Semarak Kuliner SABOAK Kupang: Lumpia Beef dan Kebab Chicken Jadi Primadona UMKM Lokal

Kupang, nwartapedia.com — Kehadiran SABOAK (Sabtu Bareng Orang Kreatif) di Kota Kupang menjadi angin segar bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ingin memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk kuliner khas daerah.

Berlokasi di Taman Nostalgia Kupang, kegiatan yang rutin digelar ini berhasil menciptakan ruang ekonomi kreatif baru sekaligus mempererat interaksi sosial warga kota.

Setiap akhir pekan, Taman Nostalgia disulap menjadi pusat kuliner dan hiburan keluarga. Deretan stan yang tertata rapi menampilkan beragam produk UMKM, mulai dari makanan tradisional, minuman segar, hingga kuliner modern kekinian yang menggugah selera.

Dua di antara pelaku UMKM yang ikut meramaikan acara ini adalah Wisata Sri Hadiah, penjual Lumpia Beef, dan Indrawati, pemilik usaha Kebab Chicken.

Keduanya menjadi contoh nyata bagaimana SABOAK mampu membuka peluang baru dan memperkuat semangat wirausaha masyarakat Kota Kupang.

Lumpia Beef, Cita Rasa Lokal yang Menembus Pasar Modern

Wisata Sri Hadiah telah berjualan di Kota Kupang selama tiga tahun. Baginya, SABOAK bukan sekadar tempat berjualan, tetapi juga wadah untuk belajar, berjejaring, dan berkembang bersama pelaku usaha lainnya.

“Saya bergabung di SABOAK pada minggu kedua. Waktu pengunjung ramai, penjualan juga lumayan. Sekarang memang agak menurun, tapi kegiatan ini tetap sangat membantu UMKM seperti kami,” ujarnya saat ditemui di lapak jualan, Sabtu (1/11/2025).

Sri Hadiah juga memberikan apresiasi terhadap dukungan Pemerintah Kota Kupang yang terus memberi ruang bagi pelaku usaha kecil untuk tumbuh.

“Wali Kota sekarang masih muda, banyak ide dan gebrakan baru. Dulu tempat ini sepi dan gelap, sekarang jadi ramai dan hidup. Kami senang bisa ikut berjualan di sini karena bisa menambah penghasilan, sekaligus menambah semangat,” tambahnya.

Kebab Chicken: Dari Rumah ke Taman Nostalgia

Cerita inspiratif juga datang dari Indrawati, pelaku UMKM Kebab Chicken. Ia bergabung sejak minggu kedua SABOAK dibuka dan langsung merasakan dampak positif terhadap penjualannya.

“Pertama kali ikut, saya jualan kebab dan burger lele. Satu hari bisa habis sampai 200 porsi. Dulu harganya Rp15.000, sekarang Rp20.000 karena bahan naik. Tapi alhamdulillah, masih banyak pelanggan yang suka,” tuturnya.

Pada hari pertama berjualan di SABOAK, Indrawati pernah mencatat omzet hingga Rp6 juta. Meski kini pengunjung tidak seramai awal pembukaan, ia tetap optimis dan berharap kegiatan ini bisa digelar lebih sering.

“Kalau bisa UMKM jualan tiap minggu, bukan tiga minggu sekali. Banyak pelanggan yang tanya kenapa kami tidak jualan setiap minggu,” tambahnya sambil tersenyum.

SABOAK Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Kupang

Kehadiran SABOAK menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat dapat menciptakan dampak ekonomi yang luas.

Selain meningkatkan pendapatan pelaku usaha, kegiatan ini juga menjadikan Taman Nostalgia Kupang sebagai destinasi kuliner baru yang semakin hidup dan menarik bagi wisatawan lokal.

“Kegiatan ini tidak hanya membantu kami mencari rezeki, tapi juga mempererat hubungan antarpenjual dan membuat suasana Kota Kupang lebih hidup,” ungkap Sri Hadiah.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Kupang, kegiatan SABOAK diharapkan terus berlanjut dan berkembang. Melalui ruang kreatif seperti ini, semangat UMKM lokal akan semakin kokoh, menghadirkan cita rasa khas Kupang ke tengah masyarakat, sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

(MI/ADV)




Wakil Wali Kota Kupang Resmi Buka Festival Sepe 2025: Merawat Warisan, Menumbuhkan Ekonomi Kreatif

Kupang,nwartapedia.com — Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, secara resmi membuka Festival Sepe 2025 yang mengusung tema “The Charm of Weaving in the Soul of the Successor” di Taman Nostalgia Kupang, Sabtu (1/11/2025) malam.

