Rapat Perdana Ernest Ludji Tekankan Penguatan Konsolidasi dan Mutu Pendidikan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, nwatapedia.com
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang, Ernest Ludji, memimpin rapat kerja perdana awal tahun 2026 yang berlangsung pada Rabu (14/1/2026).

Rapat tersebut menjadi momentum strategis untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus memperkuat konsolidasi internal guna memastikan pelayanan pendidikan di Kota Kupang tetap berjalan optimal.

Rapat diawali dengan pemaparan progres kerja serta berbagai kendala yang dihadapi oleh masing-masing bidang, subbagian, hingga jajaran pengawas sekolah. Forum berlangsung dinamis dan terbuka, tidak hanya berisi laporan teknis, tetapi juga menjadi ruang penyampaian aspirasi serta realitas pelayanan pendidikan di lapangan.

Seluruh masukan tersebut diarahkan untuk menyelaraskan langkah dan kebijakan kerja dengan visi dan misi Wali Kota Kupang di sektor pendidikan.

Salah satu isu krusial yang mengemuka dalam rapat tersebut adalah keterbatasan jumlah pengawas sekolah, khususnya pengawas TK/PAUD.

Saat ini, hanya terdapat dua orang pengawas TK/PAUD dan keduanya dijadwalkan memasuki masa pensiun pada Juli 2026.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kekosongan pengawasan yang dapat berdampak pada kendali mutu pendidikan jika tidak segera diantisipasi.

“Situasi ini perlu mendapat perhatian serius agar fungsi koordinasi dan pengawasan mutu pendidikan tetap berjalan secara efektif,” ungkap salah satu pengawas TKK dalam forum rapat.

Menanggapi berbagai laporan dan masukan tersebut, Ernest Ludji menyampaikan apresiasi atas keterbukaan, komitmen, serta semangat kerja seluruh jajaran Dinas P dan K Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa peran kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para guru sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

“Guru pasti melahirkan orang-orang hebat, tetapi belum tentu orang hebat mampu melahirkan seorang guru. Karena itu, setiap peran harus ditempatkan sesuai dengan porsinya,” ujar Ernest.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan disiplin aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, waktu kerja harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelesaikan pekerjaan secara tuntas, sementara waktu istirahat digunakan secara proporsional.

“Bekerjalah secara profesional. Hindari membuang waktu untuk hal-hal yang tidak produktif, apalagi membicarakan keburukan orang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ernest menyampaikan terima kasih atas terbangunnya komunikasi dan kolaborasi yang baik di lingkungan Dinas P dan K Kota Kupang.

Ia berharap berbagai capaian yang telah diraih dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun 2026, meskipun dihadapkan pada kebijakan pemangkasan anggaran.

“Di tengah keterbatasan anggaran, kualitas pelayanan dan kinerja tidak boleh menurun. Kendali mutu pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah agenda strategis pendidikan tahun 2026, di antaranya pelaksanaan Tes Kompetensi Peserta Didik pada April 2026, termasuk bagi peserta Paket A, B, dan C. Selain itu, ujian sekolah tingkat SD dan SMP dijadwalkan berlangsung pada April hingga Mei 2026, serta pelaksanaan Asesmen Nasional pada September 2026 yang membutuhkan persiapan matang dan terukur.

Menutup arahannya, Ernest kembali menekankan pentingnya disiplin yang dimulai dari diri sendiri, termasuk disiplin dalam berpakaian sebagai aparatur sipil negara.

Ia pun mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. (goe)




Plt Kadis P dan K Kota Kupang: Teladan dan Kebersamaan Jadi Warisan Dua Pejabat Purna Tugas

Kupang, nwartapedia.com
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang menggelar acara lepas pisah bagi dua pejabat yang resmi mengakhiri masa tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (14/1/2026).

Keduanya yakni Drs. Ambo, mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, serta Siti Ratna Maro, mantan Kepala Subbagian Perencanaan dan Evaluasi.

Acara berlangsung penuh kehangatan dan haru sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas keduanya selama bertahun-tahun mengabdi di lingkungan Disdikbud Kota Kupang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, dalam sambutannya menyebut Drs. Ambo sebagai sosok abang sekaligus guru yang banyak memberi teladan dalam dinamika organisasi.

Menurutnya, masa purna tugas merupakan bagian dari perjalanan karier ASN yang tidak terelakkan.

“Hari ini kita memang kehilangan dua orang karena pensiun. Itu sudah menjadi kebiasaan dalam birokrasi. Namun yang terpenting adalah teladan, dedikasi, dan kebersamaan yang telah diwariskan oleh Pak Ambo dan Ibu Ratna,” kata Ernest.

Ia menegaskan bahwa meskipun secara tugas terjadi perpisahan, nilai persaudaraan dan kekerabatan yang telah terbangun selama ini harus tetap terjaga.

“Secara tugas kita boleh berpisah, tetapi hubungan persaudaraan yang telah terjalin jangan pernah putus,” pungkasnya.

Sementara itu, Drs. Ambo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan selama menjalankan tugas.

Ia mengaku tidak pernah menghadapi kendala berarti karena kuatnya dukungan dari para senior, rekan sejawat, serta seluruh jajaran pegawai.

“Selama saya melaksanakan tugas di dinas ini, saya merasa tidak berjalan sendiri. Selalu ada diskusi, solusi, saling memberi masukan, serta komunikasi yang baik. Itulah yang paling berkesan bagi saya,” ungkapnya.

Ia juga menitipkan pesan agar semangat kebersamaan dan solidaritas tetap dijaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Kupang.

“Teruslah solid dalam menjalankan tugas pelayanan, jangan kasih kendor. Dan dari hati yang paling dalam, saya mohon maaf apabila selama kebersamaan ada hal-hal yang kurang berkenan,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Siti Ratna Maro yang kini menyandang gelar Hajah usai menunaikan ibadah haji pada akhir 2025, menyampaikan refleksi pengabdiannya dengan penuh makna.

Ia menegaskan bahwa setiap tanggung jawab yang diemban selalu dijalankan dengan sepenuh hati karena kepercayaan merupakan amanah sekaligus ibadah.

“Setiap tugas yang diberikan selalu saya lakukan sebaik-baiknya. Kepercayaan itu adalah ibadah. Karena itu, teman-teman yang masih muda, bekerjalah sesuai kemampuan dan tanggung jawab, sebab pemerintah telah memberikan upah yang setimpal,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa masa depan anak bangsa sangat bergantung pada kerja keras dan dedikasi lembaga pendidikan.

Di akhir sambutan, Siti Ratna Maro menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan serta berharap tali silaturahmi yang telah terbangun tetap terjaga.

“Semoga silaturahmi yang telah terjalin membuat kita semua tetap kuat dan bersatu dalam pelayanan,” ujarnya.

Acara lepas pisah tersebut menjadi momen refleksi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran Disdikbud Kota Kupang untuk terus melanjutkan pelayanan pendidikan dengan semangat kebersamaan dan pengabdian. (Goe)