Pemkot Kupang Resmi Buka Seleksi Dirut PD Pasar, Pendaftaran Dimulai 17–22 November 2025

Kupang,nwartapedia.com  –  Pemerintah Kota Kupang resmi membuka proses seleksi Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Kupang). Tahapan pendaftaran akan berlangsung pada 17–22 November 2025, sesuai keputusan yang telah ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry Pelt.

Pengumuman pembukaan seleksi tersebut disampaikan Sekda Jeffry Pelt, didampingi Asisten II Sekda Kota Kupang, Ignasius Lega, kepada wartawan usai penyerahan bantuan dari Wali Kota Kupang dan PSI kepada tiga panti asuhan di Kota Kupang, Minggu (16/11/2024).

“Kita sudah naikkan dan saya sudah tandatangani. Pembukaan seleksi akan dibuka dari tanggal 17–22 November 2025. Jadi pembukaan seleksi itu mulai besok 17 November 2025,” ujar Jeffry.

Jeffry menjelaskan bahwa setelah pendaftaran ditutup, panitia seleksi akan melanjutkan dengan tahapan seleksi administrasi, yang akan menentukan peserta yang berhak maju ke tahap berikutnya.

Peserta yang lolos administrasi wajib menyiapkan makalah dan rencana bisnis terkait pengelolaan dan pengembangan PD Pasar.

“Ada pemaparan makalah, ada tanya jawab. Setelah selesai semua itu baru diputuskan, satu per satu. Nanti juga ada tanggung jawab dengan Pak Wali Kota. Beliau perintahkan kami menentukan siapa yang terpilih menjadi Dirut PD Pasar baru diumumkan,” jelas Jeffry.

Pemkot Kupang menargetkan seluruh rangkaian seleksi dapat diselesaikan tepat waktu.

“Kita harapkan sekitar tanggal 2 atau 3 Desember 2025 itu sudah final dan bisa diumumkan,” tambahnya.

Seleksi terbuka ini diharapkan mampu menghasilkan sosok Direktur Utama yang profesional, memiliki visi pengembangan pasar yang modern, serta mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan pendapatan daerah melalui inovasi dan tata kelola pasar yang lebih baik. (MI)




Goris Takene Hadirkan Gasing Timor di TMII, Ketua KPOTI Titip Salam untuk Wali Kota Kupang

Jakarta,nwartapedia.com  –  Pembukaan Teras Main Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (15/11/2025), berlangsung meriah dan sarat nuansa budaya.

Dalam acara yang digagas oleh Komite Permainan Rakyat dan. Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Pusat tersebut, Ketua KPOTI Kota Kupang Goris Takene tampil membawa permainan tradisional gasing kayu khas Timor, menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pengunjung.

Gasing Timor yang dibawa delegasi dari Kupang menarik perhatian karena bentuknya yang unik, teknik memainkannya yang khas, serta nilai budaya yang dikandungnya.

Bagi KPOTI Kota Kupang dan masyarakat Nusa Tenggara Timur, partisipasi di ajang nasional ini bukan sekadar hadir, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menjaga identitas dan warisan permainan rakyat.

“Permainan tradisional ini adalah identitas kita. Kami membawa gasing Timor sebagai simbol bahwa Kupang ikut bergerak menghidupkan kembali permainan rakyat Indonesia,” ujar Goris Takene.

Ketua Umum KPOTI, Arsjad Rasjid, turut memberikan apresiasi atas kehadiran tim dari Kota Kupang yang menempuh perjalanan jauh demi menunjukkan komitmen mereka terhadap pelestarian permainan rakyat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman dari Kota Kupang yang bersedia datang jauh-jauh membawa gasing Timor. Ini bentuk komitmen nyata dari daerah dalam merawat permainan rakyat,” ujarnya.

Arsjad juga menitipkan salam khusus kepada Wali Kota Kupang dan menyampaikan harapannya untuk kolaborasi yang lebih besar di masa mendatang.

