FKIP UCB Gelar Yudisium, 124 Mahasiswa Resmi Sandang Gelar Sarjana Pendidikan

Kupang,nwartapedia.com  — Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Citra Bangsa (UCB) resmi menyelenggarakan Yudisium Sarjana Pendidikan Tahun Akademik 2024/2025, Jumat (21/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Universitas Citra Bangsa itu diikuti oleh 124 mahasiswa dari tiga program studi: PGSD, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Informatika.

Suasana kegiatan tampak khidmat dan kental nuansa budaya, karena seluruh peserta mengenakan busana adat Nusa Tenggara Timur.

Dekan FKIP: Yudisium Momentum Meneguhkan Integritas Calon Pendidik

Acara dibuka dengan sambutan Dekan FKIP UCB, Heryon Bernard Mbuik, yang menegaskan bahwa yudisium bukan hanya seremonial formalitas, melainkan tonggak penting bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia pendidikan.

“Guru bukan hanya profesi, tetapi panggilan untuk melayani dengan hati. Hari ini kalian tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga diutus untuk menjadi agen perubahan di dunia pendidikan,” tegasnya.

Rektor UCB (diwakili Warek III): Pendidik Harus Adaptif dan Inovatif

Sambutan Rektor disampaikan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, John Enstein, M.Kom.

Ia menekankan bahwa pendidik di era digital harus mampu beradaptasi cepat dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman.

“Dunia pendidikan berubah dengan cepat, dan kalian harus menjadi generasi pendidik yang kreatif, adaptif, dan mampu memimpin perubahan,” ujarnya.

Pembacaan SK Yudisium

Prosesi utama ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Yudisium oleh Wakil Dekan I, Dr. Maria B. Sogen, S.Kom., M.Pd. Dalam SK tersebut dinyatakan bahwa seluruh peserta yang telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi secara resmi berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.).

Penghargaan Mahasiswa Berprestasi

Sebagai bentuk apresiasi, FKIP UCB memberikan sertifikat penghargaan kepada mahasiswa terbaik dari masing-masing program studi.

Penghargaan diserahkan oleh Dekan FKIP, Wakil Rektor II Dr. Yoseph Liem, Wakil Rektor III, para Wakil Dekan, serta para Ketua Program Studi.

A. Program Studi Pendidikan Informatika

  1. Elisabet Beama – Peringkat 1
  2. Elisabet Remenda – Peringkat 2
  3. Gracelin Mbuik – Peringkat 3

B. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

  1. Desi Amne Awang – Peringkat 1
  2. Fort Fander Moro Wewo – Peringkat 2
  3. Nofitri Taosu – Peringkat 3

C. Program Studi PGSD

  1. Grasella Yulianti Mona – Peringkat 1
  2. Asbin Selten Umbu Deta – Peringkat 2
  3. Bernadino Ceunfin – Peringkat 3

Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemacu semangat bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan potensi serta meningkatkan kontribusi dalam bidang akademik dan pengabdian masyarakat.

Capaian Umum Yudisium

Pada yudisium tahun ini, FKIP UCB mencatat sejumlah prestasi kolektif:

  • Rata-rata IPK lulusan: 3,52
  • Predikat Cum Laude: 27 mahasiswa
  • Keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi seperti BEM, HMP, kegiatan kerohanian, Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM), lomba debat, inovasi media pembelajaran, serta program literasi di berbagai kabupaten.

Penutup: Resmi Menjadi Pendidik Profesional

Acara ditutup dengan pemanggilan seluruh peserta dan penyematan selempang fakultas, dilanjutkan sesi foto bersama pimpinan universitas dan fakultas.

Momen ini menjadi simbol resmi keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan studi dan memasuki tahap baru sebagai pendidik profesional.

FKIP Universitas Citra Bangsa menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh lulusan serta berharap mereka mampu menjadi pendidik yang unggul, berkarakter, dan memberi dampak nyata bagi dunia pendidikan Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Timur. ***

 




Wali Kota Kupang Resmi Luncurkan Dua Buku Sejarah Kerajaan Taebenu di Makam Raja Tanof

Kupang, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, secara resmi meluncurkan dua buku sejarah yang ditulis oleh Tim Penulis UPTD SDN Palsatu pada Rabu (26/11/2025).

Acara peluncuran berlangsung di kompleks Makam Kuno Raja Taebenu, Jalan Trikora, Manutapen, Kota Kupang.