Acara pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri oleh pimpinan dan anggota DPRD Kota Kupang, para kepala perangkat daerah, pimpinan PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Kupang, perwakilan Bank Indonesia, konsulat negara sahabat Timor Leste, tokoh adat, tokoh agama, budayawan, pelaku ekonomi kreatif, hingga para penenun dan pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Serena Cosgrova Francis menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival tahunan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pariwisata, Dekranasda Kota Kupang, seluruh panitia, para penenun, dan pelaku ekonomi kreatif yang turut mensukseskan kegiatan ini,”ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Kupang menyerahkan secara simbolis 20 booth UMKM kepada Pemerintah Kota Kupang. Serena menilai langkah ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Terima kasih untuk PT Taspen yang menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung UMKM. Ini mencerminkan sinergi yang indah dalam membangun ekonomi inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Makna Filosofis Festival Sepe

Serena juga menjelaskan bahwa bunga flamboyan merah yang menjadi simbol Festival Sepe tidak hanya melambangkan keindahan, tetapi juga harapan, sukacita, dan kerinduan akan rumah.

“Ketika bunga Sepe mekar di setiap sudut kota menjelang akhir tahun, itu menjadi pengingat bagi anak-anak rantau untuk pulang. Festival ini bukan sekadar menampilkan keindahan, tetapi juga meneguhkan Sepe sebagai ikon budaya dan identitas Kota Kupang,” ungkapnya.

Festival Sepe tahun ini juga menjadi momentum penting bagi masyarakat Kota Kupang, karena motif tenun Sepe telah memperoleh sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari Kementerian Hukum dan HAM RI.

Serena mendorong masyarakat untuk bangga memperkenalkan dan menggunakan motif tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

“Masih banyak yang belum tahu bahwa Kota Kupang memiliki motif tenun sendiri, yaitu motif Sepe. Ini tugas kita semua untuk memperkenalkannya dengan bangga,” kata Serena.

Menurut Serena, penyelenggaraan festival di Taman Nostalgia bukan tanpa alasan. Lokasi ini dipilih untuk menghidupkan kembali semangat Sunday Market Buat Orang Kupang  (Saboak), tempat di mana budaya dan ekonomi kreatif berpadu.

“Kami ingin menjadikan Taman Nostalgia bukan hanya ruang rekreasi, tapi juga ruang ekonomi rakyat. Pemerintah Kota Kupang bersama dunia usaha dan masyarakat berkomitmen menumbuhkan ekonomi berbasis UMKM,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota Kupang berharap Festival Sepe 2025 dapat membawa sukacita, berkat, dan kebanggaan bagi seluruh masyarakat.

“Mari kita jadikan setiap helai tenun Sepe sebagai simbol kasih, harmoni, dan kebersamaan, sebagaimana kita membangun Kota Kupang sebagai rumah bersama bagi semua,” tutupnya sebelum secara resmi membuka Festival Sepe 2025.

Sementara itu, Branch Manager PT Taspen (Persero) Kantor Cabang Kupang, Peter Laurensius Samosir, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Kupang atas kesempatan yang diberikan kepada Taspen untuk turut ambil bagian dalam Festival Sepe 2025.

“Kami merasa bangga dengan kesempatan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Kupang sehingga kami dapat berpartisipasi dalam program yang sangat baik dan kreatif ini,” ujar Peter Laurensius Samosir kepada media.

Peter menambahkan bahwa Taspen berkomitmen untuk terus memperluas peran sosial dan kolaborasi dengan berbagai pihak di daerah.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan dan kesempatan yang diberikan. Semoga ke depan, program seperti ini semakin luas jangkauannya dan mampu membuka peluang-peluang baru bagi Pemerintah Kota Kupang dan masyarakat untuk membangun bersama-sama,” pungkasnya. (MI/ADV)




Pakar Ekonomi Politik Nasional: SABOAK Bukti Sentuhan Cerdas Wali Kota Kupang Bangkitkan Ekonomi Warga

Kupang,nwartapedia.com  — Kehadiran Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) di Taman Nostalgia kini mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan nasional.

