Patris Sola Persembahkan Medali Emas untuk NTT di Kejurnas Atletik U-20

Kupang, nwartapedia.com – Atlet muda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Patris Sola, berhasil mengharumkan nama daerah dengan meraih medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik U-20.

Bertanding di nomor lari 5.000 meter putra, Senin (1/9/2025) pagi, Patris mencatatkan waktu 16 menit 15 detik.

Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi NTT. Meski catatan waktunya sedikit lebih lambat empat detik dibanding saat Kejurda Atletik NTT 2025 lalu (16.11), Patris tetap tampil gemilang dan sukses menempati podium tertinggi.

Sekretaris PASI NTT, Karel Muskanan menyampaikan apresiasi sekaligus rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Perbedaan catatan waktu ini bisa dipengaruhi faktor teknis maupun non-teknis. Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi ke depan. Namun, puji Tuhan, Patris mampu mempersembahkan medali emas bagi NTT,” ujarnya.

Patris Sola sendiri merupakan atlet binaan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT melalui Sentra Pembinaan Olahragawan Berprestasi Nasional (SPOBNAS).

Keberhasilannya di ajang nasional ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda NTT lainnya.

“Mohon doa dan dukungan masyarakat NTT untuk atlet-atlet kita yang masih akan berlaga di nomor lainnya,” tambah Sekretaris PASI NTT.

Dengan prestasi ini, NTT kembali membuktikan diri mampu melahirkan talenta muda berkelas di dunia atletik nasional. (MI)




NTP NTT Agustus 2025 Naik 2,88 Persen, Ditopang Sub Sektor Tanaman Pangan

Kupang, nwartapedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) merilis perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Agustus 2025. Tercatat, NTP naik sebesar 2,88 persen menjadi 101,93 dibandingkan Juli 2025.

Kenaikan tersebut terutama didorong oleh peningkatan NTP sub sektor Tanaman Pangan yang melonjak 5,31 persen menjadi 102,42.

Selain itu, sub sektor Perikanan Tangkap juga mengalami kenaikan sebesar 1,22 persen menjadi 92,84. Sementara itu, beberapa sub sektor lain justru mengalami penurunan pada periode yang sama.

Kepala BPS NTT dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa NTP bukan merupakan ukuran langsung kesejahteraan petani, melainkan indeks yang menggambarkan perbandingan antara harga yang diterima petani (Indeks Terima/IT) dengan harga yang dibayar petani (Indeks Bayar/IB).

Selain itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga tercatat meningkat 2,89 persen secara month to month.

Peningkatan NTUP dipengaruhi oleh sub sektor Tanaman Pangan yang naik 5,31 persen dan sub sektor Perikanan Tangkap yang naik 1,29 persen. NTUP dinilai lebih komprehensif dalam mencerminkan kondisi usaha pertanian karena membandingkan IT dengan Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPM) sebagai komponen IB.

Di sisi lain, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani di pedesaan pada Agustus 2025 naik sebesar 0,18 persen secara bulanan dan 1,83 persen secara tahunan.

Komoditas yang memberikan andil cukup besar terhadap kenaikan IKRT adalah beras, bawang merah, emas perhiasan, bakalan sapi, serta sigaret putih mesin (SPM).

Dengan perkembangan ini, BPS menilai bahwa kondisi usaha pertanian di NTT pada Agustus 2025 menunjukkan perbaikan, khususnya di sektor tanaman pangan dan perikanan tangkap, meskipun sejumlah sub sektor lain masih menghadapi tekanan. (MI)




Wali Kota Kupang Geram, Janji Tindak Tegas Kasus Kekerasan di SMPN 11

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menunjukkan sikap tegas terhadap dugaan kasus kekerasan yang menimpa sejumlah siswa di SMP Negeri 11 Kota Kupang.