Dua buku yang diluncurkan tersebut berjudul “Melawan Lupa di Kerajaan Taebenu: Jejak Makam & Istana Raja Tanof Dalam Warisan Budaya Abadi” dan “Serpihan Kisah Raja-Raja Tanof Pada Kerajaan Taebenu dan Implikasinya Bagi Generasi Muda Masa Kini”.

Dalam sambutannya, Christian Widodo mengungkapkan bahwa situs sejarah tersebut telah diusulkan menjadi situs budaya resmi Kota Kupang.

“Tahun depan situs ini sudah di-SK-kan sebagai situs budaya. Saya akan anggarkan Rp 300 juta untuk memperbaiki seluruh bagian situs ini. Kalau bisa, Rp 100 juta dari jumlah itu dialokasikan khusus untuk percetakan buku,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa situs Makam Raja Taebenu memiliki potensi besar sebagai salah satu tujuan wisata sejarah dan budaya di Kota Kupang.

Selain nilai historis, lokasi makam yang berada di perbukitan menyuguhkan panorama alam yang indah.

Dari kawasan makam, pengunjung dapat menikmati pemandangan pantai, laut, gugusan pulau, serta permukiman warga. Christian berharap penataan kawasan ini dapat meningkatkan daya tarik wisata.

“Di sini ada spot foto yang bagus sekali. Kalau nanti jadi objek wisata, tentu akan menghasilkan PAD bagi Kota Kupang. Ini akan menjadi kontribusi berharga dari Keluarga Raja-Raja Tanof,” jelasnya.

Christian menegaskan bahwa situs sejarah bukan sekadar tempat bernostalgia, tetapi sarana pembelajaran tentang kepemimpinan, kesetiaan, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh Raja-Raja Tanof.

“Budaya bukan hanya warisan leluhur, tapi juga pinjaman dari anak cucu kita. Kita harus mempertanggungjawabkan budaya autentik kita. Kota Kupang yang bagus akan ditagih oleh mereka,” tegasnya.

Ia menuturkan bahwa membangun kota bukan hanya tentang infrastruktur modern, tetapi juga merawat sejarah, budaya asli, lingkungan, dan pendidikan yang inklusif.

“Itulah esensi membangun kota. Dan keluarga Tanof sudah membantu kita membangun Kota Kupang,” pungkasnya.

Salah satu warga, Ina Kase, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pemerintah Kota Kupang terhadap pelestarian situs budaya tersebut.

“Apa yang disampaikan Wali Kota Kupang sejalan dengan yang kami kehendaki sebagai warga. Betul itu yang kami mau,” ujarnya kepada koranntt.com di sela-sela acara peresmian. (*)




PDAM Kota Kupang Jalin Kerja Sama dengan PT ATP untuk Pengelolaan Jaringan Air Bersih di Tiga Kawasan Perumahan

Kupang, nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Anugerah Timur Pratama (ATP) terkait pengelolaan jaringan air bersih di sejumlah kompleks perumahan yang dibangun oleh perusahaan tersebut.

Kerja sama ini dibahas dalam kunjungan resmi pada Jumat, 21 November 2025, ketika Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, didampingi Kepala Bagian Hubungan Langganan Ferdy Jeremias, mendatangi kantor PT ATP di Kuanino.

Kedatangan jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang disambut langsung oleh Direktur PT Anugerah Timur Pratama, Bobby Famdale, untuk membahas rencana penyerahan pengelolaan jaringan air bersih di beberapa perumahan yang telah dibangun dan dihuni masyarakat.

240 Unit di Fatukoa dan 50 Unit di Belo Siap Diserahkan

Dalam pertemuan tersebut, PT ATP menegaskan kesiapannya bekerja sama, khususnya untuk pengelolaan jaringan air bersih di perumahan Fatukoa  240 unit rumah dan Belo  50 unit rumah

Sehingga total rumah yang akan diserahkan pengelolaannya kepada Perumda Air Minum Kota Kupang mencapai 290 unit.

Selain itu, Ferdy Jeremias menyampaikan bahwa tim teknis Perumda Air Minum akan meninjau langsung dua lokasi tersebut, termasuk satu kompleks perumahan tambahan di Sikumana yang juga dibangun PT ATP dan berpotensi dijalin kerja sama dalam waktu dekat.

Direktur Perumda: “Terima Kasih atas Kepercayaan dan Dukungan Pak Bobby”

Dalam sambutannya, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan PT ATP.

