PDAM Kota Kupang Gelar Bimtek SAK EP, Wujudkan Sistem Keuangan Lebih Akurat dan Akuntabel

Kupang, nwartapedia.com — Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kompetensi pegawai, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Standar Akuntansi Keuangan Entitas (SAK EP) untuk pegawai di bidang administrasi, keuangan, dan Sistem Pengendalian Internal (SPI), pada Selasa (21/10/2025).

Kegiatan ini berlangsung di kantor operasional PDAM Kota Kupang dan secara resmi dibuka oleh Direktur PDAM Kota Kupang, Isidorus Lilijawa.

Dalam sambutannya, Isidorus menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan menekankan pentingnya bimtek dalam menyongsong transformasi sistem keuangan PDAM yang kini menyesuaikan diri dengan standar akuntansi keuangan terbaru.

“Kita patut bersyukur karena pagi ini kita dipertemukan dalam suasana penuh semangat dan sehat untuk mengikuti kegiatan yang sangat penting. Bimtek ini kami gelar sebagai bagian dari transformasi keuangan, khususnya dalam rangka menyesuaikan diri dari standar lama SAK ETAP ke SAK EP, yang telah mulai berlaku per 1 Januari 2025,” ujar Isidorus.

Ia menambahkan bahwa transformasi ini bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan bagian dari upaya perbaikan menyeluruh terhadap sistem pelaporan dan tata kelola administrasi keuangan PDAM.

Direktur Isidorus juga menyampaikan bahwa bimtek serupa akan dijadwalkan untuk unit teknis dan unit hubungan pelanggan, dengan materi yang disesuaikan berdasarkan fungsi masing-masing unit.

“Harapan kami, bimtek ini bisa memberikan wawasan dan masukan konkret, sehingga para pegawai mampu mengimplementasikan sistem keuangan yang lebih transparan dan akurat. Dampak akhirnya adalah pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat dan kontribusi nyata terhadap tercapainya visi perusahaan,” tegas Isidorus.

Isidorus menutup sambutannya dengan komitmen bahwa PDAM Kota Kupang akan terus berbenah dan mengikuti regulasi terbaru, termasuk melakukan pembenahan internal dari aspek keuangan, administrasi, hingga pelayanan publik.

“Transformasi ini adalah awal yang baik untuk membangun sistem kerja yang lebih modern dan bertanggung jawab. Kami percaya, perubahan dimulai dari dalam, dari niat kita untuk menjadi lebih baik,”pungkasnya.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, PDAM menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi NTT sebagai narasumber utama.

Dalam arahannya, narasumber dari BPKP, Purwita, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja dan pembenahan sistem pengendalian internal di lingkungan PDAM.

“Bimtek ini bukan sekadar pelatihan biasa. Ini adalah bentuk komitmen manajemen dalam memperbaiki kinerja perusahaan secara menyeluruh, mulai dari laporan keuangan yang akurat, sistem pengawasan yang efisien, hingga budaya kerja yang sehat dan akuntabel,” ujar Purwita.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara tiga organ utama dalam perusahaan direksi, pengawas, dan pemilik modal yang menurutnya sering kali kurang optimal dalam pelaksanaan kebijakan dan regulasi.

 

Narasumber dari BPKP juga mengingatkan bahwa laporan keuangan bukan hanya soal angka, tapi juga mencerminkan tata kelola perusahaan yang sehat.

Ia menekankan bahwa kesalahan dalam penyusunan laporan keuangan, meskipun tidak disengaja, tetap bisa berdampak hukum jika tidak sesuai dengan sistem pengendalian yang berlaku.

“Kita ingin membentuk budaya akuntabilitas. Laporan keuangan harus bisa menjadi ‘sahabat’ bukan ‘beban’. Ketika perusahaan sehat secara administrasi, maka kinerja pun akan meningkat, dan kesejahteraan pegawai pun ikut terdongkrak,” jelasnya.

Bimtek ini diikuti oleh 27 pegawai dari unit administrasi, keuangan, dan SPI, dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari.

