Warga Antusias Sambut Promo Pemasangan Baru PDAM Kota Kupang, Irenius Take Jadi Pelanggan Pertama

Kuoang,nwartapedia.com  — Antusiasme warga Kota Kupang menyambut program promo pemasangan sambungan baru Perumda Air Minum Kota Kupang terlihat sejak hari pertama peluncurannya.

Salah satunya datang dari Irenius Take, warga Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, yang tercatat sebagai pelanggan pertama dalam program promo tersebut.

Program yang resmi diluncurkan oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, pada Senin (13/10/2025) di halaman depan kantor PDAM Kota Kupang ini menawarkan potongan biaya signifikan dari Rp2.500.000 menjadi hanya Rp1.500.000 per paket sambungan baru.

Irenius mengaku mengetahui informasi promo tersebut dari teman-temannya yang bekerja di kantor PDAM. Tanpa menunggu lama, ia langsung datang untuk mendaftar dan melunasi biaya pemasangan.

“Saya dengar dari teman-teman di kantor PDAM, langsung saya datang istilahnya jemput bola. Saya bayar lunas supaya tidak ada beban lagi, tinggal tunggu pemasangan,” ujar Irenius.

Sebagai pekerja serabutan, Irenius mengaku sangat terbantu dengan adanya program promo ini. Ia juga mengajak masyarakat Kota Kupang untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

“Selama ini saya pakai air tangki 6.000 liter setiap bulan. Dengan promo ini, lebih hemat dan bisa punya sambungan air sendiri. Saya ajak masyarakat Kota Kupang segera ikut program bagus ini,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menjelaskan bahwa promo ini berlaku mulai 13 Oktober hingga 31 Desember 2025. Program ini merupakan bentuk komitmen Perumda dalam memperluas akses air bersih bagi masyarakat dengan biaya yang lebih terjangkau.

“Biaya reguler sebelumnya Rp2,5 juta, tetapi dengan promo ini masyarakat cukup membayar Rp1,5 juta. Ada potongan sekitar Rp1 juta. Calon pelanggan bisa membayar uang muka Rp800 ribu, dan sisanya dicicil hingga tujuh kali,” jelas Isidorus.

Ia menambahkan, tujuan utama dari promo ini adalah agar semakin banyak warga Kota Kupang dapat menikmati layanan air bersih.

Perumda juga akan melakukan sosialisasi melalui media sosial, serta bekerja sama dengan para camat dan lurah untuk menyebarkan informasi ke masyarakat di tiap wilayah.

Selain fokus pada penambahan sambungan baru, Perumda juga tengah berupaya mengatasi permasalahan jaringan perpipaan tua yang menyebabkan kebocoran dan kehilangan air.

“Berdasarkan data per September 2025, tingkat kehilangan air mencapai 27 persen. Ini karena banyak pipa yang sudah tua dan bocor. Kami berharap dukungan Pemerintah Kota Kupang dan BKD untuk program peremajaan pipa di segmen-segmen kritis,” ungkapnya.

Isidorus berharap, program promo sambungan baru ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga selama tiga bulan ke depan, sekaligus menjadi langkah nyata dalam meningkatkan pelayanan publik dan efisiensi air bersih di Kota Kupang. (MI)




Gubernur NTT Melki Laka Lena: Setiap Rupiah Anggaran Harus Berdampak bagi Publik

Kupang,nwartapedia.com  — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi menutup rangkaian kegiatan Retret Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang sebelumnya digelar di Universitas Pertahanan (Unhan) Belu.

Penutupan kegiatan tersebut berlangsung di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, pada Senin (13/10/2025) siang.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa hasil dari kegiatan retret itu diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja dan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.

 “Kita memastikan seluruh hasil dari Unhan, baik dalam memperbaiki tata kelola maupun pelayanan kita masing-masing,” ujar Gubernur Melki.

Retret ASN Dorong Perubahan dan Kolaborasi

Gubernur Melki menyebutkan bahwa kegiatan retret tersebut diikuti oleh lebih dari 600 ASN yang terdiri dari pejabat struktural di berbagai instansi Pemprov NTT. Ia berharap para peserta retret dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.

