Telaah Ekspresif-Simbolis Bahasa Sikka Dialek Krowe

Oleh E. Nong Yonson sebagai Pemerhati Bahasa & Budaya

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Bahasa Sikka, terutama dialek Krowe, menjadi salah satu warisan budaya lisan masyarakat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sebagai bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan berelasi sehari-hari. Dalam Bahasa Sikka Dialek Krowe tersimpan kekayaan ekspresif-simbolis. 

Ferdinand de Saussure seorang tokoh linguistik struktural terkenal menjelaskan bahwa bahasa adalah sistem tanda (sign) yang terdiri atas signifier (penanda) dan signfied (petanda). Penanda adalah bentuk fisik seperti suara atau tulisan, sedangkan petanda adalah konsep atau makna.

Dengan demikian, bahasa sebagai ekspresi simbolis merujuk pada relasi antara simbol dan makna bukan semata-mata penamaan objek. Ekspresi simbolis bahasa Sikka bermuara pada pencerminan nilai-nilai budaya, kepercayaan, serta struktur sosial masyarakat penuturnya. 

Telaah terhadap bentuk ekspresif-simbolis dalam bahasa ini menjadi bagian yang sangat penting. Tujuannya, untuk memahami cara masyarakat Krowe menyampaikan emosi, identitas, dan makna melalui simbol bahasa.

Bentuk ekspresif dalam Bahasa Sikka Krowe banyak ditemukan dalam tuturan sehari-hari, baik berupa upacara adat, nyanyian rakyat, dan ungkapan tradisional.

Ekspresi ini tidak hanya menyampaikan emosi atau perasaan, tetapi juga memperlihatkan cara berpikir dan nilai yang dianut masyarakat. Contohnya sebagai berikut.

Sir naha li’i, ga’i naha da’a.

‘Pilihlah pasangan hidup yang tepat.

Ungkapan ini secara simbolis menggambarkan petuah kepada muda-mudi untuk selektif dalam hal pasangan hidup. Sir ‘ pacaran’ dan ga’i ‘mau dengan’. Artinya, dalam usaha untuk mau dengan siapa, melalui pacaran, harus da’a ‘tepat’. Apakah ungkapan ini biasa, tentu tidak.

Ungkapan ini selain memiliki kedalaman makna juga merujuk pada kedekatan emosional antara penyampai pesan dan sasarannya. Sebab, ungkapan ini sekaligus sebagai simbol kedekatan emosional dan tanggung jawab. Tidak elok jika disampaikan oleh seseorang kepada orang lain yang tidak saling mengenal. 

Lanjutan dari ungkapan itu merujuk pada pesan kehati-hatian dan dampak terhadap keberlangsungan hidup.

Lopa sir dena de’a, ga’i dena ‘lebe

Loning du’a naha nora lin, la’i nowa welin

Jangan bercanda, karena perempuan dan laki-laki memiliki nilai’  

Bentuk simbolis-ekspresi ini menonjolkan struktur pesan yang disertai dengan seruan adat berupa larangan dan konsukensianya. Di sini terdapat dualitas simbolik antara ruang kebiasaan muda-mudi dan ruang tradisi kodrat sebagai perempuan dan laki-laki. 

Dalam ungkapan Ekspresi-simbolis, Bahasa Sikka Krowe juga memiliki gaya retorik yang khas. Bentuknya, berupa paralelisme simbol. Contohnya sebagai berikut.

Diri inan tutur, plina aman tatar

‘Patuhi nasihat orang tua’

Diri dan plina merujuk pada makna yang sama, yaitu ‘mendengar/mengikuti’. Sedangkan tutur dan tatar juga bermuara pada maksud yang sama, yaitu ‘pembicaraan/penyampaian’. Ekspesi-simbolis dalam bentuk paralelisme tidak bisa ditukar posisinya juga diganti dengan bentuk yang lain. Selain akan berpengeruh pada makna juga pada estetika dan struktur kalimat.   