Hari pertama diisi dengan sesi pembukaan dan pemaparan materi dari tim BPKP, sementara hari kedua akan difokuskan pada studi kasus dan simulasi implementasi. (MI)




Turnamen Tenis Walikota Cup 2025 Kupang Siap Digelar, Dorong Pembinaan Atlet Menuju PON 2028

Kupang,nwartapedia.com  –  Kota Kupang kembali bersiap menjadi pusat perhatian pecinta olahraga tenis lapangan dengan akan digelarnya Turnamen Tenis Walikota Cup 2025.

Ajang ini tidak hanya menjadi momen kompetisi bergengsi antar-atlet, tetapi juga merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membina serta mengevaluasi potensi atlet-atlet muda Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama dalam rangka menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan PON 2028, di mana NTT ditunjuk sebagai tuan rumah.

Turnamen ini akan berlangsung pada 7–9 November 2025, dan diselenggarakan oleh Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Kota Kupang, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kupang.

Ketua panitia, Luther Kana, yang juga merupakan pengurus Pelti Kota Kupang dan Provinsi NTT, menyampaikan bahwa pelaksanaan turnamen ini didorong oleh tingginya animo masyarakat dan semangat para atlet tenis, baik dari kalangan junior maupun senior.

“Antusiasme masyarakat, terutama para atlet muda dan senior terhadap tenis lapangan di Kota Kupang sangat besar. Turnamen ini menjadi wadah kompetisi, pembinaan, dan evaluasi kemampuan, khususnya bagi para atlet junior yang dipersiapkan ke ajang Kejurnas dan PON 2028,” ujar Luther saat dihubungi media ini, Selasa (21/10/2025).

Untuk memberikan ruang yang luas bagi partisipasi dari berbagai kalangan usia dan tingkat kemampuan, panitia membuka sejumlah kategori sebagai berikut:

Kelompok Umur Junior:

  Usia 8–10 tahun

  Usia 11–14 tahun (Putra/Putri)

  Usia 15–17 tahun (Putra/Putri)

Ganda Pemula Putra/Putri
   Dibuka khusus bagi atlet yang baru memulai latihan sebagai bentuk motivasi dan dorongan untuk lebih percaya diri dalam berkompetisi.

Ganda Putri (Open)

Beregu Putra (Open)
  Kategori ini mempertandingkan tim berdasarkan kombinasi total usia pemain: 80 tahun, 100 tahun, dan 110 tahun dan batas umur bawah 30 tahun. Pemenang kategori ini akan memperebutkan Piala Bergilir Walikota Kupang.

“Kategori pemula dan beregu kami buka agar semua lapisan bisa berpartisipasi. Ini bukan sekadar kejuaraan, tapi juga untuk menumbuhkan semangat dan budaya kompetisi sejak usia dini,” jelas Luther.

Pendaftaran peserta dibuka secara online mulai 25 Oktober hingga 5 November 2025, melalui kanal digital yang akan disediakan oleh panitia.

Pertandingan akan dipusatkan di Lapangan Tenis Bulog Kupang, namun tidak menutup kemungkinan penambahan lokasi jika jumlah peserta mengalami peningkatan signifikan.

Dari sisi fasilitas, panitia telah menyiapkan sarana pertandingan yang memadai, serta hadiah menarik dengan total uang pembinaan sebesar Rp35 juta dan medali untuk para juara dari setiap kategori.

Luther Kana menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh Wali Kota Kupang, baik dari sisi fasilitas, pendanaan, maupun dukungan moral terhadap pengembangan olahraga tenis di kota ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Wali Kota yang terus memberi dukungan penuh, bukan hanya secara teknis dan dana, tapi juga komitmen dalam pembinaan atlet lokal. Turnamen ini menjadi bagian penting dari evaluasi program latihan yang selama ini dijalankan,” ucapnya.

Turnamen Walikota Cup tahun ini merupakan edisi kedua, setelah sukses digelar pertama kali pada tahun 2024. Namun, penyelenggaraan tahun ini disebut jauh lebih matang, lebih luas cakupan kategorinya, dan dengan hadiah yang lebih besar.

