Jefri Edward Pelt Dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com   — Pemerintah Kota Kupang resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang pada Kamis (16/10/2025).

Dalam pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut, Jefri Edward secara resmi ditetapkan sebagai Sekretaris Daerah Kota Kupang.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Kupang yang menimbang, mengingat, dan memperhatikan sejumlah dokumen penting, antara lain:

  1. Surat Keputusan Panitia Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kota Kupang Tahun 2025 Nomor 12/DPPK/X/2025 tertanggal 2 Oktober 2025, tentang hasil akhir seleksi terbuka jabatan tersebut.
  2. Surat dari Kepala Badan Kepegawaian Nomor 19836/N.102.03-SD/2025 tertanggal 7 Oktober 2025, mengenai rekomendasi hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama di Kota Kupang.
  3. Surat dari Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 800/2213.2 tertanggal 16 Oktober 2025, tentang persetujuan pengangkatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama Sekretaris Daerah Kota Kupang.

Berdasarkan keputusan tersebut, Jefri Edward, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, kini diangkat sebagai Sekretaris Daerah Kota Kupang. Ia tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil dengan NIP 19690802 199603 1 003, berpangkat Pembina Utama Muda (IV/c).

Dalam pelantikan tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo secara resmi mengambil sumpah jabatan dan menyerahkan surat keputusan pengangkatan.

Kepada pejabat yang dilantik juga diberikan tunjangan jabatan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pelantikan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan bahwa apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, maka akan dilakukan peninjauan kembali sebagaimana mestinya.

Dengan pelantikan ini, diharapkan Sekda yang baru dapat menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik secara optimal, serta memperkuat koordinasi antar perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di Kota Kupang. (MI)




Awali Kepemimpinan, Perumda Air Minum Kota Kupang Teken PKS dengan Bank NTT

Kupang, nwartapedia.com –  Perumda Air Minum Kota Kupang dan Bank NTT resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Kamis (16/10/2025) di Kantor Pusat Bank NTT.

Penandatanganan ini menjadi momentum penting dalam mempererat kolaborasi antarinstansi daerah demi peningkatan pelayanan publik, khususnya dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.

Direktur Dana sekaligus Plt Direktur Kredit Bank NTT, Hillarius Minggu, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kerja sama tersebut.

Ia juga mengapresiasi langkah cepat dari jajaran baru Perumda Air Minum Kota Kupang yang langsung membangun komunikasi intensif sejak awal kepemimpinan.

“Hari ini kita melakukan PKS dengan PDAM Kota Kupang. Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena kita bisa menandatangani perjanjian kerja sama ini. Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang selama ini sudah terjalin. Ke depan, kita ingin menjadi penyumbang PAD dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidoru Lilijawa, yang baru dua minggu dilantik, menyebut penandatanganan ini sebagai tonggak awal dalam membangun sinergi lintas sektor.

Ia hadir didampingi tiga kepala bagian  Administrasi dan Keuangan, Teknik, serta Satuan Pengawas Internal bersama tim Humas dan Hubungan Pelanggan.

“Dalam dua minggu pertama ini, saya lebih banyak membangun komunikasi ke luar karena kami sadar bahwa kami tidak cukup kuat untuk berjalan sendiri. Kami butuh mitra dan teman seperjalanan. Maka itu, kolaborasi ini menjadi langkah awal membangun ekosistem kerja sama yang sehat,” ungkap Isidoru.

Dalam hari yang sama, Perumda juga menerima serah terima 32 unit rumah dari developer Perumahan Bumi Naimata Indah, yang akan segera mendapatkan sambungan air dari Perumda. Isidoru menyebut kolaborasi dengan pihak ketiga seperti ini sangat penting untuk mempercepat layanan infrastruktur dasar kepada masyarakat.

“Kami berharap Bank NTT dapat menjadi fasilitator bagi pengembang perumahan di Kota Kupang. Untuk urusan air minum, percayakan kepada kami,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mendorong seluruh jajaran Perumda untuk menanamkan semangat pelayanan yang diusung Bank NTT, yaitu “melayani dengan sungguh”, sebagai prinsip kerja yang juga diterapkan di internal Perumda.

“Kita tidak bisa melayani dengan setengah hati. Perbaikan pipa, distribusi air bersih, dan kepuasan pelanggan adalah tanggung jawab utama. Kami ingin menjadikan kerja sama ini sebagai ruang terbuka bagi sinergi yang lebih luas ke depan,” tutup Isidoru.