Konstruksi paralel ini digunakan untuk menekankan kedalaman rasa dan kesungguhan niat. Kata-kata ini digunakan untuk menegaskan bahwa keputusan yang diambil telah melibatkan seluruh aspek diri: hati, napas, mata, dan darah. Bahasa di sini menjadi alat untuk menyampaikan komitmen kolektif yang sakral.

Dari perspektif linguistik dan semiotik, bentuk-bentuk ekspresif-simbolik ini menunjukkan bahwa Bahasa Sikka Krowe tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sistem makna budaya. Setiap ungkapan bukan hanya memiliki arti denotatif, melainkan konotatif bahkan pesan mendalam yang dipengaruhi oleh konteks budaya dan peradapan.

Telaah ini memperlihatkan bahwa untuk memahami Bahasa Sikka Krowe secara mendalam, kita perlu melihatnya dalam kerangka hubungan antara ekspresi, simbol, konteks bahasa, dan budaya.

Ekspresi dan simbol yang terkandung dalam bahasa ini merupakan representasi dari gambaran batin dan sistem nilai masyarakat Krowe, yang jika tidak dilestarikan, akan menghilang bersama perubahan realitas kehidupan. ***




Peringati Hari Anak Nasional, Dinas Pendidikan Kota Kupang Gelar Beragam Lomba Kreativitas Anak PAUD

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli 2025, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melalui Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) serta Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menyelenggarakan serangkaian kegiatan lomba yang melibatkan anak-anak usia dini dari seluruh PAUD se-Kota Kupang.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari ini digelar di salah satu aula hotel di Kota Kupang, dan diikuti secara antusias oleh ratusan anak serta para pendidik PAUD.

Tema utama kegiatan ini adalah mendorong pengembangan kreativitas dan karakter anak sejak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan, mendidik, dan kompetitif.

Ketua panitia kegiatan, Margaretha Dida, S.Sos, saat ditemui di sela-sela kegiatan pada Jumat (18/7), menjelaskan bahwa terdapat empat jenis lomba yang diselenggarakan, yakni lomba mewarnai, lomba bercerita, lomba fashion show untuk peserta didik, serta lomba pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) yang ditujukan bagi para pendidik PAUD.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberi ruang kepada anak-anak untuk mengekspresikan potensi mereka secara positif, baik dalam hal kreativitas, keberanian berbicara di depan umum, maupun rasa percaya diri. Sementara untuk para pendidik, lomba pembuatan APE menjadi ajang untuk mengembangkan inovasi dalam menciptakan media pembelajaran yang edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak,” ujar Margaretha.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, dan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini, sekaligus membentuk karakter generasi muda sejak usia dini.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan kader-kader peserta didik yang cerdas, kreatif, dan berkarakter, serta menumbuhkan semangat belajar dan semangat berkarya sejak dari bangku PAUD,” pungkasnya.(Disdikbud)




Pererat Sinergi dan Angkat Budaya, Wali Kota Kupang Hadiri Gala Dinner Muskomwil IV APEKSI di Kediri

 

Kediri, nwartapedia.com Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai malam gala dinner Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) IV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-13, yang berlangsung di Balai Kota Kediri, Rabu (17/7/2025).

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, hadir bersama para kepala daerah anggota APEKSI Wilayah IV untuk memperkuat sinergi antar kota dan merayakan keberagaman budaya Nusantara.

Wali Kota Kupang didampingi oleh Ketua TP-PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Kupang, di antaranya Kepala Dinas Pariwisata Josephina M. G. Gheta, ST., MM.; Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Ariantje M. Baun, SE., M.Si.; Kepala Dinas PPKB drg. Fransisca J. H. Ikasasi; Kepala Bagian Tata Pemerintahan Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si.; dan Kepala Bagian Protokol & Komunikasi Pimpinan Daud Noftianus Nafi, S.STP., M.M.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada Wali Kota Kediri beserta seluruh jajaran atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai penuh makna, meriah, dan berkesan.

“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Kupang, kami sangat senang dan bangga bisa hadir di sini. Acara ini luar biasa, penuh kehangatan, dan meninggalkan kesan mendalam bagi kami semua. Terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dari tuan rumah,” ungkapnya.