 “Kami ingin menjadikan Turnamen Walikota Cup sebagai agenda tahunan yang prestisius, profesional, dan berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang menang atau kalah, tapi bagaimana kita mencetak atlet berprestasi dan membangun kebanggaan daerah,” tutupnya. (MI)




PDAM Kota Kupang Gelar Bimtek Akuntansi Keuangan, Hadirkan BPKP NTT Sebagai Narasumber

Kupang, nwartapedia.com  – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pegawai di bidang administrasi, keuangan, dan Sistem Pengendalian Internal (SPI), Selasa (21/10/2025).

Kegiatan ini berlangsung di kantor Operasional PDAM Kota Kupang dan dibuka secara resmi oleh Direktur PDAM Kota Kupang, Isidorus Lilijawa.

Dalam keterangannya kepada media, Isidorus menjelaskan bahwa bimtek ini diselenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pegawai dalam menghadapi perubahan standar sistem akuntansi keuangan yang mulai diberlakukan pada 1 Januari 2025.

“Transformasi ini adalah bagian dari penyesuaian terhadap standar akuntansi keuangan terbaru, yakni dari SAK ETAP (Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik) menjadi SAK EP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat). Ini sangat teknis karena menyangkut laporan keuangan dan sistem administrasi secara keseluruhan,” jelas Isidorus.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, PDAM menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTT sebagai narasumber utama.

Para peserta mendapatkan materi mengenai konsep, perbedaan, serta langkah implementasi standar akuntansi terbaru dalam lingkup kerja mereka.

Kegiatan bimtek ini diikuti oleh 27 pegawai dari unit administrasi dan keuangan, dan dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Hari pertama dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi dari tim BPKP.

Isidorus juga mengungkapkan bahwa kegiatan serupa akan dijadwalkan bagi unit teknis dan hubungan pelanggan, yang pelaksanaannya akan disesuaikan dengan bidang tugas masing-masing.

“Dengan bimtek ini, kami berharap para pegawai memperoleh wawasan dan masukan baru, sehingga mampu mengimplementasikan sistem keuangan yang lebih baik, efisien, dan akurat. Pada akhirnya, ini akan berdampak positif terhadap peningkatan pelayanan kepada pelanggan dan mendukung pencapaian visi perusahaan,” tutupnya. (MI)




Warga Buka Jalan Sendiri, Lima Tahun Tak Diurus Pemkot Kupang

Kupang, nwartapedia.com —Di tengah gemerlap pembangunan Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi, ironi masih terjadi di wilayah pinggiran.

Sudah lima tahun berlalu sejak warga Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, membuka akses jalan penghubung secara swadaya.

Namun hingga kini, jalan sepanjang tiga kilometer yang menghubungkan Bello dengan Dusun Atonifui, Desa Oelomin (Kabupaten Kupang) itu belum juga disentuh aspal.

Kondisinya memprihatinkan. Tanah berbatu, licin saat hujan, dan sulit dilalui kendaraan. Padahal, jalan ini menjadi urat nadi aktivitas harian warga, termasuk tenaga kesehatan dan aparat keamanan yang melayani masyarakat di wilayah tersebut.

Tokoh masyarakat setempat, Corunus Tuan, mengaku kecewa dengan sikap pemerintah kota yang seolah menutup mata.

“Jalan ini kami buka sendiri tahun 2020 dengan gotong royong, supaya warga tidak terisolasi. Tapi sampai sekarang belum ada kelanjutan dari pemerintah. Fokus pembangunan masih terlalu berat ke pusat kota,” ujar Corunus, Senin (20/10/2025).

Kritik juga datang dari Ketua RW 003 Kelurahan Bello, yang membenarkan kondisi jalan yang masih berupa tanah hingga kini.

“Kami sudah berbuat. Sekarang giliran pemerintah. Jalan ini penting bagi pelayanan publik, termasuk akses petugas kesehatan dan warga yang membawa hasil pertanian,” ujarnya tegas.

Warga menilai, pemerintah belum serius dalam mewujudkan pemerataan infrastruktur, terutama di wilayah perbatasan kota. Meski berada dalam batas administratif Kota Kupang, akses jalan Bello–Atonifui seperti luput dari perhatian.

Buruknya kondisi jalan bukan hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga mengancam keselamatan, terutama di musim hujan.