“Kami berterima kasih dan memberi apresiasi kepada Pak Bobby Famdale yang menunjukkan niat baik dan kepercayaan kepada Perumda Air Minum Kota Kupang untuk mengelola jaringan air bersih di perumahan-perumahan yang dibangun PT Anugerah Timur Pratama,” ujar Lilijawa.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi contoh konkret bagaimana Perumda dapat bermitra dengan developer perumahan di Kota Kupang untuk meningkatkan kualitas layanan air minum yang lebih profesional dan terstandarisasi.

Penyerahan pengelolaan jaringan air bersih dijadwalkan akan dilaksanakan pada Januari 2026.

Bobby Famdale: “Ini Bentuk Kepedulian Saya terhadap Kota Kupang”

Direktur PT ATP, Bobby Famdale, dalam pertemuan tersebut juga menyampaikan apresiasi atas kesediaan Perumda Air Minum Kota Kupang melakukan kunjungan langsung untuk berdiskusi mengenai persoalan jaringan air bersih.

 “Menyerahkan pengelolaan jaringan air bersih kepada Perumda adalah wujud kepedulian saya sebagai warga Kota Kupang terhadap pembangunan. Ini juga bentuk kecintaan saya untuk membantu pelayanan air bersih yang lebih baik,” ujar Bobby.

Catatan Penting: Permintaan Perbaikan Jalan Akses Fatukoa

Dalam kesempatan yang sama, Bobby Famdale juga menitipkan harapan agar Pemerintah Kota Kupang dapat memperhatikan kondisi akses jalan masuk sekitar 75 meter menuju perumahan di Fatukoa.

Saat ini, jalan tersebut telah dipadatkan dengan sertu dan okfol, namun masih membutuhkan peningkatan lapisan perkerasan agar mempermudah mobilitas warga.

Langkah Selanjutnya: Tinjauan Lapangan dan Pembahasan Teknis pada Desember 2025

Perumda Air Minum Kota Kupang dijadwalkan melakukan tinjauan lapangan ke lokasi perumahan Fatukoa, Belo, dan Sikumana untuk memastikan kesiapan jaringan dan menyempurnakan aspek teknis sebelum penyerahan pengelolaan.

 “Kami akan berkomunikasi lebih lanjut setelah tinjauan lapangan dan membahas rincian teknis pada Desember mendatang,” ujar Ferdy Jeremias.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan pelayanan air bersih di Kota Kupang sekaligus memperkuat kemitraan antara Perumda Air Minum Kota Kupang dan para pengembang perumahan (MI)




Ketua DPD REI NTT Sambangi PDAM Kota Kupang, Bahas Kolaborasi Layanan Air Bersih di Perumahan

Kupang, nwartapedia.com
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Nusa Tenggara Timur, Chandra Santosa, bersama jajaran pengurus REI NTT, melakukan kunjungan resmi ke Perumda Air Minum Kota Kupang pada Selasa (25/11/2025).

Rombongan diterima langsung oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, di ruang kerjanya.

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama antara pengembang perumahan dan perusahaan daerah dalam peningkatan layanan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.

.

Perumda Air Minum berkomitmen melanjutkan 

Direktur Perumda Sampaikan Permohonan Maaf kepada REI

Dalam pertemuan bersama REI NTT, Direktur Isidorus Lilijawa menyampaikan permohonan maaf terkait kerja sama yang lebih dulu dilakukan dengan salah satu anggota REI, yaitu PT Bumi Naimata Indah (Ibu Maya), tanpa koordinasi dengan REI NTT.

 “Saya mohon maaf kepada Ketua DPD REI dan seluruh anggota. Kerja sama dengan Ibu Maya sudah berjalan sejak 1 November lalu, kami langsung ke lokasi dan sudah ada PKS untuk perbaikan rumah pompa,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa REI adalah mitra strategis dan sangat membantu percepatan perluasan layanan air minum.

“Kalau kami berjalan sendiri, mencari pelanggan sangat lama. Dengan REI, bisa langsung ratusan unit. Ini sangat membantu kami,” tambahnya.

Ketua REI NTT: Kami Hadir untuk Berkolaborasi Membangun Kota Kupang

Ketua DPD REI NTT, Chandra Santosa, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Kami datang untuk berkolaborasi. Tujuan kami sama: membangun NTT dan Kota Kupang,” ujarnya.

Chandra menjelaskan bahwa REI NTT memiliki sekitar 106 anggota, dengan 60 perusahaan yang aktif membangun perumahan di 23 lokasi, dan 80 persen proyek berada di Kota Kupang.

Ia juga mengangkat beberapa kendala teknis yang sering dialami anggota REI dalam penyambungan jaringan air, terutama di perumahan MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah).