Ia juga memuji penampilan seni budaya yang disuguhkan, terutama karena memuat pesan-pesan edukasi tentang kesehatan mental, serta mengaku bangga mengenakan pakaian adat Kediri yang disiapkan panitia.

“Tadi penampilannya bukan hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi kami tentang pentingnya kesehatan mental. Kami pun merasa terhormat dapat mengenakan pakaian adat Kediri, ini pengalaman yang tak terlupakan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., menyambut para delegasi dengan penuh sukacita dan mengajak seluruh anggota APEKSI Wilayah IV untuk terus membangun kolaborasi demi kemajuan kota masing-masing.

“Merupakan kehormatan bagi kami menjadi tuan rumah Muskomwil IV APEKSI tahun ini. Kebersamaan kita di forum ini membuktikan bahwa APEKSI tetap solid sebagai rumah besar bagi seluruh kota anggota,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menghimpun praktik-praktik terbaik dan memadukan langkah dalam pembangunan kota yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan.

“Melalui visi ‘Kota Kediri MAPAN: Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni,’ kami bertekad membangun kota yang bukan hanya maju secara fisik tetapi juga memberikan kenyamanan dan kebanggaan bagi warganya,” jelasnya.

Malam gala dinner ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-1146 Kota Kediri, yang dimeriahkan dengan pertunjukan budaya, promosi pariwisata, serta hiburan rakyat sebagai wujud penghormatan bagi para kepala daerah dan delegasi yang hadir.

Semangat kebersamaan yang terpancar dalam forum ini diharapkan dapat melahirkan inovasi-inovasi baru serta memperkuat jejaring kerja sama antar kota, menuju pembangunan kota yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. ***




SMAK Giovanni Kupang Jajaki Kerja Sama Internasional dengan Alana Kaye College Australia

 

Kupang, nwartapedia.com – SMA Katolik Giovanni Kupang kembali mencatat langkah maju dengan menjajaki kerja sama internasional bersama Alana Kaye College, Australia.

Dalam kunjungan ke SMAK Giovanni Kupang pada Rabu (16/7), CEO Alana Kaye College, Alana Anderson, menyambut baik rencana kemitraan yang digagas sekolah tersebut.

Maria Hebi, staf bidang perguruan tinggi SMAK Giovanni Kupang, mengungkapkan bahwa pihaknya ingin membuka peluang bagi siswa untuk meningkatkan keterampilan melalui program ekstrakurikuler yang relevan dengan kompetensi utama Alana Kaye College.

“Bidang-bidang seperti bangunan dan konstruksi, listrik, kesehatan, dan lainnya yang menjadi keunggulan Alana Kaye College memang belum masuk dalam kurikulum SMA, tetapi sangat mungkin dijadikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler,” jelas Maria.

Ia menambahkan bahwa sekolah akan merancang jenis kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan sumber daya yang ada, serta mengembangkan teknis pelaksanaannya secara bertahap.

Lebih lanjut, Maria menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat menghasilkan lulusan dengan keterampilan bersertifikat standar Alana Kaye College.

“Sertifikat tersebut akan sangat bermanfaat karena diakui di 56 negara anggota Commonwealth, seperti Inggris, Kanada, Australia, Singapura, dan lainnya,” katanya, mengutip penjelasan Alana Anderson.

Di tempat terpisah, Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Drs. Stefanus Mau, Pr., menyampaikan apresiasi atas kunjungan CEO Alana Kaye College bersama Manager International Operations, David Thomson. Romo Stef menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti kerja sama ini secara formal melalui penandatanganan perjanjian.

Dalam kunjungannya ke lingkungan sekolah, Alana Anderson juga menyempatkan diri meninjau kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di aula.

Ia terkesan dengan visi besar para siswa terhadap masa depan serta kemampuan berbahasa Inggris yang mereka tunjukkan dalam sesi tanya jawab.

