KOLIMAKU Gelar Aksi Sosial “Pulang Kampung” di Wilayah Lio, Kabupaten Sikka

Sikka,nwartapedia.com  – 
Komunitas Lio Maumere Kupang (KOLIMAKU) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun solidaritas dan kepedulian sosial dengan menggelar serangkaian kegiatan kemanusiaan bertajuk “KOLIMAKU Pulang Kampung” di Wilayah Lio, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

KOLIMAKU merupakan organisasi kemasyarakatan yang dibentuk secara resmi sejak tahun 2011 atas inisiatif sejumlah warga asal Lio Maumere yang berdomisili di Kupang.

Berlandaskan asas kekeluargaan dan gotong royong, komunitas ini telah aktif dalam berbagai kegiatan sosial, baik di Kota Kupang maupun di kampung halaman mereka di wilayah Lio Maumere, khususnya di Kecamatan Paga, Mego, Tanah Wawo, dan Magepanda.

Dalam kegiatan “KOLIMAKU Pulang Kampung” tahun 2025 ini, berbagai program sosial dan edukatif dilaksanakan untuk menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Kegiatan ini juga bertujuan sebagai sarana untuk memotret persoalan riil masyarakat guna disampaikan sebagai masukan kepada pemerintah daerah untuk intervensi kebijakan dan program yang lebih tepat sasaran.

Kegiatan ini berlangsung pada 6 dan 7 Juni 2025 dengan sejumlah agenda utama, antara lain:

1. Seminar Pertanian Modern Menuju Kemandirian Pangan

Bertempat di SMK St. Markus, Desa Paga, seminar ini diikuti oleh 100 peserta yang terdiri dari perwakilan siswa SMA/SMK (SMAK Alvares Paga, SMAN Roledelu, dan SMK St. Markus), kelompok tani dari tiga kecamatan, serta utusan Karang Taruna desa. Seminar menghadirkan narasumber Dr. Agustinus Paga (Dosen Politeknik Pertanian Negeri Kupang) dan Gabriel Wae, SPt (praktisi pertanian dan peternakan modern).

2. Pembagian Bibit Padi dan Jagung

Sebanyak 10 kelompok tani menerima bantuan benih unggul berupa Padi Inpari, Jagung Komposit Lamuru, dan Sorgum sebagai upaya mendorong produktivitas pertanian lokal.

3. Pengobatan Gratis

Kegiatan pengobatan gratis dilaksanakan di tiga lokasi: Desa Renggarasi, Kecamatan Tanah Wawo (78 pasien), Desa Wolowona, Kecamatan Paga (71 pasien), Desa Ratekalo, Kecamatan Mego (127 pasien)

4. Sosialisasi Pendidikan Tinggi dan Pencegahan Stunting

Disampaikan kepada siswa kelas 3 SMA/SMK dan masyarakat umum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kesehatan keluarga.

Kegiatan ini melibatkan seluruh pengurus dan panitia KOLIMAKU, tokoh masyarakat, kepala desa, camat, dan masyarakat setempat.

Seremonial pembukaan dilangsungkan secara resmi oleh Staf Ahli Setda Kabupaten Sikka dan turut dihadiri oleh Ketua Umum KOLIMAKU Getrudis Novyanti Wora, SH; Wakil Ketua Hendrikus Laka; Sekretaris Goris Mbete, SE; Penasehat Frans Tola, ST; serta atase KOLIMAKU di Sikka, Alex Suki.

Ketua Panitia, Gabriel Wae, SPt, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata solidaritas warga diaspora Lio Maumere di Kupang terhadap tanah leluhurnya.

Ia berharap aksi semacam ini dapat menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan kepedulian lintas daerah dan lintas generasi.

Tentang KOLIMAKU

Saat ini KOLIMAKU telah terdaftar resmi memiliki 78 kepala keluarga anggota dari tiga kelompok arisan: Arisan Paga, Arisan Tanah Wawo, dan Arisan Ikatan Keluarga Mego.