Penandatanganan ini menjadi awal dari babak baru kerja sama strategis antara dua lembaga penting di Nusa Tenggara Timur, dengan harapan mendorong perbaikan layanan publik, memperluas akses air bersih, serta memperkuat kontribusi terhadap perekonomian daerah. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang Resmi Kelola Infrastruktur Air Bersih di Perumahan Bumi Naimata Indah

Kupang nwartapedia.com  –  Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang kembali memperluas layanannya. Hari ini, Kamis (16/10/2025), telah dilangsungkan penandatanganan berita acara serah terima kepemilikan infrastruktur air bersih dari PT Gabriel Bangun Jaya kepada Perumda Air Minum Kota Kupang di Perumahan Bumi Nemata Indah.

Penandatanganan ini dilakukan langsung oleh Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, bersama tim, dan disaksikan oleh Direktur PT Gabriel Bangun Jaya, Maya L. Wila Tiro, selaku pengembang perumahan.

“Kami menyampaikan terima kasih atas inisiasi dan kolaborasi luar biasa dari Ibu Maya dan jajaran manajemen PT Gabriel Bangun Jaya. Mereka menyerahkan sepenuhnya pengelolaan air minum di Perumahan Bumi Nemata Indah kepada kami, terhitung mulai 1 November 2025,” ungkap Isidorus Lilijawa usai acara.

Perumahan Bumi Nemata Indah saat ini memiliki 32 unit rumah dengan sambungan air yang akan langsung dikelola oleh Perumda mulai bulan depan.

Yang menarik, selain pengelolaan, pihak pengembang juga menyerahkan seluruh aset infrastruktur air, seperti Reservoir berkapasitas 10.000 liter, 1 sumur bor, Pompa submersible kapasitas 1,5 Di, Panel listrik 600 VA, Jaringan perpipaan internal dan 30 sambungan rumah aktif.

Isidorus menilai langkah ini sebagai contoh sinergi ideal antara sektor swasta dan pemerintah dalam penyediaan layanan publik. Ia berharap, langkah serupa bisa diikuti oleh pengembang lainnya di Kota Kupang.

“Ini menjadi model kerja sama yang patut dicontoh. Para pengembang bisa fokus membangun perumahan, sementara pengelolaan air minum diserahkan kepada Perumda agar pelayanan lebih optimal dan terintegrasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi komitmen Maya L. Wila Tiro yang menyampaikan bahwa beberapa perumahan lain milik PT Gabriel Bangun Jaya juga akan diserahkan pengelolaannya kepada Perumda dalam waktu dekat.

Termasuk Lebih dari 100 unit di lokasi Penkase, 50 unit di Jati Regency dan 71 unit lainnya dalam proses. 

Sementara itu, Direktur PT Gabriel Bangun Jaya, Maya L. Wila Tiro, menyampaikan bahwa penyerahan ini dilakukan demi pengelolaan air bersih yang lebih profesional, efisien, dan memberikan dampak positif secara ekonomi.

“Air itu pada dasarnya milik negara. Jadi menurut kami, lebih baik dikelola oleh Perumda agar pengolahan air lebih maksimal, pelayanan lebih baik, dan juga bisa menambah pendapatan daerah,” ujarnya.

Maya juga berharap developer lain di Kota Kupang bisa melakukan hal serupa, agar manajemen air di kawasan perumahan bisa dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan sistem layanan pemerintah.

“Seluruh infrastruktur yang sudah kami bangun, dari sumber air sampai ke sambungan rumah, kami serahkan sepenuhnya kepada Perumda Air Minum Kota Kupang. Harapannya pelayanan akan semakin baik dan pemerintah bisa melakukan pemeliharaan secara optimal,” tambah Maya.

Dengan langkah ini, Perumda Air Minum Kota Kupang memperkuat peran strategisnya dalam penyediaan layanan air bersih, serta memperluas basis pelanggan untuk mendukung peningkatan pendapatan daerah. (MI)




Dorong UMKM Lokal, Lurah Oesapa Barat dan Ketua Kadin NTT Fasilitasi Lahan Gratis untuk Warga

Kupang nwartapedia.com  –   Sebuah langkah nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dilakukan di Kelurahan Oesapa Barat, Kota Kupang. Pada Rabu (8/10), Lurah Oesapa Barat, Christian E. Chandra, SH, bersama Ketua RT 07, Yohanes Yohan Paa, mengadakan pertemuan penting dengan Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, di Kantor Sejahtera Group.