 “Tidak boleh lagi ada kerja sendiri-sendiri. Lupakan ego dan perkuat kerja sama. Kita butuh kolaborasi untuk mencapai hasil terbaik,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah provinsi akan melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja ASN, terutama pejabat eselon II, III, dan IV yang disebutnya sebagai motor penggerak dan motor perubahan birokrasi ke depan.

“Pencapaian per minggu harus dihitung secara cermat. Setiap pejabat harus tahu sejauh mana kontribusinya terhadap pelayanan publik,” imbuhnya.

Anggaran Harus Berdampak untuk Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyoroti pentingnya efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran daerah di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah.

 “Di tengah pembatasan anggaran, kita harus memastikan setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar berdampak bagi kebutuhan publik,” tandasnya.

Sebagai contoh, ia menyebut pelaksanaan Tour de EnTeTe, yang meski hanya menggunakan anggaran kurang dari Rp15 miliar, justru mampu mendatangkan alokasi dana sebesar Rp186 miliar untuk perbaikan jalan yang dilalui peserta lomba balap sepeda tersebut.

“Program apa, dampaknya apa, biayanya berapa — semua harus terukur. Setiap kritik masyarakat harus dijawab dengan kinerja,” tegas Gubernur Melki.

Menuju Transformasi Birokrasi Produktif

Lebih lanjut, Gubernur Melki menekankan pentingnya transformasi birokrasi dari pola kerja konvensional menjadi birokrasi yang adaptif, inovatif, dan berjiwa entrepreneur.

 “Kita harus bertransformasi dari birokrasi yang biasa-biasa saja menjadi birokrasi yang berjiwa entrepreneur. Ke depan, tugas kita adalah melahirkan banyak pengusaha di berbagai bidang agar nilai tambah dan hilirisasi ekonomi bisa terjadi di masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, Pemprov NTT di bawah kepemimpinan Gubernur Melki berkomitmen menjadikan ASN sebagai agen perubahan yang tidak hanya melayani, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi rakyat melalui kolaborasi dan kerja nyata. ***




Kuasa Hukum Ajukan Perlawanan Eksekusi, Andre Lado Tegaskan Agustinus Fanggi Pemilik Sah Tanah di Lampu Merah Oesapa

Kupang,nwartapedia.com — Sengketa kepemilikan lahan di kawasan strategis Lampu Merah Oesapa, Kota Kupang, kembali menjadi sorotan publik.

Melalui kuasa hukumnya Andre Lado, S.H., warga bernama Agustinus Fanggi resmi mengajukan gugatan perlawanan eksekusi terhadap objek tanah seluas 535 meter persegi yang terletak di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Negeri Kupang karena pihak Agustinus Fanggi mengklaim sebagai pembeli sah atas tanah tersebut berdasarkan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 2287/Oesapa, hasil kesepakatan jual beli dengan Paulus Kou (terlawan VII) sejak tahun 2007.

Pembelian Disertai Bukti Pembayaran dan Itikad Baik

Dalam keterangan persnya kepada sejumlah awak media pada Senin (13/10/2025), Andre Lado menegaskan bahwa transaksi jual beli antara kliennya dan Paulus Kou dilakukan secara sah serta disertai bukti pembayaran yang sah di mata hukum.

“Klien saya telah menunjukkan itikad baik sebagai pembeli dengan melakukan pembayaran secara bertahap, yaitu Rp25 juta pada 20 April 2007 dan Rp25 juta pada 27 Desember 2008, dari total harga Rp350 juta. Sisanya akan dilunasi ketika sertifikat tanah dibawa ke notaris untuk penandatanganan akta jual beli,” jelas Andre.

Namun hingga tahun 2015, sertifikat tersebut belum juga diserahkan kepada Agustinus Fanggi karena disebut masih berada di tangan pihak lain.

Sudah Ditempati dan Dibangun Sejak 2017

Sejak tahun 2017, Agustinus Fanggi diketahui telah menempati dan membangun lima unit kamar kos permanen berukuran 3×4 meter di atas lahan tersebut.

