Piala Futsal Gubernur NTT 2025 Resmi Ditutup, Melki Laka Lena Dorong Pembinaan Futsal Menuju Prestasi Nasional

Kupang nwartapedia.com  — Turnamen Futsal Piala Gubernur Nusa Tenggara Timur 2025 secara resmi ditutup oleh Melkiades Laka Lena, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi NTT, dalam upacara penutupan yang berlangsung meriah di GOR Oepoi Kupang. Acara ini menjadi puncak rangkaian kompetisi futsal yang diikuti berbagai tim dari kabupaten/kota di seluruh NTT.

Penutupan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Kupang yang juga Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten Kupang, para perwakilan sponsor, jajaran pengurus Asosiasi Futsal Provinsi NTT, serta seluruh manajemen dan pemain dari tim peserta.

Dalam sambutannya, Melkiades Laka Lena menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh pihak yang berperan dalam menyukseskan turnamen. Ia menilai turnamen ini telah berjalan dengan baik dan menjadi wadah strategis untuk menjaring pemain muda berbakat dari berbagai daerah.

“Turnamen ini menjadi ajang penting untuk menemukan potensi atlet futsal yang dapat dibina menjadi pemain profesional. Saya meminta panitia mencatat dan memetakan para pemain yang menonjol agar dapat dipersiapkan menuju level kompetisi nasional,” tegas Melkiades.

Ia juga mengungkapkan bahwa baru-baru ini dirinya telah melakukan koordinasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga terkait pengembangan futsal di NTT. “Pemerintah pusat tetap melihat NTT sebagai provinsi yang memiliki potensi besar dalam cabang futsal. Karena itu, pembinaan berkelanjutan perlu kita lakukan bersama,” ujarnya.

Melkiades tak lupa memberikan motivasi kepada para atlet muda agar terus berlatih, menjaga disiplin, dan mengembangkan diri, baik di bidang olahraga maupun bidang kreatif lainnya. “Anak-anak muda NTT harus terus mengasah kemampuan. Jadilah generasi yang unggul dan berdampak bagi daerah ini,” pesannya.

Menutup sambutannya, Melkiades memanjatkan puji syukur dan memohon berkat Tuhan sebelum resmi menutup Turnamen Futsal Piala Gubernur NTT 2025. Ia menyampaikan optimisme bahwa futsal NTT dapat menorehkan prestasi pada PON 2028, meskipun cabang futsal akan digelar di Provinsi NTB.

“Saya berharap tim futsal NTT dapat tampil kuat dan meraih kemenangan di PON 2028. Potensi kita besar, tinggal kita kelola dengan baik,” tutupnya.

Upacara penutupan berlangsung dengan penyerahan trofi dan penghargaan kepada tim juara, pemain terbaik, serta apresiasi kepada sponsor dan pihak-pihak yang mendukung penuh penyelenggaraan turnamen ini. (MI)




Panen Perdana Ikan Lele di Bakunase, Lurah Dampingi Camat Kota Raja Apresiasi Usaha Warga

Kupang,nwartapedia.com  — Pemerintah Kecamatan Kota Raja bersama Pemerintah Kelurahan Bakunase terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Hal ini ditandai dengan kehadiran Camat Kota Raja, Victor Reyneer Therik, bersama Lurah Bakunase, Wilhelmus L. Diken, dalam panen perdana ikan lele yang dilakukan oleh Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Bertumbuh Bersama, Kamis (11/12), di kolam milik Mas Kasmadi yang berlokasi di RT 12 RW 04 Kelurahan Bakunase, Kota Kupang.

Budidaya ikan air tawar kini semakin berkembang sebagai usaha rumahan yang menjanjikan bagi warga Kelurahan Bakunase. Salah satu tokoh yang menjadi inspirasi adalah Mas Kasmadi (54), warga asal Lamongan, Jawa Timur.

Ia memulai usaha budidaya ikan lele dari kolam terpal sambil berjualan ayam potong beku.

Berkat ketekunan dan disiplin menabung, usahanya berkembang hingga kini memiliki 21 kolam bioflok berdiameter 3 meter dengan total kapasitas sekitar 21.000 ekor ikan lele. Meski sering menghadapi tantangan tingginya mortalitas bibit dari Pulau Jawa akibat perbedaan suhu dan kualitas air, Mas Kasmadi tidak menyerah dan mulai belajar melakukan pembenihan secara mandiri.

“Permintaan lele di pasar Kota Kupang sangat tinggi, sementara ketersediaan stok masih kurang. Saya sering kewalahan memenuhi permintaan,” ujar Mas Kasmadi, yang merencanakan pengembangan hingga 30 kolam bioflok.