Pertemuan ini membuahkan kesepakatan penting bagi para pelaku UMKM lokal. Ketua Umum KADIN NTT yang juga pemilik beberapa lahan di wilayah tersebut, Bobby Lianto, secara sukarela memfasilitasi penggunaan lahan tanpa biaya sewa untuk dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, khususnya para pengusaha lokal asli Oesapa Barat.

Beberapa lahan tersebut akan digunakan untuk kegiatan usaha produktif seperti jasa cuci motor, lapak jual beli ikan, dan bentuk usaha kecil lainnya yang mendukung ekonomi warga.

Dalam kesempatan tersebut, Lurah Christian E. Chandra menyampaikan harapannya agar pemilik-pemilik lahan lain yang masih belum dimanfaatkan juga bersedia membuka akses bagi masyarakat untuk berwirausaha, tentu dengan persetujuan dan kesepakatan yang saling menguntungkan.

Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan UMKM dan perputaran ekonomi di Oesapa Barat.

“Sangat penting bagi kami untuk menciptakan ruang-ruang usaha bagi warga, terutama UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Kami apresiasi niat baik dari Bapak Bobby Lianto yang dengan terbuka memberikan dukungan nyata,” ujar Lurah Christian.

Bobby Lianto dalam sambutannya menyambut baik inisiatif ini. Ia menyatakan bahwa sebagai putra daerah dan Ketua Kadin NTT, dirinya berkewajiban mendorong ekosistem ekonomi yang sehat, khususnya bagi pelaku UMKM.

“Kami berharap ini bisa menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menciptakan peluang ekonomi. UMKM harus jadi garda depan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi NTT,” kata Bobby.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Lurah Oesapa Barat yang telah proaktif memfasilitasi warganya untuk bisa lebih mandiri secara ekonomi melalui pemanfaatan aset-aset lahan yang ada.

Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi warga Oesapa Barat dan wilayah lain di NTT untuk terus mengembangkan potensi lokal, memberdayakan masyarakat, dan membangun ekonomi dari bawah. (MI)




Wali Kota Kupang Tinjau SPAM Kali Dendeng, Soroti Optimalisasi Produksi dan Distribusi Air

Kupang nwartapedia.com  –   Wali Kota Kupang melakukan kunjungan lapangan ke Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Dendeng dan aliran sungai Kali Dendeng pada Rabu (15/10).

Dalam kunjungan yang berlangsung selama lebih dari dua jam tersebut, Wali Kota meninjau langsung proses pengolahan air serta berbagai kendala yang dihadapi dalam distribusinya kepada masyarakat.

“Kita mulai dari SPAM Kali Dendeng, lalu lanjut ke aliran kali. Kita diskusi banyak hal, mulai dari alur air, proses koagulasi, flokulasi, sedimentasi, hingga penyaluran ke reservoir. Ada dua reservoir, kapasitas 3000 dan 1000,” ujar Wali Kota Kupang dalam keterangannya kepada media.

Ia menjelaskan bahwa dari hasil pantauan langsung, terdapat sejumlah permasalahan teknis yang menyebabkan debit air yang keluar belum maksimal.

Produksi saat ini sekitar 50-52 ribu liter per hari, padahal kapasitas maksimalnya bisa mencapai 70-80 ribu, bahkan 90 ribu liter jika sistem dan jam operasional ditambah.

“Kita sudah catat semua, termasuk yang rusak-rusak. Ini akan kita anggarkan di tahun 2026 lewat anggaran murni. Rencananya akan dibahas sekitar bulan November,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pentingnya optimalisasi tidak hanya pada distribusi air ke rumah-rumah, tetapi juga pada proses hulunya, yakni sistem produksi air.

Ia menyebut akan ada penambahan sambungan rumah (SR) secara bertahap untuk menjangkau lebih banyak kelurahan, seiring dengan peningkatan debit air.

“Kita urut dulu benang kusutnya dari awal. Makanya saya datang lama di lokasi, diskusi langsung, mencatat, dan bahkan menggambar mekanisme aliran air supaya saya paham dan bisa merencanakan dengan matang,” jelasnya.