Bangunan itu digunakan sebagai tempat tinggal dan usaha kecil, dan keberadaannya diketahui secara terbuka oleh masyarakat sekitar.

Namun, pada 4 Agustus 2025, pihak Pengadilan Negeri Kupang melakukan pemeriksaan lokasi untuk eksekusi lahan terkait putusan perkara perdata Nomor 92/Pdt.G/2021/PN KPG, di mana Paulus Kou (terlawan VII) dinyatakan kalah.

Andre Lado menuturkan bahwa kliennya tidak pernah menjadi pihak dalam perkara tersebut dan baru mengetahui adanya proses hukum itu ketika petugas datang ke lokasi.

“Klien kami tidak pernah dilibatkan atau diberitahu tentang perkara sebelumnya. Karena itu, pelaksanaan eksekusi atas objek tanah yang telah dibeli dan ditempati sejak lama jelas berpotensi melanggar hak hukum klien kami,” tegas Andre.

Isi Gugatan Perlawanan

Dalam gugatan yang telah terdaftar di Pengadilan Negeri Kupang, pihak Agustinus Fanggi meminta majelis hakim untuk:

  1. Menyatakan sah jual beli antara Agustinus Fanggi dan Paulus Kou atas tanah objek sengketa.
  2. Menyatakan sah kwitansi pembayaran sebagai bukti transaksi jual beli.
  3. Mengakui hak tinggal dan hak atas bangunan yang telah berdiri di atas lahan tersebut.
  4. Menunda eksekusi tanah hingga terdapat putusan hukum yang berkekuatan tetap (inkracht).

Gugatan tersebut juga mengacu pada Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 126K/Sip/1976 dan Nomor 1248 K/Pid/2019, yang menegaskan bahwa perjanjian jual beli tetap sah meskipun akta belum dibuat selama syarat-syarat materil terpenuhi, serta eksekusi atas objek yang disengketakan pihak ketiga dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum.

Menanti Keadilan dari Pengadilan

Hingga berita ini diturunkan, proses perlawanan eksekusi masih berlangsung di Pengadilan Negeri Kupang. Pihak Agustinus Fanggi berharap majelis hakim dapat menilai fakta hukum secara objektif, mengingat dirinya telah menempati, membangun, dan memanfaatkan lahan tersebut secara sah dan terbuka sejak 2007.

“Kami percaya pada asas keadilan. Harapan kami, pengadilan dapat menegakkan hukum secara adil dan tidak merugikan warga yang telah beritikad baik,” tutup Andre Lado. (***)




Abraham Paul Liyanto Apresiasi Kehadiran DPD Presidium PNI NTT Wujud Sinergi Baru Kawal Program Pemerintah

Kupang, nwartapedia.com — Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Abraham Paul Liyanto, menyambut positif kehadiran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Presidium Persatuan Nusantara Indonesia (PNI) NTT, yang baru saja dilantik dan langsung menggelar kegiatan Jalan Sehat Merakyat di arena Car Free Day Kota Kupang, Sabtu (11/10/2025).

Menurut Paul Liyanto, hadirnya Presidium PNI di NTT menjadi energi baru bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama-sama membangun kontrol sosial yang sehat dan mendorong transparansi dalam pelaksanaan program pemerintah.

“Saya melihat kehadiran Presidium PNI ini sangat positif. Di bawah komando pimpinan yang berpengalaman, organisasi seperti ini bisa menjadi mitra pemerintah dan masyarakat untuk saling mengawasi dan memperbaiki kebijakan yang belum tepat. Ini bagian dari upaya memperkuat check and balance,” ujarnya.

Senator yang dikenal vokal memperjuangkan kepentingan daerah ini juga menekankan bahwa sinergi antara berbagai elemen bangsa mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga lembaga sosial sangat dibutuhkan agar program pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.

