Era Baru Bank NTT Dimulai: Melki Laka Lena Kukuhkan Direksi Baru, Tegaskan Tata Kelola Berintegritas

Kupang, nwartapedia.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melkiades Laka Lena, resmi melantik jajaran Direksi dan Dewan Komisaris baru PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) di Aula Fernandez, Lantai VI Kantor Gubernur NTT, Kamis (13/11/2025).

Pelantikan ini digelar sehari setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) yang menetapkan susunan pimpinan baru Bank NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bagian dari transformasi besar-besaran dalam tata kelola dan budaya kerja Bank NTT.

“Pelantikan ini bukan hanya mengganti orang, tetapi membangun sistem dan tata kelola baru yang berintegritas, transparan, dan akuntabel demi kepentingan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tegas Melki.

Ia menambahkan, keputusan strategis hasil RUPS LB ini menjadi momentum untuk memperkuat struktur manajemen dan meningkatkan efisiensi agar Bank NTT lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi global dan kebutuhan daerah.

“Kami ingin Bank NTT menjadi lembaga keuangan daerah yang melayani dengan hati, berbasis data, dan berpihak pada rakyat. Bank ini harus menjadi motor penggerak ekonomi NTT, terutama bagi sektor UMKM, pertanian, perikanan, dan peternakan,” ujar Gubernur yang juga politisi Partai Golkar itu.

Berikut susunan pimpinan Bank NTT yang resmi dilantik Charlie Paulus sebqgai Direktur Utama, Rahmat Saleh sebagai Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia, Aloysius Geong sebahai Direktur Kredit, Heru Helbianto sebagai Direktur Dana dan Treasury dan Stefanus Donny Heatubun sebagai Komisaris Utama

Gubernur Melki menegaskan bahwa jajaran baru ini diharapkan mampu membawa semangat profesionalisme, inovasi, dan keberpihakan terhadap masyarakat dalam setiap kebijakan dan layanan Bank NTT.

Turut hadir dalam acara pelantikan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo, yang menyampaikan dukungan dan apresiasi atas langkah reformasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT terhadap Bank NTT.

“Kami berharap Bank NTT ke depan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung program-program seperti MBG, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Merah Putih. Kita ingin Bank NTT hadir lebih dekat dengan masyarakat dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah,” ujar Christian Widodo.

Pelantikan direksi baru ini menjadi tonggak penting bagi Bank NTT untuk memasuki era baru: era transformasi digital, transparansi, dan pertumbuhan berkelanjutan.

Dengan kepemimpinan baru, Bank NTT diharapkan semakin berperan besar dalam mempercepat pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Nusa Tenggara Timur. (MI)




Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon Apresiasi Festival Drone di Pantai Lasiana Kupang

Kupang nwartapedia.com  –   Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon, Choylin Yim Douglas, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kota Kupang atas penyelenggaraan Festival Drone di Pantai Lasiana, yang menjadi salah satu rangkaian acara penutupan Indonesia Pacific  Cultural Synergy (IPACS) 2025.

Dalam sambutannya pada acara penutupan IPACS di Hotel Harper, Kamis (13/11/2025), Menteri Douglas menilai pertunjukan budaya dan teknologi yang ditampilkan dalam festival tersebut sebagai bentuk inovasi luar biasa yang memperlihatkan semangat kolaborasi antara tradisi dan modernitas.

“Tidak banyak yang bisa saya katakan selain terima kasih yang sebesar-besarnya. Hati kami sangat tersentuh dan kami sangat menikmati malam yang indah di Pantai Lasiana. Di sana ada inovasi budaya dan kreativitas yang luar biasa, dan menurut saya penting bagi kita untuk terus bekerja sama dalam semangat ini,” ujar Douglas.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya terhadap keindahan Pantai Lasiana dan sambutan masyarakat Kupang yang begitu hangat.

“Malam di pantai itu sungguh luar biasa. Saya berharap kolaborasi budaya antara Kepulauan Solomon dan Indonesia, khususnya dengan Kota Kupang, dapat terus dikembangkan di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam kesempatan yang sama menyampaikan rasa bangga karena Kota Kupang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan IPACS 2025.

“Ini adalah sebuah kehormatan bagi kami. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman budaya, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian Kota Kupang. Di mana ada pertemuan besar, di situ ekonomi tumbuh  hotel-hotel terisi, restoran ramai, dan masyarakat ikut merasakan manfaatnya,” tutur Wali Kota Kupang.

Ia menambahkan bahwa kegiatan kebudayaan internasional seperti IPACS juga membuka peluang kerja sama di berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial, dan ekonomi.

“Kami sempat berdiskusi mengenai kemungkinan kerja sama Sister City antara Kota Kupang dan salah satu kota di Kepulauan Solomon. Bentuknya bisa berupa pertukaran budaya, kegiatan ekonomi, sosial, bahkan program beasiswa. Ini baru langkah awal, dan tentu kami berharap ada tindak lanjut yang konkret ke depannya,” ungkapnya.

Penutupan IPACS 2025 menandai akhir dari rangkaian kegiatan kebudayaan Pasifik yang berlangsung selama beberapa hari di Kupang.

Festival ini menampilkan berbagai pertunjukan seni, kuliner, dan inovasi budaya dari negara-negara peserta, sekaligus memperkuat kerja sama budaya antara Indonesia dan kawasan Pasifik. (MI)




Menteri Kebudayaan Fiji Apresiasi Kerja Sama Budaya dengan Indonesia di Penutupan IPACS 2025

Kupang nwartapedia.com  –   Penutupan Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025 berlangsung meriah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Acara tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kebudayaan antara Indonesia dan negara-negara Pasifik.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Republik Fiji, Ifereimi Vasu, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Nusa Tenggara Timur, atas sambutan dan kerja sama yang hangat selama kegiatan berlangsung.

