BPS NTT Rilis NTP Desember 2025, Turun 0,09 Persen Dibanding November

Kupang, nwartapedia.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi merilis data Nilai Tukar Petani (NTP) Bulan Desember 2025.

Rilis tersebut disampaikan melalui kegiatan livestreaming pada Senin (5/1/2026).

NTP Bulan Desember 2025 dihitung menggunakan tahun dasar 2018 (2018=100) dan mencakup lima subsektor pertanian, yakni subsektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, serta perikanan.

Berdasarkan rilis BPS NTT, NTP Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Desember 2025 tercatat sebesar 101,46.

Angka ini menunjukkan bahwa secara umum petani masih berada pada posisi surplus, meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara rinci, NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 103,67 untuk subsektor tanaman padi dan palawija (NTP-P), 92,71 untuk subsektor hortikultura (NTP-H), 96,77 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR), 105,74 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt), dan 96,18 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

BPS NTT mencatat, NTP Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dibandingkan NTP November 2025.

Penurunan ini disebabkan oleh laju perkembangan indeks harga yang diterima petani lebih lambat dibandingkan dengan indeks harga yang dibayarkan petani.

Selain itu, di wilayah perdesaan juga terjadi perubahan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,60 persen selama periode Desember 2025.

Kondisi tersebut turut memengaruhi daya beli petani di Nusa Tenggara Timur.

Rilis ini menjadi salah satu indikator penting dalam menggambarkan kondisi kesejahteraan petani serta perkembangan ekonomi sektor pertanian di NTT menjelang akhir tahun 2025. (MI)




Ratusan Kepala Sekolah Dilibatkan pada Apel Perdana ASN Pemkot Kupang Awal 2026

Kupang, nwartapedia.com
Suasana apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Kupang pada awal tahun 2026 tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Apel yang digelar pada Senin (5/1/2026) di halaman Kantor Wali Kota Kupang ini turut dihadiri ratusan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SD serta SMP negeri se-Kota Kupang.

Apel perdana tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan diikuti ratusan ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Kehadiran para kepala sekolah menjadi perhatian tersendiri karena baru pertama kalinya mereka secara resmi dilibatkan dalam apel awal tahun bersama seluruh ASN Pemkot Kupang.

Koordinator Pengawas Sekolah SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johnny Eduard Rihi, membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, partisipasi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dalam apel perdana awal tahun anggaran 2026 memang merupakan yang pertama kali dilakukan.

“Benar, ini baru pertama kali kepala sekolah dan wakil kepala sekolah mengikuti apel perdana awal tahun bersama seluruh ASN Pemkot Kupang,” ujar Johnny.

Menurutnya, keikutsertaan para kepala sekolah tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Justru, apel tersebut dimanfaatkan sebagai momentum penyamaan persepsi sekaligus penyampaian informasi terkait arah kebijakan serta capaian Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena selama kurang lebih delapan bulan terakhir.

“Dalam kesempatan ini juga disampaikan berbagai capaian kinerja pemerintahan selama delapan bulan terakhir, khususnya terkait kinerja ASN, agar dapat dipahami secara menyeluruh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Fontein 2, Lita Wunga, mengaku senang dapat mengikuti apel perdana bersama ASN lainnya.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mendengar langsung arahan pimpinan daerah.

“Sesekali ikut apel bersama ASN lainnya itu baik. Kami bisa mendengar langsung arahan dan penekanan dari Pak Wali Kota sebagai pimpinan daerah,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menekankan tiga kunci utama yang harus menjadi pegangan seluruh ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sepanjang tahun 2026.

“Kunci pertama adalah fokus. Kunci kedua adalah kemampuan beradaptasi. Dan kunci ketiga, jangan mudah tersinggung atau terbawa perasaan dengan sesama rekan kerja maupun lingkungan sekitar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dinamika perubahan zaman menuntut ASN untuk terus beradaptasi, termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan media sosial sebagai sarana komunikasi publik.