Kegiatan yang telah dilakukan meliputi bedah rumah, penghijauan, bakti sosial, serta bantuan untuk rumah ibadah.

Dengan semangat kebersamaan yang kokoh, KOLIMAKU terus membuktikan bahwa ikatan kekeluargaan bisa menjadi kekuatan besar untuk membangun masyarakat, baik di perantauan maupun di kampung halaman. ***




Lomba Tangkap Lele di TBM Gading Taruna: Rayakan Hari Lingkungan Hidup dan Idul Adha dengan Semangat Kebersamaan

 

Kupang,nwartapedia.com  – Suasana riuh penuh tawa terdengar dari halaman Taman Baca Masyarakat (TBM) Gading Taruna di Kelurahan Bello, Kota Kupang, pada Kamis, 6 Juni 2025.

Anak-anak tampak antusias berlomba menangkap lele dalam kolam terpal kecil yang disiapkan oleh pengelola TBM. Bukan sekadar perlombaan seru,

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Raya Idul Adha 1446 H, dua momentum penting yang dirayakan dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

Goris Takene, pengelola TBM Gading Taruna sekaligus ASN di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bertujuan menghibur anak-anak, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang nilai kebersamaan, gotong royong, dan kesadaran lingkungan.

“Pemilihan momen Idul Adha bukan hanya tentang ritual kurban, tapi juga sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Sedangkan Hari Lingkungan Hidup menjadi pengingat bahwa kita semua punya tanggung jawab menjaga alam tempat kita hidup,” ujar Goris.

Lomba tangkap lele ini diikuti oleh anak-anak yang rutin mengunjungi TBM untuk membaca dan belajar. Mereka belajar bekerja sama, saling membantu, dan yang terpenting: bersenang-senang dengan cara yang mendidik.

Kolam-kolam kecil yang disiapkan menjadi ajang melatih ketangkasan, sekaligus ruang edukasi tentang pentingnya mencintai alam, air, dan makhluk hidup.

“Kami ingin anak-anak menyalurkan energi mereka ke hal yang positif, sekaligus menyerap nilai-nilai penting tanpa harus merasa sedang ‘belajar’. Ini adalah pendidikan karakter dalam bentuk yang menyenangkan,” tambah Goris.

Kegiatan ini juga mempererat hubungan antara TBM dan warga sekitar. Banyak orang tua hadir untuk menyemangati anak-anak, sementara para relawan dan pengurus TBM turut membantu jalannya lomba dengan penuh antusias.

Goris berharap, kegiatan seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk memanfaatkan hari besar keagamaan dan peringatan lingkungan dengan cara kreatif dan bermakna.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Dengan melibatkan mereka dalam kegiatan positif, kita sedang menanamkan semangat kepedulian, kerja sama, dan cinta lingkungan yang akan tumbuh bersama mereka,” tutupnya. (Goe)




Ziarah Iman WKRI Paroki St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua Kupang: Melayani dalam Diam, Mencintai dalam Doa

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Di tengah hembusan angin dan keheningan alam Fulanfehan, langkah-langkah penuh makna dari para anggota Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Paroki St. Fransiskus Assisi BTN Kolhua menapaki tanah ziarah dengan hati yang menyala oleh cinta.

Ziarah ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi sebuah pulang ke dalam batin yang terdalam, tempat Tuhan hadir dalam sunyi dan kasih menemukan bentuknya yang paling murni: pelayanan dalam keheningan.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa anggota WKRI bukan hanya hadir dalam kegiatan-kegiatan liturgis gereja, tetapi juga menjelma sebagai cahaya kecil di banyak ruang kehidupan umat.

Mereka hadir dalam dapur pelayanan, ruang-ruang diskusi komunitas, rumah-rumah sakit, hingga lorong-lorong yang jarang tersentuh, menjadi pelita yang tak padam meski dalam gelap.

