Refleksi Komunikasi, Ketersinggungan, dan Kematangan Sosial

Kupang,nwartapedia.com  –  Dalam kehidupan bermasyarakat, komunikasi adalah jembatan utama yang menghubungkan satu individu dengan yang lain. Melalui komunikasi, kita menyampaikan pikiran, perasaan, harapan, bahkan kekecewaan.

Namun, tak bisa dimungkiri, dalam proses ini seringkali terjadi gesekan saling salah paham, tersinggung, atau bahkan merasa disakiti.

Ini bukan hal yang luar biasa, justru sangat lumrah, karena setiap orang membawa latar belakang, nilai, dan cara pandang yang berbeda.

Ketersinggungan yang muncul dalam komunikasi sebenarnya adalah cerminan bahwa kita masih hidup dalam ruang sosial yang dinamis dan penuh makna.

Yang menjadi penting bukanlah menghindari konflik sepenuhnya, melainkan bagaimana kita menyikapinya dengan kedewasaan.

Mampu mendengar secara aktif, memberi ruang klarifikasi, dan memilih kata dengan bijak adalah bagian dari tanggung jawab moral kita sebagai anggota masyarakat.

Hidup bermasyarakat menuntut kita belajar memahami, bukan hanya ingin dipahami.

Maka, saat terjadi ketersinggungan, marilah kita belajar menahan diri sejenak, membuka hati, dan berusaha menenun kembali relasi yang sempat merenggang.

Justru dari konflik kecil itulah sering tumbuh pemahaman yang lebih dalam, jika kita menghadapinya dengan sikap saling menghormati.

Pada akhirnya, komunikasi yang sehat bukanlah komunikasi yang selalu mulus, tapi komunikasi yang tetap bisa menjalin keakraban di tengah perbedaan dan ketidaksempurnaan.

(Goris Takene)




Ketua Panitia Minta Seluruh Panitia Kompak Sukseskan Perayaan HUT RI

Kupang,nwartapedia.com  — Ketua panitia peringatan HUT ke-80 RI lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Serlin Marlis Tiro, M.M., mengimbau seluruh panitia dan pemangku kepentingan agar menjaga kekompakan dan membangun kolaborasi demi menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.

“Kegiatan ini akan berjalan baik dan sukses jika kita bisa bersatu, bekerja sama, dan membangun harmonisasi,” ujar Serlin saat pembukaan kegiatan, Jumat (1/8/2025), di halaman kantor dinas.

Kegiatan yang berlangsung sejak 1 hingga 14 Agustus 2025 ini menggelar berbagai lomba permainan tradisional seperti tarik tambang, lari karung, dan gala asing. Seluruh peserta merupakan utusan dari jenjang SD dan SMP se-Kota Kupang.

Asisten III Setda Kota Kupang, Januard Edy Dali, secara resmi membuka kegiatan mewakili Wali Kota Kupang. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peringatan ini sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan dan menumbuhkan kembali nilai gotong royong di kalangan generasi muda.

Selain menjadi ajang silaturahmi antarsekolah, lomba ini juga bertujuan melestarikan budaya lokal sekaligus menanamkan semangat sportivitas dan kebersamaan di tengah era digital yang serba individualistik.(goe)




Civa Residence Hadirkan Kafe Publik Berkapasitas 700 Orang, Bebas Sewa untuk UMKM Lokal

Kupang,nwartapedia.com  – PT Arland Civa Property dalam waktu dekat akan meluncurkan kafe publik berskala besar di kawasan Kelurahan Bello, Kota Kupang. Kafe yang diberi nama Civa Residence Café ini dirancang sebagai ruang terbuka untuk umum, dengan kapasitas hingga 700 orang dan panorama alam yang menghadap langsung ke arah Kota Kupang.

Direktur PT Arland Civa Property, Cornelis Frans Agripa, saat ditemui di kantornya di Jalan Kabuka, Sabtu (2/8/2025), menyampaikan bahwa pembangunan kafe tersebut dimaksudkan tidak sekadar sebagai tempat bersantai, tetapi juga menjadi ruang sosial dan ekonomi yang inklusif bagi masyarakat sekitar.