 

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengapresiasi kehadiran dan perhatian langsung dari Wali Kota. Ia menilai kunjungan ini sangat berarti bagi peningkatan layanan air bersih di Kota Kupang.

“Terima kasih kepada Pak Wali yang sudah hadir dan berdiskusi langsung. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk menyelesaikan masalah air. Kita saat ini baru melayani sekitar 3.000 sambungan rumah, padahal potensinya bisa menjangkau hingga 15.000,” ujar Isidorus.

Menurutnya, banyak potensi air yang belum dimanfaatkan karena keterbatasan infrastruktur, termasuk pompa dan sistem distribusi yang perlu diperbaiki.

Ia juga menyebut beberapa bagian seperti pintu air yang rusak akan segera diusulkan untuk perbaikan agar distribusi lebih maksimal.

“Kami berharap pada 2026 nanti bisa dilakukan penambahan sambungan rumah secara signifikan. Tapi tentu ini semua menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Targetnya, air tidak hanya mengalir tapi juga dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat,” pungkasnya. (MI)




Warga Apresiasi Wali Kota Kupang Serahkan Kursi Roda Gunakan Dana Pribadi

Kupang, nwartapedia.com – Aksi nyata kembali ditunjukkan Wali Kota Kupang dalam memperhatikan warganya. Pada Rabu (15/10/2025), Wali Kota menyerahkan secara langsung bantuan kursi roda kepada Ibu Indry, warga RT 12 RW 4, Kelurahan Nefonaek, Kecamatan Kota Lama. Yang membuat bantuan ini istimewa adalah karena diberikan menggunakan dana pribadi sang Wali Kota.

Tindakan ini menuai apresiasi dari warga, khususnya keluarga penerima bantuan. Mereka menilai bahwa Wali Kota telah menunjukkan kepemimpinan yang tulus dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang yang sudah mendengarkan keluhan saya,” ujar Ibu Indry penuh haru.

“Saya sempat menghubungi beliau dan menyampaikan bahwa saya butuh kursi roda yang sesuai kebutuhan. Kalau yang biasa di rumah sakit itu untuk orang sakit sementara, tidak cocok untuk dipakai harian. Kursi roda seperti ini sangat membantu, ruang gerak lebih bebas, dan aktivitas lebih nyaman,” tambahnya.

Kursi roda yang diserahkan memiliki desain khusus dengan kualitas lebih kokoh dan nyaman dibandingkan kursi roda standar, sangat cocok untuk pemakaian rutin jangka panjang.

Wali Kota Kupang dalam keterangannya menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen pribadi untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan.

“Kursi roda ini bisa menopang hingga 200 kilogram. Rangkanya kuat, dan bagian dudukannya tidak langsung mengenai tulang ekor sehingga tidak menimbulkan sakit. Ini penting untuk kenyamanan jangka panjang,” ujar Wali Kota.

Ia juga menyampaikan bahwa kepedulian sosial seperti ini tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata.

“Kami ingin setiap warga merasakan kehadiran pemerintah, tidak hanya lewat aturan, tapi juga melalui sentuhan langsung. Selama saya bisa, saya akan terus bergerak,” tegasnya.

Program bantuan seperti ini juga berjalan seiring dengan kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dan Kementerian Sosial Republik Indonesia yang bertujuan membantu masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan mereka yang membutuhkan alat bantu mobilitas.

Warga setempat menyambut baik dan memberikan apresiasi atas aksi nyata yang dilakukan Wali Kota Kupang. Mereka berharap bantuan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan di berbagai wilayah Kota Kupang. (MI)




Kepala LAN RI, Dr. Muhammad Taufik Resmikan Akademi Pengentasan Kemiskinan di Kota Kupang

Kupang,nwartapedia.com   – Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia, Dr. Muhammad Taufik, secara resmi meluncurkan Akademi Pengentasan Kemiskinan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (15/10).

Peluncuran akademi ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan melalui pendekatan kolaboratif dan inovatif.

Dalam sambutannya, Dr. Taufik menekankan pentingnya mengubah pendekatan dalam pengentasan kemiskinan.

Menurutnya, pendekatan lama yang sektoral dan administratif terbukti belum cukup efektif, meskipun anggaran besar telah digelontorkan setiap tahunnya.