“Ziarah ini menjadi momentum kontemplasi yang menghidupkan kembali semangat kami untuk terus melayani, bahkan ketika dunia tidak melihat,” ujar salah satu peserta dengan mata yang berkaca-kaca.

Di bukit sunyi dan langit yang luas, para peziarah mendengarkan ulang bisikan kasih dari Sang Pencipta, menyadari kembali bahwa tugas pelayanan bukanlah beban, melainkan rahmat yang dipercayakan kepada hati-hati yang terbuka.

Mereka merenungkan kata-kata Santo Fransiskus dari Assisi, pelindung paroki mereka:

“Mulailah dengan melakukan apa yang perlu, lalu apa yang mungkin; dan kelak engkau akan melakukan yang tidak mungkin.” Kalimat itu menjadi napas bagi langkah mereka yang tak hanya berjalan di bumi, tetapi juga menapak di dalam jiwa, menuju kedalaman iman dan cinta.

Romo Kondradus dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas semangat WKRI yang terus konsisten menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial dan rohani.

“Terima kasih atas pengorbanan dan catatan indah yang ditorehkan bagi WKRI Paroki kita. Pergi dengan sukacita dan pulang dengan tetap membawa sukacita,” ungkapnya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ibu Ketua WKRI DPC Assisi, Ketua Panitia, serta seluruh sahabat hati dan tim yang telah menjalin kebersamaan dalam perjalanan rohani ini.

“Semoga sukacita yang kami alami dalam ziarah ini juga mengalir dalam tugas pelayanan kami di tengah keluarga dan masyarakat,” tambah salah satu pengurus.

Ziarah iman ini menegaskan bahwa pelayanan sejati tidak selalu diukur dari besar kecilnya peran, tetapi dari kesetiaan dalam melayani dengan cinta. WKRI Paroki BTN Kolhua telah menorehkan kisah indah.

Kisah tentang kasih yang bekerja dalam diam, tentang tangan seorang ibu yang tak lelah membasuh luka dunia dengan ketulusan.  (RD Dus)




PPPK Kota Kupang Senang: Baru Sebulan Terima SK, Langsung Nikmati Tunjangan Beras

 

Kupang nwartapedia.com  –  Para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkup Pemerintah Kota Kupang menyambut gembira pemberian tunjangan beras yang mulai diberikan sejak Juni 2025.

Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk perhatian dan kesetaraan perlakuan antara PPPK dan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Salah satu PPPK di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Elisabeth Tagudedo, mengungkapkan rasa syukurnya karena meski Surat Keputusan (SK) pengangkatan baru diterima sebulan lalu, hak-hak mereka, termasuk tunjangan beras, langsung bisa dinikmati.

“Saya senang dan tentu berterima kasih karena meskipun kami baru dapat SK bulan kemarin, tetapi gaji dan tunjangan beras bisa cepat pula kami dapat. Ini cukup membantu keluarga saya,” ujarnya penuh senyum saat ditemui di kantornya, Kamis (5/6/2025).

Kebijakan pemberian tunjangan ini juga dibenarkan oleh Rumianik, staf keuangan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang yang mengatur distribusi beras bagi pegawai di instansi tersebut.

Ia menyebutkan bahwa pemberian tunjangan beras kepada PPPK didasarkan pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang menyatakan bahwa PPPK dan PNS memiliki kedudukan yang sama dalam hal hak dan kewajiban.

“Hal ini tentu menjadi upaya pemerintah agar PPPK tidak merasa berbeda dengan PNS. Sebab dari sisi gaji maupun beban kerja sejatinya sama. Bedanya hanya pada kenaikan gaji berkala dan jaminan pensiun yang dimiliki PNS. Tapi secara keseluruhan, hak sebagai ASN itu sama,” jelas Rumianik secara terpisah kepada media ini.

Kebijakan ini disambut antusias oleh para PPPK karena dinilai menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperlakukan seluruh ASN secara adil, tanpa membedakan status kepegawaian.