“Nanti tolong sampaikan salam kami kepada Bapak Wali Kota Kupang. Mari bersama KPOTI kita kolaborasi untuk menghidupkan permainan rakyat dan olahraga tradisional, dari Kota Kupang untuk Indonesia dan dunia,” tambah mantan Ketua KADIN tersebut.

Pembukaan acara ditandai dengan prosesi pengguntingan pita oleh Wakil Kepala BPIP sekaligus pembina KPOTI, Rima Agristina. Beragam permainan rakyat dari berbagai daerah ditampilkan dan dimainkan secara langsung, menciptakan suasana edukatif dan merayakan kekayaan budaya Nusantara. (goe)




Wali Kota Kupang Rayakan Ulang Tahun dengan Berbagi di Tiga Panti Asuhan

Kupang,nwartapedia.com   – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo merayakan hari ulang tahunnya dengan cara berbeda tahun ini. Bertepatan dengan hari lahir Partai Solidaritas Indonesia (PSI), ia memutuskan untuk tidak menggelar pesta ataupun acara makan bersama. Sebagai gantinya, ia memilih mengunjungi tiga panti asuhan sebagai wujud kepedulian kepada sesama.

“Tahun ini ulang tahun saya bertepatan dengan ulang tahun Partai Solidaritas Indonesia. Kami memutuskan untuk tidak membuat pesta. Kami memilih datang ke panti asuhan,” ujar Wali Kota Kupang dalam kunjungannya, Minggu (16/11/2025).

Tiga panti asuhan yang dikunjungi mewakili tiga golongan agama, yaitu Panti Asuhan AAttin Namosain (Muslim) di Kelurahan Namosain, Kecamatan Alak, Panti Asuhan Louise de MoMonfor  Sikumana (Katolik) di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa dan Panti Asuhan Syalom – Bello (Protestan) di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan berupa uang tunai, serta sembako seperti beras, mie instan, telur, dan sabun cuci.

Wali Kota menyampaikan bahwa hari bahagia seharusnya menjadi kesempatan untuk membahagiakan orang lain.

“Saya ingin di hari yang berbahagia ini, kita bisa membuat orang lain juga ikut berbahagia. Kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa membuat orang lain juga sukses atau bahagia,” tuturnya.

Ia juga menegaskan pentingnya semangat gotong royong.

“Kalau kita berbagi kasih, itu tidak mengurangi kasih dalam diri kita. Seperti lilin ketika satu lilin menyalakan lilin lain, apinya tidak berkurang. Begitu juga dengan kebaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam bekerja untuk rakyat.

“Teruslah berbuat baik terhadap sesama. Hadir dan bekerja untuk rakyat itu simbol dari kegiatan hari ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Yuliana Wulla Bulu, Ketua Yayasan Bina Kasih Bukit Sion, menyampaikan apresiasi atas dukungan Wali Kota Kupang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota karena telah memberikan uang Rp25 juta untuk biaya makanan dan kebutuhan perumahan anak-anak,” ujarnya.

Yuliana juga menyampaikan bahwa pihak yayasan kini sedang membangun panti asuhan baru di Kelurahan Sikumana, dan berharap mendapat dukungan pemerintah.

“Kami mohon dukungan Wali Kota untuk pembangunan panti asuhan dan juga dukungan bagi anak-anak sekolah. Mereka memiliki pergumulan untuk masa depan mereka,” katanya.

Ia menyebut kunjungan ini sebagai bentuk kepedulian yang berarti bagi anak-anak.

“Kunjungan hari ini memberikan semangat baru bagi kami,” tambahnya. (MI)




Era Baru Bank NTT Dimulai: Melki Laka Lena Kukuhkan Direksi Baru, Tegaskan Tata Kelola Berintegritas

Kupang, nwartapedia.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena, resmi melantik jajaran Direksi dan Dewan Komisaris baru PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) di Aula Fernandez, Lantai VI Kantor Gubernur NTT, Kamis (13/11/2025).

Pelantikan ini digelar sehari setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang menetapkan susunan pimpinan baru Bank NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari transformasi besar-besaran dalam tata kelola dan budaya kerja Bank NTT.