Salah satunya datang dari Pakar Ekonomi Politik Nasional, Ferdy Hasiman, yang menilai SABOAK merupakan inovasi ekonomi daerah yang berhasil memberi dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Kupang.

Menurut Ferdy Hasiman, SABOAK bukan sekadar ajang ekonomi kreatif, melainkan langkah strategis pemerintah kota dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan.

Ia menyebut program ini sebagai “pekerjaan dan sentuhan luar biasa” dari Wali Kota Kupang dan seluruh jajaran pemerintahannya.

“Ini pekerjaan dan sentuhan luar biasa dari Pak Wali dan jajaran untuk menaikkan ekonomi kelas bawah di Kota Kupang,” ujar Ferdy Hasiman, Sabtu (1/11).

Ferdy menilai, SABOAK telah menjadi magnet baru yang mampu menarik ribuan pengunjung setiap akhir pekan. Fenomena ini menciptakan multiplier effect yang kuat terhadap perputaran ekonomi lokal.

“SABOAK ini magnet yang mendatangkan banyak manusia. Ledakan pengunjung yang besar mendorong naiknya konsumsi masyarakat, memperkuat daya beli, dan efek lanjutannya sangat besar,” jelasnya.

Lebih jauh, Ferdy menambahkan bahwa peningkatan pendapatan UMKM yang terlibat dalam SABOAK tidak hanya berdampak pada sektor perdagangan, tetapi juga pada kesejahteraan keluarga pelaku usaha.

“UMKM yang punya pendapatan lebih bisa menabung, menyekolahkan anaknya, dan menyiapkan biaya kesehatan dengan lebih mudah jika jatuh sakit,” ungkapnya.

Menurut Ferdy, langkah Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota saat ini patut diapresiasi karena memiliki arah yang jelas dan efektif.

Ia menyebut strategi ini menunjukkan pemahaman mendalam terhadap struktur ekonomi lokal.

“SABOAK sengaja diciptakan untuk menumbuhkan ekonomi Kota Kupang. Pak Wali bergerak efektif, cerdas, dan paham betul dari mana ekonomi Kota Kupang harus tumbuh,” tutup Ferdy.

Kini, SABOAK di Taman Nostalgia telah menjelma menjadi ruang ekonomi kreatif kebanggaan warga Kupang.

Setiap Sabtu dan Minggu, ratusan UMKM lokal hadir menawarkan produk unggulan mereka, menciptakan denyut ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat. (MI/ADV)




SABOAK Catat Perputaran Uang Rp4,1 Miliar dalam 19 Minggu, Libatkan Lebih dari 600 UMKM

Kupang nwartapedia.com  –  Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) yang digelar di Taman Nostalgia, Kota Kupang, terus menunjukkan perkembangan pesat sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

Dalam kurun waktu 19 minggu beroperasi, SABOAK telah mencatat perputaran uang atau cashflow mencapai Rp4,1 miliar.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Tim SABOAK, Pommy Elna Novisandy Odja, S.STP., M.Si, saat memberikan keterangan terkait perkembangan kegiatan ekonomi kreatif tersebut kepada media ini pada Sabtu (1/11/2025).

Menurutnya, selama 19 minggu terakhir, total pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat mencapai lebih dari 600 pelaku usaha.

“Rata-rata setiap minggu hampir 200 UMKM ikut serta. Namun karena sistemnya bergulir, para peserta tidak selalu sama setiap pekan. Kalau dihitung total keseluruhan, jumlahnya sudah lebih dari 600 UMKM,” ujar Pommy.

Pommy menjelaskan, SABOAK bukan hanya menjadi ruang bagi pelaku usaha muda, tetapi juga wadah kolaborasi lintas generasi dan sektor. Semua elemen masyarakat bisa bergabung dan menampilkan produk kreatif mereka.