(Goe)




Begini,! Cara Warga Bello Turut Serta Memperingati Hari Raya Idul Adha Ditengah Keberagaman

 

Kupang,nwartapedia.com  – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah pada 6 Juni 2025 Komunitas Masyarakat Litarasi dan Taman Baca Masyarakat Gading Taruna Kelurahan Bello Kota Kupang akan menggelar lomba tangkap ikan lele

Kegiatan ini menurut rencana akan berlangsung esok Minggu, 8 Juni 2025 di Kelurahan Bello Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT.

Goris Takene, Pengelolah Taman Baca Masyarakat (TBM) Gading Taruna (GT) selaku sponsor saat ditemui di Bello Sabtu sore, (7/6-2025) membenarkan, kegiatan ini akan melibatkan anak-anak yang sering berkunjung di TBM Gading Taruna dengan memperebutkan sejumlah hadiah hiburan selain buku bacaan.

“Jadi begini kami sengaja memilih momen Idul Adha karena kita tau bahwa momen Idul Adha bukan hanya sekedar ritual berqurban dan mengingat kisah keimanan Nabi Ibrahim. Namun, juga menjadi simbol persatuan ditengah keberagaman, selain itu juga hari raya Idul Adha sarat dengan makna ketulusan, dan kepatuhan kepada Allah SWT Yang mengajarkan tentang keberagaman dan kebersamaan antar umat manusia,” jelas Goris.

Sebab menurut ASN pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaa. kota Kupang itu bahwa, menghormati dan menghargai perbedaan baik dari sisi budaya, adat hingga agama menjadi kunci penting sehingga terciptanya kerukunan antar masyarakat Kelurahan Bello khususnya di Kota Kupang.

Kegiatan lomba menangkap ikan lele itu mengambil tema, Idul Adha momen persatuan dalam keberagaman. (goe)




Masjid Darusalam Sikumana Sembelih 7 Ekor Sapi dan 16 Ekor Kambing pada Idul Adha 1446 H

 

Kupang,nwartapedia.com — Dalam rangka perayaan Idul Adha 1446 H yang jatuh pada 10 Zulhijjah, Masjid Darusalam Sikumana melaksanakan penyembelihan hewan kurban berupa 7 ekor sapi dan 16 ekor kambing.

Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Panitia Kurban, Patria Anwar, S.Sos., S.H., kepada awak media pada Sabtu (7/6/2025) di halaman masjid.

“Alhamdulillah, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban berjalan lancar. Terdapat 7 ekor sapi dan 16 ekor kambing yang kami sembelih hari ini. Satu ekor sapi berasal dari Bapak Wali Kota, enam ekor sapi lainnya dari para donatur jamaah Masjid Darusalam, dan kambing seluruhnya merupakan sumbangan dari jamaah,” jelas Patria.

Ia juga menyampaikan bahwa Masjid Darusalam menerima bantuan tambahan dari pihak luar.

“Rencananya, akan ada 10 ekor sapi tambahan dari pihak donatur di Turki. Namun hingga saat ini baru 5 ekor yang diinformasikan akan dikirim hari ini, dan sisanya menyusul besok,” tambahnya.

Patria menyebutkan bahwa daging kurban akan didistribusikan kepada sekitar 600 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat.

“Penerima kurban mencakup donatur, warga sekitar, tetangga, aparat keamanan, petugas medis, hingga rekan-rekan media. Kami ingin memastikan semua yang berhak mendapatkan bagian kurban ini,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, H. Dr. Abdul Rasaksundu, M.Si. sebagai Dewan Pembina Yayasan Darussalam Sikumana menyampaikan makna mendalam dari pelaksanaan kurban.

“Idul Adha adalah peringatan atas keteladanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, atas perintah Allah SWT. Ini adalah momen penting untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat rasa kekeluargaan, serta membangun semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama,” jelas Dr. Abdul Rasaksundu.

