Komisi III DPR RI Apresiasi Kinerja Kapolda NTT Terkait Program MBG

 

Kupang,nwartapedia.com — Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), Irjen Pol. Rudi Darmoko bersama jajaran pejabat utama Polda NTT menerima kunjungan kerja Komisi III DPR RI di Mapolda NTT, Kota Kupang, Jumat (25/7/2025).

Dalam rapat tertutup yang berlangsung hangat dan penuh apresiasi itu, dibahas sejumlah hal strategis, termasuk dukungan terhadap program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang memimpin rombongan, memberikan pujian tinggi atas kinerja Kapolda NTT.

Ia menyebut Irjen Rudi Darmoko sebagai sosok yang “bagaikan mutiara di timur,” seorang peraih Adhi Makayasa yang dikenal cerdas, alim, bersih, karismatik, dan berwibawa.

“Kinerja beliau sangat luar biasa. Polda NTT menunjukkan kepekaan terhadap isu-isu yang berkembang, termasuk isu keracunan pada pelaksanaan program MBG,” ujar Sahroni.

Senada dengan itu, Anggota Komisi III DPR RI asal NTT, Benny K. Harman, juga menyampaikan apresiasinya atas respons cepat dan sigap Polda NTT dalam menangani isu sensitif tersebut.

Ia menilai, sikap proaktif Polda menunjukkan komitmen tinggi dalam mendukung keberhasilan program pemerintah.

“Adanya isu tersebut, Polda NTT tetap peka dan siap mendalami apakah masalah ini mengandung dugaan pelanggaran hukum atau tidak,” kata Benny.

Lebih lanjut, Benny mendorong keterlibatan aktif jajaran kepolisian dalam mendukung program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat NTT.

“Tujuannya, program bagus ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Di NTT, program MBG mulai bergulir sejak Januari 2025,” jelasnya.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menyatakan bahwa masukan dan catatan yang diberikan Komisi III DPR RI menjadi perhatian serius bagi Polda NTT.

“Kita menginginkan program ini sukses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” tegas Kombes Henry.

Kunjungan kerja Komisi III DPR RI ini mempertegas sinergi antara lembaga legislatif dan kepolisian dalam mewujudkan program-program strategis nasional yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. (**)




Angka Kemiskinan di NTT Turun, Maret 2025 Capai 18,60 Persen

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami penurunan pada Maret 2025.

Persentase penduduk miskin tercatat sebesar 18,60 persen, mengalami penurunan 0,42 persen poin dibandingkan September 2024 dan turun 0,88 persen poin dibandingkan Maret 2024.

Penurunan ini juga tercermin dalam jumlah penduduk miskin yang mencapai 1,09 juta orang pada Maret 2025.

Jumlah ini berkurang 19,16 ribu orang dibandingkan September 2024 dan menurun 38,79 ribu orang dibandingkan Maret 2024.

Persentase penduduk miskin di wilayah perkotaan NTT juga menunjukkan perbaikan, dari 8,11 persen pada September 2024 menjadi 7,68 persen pada Maret 2025.

Di sisi lain, di wilayah perdesaan, persentase kemiskinan juga menurun dari 23,02 persen menjadi 22,66 persen.

Secara jumlah, penduduk miskin di perkotaan menurun sebanyak 5,06 ribu orang, dari 126,91 ribu orang (September 2024) menjadi 121,85 ribu orang (Maret 2025).

Sementara itu, penduduk miskin di perdesaan berkurang sebanyak 14,09 ribu orang, dari 981,02 ribu orang menjadi 966,93 ribu orang.

Garis Kemiskinan di NTT pada Maret 2025 tercatat sebesar Rp549.607,- per kapita per bulan.

Dari jumlah ini, komponen makanan menyumbang sebesar Rp416.301,- (75,75 persen) dan komponen bukan makanan sebesar Rp133.306,- (24,25 persen).

Dengan rata-rata jumlah anggota rumah tangga miskin di NTT sebanyak 5,59 orang, maka rata-rata Garis Kemiskinan per rumah tangga mencapai Rp3.072.303,- per bulan.

Penurunan angka kemiskinan ini menjadi indikator positif bagi pembangunan sosial ekonomi di NTT.