Hal ini terbukti dari dokumentasi pada Senin (20/10/2025), saat dua petugas kesehatan dari Puskesmas Sikumana, yang dikawal Babinsa Kelurahan Bello, Serka TNI AD Frans, harus melintasi jalan tanah berbatu demi menjangkau pasien di RT 007/RW 003.

Warga berharap ada langkah nyata dari Pemkot Kupang. Minimal, dilakukan pengerasan atau pelapisan jalan (lapen), agar akses vital ini bisa layak digunakan.

“Kami tidak minta jalan mulus seperti di pusat kota. Tapi minimal bisa dilalui dengan aman,” tutup Corunus.(goe)




Anjing Liar Serang Warga Bello Kota Kupang Petugas Kesehatan Sisir Rumah Korban

Kupang, nwartapedia.com — Terik matahari siang menyorot tajam di perbukitan kering Kelurahan Bello, Kota Kupang. Di tengah debu dan jalanan berbatu RW 003, dua petugas dari Puskesmas Sikumana menembus panas untuk menjalankan misi kemanusiaan: menyisir rumah-rumah warga yang menjadi korban gigitan anjing liar.

Serangan anjing liar yang terjadi selama dua hari berturut-turut, Sabtu dan Minggu (18–19 Oktober 2025), telah menggemparkan warga setempat.

Tujuh orang menjadi korban, sebagian besar mengalami luka gigitan serius dan harus menjalani perawatan serta vaksinasi rabies.

Blandina Wila dan Roberti Jaur, petugas surveilans kesehatan dari Puskesmas Sikumana, menyambangi satu per satu rumah korban, didampingi Ketua RW 003 Goris Takene dan Babinsa Kelurahan Bello Serka Frans.

Selain memastikan penanganan medis, mereka juga memetakan titik-titik rawan kemunculan anjing liar yang diduga membawa virus rabies.

“Setiap informasi dari warga sangat penting untuk penelusuran sumber penularan,” ujar Blandina Wila di sela-sela wawancara dengan salah satu keluarga korban pada Senin (20/10/2025).

Aurelius Mengi Uly (37), warga RW 003, menjadi salah satu korban yang mengalami luka robek di kaki kanannya saat hendak pergi ke gereja bersama istri dan anaknya.

“Minggu pagi, sekitar jam 6:50, tiba-tiba seekor anjing datang dan menggigit kaki saya. Untung saya langsung dibawa ke RSUD SK Lerik dan mendapat suntikan vaksin anti rabies,” tuturnya.

Maria Bire Doko (65), warga RT 004/RW 002, juga tak luput dari serangan. Ia digigit di bagian tangan saat berjalan tidak jauh dari Gereja Effata Bello.

“Saya kaget, dari belakang anjing itu langsung gigit tangan saya. Sekarang dengar gonggongan anjing saja saya langsung takut,” ucapnya dengan nada trauma.

Korban lainnya, Servanda Tuan (19), meminta pemerintah bertindak tegas.

“Kami minta semua anjing liar ditangkap atau divaksin. Ini sudah berulang kali terjadi,” ujarnya.

Dinas Peternakan Provinsi NTT melalui dokter hewan Nita Ninef menyatakan seluruh korban telah ditangani dengan pemberian vaksin rabies dan dalam kondisi stabil.

“Kami tetap pantau kondisi korban di rumah masing-masing. Kami minta masyarakat segera melapor jika melihat anjing dengan perilaku mencurigakan,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan upaya gabungan antara Dinas Peternakan Provinsi NTT, Dinas Pertanian Kota Kupang, dan Puskesmas Sikumana untuk mencegah penyebaran rabies di kawasan padat penduduk.

Ketua RW 003 Goris Takene berharap ada tindak lanjut berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar soal hewan, tapi soal rasa aman warga. Jangan sampai kejadian ini terulang lagi,” katanya.