Beliau juga menekankan pentingnya menjadikan kurban sebagai sarana kemanusiaan lintas iman.

“Di lingkungan ini, banyak warga Muslim maupun non-Muslim. Kami ingin kurban ini menjadi simbol kepedulian sosial yang menyentuh semua lapisan masyarakat,” tambahnya.

Diperkirakan jumlah jiwa di sekitar wilayah Masjid Darusalam Sikumana telah mencapai lebih dari seribu orang, dengan 43 RT aktif. Panitia berharap ke depan jumlah hewan kurban bisa terus meningkat agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak warga. (MI)




Bakti Nusa Tenggara Distribusikan 46 Sapi dan 151 Kambing Kurban di NTT Tahun 2025

 

 

Kupang,nwartapedia.com  — Koordinator Bakti Nusa Tenggara (BNT), Joko A. Susilo, menyampaikan bahwa kegiatan kurban tahunan yang dilaksanakan oleh lembaga tersebut kembali digelar secara masif di berbagai kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal ini disampaikannya kepada media ini di Pondok Pesantren Batakte pada Kamis (6/6/2025).

Menurut Joko, sejak tahun 2012 hingga 2025, BNT secara konsisten menggelar kurban setiap tahun, dengan dukungan donatur perorangan maupun lembaga nasional.

Untuk tahun ini, BNT berhasil menghimpun dan mendistribusikan 46 ekor sapi dan 151 ekor kambing ke delapan kabupaten/kota, yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Malaka, Belu, Flores Timur, Lembata, dan Ende.

“Untuk Kota Kupang sendiri, kami targetkan penyembelihan sebanyak 12 ekor sapi dan sekitar 130 ekor kambing. Hewan kurban ini akan didistribusikan ke seluruh kelurahan di Kota Kupang, masing-masing kelurahan menerima sekitar 20 paket daging, dengan jumlah per paket antara 60 hingga 100 sesuai data kebutuhan yang kami terima,” jelas Joko.

Ia juga menambahkan bahwa semua hewan kurban diproses dan dikemas dalam bentuk paket daging siap distribusi.

Untuk efisiensi dan koordinasi, pelaksanaan penyembelihan hewan di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang digabung di satu lokasi.

“Distribusi dilakukan terpusat di sini, agar lebih mudah dikoordinasikan. Data-data dari masing-masing wilayah kami kumpulkan dan kami informasikan kepada perwakilan untuk mengambil jatah masing-masing sesuai jadwal yang telah ditentukan,” katanya.

Joko menjelaskan, pelaksanaan kurban oleh BNT biasanya berlangsung selama empat hari.

Hari Kamis (6/6) menjadi hari pertama penyembelihan, dan akan berlanjut hingga hari Senin.

“Hari ini kami targetkan 12 sapi dan seluruh kambing yang sudah terdata rampung dipotong. Tapi biasanya masih ada tambahan hewan hingga hari terakhir, jadi kami standby untuk penyesuaian dan penambahan kuota,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa penggalangan dana untuk kurban dilakukan melalui donasi terbuka oleh yayasan, serta dukungan dari berbagai lembaga mitra seperti Human Initiative (pusat Jakarta), Easy One Indonesia, dan beberapa lembaga sosial lainnya.

Terkait jumlah hewan kurban dibandingkan tahun sebelumnya, Joko menyatakan masih dinamis.

“Tahun lalu total sapi yang terkumpul 54 ekor, sedangkan tahun ini baru 46. Untuk kambing, tahun lalu mencapai 200 ekor, saat ini baru 151. Namun angka ini bisa terus bertambah hingga hari terakhir,” ujarnya.

Penyaluran daging kurban oleh BNT juga dilakukan secara merata, bukan hanya melalui masjid, tetapi juga langsung ke kantor kelurahan dan desa berdasarkan permintaan dan data pengajuan dari masyarakat.