“Pelantikan ini bukan hanya mengganti orang, tetapi membangun sistem dan tata kelola baru yang berintegritas, transparan, dan akuntabel demi kepentingan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tegas Melki.

Ia menambahkan, keputusan strategis hasil RUPS LB ini menjadi momentum untuk memperkuat struktur manajemen dan meningkatkan efisiensi agar Bank NTT lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi global dan kebutuhan daerah.

“Kami ingin Bank NTT menjadi lembaga keuangan daerah yang melayani dengan hati, berbasis data, dan berpihak pada rakyat. Bank ini harus menjadi motor penggerak ekonomi NTT, terutama bagi sektor UMKM, pertanian, perikanan, dan peternakan,” ujar Gubernur yang juga politisi Partai Golkar itu.

Berikut susunan pimpinan Bank NTT yang resmi dilantik Charlie Paulus sebqgai Direktur Utama, Rahmat Saleh sebagai Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia, Aloysius Geong sebahai Direktur Kredit, Heru Helbianto sebagai Direktur Dana dan Treasury dan Stefanus Donny Heatubun sebagai Komisaris Utama

Gubernur Melki menegaskan bahwa jajaran baru ini diharapkan mampu membawa semangat profesionalisme, inovasi, dan keberpihakan terhadap masyarakat dalam setiap kebijakan dan layanan Bank NTT.

Turut hadir dalam acara pelantikan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, yang menyampaikan dukungan dan apresiasi atas langkah reformasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT terhadap Bank NTT.

“Kami berharap Bank NTT ke depan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung program-program seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih. Kita ingin Bank NTT hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” ujar Christian Widodo.

Pelantikan direksi baru ini menjadi tonggak penting bagi Bank NTT untuk memasuki era baru: era transformasi digital, transparansi, dan pertumbuhan berkelanjutan.

Dengan kepemimpinan baru, Bank NTT diharapkan semakin berperan besar dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Nusa Tenggara Timur. (MI)




Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon Apresiasi Festival Drone di Pantai Lasiana Kupang

Kupang nwartapedia.com  –   Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon, Choylin Yim Douglas, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kota Kupang atas penyelenggaraan Festival Drone di Pantai Lasiana, yang menjadi salah satu rangkaian acara penutupan Indonesia Pacific  Cultural Synergy (IPACS) 2025.

Dalam sambutannya pada acara penutupan IPACS di Hotel Harper, Kamis (13/11/2025), Menteri Douglas menilai pertunjukan budaya dan teknologi yang ditampilkan dalam festival tersebut sebagai bentuk inovasi luar biasa yang memperlihatkan semangat kolaborasi antara tradisi dan modernitas.

“Tidak banyak yang bisa saya katakan selain terima kasih yang sebesar-besarnya. Hati kami sangat tersentuh dan kami sangat menikmati malam yang indah di Pantai Lasiana. Di sana ada inovasi budaya dan kreativitas yang luar biasa, dan menurut saya penting bagi kita untuk terus bekerja sama dalam semangat ini,” ujar Douglas.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan Pantai Lasiana dan sambutan masyarakat Kupang yang begitu hangat.

“Malam di pantai itu sungguh luar biasa. Saya berharap kolaborasi budaya antara Kepulauan Solomon dan Indonesia, khususnya dengan Kota Kupang, dapat terus dikembangkan di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa bangga karena Kota Kupang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan IPACS 2025.

“Ini adalah sebuah kehormatan bagi kami. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman budaya, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian Kota Kupang. Di mana ada pertemuan besar, di situ ekonomi tumbuh  hotel-hotel terisi, restoran ramai, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” tutur Wali Kota Kupang.

Ia menambahkan bahwa kegiatan kebudayaan internasional seperti IPACS juga membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial, dan ekonomi.

“Kami sempat berdiskusi mengenai kemungkinan kerja sama Sister City antara Kota Kupang dan salah satu kota di Kepulauan Solomon. Bentuknya bisa berupa pertukaran budaya, kegiatan ekonomi, sosial, bahkan program beasiswa. Ini baru langkah awal, dan tentu kami berharap ada tindak lanjut yang konkret ke depannya,” ungkapnya.

