Umat Stasi St. Agustinus Belo Mendapat Pelatihan Bantuan Hidup Dasar

 

Kupang,nwartapedia.com  – Puluhan Umat Stasi Santo Agustinus Bello Paroki Santo Fransiskus dari Assisi Kolhua Kota Kupang, Sabtu pagi 17 Mei 2025 mengikuti pelatihan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD).

dr. Olly Shintamarito dari RSP Ben Boy Kupang selaku Ketua panitia sekaligus Seksi Bidang Kesehatan Dewan Pastoral Stasi (DPS) Stasi Bello pada kesempatan itu mengatakan, Pelatihan itu diperuntukan bagi umat awan di lingkungan stasi Bello yang merupakan utusan dari setiap Kelompok Umat Basis (KUB).

Dengan maksud agar setiap awam siapa saja bisa mengetahui sejak awal tentang pentingnya Bantuan Hidup Dasar ketika menghadapi orang yang mengalami musibah atau kejadian secara tiba-tiba (mendadak) yang tidak diduga yang menyebabkan henti jantung.

“Maka perlu setiap orang mengetahui langkah-langkah apa saja yang dilakukan pada saat pertolongan pertama kepada orang yang mengalami sakit atau musibah,” ujar dokter Olly.

Karena menurut dia, tindakan pertolongan pertama kepada seseorang dapat menyelamatkan nyawa orang yang mengalami henti jantung atau henti napas.

“Jadi BHD atau bantuan hidup dasar adalah tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh siapa saja, tanpa memerlukan pelatihan medis khusus, untuk mempertahankan fungsi vital tubuh hingga bantuan medis profesional tiba di lokasi kejadian,” tambah dokter Olly.

Sementara itu Dokter Anna Maria Toasu yang juga hadir pada kesempatan itu mengatakan, pelatihan ini penting bagi umat awam guna melatih awam (non nakes dan non medis ) agar dapat melakukan pertolongan pertama dan mengembalikan fungsi pernafasan dan atau sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti nafas dan atau henti jantung.

“Tindakan ini dapat dilakukan siapa saja guna memastikan organ vital, seperti otak, jantung, dan paru-paru, tetap mendapatkan pasokan oksigen yang cukup. Ini penting karena kekurangan oksigen dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan permanen atau kematian,” jelas Dokter Anna Maria.

Hal sama juga dikemukakan dr Komang dari RSP Ben Boy Kupang dalam materinya Basic Life Support (BLS) adalah serangkaian tindakan pertolongan pertama yang dilakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang yang mengalami henti napas, henti jantung, atau gangguan pernapasan dan sirkulasi.

“Bantuan Hidup Dasar sangat penting untuk dipelajari oleh masyarakat umum karena dapat memberikan kesempatan bagi korban untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut,” ucap dr Komang.

RD Toni Kobesi saat membuka kegiatan pelatihan atasnama Pastor Paroki Santo Fransiskus Assisi Kolhua mengharapkan agar semua peserta yang adalah utusan umat dari setiap KUB dapat memenfaatkan kesempatan itu guna mendapatkan tambahan pengetahuan bagaimna melakukan tindakan pertama membantu orang yang mengalami henti jantung karena suatu musibah.

“Ini kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan bagaimana kita tangani pasian gawat darurat di awal musibah, apalagi beberapa kali ada umat yang pinsan saat misa berlangsung, tidak hanya itu tetapi nantinya bisa membantu masyarakat di lingkungan masyarakat sekitar kita,” pinta Romo Toni

Sambil menyampaikan terimakasih berlimpah atasnama pastor paroki untuk bidang III DPS Bello yang telah menginisiasi pelatihan itu, termasuk kesempatan dan kerelaan waktu dari para dokter dan tim medis lain untuk berbagi ilmu bersama umat di stasi Agustinus Bello, termasuk umat yang berkenan hadir.