Kelompok Budidaya Ikan Air Tawar Bertumbuh Bersama yang dipimpin oleh Bapak Ebenhazer Happy Un, sekaligus Ketua RT 12, beranggotakan 10 orang termasuk Mas Kasmadi. Ebenhazer menegaskan bahwa kelompok ini dibentuk sebagai wadah untuk membangun semangat bersama dalam menjadikan budidaya ikan air tawar sebagai ikon Kelurahan Bakunase.

Dalam kesempatan itu, Camat Kota Raja, Victor Reyneer Therik, menyampaikan apresiasi serta komitmen pemerintah kecamatan untuk terus mendukung pengembangan usaha masyarakat.

“Kami akan membangun komunikasi dengan Dinas Perikanan Kota Kupang agar kelompok ini dapat memperoleh bantuan berupa bibit dan pakan, sehingga ke depan usaha ini bisa semakin berkembang,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Bakunase, WWilhelmus L. Diken, menegaskan dukungan penuh terhadap setiap inisiatif usaha masyarakat tanpa membedakan suku, ras, maupun golongan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan warga sekitar serta memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Setiap usaha tentu memiliki tantangan, terutama terkait dampak sosial dan lingkungan. Kami berharap pembudidaya terus menjalin relasi yang baik dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Panen perdana ini dilakukan langsung oleh Camat Kota Raja, didampingi Lurah Bakunase, Ketua RW 04, Ketua Kelompok Bertumbuh Bersama yang juga Ketua RT 12, serta para anggota kelompok.

Panen ini menjadi simbol semangat baru pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, sekaligus momentum mendorong masyarakat Bakunase memanfaatkan potensi sumber air yang melimpah untuk budidaya ikan air tawar. (MI)




Pengamat Nasional: Survei Undana Buktikan Kepemimpinan Wali Kota – Wawali Kupang Bekerja dengan Hati dan Transformasional

Kupang, nwartapedia.com — Pengamat ekonomi politik nasional, Ferdy Hasiman, memberikan tanggapan atas hasil survei kepuasan publik yang dilakukan Universitas Nusa Cendana (Undana) terkait kinerja Wali Kota Kupang Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis.

Pernyataan tersebut ia sampaikan kepada media ini pada Kamis, 11 Desember 2025.

Ferdy menilai bahwa capaian tingkat kepuasan publik yang tinggi merupakan bukti nyata bahwa keduanya memimpin dengan ketulusan dan komitmen pelayanan yang kuat kepada masyarakat Kota Kupang.

“Itu bukti Pak Wali dan Ibu Wakil sejak awal bekerja dengan penuh hati dan tulus untuk melayani warga Kota Kupang,” tegas Ferdy.

Menurutnya, sejak hari pertama memimpin, Christian dan Serena langsung melakukan berbagai gebrakan yang berdampak pada percepatan pelayanan publik.

Keduanya disebut berhasil mengambil hati birokrasi tanpa praktik tebang pilih, dengan tetap menempatkan aparatur pemerintah sebagai jangkar dan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

“Pak Wali dan Bu Wakil telah mampu mengambil hati birokrat. Mereka tidak tebang-pilih dan menjadikan birokrat sebagai mitra utama dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Sinergi yang baik antara pimpinan daerah dan birokrasi ini, menurut Ferdy, menjadi salah satu faktor utama terciptanya stabilitas, efektivitas kebijakan, dan peningkatan kualitas pelayanan.

Ferdy juga menyoroti kemampuan keduanya dalam membangun kerja sama politik dengan DPRD Kota Kupang serta berkolaborasi dengan masyarakat sipil.

Ia menilai hubungan yang harmonis itu membuat banyak kebijakan transformatif dapat terwujud.

Salah satu contoh yang ia sebut adalah penguatan ekosistem UMKM melalui program SiBoaK, yang dinilai berdampak langsung pada peningkatan pendapatan kelompok masyarakat ekonomi bawah.

“Kebijakan seperti pembangunan ekosistem UMKM melalui SiBoaK adalah contoh nyata bagaimana mereka mendorong peningkatan pendapatan masyarakat kecil,” kata Ferdy.

Selain itu, Ferdy mengapresiasi langkah cepat Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang yang secara aktif menjalin komunikasi ke pemerintah pusat untuk memperjuangkan kepentingan pegawai dan masyarakat.

“Pak Wali dan Bu Wakil gerak cepat ke Jakarta membantu pengangkatan pegawai PPPK sehingga mereka kini memiliki pendapatan tetap dan konsumsi di Kota Kupang ikut meningkat,” ungkapnya.

Sinergi yang baik antara Pemerintah Kota Kupang dan pemerintah pusat, menurut Ferdy, turut menghasilkan pengakuan dan apresiasi tinggi dari berbagai pihak.