“Setiap tahun lebih dari 500 triliun rupiah digelontorkan untuk pengentasan kemiskinan, namun hasilnya masih belum optimal. Bahkan, menurut audit BPKP, efisiensi program pengentasan kemiskinan baru mencapai 52%,” ungkap Dr. TaTaufik.

Ia menambahkan bahwa Akademi Pengentasan Kemiskinan hadir sebagai jawaban terhadap tantangan tersebut, dengan pendekatan berbasis pembelajaran kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak  pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat.

“Kita perlu rombak cara kerja dan pola pikir. Kemiskinan tidak hanya soal pendapatan rendah, tetapi juga mindset dan budaya. Akademi ini ingin membentuk pola pikir baru bagi para ASN dan masyarakat, agar mereka menjadi aktor utama dalam keluar dari lingkaran kemiskinan,” lanjutnya.

Dr. Taufik juga mengapresiasi Provinsi NTT, khususnya Kota Kupang, yang menurutnya menunjukkan semangat dan inovasi luar biasa dalam pembangunan. Ia menyebut bahwa meskipun NTT mencatatkan pertumbuhan ekonomi tinggi, masalah kemiskinan masih menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi secara serius dan terstruktur.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Kupang, Dr. Christian Riyaldo, perwakilan dari Pemerintah Kota Kupang menyampaikan komitmen penuh terhadap program ini.

“Akademi Pengentasan Kemiskinan sejalan dengan visi pemerintah pusat untuk meningkatkan SDM dan memperkuat reformasi birokrasi. Program ini juga selaras dengan Undang-Undang ASN Nomor 20 Tahun 2023 yang mendorong transformasi ASN agar adaptif, inklusif, dan kolaboratif,” ujar perwakilan Wali Kota.

Peluncuran Akademi ini juga menjadi bagian dari upaya untuk membentuk “Corporation City” di Kota Kupang yang akan didampingi oleh berbagai pihak, termasuk BPSDM Provinsi NTT dan perguruan tinggi. Kota Kupang akan menjadi salah satu daerah percontohan dari implementasi konsep “Corporate University” di wilayah Indonesia Timur.

Dr. Taufik mengakhiri sambutannya dengan ajakan kuat untuk bersama-sama membangun bangsa tanpa kemiskinan:

“Selama masih ada kemiskinan, kita belum sepenuhnya merdeka. Inilah esensi gotong royong – menyelesaikan masalah bangsa secara bersama-sama, tanpa melihat sekat-sekat birokrasi, agama, atau status sosial.”

Acara peluncuran ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Sosial, Kementerian PAN-RB, BPSDM Provinsi NTT, dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Ke depan, Akademi Pengentasan Kemiskinan diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan kebijakan dan pendekatan dalam pengurangan kemiskinan, tidak hanya di Kota Kupang tetapi juga di berbagai daerah lainnya di Indonesia. (MI)




Pemprov NTT Luncurkan Portal Sasando: Langkah Strategis Menuju Pembangunan Berbasis Data

Kupang, nwartapedia.com – Dalam upaya memperkuat perencanaan pembangunan yang berbasis data, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi meluncurkan Portal Sasando NTT, sebuah Portal Data Terpadu Provinsi yang dirancang untuk memperbaiki tata kelola data dan mempercepat transformasi digital pemerintahan daerah.

Acara peluncuran berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Selasa (14/10/2025) siang, dan dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Bappenas RI, Maliki, Minister Counselor Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Tim Stapelton, Gubernur NTT Melki Laka Lena, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, perwakilan Program SKALA, serta insan pers.

Portal Sasando merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dengan Program SKALA (Kemitraan Australia–Indonesia untuk Akselerasi Layanan Dasar), yang bertujuan mendukung penyediaan data pembangunan yang akurat, mutakhir, terpadu, dan berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya, memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif Pemerintah Provinsi NTT menghadirkan Portal Sasando sebagai wujud komitmen dalam tata kelola data yang baik.

“Siapa yang memanfaatkan data dengan baik, maka pemerintahannya akan lebih efektif dan efisien. Ketika publik bisa mengakses data secara luas, maka pemerintahan akan menjadi lebih transparan, partisipatif, dan terbuka,” ujar Bima Arya.

Mantan Wali Kota Bogor itu menekankan pentingnya data sebagai dasar pengambilan kebijakan publik yang tepat sasaran.