“Tidak semua peserta anak muda, tetapi kami memang membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk berkembang. Mereka adalah calon entrepreneur masa depan yang akan menjadi kekuatan UMKM Kota Kupang ke depan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pommy menyampaikan harapannya agar kegiatan SABOAK dapat terus berkelanjutan dan menjadi ekosistem digital yang mendorong inovasi UMKM di Kota Kupang.

“Harapan saya, semakin banyak UMKM yang bisa terlibat, kegiatan ini harus berkelanjutan, dan lebih banyak inovasi tercipta. Kami ingin SABOAK menjadi ekosistem digital yang dapat diakses semua kalangan masyarakat,” tuturnya.

Gelaran SABOAK di Taman Nostalgia kini telah menjadi tempat berkumpulnya ratusan pelaku UMKM setiap akhir pekan, khususnya pada hari Sabtu dan Minggu.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang tumbuh ekonomi kreatif, tetapi juga kebanggaan baru bagi warga Kota Kupang yang ingin menikmati suasana pasar modern bernuansa lokal. (MI/ADV)




Fachri Yulizar Angkat Pamor Pisang Barangan Lewat Inovasi dan Kemitraan Petani

Jakarta,nwartapedia.com  – Di tengah upaya peningkatan nilai tambah sektor pertanian nasional, sosok Fachri Yulizar, Direktur Utama PT Mandiri Banana Indonesia, hadir membawa visi besar: menjadikan pisang barangan sebagai komoditas unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus bersaing di pasar global.

Melalui perusahaan yang dipimpinnya, Fachri berfokus pada budidaya Pisang Barangan Jumbo Merah (BJM) dengan pendekatan modern dan berkelanjutan.

Tujuan utamanya bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong kesejahteraan petani lokal di berbagai daerah.

“Peningkatan produktivitas menjadi kunci untuk memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh. Karena itu, kami mengintegrasikan teknologi pertanian modern dalam setiap tahap budidaya,” ujar Fachri.

PT Mandiri Banana Indonesia diketahui telah menerapkan sejumlah teknologi pertanian mutakhir, mulai dari penggunaan bibit unggul, sistem irigasi tetes yang efisien, hingga pemupukan presisi. Selain itu, perusahaan juga menjalankan pengendalian hama terpadu untuk menekan kerugian hasil panen secara optimal.

Tak hanya fokus pada pisang segar, Fachri juga melihat peluang besar dalam diversifikasi produk turunan pisang barangan. Berbagai produk olahan seperti keripik pisang, selai, sale pisang, hingga tepung pisang kini tengah dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal. Langkah ini sekaligus membuka peluang ekspor dan memperluas jaringan pasar.

Fachri menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tak akan tercapai tanpa kolaborasi erat dengan petani. Untuk itu, PT Mandiri Banana Indonesia menjalankan program kemitraan petani, yang mencakup pelatihan budidaya modern, pendampingan teknis, serta akses ke pasar dan pembiayaan.

“Kami ingin para petani menjadi bagian dari rantai nilai yang berkeadilan. Dengan peningkatan kapasitas dan akses teknologi, mereka bisa memperoleh pendapatan lebih baik,” jelas Fachri.

Langkah tersebut terbukti berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperkuat ekosistem agribisnis berbasis pisang barangan.

Dalam upaya memperluas pasar, PT Mandiri Banana Indonesia juga aktif melakukan promosi dan branding melalui berbagai kanal, termasuk pameran pertanian, media sosial, serta kerja sama dengan supermarket dan restoran.

Selain itu, Fachri menjalin kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga keuangan guna memperoleh dukungan dalam bentuk subsidi pupuk, infrastruktur pertanian, pelatihan, dan akses pembiayaan.

Dengan strategi yang komprehensif dan visi yang jelas, Fachri Yulizar berhasil menempatkan pisang barangan sebagai simbol inovasi dan kemandirian petani Indonesia.