Ferdy juga menyoroti pengakuan internasional terhadap kepemimpinan Christian Widodo. Ia menyebut bahwa Christian sempat diundang sebagai pembicara kunci pada sebuah forum di Tiongkok beberapa bulan lalu, sebuah momentum yang memperkenalkan Kota Kupang ke komunitas global.

“Pak Wali sudah mendapat sambutan komunitas global dan cara kerjanya didengar di Tiongkok. Di tangan mereka, Kota Kupang mulai dikenal di komunitas internasional. Ini karena mereka tulus dan cerdas,” jelasnya.

Menurut Ferdy, kepemimpinan Christian dan Serena mencerminkan gaya kepemimpinan transformatif di NTT, bukan kepemimpinan dominatif. Ia menilai keduanya melakukan perubahan secara sistematis, terukur, dan mengedepankan tata kelola yang baik.

“Mereka tipe pemimpin transformatif. Mereka mengubah Kota Kupang berdasarkan cara kerja yang baik, bukan dominasi,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Ferdy berharap agar kepemimpinan keduanya terus membawa Kota Kupang semakin maju dan bercahaya di tahun-tahun mendatang.

“Semoga ke depan makin bercahaya,” ujarnya. (MI)




Kepuasan Publik Melonjak, Wali Kota Kupang Janji Tidak Terlena dan Terus Berbenah

Kupang,nwartapedia.com  —  Wali Kota Kupang, Christian Widodo, memberikan tanggapan resmi atas hasil survei kepuasan masyarakat yang dirilis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana).

Survei tersebut mencatat tingkat kepuasan publik mencapai 80,1 persen pada delapan bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Serena Francis sebuah capaian yang dinilai jarang terjadi dalam sejarah survei kepuasan masyarakat di Kota Kupang.

Christian mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui hasil survei tersebut setelah menerima laporan dari sejumlah kolega di Undana

. Ia menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada warga Kota Kupang yang memberikan penilaian positif terhadap kinerja pemerintah kota.

“Saya puji Tuhan, bersyukur kalau memang masyarakat menilai seperti ini. Ini bukan hebat saya, tapi karena izin Tuhan dan dukungan masyarakat. Kalau masyarakat puas, kita gas tambah,” ujarnya.

Menurut Christian, peningkatan kepuasan publik tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung program-program pemerintah kota.

Salah satu contoh yang ia soroti adalah pengelolaan sampah, di mana terjadi perubahan perilaku signifikan pada masyarakat.

“Sekarang masyarakat tidak sekadar ikut aturan, tetapi saling mengingatkan. Mereka bilang ‘jangan buang sampah sembarang’. Dengan adanya roadmap dan fasilitas yang disiapkan, perubahan itu makin terasa,” jelasnya.

Ia menilai kemajuan pembangunan yang terlihat secara nyata turut berkontribusi pada meningkatnya kepercayaan masyarakat, meski masa kepemimpinannya belum genap satu tahun.

Christian juga menyinggung kebijakan pembatasan musik hingga larut malam yang sebelumnya menuai pro dan kontra. Namun, menurutnya, masyarakat kini justru memahami manfaat dari kebijakan tersebut.

“Masyarakat berdiskusi sendiri, termasuk teman-teman media, menjelaskan bahwa kebijakan ini untuk mengurangi risiko kecelakaan dan kriminalitas. Dukungan mereka luar biasa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang telah bekerja secara optimal dalam mendukung setiap kebijakan pemerintah kota.

“Di tengah keterbatasan yang luar biasa ini, bisa mencapai kepuasan publik 80 persen adalah pencapaian luar biasa. OPD sudah mendukung penuh,” tegasnya.

Meski demikian, Christian memastikan bahwa pemerintah tidak akan terlena dengan capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa evaluasi rutin akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas pelayanan publik.

“Saya masih merasa banyak kekurangan. Masih banyak yang harus diperbaiki. Ini apresiasi, tetapi kita tidak boleh terlena,” tegasnya.

Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara FISIP Undana merilis hasil survei kepuasan publik terhadap kinerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

Survei mencatat tingkat kepuasan sebesar 80,10 persen, angka yang dinilai berada di atas rata-rata kota sejenis.

Hasil tersebut dipaparkan dalam Diskusi Publik Kepemimpinan Transformasi Kepala Daerah yang digelar Forum Advokasi Kebijakan Publik di Subasuka Resto, Sabtu (6/12/2025).

Narasumber pertama, Dr. I Yoga Putu Bumi Pradana, menjelaskan bahwa survei dilakukan secara independen setelah Pilkada Serentak 2024. Kota Kupang dipilih karena statusnya sebagai barometer pembangunan di Nusa Tenggara Timur.