Menurutnya, keberadaan Portal Sasando akan membantu Pemerintah NTT menjalankan program pembangunan secara lebih terarah dan terukur, serta memastikan hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran Portal Sasando menjadi tonggak penting dalam perjalanan digitalisasi birokrasi di NTT.

“Portal Sasando ini adalah wadah bersama bagi seluruh data pembangunan di NTT mulai dari data sektoral, hasil padu padan Regsosek, P3KE, DTKS, hingga visualisasi sampai ke tingkat desa,” jelas Melki.

Ia menambahkan bahwa portal ini akan menjadi instrumen utama dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral dan pelayanan publik di lingkup Pemerintah Provinsi NTT.

“Kami berkomitmen memastikan bahwa data yang dikelola melalui Portal Sasando tidak berhenti di portal, tetapi menjadi pijakan kebijakan publik yang adil, inklusif, dan menyejahterakan masyarakat,” tegas Gubernur Melki.

Menurutnya, Portal Sasando bukan sekadar sistem teknologi, melainkan simbol kolaborasi dan gotong royong data antara pemerintah pusat, daerah, mitra pembangunan, akademisi, dan masyarakat.

“Melalui peluncuran Portal Sasando ini, kita ingin menghadirkan wajah birokrasi NTT yang lebih terbuka, cepat, dan berbasis data,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, BPS, DFAT Australia, Program SKALA, serta seluruh perangkat daerah yang telah berkolaborasi dalam membangun sistem data terpadu ini.

Usai peluncuran, Wamendagri Bima Arya, didampingi Gubernur Melki Laka Lena, Deputi Bappenas Maliki, Minister Counselor Australia Tim Stapelton, serta Team Leader SKALA, melakukan peninjauan ke Sekretariat Bersama Portal Satu Data Daerah yang berlokasi di lantai dua Kantor Gubernur NTT.

Peluncuran Portal Sasando menandai babak baru transformasi digital Pemerintah Provinsi NTT dalam mendukung pembangunan yang berbasis data, transparan, dan akuntabel. ***




Satya JKN Award 2025: Wujud Gotong Royong Bangsa Lindungi Pekerja

Jakarta, nwartapedia.com – BPJS Kesehatan memberikan apresiasi kepada 110 badan usaha terbaik di Indonesia yang dinilai paling berkomitmen dalam menjalankan kewajiban kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penghargaan tersebut diberikan melalui ajang Satya JKN Award 2025 yang digelar di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menegaskan bahwa kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan dan membayarkan iuran pekerja bukan hanya bentuk kewajiban administratif, tetapi juga wujud tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap kesejahteraan pekerja.

“Perlindungan kesehatan pekerja adalah fondasi keberlanjutan sebuah perusahaan. Ketika pekerja merasa aman dan terlindungi, produktivitas meningkat dan loyalitas terbentuk. Inilah makna kepatuhan dalam Program JKN bukan karena kewajiban, tapi karena kesadaran akan tanggung jawab sosial,” ujar Ghufron.

Ghufron juga menyampaikan bahwa hingga 1 Oktober 2025, jumlah kepesertaan JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa atau 98,6 persen dari total penduduk Indonesia.

Dari jumlah tersebut, 67,2 juta peserta merupakan pekerja penerima upah (PPU) baik di sektor publik maupun swasta.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran badan usaha yang patuh mendaftarkan seluruh pekerjanya, sehingga membantu mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) dan keberlanjutan Program JKN.

“Setiap pekerja berhak atas jaminan kesehatan. Karena itu, kami terus mendorong seluruh badan usaha agar memastikan para pekerjanya terlindungi dalam Program JKN,” tambah Ghufron.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dalam sambutannya menyebut penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan negara terhadap badan usaha yang berkomitmen melindungi kesejahteraan pekerja.

“Komitmen ini sejalan dengan amanat UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak atas jaminan sosial. Kepatuhan badan usaha mendukung keberlanjutan JKN adalah bentuk gotong royong dan investasi jangka panjang bagi produktivitas pekerja,” kata Cak Imin.

Cak Imin menambahkan, Satya JKN Award diharapkan menjadi pendorong untuk meningkatkan kepatuhan badan usaha, memperkuat kualitas layanan, dan mempererat sinergi lintas sektor demi terwujudnya Indonesia yang sejahtera.