“Program pemerintah harus dikawal bersama. Kalau ada yang tidak sesuai, harus diingatkan dan dilaporkan. Tidak semua orang paham mana program yang efektif, karena itu masyarakat harus ikut melihat, menyuarakan, dan menuliskan agar pelaksanaannya bisa diawasi bersama,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Paul Liyanto juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi perhatian nasional.

Menurutnya, meski program tersebut baik, pelaksanaannya di lapangan masih belum merata dan perlu evaluasi agar tepat sasaran.

“Program MBG ini bagus, tapi masih banyak anak-anak di desa yang belum menikmati manfaatnya. Mestinya dimulai dari desa dan daerah 3T karena di sanalah anak-anak paling membutuhkan gizi tambahan. Di kota, anak-anak sudah punya kantin dan orang tua yang bisa membekali mereka,” ujarnya.

Paul Liyanto juga memberikan masukan agar pemerintah memperhatikan kapasitas dan lokasi dapur penyedia makanan agar kualitas tetap terjaga.

“Satu dapur yang melayani tiga ribu siswa itu tidak realistis. Makanan bisa basi dan menimbulkan masalah kesehatan. Sebaiknya dapur diperkecil dan ditempatkan dekat sekolah, bahkan bisa bekerja sama dengan kantin sekolah agar anak-anak makan makanan segar setiap hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat juga harus dilibatkan aktif dalam memantau pelaksanaan program agar tidak sekadar menjadi proyek formalitas.

“Kita semua harus ikut mengawasi. Kalau ada sekolah yang belum dapat program makan bergizi gratis, masyarakat bisa langsung melapor. Ini cara sederhana tapi efektif agar setiap kebijakan pemerintah benar-benar sampai ke rakyat,” tandasnya.

Melalui kegiatan Jalan Sehat Merakyat yang diinisiasi DPD Presidium PNI NTT tersebut, Abraham Paul Liyanto berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat NTT semakin tumbuh kuat.

“Saya mendukung penuh inisiatif seperti ini. Presidium PNI hadir bukan untuk bersaing dengan pemerintah, tetapi untuk bersinergi dan membantu memastikan setiap program berjalan demi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya dengan optimistis. (MI)




Baru Sehari Dilantik, DPD Presidium PNI NTT Langsung Gelar Jalan Sehat Merakyat

Kupang,nwartapedia.com — Baru sehari pasca pelantikan kepengurusannya, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Presidium Persatuan Nusantara Indonesia (PNI) Provinsi NTT langsung tancap gas dengan menggelar kegiatan Jalan Sehat Merakyat, Sabtu (11/10/2025), di arena Car Free Day, Kota Kupang.

Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Umum dan jajaran Pengurus DPP PNI, serta berbagai tokoh masyarakat, pejabat daerah, dan warga Kota Kupang.

Jalan sehat tersebut menjadi ajang kebersamaan sekaligus simbol semangat pelayanan bagi rakyat, serta momentum memperkenalkan kepemimpinan baru DPD Presidium PNI NTT.

Ketua Umum Presidium PNI, Dr. Jan Samuel Maringka, SH, MH, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan jalan sehat merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat.

“Kita ingin menunjukkan bahwa untuk memulai sesuatu yang baik tidak harus dengan hal-hal besar dan mahal. Cukup dengan niat tulus dan kebersamaan, kita bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya kepada media ini.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir berbagai tokoh penting, antara lain anggota DPRD Provinsi NTT, perwakilan Lanud Wira Sakti Kupang, tokoh-tokoh masyarakat NTT, serta anggota DPD RI, Abraham Paul Liyanto, yang juga menjadi pelindung dan penasehat Presidium PNI.

Kehadiran mereka menjadi simbol sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan untuk bersama-sama membangun daerah.

Sementara itu, Ketua Presidium PNI NTT, Bobby Lianto, M.M., MBA., mengatakan bahwa kegiatan jalan sehat ini menjadi agenda perdana setelah pelantikan kepengurusan DPD Presidium PNI NTT pada 10 Oktober 2025.

“Kemarin kita baru saja dilantik pada 10-10-10, dan hari ini, 11 Oktober, kita langsung bergerak. Ini adalah langkah awal kami untuk menunjukkan bahwa PNI hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat,” kata Bobby.