Orang tua murid bersama 12 siswa mendatangi Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (30/8/2025), untuk melaporkan langsung berbagai tindakan kekerasan yang diduga dilakukan oleh kepala sekolah dan oknum guru.

Dalam pertemuan itu, para siswa mengungkapkan pengalaman pahit mereka. Ada yang dipukul dengan gagang sapu, ditendang di kepala, hingga dihina dengan kata-kata kasar yang merendahkan martabat.

Tak hanya siswa, seorang guru bernama Intan Moni juga disebut mengalami kekerasan di depan kelas, namun memilih diam karena takut tekanan.

Mendengar kesaksian tersebut, Wali Kota tak dapat menyembunyikan emosinya.

“Saya marah sekali. Kekerasan tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun, baik fisik maupun verbal. Anak-anak ini adalah warga saya, mereka juga anak-anak saya. Kalau mereka disakiti, saya juga merasa tersakiti,” tegasnya.

Christian menegaskan, kasus ini akan diproses dengan serius melalui dua jalur sekaligus: hukum dan disiplin ASN.

“Tidak ada kompromi. Proses hukum berjalan, sanksi disiplin juga berjalan. Jangan ada yang coba-coba melindungi kesalahan hanya karena jabatan. Jika ada guru yang membela, saya tindak juga,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia juga mendorong orang tua dan siswa untuk tidak takut dalam mencari keadilan.

“Laporan yang sudah dibuat harus diteruskan. Jangan mundur. Saya siap berdiri di depan untuk membela anak-anak kita. Untuk apa saya diberi jabatan oleh rakyat kalau saya tidak bisa melindungi mereka?” pungkasnya.

Kasus dugaan kekerasan di SMPN 11 ini kini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Kupang.

Wali Kota memastikan seluruh proses hukum dan administratif akan dikawal hingga tuntas. (MI)




Lantik 6 Pejabat Eselon ll, Wali Kota Kupang Tegaskan Jabatan Adalah Amanah Bukan Sekadar Kekuasaan

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, memberikan sambutan tegas saat melantik enam pejabat eselon II lingkup Pemerintah Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota bertempat di Aula Rumah Jabatan Wali Kota pada Sabtu (30/8/2025).

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa jabatan yang dipercayakan adalah sebuah amanah besar, bukan sekadar kekuasaan.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan DPRD Kota Kupang, unsur Forkopimda, tokoh agama dari Islam, Kristen, dan Katolik, para lurah, pejabat tinggi pratama dan administrator.

Mengawali sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh hadirin untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung proses seleksi hingga pelantikan berjalan dengan lancar.

“Pelantikan ini bukan peristiwa biasa. Ini adalah momentum penting dalam perjalanan karier Bapak Ibu. Jabatan yang diberikan hari ini adalah amanah yang harus dijaga dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Christian.

Ia menekankan bahwa jabatan bukan ruang untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan sarana untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik. Menurutnya, kekuasaan selalu sejalan dengan tanggung jawab yang besar.

“Dengan kewenangan besar, ada tanggung jawab besar yang menyertainya. Jangan pernah menyalahgunakan jabatan, karena jabatan adalah titipan Tuhan dan masyarakat. Kapan saja bisa diambil kembali bila tidak dijalankan dengan benar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota mengingatkan agar para pejabat tidak terlena oleh fasilitas yang melekat pada jabatan, melainkan selalu menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat.

Ia juga membuka diri terhadap kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari kontrol terhadap pemerintah.

“Pemimpin bukan soal siapa yang memimpin, tapi bagaimana kepemimpinan itu dijalankan dengan hati. Mari terus melayani dengan ketulusan, bekerja profesional, dan menjaga integritas,” pesannya.

Di akhir sambutan, Christian mengingatkan bahwa kinerja pejabat akan menjadi penilaian utama, bukan kedekatan personal dengan dirinya.