“Kafe ini bisa digunakan untuk berbagai kegiatan publik seperti ulang tahun, pertemuan komunitas, hingga pesta akhir tahun. Semua dengan biaya terjangkau, bahkan gratis untuk pelaku UMKM lokal,” ujar salah satu Anggota REI NTT itu.

Ia menambahkan, masyarakat sekitar khususnya warga Bello diberikan kesempatan untuk membuka usaha kecil seperti jagung bakar, kelapa muda, atau jajanan lokal di area kafe tanpa dikenai biaya sewa. “Kami ingin mendorong warga agar bisa mandiri dan berdaya secara ekonomi,” ujar Orlan sapaannya.

Menurutnya, konsep properti yang dikembangkan PT Arland Civa Property tidak hanya berorientasi bisnis, tetapi juga bertujuan menciptakan keadilan sosial. “Properti bisa menjadi alat perubahan. Kalau orang punya tempat tinggal dan ruang publik yang layak, maka kehidupan keluarga juga akan tertata dan generasi muda tumbuh lebih baik,” imbuhnya.

Kafe publik ini direncanakan akan diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan, dan menjadi bagian dari pengembangan kawasan terpadu Civa Residence yang mengedepankan integrasi antara hunian dan ruang sosial.

(goe)




Pekerja Formal dan Informal Kini Bisa Miliki Rumah Bersubsidi Civa Property Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Satu-satunya di NTT

Kupang,nwartapedia.com  –  Kabar baik bagi pekerja formal dan informal di Nusa Tenggara Timur. PT Arland Civa Property melalui proyek Civa Residence Bello menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mempermudah akses kepemilikan rumah bersubsidi, khususnya dalam pembiayaan uang muka (DP).

“Bagi peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan, DP bisa dibantu. Ini terobosan agar masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah,” ujar Direktur PT Arland Civa Property, Cornelis Frans Agripa, Sabtu (2/8/2025).

Dengan harga Rp 185 juta dan cicilan tetap Rp 1,1 juta per bulan, Civa Residence Bello menawarkan rumah tipe dua kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan fasilitas standar seperti listrik aktif, bak penampung air, serta jendela aluminium.

Berlokasi di kawasan perbukitan Kelurahan Bello, Kupang, hunian ini menghadirkan udara sejuk dan pemandangan langsung ke pusat kota. Luasan tanah yang tersedia juga memungkinkan perluasan atau taman keluarga.

Proyek ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Sejuta Rumah pemerintah dan menjadi satu-satunya di NTT yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk pembiayaan rumah bersubsidi. (goe)




Hunian Murah di Kupang, PT Arland Civa Property Tawarkan Rumah Bersubsidi Bebas Biaya Administrasi

Kupang,nwartapedia.com  –  Kabar baik bagi masyarakat Kota Kupang, khususnya pasangan muda dan keluarga berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah. PT Arland Civa Property menghadirkan hunian bersubsidi bertajuk Civa Residence Bello, berlokasi di kawasan perbukitan Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Melalui proyek ini, pengembang menawarkan rumah tipe 36 dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi, cicilan ringan, dan berbagai kemudahan.

Konsumen dibebaskan dari biaya administrasi, biaya proses KPR, serta biaya notaris. Selain itu, uang muka yang dikenakan pun sangat terjangkau, hanya Rp 2 juta.

Kerja Sama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Salah satu keunggulan terbaru dari Civa Residence Bello adalah kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan yang mulai diberlakukan pada tahun 2025. Kerja sama ini membuka peluang bagi para pekerja formal maupun informal yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan bantuan pembiayaan uang muka rumah.

“Bagi masyarakat yang memiliki keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan, ini kesempatan besar untuk mendapatkan bantuan DP rumah dengan suku bunga rendah. Program ini sangat membantu dalam mewujudkan kepemilikan rumah pertama,” ujar Direktur PT Arland Civa Property, Cornelis Frans Agripa yang juga salah satu anggota REI NTT, saat ditemui di lokasi proyek, Sabtu (2/8/2025).