Kegiatan itu hanya berlangsung sehari pada Sabtu pagi 17 Mei 2025 di aula Stasi Santo Agustinus Bello yang dihadiri 45 orang peserta.(goe)




KADIN NTT Minta Danantara Bawa Investasi ke NTT

 

Jakarta,nwartapedia.com  –  Dalam rangka meningkatkan perekonomian di Nusa Tenggara Timur (NTT), Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Bobby Lianto, meminta dukungan dari Danantara untuk membawa investasi ke NTT.

Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Chief Operating Officer (COO) Danantara, Doni Oskaria, di Hotel Aryaduta, Jakarta.

Bobby Lianto menjelaskan bahwa NTT memiliki potensi besar di berbagai sektor, termasuk kelautan, dengan komoditas seperti garam dan rumput laut.

Namun, ia juga menyebutkan bahwa NTT masih mengalami defisit besar akibat impor barang yang tinggi dan ekspor barang mentah yang rendah.

“Kami minta Danantara untuk membawa investasi ke NTT dan membantu meningkatkan perekonomian di daerah kami,” kata Bobby Lianto.

Doni Oskaria, COO Danantara, menyatakan bahwa perusahaan tersebut siap mendukung investasi di NTT dan berkolaborasi dengan KADIN NTT untuk meningkatkan perekonomian daerah.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan investasi di NTT dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

KADIN NTT siap membantu memfasilitasi dan mendukung investasi yang masuk ke NTT. ***




Pemkot Kupang Wujudkan Program Liang Kubur Gratis bagi Warga Kurang Mampu

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang telah mewujudkan salah satu program yang dijanjikan oleh pasangan Wali Kota, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota, Serena C. Francis, yaitu menyediakan liang kubur gratis bagi warga kurang mampu.

Untuk memastikan program ini sudah mulai berjalan, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, turun langsung ke Lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Damai Fatukoa untuk meninjau lubang-lubang kubur yang telah digali menggunakan alat berat.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh beberapa pejabat pemerintahan, termasuk Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Plt. Kadis Sosial Kota Kupang, dan Camat Maulafa. Wali Kota menyampaikan bahwa program ini merupakan bukti bahwa pemerintah hadir bukan hanya di saat suka, tetapi juga setia mendampingi di saat duka.

“Saat ini, janji itu mulai kami tepati. Fasilitas ini bisa menjadi bukti bahwa pemerintah hadir bukan hanya di saat suka, tetapi juga setia mendampingi di saat duka,” ungkap Wali Kota.

Wali Kota juga menjelaskan bahwa warga Kota Kupang yang kurang mampu dapat menghubungi Dinas Sosial dengan menyertakan bukti surat keterangan tidak mampu untuk mendapatkan liang kubur gratis.

Pemerintah Kota Kupang juga akan menata lokasi TPU Damai Fatukoa lebih rapi dalam blok-blok dengan ukuran kubur yang sama sesuai ketentuan.

Plt. Kadis Sosial Kota Kupang, Bernadinus Mere, menambahkan bahwa pemerintah memberi keleluasaan bagi keluarga duka untuk mengerjakan sendiri kuburan setelah pemakaman, atau dapat meminta bantuan pihak pengelola yang bekerja sama dengan kelompok kerja dari warga sekitar.

“Jadi tergantung dari masing-masing, mau kerja sendiri atau mau kasih ke orang lain, mau minta Pemkot, intinya liang-liang lahat yang disediakan ini gratis,” pungkasnya. ***




Kadis Kesehatan Provinsi NTT Buka Kegiatan Edukasi Kesehatan Bersama NU, Fokus pada Gizi Buruk, Stunting  dan Penyakit Menular 

 

Kupang,nwartapedia.com – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), drg. Iien Adriany, M.Kes, secara resmi membuka kegiatan edukasi kesehatan yang mengangkat isu krusial seputar gizi buruk, stunting, dan penyakit menular, yang diselenggarakan bekerja sama dengan organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Aula El Tari kantor Gubernur NTT, pada Kamis (16/05/2025).

Dalam sambutannya, drg. Iien menyampaikan rasa syukurnya atas keterlibatan berbagai lembaga keagamaan dalam kegiatan edukatif ini.