Menurutnya, berbagai program dan kerja keras pemerintah perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Kalau kita tidak menyampaikan apa yang kita kerjakan, orang bisa menilai dari sudut pandang yang berbeda. Karena itu, media sosial harus dimanfaatkan secara bijak sebagai alat komunikasi pelayanan publik,” tambahnya.

Apel perdana ini sekaligus menjadi penanda dimulainya aktivitas pemerintahan Kota Kupang di tahun 2026, serta menjadi momentum konsolidasi seluruh elemen ASN dan insan pendidikan untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
(goe)




Wali Kota Kupang Tekankan Fokus, Adaptasi, dan Profesionalisme ASN di Awal 2026

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya fokus kerja, kemampuan beradaptasi, serta profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin apel perdana bersama ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang, Senin (5/1/2025), di lapangan apel Kantor Wali Kota Kupang.

Memasuki tahun kerja 2026, Christian Widodo mengingatkan seluruh ASN agar tidak kehilangan fokus di tengah berbagai distraksi, terutama perkembangan teknologi dan penggunaan gawai.

Menurutnya, fokus merupakan kunci utama dalam meningkatkan kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik.

“Kunci pertama adalah fokus. Kunci kedua adalah adaptasi. Dan kunci ketiga, jangan mudah tersinggung atau terbawa perasaan dengan sesama rekan kerja maupun orang di sekitar kita,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Wali Kota menjelaskan, perubahan zaman menuntut ASN untuk mampu beradaptasi, termasuk dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik.

Ia menilai, kerja keras pemerintah perlu diketahui masyarakat agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Sekarang ini, kalau kita bekerja dengan baik tetapi publik tidak tahu, orang bisa mengira kita tidak bekerja. Padahal program sudah berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Karena itu, mulai tahun 2026, Christian Widodo mewajibkan setiap bidang dan perangkat daerah di lingkup Pemkot Kupang memiliki minimal satu akun media sosial resmi yang aktif dan dikelola secara serius.

Akun tersebut diharapkan menjadi media penyampai informasi kinerja dan program pemerintah kepada masyarakat.

“Setiap bidang harus menunjuk satu orang yang relatif muda dan paham teknologi untuk mengelola media sosial, baik Facebook, Instagram, TikTok, maupun kanal lainnya,” jelasnya.

Ia menekankan, kinerja yang baik harus diiringi dengan penyampaian informasi yang tepat agar mudah dipahami publik.

Menurutnya, narasi yang baik akan membuat masyarakat mengetahui dan merasakan kehadiran pemerintah.

“Kerja bagus saja tidak cukup. Kerja bagus harus disampaikan dengan narasi yang baik,” katanya.

Selain fokus dan adaptasi, Wali Kota Kupang juga menyoroti pentingnya kedewasaan emosional dalam lingkungan kerja.

Ia mengingatkan ASN agar tidak mudah sensitif atau baper dalam menghadapi perbedaan pendapat, kritik, maupun teguran.

“Saat bekerja, jangan sensi, jangan baper dengan sesama teman kerja. Kita ini satu tim, dengan tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat,” tegasnya.

Christian Widodo mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir dirinya menerima sejumlah laporan melalui pesan WhatsApp terkait dinamika kerja di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Laporan tersebut umumnya berkaitan dengan persoalan komunikasi internal dan hubungan antarpegawai.

“Banyak hal sebenarnya bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik, tanpa harus dibawa ke perasaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika setiap persoalan disikapi secara emosional, maka kinerja organisasi akan terganggu dan pada akhirnya masyarakat yang dirugikan.

“Kalau semua baper, pekerjaan tidak akan jalan. Yang dirugikan bukan hanya kita, tetapi masyarakat Kota Kupang,” tandasnya.

Apel perdana ASN ini menjadi momentum awal bagi Pemerintah Kota Kupang untuk menegaskan komitmen membangun birokrasi yang fokus, adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik di sepanjang tahun 2026.
(goe)