Di akhir kunjungannya, Alana Anderson berpesan kepada para siswa untuk rajin belajar, disiplin, dan tidak takut menghadapi tantangan demi meraih masa depan yang lebih baik. ***




Pintu Sekolah Disegel Pemilik Lahan, Guru Khawatir Dampak Psikologis ke Siswa

 

Kupang,nwartapedia.com  – Aksi penyegelan pintu gerbang dan ruang kantor SD Negeri Tenau, yang terletak di RT 22/RW 5, Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, kembali terjadi pada awal tahun ajaran 2025/2026, Senin (14/7).

Tindakan yang dilakukan oleh pihak pemilik lahan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan tenaga pendidik, terutama terhadap dampak psikologis yang dirasakan oleh para siswa.

Arnoldus Buan, salah satu guru di SD Negeri Tenau, mengungkapkan keprihatinannya saat menyaksikan langsung reaksi emosional anak-anak ketika mendapati gerbang sekolah mereka disegel.

“Secara pribadi saya dan rekan-rekan guru bisa menerima. Tapi yang saya khawatirkan adalah dampaknya bagi anak-anak. Mereka menangis dan histeris ketika melihat pintu sekolah mereka disegel. Itu yang membuat kami sangat prihatin,” ujar Buan, Selasa (16/7).

Buan juga menambahkan bahwa kejadian serupa telah terjadi dua tahun berturut-turut dan selalu bertepatan dengan awal tahun ajaran baru.

Ia berharap ada kejelasan hukum dari pihak berwenang agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut dan menimbulkan keresahan di kalangan warga sekolah dan masyarakat umum.

“Sebagai guru, saya berharap ada keputusan resmi dari pengadilan. Dengan adanya keputusan hukum yang sah, sekolah bisa menjalankan fungsinya dengan tenang tanpa ada tekanan dari luar,” tegasnya.

Selain itu, ia mengungkapkan kekhawatiran bahwa situasi ini bisa memengaruhi kepercayaan orang tua terhadap lembaga pendidikan, khususnya SD Negeri Tenau.

“Kami khawatir kepercayaan masyarakat, terutama orang tua siswa, terhadap sekolah akan menurun jika masalah seperti ini terus terjadi,” tambahnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Drs. Dumuliahi Djami, langsung turun ke lokasi pada hari yang sama. Ia bahkan membuka sendiri palang segel yang terpasang di pintu gerbang sekolah.

Dumuliahi meminta agar pemilik lahan segera menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan persoalan ini secara tuntas.

“Kami harapkan pihak pemilik tanah segera membawa persoalan ini ke instansi berwenang, agar ada kejelasan soal status lahan. Sebab lokasi tersebut sudah sejak lama digunakan sebagai fasilitas umum dan dikuasai oleh pemerintah Kota Kupang karena di atasnya berdiri bangunan sekolah,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa sekolah adalah ruang publik yang harus dijaga bersama, bukan dijadikan objek tekanan atau konflik yang berlarut-larut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah dan masyarakat sekitar masih menanti penyelesaian resmi agar aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Tenau bisa kembali berjalan normal tanpa gangguan.(goe)




Warga Kolhua Apresiasi Pemerintah Kota Kupang, Jalan Lapen Sepanjang 300 Meter Mulai Dikerjakan

 

Kupang,nwartapedia.com  – Warga RT 27/RW 08 Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah merespons harapan masyarakat dengan membangun jalan lapen di wilayah mereka.

Johni Edwar Rihi, salah satu warga RT 28, mengatakan bahwa pembangunan jalan tersebut sudah lama dinantikan warga setempat, khususnya mereka yang tinggal di kawasan perbukitan dan sulit diakses saat musim hujan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah kota, khususnya pihak kelurahan Kolhua yang sudah memperjuangkan pembangunan jalan ini. Bertahun-tahun kami menunggu, akhirnya sekarang bisa direalisasikan,” ujar Rihi kepada media ini, Selasa (15/7/2025).

Jalan lapen tersebut membentang sepanjang hampir 300 meter dengan lebar sekitar 4 meter, dan pengerjaannya telah dimulai sejak Senin (14/7). Saat ini, proyek masih dalam tahap penyelesaian.