“Saya bisa tersenyum dan bercanda, tapi jangan salah paham. Kinerja akan menentukan segalanya. Jangan pernah berhenti berjuang dan teruslah melayani kepentingan masyarakat,” pungkasnya.

Adapun enam pejabat yang dilantik yaitu:

Maxi Dethan – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang

Matheos Maahury – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang

Matheus Da Costa – Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang

Jackson Jimmy Tunliu – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Kupang

Johanes Assan, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang.

dr. Marsiana Halek – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang. (MI)




Sore Ini Umat Stasi Bello Gelar Pesta Pelindung Santo Agustinus, Ribuan Umat Akan Hadir

Kupang, nwartapedia.com – Perayaan Pesta Santo Agustinus yang jatuh pada 28 Agustus, dirayakan dengan penuh sukacita oleh umat Katolik di seluruh dunia. Tak terkecuali umat Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus Asisi Kolhua, Kota Kupang, yang sore ini, Kamis (28/8), akan menggelar puncak perayaan iman mereka.

Lebih dari 2.000 umat diperkirakan hadir dalam Perayaan Ekaristi bersama yang akan dipimpin oleh sejumlah imam tamu dan pastor undangan di Kapela Stasi Bello. Suasana meriah sekaligus khidmat dipastikan menyertai misa akbar tersebut.

Menjelang perayaan puncak, Pater Armando Labertubun, SVD—pembina di SMA Katolik Arnoldus TDM Kupang—menyampaikan refleksi iman mengenai teladan Santo Agustinus. Ia menekankan bahwa perjalanan iman manusia penuh dengan kegelisahan, namun pada akhirnya hanya akan menemukan ketenangan sejati dalam Allah.

“Hati manusia pada dasarnya gelisah. Santo Agustinus pun mengalaminya—mencari, jatuh, bangkit, bahkan tersesat. Tetapi akhirnya ia menyadari: ‘Gelora hati kita tidak akan tenang sebelum beristirahat dalam Allah.’ Inilah pesan abadi Santo Agustinus untuk kita semua,” ungkapnya.

Lebih lanjut, imam asal Kei, Maluku, itu menegaskan bahwa pesta iman bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi kesempatan untuk memperbarui diri dan menghidupi iman dalam keseharian.

“Agustinus mengingatkan kita bahwa iman adalah perjalanan pulang—pulang kepada Allah. Karena itu, pesta ini harus menjadi momentum menata hidup agar berakar dalam kasih Allah,” tambahnya.

Sejak beberapa pekan terakhir, panitia telah menggelar rangkaian kegiatan pra-pesta berupa lomba gawi, olahraga, hingga pentas seni yang melibatkan anak-anak, Orang Muda Katolik (OMK), maupun umat dewasa. Semua kegiatan itu menjadi wujud nyata kebersamaan sekaligus cerminan semangat Santo Pelindung.

Sore ini, seluruh rangkaian ditutup dengan perayaan Ekaristi syukur. Melalui pesta pelindung ini, umat Stasi Bello tak hanya mengenang Santo Agustinus, tetapi juga memperbarui komitmen iman untuk terus berjalan dalam kasih Allah.

(goe)




Sepotong Kisah dari Ruang Sunyi RSJ Naimata

Kupang,nwartapedia.com   — Pagi itu, matahari baru saja naik, menyinari jalanan Bello Kota Kupang yang masih lengang. Sekitar pukul 09.00 WITA, saya bersama seorang tante menyalakan sepeda motor tua, meluncur pelan menuju Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Naimata.

Di tangan tante, sebuah termos berisi air panas dan bekal makan siang sederhana: tanda kasih sayang yang tulus untuk salah satu ponakan kami, pasien ODGJ yang baru sehari menjalani perawatan.

Perjalanan tak sampai 20 menit. Begitu memasuki gerbang RSJ, suasana senyap menyambut. Gedung-gedung kokoh berdiri, namun halaman terasa lengang.