Namun, tantangan dalam mengurangi ketimpangan dan memperluas akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pekerjaan layak tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah dan pusat. (MI)




Dua Goris Kupang Dorong Transformasi Petani Milenial

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern berbasis digital menjadi sorotan dalam diskusi ringan dua tokoh lokal di Kelurahan Bello, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Gagasan itu mengemuka dari dua sosok yang kebetulan memiliki nama depan sama Goris.

Adalah Goris Batafor, dosen Politeknik Pertanian Negeri Kupang, dan Goris Takene, Aparatur Sipil Negara di Pemkot Kupang yang juga sering manfaatkan waktu luang sebagai pelaku pertanian rumah tangga.

Dalam pertemuan yang berlangsung Rabu (24/7), keduanya menyoroti pentingnya adopsi teknologi digital dalam aktivitas pertanian sebagai jawaban atas tantangan zaman.

“Petani kita perlu mulai terbiasa dengan pendekatan teknologi—entah itu melalui aplikasi prakiraan cuaca, pupuk organik yang terukur, hingga pemasaran produk secara digital. Ini bukan hanya soal tren, tapi kebutuhan agar hasil panen lebih maksimal dan pasar makin luas,” kata Goris Batafor.

Sementara itu, Goris Takene Ketua RW 003 Kelurahan Bello yang juga aktif menjual hasil kebun di depan rumahnya, mengaku telah memanfaatkan platform digital sederhana untuk memperluas pasar.

“Biasanya saya manfaatkan waktu luang untuk buka lapak di rumah. Kadang tawarkan lewat grup WhatsApp atau jaringan kerja. Lumayan, selain ada tambahan penghasilan, produk-produk lokal kita makin dikenal,” ujarnya.

Diskusi keduanya menghasilkan sebuah kesepahaman: petani tradisional harus mulai didorong untuk menjadi petani milenial, yang tidak hanya mengandalkan pola lama, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

Menurut mereka, dibutuhkan program pelatihan yang konkret, menyentuh kebutuhan petani, dan berkelanjutan, agar proses transformasi ini bisa berjalan efektif.

“Kita butuh pendekatan yang membumi—pelatihan digital, pendampingan usaha, sampai penguatan komunitas tani yang berbasis teknologi. Ini penting demi ketahanan pangan dan masa depan pertanian lokal yang tangguh,” tegas Goris Batafor.

Mereka juga berharap agar Dinas Pertanian Kota Kupang terus hadir melalui program-program pelatihan, penyuluhan, serta dukungan nyata bagi para petani kecil, agar tidak tertinggal di era serba digital ini.(goe)




Rayakan HUT RI ke-80, Warga Bello Siap Gelar Pagelaran Budaya dan Lomba Catur

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, masyarakat Kelurahan Bello, Kota Kupang, akan menggelar berbagai kegiatan yang mengangkat budaya lokal dan semangat kebersamaan warga.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Lurah Bello pada Jumat (25/7), para Ketua RT dan RW bersama pihak kelurahan dan Karang Taruna sepakat menggelar dua kegiatan utama, yakni Pagelaran Budaya Lufut antar lingkungan RW serta Lomba Catur yang melibatkan perwakilan dari setiap RT.

Pagelaran budaya yang akan ditampilkan mencerminkan kekayaan tradisi masyarakat Bello, termasuk Lufut serta jenis pertunjukan budaya lain yang masih hidup di tengah masyarakat. Acara ini juga akan dipadukan dengan malam hiburan rakyat, yang di dalamnya akan diisi dengan pameran dan penjualan hasil UMKM rumah tangga.

“Ini menjadi ajang promosi budaya lokal dan juga kesempatan bagi masyarakat untuk memamerkan hasil usaha keluarga mereka,” ujar Lurah Bello, Robinson Lona, usai pertemuan.

Untuk mendukung kegiatan ini, panitia telah menyiapkan dana awal sebesar Rp15 juta, yang akan digunakan untuk menyukseskan pelaksanaan kegiatan, termasuk biaya teknis dan kebutuhan operasional lainnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Bello, Yopi Kefi, menegaskan pihaknya siap menjadi pelaksana teknis di lapangan sesuai hasil kesepakatan bersama.