“Harapan kami, koordinasi teknis semakin baik agar pelayanan ke masyarakat makin optimal,” tambahnya.

Bangun Kota Kupang Bersama

Pertemuan ditutup dengan komitmen bersama antara REI NTT dan Perumda Air Minum Kota Kupang untuk terus bersinergi demi pelayanan air bersih yang lebih merata dan pembangunan perumahan yang lebih layak.

“Kami ini sama-sama warga kota. Kita harus saling mengisi dan membangun Kota Kupang bersama,” tegas Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang. (MI)




Andre Lado: Para Tergugat Gagal Pahami Nebis in Idem dalam Perlawanan Eksekusi Tanah Oesapa

Kupang, nwartapedia.com — Sengketa eksekusi tanah di kawasan Lampu Merah Oesapa, Kota Kupang, kembali mengemuka dan memicu perhatian publik. Dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Kupang pada Selasa (25/11/2025), kuasa hukum Pelawan Agustinus Fanggi, Advokat Andre Lado, S.H., menyampaikan Replik atas eksepsi dan jawaban tujuh Terlawan.

Dalam repliknya, Andre menegaskan bahwa seluruh eksepsi yang diajukan para Terlawan Satrya Dindus Liwe, Happy Christyn Liwe, Honey Lestari Liwe, Prince Liwe, El Roy Liwe, dan Drs. Anthon A. Liwe Rohi tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Para Terlawan tersebut hadir bersama kuasa hukum mereka: Bisri Fansyuri LN, S.H., Ahmad Azis Ismail, S.H., dan Leo Lata Open, S.H.

Ini Perlawanan Pihak Ketiga, Bukan Sengketa Hak”

Andre Lado menyebut bahwa para Terlawan keliru dalam menafsirkan asas Nebis in Idem, karena perkara yang diajukan pihaknya bukanlah gugatan terkait hak kepemilikan, melainkan perlawanan pihak ketiga terhadap eksekusi (derden verzet).

“Klien kami bukan pihak dalam perkara 92/Pdt.G/2021/PN Kpg. Putusan itu tidak pernah memeriksa ataupun memutus hak Agustinus Fanggi,” tegas Andre.

Menurutnya, hukum acara perdata memberikan ruang bagi pihak ketiga yang merasa dirugikan atas tindakan eksekusi untuk mengajukan perlawanan, meskipun eksekusi didasarkan pada putusan berkekuatan hukum tetap.

Gugatan Kabur? Andre: “Itu Dalil yang Dipaksakan”

Menanggapi eksepsi yang menyatakan gugatan kabur (obscur libel), Andre menilai dalil tersebut tidak tepat.

“Seluruh posita dan petitum sudah terang. Perbedaan administrasi tahun pembayaran hanyalah kesalahan pengetikan. Substansi gugatan tidak berubah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa alat bukti yang mereka ajukan sesuai dengan pengakuan Terlawan VII, Paulus Kou.

Pengakuan Paulus Kou Dinilai Sebagai Judicial Admission

Andre menilai posisi hukum Agustinus Fanggi justru semakin kuat karena Terlawan VII Paulus Kou memberikan pengakuan terbuka bahwa:

  • Transaksi jual beli dengan Agustinus Fanggi terjadi pada 2007
  • Pembayaran Rp 50 juta benar dilakukan
  • Pembangunan kos 5 kamar dilakukan oleh Pelawan
  • Penjual sebelumnya menyetujui transaksi tersebut

“Pengakuan Terlawan VII merupakan judicial admission yang mengikat secara hukum,” tegasnya.

Penguasaan Fisik Objek Tanah Tidak Bisa Disangkal

Andre juga membantah dalil bahwa Pelawan tidak memiliki penguasaan terhadap objek sengketa. Menurutnya, kliennya telah membangun kos 5 kamar dengan biaya sendiri dan menempati lahan tersebut secara sah dan beriktikad baik.

“Fakta fisik pembangunan tidak dapat dibantah. Hak Pelawan harus dilindungi,” katanya.

Kasus Viral dan Menyita Perhatian Publik

Sengketa tanah di Lampu Merah Oesapa ini sebelumnya menjadi viral dan mendapat sorotan publik karena eksekusi disebut-sebut dapat merugikan pihak yang tidak pernah dilibatkan dalam perkara pokok. Kondisi itu mendorong Agustinus Fanggi mengajukan perlawanan eksekusi.