Daftar Korban Gigitan Anjing Liar di Bello:

  1. Stefen Rihi (18) – Luka gigitan di kaki kanan (Sabtu, 18/10/2025)
  2. Nehe Tuan (24) – Luka gigitan di tangan kiri
  3. Fanda Tuan (20) – Luka gigitan di kaki kanan
  4. Aurelius Mengi Uly (38) – Luka robek di kaki kanan
  5. Maria Bire Doko (65) – Luka gigitan di tangan kanan
  6. Rhido Haga Ly (46) – Selamat tanpa luka, celana robek akibat gigitan
  7. Mikael Koro (45) – Selamat tanpa luka, sepatu robek akibat gigitan

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan survei dan pemantauan di wilayah sekitar. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menjaga hewan peliharaan agar tidak berkeliaran tanpa pengawasan. (goe)




Lebih dari 700 PPPK Kota Kupang Akan Dilantik Pagi Ini di GOR Oepoi

Kupang nwartapedia.com  — Hari ini menjadi tonggak penting dalam reformasi birokrasi di Kota Kupang. Sebanyak lebih dari 700 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II akan resmi dilantik dan menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dalam sebuah upacara yang digelar di Gedung Olahraga (GOR) Oepoi Kupang, mulai pukul 08.00 WITA.

Prosesi pelantikan ini akan dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Cristian Widodo, yang juga akan menyerahkan SK secara simbolis kepada sejumlah perwakilan PPPK dari berbagai perangkat daerah.

Pelantikan ini merupakan momentum penting dalam perjalanan karier para pegawai honorer yang telah melalui proses seleksi ketat dan perjuangan panjang.

Bagi Pemerintah Kota Kupang, ini adalah langkah strategis dalam membentuk aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Pelantikan ini bukan akhir, melainkan awal dari pengabdian. ASN adalah wajah pemerintah di mata rakyat. Tunjukkan profesionalisme, integritas, dan semangat melayani,” ujar Wali Kota Cristian Widodo dalam arahannya sehari sebelum pelantikan.

Ia menambahkan bahwa keberadaan PPPK yang baru dilantik diharapkan dapat memperkuat sektor-sektor layanan dasar, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan administrasi publik, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Kupang membutuhkan aparatur yang bukan hanya bekerja, tetapi juga memiliki empati dan kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Antusiasme tampak jelas sejak pagi hari. Para calon PPPK berdatangan ke lokasi dengan penuh semangat, termasuk Ongky Aluman dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, yang hadir bersama dukungan dari rekan-rekan sekantor.

“Momen ini bukan sekadar seremoni, tapi awal dari tanggung jawab besar. Kami merasa diberdayakan dan siap melayani,” ujar Ongky yang terlihat antusias sebelum pelantikan dimulai.

Senada, Tirsa Djami, juga dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, menyebut pelantikan ini sebagai hasil dari perjalanan panjang penuh dedikasi.

“Ini bukan sekadar status baru, tapi panggilan untuk melayani dengan sepenuh hati. Kami siap menjadi bagian dari perubahan positif di lingkungan kerja kami,” ungkapnya.

Enjel Buky, rekan Tirsa, menambahkan bahwa pelantikan ini adalah wujud nyata kepercayaan pemerintah terhadap tenaga profesional yang telah menunjukkan komitmen tinggi.

“Kami siap membuktikan bahwa PPPK bukan sekadar pelengkap birokrasi, melainkan bagian dari kekuatan baru untuk memperbaiki kualitas layanan publik,” tuturnya.

Dengan pelantikan hari ini, Pemerintah Kota Kupang menaruh harapan besar pada lahirnya birokrasi yang lebih disiplin, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

PPPK yang baru dilantik diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana tugas, tetapi juga agen perubahan yang mampu mempercepat kemajuan daerah.

Masyarakat Kota Kupang kini menatap masa depan birokrasi yang lebih manusiawi dan responsif, seiring hadirnya semangat baru dari ratusan ASN yang siap mengabdi dengan hati. (goe)




7 Warga Bello Digigit Anjing Liar, Diduga Terpapar Rabies

Kupang, nwartapedia.com  — Kepanikan melanda warga Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, setelah seekor anjing liar menyerang dan menggigit sejumlah warga secara brutal.

Dalam dua hari berturut-turut, 18–19 Oktober  2025, tercatat tujuh orang menjadi korban gigitan anjing yang diduga mengidap rabies.