“Kami hanya pelaksana, dan siap mendukung penuh kegiatan yang sudah disepakati,” katanya.

Adapun lomba catur dikhususkan untuk orang dewasa dengan syarat utama peserta adalah warga Bello yang dibuktikan dengan KTP. Kebijakan ini diambil sebagai bagian dari penertiban administrasi kependudukan di wilayah kelurahan.

Lokasi pelaksanaan kegiatan akan ditentukan kemudian oleh panitia, dengan mempertimbangkan aksesibilitas dan kesiapan lokasi bagi seluruh warga.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, masyarakat Kelurahan Bello siap menyambut HUT RI ke-80 dengan semarak budaya dan kreativitas lokal yang membanggakan.(goe)




Lurah Bello Siapkan Beragam Kegiatan Meriah Sambut HUT RI ke-80

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025, Pemerintah Kelurahan Bello, Kota Kupang, tengah menyiapkan serangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Lurah Bello, Robinson Lona, saat ditemui di Aula Kantor Lurah Bello pada Jumat (25/7/2025), menjelaskan bahwa berbagai kegiatan akan digelar sebagai wujud semangat kebersamaan dan perayaan kemerdekaan.

“Kegiatan ini akan melibatkan seluruh warga melalui berbagai lomba olahraga di tingkat RT. Selain itu, akan ada malam hiburan rakyat yang juga dirangkai dengan pameran dan penjualan produk UMKM rumah tangga. Tujuannya tidak hanya memeriahkan HUT RI, tetapi juga mendukung geliat ekonomi kecil di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Lurah Lona, berbagai panggung hiburan akan menampilkan pertunjukan seni budaya dari masing-masing etnis yang ada di Kelurahan Bello. Tidak hanya itu, karnaval budaya juga akan digelar dengan melibatkan semua unsur masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.

“Ini menjadi momentum untuk menunjukkan kekayaan budaya lokal serta membangun rasa kebersamaan dalam keberagaman,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kelurahan Bello, Yopi Kefi, menyatakan bahwa pihaknya bersama kelurahan telah merancang agenda kegiatan sejak jauh hari.

“Ada lomba catur antar-RT dan lomba lari balap karung yang sudah kami siapkan. Semua kegiatan ini akan diberi penghargaan bagi peserta terbaik. Kegiatan ini juga sudah kami koordinasikan dengan Ibu Wakil Wali Kota dan beliau menyatakan kesiapannya untuk hadir dan membuka kegiatan kami di Kelurahan Bello,” ungkap Yopi.

Puncak perayaan HUT RI ke-80 di Kelurahan Bello dijadwalkan berlangsung pada 16 Agustus 2025, dengan berbagai atraksi budaya, hiburan rakyat, dan partisipasi UMKM lokal.(goe)




BPBD Kota Kupang dan Forum PRB-MAPI  Gelar Aksi Komunitas dan Tingkatkan Kapasitas Relawan

 

 

Kupang,nwartapedia.com  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim PRB-MAPI menggelar aksi komunitas dan sosialisasi peningkatan kapasitas relawan di bantaran kali di Kelurahan Nunleu, Jumat pagi (25/7).

Kegiatan ini merupakan aksi pertama yang digelar FPRB-MAPI berdasarkan hasil kajian risiko bencana yang telah disusun beberapa waktu lalu.

Salah satu hasil dari kajian tersebut adalah identifikasi risiko banjir dan longsor di beberapa titik rawan, khususnya di sepanjang aliran sungai yang dipenuhi sampah dan batuan besar yang menghambat aliran air.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W.A.Sjioen,S.Sos.,Msi menyampaikan bahwa kehadiran relawan sangat penting dalam upaya penanggulangan bencana, namun diperlukan peningkatan kapasitas secara bertahap.

“Untuk teman-teman relawan, tingkatkan terus kapasitas. Yang pertama adalah bagaimana menolong diri sendiri agar punya peluang untuk menolong orang lain. Nah, untuk bisa menolong orang lain, dibutuhkan kapasitas tambahan. Setelah ini, para relawan akan dipanggil kembali untuk menerima pelatihan lanjutan secara bertingkat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Dalam aksi komunitas pagi tadi, para relawan melakukan pembersihan sampah di sungai sebagai langkah awal normalisasi aliran air.