“Kami bersyukur bisa hadir dalam kesempatan ini bersama seluruh lembaga keagamaan dalam upaya edukasi masalah kesehatan. Ini adalah pertemuan ke-12 yang telah kami lakukan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi merupakan “bencana kemanusiaan” yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan seluruh pihak.

“Stunting adalah bencana nadi, dan ini harus menjadi perhatian kita bersama. Oleh karena itu, kami telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan 40 lembaga untuk bekerja sama dalam mengatasi masalah kesehatan, terutama stunting,” tambahnya.

drg. Iien juga mengajak kaum Muslimah NU dan GP Ansor untuk tidak hanya berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi turut aktif mengambil peran nyata dalam penanganan stunting di masyarakat.

“Kita sering melakukan pertemuan berulang tanpa ada tindak lanjut. Maka saya meminta agar Ketua NU segera menyusun langkah konkret pasca kegiatan ini,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Kepala Dinas mengajak seluruh peserta dan lembaga keagamaan untuk terus bergandengan tangan dalam upaya menyelesaikan persoalan kesehatan di NTT.

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan menunjukkan komitmen tinggi untuk menyelesaikan masalah ini. Gizi buruk, stunting, dan penyakit menular adalah masalah besar yang hanya bisa kita atasi jika semua pihak bergerak bersama,”pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemerintah Provinsi NTT bersama masyarakat sipil dalam membangun kesadaran kolektif dan memperkuat aksi nyata di tingkat akar rumput dalam memerangi stunting dan penyakit menular

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ir. Erlina R. Salmun, M.Kes, selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), yang membawakan materi pertama. Sesi kedua disampaikan oleh dr. Winda Yanuarni Meye, Sp.A., M.Sc, seorang dokter spesialis anak yang membahas lebih dalam mengenai dampak gizi buruk dan stunting pada anak-anak. (MI)




Wakil Wali Kota Kupang Hadiri Konferensi Pendidikan Indonesia di Jakarta

 

Jakarta,nwartapedia.com – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menghadiri kegiatan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) yang digelar di Jakarta, Rabu (14/5/2025).

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan sejumlah lembaga pendidikan serta pemerintah daerah.

Serena Francis dijadwalkan menjadi salah satu pembicara pada sesi kelima yang mengangkat tema “Berpihak Pada Anak”.

Sesi ini menjadi bagian dari rangkaian dialog yang bertujuan menggali praktik terbaik serta gagasan untuk memperkuat sistem pendidikan yang inklusif dan berpihak pada kepentingan anak.

Linda Effaria, staf Analisis Kebijakan Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen RI), saat dihubungi dari Kupang, menjelaskan bahwa kehadiran Wakil Wali Kota Kupang merupakan bentuk komitmen daerah dalam mendukung transformasi pendidikan.

“KPI merupakan platform yang digagas oleh Lingkar Daerah Belajar (LDB) untuk mendorong kolaborasi dan menghubungkan ekosistem pendidikan antar daerah serta antara daerah dengan pusat,” jelas Linda.

“Tujuannya adalah berbagi ide, memetik pelajaran dari praktik, serta merancang dan menyelaraskan langkah untuk memperluas dampak lintas daerah.”tambahnya.

Lebih lanjut, Linda mengungkapkan bahwa setelah rangkaian kegiatan KPI berakhir, para partisipan akan difasilitasi untuk membentuk atau memperkuat Sekretariat LDB di wilayah masing-masing.

Upaya ini diharapkan mampu menjaga kesinambungan kolaborasi antar pemangku kepentingan pendidikan di tingkat lokal.

“Ini penting agar perubahan pendidikan tidak berhenti di acara konferensi saja, tetapi terus berkembang dan mengakar di wilayah masing-masing di Indonesia,” tambahnya.

Menurut Linda, Lingkar Daerah Belajar hadir dengan keyakinan bahwa pemerataan kualitas pendidikan adalah jalan menuju masyarakat yang lebih adil dan sejahtera.

Pendidikan, katanya, tidak hanya berbicara tentang capaian di ruang kelas, tetapi juga tentang pembangunan kapasitas kolektif yang berdampak pada berbagai sektor kehidupan, seperti ekonomi, kesehatan, sosial, dan lingkungan.