Serangan Mendadak Picu Ketakutan

Serangan pertama terjadi pada Sabtu, 18 Oktober 2025, sekitar pukul 09.00 WITA. Korban, Steven J. Rihi (18), warga RT 07/RW 03, diserang secara tiba-tiba di depan rumahnya.

“Anjing itu datang begitu cepat, langsung menggigit jari dan kaki saya. Saya tidak sempat lari,” ujar Steven, yang kini dirawat di rumah sakit dan telah mendapat suntikan vaksin anti rabies (VAR).

Keesokan harinya, Minggu (19/9), sekitar pukul 06.00–07.30 WITA, anjing yang sama kembali menyerang lima warga lainnya di lingkungan yang sama: Nehemia Tuan (24), Servanda Tuan (20), Aurelius M. Uly (43), Mikael Koro, dan Ridho Haga Ly. Mikael dan Ridho beruntung selamat tanpa luka serius karena gigitan hanya mengenai pakaian dan sepatu.

Korban ketujuh, Maria Bire Doko (63), warga RT 04/RW 02, digigit di pergelangan tangan saat berjalan menuju gereja.

“Kami semua panik karena anjingnya menyerang tanpa sebab. Warnanya hitam di punggung, leher cokelat, dan kakinya pendek. Sampai sekarang belum tahu siapa pemiliknya,” kata Aurelius M. Uly.

Tim Gabungan Turun Tangan

Menanggapi laporan warga, tim gabungan dari Dinas Peternakan Provinsi NTT dan Dinas Pertanian Kota Kupang segera turun ke lokasi. Tim dipimpin oleh Drh. Nita Ninef dan Retno A.E. Patola, didampingi Ketua RW 03, Goris Takene.

“Ciri dan perilaku anjing yang menyerang tanpa provokasi kuat mengarah pada gejala rabies. Tapi kami tetap perlu uji laboratorium, khususnya pemeriksaan otak, setelah hewan ditemukan,” jelas Drh. Nita Ninef, Minggu (19/10/2025).

Semua korban telah mendapat VAR di Puskesmas Sikumana dan RSU S.K. Lerik. Mereka juga diminta menjalani observasi medis selama 14 hari untuk mengantisipasi gejala lanjutan.

Tindakan Pencegahan dan Rekomendasi

Tim investigasi memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah kelurahan dan masyarakat, antara lain Segera melaporkan anjing dengan ciri mencurigakan, Melakukan vaksinasi darurat terhadap seluruh anjing yang belum tervaksin di RW 02 dan RW 03 dan Masyarakat diminta mendukung pelaksanaan vaksinasi dan tidak membiarkan anjing peliharaan berkeliaran bebas.

“Kami sedang mendata jumlah anjing di RW 03 dan bekerja sama dengan dinas untuk vaksinasi menyeluruh,” ungkap Goris Takene.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hewan peliharaan agar tetap terikat dan tidak dilepas bebas di lingkungan permukiman.

Warga Masih Cemas

Meski langkah-langkah penanggulangan telah dilakukan, rasa cemas masih menyelimuti warga. Banyak orang tua kini melarang anak-anak mereka bermain di luar rumah.

“Kami takut anjing itu masih berkeliaran. Lebih baik anak-anak tetap di dalam rumah,” ujar Maria Bire Doko.

Hingga berita ini diterbitkan, anjing pelaku penyerangan masih dalam pencarian. Pemeriksaan lanjutan dan vaksinasi massal direncanakan dimulai awal pekan depan.

“Keselamatan warga adalah prioritas. Kami harap semua pihak bekerja sama agar kasus ini tidak berkembang,” tutup Drh. Nita Ninef. (goe)




Wali Kota Kupang: Di Tengah Keterbatasan, Pembangunan Harus Tetap Jalan

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Dokter Christian Widodo menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus mendorong pembangunan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Hal ini disampaikannya usai menutup kegiatan Utsawa Dharmagita ke-10 tingkat Kota Kupang yang digelar di Hotel Kristal, Sabtu (18/10/2025).

Dalam konferensi pers bersama awak media, Wali Kota menyampaikan bahwa kondisi fiskal yang terbatas bukan hanya dirasakan Kota Kupang, namun juga hampir semua daerah di Indonesia.