“Melalui inovasi, kemitraan, dan kerja keras, kami ingin menjadikan pisang barangan bukan hanya produk lokal, tapi juga ikon agribisnis nasional yang berdaya saing global,” pungkas Fachri. ***




KADIN NTT Dukung Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dan Penurunan Stunting di Kabupaten TTS

Soe,nwartapedia.com   – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, menghadiri acara pembukaan kegiatan Penggerakan dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem dan Penurunan Stunting yang digelar di halaman Kantor Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (29/10/2025) pagi.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto menegaskan komitmen KADIN NTT untuk terlibat aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam penanganan stunting di wilayah NTT.

Ia menyatakan bahwa KADIN siap berperan sebagai “orang tua asuh” bagi anak-anak yang terdampak stunting melalui program yang diinisiasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

“Saya siap mendukung kegiatan BKKBN, khususnya menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting. Saya juga akan mengimbau anggota KADIN dan para pengusaha untuk turut berpartisipasi menjadi orang tua asuh bagi anak-anak stunting di NTT,” ujar Bobby Lianto.

Selain itu, Bobby menambahkan bahwa KADIN NTT juga tengah mendorong pembangunan dapur SPPG dalam rangka mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan Kabupaten TTS.

“Kami dari KADIN NTT mendukung penuh pembangunan dapur SPPG dan MBG di daerah 3T, khususnya di TTS. Ini menjadi komitmen kami, sebab masyarakat di desa-desa terpencil sangat membutuhkan dukungan nyata seperti ini,” tambahnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, yang dalam sambutannya menyampaikan kondisi kemiskinan dan stunting di wilayahnya. Menurut Eduard, angka kemiskinan di Kabupaten TTS masih tergolong tinggi, yakni mencapai 24,64 persen, sementara angka stunting berdasarkan data semester I tahun 2025 tercatat sebesar 41,5 persen, atau sekitar 12.213 anak.

“Pemerintah Daerah TTS sangat mengharapkan dukungan pemerintah pusat dalam program pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” tegas Bupati Eduard.

Sementara itu, dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga), hadir Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat, Sukaryo Teguh Santoso, yang memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemkab TTS dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.

Dalam arahannya, Sukaryo menyampaikan empat program prioritas dalam percepatan penurunan stunting, yaitu Program Ayah Asuh, Taman Asuh Sayang Anak, Gerakan Ayah Teladan, serta Lansia Berdaya. Ia juga menyoroti tantangan utama yang dihadapi masyarakat, yakni masih rendahnya pengetahuan dan pemahaman tentang stunting.

Melalui kegiatan ini, KADIN NTT menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting, khususnya di Provinsi NTT. ***




Mediasi Buntu! Andre Lado, S.H. Desak Pengadilan Tunda Eksekusi Tanah Lampu Merah Oesapa

Kupang, nwartapedia.com — Sidang mediasi perkara perlawanan eksekusi atas tanah bernilai miliaran rupiah di kawasan Lampu Merah Oesapa, Kota Kupang, berakhir tanpa kesepakatan.

Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kupang, Kamis (30/10/2025), dipimpin oleh Hakim Mediator Florence Katerina, S.H., M.H.

Enam tergugat melalui kuasa hukumnya, Azis Ismail, S.H., menolak tawaran damai, sementara tergugat ketujuh, Paulus Kou, memilih diam melalui kuasa hukumnya Yafet Mau, S.H.

Perkara bernomor 321/Pdt.Bth/2025/PN Kpg ini diajukan oleh Agustinus Fanggi sebagai pelawan, yang diwakili Advokat Andre Lado, S.H. Para tergugat adalah Satrya Dindus Liwe, Happy Christyn Liwe, Honey Lestari Liwe, Prince Liwe, El Roy Liwe, Drs. Anthon A. Liwe Rohi, dan Paulus Kou.

Objek sengketa berupa tanah SHM No. 2287/Oesapa seluas 535 m² atas nama Paulus Kou, dengan nilai aset diperkirakan lebih dari Rp2 miliar.

Andre Lado: “Ada Hak yang Belum Dipertimbangkan”

Kepada wartawan, Andre Lado menyampaikan bahwa pihaknya meminta PN Kupang menunda eksekusi tanah karena terdapat hak hukum kliennya yang belum dipertimbangkan, khususnya terkait bukti jual beli dan dua kwitansi pembayaran masing-masing Rp25 juta yang terjadi pada 2007 dan 2008.