Beberapa pasien tampak berjalan pelan, sebagian duduk termenung di bangku taman. Ada rasa asing sekaligus hening yang menyelimuti.

Setelah melapor di resepsionis, kami diarahkan ke Unit Gawat Darurat (UGD). Di ruang berukuran sekitar lima kali lima meter itu, ponakan kami terbaring ditemani ibunya.

Hanya ada tiga ranjang besi dua beralas kasur tipis, satu lainnya kosong tanpa alas. Cahaya matahari menembus lewat enam jendela besar berterali besi, menghadirkan terang sekaligus bayangan keheningan.

Seorang satpam berbadan tegap mengantar kami masuk, lalu pintu besi dikunci kembali dari luar. Dari balik gembok itu,

ruang semakin terasa asing. Ada kamar mandi kecil tanpa pintu di pojok, menambah rasa sempit sekaligus kaku.

Kami hanya bisa duduk, hadir dalam diam. Ponakan kami lebih banyak tertidur. Sesekali ia terbangun sebentar, cukup untuk meneguk teh hangat yang disodorkan perawat, lalu kembali terlelap.

Hampir satu jam kami menunggu tanpa banyak kata, tanpa banyak interaksi. Di ruang sunyi itu, waktu seolah berjalan lambat.

Ketika pamit, satpam kembali membuka pintu besi. Kami melangkah keluar, meninggalkan ruang hening dengan hati yang berat. Ada kesadaran sederhana yang kami bawa pulang: menjenguk pasien ODGJ bukan sekadar membawakan bekal, tetapi menghadirkan dukungan meski lewat kehadiran yang diam, meski tanpa kata-kata.

(goe)




Bobby Lianto Sambut Positif Kebijakan Bunga Murah untuk Perumahan Subsidi

Jakarta, nwartapedia.com – Wakil Ketua Umum DPP REI Pusat Bidang UMKM, Bobby Lianto, MM., MBA., menyambut positif kebijakan pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) yang memberikan bunga murah sebesar 5 persen bagi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pembangunan rumah subsidi.

Kebijakan ini diumumkan dalam acara ziarah dan tabur bunga di makam Wakil Presiden pertama RI, Dr. (H.C.) Mohammad Hatta, di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Minggu (24/8/2025).

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional yang jatuh pada 25 Agustus 2025.

Bobby Lianto yang hadir mendampingi tenaga ahli Kementerian PKP, Toto, menilai kebijakan tersebut akan menjadi dorongan besar bagi para pengembang.

“Dengan bunga murah ini, para developer bisa membangun lebih banyak rumah subsidi. Hal ini tentu akan membantu pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat Indonesia,” ungkapnya kepada media ini pada Selasa (26/8/2025).

Selain itu, Bobby yang juga menjabat Ketua KADIN NTT, menyoroti perkembangan positif sektor perumahan di Nusa Tenggara Timur. Ia mengungkapkan, sejak ia menjabat Ketua REI NTT selama dua periode, jumlah pengembang perumahan di daerah itu meningkat signifikan.

“Jika dulu hanya segelintir developer yang aktif, kini sudah ada sekitar 80 pengembang dengan berbagai proyek perumahan. Ini bukti nyata kemajuan NTT di sektor perumahan,” tegasnya.

Bobby juga menitipkan pesan kepada Ketua DPD REI NTT terpilih, Chandra Sentosa, untuk melanjutkan estafet perjuangan tersebut.

“Program tiga juta rumah harus terus didukung. Saya berharap kerja keras REI di NTT dapat memberi manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi berkat bagi daerah kita,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Maruarar Sirait, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun ini pemerintah meningkatkan target pembangunan rumah subsidi dari 220 ribu unit menjadi 350 ribu unit.