“Atas nama seluruh masyarakat Fiji, kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur atas keramahtamahan dan semangat persaudaraan yang kami rasakan seperti di negara sendiri,” ujar Menteri Vasu.

Beliau menegaskan bahwa kuliner dan kebudayaan lokal menjadi semangat yang luar biasa selama acara berlangsung, mencerminkan kekayaan dan keberagaman budaya yang menjadi jembatan antarbangsa di kawasan Pasifik.

“Kami di Fiji meyakini bahwa budaya merupakan inti dari identitas bangsa. Budaya memastikan kebijakan kita sejalan dengan arah nasional dan regional, serta menjadi sarana belajar dan berkolaborasi antarnegara,” tambahnya.

Menteri Vasu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh budayawan atas dedikasi luar biasa dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya.

Ia berharap kerja sama antara Indonesia dan Fiji terus berlanjut, terutama dalam bidang pelestarian budaya, digitalisasi, dan pendidikan generasi muda.

“Mari kita terus membangun sinergi budaya yang berkelanjutan agar warisan kita tetap hidup dan berkembang untuk generasi mendatang,” tutupnya.

Selain Fiji, turut hadir Menteri Negara Pariwisata, Seni, dan Budaya Papua Nugini, Belden Norman Namah, serta Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Kepulauan Solomon, Choylin Yim Douglas.

Menteri Choylin Yim Douglas menyampaikan rasa terima kasihnya atas undangan dan persahabatan yang terjalin melalui forum IPACS 2025.

“Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi budaya antarnegara Pasifik. Seperti Fiji, Kepulauan Solomon juga melihat kerja sama ini sebagai langkah penting untuk masa depan kawasan kita,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Fadly Zon, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh delegasi negara Pasifik dan para kepala daerah yang hadir.

“Selamat datang kembali dalam upacara penutupan IPACS 2025. Kehadiran para delegasi menunjukkan semangat kebersamaan kita untuk memperkuat ikatan budaya antara Indonesia dan negara-negara Pasifik,” kata Fadly Zon.

Ia menambahkan bahwa budaya adalah pilar keberlanjutan, dan kegiatan IPACS menjadi bukti nyata bahwa nilai budaya mampu mempererat hubungan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta beradaptasi dengan era digital.

Sebagai bentuk penghargaan, Fadly Zon menyerahkan sertifikat partisipasi kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Fiji, Papua Nugini, dan Kepulauan Solomon, serta penghargaan khusus kepada Gubernur dan Wali Kota Kupang atas dukungan dan kontribusinya terhadap penyelenggaraan IPACS 2025.

“Semoga semangat IPACS menjadi inspirasi untuk terus memperkuat kolaborasi budaya dan persahabatan antarbangsa di kawasan Pasifik,” tutup Fadly Zon. (MI)




Wagub Johni Asadoma: “Transformasi Ayo Bangun NTT” Berawal dari Akar Budaya Kita

Kupang, nwartapedia.com – “Transformasi Ayo Bangun NTT lahir dari akar budaya kita sendiri. NTT adalah tanah di mana gotong royong, solidaritas, dan adat istiadat menjadi napas kehidupan masyarakat,” ujar Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, saat menjadi pembicara dalam sesi pleno Indonesia–Pacific Cultural Synergy (IPACS) di Hotel Harper Kupang, Rabu (12/11/2025).

Dalam forum yang menghadirkan Tantowi Yahya, Ifereimi Vasu (Menteri Kebudayaan Fiji), dan Joseph Lo (Asia Pacific Crafts Alliance), Wagub Johni menegaskan pentingnya harmoni antara manusia, alam, dan budaya sebagai dasar pembangunan berkelanjutan di NTT.

“Kami membangun dari bawah, dari desa dan komunitas, dengan semangat saling menghidupi. Pembangunan sejati bukan sekadar membangun fisik, tapi juga membangun manusia dan relasi sosialnya,” tegasnya.

Program “Ayo Bangun NTT” berdiri di atas tiga pilar utama: ekonomi berkelanjutan, pemberdayaan komunitas, dan pemerataan infrastruktur.

Ekonomi hijau, tenun ikat, kriya, dan pariwisata berbasis budaya menjadi penggerak utama pembangunan.

Wagub juga menyoroti pentingnya pendidikan budaya sejak dini.

“Muatan lokal budaya kami integrasikan ke kurikulum sekolah agar anak-anak tidak sekadar belajar budaya, tapi mengalaminya,” jelasnya.

Menurut Johni, menjaga budaya berarti menjaga jiwa masyarakat. Karena itu, pemerintah terus mendorong pelestarian warisan budaya tak benda, penguatan ekonomi kreatif, dan gerakan Beli Produk NTT.

“Tenun bagi kami bukan sekadar ekonomi, tapi martabat dan spiritualitas. Ekonomi kreatif NTT tumbuh dari nilai, bukan hanya nilai tukar,” katanya.

Menutup pemaparannya, Johni menyerukan agar NTT menjadi jembatan diplomasi budaya Indonesia di Pasifik.

“Kita punya laut yang sama, langit yang sama, dan harapan yang sama. Dari timur Indonesia, kita menyalakan cahaya bagi dunia,” pungkasnya. ***