“Publik merasakan arah baru, ritme baru, dan energi baru dari kepemimpinan Christian–Serena. Bahkan 65,28 persen responden tidak menyebutkan kelemahan kepemimpinan, menunjukkan penerimaan publik yang sangat tinggi,” ungkapnya.

Narasumber kedua, Dr. Laurensius Sairani, menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan dan peningkatan akuntabilitas, terutama terkait persoalan sampah dan ketersediaan air minum yang masih menjadi keluhan utama warga.

“Jika dua masalah ini tidak ditangani dengan baik, tingkat kepuasan bisa berubah,” ujarnya.

Secara umum, hasil survei menempatkan Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Christian Widodo dan Serena Francis pada posisi kuat di mata publik.

Tingkat kepercayaan yang tinggi ini dinilai menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan dan memperkuat inovasi pelayanan publik.

Christian menutup tanggapannya dengan mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga dan membangun Kota Kupang.

“Mari jadikan Kota Kupang sebagai rumah yang aman, nyaman, dan membanggakan untuk kita ceritakan,” katanya.

Dengan dukungan masyarakat, OPD, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan, Pemerintah Kota Kupang optimistis dapat melanjutkan agenda pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi warga. (*)




Tes Kontrol Akhir Tahun Sentra PPLD, PPLMD, dan SPOBNAS Dispora NTT Resmi Dibuka

Kupang,nwartapedia.com   — Kegiatan Tes Kontrol Akhir Tahun bagi atlet-atlet binaan Sentra PPLD, PPLMD, serta SPOBNAS yang berada di bawah naungan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dispora NTT) resmi dimulai pada Senin pagi (11/12).

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Plt. Kadispora NTT yang diwakili oleh Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora NTT, Dr. Frans Sales, S.Pd., MM.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tim Independen/Pengelola, para pelatih dari 11 cabang olahraga (cabor) binaan, serta atlet-atlet dari seluruh cabor tersebut.

Dalam struktur pembinaan, masing-masing cabor memiliki atlet inti (lapisan utama) dan atlet pendamping (lapisan kedua).

Menurut Dr. Frans Sales, seluruh atlet wajib mengikuti rangkaian item tes yang telah disusun oleh Tim Independen/Pengelola. Tes tersebut dikoordinir oleh Dudi Y. Baranuri, sementara instrumen tes dipimpin oleh Dr. Jhoni Lumba, M.Pd., dengan dukungan para pelatih, unsur pengelola sentra, dan ASN Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora NTT.

Cabor Binaan Sentra PPLD & PPLMD

Saat ini, terdapat 11 cabang olahraga yang dibina pada kedua sentra tersebut, di antaranya Atletik, Tinju,  Pencak Silat, Kempo,Taekwondo, Wushu, Kick Boxing, Kriket, Futsal, Sepaktakraw dan Angkat Besi. 

Cabor Binaan Sentra SPOBNAS

Selain itu, pada Sentra SPOBNAS terdapat 5 cabang olahraga binaan, yaitu Atletik, Taekwondo, Pencak Silat, Wushu dan Karate.

Ketiga sentra pembinaan ini berada langsung di bawah koordinasi teknis Dispora NTT.

Upaya Besar Mewujudkan Prestasi dan Visi NTT Maju

Dr. Frans Sales menegaskan bahwa pembinaan olahraga ini merupakan kerja besar pemerintah untuk mencapai visi NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, Berkelanjutan, dan Berprestasi Tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi, sinergitas, dan soliditas antara semua pihak, baik internal maupun eksternal, termasuk para pemangku kepentingan (stakeholders). Semua pihak diharapkan memberikan kontribusi dan keterlibatan aktif untuk meningkatkan kualitas pembinaan di ketiga sentra tersebut.

“Sentra SPOBNAS, PPLD, dan PPLMD merupakan model pembinaan kolaboratif yang menjadi role model manajemen pemusatan latihan dan kompetisi di NTT. Dengan pola pembinaan yang baik dan profesional, kita berharap pada PON Bersama NTT–NTB tahun 2028, kontingen NTT memiliki data atlet yang siap tampil dan bersaing,” ujar Frans Sales.

Menuju PON Bersama 2028

Kegiatan tes akhir tahun ini menjadi bagian penting dalam pemetaan performa atlet menuju PON Bersama 2028. Data hasil tes akan menjadi dasar bagi pelatih dan tim teknis untuk menentukan program latihan lanjutan serta pemusatan latihan yang lebih terarah.

Dengan dukungan pemerintah, pelatih, pengelola, dan seluruh masyarakat olahraga NTT, diharapkan pembinaan pada Sentra SPOBNAS, PPLD, dan PPLMD terus meningkat demi kejayaan olahraga Nusa Tenggara Timur di masa mendatang. (MI)