Wali Kota Kupang Dukung Penuh Rangkaian Kegiatan HPN 2026 PWI NTT

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (PWI NTT) dalam menggelar rangkaian kegiatan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 yang akan dipusatkan di Kota Kupang.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi Pengurus PWI NTT bersama Panitia HPN 2026 Tingkat Provinsi NTT pada Rabu, 21 Januari 2026 sore.

Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang, Poppy Baun.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Kupang menyambut baik rencana PWI NTT yang mengisi peringatan HPN tidak hanya secara seremonial, tetapi juga melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Wali Kota memberikan apresiasi terhadap rencana aksi bersih lingkungan dan donor darah yang dinilai sejalan dengan program dan kebutuhan Pemerintah Kota Kupang.

“Saya mendukung penuh keterlibatan langsung insan pers dalam menjaga kebersihan kota dan kegiatan sosial seperti donor darah. Ini merupakan bentuk kontribusi nyata pers bagi masyarakat,” ujar dr. Christian Widodo.

Selain itu, Wali Kota Kupang juga mengapresiasi rencana diskusi publik yang akan digelar PWI NTT dengan mengangkat tema ekonomi dan UMKM, khususnya terkait peran perbankan dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di NTT, termasuk di Kota Kupang.

Menurutnya, diskusi tersebut sangat relevan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang siap memberikan dukungan teknis melalui perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan HPN 2026 berjalan dengan baik.

Ketua PWI NTT, Hilarius F. Jahang, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Wali Kota Kupang dan jajaran Pemerintah Kota Kupang.

“HPN 2026 tidak kami maknai sekadar seremoni. Kami ingin menghadirkan aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat melalui kegiatan sosial, kepedulian lingkungan, serta penguatan ekonomi,” ujar wartawan senior yang akrab disapa Ferry Jahang.

Ia menegaskan bahwa selain mengikuti puncak HPN nasional yang akan digelar di Kota Serang, Provinsi Banten pada 6–9 Februari 2026, PWI NTT juga menggelar berbagai kegiatan di daerah sebagai bentuk keterlibatan langsung insan pers di tengah masyarakat.

“Melalui momentum HPN ini, insan pers di NTT ingin menunjukkan bahwa pers tidak hanya menulis dan melakukan kontrol sosial, tetapi juga hadir dan berkontribusi langsung dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HPN 2026 Tingkat Provinsi NTT, Andrianus Nong Loba, mengungkapkan bahwa panitia daerah telah menyiapkan empat agenda utama yang akan dilaksanakan sepanjang akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026.

Empat kegiatan tersebut meliputi Bakti Sosial Bersih Pantai, Bakti Sosial Donor Darah, Diskusi Publik Ekonomi dan UMKM, serta Fun Turnamen Tenis Meja.

“Bakti Sosial Bersih Pantai dilaksanakan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap Program Kupang Bersinar yang digagas Pemerintah Kota Kupang,” ujar wartawan yang akrab disapa Ryan Nong.

Ia merinci, kegiatan Bersih Pantai akan dilaksanakan di sepanjang Pantai Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, pada Jumat, 30 Januari 2026. Selanjutnya, kegiatan Donor Darah akan digelar di Kantor PWI NTT, Jalan Veteran Fatululi, Kota Kupang, pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Sementara itu, Diskusi Publik HPN 2026 dengan fokus pada isu ekonomi dan UMKM akan digelar di Aula El Tari pada Jumat, 13 Februari 2026, dan Fun Turnamen Tenis Meja dijadwalkan pada Sabtu, 14 Februari 2026 di Kantor PWI NTT.

Sebagai informasi, HPN 2026 secara nasional mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat dan Bangsa Kuat” dan dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun PWI ke-80 yang puncaknya diperingati pada 9 Februari 2026.

Audiensi tersebut dihadiri jajaran Pengurus PWI NTT yakni Hilarius F. Jahang, Aloysius Tani, Erasmus Nagi Noi, Andrianus Nong Loba, Venche Zakarias, Edi Marcolino Nahak, serta Maria Magdalena. (MI)




Wali Kota Kupang Terima Audiensi PT Pegadaian, Bahas Kerja Sama Sosial, Bank Sampah hingga Literasi Keuangan

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Area Kupang di Ruang Kerja Wali Kota Kupang, Rabu (21/01).

Audiensi tersebut membahas sejumlah rencana kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Kupang dan PT Pegadaian, khususnya di bidang sosial, pengelolaan sampah, serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui investasi emas.

