merata, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah pertumbuhan kota yang terus meningkat. (MI)




Pemprov NTT dan Pemkot Kupang Teken Kerja Sama Pengelolaan Air Bersih

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui UPTD SPAM Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Kupang. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Jumat (16/01/2026).

Penandatanganan kerja sama ini dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Kepala Biro Trisetya Provinsi NTT, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Kepala BPJS SPAM, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Kepala BKD Kota Kupang, Kepala Bagian Perekonomian Kota Kupang, Kepala Bagian Kerja Sama Kota Kupang, serta insan pers dan media massa.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, Christian Widodo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk menjawab persoalan air bersih yang selama ini menjadi tantangan besar di Kota Kupang.

“Urusan air bukan hal yang sederhana. Permasalahannya kompleks, mulai dari pertumbuhan penduduk yang meningkat, keterbatasan sumber air, hingga kondisi geografis. Namun dengan berjalan bersama, saya yakin hambatan-hambatan ini dapat kita lewati,” ujarnya.

Wali Kota juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang saat ini tengah melakukan pembenahan pada sejumlah sumber air dan infrastruktur pendukung, termasuk peningkatan debit air serta pembaruan peralatan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

“Air bukan hanya soal pipa dan jaringan, tetapi juga soal kesehatan dan kehidupan. Jika air bersih terpenuhi, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dan sangat penting, mengingat persoalan air minum di Kota Kupang telah lama menjadi isu serius yang belum terselesaikan secara tuntas.

“Kerja sama ini adalah cara yang baik dan tepat. Prinsipnya, jangan sampai ada sumber air yang dikuasai atau ditahan sehingga tidak bisa dialirkan kepada masyarakat. Air harus dikelola untuk kepentingan publik,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menekankan pentingnya profesionalisme dan kreativitas pemerintah daerah, terutama di tengah kebijakan pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota harus terus diperkuat agar pelayanan publik, khususnya air bersih, dapat berjalan dengan baik.

“Jika kerja sama ini ke depan tidak memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, maka harus dievaluasi. Semua harus berjalan sesuai prinsip keadilan dan profesionalisme,” ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan pelayanan air bersih yang adil, berkelanjutan, dan merata bagi seluruh masyarakat Kota Kupang, sekaligus memperkuat wajah pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berpusat di ibu kota provinsi. (MI)




Naturalisasi Sepak Bola: Jalan Pintas yang Mengancam Regenerasi Pemain Lokal

Oleh: Dr. Frans Sales, S.Pd., MM Pakar Sport Science KONI 

Kupang,nwartapedia.com  –  Sepak bola Indonesia saat ini berada pada persimpangan jalan. Di satu sisi, publik menginginkan prestasi instan di level internasional.

Di sisi lain, sistem pembinaan nasional masih rapuh dan belum sepenuhnya berbasis ilmu pengetahuan olahraga (sport science).

Dalam konteks inilah kebijakan naturalisasi pemain yang dijalankan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) perlu dikritisi secara jujur dan objektif.

Naturalisasi pada prinsipnya bukanlah kebijakan yang keliru. Dalam jangka pendek, pendekatan ini dapat meningkatkan kualitas tim nasional dan daya saing di level internasional.

Namun, ketika naturalisasi dilakukan secara masif dan dijadikan strategi utama, maka yang terjadi adalah jalan pintas prestasi yang justru mengancam keberlanjutan sepak bola nasional.

Pola naturalisasi yang lebih mengandalkan pemain keturunan dibandingkan pemain lokal telah menimbulkan sejumlah persoalan mendasar.

Pertama, biaya yang dikeluarkan sangat besar dan cenderung membebani anggaran negara.

Kedua, prestasi yang dihasilkan bersifat instan dan tidak berlandaskan sistem pembinaan yang kuat, berjenjang, dan berkelanjutan.

Ketiga, kebijakan ini secara perlahan mematikan motivasi serta kesempatan pemain lokal untuk berkembang dan berprestasi di level tertinggi.

Lebih jauh, pendekatan instan ini berdampak pada inefisiensi kebijakan alokasi anggaran pembangunan sumber daya manusia sepak bola Indonesia.

Negara seharusnya berinvestasi pada pembinaan jangka panjang, bukan sekadar mengejar hasil cepat yang tidak berumur panjang.

Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi merusak tatanan manajemen, administrasi, dan ekosistem kompetisi sepak bola nasional.