Kenaikan signifikan ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan cita-cita Bung Hatta sebagai Bapak Perumahan Nasional. ***




Kabupaten Kupang Juara Umum Kejurda Atletik NTT 2025

Kupang, nwartapedia.com – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi berakhir dengan penuh suka cita dan catatan prestasi membanggakan. Ajang yang berlangsung sejak 21 hingga 23 Agustus 2025 di Stadion Oepoi Kupang ini ditutup secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Provinsi NTT, Karel Muskanan, mewakili Plt. Kadispora NTT.

Dalam sambutannya, Karel Muskanan yang juga merupakan Sekretaris Umum PASI NTT menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung suksesnya penyelenggaraan Kejurda.

“Atas nama Plt. Kadispora, kami berterima kasih kepada pengurus PASI, panitia, para pelatih, wasit, official, sponsor, hingga rekan-rekan media yang telah berkolaborasi sehingga Kejurda ini berjalan sukses, tertib, dan lancar,”ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kejurda bukan akhir dari proses pembinaan atlet, melainkan langkah menuju prestasi lebih tinggi.

“Bagi yang juara, jangan cepat puas. Bagi yang belum berhasil, jadikan kekalahan sebagai vitamin untuk memacu diri lebih baik lagi,” tegas Karel.

Dengan penuh syukur, Karel Muskanan kemudian secara resmi menutup Kejurda Atletik NTT 2025.

“Atas nama Tuhan, dengan ini Kejuaraan Daerah Cabang Olahraga Atletik Nusa Tenggara Timur Tahun 2025 saya nyatakan ditutup,”ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Harian PASI NTT, Dr. Frans Sales, MM, yang hadir mewakili Ketua Umum PASI NTT, menilai Kejurda 2025 bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan juga momentum kebersamaan.

“Kegiatan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ajang silaturahmi yang merajut persatuan dan persaudaraan. Dalam tiga hari, kita melihat anak-anak muda potensial dari berbagai kelompok usia menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Frans Sales menjelaskan bahwa Kejurda 2025 mempertandingkan 80 nomor dengan total 240 medali emas, perak, dan perunggu. Dari hasil perlombaan, panitia bersama tim talent scouting PASI NTT telah mengidentifikasi sejumlah atlet yang akan direkomendasikan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Atletik pada 29 Agustus hingga 4 September 2025 mendatang.

“Ini adalah investasi bagi masa depan bangsa. Atlet-atlet muda dengan kebugaran jasmani yang baik adalah calon pemimpin tangguh di masa depan. Karena itu, kami berharap mereka yang direkomendasikan ke Kejurnas bisa menjaga prestasi dan membawa nama baik NTT,” tambahnya.

Dati 11 Kontingen Kabupaten/Kota yang ikut dalak Kejurda Atletik NTT 2025 ini, Kabupaten Kupang berhasil keluar sebagai juara umum dengan perolehan medali 12 emas, 5 perak, dan 8 perunggu.

Disusul oleh Kabupaten Sumba Timur dengan perolehan medali 10 emas, 7 perak, 11 perunggu dan juara ketiga diraih oleh Kota Kupang dengan perolehan medali 7 emas, 11 perak, 7 perunggu. (MI)




Upi Gufiroh Dorong Perencanaan LingkunganJangka Panjang dan Penguatan Pokja Iklim

Kupang, nwartapedia.com – Program Manager CAPACities Kota Kupang, Upi Gufiroh, menegaskan bahwa perlindungan lingkungan hidup dan penanganan perubahan iklim membutuhkan perencanaan jangka panjang yang terarah.

Demikian disampaikan Upi Gufirof kepada media ini di sela-sela Forum Group Discussion (FGD) Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup sekaligus rapat Pokja Perubahan Iklim yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Jumat (22/8/2025).

Menurut Upi, arah kebijakan lingkungan hidup di Kota Kupang perlu disusun layaknya City Resilience Strategy (CRS) yang berlaku dalam periode panjang hingga 30 tahun.

Namun, ia menyoroti adanya keterbatasan anggaran di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), sehingga dukungan CRS sangat penting dalam memfasilitasi proses penganggaran.