Kegiatan tahunan ini menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dari Bakti Nusa Tenggara dan para donatur, dengan harapan memperkuat solidaritas dan semangat berbagi di tengah masyarakat NTT.




Mahasiswa UCB Kupang Gelar Kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Bagi Siswa SD

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Sebanyak 900 mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Nusa Tenggara Timur, memulai kampanye Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Kupang.

Kegiatan ini berlangsung sejak 5 Juni hingga 5 Agustus 2025 dan merupakan bagian dari program praktik kerja lapangan (PKL) yang terintegrasi dalam mata kuliah Promosi Kesehatan.

Kampanye tersebut secara resmi dilepas oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang dalam sebuah upacara seremonial di halaman belakang kantor dinas, Kamis pagi (5/6/2025).

Turut hadir dalam acara itu, Pj Sekda Kota Kupang Ignas Lega, Asisten III Setda Kota Kupang Januar Edi Dally, Kabid Pendidikan Dasar Okto Naitboho, Ketua Prodi Kesehatan UCB, serta Kepala LP3M UCB Kupang.

Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UCB Kupang, Vinsen Making, SKM, M.Kes, menyampaikan bahwa mahasiswa akan menyasar siswa kelas III hingga kelas V dari 149 SD di Kota Kupang.

Mereka tidak hanya melakukan monitoring, tetapi juga berperan sebagai mentor dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini.

“Program ini berbasis hasil riset yang menunjukkan tren peningkatan penyakit tidak menular, sehingga kami mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang membina siswa, guru, serta komunitas sekolah dalam menciptakan lingkungan yang sehat secara mandiri,” ujar Vinsen Making.

Dalam sambutannya, Pj Sekda Kota Kupang Ignas Lega menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam menjalankan tugas tersebut. Ia berharap para mahasiswa bisa menjadi inspirasi dan agen perubahan di tengah masyarakat.

“Kerjakanlah setiap tugas dengan hati dan tetap jalin kolaborasi dengan semua pihak,” pesannya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang melalui Kabid Dikdas, Okto Naitboho, menjelaskan bahwa seluruh sekolah di Kota Kupang telah melaksanakan instruksi Walikota Kupang terkait pengelolaan sampah dan pendidikan lingkungan.

Salah satu contohnya adalah penyediaan tempat sampah terpilah untuk mendidik siswa sejak dini mengenai pentingnya memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya.

“Seluruh satuan pendidikan di bawah Dinas Pendidikan telah secara aktif menggelar edukasi dan kampanye PHBS sebagai dukungan terhadap program Pemerintah Kota,” pungkas Okto.

Dengan melibatkan mahasiswa sebagai agen promosi kesehatan, diharapkan perilaku hidup bersih dan sehat dapat ditanamkan sejak dini kepada siswa sekolah dasar, guna membentuk generasi muda yang sehat dan peduli lingkungan. (Goe)




9 Sapi dan 7 Kambing Siap Dikurbankan di Masjid Al-Mutaqim Kota Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, Masjid Al-Mutaqim Kota Baru, Kupang, Nusa Tenggara Timur, telah mempersiapkan 9 ekor sapi dan 7 ekor kambing untuk pelaksanaan ibadah kurban.

Hal ini disampaikan oleh salah satu panitia Idul Adha, Randy Irwansah Korak, saat ditemui di halaman belakang masjid pada Kamis siang (5/6).

Ia memastikan bahwa seluruh hewan kurban telah berada di lokasi dan siap disembelih pada hari H.

“Soal jumlah, sampai siang ini sudah siap sembilan ekor sapi dan tujuh ekor kambing untuk dikurbankan,” ujar Randy.

Ia menjelaskan, seluruh hewan kurban tersebut merupakan sumbangan dari jamaah serta donatur tetap Masjid Al-Mutaqim.

Pihak panitia juga masih membuka kemungkinan adanya tambahan hewan kurban dari donatur lain di luar lingkungan masjid.