Ia menambahkan, kemitraan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata terhadap Program Sejuta Rumah dari pemerintah, sekaligus komitmen perusahaan dalam memperluas akses hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat Kupang dan sekitarnya.

Fasilitas Lengkap dan Lingkungan Asri

Setiap unit rumah terdiri atas dua kamar tidur berukuran 3×3 meter, satu ruang tamu seluas 2,5×6 meter, serta kamar mandi yang tertata rapi dan terpisah. Fasilitas standar seperti pintu dan jendela aluminium, sambungan listrik aktif, dan bak penampung air bersih juga sudah tersedia.

Dengan harga jual Rp 185 juta dan cicilan hanya Rp 1.100.000 per bulan serta bunga tetap sebesar 5 persen, hunian ini menjadi alternatif ideal bagi masyarakat yang mencari hunian terjangkau dengan kualitas memadai.

Tersedia juga kelebihan lahan di bagian belakang (±4 meter), samping (1,5 meter), dan depan rumah (3 meter), memberikan ruang terbuka tambahan yang bisa dimanfaatkan untuk taman atau area aktivitas keluarga.

Lokasi Strategis Bernuansa Alam

Berada di kawasan perbukitan yang sejuk, Civa Residence Bello menyuguhkan panorama alami yang langsung menghadap pusat Kota Kupang. Lokasinya juga mudah diakses dari berbagai fasilitas publik, seperti sekolah, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan.

“Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi menciptakan lingkungan hidup yang mendukung tumbuh kembang keluarga secara aman, nyaman, dan harmonis,” tutur Cornelis.

Proyek ini mendapat sambutan positif dari calon pembeli. Serah terima unit akan dilakukan secara bertahap dalam waktu dekat. PT Arland Civa Property menargetkan proyek ini dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat Kupang dalam mewujudkan hunian impian yang layak huni dan terjangkau. (goe)




IAKN Kupang Jajaki Kerja Sama Strategis dengan Pemkab Alor, Perkuat SDM dan Pemberdayaan Masyarakat

Alor, nwartapedia.com — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring dan memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Nusa Tenggara Timur. Pada Jumat, 1 Agustus 2025, IAKN Kupang melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Alor dalam rangka penjajakan kerja sama strategis, khususnya di bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Rombongan IAKN dipimpin langsung oleh Rektor Dr. I Made Suardana, M.Th., didampingi oleh Direktur Pascasarjana Dr. Ezra Tari, dan Wakil Direktur Pascasarjana Dr. Oscar L. Tobing.

Turut serta dalam kunjungan ini adalah mahasiswa program doktor teologi dan dosen yang sedang melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Kepada Masyarakat (PKM) di Jemaat GKII Welay – Alor.

Audiensi ini disambut hangat oleh jajaran Pemkab Alor, yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum Marthen G. Moubeka, SH, dan Asisten Pemerintahan dan Hukum Moh. Ridwan Nampira, S.Sos. Hadir pula anggota DPRD Kabupaten Alor dari Fraksi Gerindra, Yohanes Atamai, S.Pd.

Dalam sambutannya, Rektor IAKN Kupang menyampaikan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah terhadap mahasiswa asal Alor yang sedang menempuh pendidikan di IAKN.

“Kami berharap Pemkab Alor dapat memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Alor di IAKN Kupang agar mereka bisa menyelesaikan studi dan kembali membangun daerah,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Asisten Administrasi Umum Pemkab Alor menyambut baik inisiatif kerja sama ini.

“Ini pertemuan yang sangat luar biasa. Pemkab Alor memiliki komitmen yang tinggi untuk mendukung peningkatan kualitas SDM, terutama anak-anak Alor yang menuntut ilmu di luar daerah. Hasil audiensi ini akan kami laporkan kepada Bapak Bupati dan jajaran,” ucap Marthen Moubeka.