Kegiatan Jalan Sehat Merakyat tersebut mendapat sambutan antusias dari warga Kota Kupang. Selain menyehatkan, acara ini juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dan para pemimpin daerah. (MI)




Direktur PDAM Kota Kupang Jalin Kerja Sama dengan BLUD SPAM NTT untuk Penuhi Kebutuhan Air Masyarakat

Kupang, nwartapedia.com — Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isodorus Lilijawa, melakukan silaturahmi dengan jajaran BLUD SPAM Provinsi NTT pada Jumat (10/10/2025).

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kepala BLUD SPAM NTT tersebut membahas kelanjutan kerja sama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.

Langkah ini menjadi awal yang baik di bawah kepemimpinan baru Isodorus, yang berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas lembaga demi peningkatan pelayanan publik.

Dalam pertemuan itu, Isodorus mengungkapkan bahwa kemitraan antara Perumda Air Bersih Kota Kupang dan BLUD SPAM NTT sejatinya telah terjalin sejak beberapa tahun lalu, namun sempat terhenti pada tahun 2022.

Menurutnya, kerja sama tersebut perlu dihidupkan kembali karena memiliki visi yang sama: melayani masyarakat.

“Awal kepemimpinan saya ini, kami ingin membuka kembali komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BLUD SPAM NTT. Mau tidak mau, kita harus bekerja sama, karena tujuan kita sama: melayani masyarakat Kota Kupang,” ujar Isodorus.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya akan membuka ruang kemitraan yang lebih luas, tidak hanya dengan BLUD SPAM NTT, tetapi juga dengan PDAM Tirta Lontar Kabupaten Kupang, perbankan, serta pemerintah pusat.

“Kita akan lanjutkan MoU ini dalam momentum HUT Provinsi NTT, sebagai komitmen bersama untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BLUD SPAM NTT, Erasmus Jogo, menyambut positif pertemuan tersebut. Ia menilai silaturahmi ini merupakan campur tangan dari Tuhan karena mempertemukan kembali pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam satu semangat yang sama: pelayanan publik.

“Kedatangan mereka ini adalah gerakan dari Tuhan. Ini wujud kolaborasi antara Pemkot Kupang dan Pemprov NTT untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang sangat membutuhkan air bersih,” kata Erasmus.

Menurut Erasmus, fokus kerja sama yang akan dikembangkan mencakup peningkatan kualitas air dan perluasan jangkauan layanan. Ia juga menyoroti bahwa tantangan yang dihadapi sebelumnya terkait kualitas air akan menjadi perhatian bersama ke depan.

“Kami di provinsi siap berkolaborasi dan membantu dengan sumber daya serta kapasitas yang kami miliki. Dengan hadirnya Pak Iso, kami optimistis masyarakat Kota Kupang bisa menikmati pelayanan air bersih yang lebih baik,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir beberapa pejabat Perumda Air Minum Kota Kupang, antara lain Ferdi Jermias (Kabag Hubungan Langganan), Elsy E. Bengu (Kabag Teknik), dan Desy Setiawati (Kabag Administrasi & Keuangan).

Menutup pertemuan, Isodorus menegaskan bahwa kolaborasi ini akan menjadi langkah nyata menuju pelayanan publik yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Kami di Perumda Air Minum Kota Kupang berkomitmen melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Air bersih adalah kebutuhan dasar, dan kami akan bekerja keras agar masyarakat Kota Kupang mendapatkan layanan yang layak, merata, dan berkualitas,” tegasnya.

Silaturahmi ini diharapkan menjadi awal sinergi baru antara Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT dalam memastikan ketersediaan serta distribusi air bersih yang memadai bagi seluruh warga Kota Kupang. (MI)




Presidium PNI NTT Resmi Dilantik: Bobby Lianto Tekankan Semangat Persatuan, Jansen Marina Tegaskan Sinergi untuk Indonesia Maju

Kupang, nwartapedia.com — Dalam suasana penuh semangat kebangsaan, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Presidium Persatuan Nusantara Indonesia (PNI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi dilantik di lantai 10 Hotel Harper Kupang, Jumat (10/10/2025) pukul 10 lewat 10 menit 10 detik WITA.