Dalam proses penilaian, BPJS Kesehatan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga untuk menjamin objektivitas dan transparansi.

Penilaian dilakukan berdasarkan indikator kepatuhan pendaftaran pekerja, pelaporan upah, pemanfaatan aplikasi Electronic Data Badan Usaha (EDABU), serta kontribusi sosial perusahaan.

Direktur Pertimbangan Hukum Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan TUN Kejaksaan Agung RI, Rudi Irmawan, menegaskan pentingnya sinergi antara BPJS Kesehatan dan lembaga hukum dalam meningkatkan kepatuhan badan usaha.

“Kami terus memperkuat upaya hukum baik preventif maupun litigasi untuk mendukung keberhasilan Program JKN. Kepatuhan seharusnya menjadi budaya perusahaan, bukan sekadar kewajiban hukum,” tegas Rudi.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI, Cris Kuntadi, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperluas perlindungan bagi pekerja formal maupun informal sebagai bagian dari transformasi sistem ketenagakerjaan nasional.

“Seluruh pekerja berhak atas jaminan sosial yang layak. Mari kita bangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat, berdaya saing, dan berkeadilan,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Deputi III Kantor Staf Presiden RI, Syska Hutagalung, yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan JKN.

“Kami berkomitmen mengawal agar Program JKN terus berjalan baik. BPJS Kesehatan harus memaksimalkan sumber daya demi peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta,” pungkas Syska.

Melalui Satya JKN Award 2025, BPJS Kesehatan meneguhkan semangat gotong royong nasional dalam memastikan setiap pekerja mendapatkan perlindungan kesehatan.

Program ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem jaminan sosial yang kuat, adil, dan berkelanjutan. ***




Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Tegaskan Disiplin dan Budaya Kerja Positif Pegawai

Kupang, Nwartapedia.com – Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menegaskan komitmennya untuk memperkuat budaya kerja positif dan disiplin di lingkungan Perumda.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya, usai peluncuran Program Promo Pemasangan Sambungan Baru di halaman kantor Perumda, Senin (13/10/2025).

Isidorus menjelaskan bahwa sejak dilantik, dirinya berupaya menindaklanjuti pesan penting dari Wali Kota Kupang untuk membangun etos kerja dan kedisiplinan pegawai.

“Pesan Bapak Wali Kota waktu saya dilantik itu sudah saya jalankan. Setiap Senin dan Jumat saya turun langsung ke lapangan untuk melihat kinerja pegawai, memotivasi, dan memastikan pelayanan berjalan baik,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai lembaga pelayanan publik, disiplin dan kehadiran tepat waktu adalah hal mendasar yang harus dijaga.

“Jangan sampai masyarakat datang lebih dulu daripada petugas. Kita harus melayani dengan profesional dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Saat ini, Perumda tengah melakukan penataan struktur kepegawaian untuk memastikan setiap pegawai bekerja sesuai kapasitas dan fungsi masing-masing. Dari total 91 pegawai, terdiri atas 81 ASN dan 10 tenaga harian lepas (THL).

Selain pembenahan internal, Isidorus juga menjalin kerja sama dengan BPKP guna memperkuat sistem tata kelola dan akuntabilitas keuangan.

Ia menambahkan, komunikasi juga dibangun dengan beberapa lembaga internasional yang sebelumnya terlibat dalam penyusunan Rencana Pengamanan Air (Water Safety Plan).

Dalam kesempatan tersebut, Isidorus berpesan agar seluruh pegawai menumbuhkan rasa memiliki terhadap instansi tempat mereka bekerja.

“Cintai rumah ini. Kalau kalian menjaga tempat kerja ini dengan baik, maka rumah tangga kalian juga akan aman dan bahagia,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya disiplin kehadiran. Dari hasil evaluasi, tercatat 31 pegawai tidak hadir tanpa alasan dalam sebulan terakhir.

“Saya sudah minta ditelusuri penyebabnya. Kita ini pelayan publik, jadi tanggung jawab dan tata krama kerja harus dijaga,” tegasnya.

Isidorus menutup dengan ajakan agar seluruh pegawai mempertahankan semangat kerja positif yang mulai terbangun.

“Kita bahkan mendapat apresiasi dari Penjabat Sekda Kota Kupang karena kinerja semakin baik. Ini harus dipertahankan dan terus ditingkatkan,” pungkasnya. (MI)