PKM Kolaboratif di Jemaat GKII Welay

Usai audiensi, tim IAKN kembali melanjutkan kegiatan PKM kolaboratif di Jemaat GKII Welay, Alor. Kegiatan ini mencakup penyampaian materi “Berkhotbah yang Alkitabiah” oleh Dr. Oscar L. Tobing dan Dr. Daud Saleh Ludji, yang dimoderatori oleh Yanti Sole, M.PdK.

Di waktu yang sama, diadakan pelatihan ekonomi kreatif berupa pembuatan asesoris (anting, gelang, dll) yang diikuti oleh ibu-ibu dan pemudi jemaat.

Pelatihan ini dipandu oleh instruktur profesional, Miss Yayang, sebagai upaya untuk mendukung ekonomi keluarga dan pemberdayaan jemaat.

Rangkaian PKM IAKN Kupang di GKII Welay akan berlangsung hingga Minggu, 3 Agustus 2025, dan akan diisi dengan pelatihan, seminar, diskusi, serta Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR).

Dengan kegiatan ini, IAKN Kupang menegaskan perannya tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga mitra aktif dalam pembangunan masyarakat dan daerah melalui pendidikan dan pengabdian langsung. ***




Wali Kota Kupang Luncurkan Program Dana Pengaman untuk Pasien Gawat Darurat: Komitmen Nyata “Memerintah Adalah Melayani”

Kupang, nwartapedia.com Dalam momentum peringatan HUT ke-15 RSUD S.K. Lerik Kota Kupang, Wali Kota Kupang secara resmi meluncurkan Program Dana Pengaman senilai Rp3 miliar per tahun.

Program ini ditujukan bagi pasien dalam kondisi gawat darurat yang tidak memiliki kartu BPJS, atau memiliki BPJS yang sudah tidak aktif akibat tunggakan, maupun tidak memiliki identitas sama sekali.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTT, Darius Beda Daton; Kapolsek Kelapa Lima; Danramil; Sekda Kota Kupang dan para asisten; Kepala OPD lingkup Pemkot Kupang; Direktur RSUD S.K. Lerik beserta jajaran; dokter dan tenaga medis; Ketua TP PKK Kota Kupang; serta tokoh agama dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi khusus kepada Ombudsman yang disebutnya sebagai mitra penting dalam mengawal transparansi dan pelayanan publik.

“Kalau Ombudsman hadir, kita bisa lebih kuat. Kalau ada yang salah, mereka akan arahkan. Kita butuh itu,” ujar Wali Kota pada Jumat (1/8/2025).

Ia menegaskan bahwa kehadiran program ini adalah bentuk nyata dari semangat pelayanan yang humanis.

“Tidak boleh lagi ada nyawa yang hilang karena urusan administrasi. Kalau pasien datang ke IGD dalam keadaan darurat, langsung ditangani. Nanti setelah stabil baru kita urus dokumennya,” tegasnya.

Menurutnya, tidak sedikit warga Kota Kupang yang mengalami kondisi sulit seperti kehilangan pekerjaan, tunggakan iuran BPJS, bahkan kehilangan identitas akibat bencana.

Dengan program ini, mereka tetap berhak atas pelayanan kesehatan darurat tanpa harus memikirkan biaya atau dokumen terlebih dahulu.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa program ini sempat ditertawakan dan dianggap mustahil. Namun kini, dengan dukungan penuh jajaran RSUD dan pemerintah kota, program tersebut telah resmi dijalankan.

“Dulu banyak yang mengabaikan, menertawakan, bahkan melawan. Tapi hari ini kita buktikan: kita bisa dan kita benar,” tegasnya mengutip Mahatma Gandhi.

Di akhir sambutannya, Wali Kota juga memberikan penghargaan kepada insan pers. Ia mengakui bahwa media memiliki peran vital dalam membangun optimisme dan mengangkat wajah positif Kota Kupang di tengah keterbatasan anggaran.