Momen yang sarat makna ini menjadi simbol kesempurnaan dan tekad kuat organisasi dalam memperkokoh persatuan serta memperkuat kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Ketua DPD Presidium PNI NTT, Bobby Lianto, M.M., MBA., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas pelaksanaan pelantikan yang berlangsung khidmat dan penuh makna.

“Kami bersyukur pelantikan ini bisa terlaksana pada tanggal dan waktu yang sangat unik—tanggal 10 bulan 10 tahun 2025, pukul 10 lewat 10 detik, di lantai 10 Hotel Harper. Ini bukan kebetulan, tetapi simbol semangat dan kesempurnaan langkah awal kita,” ujar Bobby disambut tepuk tangan meriah.

Bobby menuturkan, perjuangan membentuk DPD Presidium PNI NTT tidaklah mudah. Para pengurus dari 22 kabupaten/kota menempuh perjalanan panjang melalui darat, laut, hingga udara untuk hadir di Kupang.

“Teman-teman dari daerah luar biasa. Ada yang menyeberang laut dan naik kapal hanya untuk hadir. Ini bukti komitmen dan semangat menjaga persatuan,” katanya.

Sebagai organisasi masyarakat yang mendukung program pemerintah, Bobby menegaskan bahwa Presidium PNI memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan publik agar berpihak pada kesejahteraan rakyat.

“Tidak ada program pemerintah yang sempurna, tetapi tugas kita adalah membuatnya sempurna dengan pelayanan yang tulus dan hati yang bersih. Kita kawal, kita beri masukan, dan kita dukung agar semua demi kepentingan rakyat,” tegasnya.

Bobby juga mengumumkan kegiatan perdana DPD Presidium PNI NTT pascapelantikan, yakni ‘Jalan Sehat Merakyat’ yang akan digelar di area Car Free Day depan Kantor Gubernur NTT pada Sabtu (11/10/2025) pagi, dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPP.

“Besok pagi jam 6 kita mulai langkah pertama kita dengan jalan sehat bersama. Ini simbol langkah sehat, solid, dan semangat kebersamaan,” ujarnya.

Selain itu, DPD Presidium PNI NTT tengah menyiapkan berbagai program sosial dan pertanian sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Presidium PNI, Dr. Jansen Marina, SH., MH., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus dan panitia yang telah berhasil menyelenggarakan pelantikan dengan penuh semangat dan kekompakan.

“Tanggal 10 bulan 10 jam 10 lewat 10 di lantai 10 bukanlah kebetulan. Ini momentum luar biasa yang menunjukkan semangat, harmoni, dan sinergi antarwilayah. Saya percaya ini adalah tanda berkat Tuhan,” ujar Jansen disambut tepuk tangan hadirin.

Ia menjelaskan, terbentuknya DPD Presidium PNI NTT merupakan hasil kerja cepat, kompak, dan penuh dedikasi dari para pengurus wilayah. Dalam waktu hanya dua bulan, struktur kepengurusan di 22 kabupaten/kota berhasil dibentuk secara lengkap.

“NTT menjadi DPD pertama yang terbentuk sempurna lengkap dengan DPC-nya. Ini prestasi luar biasa yang bisa menjadi contoh bagi wilayah lain di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Jansen menegaskan bahwa kehadiran Presidium PNI bukan untuk berseberangan, melainkan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat dan menjaga arah pembangunan nasional.

“Kita hadir bukan untuk mengkritik, tapi untuk mengawal. Kita ingin memastikan pemerintah berjalan sesuai tujuan—mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Presidium PNI adalah wadah partisipasi rakyat untuk memperkuat kebersamaan dan mengawal arah bangsa,” tegasnya.

Ia juga mendorong seluruh jajaran DPD dan DPC membangun komunikasi aktif dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta media massa guna memperkuat sinergi lintas sektor.