Sudah saatnya PSSI melakukan refleksi mendalam dan meninjau ulang kebijakan naturalisasi. Pembinaan sepak bola Indonesia semestinya diarahkan pada reformasi sistemik dengan menjadikan olahraga pendidikan sebagai fondasi utama.

Kompetisi pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga menengah harus digelar secara berjenjang dan berkelanjutan, karena di sanalah proses pembentukan teknik dasar, karakter, dan mental atlet dimulai.

Selain itu, sepak bola perlu dikelola sebagai industri yang sehat melalui pendekatan pemasaran olahraga. Keterlibatan masyarakat, media, dan sponsor harus dimaksimalkan agar pembinaan dan kompetisi dapat berjalan secara mandiri dan berkesinambungan.

Kompetisi usia dini dan usia muda juga harus diperbanyak sebagai sarana pemanduan bakat, evaluasi pembinaan, dan pembentukan mental bertanding.

Dalam perspektif sport science, pembinaan prestasi harus mengikuti alur yang jelas: input, proses, output, outcome, hingga income.

Atlet berprestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang terencana, terukur, dan berbasis ilmu pengetahuan serta teknologi olahraga.

Dengan sistem pembinaan yang baik, prestasi atlet akan bertahan lama, khususnya pada usia emas (golden age).

Naturalisasi mungkin memberikan harapan sesaat, tetapi harapan sejati sepak bola Indonesia terletak pada kekuatan pembinaan lokal.

Tanpa fondasi yang kuat, prestasi hanya akan menjadi ilusi. Sepak bola Indonesia tidak membutuhkan jalan pintas, melainkan keberanian untuk membangun sistem yang benar dan berkelanjutan.

Salam sepak bola, sepak bola bersahabat. (MI)




Warga Kolhua Inisiasi Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Pertanian di Kelurahan Bello

Kupang, nwartapedia.com — Upaya memanfaatkan lahan tidur agar kembali produktif mulai digerakkan warga di Kota Kupang. Kamis pagi (15/1/2026), dua warga Kolhua, Meos Lahera dan Rusmin Fallo, menjajaki sebidang lahan kosong di Kelurahan Bello untuk disurvei dan direncanakan sebagai lahan garapan pertanian.

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk melihat potensi lahan yang selama dua tahun terakhir dibiarkan terbengkalai.

Lahan tersebut diketahui merupakan milik seorang warga di luar Kelurahan Bello yang sebelumnya dititipkan kepada Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, untuk dijaga dan ditanami berbagai jenis tanaman pertanian.

Namun, karena kesibukan penjaga lahan, area tersebut tidak sempat diolah dan akhirnya dibiarkan kosong dalam waktu cukup lama.

Kondisi ini mendorong Meos Lahera dan Rusmin Fallo, atas nama Komunitas Vox Paterna sebuah komunitas paduan suara di Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi Kolhua untuk mengambil inisiatif menghidupkan kembali lahan tersebut.

Menurut Meos Lahera, rencana pengelolaan lahan bersifat kolektif dan terbatas, semata-mata untuk mengolah lahan tanpa mengubah status kepemilikan tanah.

“Kami hanya ingin memanfaatkan lahan yang selama ini kosong. Tanah ini tetap milik pemiliknya, kami hanya mengolahnya agar tidak terbengkalai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rusmin Fallo. Ia menuturkan bahwa kebun kolektif tersebut nantinya akan ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti jagung, cabai, dan kacang, sebagai bentuk kepedulian komunitas terhadap lingkungan sekaligus upaya sederhana mendukung ketahanan pangan.

Sementara itu, Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, mengapresiasi niat baik Komunitas Vox Paterna.

Ia menilai pemanfaatan lahan yang belum digunakan pemiliknya merupakan langkah positif selama dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Lokasi ini memang belum dimanfaatkan oleh pemiliknya. Selama hanya digunakan untuk menanam tanaman hortikultura dan bersifat sementara, tentu kami sangat mendukung,” kata Goris.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi warga dalam memanfaatkan lahan tidur secara produktif, sekaligus mendorong semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Kupang. (goe)




SDN Oeba 3 Kupang Gelar Syukuran Natal Sekaligus Resmikan Gedung Rehabilitasi

Kupang, nwartapedia.com — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oeba 3 Kota Kupang menggelar ibadat syukuran Natal dan Tahun Baru 2026 yang dirangkaikan dengan peresmian gedung rehabilitasi sekolah, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus wujud komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Acara syukuran berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Ibadat dipimpin oleh Pastor Kuasai Santo Petrus Haukoto Paroki Santa Familia Sikumana Kupang, RD Yalo atau yang akrab disapa Romo Yalo.