“CRS ini berfungsi membantu proses penganggaran untuk program ketahanan kota. Saat ini kita baru di tahap awal, masih satu kali workshop. Tahap berikutnya akan kita lihat, apakah CRS tetap bisa mendukung dari sisi pembiayaan atau tidak, tentu tergantung kondisi,” jelas Upi.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari rapat Pokja Perubahan Iklim yang telah berjalan lebih dari setahun.

Surat Keputusan (SK) terbaru terkait struktur dan tugas pokja pun telah ditandatangani oleh Wali Kota Kupang pada 12 Agustus 2025.

Pokja Perubahan Iklim di Kota Kupang terbagi dalam tiga divisi utama, yaitu mitigasi, adaptasi, dan riset.

Ketiganya bertugas menyusun rencana kerja sesuai tupoksi masing-masing, sekaligus memastikan program pengendalian perubahan iklim lebih fokus dan berkelanjutan.

“Stakeholder yang terlibat sangat luas, mulai dari OPD Kota Kupang, komunitas lingkungan, organisasi masyarakat sipil, lembaga keagamaan, hingga akademisi. Kolaborasi lintas sektor ini penting agar kebijakan pengendalian iklim benar-benar terimplementasi,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini membahas rencana kerja CRS sepanjang tahun 2025. Pada hari pertama, peserta menyepakati draf kerja tahunan yang mencakup Januari hingga Desember 2025. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam berita acara dan telah ditandatangani oleh Wali Kota Kupang. (MI)




Buka FGD RPPLH Wali Kota Tegaskan Pembangunan Berbasis Budaya dan Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan arah pembangunan Kota Kupang harus berpijak pada nilai budaya dan ramah lingkungan. Hal ini ia sampaikan saat membuka Lokakarya Penyusunan Rencana Tahunan sekaligus Forum Group Discussion (FGD) Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pembiayaan Perubahan Iklim, yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang  pada Rabu (20/8/2025).

Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur semata, tetapi juga wajib menjaga keseimbangan ekologi.

“Visi misi kita adalah membangun Kota Kupang berbasis budaya dan lingkungan. Artinya, pembangunan tidak boleh mengorbankan ruang hijau, trotoar, maupun kebersihan kota. Forum ini penting untuk melahirkan kebijakan yang berpihak pada lingkungan, sekaligus mendengar aspirasi masyarakat dari bawah, bukan sekadar top down,” ujarnya.

Christian Widodo juga menyoroti isu sampah sebagai tantangan utama kota. Sejak awal masa jabatannya, Pemkot Kupang telah membentuk Satgas Sampah, meningkatkan insentif petugas kebersihan, dan memetakan titik rawan sampah di jalan-jalan protokol.

“Enam bulan terakhir, 80 persen jalan protokol sudah jauh lebih bersih. Ini bukan semata hasil kerja pemerintah, tapi berkat kolaborasi bersama masyarakat. Banyak warga mengapresiasi perubahan nyata ini,” jelasnya.

Untuk memperkuat sistem pengelolaan, Pemkot menargetkan seluruh RT di Kota Kupang memiliki tempat sampah permanen pada 2026. Dari total 1.300 RT, sekitar 600–700 sudah terpasang. Selain itu, konsep Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) akan diterapkan di tingkat kecamatan, sehingga hanya 15 persen residu yang masuk ke TPA.

“Kita juga mendapat bantuan pembangunan TPST senilai Rp120 miliar dari pemerintah pusat di Alak. Ini akan memperkuat sistem pengelolaan sampah kota,” tambahnya.

Di penghujung sambutannya, Christian Widodo menegaskan pentingnya menjaga konsistensi.

“Komitmen itu penting, tapi yang lebih penting adalah konsistensi sampai akhir. Kalau konsisten, Kupang akan kembali menjadi kota yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua warganya,” tegasnya. (MI)