Menurut Rihi, kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan. Selain berbatu dan berlubang, jalan tersebut sangat sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama saat musim hujan.

“Dulu kalau hujan, jalan ini seperti sungai kecil. Orang yang lewat pasti tergelincir atau harus putar jauh. Sekarang kami sangat bersyukur karena bisa punya akses jalan yang lebih layak,” tambahnya.

Ia juga berharap agar pembangunan jalan ini bisa dilanjutkan hingga menjangkau wilayah RT lain yang masih belum tersentuh pembangunan infrastruktur dasar.

“Kami harap ini tidak berhenti sampai di sini. Masih banyak titik di Kolhua yang butuh perhatian, apalagi jalan-jalan penghubung antarkampung yang juga menjadi akses warga ke sekolah, gereja, dan pasar,” tutupnya.

Hal sama juga diungkapkan warga yang sama Ande Ku’e yang mengatakan terimakasihnya kepada pemerintah Kota Kupang.

“terimakasih pak Cristian Widodo karena janji untuk perhatikan Kolhua ada titik terang dengan dimulainya pembangunan jalan lingkungan kami,” ungkap Ku’e.
Sementara itu, pihak Kelurahan Kolhua saat dikonfirmasi menyebut bahwa pembangunan jalan ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur lingkungan yang dananya bersumber dari APBD Kota Kupang tahun 2025.

Pemerintah Kelurahan juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat fasilitas umum yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.(goe)




Wali Kota Kupang Hadiri HUT ke-39 GMIT Gloria Kayu Putih dan Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gereja Baru

 

Kupang,nwartapedia.com  —  Jemaat GMIT Gloria Kayu Putih merayakan ulang tahun ke-39 pada malam penuh sukacita yang turut dihadiri Wali Kota Kupang pada Selasa (15/7/2025)

Dalam acara yang berlangsung hangat itu, Wali Kota menyampaikan rasa syukur bisa kembali hadir di tengah jemaat yang menurutnya sudah seperti keluarga sendiri.

“Saya senang sekali bisa hadir di sini, ini bukan tempat yang asing bagi saya. Dulu saat masih menjadi anggota DPRD Provinsi, saya pernah datang ke sini untuk kegiatan pengobatan gratis. Jadi ini seperti kembali ke rumah sendiri,” ujar Wali Kota disambut tepuk tangan jemaat.

Wali Kota juga menyampaikan permohonan maaf karena hadir dengan pakaian dinas yang belum sempat diganti.

“Karena cinta saya untuk keluarga di GMIT Gloria Kayu Putih, saya sempatkan hadir meski jadwal sangat padat,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas kematangan iman jemaat yang telah bertumbuh selama 39 tahun.

Ia berharap gereja terus menjadi tempat berbagi kasih, bertumbuh bersama, dan menjadi rumah doa bagi umat.

Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menanggapi peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja baru. Ia menjanjikan dukungan anggaran sebesar Rp100 juta pada tahun 2026.

“Nanti Bapak Pendeta dan panitia pembangunan bisa masukkan proposalnya supaya bisa kami anggarkan melalui program Kesejahteraan Rakyat. Tahun ini belum bisa karena proses anggaran satu tahun sebelumnya sudah diketuk,” jelasnya.

Wali Kota menegaskan bahwa pemerintahannya berkomitmen melayani masyarakat dengan efisien.

“Banyak pos anggaran kami potong untuk efisiensi, bahkan saya tidak membeli mobil dinas baru agar dana bisa dialihkan untuk hal yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengajak jemaat untuk terus berjalan bersama membangun kota karena pembangunan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kebersamaan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja, Simon Lolopoi, dalam laporannya menjelaskan bahwa gereja lama sudah tidak mampu menampung seluruh jemaat.

“Kapasitasnya sudah tidak memadai, padahal secara fisik masih kuat. Karena itu kami berencana membangun gedung baru sehingga bisa menampung hingga 1.200 jemaat,” ungkap Simon.