“Kalau sendirian, kita hanya setetes air. Tapi bersama-sama, kita menjadi samudra. Teman-teman wartawan adalah bagian dari perjalanan besar ini. Terima kasih untuk semua dukungannya,” ujarnya haru.

Program Dana Pengaman ini menjadi langkah nyata Pemerintah Kota Kupang dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan berpihak pada kelompok rentan. Pemerintah juga berkomitmen untuk menjaga saldo program tetap tersedia setiap tahun, dan akan menambahnya bila dibutuhkan. (MI)




BPS NTT: Inflasi Juli 2025 Capai 3,03 Persen, Tertinggi di TTS dan Terendah di Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Matamira B. Kale, mengungkapkan bahwa inflasi year-on-year (y-on-y) di NTT pada Juli 2025 mencapai 3,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,54. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers yang berlangsung di Aula Kantor BPS NTT pada Jumat (1/8/2025).

“Inflasi ini menunjukkan adanya kenaikan harga yang cukup signifikan pada sejumlah kelompok pengeluaran masyarakat,” ujar Matamira.

Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) sebesar 5,01 persen dengan IHK 109,27, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Kupang sebesar 2,03 persen dengan IHK 107,88.

Matamira menjelaskan, inflasi y-on-y tersebut disebabkan oleh kenaikan harga pada 9 dari 11 kelompok pengeluaran utama. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami kenaikan terbesar yakni 6,16 persen.

Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,57 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,90 persen.

Kenaikan juga terjadi pada kelompok kesehatan (0,98 persen), transportasi (0,89 persen), pendidikan (0,85 persen), rekreasi, olahraga dan budaya (0,62 persen), kelompok pakaian dan alas kaki (0,25 persen), dan perlengkapan rumah tangga (0,25 persen).

Sementara itu, dua kelompok justru mengalami penurunan indeks harga, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,18 persen.

Selain inflasi y-on-y, BPS juga mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,96 persen dan inflasi year-to-date (y-to-d) sebesar 2,01 persen pada Juli 2025.

“Kondisi ini masih dalam kategori moderat, namun tetap harus diwaspadai, khususnya pada kelompok-kelompok yang mengalami lonjakan harga cukup tinggi,” tambah Matamira.

(MI)




Cornelis Frans Agripa: Membangun Harapan dari Tanah Kupang

Kupang,nwartapedia.com  –  Cornelis Frans Agripa bukan sekadar pengusaha muda di bidang properti. Di balik ketenangannya, pria kelahiran Kupang, 11 Mei 1989 itu, menyimpan rekam jejak perjuangan panjang yang membentuknya menjadi figur yang kini dikenal sebagai pelaku usaha sosial berbasis komunitas.

Dikenal akrab sebagai Orlan, masa mudanya diwarnai dengan kerja keras dan ketekunan. Ia pernah menjajakan bensin eceran, menjadi tukang ojek, hingga bekerja sebagai sales dana tunai di Jakarta.

Semua itu dijalaninya tanpa latar belakang pendidikan formal di bidang teknik atau bisnis properti.

Namun, justru dari situ ia belajar menghadapi realitas dan mengasah naluri wirausaha.

“Saya terbiasa hidup sederhana, tapi saya percaya bahwa setiap orang punya peluang untuk berkembang asal mau kerja keras,” ujarnya saat ditemui di kediamannya di kawasan Bello, Kota Kupang.

Sepulang dari perantauan, ia meniti karier di sektor perumahan sebagai tenaga pemasaran di proyek Sejahgad Town House. Pengalaman itu menjadi titik balik.

Ia belajar memahami dinamika pasar perumahan, membaca kebutuhan masyarakat, dan membangun jaringan. Tahun 2020, ia mendirikan Arland Civa Property dan memulai proyek perumahan sendiri.

Kini, melalui Civa Residence Bello, ia tidak hanya membangun rumah, tetapi juga ekosistem sosial. Kawasan hunian tersebut dirancang untuk masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, dengan konsep inklusif.

Salah satu inisiatifnya adalah membangun kafe publik serbaguna berkapasitas 700 orang—bukan sekadar tempat makan, tapi ruang perjumpaan warga, panggung bagi komunitas, dan arena bagi pelaku UMKM tanpa pungutan sewa.