Isi Petitum Replik: Minta Eksekusi Ditunda Hingga Hak Pelawan Dipulihkan

Dalam petitumnya, Advokat Andre Lado meminta Majelis Hakim untuk:

  • Menolak seluruh eksepsi para Terlawan
  • Mengabulkan gugatan perlawanan eksekusi
  • Menyatakan Pelawan memiliki hak keperdataan atas tanah
  • Menetapkan bangunan kos 5 kamar sebagai milik Pelawan
  • Menunda atau membatalkan eksekusi sebelum hak Pelawan dipulihkan

Sidang perkara Nomor: 321/Pdt.Bth/2025/PN Kpg ini akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda duplik dari para Terlawan. (Tim)




Calon Ketua Bobby Lianto: Pemuda Tani Harus Jadi Penggerak Pertanian Modern NTT 

Kupang, nwartapedia.com — Calon Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, menegaskan komitmennya untuk menghadirkan generasi muda yang modern, inovatif, dan siap membangun pertanian dari hulu hingga hilir.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers pelantikan Pemuda Tani Indonesia NTT yang berlangsung di Café Ghaura Coklat, Selasa (25/11/2025).

Rangkaian kegiatan pelantikan DPC dan DPD Pemuda Tani Indonesia NTT akan dilaksanakan pada 27 November 2025, dimulai dengan penanaman jagung pada pukul 08.00 Wita di Lapangan Lano sebagai simbol gerakan nyata membangkitkan pertanian daerah.

Usai penanaman, rangkaian dilanjutkan dengan pelantikan dan Sekolah Pemuda Tani Indonesia di Hotel Harper Kupang mulai pukul 10.00 Wita.

Pemuda Tani Harus Jadi Penggerak Pertanian Modern

Dalam pernyataannya, Bobby Lianto menyoroti semakin jauhnya generasi muda dari sektor pertanian. Ia menilai bahwa pertanian seharusnya menjadi ruang besar bagi anak muda untuk berkarya dan membangun ekonomi daerah.

“Banyak anak muda mulai meninggalkan pertanian. Lewat digitalisasi dan koperasi, kami ingin membangkitkan kembali semangat itu. Pemuda harus menjadi penggerak pertanian modern,” tegas Bobby.

Sebagai calon ketua tunggal yang akan dilantik bersama pengurus dari 22 kabupaten/kota se-NTT, Bobby menekankan bahwa Pemuda Tani Indonesia bukan sekadar organisasi, tetapi merupakan gerakan pemberdayaan ekonomi.

“Organisasi tidak boleh hanya berjalan sebagai struktur. Kita ingin gerakan nyata, dari lapangan, dari desa, sampai ke hilir. Inilah saatnya pemuda mengambil peran besar,” ujarnya.

Sekolah Pemuda Tani: Siapkan Generasi Muda yang Kompeten

Sekolah Pemuda Tani menjadi bagian penting dalam rangkaian pelantikan tahun ini. Para peserta akan mendapatkan materi dari sejumlah tokoh nasional, di antaranya:

  • Sekjen Pemuda Tani Indonesia
  • Pak Suroboyo, ahli pertanian
  • Pak Bachtiar, pemateri bidang organisasi
  • Hengki Lianto, pionir perkebunan kakao NTT dan pendiri PPSN
  • Dr. Andre Hartanto, inovator kelor yang telah menembus pasar Timur Tengah, Amerika, Eropa, dan Australia

Bobby menyebut bahwa materi yang diberikan akan membekali peserta dengan wawasan organisasi, pengelolaan pertanian modern, strategi bisnis, dan motivasi kewirausahaan.

Digitalisasi Pertanian: MOU, Koperasi ‘KOMUNITAS’, dan Aplikasi Petani

Pelantikan Pemuda Tani Indonesia NTT tidak hanya berisi prosesi seremonial, tetapi juga peluncuran terobosan penting, antara lain:

1. MOU Strategis

Meliputi kerja sama denganPoliteknik Pertanian, PT SMJ (teknologi drone dan digitalisasi pertanian), Telkomsel, Sejumlah lembaga pendukung lainnya

2. Peluncuran Koperasi Pemuda Tani: “KOMUNI”

Koperasi ini akan menjadi wadah ekonomi bersama yang memfasilitasi petani, pemuda, dan pelaku usaha tani di seluruh NTT.

3. Aplikasi Digital Pemuda Tani

Aplikasi khusus petani akan digunakan untuk Mengunggah stok hasil pertanian,  Menjual langsung ke dapur umum, hotel, restoran, dan masyarakat, Menyediakan layanan konsultasi pertanian, Memuat data petani berbasis GPS dan Mendukung pembelian pupuk dan alat pertanian.