Selain itu, dilakukan juga identifikasi terhadap batu-batu besar yang berada di tengah sungai yang berpotensi menghambat kelancaran aliran air.

 “Tadi kita lihat bersama, sampah menumpuk di sungai. Ini salah satu unsur penyebab banjir. Maka dari itu, kita lakukan intervensi untuk menormalisasi aliran sungai. Sampah dibersihkan dan nanti batu-batu yang menghalangi aliran air akan dipindahkan ke tepi sungai agar air bisa mengalir dengan lancar,” lanjutnya.

Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaboratif antara pemerintah daerah dan komunitas relawan dalam memperkuat ketangguhan Kota Kupang menghadapi ancaman bencana akibat perubahan iklim. (MI)




KADIN NTT Dorong Ekspor Produk Lokal Tampil di Forum Bisnis Jatim dan Dili Trade Expo 2025

 

Kupang,nwartapedia.com  — Bertempat di Kantor KADIN Nusa Tenggara Timur (NTT), telah dilangsungkan rapat koordinasi strategis antara Forum Komunikasi Asosiasi dan seluruh Ketua KADIN Daerah se-NTT.

Pertemuan ini difokuskan pada dua agenda penting: Forum Bisnis NTT–Jatim yang akan digelar pada 28–29 Juli 2025 di Surabaya, serta partisipasi NTT dalam Dili International Trade Expo 2025 yang akan berlangsung pada 28 Agustus hingga 2 September 2025 di Timor Leste.

Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, menjelaskan bahwa Forum Bisnis NTT dan Jatim yang akan berlangsung di Graha KADIN Jawa Timur merupakan peluang emas bagi para pengusaha NTT untuk memperluas jaringan bisnisnya.

“Ini kesempatan penting untuk membangun relasi langsung antara pengusaha NTT dan Jawa Timur. Sesuai arahan Gubernur NTT, kita dorong peningkatan ekspor dan substitusi produk industri dengan memperkuat koneksi antar daerah,” ujar Bobby.

Forum ini merupakan hasil kolaborasi antara KADIN NTT dan KADIN Jawa Timur, dengan dukungan dari Bank Indonesia.

Dalam forum tersebut, para pengusaha dari kedua provinsi akan mempresentasikan produk unggulan daerah, mengikuti sesi business matching, serta menjajaki peluang investasi di berbagai sektor, termasuk pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, hingga industri manufaktur.

“Ratusan pengusaha akan hadir. Kami harapkan pengusaha NTT tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini,” tambah Bobby.

Selain membahas agenda bisnis di Jawa Timur, rapat juga menyoroti kesiapan NTT dalam mengikuti Dili International Trade Expo 2025 yang difasilitasi oleh Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Timor Leste.

Dalam kesempatan ini, KADIN NTT akan membawa puluhan produk UMKM unggulan untuk dipamerkan.

Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi KADIN NTT, Christopher Samara, yang memimpin jalannya rapat, juga ditunjuk sebagai Ketua Tim Percepatan Free Trade Zone (FTZ).

Ia menyampaikan bahwa expo ini menjadi peluang strategis dalam mendorong ekspor NTT ke pasar internasional melalui Timor Leste.

“Ini akan menjadi pintu masuk penting bagi produk-produk NTT ke pasar luar negeri, baik untuk ekspor maupun kerjasama bisnis lintas negara,” ujar Christopher.

Hingga saat ini, tercatat puluhan UMKM dan produk lokal siap diberangkatkan ke Dili, mencakup berbagai sektor seperti kuliner, kerajinan tangan, tekstil, dan produk olahan pertanian.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain:

Bobby Lianto, Ketua Umum KADIN NTT, Christopher Samara, Ketua Tim Percepatan FTZ, Yusak Benu, Ketua INSA NTT, Alain N Susanto, Ketua Organda NTT & Hiswanamigas, David Ongkosaputra, Ketua Aptrindo NTT, Don Ara Kian, IAI NTT, Michael Tamara, PHRI NTT, Donny Winarso, Denny Salean, JAPNAS NTT, Perwakilan dari Dinas Perindag NTT dan Bank Indonesia Perwakilan NTT.