Ia menyebutkan, total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung baru mencapai Rp4,72 miliar.

“Kami berharap pemerintah kota dan semua pihak dapat membantu agar gereja baru ini bisa segera terwujud,” tambahnya.

Acara malam itu ditutup dengan doa dan penuh sukacita jemaat yang optimis dapat mewujudkan rumah ibadah yang lebih layak dan nyaman bagi seluruh umat. (MI)




Pastikan Sekolah Siap dan Pembelajaran Lancar, Dinas Pendidikan Kota Kupang Lakukan Monitoring Awal Tahun Ajaran

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang melakukan monitoring ke sejumlah sekolah dasar pada pekan pertama masuk sekolah, Senin (8/7/2024).

Kegiatan ini bertujuan memastikan kelancaran proses pembelajaran dan kesiapan pelaksanaan kegiatan di awal tahun ajaran baru 2024/2025.

Pemantauan difokuskan pada kesiapan sarana dan prasarana, kehadiran guru, serta kelengkapan administrasi pendukung kegiatan belajar mengajar.

Salah satu sekolah yang dipantau adalah SD Negeri 2 Oeba dan SD Negeri Labat. Di sela kunjungan, staf ASN Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Goris Takene, menyampaikan bahwa pemantauan lapangan penting dilakukan agar potensi kendala bisa segera diidentifikasi dan diatasi sejak dini.

“Dengan monitoring langsung, dinas dapat mengetahui jika ada hambatan seperti kekurangan fasilitas, kendala administrasi, atau hal-hal lain yang bisa mengganggu proses belajar. Ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa hasil monitoring akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memberikan dukungan yang sesuai, termasuk penyediaan media pembelajaran dan metode pengajaran yang lebih tepat sasaran.

Kepala SDN 2 Oeba, Yusak Amung, menyambut baik kegiatan monitoring tersebut. Menurutnya, kehadiran langsung tim dari dinas sangat membantu sekolah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di awal tahun ajaran.

“Kami merasa terbantu karena dinas bisa melihat langsung kondisi di lapangan. Dengan segala kegiatan di awal tahun bisa diawasi agar sesuai panduan, menghindari praktik-praktik yang tidak mendidik, dan tetap mengedepankan prinsip edukatif,” katanya.

Tahun ini, SDN 2 Oeba menerima 44 siswa baru untuk kelas I. Yusak menyebut, latar belakang siswa sangat beragam, dengan kondisi sosial yang menantang, termasuk orang tua yang bercerai (broken home).

“Karakter siswa sangat beragam, dan guru di sini harus memiliki kesabaran serta keterampilan lebih dalam membina mereka,” ujar Yusak.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang berencana melanjutkan monitoring ke sekolah-sekolah lain hingga seluruh satuan pendidikan dinyatakan siap, dan proses pembelajaran berjalan optimal sepanjang tahun ajaran. (rilis Disdikbud)




Wali Kota Kupang: Penyaluran Bantuan Beras Adalah Bukti Nyata Negara Hadir untuk Warga

 

Kupang,,nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa penyaluran bantuan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) bagi warga kurang mampu bukan sekadar distribusi bahan pokok, tetapi sebuah simbol nyata kepedulian dan kehadiran negara bagi rakyatnya.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan bantuan beras secara simbolis di Kantor PMPTSP, Selasa (15/7/2025).

“Penyaluran Bantuan Beras ini sebagai bukti bahwa negara punya hati untuk warganya, baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kota. Kami sudah berjanji, lima tahun ke depan Pemerintah Kota Kupang tidak lagi hanya memerintah, tetapi melayani. Pemerintah yang melayani bukan hanya slogan, tetapi harus hidup dan bernyawa dalam tindakan nyata sehari-hari,” tegasnya.

Dalam sambutannya, dr. Christian juga menyampaikan bahwa bantuan ini mengandung tiga makna penting: pertama, negara tidak ingin ada warga yang kelaparan; kedua, negara tidak ingin ada anak-anak tidur dengan perut lapar; dan ketiga, negara hadir menemani keluarga-keluarga dalam masa-masa sulit mereka.