“Kami berharap agar proses eksekusi ini dapat segera ditangguhkan. Ada hak hukum yang belum dinilai secara adil,” tegas Andre.

Ia menjelaskan, sesuai Pasal 207 ayat (3) HIR dan 227 RBg, perlawanan terhadap eksekusi (partij verzet) dapat diajukan jika ada pihak ketiga yang merasa haknya terganggu oleh pelaksanaan eksekusi.

“Klien saya bukan hanya pegang kwitansi jual beli, tapi juga telah menguasai tanah itu dan membangun lima kamar kos di atasnya. Kurang beralasan apa lagi?” ujarnya.

Dua Prinsip Hukum yang Berbenturan

Meski demikian, Andre juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara kepastian hukum dari putusan yang sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht) dan perlindungan terhadap hak pihak ketiga yang mungkin dirugikan.

“Kasus ini membenturkan dua prinsip penting dalam hukum perdata: kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak yang sah,” jelasnya.

Sebelumnya, tanah sengketa ini telah melalui proses hukum panjang hingga Putusan MA RI No.1033 K/Pdt/2023 yang telah berkekuatan hukum tetap sejak 17 Mei 2023.

Namun, menurut Andre, kliennya tidak pernah dilibatkan dalam proses tersebut dan baru mengetahui fakta kepemilikan saat tahap konstatering.

Jika klaim kepemilikan Agustinus Fanggi terbukti sah, pengadilan berpotensi menunda eksekusi hingga perlawanan hukum ini memiliki putusan tetap. ***




Wakil Wali Kota Kupang Tekankan Etika dan Keteladanan ASN Lewat Bimtek Keprotokolan

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang terus mendorong peningkatan profesionalisme dan etika aparatur sipil negara (ASN).

Hal ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc., saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keprotokolan bagi pegawai di lingkungan Pemkot Kupang, yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan bertema Meneguhkan Etika Pelayanan dan Keteladanan melalui Keprotokolan yang Humanis dan Melayani ini diikuti oleh 107 peserta, terdiri atas ASN dari berbagai perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, serta mahasiswa magang dari Universitas Nusa Cendana (UNDANA) dan siswa SMK Negeri 2 Kupang.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Serena menegaskan bahwa keprotokolan bukan hanya soal tata upacara atau seremonial, melainkan mencerminkan wajah birokrasi yang beretika, tertib, dan melayani.

“Keprotokolan adalah tata rasa dan tata sikap tentang bagaimana kita menampilkan wajah birokrasi, bagaimana kita beretika, berkomunikasi, dan melayani dengan hati. Prinsip dasar pemerintahan adalah melayani to govern is to serve,” ujar Serena.

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah kegiatan pemerintahan tidak diukur dari kemegahannya, tetapi dari bagaimana tamu dan peserta merasa dihargai serta dari sikap santun aparatur pemerintah dalam setiap interaksi.

Serena juga mengingatkan pentingnya kesederhanaan dan menjauhi perilaku pamer di kalangan ASN.

“Kita harus menampilkan pelayanan yang tulus dan etika yang baik. Pemerintah hadir bukan sebagai penguasa, tetapi sebagai pelayan masyarakat. Mari kita mulai dari diri sendiri dari cara berpakaian, berbicara, hingga bersikap,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang yang dinilai terus berinovasi dan menunjukkan peningkatan kualitas dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan pemerintahan serta publikasi media.

“Terima kasih kepada seluruh panitia atas pelaksanaan kegiatan ini. Semoga menjadi ruang pembelajaran yang memperkaya pengetahuan dan memperkuat semangat pelayanan publik yang beretika dan humanis,” ungkap Serena.

Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Daud Noftianus Nafi, S.STP., M.M., dalam laporannya menjelaskan bahwa keprotokolan merupakan bagian penting dari citra pemerintahan yang profesional.

Menurutnya, keprotokolan tidak hanya berkaitan dengan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan, tetapi juga menjadi simbol etika pelayanan publik yang sopan, disiplin, dan berempati.

“Melalui Bimtek ini, kami berharap ASN dapat memahami prinsip-prinsip dasar protokol sekaligus menumbuhkan karakter aparatur yang berintegritas, komunikatif, dan melayani dengan hati,” ujar Daud.