Penutupan IPACS 2025 menandai akhir dari rangkaian kegiatan kebudayaan Pasifik yang berlangsung selama beberapa hari di Kupang.

Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan seni, kuliner, dan inovasi budaya dari negara-negara peserta, sekaligus memperkuat kerja sama budaya antara Indonesia dan kawasan Pasifik. (MI)




Menteri Kebudayaan Fiji Apresiasi Kerja Sama Budaya dengan Indonesia di Penutupan IPACS 2025

Kupang nwartapedia.com  –   Penutupan Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 berlangsung meriah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Acara tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kebudayaan antara Indonesia dan negara-negara Pasifik.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Republik Fiji, Ifereimi Vasu, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Nusa Tenggara Timur, atas sambutan dan kerja sama yang hangat selama kegiatan berlangsung.

“Atas nama seluruh masyarakat Fiji, kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur atas keramahtamahan dan semangat persaudaraan yang kami rasakan seperti di negara sendiri,” ujar Menteri Vasu.

Beliau menegaskan bahwa kuliner dan kebudayaan lokal menjadi semangat yang luar biasa selama acara berlangsung, mencerminkan kekayaan dan keberagaman budaya yang menjadi jembatan antarbangsa di kawasan Pasifik.

“Kami di Fiji meyakini bahwa budaya merupakan inti dari identitas bangsa. Budaya memastikan kebijakan kita sejalan dengan arah nasional dan regional, serta menjadi sarana belajar dan berkolaborasi antarnegara,” tambahnya.

Menteri Vasu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh budayawan atas dedikasi luar biasa dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.

Ia berharap kerja sama antara Indonesia dan Fiji terus berlanjut, terutama dalam bidang pelestarian budaya, digitalisasi, dan pendidikan generasi muda.

“Mari kita terus membangun sinergi budaya yang berkelanjutan agar warisan kita tetap hidup dan berkembang untuk generasi mendatang,” tutupnya.

Selain Fiji, turut hadir Menteri Negara Pariwisata, Seni, dan Budaya Papua Nugini, Belden Norman Namah, serta Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon, Choylin Yim Douglas.

Menteri Choylin Yim Douglas menyampaikan rasa terima kasihnya atas undangan dan persahabatan yang terjalin melalui forum IPACS 2025.

“Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi budaya antarnegara Pasifik. Seperti Fiji, Kepulauan Solomon juga melihat kerja sama ini sebagai langkah penting untuk masa depan kawasan kita,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Fadly Zon, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi negara Pasifik dan para kepala daerah yang hadir.

“Selamat datang kembali dalam upacara penutupan IPACS 2025. Kehadiran para delegasi menunjukkan semangat kebersamaan kita untuk memperkuat ikatan budaya antara Indonesia dan negara-negara Pasifik,” kata Fadly Zon.

Ia menambahkan bahwa budaya adalah pilar keberlanjutan, dan kegiatan IPACS menjadi bukti nyata bahwa nilai budaya mampu mempererat hubungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta beradaptasi dengan era digital.

Sebagai bentuk penghargaan, Fadly Zon menyerahkan sertifikat partisipasi kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Fiji, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon, serta penghargaan khusus kepada Gubernur dan Wali Kota Kupang atas dukungan dan kontribusinya terhadap penyelenggaraan IPACS 2025.

“Semoga semangat IPACS menjadi inspirasi untuk terus memperkuat kolaborasi budaya dan persahabatan antarbangsa di kawasan Pasifik,” tutup Fadly Zon. (MI)




Wagub Johni Asadoma: “Transformasi Ayo Bangun NTT” Berawal dari Akar Budaya Kita

Kupang, nwartapedia.com – “Transformasi Ayo Bangun NTT lahir dari akar budaya kita sendiri. NTT adalah tanah di mana gotong royong, solidaritas, dan adat istiadat menjadi napas kehidupan masyarakat,” ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, saat menjadi pembicara dalam sesi pleno Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) di Hotel Harper Kupang, Rabu (12/11/2025).