Konferensi Pendidikan Indonesia 2025 mengusung tema “Berdaya Bersama untuk Keberlanjutan Pendidikan yang Berpihak kepada Anak”, sebagai wujud nyata upaya bersama untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih adil dan merata di seluruh penjuru Indonesia.

(goe)




30 Pasangan Resmi Diberkati di Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, Wali Kota Kupang Dapat Apresiasi Khusus

 

Kupang,nwartapedia.com  – Sebanyak 30 pasangan suami-istri mengikuti pemberkatan nikah secara sakramental di Gereja Paroki St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua, Kota Kupang, dalam sebuah misa syukur penuh sukacita, Rabu (14/5/2025).

Acara sakral ini turut dihadiri langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama jajaran Pemerintah Kota Kupang yang mendukung terselenggaranya pemberkatan massal tersebut. Kehadiran dan perhatian pemerintah kota mendapat apresiasi khusus dari perwakilan keluarga pengantin, Yoakim Asy.

“Atas nama 30 pasangan pengantin, para saksi, dan keluarga besar, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota dan seluruh jajarannya. Negara tidak hanya mengurus kesejahteraan warganya, tapi juga memperhatikan kehidupan spiritual mereka melalui ikatan perkawinan sakramental,” ungkap Yoakim dalam sambutannya.

Pemberkatan dipimpin oleh Pastor Paroki St. Fransiskus BTN Kolhua, RD. Dus Bone, Pr., didampingi para pastor dari berbagai paroki di Kota Kupang, seperti Paroki St. Yoseph Naikoten, Paroki St. Mathias Tofa, Paroki St. Familia Sikumana, Paroki St. Gregorius Oeleta, dan Paroki St. Joseph Pekerja Penfui. Turut ambil bagian pula para frater, suster, serta petugas liturgi dari masing-masing paroki, termasuk koor, lector, dan misdinar.

Momentum ini menjadi tonggak penting bagi para pasangan, yang kini sah sebagai suami-istri di hadapan Tuhan dan Negara.

Mereka juga secara resmi memperoleh hak-hak sipil berdasarkan Undang-Undang Administrasi Kependudukan No. 24 Tahun 2013, termasuk hak atas pencatatan dan akta perkawinan.

“Kami sangat bahagia hari ini. Senyum penuh syukur terlihat di wajah para pengantin baru, meskipun ada juga yang senyum tipis karena takut makeup-nya luntur,” ujar salah satu peserta, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga-keluarga dari latar belakang non-Katolik yang dengan kasih mendukung anggota keluarganya menerima Sakramen Perkawinan secara Katolik, bahkan mengikuti iman pasangan mereka.

Misa pemberkatan ini juga diwarnai pesan rohani yang mendalam, mengutip ajaran St. Ignatius dari Antiokhia dan St. Leo Agung tentang kesetiaan suami istri dan makna perkawinan sebagai lambang kasih Kristus terhadap Gereja-Nya.

Acara ditutup dalam suasana syukur dan harapan agar ke-30 pasangan yang berbahagia ini mampu membangun rumah tangga yang kokoh dalam iman, kasih, dan tanggung jawab bersama. ***




Pemkot Kupang Kembali Gelar Nikah Massal, 93 Pasangan Resmi Tercatat Secara Hukum

 

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Kupang kembali menyelenggarakan kegiatan nikah massal bagi pasangan suami istri (pasutri) yang telah menikah secara agama namun belum tercatat dalam administrasi negara.

Program tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 2003 ini bertujuan untuk membantu legalisasi pernikahan warga di mata hukum.

Pada tahun 2025 ini, tercatat sebanyak 93 pasangan mengikuti program nikah massal.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Jhoni Bire, menjelaskan bahwa pemberkatan dilakukan di beberapa gereja berbeda, sesuai latar belakang keagamaan masing-masing pasangan.