“Digitalisasi adalah jawaban bagi anak muda. Kita siapkan aplikasi agar petani tidak lagi berjalan sendiri. Semua terhubung, semua bergerak,” jelas Bobby.

Gubernur Dipastikan Hadir

Panitia memastikan bahwa Gubernur NTT akan hadir dalam kegiatan penanaman jagung dan pelantikan. Bobby menilai kehadiran pemerintah menjadi dukungan penting dalam mendorong gerakan Pemuda Tani Indonesia NTT.

“Kami siap keliling seluruh kabupaten/kota untuk menggerakkan anak-anak muda. Ini bukan gerakan kecil. Ini gerakan kebangkitan pertanian NTT,” tegasnya.

Sebagai organisasi yang berada di bawah naungan Ketua Dewan Pembina Presiden Prabowo Subianto, Bobby optimistis bahwa Pemuda Tani Indonesia NTT akan menjadi motor perubahan dalam pembangunan pertanian di wilayah Timur Indonesia. (MI)




Direktur PDAM Kupang: Pemimpin yang Memilih Sederhana dan Dekat dengan Rakyat

Kupang, nwartapedia.com — Tidak semua pemimpin memilih hidup dalam gemerlap fasilitas, ruangan berkelas, atau pelayanan protokoler. Sebagian kecil memilih tetap berjalan di jalur sederhana, dekat dengan rakyat, dan memuliakan kemanusiaan.

Salah satunya adalah Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M.

Momen itu terjadi pada Selasa siang, 25 November 2025, ketika matahari Kota Kupang memancarkan panas yang menyengat.

Telepon dari seorang sahabat Isidorus Lilijawa, atau Iso, begitu ia akrab disapa mengundang penulis untuk makan siang bersama.

Bayangan tentang restoran mewah dan pertemuan formal sempat melintas, seperti lazimnya pejabat bertemu kolega. Namun dugaan itu langsung buyar.

Sesampainya di kantor PDAM, Iso justru tersenyum santai dan berkata,

“Kita makan dekat sini saja, di tempat biasa saya.”

Tanpa mobil dinas, tanpa ajudan, dan tanpa protokoler, mereka berjalan kaki tak sampai lima menit menuju sebuah warung kaki lima di tepi trotoar.

Atap seng yang buram, meja plastik bergores, kursi yang sedikit goyah, dan aroma masakan rumahan yang mengepul dari dapur kecil menjadi pemandangan yang menyambut.

Di sudut warung sederhana itu, seorang Direktur PDAM duduk tanpa ragu. Ia memesan menu kesukaannya: nasi campur ikan cuir dengan sayur bunga pepaya dan daun singkong hidangan yang jauh dari citra kemewahan pejabat.

Sambil menunggu makanan, ia berkata pelan namun sarat makna:

“Hidup itu jangan dibikin susah. Jabatan cuma titipan. Tapi hati yang sederhana itu bekal sampai mati.”

Perkataan itu seperti menancap di ruang kecil warung tersebut. Pemilik warung tampak akrab disapanya, sementara beberapa pegawai kantoran yang sedang makan hanya bisa memandang kagum tak percaya seorang Direktur mau duduk sejajar, tanpa sekat, tanpa jarak.

Saat makanan tersaji, ia menundukkan kepala, mengucap doa singkat, lalu makan dengan lahap. Percakapan yang tercipta bukan soal anggaran atau tender, melainkan nilai kehidupan, kebudayaan, dan rencana kegiatan festival permainan rakyat bersama KPOTI Kota Kupang.

Di tengah perbincangan, ia kembali melontarkan kalimat yang membuat suasana kian teduh:

“Kalau saya makan di restoran mahal, hanya saya yang kenyang. Tapi kalau saya makan di sini, saya ikut menghidupkan usaha kecil. Orang kecil juga butuh kita.”

Usai makan, ia membayar bukan hanya makanannya, tetapi juga satu porsi makanan milik seorang staf kantor yang kebetulan makan di warung itu. Dengan senyum tulus, ia berkata kepada pemilik warung:

“Terima kasih, Bu. Masakan hari ini luar biasa.”

Tanpa sirene mobil dinas dan tanpa pengawalan, ia kembali berjalan kaki ke kantor di bawah terik matahari. Langkahnya ringan, namun jejak keteladanannya tertinggal kuat.

Banyak pemimpin menjadi besar karena jabatan. Namun hanya sedikit yang menjadi agung karena kerendahan hati.