Dalam forum yang menghadirkan Tantowi Yahya, Ifereimi Vasu (Menteri Kebudayaan Fiji), dan Joseph Lo (Asia Pacific Crafts Alliance), Wagub Johni menegaskan pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan budaya sebagai dasar pembangunan berkelanjutan di NTT.

“Kami membangun dari bawah, dari desa dan komunitas, dengan semangat saling menghidupi. Pembangunan sejati bukan sekadar membangun fisik, tapi juga membangun manusia dan relasi sosialnya,” tegasnya.

Program “Ayo Bangun NTT” berdiri di atas tiga pilar utama: ekonomi berkelanjutan, pemberdayaan komunitas, dan pemerataan infrastruktur.

Ekonomi hijau, tenun ikat, kriya, dan pariwisata berbasis budaya menjadi penggerak utama pembangunan.

Wagub juga menyoroti pentingnya pendidikan budaya sejak dini.

“Muatan lokal budaya kami integrasikan ke kurikulum sekolah agar anak-anak tidak sekadar belajar budaya, tapi mengalaminya,” jelasnya.

Menurut Johni, menjaga budaya berarti menjaga jiwa masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong pelestarian warisan budaya tak benda, penguatan ekonomi kreatif, dan gerakan Beli Produk NTT.

“Tenun bagi kami bukan sekadar ekonomi, tapi martabat dan spiritualitas. Ekonomi kreatif NTT tumbuh dari nilai, bukan hanya nilai tukar,” katanya.

Menutup pemaparannya, Johni menyerukan agar NTT menjadi jembatan diplomasi budaya Indonesia di Pasifik.

“Kita punya laut yang sama, langit yang sama, dan harapan yang sama. Dari timur Indonesia, kita menyalakan cahaya bagi dunia,” pungkasnya. ***




Gubernur NTT Sahkan Direksi Baru Bank NTT, Pelantikan Dilakukan Besok

Kupang,nwartapedia.com  –  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkisedek Laka Lena, secara resmi mengumumkan pengesahan dan pengangkatan direksi baru Bank NTT dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Gubernur NTT, Rabu (12/11/2025).

Dalam konferensi pers tersebut, hadir Wali Kota Kupang, Bupati Manggarai Barat, Bupati Rote Ndao, dan Bupati Sumba Timur yang turut menyetujui keputusan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank NTT.

Gubernur Melkisedek menjelaskan bahwa proses pengesahan direksi baru telah melalui tahapan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kini resmi disahkan oleh Pemerintah Provinsi NTT sebagai salah satu pemegang saham utama.

“Kami sudah mengesahkan hasil keputusan RUPS luar biasa, yang juga telah melewati proses di OJK. Saat ini struktur direksi baru Bank NTT sudah lengkap dan siap bekerja,” ujar Gubernur Melkisedek.

Adapun susunan direksi baru Bank NTT yang diumumkan adalah sebagai berikut Direktur Utama, Charlie Paulus, Direktur Kredit Alo Geong, Direktur SDM dan Operasional Rahmat Saleh

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan bahwa masih terdapat dua posisi direksi yang belum terisi, yakni Direktur Dana dan Direktur IT. Untuk posisi tersebut, rapat pemegang saham mengusulkan nama Yohanes Landu Praing yang akan segera diajukan kepada OJK untuk mendapatkan persetujuan.

Sementara itu, posisi Komisaris juga telah dibahas dalam rapat. Beberapa nama telah diusulkan dan akan diproses lebih lanjut setelah mendapat persetujuan resmi dari OJK.

 “Malam ini juga saya akan menandatangani Surat Keputusan Gubernur untuk pengangkatan direksi baru yang telah diputuskan oleh rapat pemegang saham. Besok pagi kami rencanakan pelantikan agar para direksi dapat langsung bekerja,” tambah Melkisedek.

Gubernur menegaskan bahwa langkah penyegaran manajemen Bank NTT ini merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan transparansi lembaga keuangan daerah tersebut.

