Penguatan Gizi Keluarga, Dinas Pertanian Luncurkan Program Ayam KUB untuk Anak Stunting di Lasiana

Kupang nwartapedia.com   Upaya Pemerintah Kota Kupang dalam menekan angka stunting terus menunjukkan langkah nyata. Melalui Dinas Pertanian, program pemberdayaan keluarga berbasis pangan hewani kembali digelar, kali ini melalui Pelatihan Pemeliharaan Ayam KUB (Kampung Unggul Balitbang) bagi keluarga yang memiliki anak stunting.

Kegiatan berlangsung pada Selasa, 18 November 2025 di Aula Kantor Kelurahan Lasiana dan diikuti oleh 40 anak stunting dari tiga kelurahan, yakni Lasiana (21 anak), Oesapa (7 anak), dan Naioni (12 anak).

Pelatihan ini bertujuan membekali para orang tua dengan keterampilan memelihara ayam KUB secara benar, sehingga dapat menciptakan ketersediaan pangan hewani yang bergizi, mudah diakses, dan berkelanjutan bagi keluarga. Ayam KUB dikenal memiliki produktivitas tinggi, tahan penyakit, serta cocok dikembangkan di wilayah perkotaan.

Bantuan Paket Ayam KUB sebagai Stimulus Ketahanan Pangan

Sebagai bagian dari kegiatan, Dinas Pertanian juga menyalurkan 40 paket bantuan, masing-masing berisi 8 ekor ayam KUB, 1 unit kandang, 50 kg pakan ayam, Tempat makan dan minum.

Paket ini diharapkan menjadi modal awal keluarga dalam membangun sumber protein hewani di lingkungan rumah, sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak stunting secara langsung.

Penyerahan Bantuan oleh Para Pimpinan

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A.B.H. Da Costa, S.Sos., M.Si, Lurah Lasiana, Ellisah Tobing, S.Pt, dan Lurah Oesapa, Kiai Kia, A.Md.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pertanian menyampaikan bahwa program ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan gizi tambahan.

“Kami berharap bantuan ayam KUB ini dapat dikelola secara berkelanjutan sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga meningkatkan kemandirian keluarga,” ujarnya.

Lurah Lasiana, Ellisah Tobing, S.Pt, turut mengapresiasi langkah Dinas Pertanian dan menyatakan bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Lurah Oesapa, Kiai Kia, A.Md, berharap keluarga penerima dapat mempraktikkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan sehingga hasilnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak.

Komitmen Berkelanjutan untuk Masa Depan Anak

Kegiatan pelatihan dan pembagian bantuan ini menjadi salah satu wujud sinergi antara pemerintah kota dan perangkat kelurahan dalam mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.

Dengan pendekatan pemberdayaan langsung ke keluarga, Dinas Pertanian optimis program ini mampu memberikan dampak jangka panjang bagi percepatan penurunan stunting di Kota Kupang.

Acara berlangsung dengan penuh antusias, ditutup dengan sesi diskusi, tanya jawab, serta foto bersama peserta dan para pejabat yang hadir. (MI/ADV)




Pemkot Kupang Perkuat Fondasi Ekonomi Kerakyatan, Sekda Buka Bimtek Pengurus Koperasi Merah Putih 

Kupang nwartapedia.com  –   Pemerintah Kota Kupang meneguhkan komitmennya dalam membangun ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi di tingkat kelurahan.

Komitmen ini diwujudkan melalui pembukaan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Pengurus Koperasi Merah Putih oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H., yang berlangsung di Aula SMK Negeri 3 Kupang, Selasa (18/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, S.H., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Dr. Drs. Jusuf Lery Rupidara, M.Si., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang, Drs. Danberty Ndapamerang, narasumber Dominikus Ancis bersama tim, para kepala perangkat daerah, serta para camat se-Kota Kupang.

Dedikasi Pengurus Koperasi Jadi Penopang Kekuatan Ekonomi Warga

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pengurus Koperasi Merah Putih yang selama ini bekerja secara sukarela mendampingi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

“Bukan sesuatu yang mudah ketika Bapak-Ibu memilih untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Merah Putih. Dalam situasi ekonomi yang tidak baik-baik saja, pengabdian ini sangat mahal dan sangat berarti bagi masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pengurus koperasi bukanlah staf kelurahan atau pegawai pemerintah, tetapi merupakan mitra strategis yang berada di garis depan memajukan kesejahteraan masyarakat.

“Bapak-Ibu adalah mitra kami. Kerja ini adalah kerja sukarela, dan itu luar biasa. Kami sangat menghargai kesediaan dan ketulusan Bapak-Ibu,” tambahnya.

Pendampingan dari Pemerintah Jadi Kunci Tata Kelola Berkualitas

Sekda juga menyampaikan arahan khusus dari Wali Kota Kupang agar pendampingan terhadap koperasi dilakukan secara berkelanjutan, terutama dalam tata kelola keuangan dan administrasi agar koperasi dapat berjalan profesional dan bebas dari masalah hukum.

“Dampingi pengurus koperasi agar tidak salah langkah. Kita bekerja dalam sistem, dan kita kawal bersama,” tegas Sekda, yang pernah menjabat sebagai Kabag Hukum Setda Kota Kupang.

Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan bimtek ini sebagai ruang belajar yang sesungguhnya, dengan memaksimalkan diskusi bersama para narasumber.

Koperasi Merah Putih: Pilar Ekonomi Akar Rumput yang Perlu Diperkuat

Dalam laporan kegiatan, Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi, Venny Aman, menjelaskan bahwa Bimtek Peningkatan Kapasitas SDM Pengurus Koperasi Merah Putih merupakan langkah strategis untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi koperasi di lapangan.

Meski Koperasi Merah Putih telah menjadi wadah ekonomi berbasis gotong royong yang melekat dengan masyarakat kelurahan, ia mengakui masih banyak kendala yang dijumpai, mulai dari keterbatasan manajemen, rendahnya literasi digital, hingga minimnya pemahaman prinsip dasar perkoperasian.

Karena itu, pelatihan ini disusun untuk memperkuat kompetensi pengurus dalam tiga aspek utama: pengelolaan organisasi, pengelolaan keuangan yang akuntabel, serta pengembangan usaha berbasis digital, yang kini menjadi kebutuhan bagi koperasi modern.

Dorongan untuk Mengembangkan Potensi Ekonomi Kelurahan

Menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh pengurus koperasi untuk lebih jeli melihat potensi lokal di wilayah masing-masing, mulai dari usaha kuliner, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya, untuk kemudian dikembangkan sebagai unit usaha koperasi yang produktif dan berkelanjutan. (MI/ADV)




Ario Trisaksono Tekankan Transparansi dan Kolaborasi BPJS Kesehatan dengan Media

Kupang,nwartapedia.com  – BPJS Kesehatan Cabang Kupang menggelar diskusi bersama para jurnalis di Rumah Makan Tanjung, Senin (17/11/2025).

Kegiatan ini digelar sebagai ajang silaturahmi serta upaya memperkuat komunikasi antara BPJS Kesehatan dan insan pers, khususnya terkait layanan dan kebijakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kupang, Ario Trisaksono, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran para jurnalis yang selama ini berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kesediaan Bapak Ibu untuk memenuhi undangan kami. Intinya kegiatan ini adalah silaturahmi, sekaligus ruang bagi kita berdiskusi terkait hal-hal yang mungkin masih mengganjal atau memerlukan klarifikasi,” ujar Ario.

Ario menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara BPJS Kesehatan dan media, terutama terkait informasi yang beredar di masyarakat.

“Saya yakin Bapak Ibu sekalian sering berjumpa dengan berbagai berita dan informasi yang mungkin belum jelas. Di sinilah kami berharap bisa menjawab dan memberikan keterangan yang memuaskan, agar masyarakat mendapat informasi yang benar,” jelasnya.

Ia mengajak jurnalis untuk terus mendorong peserta JKN agar melapor bila menemukan layanan yang tidak sesuai prosedur di fasilitas kesehatan.

“Kalau ada keluhan, mohon sampaikan kepada kami secara detail. Rumah sakit mana, kapan kejadiannya, apa bentuk masalahnya. Tanpa informasi lengkap, kami sulit melakukan tindak lanjut,” tegas Ario.

Dalam kesempatan tersebut, Ario juga memaparkan upaya BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pelayanan, salah satunya melalui pemanfaatan telekonsultasi pada aplikasi Mobile JKN.

“Kami sudah mendorong seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mengaktifkan layanan telekonsultasi. Namun, kembali lagi kepada peserta, apakah mereka ingin memanfaatkannya atau tidak,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa BPJS Kesehatan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap fasilitas kesehatan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai standar.

Ario menyoroti pentingnya transparansi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit yang wajib diperbarui secara berkala.

“Kami meminta rumah sakit memperbarui data ketersediaan tempat tidur secara rutin. Jika tidak melakukan update, kami bisa memberikan teguran tertulis,” jelasnya.

Ario menjelaskan bahwa idealnya rumah sakit memiliki sistem yang mampu memperbarui data tempat tidur secara otomatis, seperti konsep sensor parkir di gedung-gedung besar.

Terkait banyaknya pertanyaan tentang kecelakaan tunggal dan koordinasi dengan Jasa Raharja, Ario menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

“Kita pastikan dulu apakah kasus tersebut dijamin Jasa Raharja atau tidak. Jika pelanggarannya berat, seperti tidak memiliki SIM atau melanggar aturan lalu lintas, bisa saja tidak dijamin,” katanya.

Ario juga menekankan kewajiban rumah sakit memasang poster informasi pengaduan peserta JKN, yang berisi kontak petugas rumah sakit dan petugas BPJS Kesehatan.

“Poster itu wajib dipasang. Kalau rumah sakit tidak memasangnya, kami bisa memberikan teguran. Ini penting agar peserta tahu harus lapor ke mana saat mengalami masalah layanan,” ujarnya.

Di akhir sesi, Ario berharap forum seperti diskusi ini dapat terus dilakukan untuk memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan dan media dalam meningkatkan literasi publik mengenai Program JKN.

“Kami terbuka terhadap saran, masukan, dan laporan dari masyarakat maupun jurnalis. Semua demi perbaikan layanan bagi peserta JKN,” tutupnya. (MI)