Dalam ibadat tersebut, Romo Yalo memberkati seluruh ruang belajar yang telah direhabilitasi, termasuk ruang-ruang kelas dan rumah penjaga sekolah.

Kepala SDN Oeba 3, Reynaldo, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas rampungnya program rehabilitasi gedung sekolah.

Menurutnya, rehabilitasi ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Gedung sekolah yang layak merupakan fondasi penting dalam mendukung proses pembelajaran. Syukuran ini menjadi tanda terima kasih kami kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sepanjang tahun yang lalu,” ujarnya.

Pengawas Pembina SDN Oeba 3 dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johni Eduar Rihi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah sekolah yang mampu memadukan nilai iman, kebersamaan, dan peningkatan mutu layanan pendidikan.

Menurut Johni, rehabilitasi gedung sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan.

“Lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan layak akan sangat memengaruhi semangat belajar siswa serta kinerja guru. Ini adalah langkah positif yang patut dijaga dan dirawat bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah. Seluruh warga sekolah, katanya, bertanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan sarana yang ada secara optimal demi peningkatan mutu pendidikan di Kota Kupang.

Sementara itu, dalam refleksinya, Romo Yalo mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan momentum Natal dan Tahun Baru sebagai ajakan memperbarui semangat pelayanan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam dunia pendidikan.

“Gedung boleh baru dan indah, tetapi yang paling penting adalah semangat cinta, disiplin, dan kepedulian yang terus tumbuh di dalamnya,” pesan Romo Yalo saat memberkati setiap ruangan sekolah.

Kegiatan syukuran ini dihadiri oleh guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua siswa, serta sejumlah undangan. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai wujud kebersamaan keluarga besar SDN Oeba 3 Kota Kupang.

Dengan peresmian gedung rehabilitasi tersebut, SDN Oeba 3 diharapkan semakin siap memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas serta menjadi lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang karakter dan prestasi peserta didik. (goe)




Perayaan Natal MK3S SD/MI Kota Kupang Teguhkan Semangat Kekeluargaan dan Pelayanan Pendidikan

Kupang, nwartapedia.com — Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, semangat kebersamaan dan nilai kekeluargaan kembali diteguhkan melalui Perayaan Syukur Natal dan Tahun Baru yang digelar Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MK3S) SD/MI Kota Kupang.

Perayaan yang berlangsung khidmat pada Kamis pagi, 15 Januari 2025, di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Assumpta Kupang ini dihadiri ribuan guru SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Kupang.

Perayaan syukur yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menjadi ruang refleksi iman sekaligus penguatan komitmen pelayanan pendidikan dasar. Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran keluarga baik di rumah maupun di lingkungan kerja sebagai fondasi utama dalam membangun pendidikan yang humanis dan bermakna.

Dalam homilinya, Romo Rudi Djung Lake mengajak para pendidik untuk memaknai keluarga dan lingkungan kerja sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.

Menurutnya, rumah tangga dan sekolah merupakan ruang pembentukan nilai, tempat keteladanan ditanamkan melalui sikap hidup, perilaku baik, serta pelayanan yang tulus.

“Menjadi guru adalah panggilan hidup. Ketika seorang guru melayani dengan hati, ia akan dikenang dan dihormati seumur hidup. Dari sanalah damai sejahtera itu lahir dan dirasakan banyak orang,” ungkap Romo Rudi.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Yesus dalam perayaan Natal merupakan tanda keselamatan bagi keluarga yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua MK3S SD/MI Kota Kupang, Jhoni A. Higa Huki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Natal yang rutin digelar setiap tahun bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan di lingkungan pendidikan dasar Kota Kupang.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang atas kolaborasi dan sinergi yang terus terjalin dengan baik.

“Melalui kebersamaan ini, kita diajak untuk terus bergandengan tangan membangun dunia pendidikan dasar bersama K3S demi masa depan anak-anak Kota Kupang,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, atas nama Wali Kota Kupang, menekankan pentingnya menjadikan pesan-pesan Natal sebagai pegangan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik.