“Memang benar, ada penyesuaian anggaran dari pusat karena berbagai program prioritas nasional. Tapi itu hal yang wajar. Sekarang tinggal bagaimana kita bisa tetap bergerak maju dengan inovasi dan kreativitas,” ujarnya.

Dana Transfer Rp24 Miliar, Daerah Dituntut Kreatif

Tahun ini, Kota Kupang menerima dana transfer ke daerah (TKD) sekitar Rp24 miliar. Dana tersebut mencakup Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), block grant, dan insentif fiskal.

“Anggaran ini memang tidak besar, tapi bukan berarti kita harus berhenti. Justru ini jadi tantangan agar kita lebih kreatif mencari solusi,” tambahnya.

Wali Kota menekankan bahwa kunci utama adalah mengubah cara pandang pemerintah daerah, dari sekadar menunggu anggaran pusat menjadi lebih proaktif dalam menggali potensi lokal.

Parkir Digital: Langkah Awal Penataan Kota

Salah satu langkah inovatif yang akan diterapkan pada 2026 adalah digitalisasi sistem parkir. Kota Kupang akan menerapkan sistem parkir berbasis barcode di kawasan percontohan, dimulai dari kalangan ASN dengan sistem langganan tahunan.

“Kita sedang siapkan sistem parkir berbasis barcode. Ini akan jadi pilot project untuk kawasan tertentu. Kalau ingin kota ini tertib, kita harus mulai dari hal-hal kecil,” jelasnya.

Menurutnya, setiap perubahan memang menimbulkan tantangan. Namun, sebagai pemimpin, keberanian mengambil keputusan yang berpihak pada masyarakat harus diutamakan.

“Kalau tujuannya untuk kebaikan bersama, kita harus berani. Untuk apa kita diberi amanah kalau tidak berani membuat perubahan?” tegasnya.

Proyek Jalan dan Drainase Dimulai Akhir Tahun Ini

Wali Kota juga memastikan bahwa beberapa proyek fisik, seperti perbaikan jalan dan sistem drainase, sudah masuk dalam APBD Perubahan 2025 dan akan mulai dikerjakan dalam waktu dekat.

“Pekerjaan akan dimulai sekitar bulan depan, setelah tender selesai. Tapi karena keterbatasan anggaran, tidak semua bisa dikerjakan tahun ini. Beberapa proyek kita alihkan ke tahun 2026,” ungkapnya.

Sejumlah titik yang dianggap prioritas sudah ditinjau langsung dan siap untuk dikerjakan. Proyek dengan kebutuhan anggaran besar akan diatur ulang dalam perencanaan tahun berikutnya.

“Yang mendesak kita kerjakan dulu. Yang belum, kita jadwalkan di tahun depan sesuai kemampuan fiskal,” jelasnya.

Kolaborasi Jadi Kunci di Tengah Keterbatasan

Mengakhiri keterangannya, Wali Kota kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dan berkolaborasi membangun Kota Kupang, mengutip semangat “Ayo Bangun NTT” yang digaungkan Gubernur NTT.

“Kata ‘ayo’ itu sederhana, tapi maknanya dalam. Artinya kita tidak bisa berjalan sendiri. Di tengah keterbatasan, kita harus semakin kompak dan saling mendukung,” pungkasnya. (MI)




PDAM Kota Kupang Jalin Kolaborasi dengan BWS Nusa Tenggara II: Dua Sumur Bor Siap Dibangun Tahun 2026

Kupang,nwartapedia.com  — Dalam semangat memperkuat pelayanan air minum di Kota Kupang, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, memimpin kunjungan resmi ke Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II pada Jumat pagi (17/10/2025) pukul 09.00 WITA.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala BWS Nusa Tenggara II, Parlinggoman Simanungkalit, bersama sejumlah pejabat terkait.

Hadir pula mendampingi Direktur Isidorus, Kepala Bagian Teknik, Administrasi dan Keuangan, serta Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Perumda.

“Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan berbagai agenda penting yang berkaitan dengan urusan air minum di Kota Kupang,” ujar Isidorus kepada media ini usai pertemuan.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah proses perizinan sumber air permukaan di Oeba, yang saat ini sedang diurus oleh Perumda Kota Kupang.