“Dengan keterlibatan aktif para pemegang saham dan penguatan struktur manajemen, kami percaya Bank NTT ke depan akan semakin profesional dan mampu menopang perekonomian daerah, program pemerintah, serta kebutuhan masyarakat NTT,” tutupnya. (MI)




Kupang Jadi Pusat Diplomasi Budaya Pasifik, Gubernur NTT: Laut Menghubungkan Kita, Bukan Memisahkan

Kupang nwartapedia.com  –  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) E. Melkiades Laka Lena secara resmi membuka Opening Ceremony Indonesia-Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 di Sabu Ballroom, Hotel Harper Kupang, Rabu (12/11) pagi.

Dalam sambutannya, Gubernur Melkiades menegaskan bahwa laut bukanlah batas yang memisahkan, melainkan jembatan yang menghubungkan Indonesia dengan negara-negara di kawasan Pasifik.

“Di kepulauan ini kita diingatkan bahwa laut tidak pernah memisahkan kita, tetapi justru menghubungkan kita. Nenek moyang kita telah membawa kita sampai pada titik ini, di mana kita bertemu dalam komitmen dan tantangan maritim untuk menyatukan kawasan,” ujarnya di hadapan para delegasi.

IPACS 2025 mengusung tema “Celebrating Shared Cultures and Community Wisdom” dan dihadiri oleh perwakilan dari berbagai negara Pasifik, antara lain Papua Nugini, Kaledonia Baru, Kepulauan Solomon, Fiji, Tonga, Vanuatu, Tuvalu, Palau, Kiribati, Nauru, Kepulauan Marshall, serta Timor-Leste.

Turut hadir Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, duta besar, perwakilan diplomatik, serta pejabat daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Gubernur Melkiades menyampaikan kebanggaannya karena NTT dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan budaya berskala internasional tersebut.

Ia menyebut Kupang sebagai pintu gerbang Indonesia menuju Pasifik, tempat laut, budaya, dan sejarah bertemu.

“IPACS adalah momentum penting untuk memperkuat hubungan budaya dan memperluas kerja sama dalam bidang kebudayaan, lingkungan, dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Gubernur juga menyoroti pentingnya menjadikan kearifan lokal sebagai dasar pembangunan berkelanjutan.

“Kita perlu menggali bagaimana budaya lokal dapat berkontribusi dalam menjaga keseimbangan ekologis sekaligus menjadi pendorong ekonomi melalui industri kreatif,” tambahnya.

Ia mencontohkan program One Village One Product (OVOP), NTT Mart, dan Dapur Flobamorata sebagai model ekonomi berbasis komunitas dan budaya yang telah memberi dampak nyata bagi masyarakat NTT.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI tahun 2024, sektor industri kreatif nasional menyumbang sekitar Rp1,53 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menunjukkan potensi besar ekonomi berbasis budaya di masa depan.

Gubernur Melkiades menutup sambutannya dengan pesan optimistis:

“Mari kita jadikan forum ini sebagai ruang kolaborasi nyata untuk memperkuat pelestarian, pengembangan, dan diplomasi budaya. Dari Kupang, biarlah cahaya persaudaraan Pasifik ini menyala hingga ke seluruh samudra.”.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan IPACS di Kupang dan menyebut kegiatan ini sebagai simbol persaudaraan lintas samudra.

“Merupakan kehormatan bagi saya menyambut IPACS di Kupang. Di kepulauan ini, kita diingatkan bahwa laut tidak pernah memisahkan kita, melainkan menghubungkan kita. Nenek moyang kita telah membawa kita sampai pada titik ini untuk bertemu dalam komitmen dan tantangan maritim demi menyatukan kawasan,” ujarnya.

Fadli Zon menilai bahwa kesamaan budaya antarnegara di Pasifik menjadi kekuatan untuk memperkuat diplomasi regional dan solidaritas budaya.

“Indonesia mencerminkan keberagaman luar biasa dengan ribuan pulau, lebih dari seribu etnis, dan ratusan bahasa lokal. Namun dalam keberagaman itu, kita menemukan kesamaan nilai dan akar budaya yang juga dimiliki saudara-saudara kita di Pasifik,” katanya.