Ia mengingatkan bahwa sekolah semestinya menjadi “taman keluarga” yang aman, nyaman, dan mendidik, baik bagi peserta didik maupun para guru.

Menurutnya, guru SD dan MI memiliki tanggung jawab yang sama dalam melayani anak bangsa tanpa sekat.

Ia juga mengingatkan agar pemanfaatan teknologi, khususnya telepon genggam, dikelola secara bijak agar tidak berdampak negatif terhadap kehidupan keluarga maupun kinerja pelayanan pendidikan.

“Kita dituntut bekerja secara fokus, bertanggung jawab, dan adaptif. Semua orang hebat lahir dari tangan seorang guru, tetapi tidak semua orang hebat mampu melahirkan seorang guru,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa K3S merupakan wadah independen yang strategis untuk merapatkan barisan dan menjaga mutu pendidikan, meskipun di tengah tantangan pemangkasan anggaran.

Perayaan syukur ini menjadi lebih dari sekadar peringatan Natal dan Tahun Baru. Kegiatan ini menjelma sebagai ruang perjumpaan iman, refleksi, serta penguatan solidaritas antar kepala sekolah dan insan pendidikan dasar SD dan MI di Kota Kupang. Suasana kehangatan yang tercipta mencerminkan semangat persatuan dalam melayani pendidikan dengan hati.

Melalui perayaan ini, keluarga besar MK3S SD/MI Kota Kupang berharap nilai-nilai Natal terus dihidupi dalam setiap praktik pendidikan sepanjang tahun, sehingga mampu melahirkan generasi yang beriman, berkarakter, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat pengabdian bagi masyarakat dan dunia pendidikan. (goe)




Rapat Perdana Ernest Ludji Tekankan Penguatan Konsolidasi dan Mutu Pendidikan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, nwatapedia.com
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang, Ernest Ludji, memimpin rapat kerja perdana awal tahun 2026 yang berlangsung pada Rabu (14/1/2026).

Rapat tersebut menjadi momentum strategis untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus memperkuat konsolidasi internal guna memastikan pelayanan pendidikan di Kota Kupang tetap berjalan optimal.

Rapat diawali dengan pemaparan progres kerja serta berbagai kendala yang dihadapi oleh masing-masing bidang, subbagian, hingga jajaran pengawas sekolah. Forum berlangsung dinamis dan terbuka, tidak hanya berisi laporan teknis, tetapi juga menjadi ruang penyampaian aspirasi serta realitas pelayanan pendidikan di lapangan.

Seluruh masukan tersebut diarahkan untuk menyelaraskan langkah dan kebijakan kerja dengan visi dan misi Wali Kota Kupang di sektor pendidikan.

Salah satu isu krusial yang mengemuka dalam rapat tersebut adalah keterbatasan jumlah pengawas sekolah, khususnya pengawas TK/PAUD.

Saat ini, hanya terdapat dua orang pengawas TK/PAUD dan keduanya dijadwalkan memasuki masa pensiun pada Juli 2026.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kekosongan pengawasan yang dapat berdampak pada kendali mutu pendidikan jika tidak segera diantisipasi.

“Situasi ini perlu mendapat perhatian serius agar fungsi koordinasi dan pengawasan mutu pendidikan tetap berjalan secara efektif,” ungkap salah satu pengawas TKK dalam forum rapat.

Menanggapi berbagai laporan dan masukan tersebut, Ernest Ludji menyampaikan apresiasi atas keterbukaan, komitmen, serta semangat kerja seluruh jajaran Dinas P dan K Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa peran kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para guru sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

“Guru pasti melahirkan orang-orang hebat, tetapi belum tentu orang hebat mampu melahirkan seorang guru. Karena itu, setiap peran harus ditempatkan sesuai dengan porsinya,” ujar Ernest.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan disiplin aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, waktu kerja harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelesaikan pekerjaan secara tuntas, sementara waktu istirahat digunakan secara proporsional.

“Bekerjalah secara profesional. Hindari membuang waktu untuk hal-hal yang tidak produktif, apalagi membicarakan keburukan orang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ernest menyampaikan terima kasih atas terbangunnya komunikasi dan kolaborasi yang baik di lingkungan Dinas P dan K Kota Kupang.

Ia berharap berbagai capaian yang telah diraih dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun 2026, meskipun dihadapkan pada kebijakan pemangkasan anggaran.