Turut hadir dalam audiensi tersebut Deputy Bisnis Area Kupang PT Pegadaian, I Nyoman Mas Aryana, Kepala Departemen Gadai Area Kupang Donald Amalo, Ketua Panitia Natal PT Pegadaian Evan, serta MB2B Zahra. Wali Kota Kupang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, Johanes D. B. B. K. Assan, S.Kom.

Dalam pertemuan itu, I Nyoman Mas Aryana menyampaikan maksud dan tujuan audiensi sekaligus mengundang Wali Kota Kupang untuk menghadiri Perayaan Natal PT Pegadaian Area Kupang yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 24 Januari, pukul 17.00 WITA di Hotel Aston Kupang.

Selain undangan tersebut, PT Pegadaian juga memaparkan rencana pengembangan kembali program Bank Sampah yang sebelumnya pernah dijalankan melalui kerja sama CSR di Kelurahan Oebufu, dengan konsep “memungut sampah menjadi emas”.

Program ini dinilai sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam pengelolaan sampah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.

Wali Kota Kupang menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk hadir dalam perayaan Natal PT Pegadaian.

Ia juga menegaskan dukungan penuh Pemerintah Kota Kupang agar program-program yang direncanakan dapat segera ditindaklanjuti hingga ke tingkat kelurahan.

“Kolaborasi yang dibangun harus memberikan manfaat bersama atau mutual benefit, baik bagi Pemerintah Kota Kupang maupun PT Pegadaian, agar dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Wali Kota.

Pada kesempatan yang sama, PT Pegadaian turut memaparkan program literasi keuangan melalui produk Tabungan Emas yang memungkinkan masyarakat menabung emas mulai dari nominal kecil, bahkan sejak Rp10.000. Wali Kota Kupang menilai program tersebut sangat positif dalam meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat, sekaligus mendorong budaya investasi jangka panjang dibandingkan pola konsumsi yang bersifat sesaat.

Wali Kota Kupang juga mengusulkan agar PT Pegadaian dapat melakukan sosialisasi secara langsung kepada ASN Pemerintah Kota Kupang terkait manfaat Tabungan Emas, baik melalui kegiatan edukasi tatap muka maupun pemanfaatan aplikasi digital Pegadaian, yakni aplikasi Tring Pegadaian.

Audiensi ditutup dengan penyerahan cenderamata, sesi foto bersama, serta komitmen kedua belah pihak untuk menindaklanjuti kerja sama di bidang pengelolaan sampah, literasi keuangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang. ***




Bappeda Kota Kupang Gelar Pertemuan Penginputan Data Aksi Konvergensi Stunting Tingkat Kecamatan

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kupang menggelar pertemuan pembahasan penginputan data Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting tingkat kecamatan, Rabu (21/1/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Bappeda Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP., MM.

Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida) Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka pemenuhan kelengkapan data Aksi Konvergensi, khususnya data Analisis Situasi tahun 2025.

Dalam sambutannya, Wildrian Ronald Otta menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen kuat Wali Kota Kupang dalam memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting pada tahun 2026.

“Pertemuan ini merupakan wujud komitmen Wali Kota Kupang dalam memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2026,” tegasnya.

Fokus pembahasan diarahkan pada penguatan kualitas data sasaran, data pendukung, serta data capaian layanan tahun 2025 yang akan menjadi dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat dan terukur pada tahun 2026.

Dalam forum tersebut juga ditegaskan bahwa proses penginputan data harus diawali dengan penyamaan pemahaman antar pemangku kepentingan. Framework serta definisi operasional setiap indikator perlu disepakati bersama agar data yang dihasilkan tidak bias, tidak tumpang tindih, dan dapat dimanfaatkan secara lintas sektor.

Para camat yang hadir menekankan pentingnya pemanfaatan pangan lokal dan pekarangan sebagai bagian dari intervensi sensitif di tingkat wilayah.

Sementara itu, para operator puskesmas menyampaikan sejumlah kendala teknis yang masih dihadapi, terutama terkait perbedaan penafsiran definisi operasional indikator, seperti ibu hamil yang mengonsumsi makanan beragam serta balita yang mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).

Perbedaan penafsiran ini dinilai perlu mendapatkan kejelasan bersama agar tidak berdampak pada kualitas data.

Sebagai hasil akhir pertemuan, seluruh peserta sepakat bahwa penyelesaian data Analisis Situasi harus dituntaskan pada minggu berjalan.

Data ditargetkan sudah lengkap dan siap digunakan paling lambat Jumat (22/1/2026), sebagai dasar percepatan penurunan stunting di Kota Kupang tahun 2026. ***