Warga Kolhua Inisiasi Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Pertanian di Kelurahan Bello

Kupang, nwartapedia.com — Upaya memanfaatkan lahan tidur agar kembali produktif mulai digerakkan warga di Kota Kupang. Kamis pagi (15/1/2026), dua warga Kolhua, Meos Lahera dan Rusmin Fallo, menjajaki sebidang lahan kosong di Kelurahan Bello untuk disurvei dan direncanakan sebagai lahan garapan pertanian.

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk melihat potensi lahan yang selama dua tahun terakhir dibiarkan terbengkalai.

Lahan tersebut diketahui merupakan milik seorang warga di luar Kelurahan Bello yang sebelumnya dititipkan kepada Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, untuk dijaga dan ditanami berbagai jenis tanaman pertanian.

Namun, karena kesibukan penjaga lahan, area tersebut tidak sempat diolah dan akhirnya dibiarkan kosong dalam waktu cukup lama.

Kondisi ini mendorong Meos Lahera dan Rusmin Fallo, atas nama Komunitas Vox Paterna sebuah komunitas paduan suara di Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi Kolhua untuk mengambil inisiatif menghidupkan kembali lahan tersebut.

Menurut Meos Lahera, rencana pengelolaan lahan bersifat kolektif dan terbatas, semata-mata untuk mengolah lahan tanpa mengubah status kepemilikan tanah.

“Kami hanya ingin memanfaatkan lahan yang selama ini kosong. Tanah ini tetap milik pemiliknya, kami hanya mengolahnya agar tidak terbengkalai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rusmin Fallo. Ia menuturkan bahwa kebun kolektif tersebut nantinya akan ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti jagung, cabai, dan kacang, sebagai bentuk kepedulian komunitas terhadap lingkungan sekaligus upaya sederhana mendukung ketahanan pangan.

Sementara itu, Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, mengapresiasi niat baik Komunitas Vox Paterna.

Ia menilai pemanfaatan lahan yang belum digunakan pemiliknya merupakan langkah positif selama dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Lokasi ini memang belum dimanfaatkan oleh pemiliknya. Selama hanya digunakan untuk menanam tanaman hortikultura dan bersifat sementara, tentu kami sangat mendukung,” kata Goris.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi warga dalam memanfaatkan lahan tidur secara produktif, sekaligus mendorong semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Kupang. (goe)




SDN Oeba 3 Kupang Gelar Syukuran Natal Sekaligus Resmikan Gedung Rehabilitasi

Kupang, nwartapedia.com — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oeba 3 Kota Kupang menggelar ibadat syukuran Natal dan Tahun Baru 2026 yang dirangkaikan dengan peresmian gedung rehabilitasi sekolah, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus wujud komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Acara syukuran berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Ibadat dipimpin oleh Pastor Kuasai Santo Petrus Haukoto Paroki Santa Familia Sikumana Kupang, RD Yalo atau yang akrab disapa Romo Yalo.

Dalam ibadat tersebut, Romo Yalo memberkati seluruh ruang belajar yang telah direhabilitasi, termasuk ruang-ruang kelas dan rumah penjaga sekolah.

Kepala SDN Oeba 3, Reynaldo, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas rampungnya program rehabilitasi gedung sekolah.

Menurutnya, rehabilitasi ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Gedung sekolah yang layak merupakan fondasi penting dalam mendukung proses pembelajaran. Syukuran ini menjadi tanda terima kasih kami kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sepanjang tahun yang lalu,” ujarnya.

Pengawas Pembina SDN Oeba 3 dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johni Eduar Rihi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah sekolah yang mampu memadukan nilai iman, kebersamaan, dan peningkatan mutu layanan pendidikan.

Menurut Johni, rehabilitasi gedung sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan.

“Lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan layak akan sangat memengaruhi semangat belajar siswa serta kinerja guru. Ini adalah langkah positif yang patut dijaga dan dirawat bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah. Seluruh warga sekolah, katanya, bertanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan sarana yang ada secara optimal demi peningkatan mutu pendidikan di Kota Kupang.

Sementara itu, dalam refleksinya, Romo Yalo mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan momentum Natal dan Tahun Baru sebagai ajakan memperbarui semangat pelayanan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam dunia pendidikan.