“Di tengah keterbatasan anggaran, kualitas pelayanan dan kinerja tidak boleh menurun. Kendali mutu pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah agenda strategis pendidikan tahun 2026, di antaranya pelaksanaan Tes Kompetensi Peserta Didik pada April 2026, termasuk bagi peserta Paket A, B, dan C. Selain itu, ujian sekolah tingkat SD dan SMP dijadwalkan berlangsung pada April hingga Mei 2026, serta pelaksanaan Asesmen Nasional pada September 2026 yang membutuhkan persiapan matang dan terukur.

Menutup arahannya, Ernest kembali menekankan pentingnya disiplin yang dimulai dari diri sendiri, termasuk disiplin dalam berpakaian sebagai aparatur sipil negara.

Ia pun mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. (goe)




Plt Kadis P dan K Kota Kupang: Teladan dan Kebersamaan Jadi Warisan Dua Pejabat Purna Tugas

Kupang, nwartapedia.com
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang menggelar acara lepas pisah bagi dua pejabat yang resmi mengakhiri masa tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (14/1/2026).

Keduanya yakni Drs. Ambo, mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, serta Siti Ratna Maro, mantan Kepala Subbagian Perencanaan dan Evaluasi.

Acara berlangsung penuh kehangatan dan haru sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas keduanya selama bertahun-tahun mengabdi di lingkungan Disdikbud Kota Kupang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, dalam sambutannya menyebut Drs. Ambo sebagai sosok abang sekaligus guru yang banyak memberi teladan dalam dinamika organisasi.

Menurutnya, masa purna tugas merupakan bagian dari perjalanan karier ASN yang tidak terelakkan.

“Hari ini kita memang kehilangan dua orang karena pensiun. Itu sudah menjadi kebiasaan dalam birokrasi. Namun yang terpenting adalah teladan, dedikasi, dan kebersamaan yang telah diwariskan oleh Pak Ambo dan Ibu Ratna,” kata Ernest.

Ia menegaskan bahwa meskipun secara tugas terjadi perpisahan, nilai persaudaraan dan kekerabatan yang telah terbangun selama ini harus tetap terjaga.

“Secara tugas kita boleh berpisah, tetapi hubungan persaudaraan yang telah terjalin jangan pernah putus,” pungkasnya.

Sementara itu, Drs. Ambo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan selama menjalankan tugas.

Ia mengaku tidak pernah menghadapi kendala berarti karena kuatnya dukungan dari para senior, rekan sejawat, serta seluruh jajaran pegawai.

“Selama saya melaksanakan tugas di dinas ini, saya merasa tidak berjalan sendiri. Selalu ada diskusi, solusi, saling memberi masukan, serta komunikasi yang baik. Itulah yang paling berkesan bagi saya,” ungkapnya.

Ia juga menitipkan pesan agar semangat kebersamaan dan solidaritas tetap dijaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Kupang.

“Teruslah solid dalam menjalankan tugas pelayanan, jangan kasih kendor. Dan dari hati yang paling dalam, saya mohon maaf apabila selama kebersamaan ada hal-hal yang kurang berkenan,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Siti Ratna Maro yang kini menyandang gelar Hajah usai menunaikan ibadah haji pada akhir 2025, menyampaikan refleksi pengabdiannya dengan penuh makna.

Ia menegaskan bahwa setiap tanggung jawab yang diemban selalu dijalankan dengan sepenuh hati karena kepercayaan merupakan amanah sekaligus ibadah.

“Setiap tugas yang diberikan selalu saya lakukan sebaik-baiknya. Kepercayaan itu adalah ibadah. Karena itu, teman-teman yang masih muda, bekerjalah sesuai kemampuan dan tanggung jawab, sebab pemerintah telah memberikan upah yang setimpal,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa masa depan anak bangsa sangat bergantung pada kerja keras dan dedikasi lembaga pendidikan.

Di akhir sambutan, Siti Ratna Maro menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan serta berharap tali silaturahmi yang telah terbangun tetap terjaga.

“Semoga silaturahmi yang telah terjalin membuat kita semua tetap kuat dan bersatu dalam pelayanan,” ujarnya.

Acara lepas pisah tersebut menjadi momen refleksi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran Disdikbud Kota Kupang untuk terus melanjutkan pelayanan pendidikan dengan semangat kebersamaan dan pengabdian. (Goe)