“Kita harus hadir memberi solusi, bukan hanya kritik. Mari bersama-sama berkontribusi dalam bidang sosial, ekonomi, dan pertanian. Ini saatnya kita memberi bukti nyata, bukan hanya janji,” tandas Jansen.

Menutup sambutannya, Dr. Jansen memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran DPD Presidium PNI NTT yang telah bekerja keras sejak awal pembentukan.

“Layarnya sudah terbentang, kapal sudah berlayar. Mari kita berlayar bersama menuju Indonesia yang lebih bersatu, adil, dan makmur,” pungkasnya. (MI)




Poltekkes Kemenkes Kupang Gelar Pengabdian Masyarakat untuk Atasi Stunting di Desa Baumata Timur

Kupang,nwartapedia.com – Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak, Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Baumata Timur pada tanggal 27 September 2024.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Kegiatan yang dihadiri oleh 6 kader dari Posyandu Desa Baumata Timur dan 15 ibu balita stunting dengan gizi kurang ini, menampilkan demonstrasi cara pembuatan susu sari kedelai yang bernilai gizi tinggi bagi ibu hamil dan anak balita.

Selain itu, tim Poltekkes Kupang juga melakukan pendampingan cara pemberian makan pada anak gizi kurang dan stunting, serta memberikan pendidikan kesehatan tentang gizi dan status gizi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat Desa Baumata Timur dapat memahami pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ibu Aben B.Y.H. Romana, S.Kep, Ns., M.Kep, Ketua Tim Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang.

Dalam kegiatan ini, tim Poltekkes Kupang juga membagikan booklet yang berisi materi pemberian makanan bergizi pada anak balita.

Booklet ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat Desa Baumata Timur dalam meningkatkan kesadaran gizi dan pencegahan stunting.

“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di masa depan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak,” ujar Ketua Tim Kerjasama Kegiatan Masyarakat Desa Baumata Timur.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat Desa Baumata Timur tentang pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak, serta menurunkan angka stunting di daerah tersebut. (MI)




Angka 10 Jadi Saksi Lahirnya DPD Presidium PNI NTT di Hotel Harper Kupang

Kupang, nwartapedia.com — Dalam momen yang sarat simbol angka “10”, Jumat (10/10/2025) pukul 10.10.10 WITA, bertempat di Lantai 10 Hotel Harper Kupang, resmi lahir Dewan Pengurus Daerah (DPD) Presidium Persatuan Nusantara Indonesia (PNI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tanggal, waktu, dan tempat yang sama-sama berangka sepuluh itu dianggap sebagai momentum penuh makna dan simbol kesempurnaan bagi lahirnya kepengurusan baru Presidium PNI di Bumi Flobamora.

Pelantikan DPD Presidium PNI NTT dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Presidium PNI, Dr. Jan Samuel Maringka, yang hadir bersama rombongan pengurus pusat. Turut mendampingi, Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi Tedi Matheus, Bendahara Umum Vera Sanger, serta Koordinator Wilayah NTT Agustina Anakota Foeh.

Dalam acara bersejarah ini, Dr. (Cand.) Bobby Lianto, M.M., MBA. resmi dilantik sebagai Ketua DPD Presidium PNI Nusa Tenggara Timur, bersama jajaran pengurus daerah lainnya. Usai pelantikan, Bobby Lianto juga dijadwalkan langsung melantik 22 Dewan Pengurus Cabang (DPC) Presidium PNI dari seluruh kota dan kabupaten di NTT.

Pelantikan serentak ini menandai dimulainya langkah baru Presidium PNI di wilayah timur Indonesia dengan semangat persatuan dan kebangkitan nasional.

“Angka 10 bukan sekadar kebetulan. Ini adalah simbol kesempurnaan dan tekad bulat untuk membangun bangsa melalui gerakan yang solid, bersatu, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Dr. Jan Samuel Maringka dalam sambutannya.

Sementara itu, Bobby Lianto menyampaikan komitmennya untuk membawa Presidium PNI di NTT menjadi wadah perjuangan yang aktif memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan, gotong royong, dan kesejahteraan rakyat.