“Kalau dari luar masjid, setiap tahunnya biasanya ada, dan kami dari pihak panitia siap menerima,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang jamaah Masjid Al-Mutaqim yang turut menyumbangkan satu ekor sapi, memilih untuk tidak disebutkan namanya.

Ia menegaskan bahwa niat berkurban didasari atas rasa syukur kepada Allah dan sebagai bentuk ketakwaan, tanpa mengharapkan pengakuan.

“Apa yang saya sumbangkan tidak perlu diketahui orang banyak, sesuai dengan ajaran Islam. Ini bentuk syukur kami kepada Allah dan pengorbanan untuk mendekatkan diri kepada-Nya,”ungkap pria paruh baya itu.

Ibadah kurban merupakan momen penting dalam Islam, tidak hanya sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, tetapi juga sebagai sarana berbagi dengan sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Panitia dan seluruh pengurus Masjid Al-Mutaqim menyatakan kesiapan mereka dalam mengelola dan mendistribusikan hewan kurban kepada warga yang berhak.

(goe)




Dinas Pendidikan Kota Kupang dan UCB Kolaborasi Tangani Perilaku Hidup Sehat di Sekolah Dasar

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam rangka meningkatkan kesadaran akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta penanganan sampah di lingkungan pendidikan dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang menggandeng Fakultas Kesehatan Universitas Citra Bangsa (UCB) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana) untuk melaksanakan program kolaboratif selama tiga bulan, mulai 5 Mei hingga 5 Agustus 2025.

Sebanyak 900 mahasiswa dari kedua perguruan tinggi tersebut diterjunkan ke 154 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di seluruh wilayah Kota Kupang untuk menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL) sekaligus menjadi agen edukasi kesehatan lingkungan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Okto Naitboho, saat acara pelepasan di halaman belakang kantor dinas pada Kamis pagi (5/6), menjelaskan bahwa program ini merupakan perwujudan dari semangat kolaboratif yang terus digaungkan Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo.

“Pak Wali Kota selalu mengatakan, jika ingin berjalan cepat, pergilah sendiri. Tapi jika ingin berjalan jauh, pergilah bersama-sama. Itulah semangat dari kolaborasi ini – membangun Kota Kupang secara bersama,” ujar Naitboho.

Ia menambahkan, setiap sekolah akan mendapat pendampingan dari lima hingga enam mahasiswa yang akan bertugas mengkampanyekan PHBS dan edukasi pengelolaan sampah kepada siswa sekolah dasar.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi dampak buruk sampah terhadap lingkungan. Program ini juga diharapkan mampu membentuk lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi anak-anak kita,” tambahnya.

Ketua Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) UCB, Vinsen Making, menyampaikan bahwa mahasiswa, khususnya dari Fakultas Kesehatan, akan menjalankan PKL sebagai bagian dari mata kuliah praktikum. Namun lebih dari itu, mereka diharapkan mampu berperan sebagai mentor yang menanamkan nilai-nilai hidup bersih dan sehat kepada para siswa.

“Mahasiswa tidak hanya memantau, tapi juga mendampingi anak-anak, guru, dan warga sekolah untuk membiasakan diri hidup bersih. Harapannya mereka mampu mencegah penyakit secara mandiri dan ikut menciptakan lingkungan yang sehat,” ujar Vinsen.

Pelepasan resmi para mahasiswa dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Sekda Kota Kupang, Ignas Lega. Dalam sambutannya, Ignas menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dan inspirasi di tengah masyarakat.

“Saya berharap program ini dijalankan dengan hati, penuh tanggung jawab, dan tetap menjunjung tinggi semangat kolaborasi selama berada di lapangan,” pesan Ignas.

Kolaborasi ini menandai langkah strategis Pemerintah Kota Kupang bersama institusi pendidikan tinggi dalam membangun generasi yang sehat dan peduli lingkungan sejak usia dini.

(Goe)