Menurut Isidorus, isu ini merupakan urusan kewenangan antara pemerintah kota dan BWS, sehingga memerlukan koordinasi intensif dan dukungan penuh dari Balai Wilayah Sungai.

Tak hanya itu, Isidorus juga menyampaikan kebutuhan Perumda akan tambahan sumber air melalui program pembangunan sumur bor dari program T2T (Teknologi Tepat Guna) BWS.

“Syukurlah, kunjungan kami disambut sangat baik oleh Pak Kepala Balai. Bahkan, beliau menyatakan komitmennya untuk membantu membangun dua sumur bor bagi Perumda Air Minum Kota Kupang pada tahun anggaran 2026,” ungkap Isidorus dengan penuh rasa syukur.

Untuk mendukung rencana tersebut, BWS telah meminta Perumda agar segera mempersiapkan seluruh persyaratan teknis, termasuk pembebasan lahan, memastikan debit air yang mencukupi, dan kelengkapan dokumen lainnya agar program ini tidak terkendala saat pelaksanaan.

Isidorus menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci keberhasilan pelayanan publik, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih.

“Perumda tidak bisa berjalan sendiri. Dengan segala keterbatasan dana, infrastruktur, dan SDM, kami sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi dengan BWS ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi dapat membawa dampak positif,” katanya.

Sebagai penutup, Isidorus menyebut bantuan pembangunan dua sumur bor dari BWS ini merupakan “kado terindah” dalam masa kepemimpinannya yang belum genap tiga minggu sebagai Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Ini momen berharga bagi saya dan seluruh tim. Kami berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama yang baik demi pelayanan air bersih yang lebih baik untuk masyarakat Kota Kupang. Terima kasih kepada Bapak Kepala BWS dan seluruh jajaran,” pungkasnya. (MI)




Deputi Menko PMK Tinjau Posyandu di TDM Kupang, Soroti Pencegahan Stunting Sejak Dini

Kupang,nwartapedia.com — Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Prof. Dr. dr. Sukadiono, M.M, meninjau langsung pelaksanaan posyandu di Aula Gereja St. Petrus Rasul, Kelurahan TDM, Kota Kupang, Jumat (17/10/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau aktivitas posyandu bagi anak balita dan ibu hamil serta mendorong optimalisasi layanan kesehatan dasar di tingkat komunitas.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekda Kota Kupang Jeffry Pelt, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang dr. Widya Cahya, serta pejabat dari Dinas Kesehatan dan kader posyandu.

Dalam sambutannya, Sekda Jeffry menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat, yang menurutnya menjadi bukti nyata sinergi dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia.

“Program nasional penurunan stunting telah kami terjemahkan dalam berbagai program daerah, dan terus diperkuat di semua OPD,” kata Jeffry.

Plt Sekretaris Dinkes Kota Kupang, Ngurah Suarnawa, melaporkan bahwa angka stunting di Kota Kupang per Agustus 2025 masih berada di angka 29% atau 3.377 kasus.

Ia menjelaskan sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk peningkatan kapasitas kader dan pemantauan pertumbuhan secara rutin di 369 posyandu aktif di Kota Kupang.

Deputi Sukadiono menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Menko PMK Pratikno, dan menegaskan bahwa prevalensi stunting di NTT masih menjadi perhatian nasional.

“NTT masih di angka 37%, dan Kota Kupang 28%. Pemerintah daerah perlu mengoptimalkan layanan pemantauan balita dan ibu hamil, serta edukasi gizi sejak usia remaja,” ujar Sukadiono.

Ia mendorong agar dinas kesehatan di semua tingkatan terus mengedukasi remaja putri dan calon pengantin untuk mencegah stunting sejak sebelum kehamilan.

“Kita butuh peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader posyandu, serta dukungan penuh dari pemda dalam program gizi gratis yang terintegrasi,” tegasnya.

Selain meninjau langsung layanan posyandu, rombongan dari Kemenko PMK juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga dan mainan edukatif untuk anak-anak yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam memperkuat intervensi langsung di lapangan dalam penanganan stunting secara menyeluruh dan berkelanjutan. ***