Kegiatan Bimtek yang berlangsung selama dua hari, 29–30 Oktober 2025, menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten, antara lain Sandra Erawanto, S.STP., M.Pub.Pol., Widyaiswara dan pakar keprotokolan serta etika pergaulan internasional; Christina T. Weking, M.Hum. dari Balai Bahasa Provinsi NTT; dan Dwi Indriani, S.Tr.IP., Penata Keprotokolan dari Kementerian Dalam Negeri.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kupang berharap seluruh peserta dapat menjadi contoh dalam penerapan etika pelayanan publik dan mampu mengimplementasikan prinsip-prinsip keprotokolan secara profesional di setiap kegiatan pemerintahan. ***




PDAM Kota Kupang Perkuat Layanan Publik Lewat Bimtek Hubungan Pelanggan Bersama Radio Trilolpk

Kupang nwartapedia.com  –  Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Kapasitas Bagian Hubungan Langganan.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan Radio Trilolpk yang berlangsung di Aula Radio Trilolpk Kupang pada Kamis (30/10/2025).

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa bimtek ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemampuan komunikasi, pelayanan, serta membangun hubungan yang harmonis dengan pelanggan.

“Ini momentum yang sangat berharga bagi kami. Setelah sebelumnya kami melaksanakan bimtek serupa untuk bagian keuangan, kali ini fokus diberikan kepada teman-teman bagian hubungan pelanggan,”ungkap Isidorus. 

“Kadang kita merasa sudah paham banyak hal, namun saat berinteraksi dengan masyarakat, kita menyadari masih banyak yang perlu dipelajari. Karena itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk belajar bersama, mendengarkan masukan, dan memperbaiki diri,”tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam struktur organisasi Perumda Air Minum Kota Kupang, terdapat tiga pilar utama pelayanan, salah satunya adalah hubungan pelanggan.

Melalui bimtek ini, diharapkan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan seluruh pegawai semakin meningkat, sehingga berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Kami juga mengajak petugas pembaca meteran untuk ikut hadir. Mereka ini adalah garda terdepan yang setiap hari bertemu pelanggan. Kadang mereka menghadapi situasi yang tidak mudah dimarahi pelanggan atau mendapat sambutan kurang baik. Tapi di sisi lain, kita juga menerima keluhan bahwa petugas kita kurang komunikatif. Maka dari itu, kegiatan seperti ini penting untuk kita saling berdiskusi dan belajar memperbaiki diri,” jelasnya.

Isidorus menekankan bahwa pelanggan merupakan aset utama perusahaan yang harus dijaga dengan baik.

“Kalau kita tidak menjaga aset ini, kita sendiri yang rugi. Pelayanan yang baik akan membuat pelanggan kita tetap setia dan percaya. Jangan sampai mereka lebih memilih layanan lain karena merasa tidak puas dengan kita. Komunikasi yang baik adalah kunci agar pelanggan merasa diperhatikan dan dihargai,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Radio Trilolpk, Pater Dismas Mauk, SVD, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja sama yang terjalin antara Radio Trilolpk dan Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Kami sangat senang bisa menjadi bagian dari kegiatan ini. Radio Trilolpk tidak hanya berperan sebagai media informasi, tetapi juga sebagai mitra pengembangan kapasitas sumber daya manusia di daerah. Kerja sama ini menjadi contoh sinergi yang positif antara lembaga penyiaran dan institusi pelayanan publik,” ujar Pater Dismas.

Dalam kegiatan bimtek tersebut, dihadirkan dua narasumber utama, yakni Pater Dismas Mauk, SVD, yang membawakan materi “Komunikasi Efektif sebagai Kunci Sukses Hubungan Pelanggan”, serta Ernny Yasinta, dengan materi “Peran Humas dalam Menunjang Visi Perusahaan”.