Dan pada siang itu, di sebuah warung kecil di pinggir jalan Kota Kupang, penulis berjumpa dengan salah satunya Isidorus Lilijawa, Direktur PDAM Kota Kupang, pemimpin yang memilih hidup apa adanya dan meninggalkan teladan luar biasa.

Sederhana bukan berarti kurang.
Sederhana adalah kejernihan hati yang memuliakan sesama. (Goe)




Pimpin Apel Pagi, PLT Kadis P dan K Tegaskan Komitmen Lahirkan Generasi Hebat Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang, Ernest Ludji, M.M, memberikan pengarahan inspiratif kepada seluruh aparatur dan pegawai dalam apel pagi yang berlangsung di halaman kantor dinas, Selasa (25/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Ernest menegaskan kembali pentingnya peran jajaran Dinas P dan K sebagai wajah pendidikan dan kebudayaan Kota Kupang.

Ernest menyebut seluruh staf Dinas P dan K adalah pribadi terdidik dan berbudaya yang memegang peran strategis dalam melahirkan generasi unggul bagi masa depan daerah.

“Staf Dinas P dan K Kota Kupang adalah manusia terdidik dan berbudaya. Di sinilah etalase masyarakat Kota Kupang yang melahirkan orang-orang hebat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pegawai menjadikan momen apel pagi sebagai ruang refleksi tentang kontribusi nyata yang telah diberikan.

“Momentum ini mengajak kita melihat ke dalam diri masing-masing: apa peran yang sudah kita jalankan dan karya apa yang telah kita berikan bagi kota ini, khususnya bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang kita cintai,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan seputar statusnya sebagai Pelaksana Tugas, Ernest menegaskan bahwa dirinya memegang mandat penuh hingga Februari 2025.

Ia menekankan bahwa jabatan ini merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan tanggung jawab penuh.

“Saya menerima mandat sampai Februari dengan kewenangan penuh untuk memimpin dan memastikan tugas kita berjalan dengan baik. Jabatan ini bukan saya minta, tetapi perintah pimpinan, yang dalam pemerintahan kita yakini sebagai wakil Tuhan di dunia,” kata Ernest.

Pada kesempatan itu, Ernest juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pendidik dan tenaga kependidikan yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang merayakan HUT ke-80 pada 25 November 2025.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya mengucapkan Selamat Ulang Tahun untuk keluarga besar PGRI. Tanpa kue pun, doa dan rasa syukur adalah persembahan terbaik bagi guru,” ungkapnya disambut tepuk tangan peserta apel.

Ia menambahkan bahwa tidak ada satu pun tokoh besar dunia yang berhasil tanpa jasa seorang guru.

“Semua orang hebat lahir dari tangan seorang guru. Tanpa guru, kita tidak mungkin berdiri dan mencapai apa yang kita raih hari ini,” tegasnya.

Menutup arahannya, Ernest mengingatkan bahwa peran tenaga pendidik sangat menentukan kesiapan generasi muda menghadapi Bonus Demografi 2045 dan mewujudkan Indonesia Emas.

“Apakah bonus demografi 2045 menjadi berkah atau beban, sangat tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini,” pungkasnya.

Apel pagi ditutup dengan seruan semangat bersama:

“Merdeka Belajar! Guru Hebat Indonesia Maju!” (Disdikbud)




TBM Gading Taruna Terima Sumbangan Buku, Gerakkan Kembali Semangat Literasi di Kupang

Kupang,nwartapedia.com –  Upaya memperkuat budaya baca di Kota Kupang kembali mendapat dorongan berarti. Taman Baca Masyarakat (TBM) Gading Taruna, yang berlokasi di RT 006/RW 003 Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, menerima sumbangan paket buku cerita umum dari Veronika Suci Fridani.

Paket tersebut difasilitasi dan diserahkan langsung oleh Thomas A. Sogen, penulis buku sekaligus mantan guru di Kabupaten Kupang.

Bantuan buku diterima oleh pengelola TBM Gading Taruna, Goris Takene, di halaman TBM yang menjadi pusat aktivitas membaca warga setempat.

Koleksi baru ini diharapkan dapat memperkaya bahan bacaan bagi anak-anak, remaja, hingga masyarakat umum yang selama ini menjadikan TBM sebagai ruang belajar alternatif.

Dalam sambutannya, Thomas Sogen menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi literasi di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang semakin pesat belum diiringi dengan tumbuhnya minat membaca generasi muda.

“Kita berada di zaman serba cepat dan serba digital, tapi ironisnya minat baca justru menurun. Banyak anak dan remaja kini lebih dekat dengan gawai daripada buku. Jika ini dibiarkan, literasi akan tenggelam pelan-pelan,” tegas Thomas.