“Untuk tahun ini, kita nikahkan 93 pasangan. Di Gereja Katolik St. Fransiskus Asisi BTN Kolhua ada 30 pasangan pada Rabu (14/5), di Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) sebanyak 57 pasangan pada Kamis (15/5), dan enam pasangan lainnya di gereja-gereja denominasi pada hari berikutnya,” ungkap Jhoni saat ditemui di sela-sela acara yang berlangsung di Gereja Dt. Fransiskus dari Asisi BTN Kolhua pada Rabu (14/5/2025).

Pemkot Kupang menggandeng pihak gereja serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) untuk mempermudah proses administrasi, terutama dalam pengurusan akta perkawinan.

Jhoni menyebutkan, selama ini banyak pasangan mengalami kendala dalam urusan adat dan administrasi, namun dengan kolaborasi ini, proses menjadi lebih mudah dan cepat.

“Semua pasangan kita fasilitasi, selama tidak ada hambatan. Biasanya ada kendala adat, tapi kita tetap proses semua berkas yang telah direkomendasikan oleh gereja,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada pasangan yang belum menikah secara resmi agar segera mengurus legalitas pernikahan mereka.

“Syaratnya hanya KTP dan KK Kota Kupang serta surat rekomendasi dari gereja. Kami siap bantu,” tambahnya.

Kepala Dispendukcapil Kota Kupang, Angela Tamo Inya Kadja, menuturkan bahwa pihaknya turut mendukung kegiatan ini dengan sistem jemput bola.

Setelah pasangan diberkati secara agama, pencatatan sipil langsung dilakukan di tempat, dan akta perkawinan diserahkan tanpa biaya.

“Kita fasilitasi penuh, mulai dari verifikasi, pencatatan hingga penerbitan akta. Untuk 30 pasangan di Gereja Katolik sudah kita selesaikan dan semua gratis tanpa pungutan,” jelas Angela.

Program nikah massal ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi para pasangan dan anak-anak mereka, serta mendukung tertib administrasi kependudukan di Kota Kupang. ***




Wali Kota Kupang Hadiri dan Beri Sambutan pada Nikah Massal di Gereja St. Petrus dari Asisi BTN Kolhua

 

Kupang,wartapedia.com  – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan sambutan hangat dalam acara nikah massal tingkat Kota Kupang yang diselenggarakan di Gereja Katolik St. Petrus dari Asisi BTN Kolhua, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-139 Kota Kupang dan 29 tahun sebagai daerah otonom.

Acara yang digagas oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Kupang ini diikuti oleh 30 pasangan yang selama ini telah hidup bersama namun belum menikah secara sah.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kesra yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik, serta pihak Gereja Katolik yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut.

“Kami ingin supaya Pemerintah Kota Kupang hadir di tengah-tengah masyarakat. Tidak ada warga yang tertinggal, tidak ada keluarga yang terabaikan,” ujar dr. Christian pada Rabu (14/5/2025).

Ia menekankan bahwa otonomi bukan semata-mata tentang kewenangan, tetapi tentang kebijakan yang berpihak pada rakyat—seperti halnya program nikah massal ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dengan adanya pernikahan yang sah secara agama dan hukum, pasangan-pasangan tersebut kini dapat mengakses layanan administrasi kependudukan seperti pembuatan Kartu Keluarga, KTP, hingga layanan sosial dan kesehatan seperti BPJS.

“Pembangunan sebuah kota bukan hanya soal gedung tinggi atau jalan bagus, tapi juga tentang membangun keluarga yang sah dan sejahtera sebagai fondasi masyarakat,” katanya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi dalam membina rumah tangga.

Menurutnya, pernikahan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan cinta, melainkan awal dari proses yang menuntut saling pengertian, keterbukaan, dan kesetiaan.

“Kita bisa dengan mudah membuat komitmen, tapi tantangan sebenarnya ada pada konsistensi. Tanpa komitmen, kita tidak bisa memulai. Tapi tanpa konsistensi, kita tidak bisa menyelesaikannya,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan prosesi pemberkatan bagi ke-31 pasangan, yang kini resmi menjadi suami-istri secara hukum dan agama.