Ia juga menyinggung pentingnya generasi muda dalam menjaga dan mentransformasikan budaya menjadi peluang di era digital.

“Kekuatan budaya kita berada di tangan generasi muda. Mereka adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara tradisi dan inovasi,” ujar Fadli.

Fadli menegaskan bahwa IPACS berupaya memperkuat hubungan antara Indonesia dan negara-negara di Pasifik melalui kerja sama budaya dan diplomasi kolektif. Ia menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh delegasi untuk terus memperkuat kolaborasi lintas negara.

“Mari kita terus melakukan kerja sama budaya. Saya mengundang para menteri dan utusan dari berbagai negara untuk merayakan IPACS bersama,” ucapnya.

IPACS 2025 merupakan ajang kebudayaan internasional yang mempertemukan negara-negara di kawasan Pasifik dalam berbagai kegiatan, mulai dari dialog budaya, pertunjukan seni, pameran karya, hingga residensi seniman.

Tahun ini, NTT menampilkan beragam tarian, musik tradisional, serta pameran kearifan lokal dari seluruh nusantara sebagai wujud semangat persatuan dan perayaan budaya bebersama. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang dan Koperasi Solidaritas Jalin Sinergi untuk Permudah Akses Layanan Air Bersih

Kupang nwartapedia.com –  Dalam upaya memperluas akses layanan air bersih bagi masyarakat, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang melakukan penjajakan kerja sama dengan Koperasi Solidaritas.

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Koperasi Solidaritas Kupang pada Selasa (11/11/2025).

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, hadir bersama Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Desy Setiawati, serta Kepala Sub Bagian Umum dan Personalia Chrisrina Say.

Rombongan diterima langsung oleh General Manager Koperasi Solidaritas Kupang, Urbanus Reko, beserta tim manajemen.

Dalam pertemuan tersebut, Isidorus Lilijawa menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Perumda Air Minum Kota Kupang untuk menghadirkan inovasi pelayanan, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan lembaga keuangan mikro lokal.

“Kami ingin membangun kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu skema yang kami tawarkan adalah program promo pemasangan sambungan baru, di mana calon pelanggan dapat menjadi anggota Koperasi Solidaritas dan melakukan pembayaran secara bertahap melalui koperasi,” ujar Isidorus.

Selain itu, Perumda juga menggagas mekanisme relaksasi pembayaran bagi anggota koperasi yang telah menjadi pelanggan Perumda, namun mengalami kendala keuangan.

Melalui kerja sama ini, diharapkan koperasi dapat membantu memfasilitasi pembayaran pelanggan secara lebih fleksibel dan terjangkau.

Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan, Desy Setiawati, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah terobosan pertama antara Perumda dan lembaga koperasi.

“Selama ini kami telah bermitra dengan perbankan. Kini, melalui Koperasi Solidaritas, kami ingin menjangkau lapisan masyarakat yang lebih luas dan memberikan kemudahan bagi pelanggan melalui sistem keanggotaan koperasi,” ungkapnya.

Sementara itu, General Manager Koperasi Solidaritas, Urbanus Reko, menyambut positif inisiatif Perumda tersebut. Ia menilai kemitraan ini sebagai bentuk sinergi nyata antara dua lembaga lokal yang memiliki visi pelayanan bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik inisiatif ini. Koperasi Solidaritas siap mendukung Perumda dalam membantu anggota yang ingin berlangganan air minum, maupun pelanggan yang membutuhkan kemudahan pembayaran. Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi anggota koperasi sekaligus pelanggan Perumda,” jelas Urbanus Reko.

Pertemuan tersebut ditutup dengan semangat untuk menindaklanjuti kerja sama ini ke tahap penyusunan perjanjian resmi.

Kedua pihak sepakat bahwa kolaborasi ini akan membawa manfaat ganda meningkatkan pelayanan air bersih sekaligus memperkuat peran koperasi di tengah masyarakat.

“Ini menjadi babak baru bagi Perumda Air Minum Kota Kupang. Kami ingin menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui koperasi,” tutup Isidorus Lilijawa. (MI)