“Saya ingin menciptakan ruang yang memberdayakan. Semua orang harus punya akses untuk tumbuh bersama,” kata alumnus FISIP Universitas Nusa Cendana itu.

Komitmennya tak berhenti di situ. Orlan kini merancang program listrik rumah tangga terjangkau dan pembangunan supermarket pedesaan di wilayah Kabupaten Kupang, sebagai bagian dari upaya membuka akses bahan pokok bagi masyarakat terpencil.

Ia juga aktif mengembangkan perumahan subsidi untuk mendukung Program Sejuta Rumah, menyasar keluarga muda yang belum memiliki hunian layak.

Baginya, properti bukan semata bisnis, melainkan medium untuk menghadirkan keadilan sosial.

“Kalau orang punya rumah yang aman dan layak, kehidupannya akan lebih tertata. Anak-anak bisa tumbuh lebih baik, dan keluarga punya masa depan,” ujarnya.

Di tengah geliat pembangunan Kota Kupang, Cornelis Frans Agripa tampil sebagai wajah baru generasi penggerak. Ia tidak hanya menumbuhkan aset, tetapi juga harapan.

Prinsip hidupnya sederhana namun kuat: bekerja dengan rendah hati, percaya pada proses, dan selalu berpijak pada nilai spiritual.

“Saya yakin, keberhasilan yang sejati dimulai dari ketulusan dan niat untuk berbagi,” pungkasnya.
(goe)




Politani Kupang dan PKBM Gading Taruna Kolaborasi Kembangkan Pemasaran Hasil Pertanian Digital

Kupang nwartapedia.com  — Dalam upaya mendorong transformasi distribusi hasil pertanian dan memperpendek rantai pasok, Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) menggandeng PKBM Gading Taruna di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Kolaborasi ini menghadirkan inisiatif farm-to-table berbasis digital, yang memungkinkan hasil pertanian lokal dapat langsung dijangkau oleh konsumen tanpa perantara panjang.

Program ini dipelopori oleh Dosen Politani Kupang, Gregorius G. Batafor, SE., MM., yang menyebut bahwa model kolaboratif ini bertujuan memberdayakan petani melalui integrasi teknologi, pelatihan keterampilan digital, dan penyediaan outlet penjualan berbasis sistem online-to-offline (O2O).

“Kami tengah memasuki tahap awal, mulai dari perekrutan tenaga teknis pemasaran digital, desain konten, hingga pembukuan dan perencanaan produksi. Targetnya sederhana tapi berdampak: bagaimana hasil tani bisa lebih cepat, efisien, dan langsung sampai ke tangan konsumen,” ujar Goris Batafor saat ditemui Kamis (31/7).

Sebagai langkah nyata, tim juga menyiapkan pembangunan outlet fisik yang akan menjadi titik distribusi hasil hortikultura.

Di sisi lain, sistem digital memungkinkan konsumen melakukan pemesanan secara daring, lalu mengambil langsung produk di lokasi atau memanfaatkan layanan pengantaran.

Pengelola PKBM Gading Taruna, Goris Takene, mengapresiasi sinergi ini sebagai upaya penguatan ekonomi komunitas berbasis kemandirian dan inovasi.

“Petani hari ini tidak cukup hanya bisa menanam. Mereka juga harus punya akses dan kemampuan untuk memasarkan produknya secara langsung ke konsumen, bahkan rumah tangga. Kami ingin inisiatif ini menjadi percontohan di kelurahan lain di NTT,” ujarnya.

Kolaborasi ini membuka peluang sinergi dengan pelaku UMKM, lembaga pendidikan vokasi, hingga komunitas digital, guna menciptakan ekosistem pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan.

Program farm-to-table digital ini diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam distribusi pangan lokal Kota Kupang  membangun koneksi yang lebih kuat antara petani dan konsumen, sekaligus meningkatkan daya saing produk pertanian daerah. (Goe)