KADIN NTT berharap dua agenda besar ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat daya saing pengusaha lokal di level nasional maupun internasional. ***




Alfred Hotan, ASN Muda yang Jadi Sumber Cahaya di Tengah Tantangan

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Dengan senyum ramah dan sikap sederhana, Alfred Hotan, S.Pd, menyambut setiap tamu yang datang ke ruang kerjanya. Di balik kesederhanaan pria kelahiran Kupang, 14 April 1989 itu, tersimpan dedikasi tinggi dalam mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Kupang.

Menjabat sebagai Penata Layanan Operasional dengan status P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), Alfred dikenal sebagai pribadi yang tekun, disiplin, dan ringan tangan.

Di lingkungan kerjanya, ia bukan sekadar pegawai, tetapi juga sosok motivator yang kerap menyuntikkan semangat bagi rekan-rekan seprofesinya.

“Jadilah sumber cahaya dalam kegelapan,” demikian motto hidup yang dipegang teguh oleh Alfred.

Bagi suami dari Wanda Lestari Rihi Iye dan ayah dari Achiera Djolincya Hotan ini, hidup bukan sekadar tentang bekerja, tetapi juga tentang memberi makna bagi orang-orang di sekitar.

“Tuhan adalah segalanya dalam hidup. Dalam setiap langkah, saya percaya bahwa jika kita bekerja dengan tulus dan disiplin, hasilnya akan mengikuti,” tutur Alfred saat ditemui di kantornya, Rabu (23/7).

Tinggal di Jalan Untung Surapati, Kelurahan Manulai II, Alfred tidak pernah merasa lelah untuk terus belajar dan berkembang.

Meski memulai karier dari titik yang tidak mudah, ia menapaki setiap tahap dengan penuh kesabaran. Sosoknya yang rendah hati membuatnya disegani baik oleh atasan maupun rekan sejawat.

Di mata banyak orang, Alfred bukan hanya ASN biasa. Ia adalah gambaran anak muda Kupang yang mampu membuktikan bahwa pengabdian dapat dilakukan dengan tulus tanpa banyak sorotan.

Lewat cara hidup yang sederhana dan prinsip kerja yang kuat, Alfred menjadi teladan bagi generasi muda, khususnya mereka yang memilih jalur pengabdian di birokrasi pemerintahan.

“Pak Alfred itu tipikal pekerja keras. Tidak banyak bicara, tapi hasil kerjanya selalu bisa diandalkan,” ungkap salah satu rekannya.

Di tengah dunia kerja yang penuh tantangan, Alfred Hotan tetap berdiri tegak, menjalani perannya sebagai pelayan publik dengan hati dan integritas.

Ia bukan hanya sumber cahaya di ruang kerjanya, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang yang mengenalnya.(goe)




KKG Gugus IV Alak Gelar Supervisi Administrasi Sekolah: SDN Palsatu Jadi Tuan Rumah Evaluasi Kesiapan Tahun Ajaran Baru

 

Kupang,nwartapedia.com  — Dalam rangka memastikan kesiapan sekolah menyambut Tahun Ajaran Baru 2025/2026, Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus IV Kecamatan Alak melaksanakan kegiatan supervisi administrasi kepala sekolah yang dipusatkan di SD Negeri Palsatu, Kelurahan Manutapen, Kota Kupang, Rabu (24/7).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi peningkatan mutu tata kelola pendidikan, khususnya dalam aspek perencanaan dan penataan administrasi sekolah.

Empat kepala sekolah dari Gugus IV hadir sebagai peserta utama: Kepala SDN Palsatu Belmira Sagrada Ferrao Santos, M.Pd., Kepala SDI Palsatu Lusias Huku Koro, Kepala SDI Fatufeto II Maria Elisabeth Rae, S.Pd., dan Kepala SDI Oeba 4 Paulina Soares.