“Karena itu, gerakan kecil seperti membagikan buku adalah bentuk perlawanan terhadap kemerosotan minat baca. Saya berharap lebih banyak pihak ikut terlibat,” tambahnya.

Goris Takene, pengelola TBM, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa TBM Gading Taruna hadir bukan hanya untuk menyimpan buku, tetapi untuk menyalakan kembali semangat belajar warga.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Buku-buku ini akan sangat bermanfaat bagi anak-anak dan remaja di Bello,” ujar Goris.

“Gerakan literasi bukan tugas satu dua orang, tetapi tugas bersama demi menyelamatkan masa depan generasi. Kami berharap semakin banyak pihak ikut menjaga agar literasi tidak terkikis oleh derasnya perkembangan teknologi.”ujarnya.

Penyerahan buku ini sekaligus menjadi pengingat bahwa meski era digital terus berkembang, kebutuhan akan ruang baca dan interaksi literasi tetap tidak tergantikan.

Buku, kata Goris, masih menjadi sumber pengetahuan, imajinasi, dan pembentukan karakter yang penting bagi masyarakat.

TBM Gading Taruna berkomitmen terus membuka ruang belajar, mengadakan program literasi, serta mengajak masyarakat ikut dalam pengumpulan dan distribusi buku ke desa-desa dan taman baca lainnya di wilayah NTT.

Thomas Sogen tampak menyerahkan paket buku kepada Goris Takene di halaman TBM Gading Taruna, dengan latar rak dan meja sederhana berisi deretan koleksi bacaan.

Penulis: Gregor Takene




Pembentukan Panitia Satlak Tarung Derajat Kota Kupang dan Rapat Koordinasi Menjelang Satlak Tarung Derajat Kota Kupang Open

Kupang nwartapedia.com  –  Pengurus Tarung Derajat Kota Kupang menggelar rapat koordinasi sekaligus silaturahmi keluarga besar Tarung Derajat Kota Kupang pada Jumat (20/11/2025) bertempat di Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga NTT, khususnya Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Pertemuan ini dihadiri para pengurus inti, pelatih, serta perwakilan sejumlah Satuan Latihan (Satlak) di Kota Kupang.

Hadir dalam rapat tersebut Ketua Umum Tarung Derajat Kota Kupang, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM, Ketua Harian, Sekretaris Umum Rudi Adoe, S.Sos, serta Bendahara Umum Maria Fatubun, S.Sn., Pd.

Selain itu, turut hadir para pelatih dari berbagai satlak, di antaranya Kang Edo (Satlak Polresta Kupang), Kang Martin beserta atlet Satlak Brimob NTT, perwakilan Satlak BPSDM NTT yang diwakili asisten pelatih Kang Defrit, serta pelatih dari Satlak Sport Center Oepoi Kupang, dan sederet satlak lainnya.

Dalam rapat tersebut, peserta menyepakati pelaksanaan dua kegiatan utama yang akan dipadukan pelaksanaannya, yakni Pelatihan Peningkatan SDM Pelatih Tarung Derajat Kota Kupang dan Event Kejuaraan “Satlak Tarung Derajat Kota Kupang Open”

Event ini sekaligus akan memperebutkan Tropi Piala Wali Kota Kupang.

Adapun kelas yang dipertandingkan meliputi Festival Kids (usia dini), kelas anak-anak, remaja, dan dewasa.

Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk evaluasi menyeluruh terhadap program latihan yang telah diberikan para pelatih selama setahun terakhir. Evaluasi mencakup aspek fisik, teknik, taktik, hingga mental bertanding atlet.

Selain itu, event ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat dan membentuk karakter bertanding bagi atlet-atlet binaan pada setiap satlak di Kota Kupang.

Untuk memastikan kegiatan berjalan terencana dan terkoordinasi, rapat memutuskan pembentukan panitia kecil yang nantinya bertugas membagi peran dan tanggung jawab sesuai bidang masing-masing, sehingga proses persiapan hingga pelaksanaan dapat berjalan optimal.

Para pelatih pun diimbau segera melakukan komunikasi, konsolidasi, pemantauan, dan identifikasi atlet pada masing-masing satlak mulai hari ini guna mempersiapkan diri menuju pelaksanaan event “Satlak Tarung Derajat Kota Kupang Open”.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Tarung Derajat Kota Kupang, didampingi oleh Ketua Umum dan Bendahara.

BOX

“Aku ramah, bukan berarti takut.
Aku tunduk, bukan berarti aku takluk.” (MI)