Keduanya didampingi oleh narasumber pendukung Maria V. D. P. Swan dan Robertus Fahik, yang turut memberikan perspektif praktis dan inspiratif dalam membangun komunikasi publik yang efektif.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif, di mana para peserta membagikan pengalaman lapangan serta strategi untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Dengan terselenggaranya bimtek ini, Perumda Air Minum Kota Kupang berharap seluruh pegawai, terutama bagian hubungan pelanggan, mampu menjadi garda depan pelayanan publik yang profesional, komunikatif, dan berintegritas demi mewujudkan layanan air bersih yang prima dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Kupang. (MI)




Wagub Johni Asadoma Resmi Buka Musda XIV HIPMI NTT: Dorong Kolaborasi Pengusaha Muda Bangun NTT

Kupang nwartapedia.com  –  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XIV Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi NTT yang digelar di Hotel Harper Kupang, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar H. Buchari; Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Soares; Ketua BPD HIPMI NTT Periode 2022–2025, M. Ikhsan Darwis; serta sejumlah pimpinan asosiasi dan lembaga seperti Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto, Ketua Gapensi NTT, Vivo Ballo, dan perwakilan dari Bank NTT, Jamkrida, serta Bank Christa Jaya.

Musda XIV HIPMI NTT kali ini juga menjadi ajang pemilihan Ketua Umum HIPMI NTT Periode 2025–2028, sekaligus penyusunan arah program kerja organisasi untuk tiga tahun ke depan.

Berdasarkan hasil pendaftaran, hanya terdapat satu calon ketua, yakni Heru Dupe, yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi tersebut.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Filmon Loasana menyampaikan bahwa Musda XIV mengusung tema “Kolaborasi Bangun NTT Bersama Pengusaha Muda NTT.”

Ia menegaskan bahwa keberadaan HIPMI bukan sekadar ajang prestise, melainkan wadah kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Hari ini kami berkomitmen bahwa HIPMI harus berkolaborasi dengan pemerintah. Kami HIPMI NTT akan berjalan bersama Pak Melki dan Pak Asadoma untuk membangun NTT yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI NTT, M. Ikhsan Darwis, menyoroti kondisi ekonomi daerah yang masih menghadapi tantangan serius, seperti pengangguran, kemiskinan, dan terbatasnya lapangan kerja.

“Pemerintah butuh HIPMI. Kita akan bekerja sama, membuka lapangan pekerjaan, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun NTT,” tegas Ikhsan.

Ia juga menambahkan bahwa HIPMI harus menjadi ruang kolaborasi yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru di berbagai sektor, terutama pertanian, peternakan, dan kewirausahaan.

“Kalau kita lihat dari program Bapak Presiden, ada MBG. Kita bisa masuk ke situ, meningkatkan ekonomi di bidang pertanian, peternakan, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar H. Buchari, mengingatkan peserta Musda agar tidak kehilangan esensi kegiatan organisasi tersebut.

“Musda adalah tempat teman-teman menyusun program kerja yang relevan untuk membantu Pemprov NTT. Jangan hanya mengejar waktu, tapi hilang esensinya. Gunakan forum ini untuk berdialog, bernegosiasi, dan menyusun pokok-pokok pikiran yang bisa berkontribusi nyata bagi pembangunan provinsi NTT,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Musda XIV HIPMI NTT yang berlangsung tertib dan kondusif.

“Saya senang karena Musda ini hanya memiliki calon tunggal untuk Ketua HIPMI NTT, sehingga diyakini akan berjalan lancar tanpa perpecahan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya peran HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengelola potensi daerah dan membuka lapangan kerja baru.

“HIPMI harus menjadi mitra kerja pemerintah, mampu mengolah sumber daya daerah, membuka lapangan kerja, dan ikut menumbuhkan ekonomi masyarakat. Perekonomian NTT harus terus maju meskipun kita menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan dinamika geopolitik serta geoekonomi global,” ungkapnya.

Wagub juga berharap agar HIPMI terus berinovasi dan berkreasi dalam menjawab tantangan zaman.

“Semoga HIPMI terus membangkitkan semangat kewirausahaan, berinovasi, dan berkolaborasi demi kemajuan NTT,” tutupnya.

Dengan dibukanya secara resmi Musda XIV HIPMI NTT oleh Wakil Gubernur Johni Asadoma, diharapkan agenda organisasi ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi kemajuan HIPMI serta memperkuat kemitraan dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi NTT yang inklusif dan berkelanjutan. ***