“Ini bukan sekadar membeli dan membagi beras, tetapi ada simbol bahwa negara hadir untuk memastikan warganya tidak ditinggalkan. Kita ingin kota ini menjadi rumah yang nyaman untuk ditinggali dan cerita yang membanggakan untuk disampaikan,” imbuhnya.

Wali Kota juga mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung program ini, termasuk Bulog, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, para lurah, ketua LPM, LKK, tokoh masyarakat, hingga para penerima bantuan.

Ia mengajak semua elemen untuk terus bergandengan tangan dan bekerja sama, karena tantangan yang dihadapi pemerintah tidak ringan.

Wali Kota juga  menyinggung bahwa di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi dan pemotongan dari pusat, Pemerintah Kota Kupang tetap berupaya menjaga prioritas terhadap program yang langsung menyentuh masyarakat.

Bahkan, ia menyebut dirinya bersama Wakil Wali Kota memilih untuk tidak membeli mobil dinas baru, demi memastikan anggaran tetap digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting bagi rakyat.

“Orang bilang, kalau kita sendirian, kita hanya setetes air. Tapi kalau kita bersama-sama, kita jadi satu samudra luas. Kita harus selalu berjalan bersama, menghormati yang lebih tua, rukun di tempat ibadah, dan menjaga kota ini sebagai rumah yang nyaman dan membanggakan,” ucapnya disambut tepuk tangan hadirin.

Bantuan beras CPP untuk warga kurang mampu di Kota Kupang tahun ini menyasar 22.773 keluarga penerima manfaat, dan akan disalurkan secara bertahap hingga 30 Juli 2025.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga memperkuat solidaritas dan semangat gotong royong dalam membangun Kota Kupang yang lebih baik. (MI)




Pemerintah Kota Kupang Salurkan 445 Ton Beras untuk Puluhan Ribu Warga Kurang Mampu

 

Kupang, nwartapedia.com
Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan kepedulian terhadap warganya dengan menyalurkan beras cadangan pangan pemerintah (CPP) kepada warga kurang mampu.

Penyaluran perdana dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, di Kantor PMPTSP, Selasa (15/7/2025), untuk penerima dari Kelurahan Nefonaek dan Pasir Panjang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Kupang sekaligus ketua panitia kegiatan, Gabriel Meo Wio, menjelaskan bahwa program ini menyasar 22.773 kepala keluarga penerima manfaat di seluruh Kota Kupang, dengan total bantuan beras mencapai 445,4 ton.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat. Hari ini disalurkan untuk dua kelurahan, yaitu Nefonaek dengan 121 KK dan Pasir Panjang dengan 443 KK penerima,” ujar Gabriel.

Setiap penerima manfaat memperoleh 10 kilogram beras per bulan, dan untuk penyaluran kali ini diberikan sekaligus untuk dua bulan, yaitu Juni dan Juli 2025.

Sementara itu, Wakil Kepala Perwakilan Bulog NTT, Sugeng Hartono, menyebut bahwa program penyaluran CPP juga berjalan serentak di seluruh Nusa Tenggara Timur, dengan total penerima manfaat mencapai 605.000 orang.

“Kami dari Bulog bersama Pemerintah Kota Kupang melaksanakan program perdana penyaluran pangan untuk tahun 2025. Program ini bertujuan menjaga daya beli dan stabilitas harga di tengah tren kenaikan harga beras di pasaran,” jelas Sugeng.

Menurutnya, Bulog sudah memulai program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejak pekan lalu dan akan terus dilanjutkan secara bertahap di seluruh wilayah NTT.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa penyaluran beras CPP ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara untuk melayani rakyatnya.

“Kami sudah berjanji, lima tahun ke depan bukan untuk memerintah, tetapi untuk melayani. Ini adalah simbol bahwa negara hadir dan tidak ingin ada warga yang kelaparan,” tegasnya.

Program CPP ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dan memastikan ketahanan pangan tetap terjaga di tengah dinamika harga pasar yang fluktuatif. (MI(