Ferdian Murianto Lay Wie Bangga: Wali Kota Kupang Berbusana Adat Sabu di Karnaval Budaya APEKSI

 

Surabaya,nwartapedia.com — Suasana semarak mewarnai Karnaval Budaya Munas VII APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) yang digelar di Kota Surabaya.

Dalam parade budaya yang mempertemukan berbagai kekayaan adat dari seluruh Nusantara ini,

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo tampil mencuri perhatian bersama sang istri, dr. Widya Cahya, dengan mengenakan busana adat khas Sabu.

Tanggapan positif pun datang dari berbagai kalangan, termasuk Ferdian Murianto Lay Wie, tokoh muda asal Sabu.

Ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap pilihan busana Wali Kota Kupang tersebut.

“Sebagai orang Sabu, beta (saya. Red) sangat bangga. Pak Wali Kota, dalam kegiatan tingkat nasional seperti ini, mengenakan pakaian adat Sabu,”ujar Ferdian Murianto.

“Ini bukan hanya bentuk penghormatan terhadap budaya kami, tetapi juga menjadi sarana promosi bagi tenun dan budaya Sabu di kancah nasional,” tambahnya.

Busana adat yang dikenakan dr. Christian dan istri memadukan unsur tenun ikat khas Sabu dengan sentuhan modern yang tetap menjaga keaslian motif dan filosofi budaya.

Kehadiran mereka menjadi representasi kuat keberagaman budaya Nusa Tenggara Timur di tengah gemerlapnya acara nasional tersebut.

Ferdian berharap, langkah Wali Kota Kupang ini dapat menginspirasi lebih banyak pemimpin daerah untuk mengangkat dan mempromosikan budaya lokal dalam forum-forum nasional dan internasional. (MI)




Yosep Lede Siap Pimpin DPD Pemuda Tani NTT, Dapat Sinyal Kuat dari DPP

 

Kupang,nwartapedia.com – Teka-teki mengenai siapa yang akan menahkodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Tani Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menemui titik terang.

Nama Bupati Kupang, Yosep Lede, mencuat sebagai calon kuat untuk menduduki posisi strategis tersebut.

Dukungan terhadap Yosep datang langsung dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono, yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR RI.

Menanggapi sinyal dari DPP Pemuda Tani, Yosep Lede menyatakan kesiapannya untuk mengemban amanah sebagai Ketua DPD Pemuda Tani NTT.

“Saya siap menerima amanah yang diberikan oleh Ketua Umum DPP Pemuda Tani. Prinsipnya, saya tegak lurus dan satu komando dengan arahan pimpinan pusat,” tegas Yosep saat dikonfirmasi media, Rabu (8/5/2025).

Yosep yang juga kader tulen Partai Gerindra menilai bahwa keberpihakan partai terhadap sektor pertanian dan kesejahteraan petani harus terus dikawal hingga ke tingkat daerah.

“Presiden Prabowo memberikan prioritas dan perhatian besar kepada perbaikan nasib petani. Sebagai kader Gerindra, saya siap mendukung kebijakan tersebut melalui wadah organisasi Pemuda Tani ini,” tambahnya.

Sementara itu, Caretaker Pengurus DPD Pemuda Tani NTT, Kristo Haki, membenarkan adanya dukungan dari DPP kepada Yosep Lede.

Kristo menyatakan bahwa kepengurusan saat ini siap mengamankan dan memfasilitasi proses transisi sesuai dengan aturan organisasi.

“Semangat Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia adalah agar kepengurusan di daerah dipimpin oleh sosok yang sevisi dengan pusat. Sosok Pak Yosep sangat representatif, selain menjabat sebagai Bupati, beliau juga kader Gerindra yang loyalitasnya tak diragukan,” jelas Kristo, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Pemuda Tani NTT.

Kristo menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan aspek teknis dan administratif untuk mendukung proses peralihan kepengurusan dari pengurus lama ke struktur yang baru.

Dengan menguatnya dukungan dari pusat dan kesiapan dari daerah, besar kemungkinan Yosep Lede akan segera diumumkan secara resmi sebagai Ketua DPD Pemuda Tani NTT dalam waktu dekat. ***