“Gedung boleh baru dan indah, tetapi yang paling penting adalah semangat cinta, disiplin, dan kepedulian yang terus tumbuh di dalamnya,” pesan Romo Yalo saat memberkati setiap ruangan sekolah.

Kegiatan syukuran ini dihadiri oleh guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua siswa, serta sejumlah undangan. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai wujud kebersamaan keluarga besar SDN Oeba 3 Kota Kupang.

Dengan peresmian gedung rehabilitasi tersebut, SDN Oeba 3 diharapkan semakin siap memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas serta menjadi lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang karakter dan prestasi peserta didik. (goe)




Perayaan Natal MK3S SD/MI Kota Kupang Teguhkan Semangat Kekeluargaan dan Pelayanan Pendidikan

Kupang, nwartapedia.com — Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, semangat kebersamaan dan nilai kekeluargaan kembali diteguhkan melalui Perayaan Syukur Natal dan Tahun Baru yang digelar Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MK3S) SD/MI Kota Kupang.

Perayaan yang berlangsung khidmat pada Kamis pagi, 15 Januari 2025, di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Assumpta Kupang ini dihadiri ribuan guru SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Kupang.

Perayaan syukur yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menjadi ruang refleksi iman sekaligus penguatan komitmen pelayanan pendidikan dasar. Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran keluarga baik di rumah maupun di lingkungan kerja sebagai fondasi utama dalam membangun pendidikan yang humanis dan bermakna.

Dalam homilinya, Romo Rudi Djung Lake mengajak para pendidik untuk memaknai keluarga dan lingkungan kerja sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.

Menurutnya, rumah tangga dan sekolah merupakan ruang pembentukan nilai, tempat keteladanan ditanamkan melalui sikap hidup, perilaku baik, serta pelayanan yang tulus.

“Menjadi guru adalah panggilan hidup. Ketika seorang guru melayani dengan hati, ia akan dikenang dan dihormati seumur hidup. Dari sanalah damai sejahtera itu lahir dan dirasakan banyak orang,” ungkap Romo Rudi.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Yesus dalam perayaan Natal merupakan tanda keselamatan bagi keluarga yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua MK3S SD/MI Kota Kupang, Jhoni A. Higa Huki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Natal yang rutin digelar setiap tahun bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan di lingkungan pendidikan dasar Kota Kupang.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang atas kolaborasi dan sinergi yang terus terjalin dengan baik.

“Melalui kebersamaan ini, kita diajak untuk terus bergandengan tangan membangun dunia pendidikan dasar bersama K3S demi masa depan anak-anak Kota Kupang,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, atas nama Wali Kota Kupang, menekankan pentingnya menjadikan pesan-pesan Natal sebagai pegangan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik.

Ia mengingatkan bahwa sekolah semestinya menjadi “taman keluarga” yang aman, nyaman, dan mendidik, baik bagi peserta didik maupun para guru.

Menurutnya, guru SD dan MI memiliki tanggung jawab yang sama dalam melayani anak bangsa tanpa sekat.

Ia juga mengingatkan agar pemanfaatan teknologi, khususnya telepon genggam, dikelola secara bijak agar tidak berdampak negatif terhadap kehidupan keluarga maupun kinerja pelayanan pendidikan.

“Kita dituntut bekerja secara fokus, bertanggung jawab, dan adaptif. Semua orang hebat lahir dari tangan seorang guru, tetapi tidak semua orang hebat mampu melahirkan seorang guru,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa K3S merupakan wadah independen yang strategis untuk merapatkan barisan dan menjaga mutu pendidikan, meskipun di tengah tantangan pemangkasan anggaran.

Perayaan syukur ini menjadi lebih dari sekadar peringatan Natal dan Tahun Baru. Kegiatan ini menjelma sebagai ruang perjumpaan iman, refleksi, serta penguatan solidaritas antar kepala sekolah dan insan pendidikan dasar SD dan MI di Kota Kupang. Suasana kehangatan yang tercipta mencerminkan semangat persatuan dalam melayani pendidikan dengan hati.

Melalui perayaan ini, keluarga besar MK3S SD/MI Kota Kupang berharap nilai-nilai Natal terus dihidupi dalam setiap praktik pendidikan sepanjang tahun, sehingga mampu melahirkan generasi yang beriman, berkarakter, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat pengabdian bagi masyarakat dan dunia pendidikan. (goe)