Supervisi dilakukan oleh dua pengawas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johni E. Rihi dan Marthen Boboy, yang secara menyeluruh menelaah berbagai dokumen penting seperti Buku Induk Siswa, Agenda Kegiatan Sekolah, Struktur Organisasi, hingga perangkat kurikulum.

Menurut Maria Elisabeth Rae, kegiatan ini sangat penting untuk menyamakan standar tata kelola sekolah serta mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

“Supervisi ini menjadi media refleksi untuk melihat sejauh mana kesiapan dokumen administrasi kami dan bagaimana menyempurnakannya sebelum tahun ajaran dimulai,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SDI Oeba 4 Paulina Soares menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari proses pembelajaran antar kepala sekolah.

“Walaupun saya segera pensiun pada 1 Oktober mendatang, saya ingin meninggalkan semangat bahwa kelengkapan administrasi adalah fondasi penting dalam manajemen sekolah,” ujarnya.

Kepala SDI Palsatu, Lusias Huku Koro, menambahkan bahwa semua perangkat administratif telah dipersiapkan secara lengkap dan fungsional.

“Kami berharap pengawas memberikan evaluasi yang konstruktif agar dokumen ini benar-benar menjadi alat kerja yang relevan dan mendukung kualitas pembelajaran,” katanya.

Kepala SDN Palsatu selaku tuan rumah, Belmira Sagrada Ferrao Santos, menyampaikan apresiasinya atas semangat kolaboratif yang terbangun antarkepala sekolah dalam kegiatan ini.

Ia berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut sebagai sarana berbagi praktik baik antar satuan pendidikan.

Supervisi ini menegaskan komitmen KKG Gugus IV Kecamatan Alak untuk membangun manajemen pendidikan dasar yang profesional, transparan, dan adaptif terhadap dinamika pembelajaran.

Melalui penguatan administrasi, sekolah-sekolah diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang tertib, efektif, dan berkelanjutan.
(goe)




BPBD Kota Kupang Lanjutkan Proses Pemutakhiran Peta Risiko Bencana di Kelurahan Nunleu

 

Kupang,nwartapedia.com  — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang terus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana dengan melakukan serangkaian kegiatan kajian risiko dan perencanaan berbasis komunitas di Kelurahan Nunleu. Kegiatan ini memasuki pertemuan ketiga yang digelar di Kantor Lurah Nunleu, Kamis (24/7/2025).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Kupang, Elsje W.A. Sjioen, S.Sos., Ms, menjelaskan kepada media bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari program pembentukan Kelurahan Tangguh Bencana (KELTANA), yang diawali sejak beberapa waktu lalu.

“Pada pertemuan pertama, kami membentuk forum relawan dan menghasilkan nilai awal ketangguhan dari Kelurahan Nunleu. Selanjutnya di pertemuan kedua, kami melakukan kajian ancaman dan kapasitas sumber daya,” ujar Elsje.

Pada pertemuan ketiga yang berlangsung hari ini, tim BPBD bersama masyarakat dan forum relawan menyusun tiga peta penting, yakni peta ancaman, peta kerentanan, dan peta kapasitas.

Masing-masing peta ini disusun berdasarkan pengamatan dan pengalaman lokal serta hasil diskusi kelompok.

“Setelah peta-peta itu jadi, kami mengkaji dan mengklasifikasikan setiap wilayah apakah berada dalam zona risiko tinggi, sedang, atau rendah. Ini penting agar masyarakat tahu di bagian mana wilayah mereka rawan bencana seperti banjir, longsor, atau angin kencang,” jelasnya.

Lebih lanjut Elsje, usai istirahat siang, kegiatan akan dilanjutkan dengan penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) khusus untuk Kelurahan Nunleu, yang bersifat spesifik terhadap ancaman bencana dominan di wilayah tersebut.

“Misalnya, jika ancamannya longsor atau banjir, maka masyarakat bersama forum akan menyusun langkah-langkah mitigasi: apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana. Dengan begitu, masyarakat tidak panik dan tahu tindakan apa yang tepat,” tegas Elsje.

Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang BPBD Kota Kupang dalam membangun ketangguhan berbasis komunitas, dengan menjadikan masyarakat sebagai subjek utama dalam upaya pengurangan risiko bencana. (Mai)