“Presidium PNI NTT hadir untuk merajut kekuatan seluruh elemen masyarakat dalam semangat persaudaraan Nusantara,” tegasnya.

Acara pelantikan yang dihadiri berbagai tokoh masyarakat, akademisi, dan perwakilan organisasi itu menjadi momentum bersejarah bagi lahirnya struktur baru Presidium PNI di NTT.

Visi dan misi lengkap serta daftar pengurus yang akan membawa semangat baru gerakan Presidium PNI NTT dijadwalkan akan diumumkan secara resmi setelah pukul 10.10.10 WITA hari ini. (MI)




Poltekkes Kemenkes Kupang Wujudkan Desa Raknamo Sebagai Desa Model Bebas Tuberkulosis Paru

Kupang, nwartapedia.com — Sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung program nasional eliminasi tuberkulosis (TBC), dosen Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa Active Case Finding (ACF) dengan menggunakan Portable X-Ray serta penyuluhan kesehatan tentang TBC di Desa Raknamo, Kabupaten Kupang, pada 17 September 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menjadi aksi nyata Poltekkes Kupang dalam upaya mewujudkan Desa Raknamo sebagai Desa Model Bebas Tuberkulosis Paru tahun 2030.

Ketua kegiatan, Fransiskus Salesius Onggang, SKp, Ns, MSc, menjelaskan bahwa pengabdian masyarakat ini menargetkan penemuan kasus TBC paru, khususnya pada individu yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita tuberkulosis.

“Kegiatan ini bertujuan menemukan kasus TBC sejak dini agar penularan dapat ditekan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dan pengobatan TBC,” ujarnya.

Tim pengabdian terdiri dari para dosen Poltekkes Kemenkes Kupang yakni Gadur Blasius, SKep, Ns, MSi, Aben B.Y.H. Romana, SKep, Ns, MKep, Simon Sani Kleden, SKep, Ns, MKep, dan Dominggus Gonsalves, SKep, Ns, MSc.

Dalam pelaksanaan kegiatan ini, mereka memanfaatkan alat X-Ray portable yang merupakan hibah dari Pemerintah Arab Saudi, sebagai salah satu inovasi dalam mendukung deteksi dini kasus TBC di NTT.

Selain pemeriksaan menggunakan X-Ray portable, kegiatan ini juga mencakup pemeriksaan sputum dan uji tuberkulin (Mantoux Test) untuk mendeteksi infeksi akibat Mycobacterium tuberculosis.

Hasil pemeriksaan yang dinyatakan positif akan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan dan rujukan pengobatan di puskesmas setempat.

Menurut Simon Sani Kleden, kegiatan ACF ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak lintas program dan lintas sektor.

“Semakin banyak kasus yang ditemukan, maka cakupan pengobatan akan semakin luas, dan penularan TBC dapat ditekan semaksimal mungkin di Desa Raknamo,” jelasnya.

Kegiatan ini dilakukan melalui kolaborasi antara Poltekkes Kemenkes Kupang, Dinas Kesehatan Provinsi NTT (Program P2M), Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Puskesmas Fatukanutu, dan Puskesmas Pembantu Raknamo, serta melibatkan kader TBC desa.

Metode yang digunakan mencakup survei, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan langsung dengan portable X-Ray, dan tindak lanjut bagi masyarakat yang dinyatakan positif.

Sebanyak 94 warga yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC dan menunjukkan gejala TBC paru telah menjalani pemeriksaan.

Kepala Desa Raknamo, Augusto S, SPt, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Poltekkes Kemenkes Kupang. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Raknamo dalam upaya membebaskan desa kami dari TBC,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Raknamo semakin memahami pentingnya pencegahan, pengobatan, dan kepatuhan terapi TBC, serta mampu menjadi contoh bagi desa lain dalam upaya eliminasi TBC di Kabupaten Kupang.

Dengan langkah-langkah konkret ini, Poltekkes Kemenkes Kupang bersama pemerintah dan masyarakat menegaskan komitmen untuk mewujudkan NTT Bebas Tuberkulosis Paru pada tahun 2030. (MI)