Wagub Johni Asadoma Resmi Buka Musda XIV HIPMI NTT: Dorong Kolaborasi Pengusaha Muda Bangun NTT

Kupang nwartapedia.com  –  Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) XIV Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi NTT yang digelar di Hotel Harper Kupang, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar H. Buchari; Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando Soares; Ketua BPD HIPMI NTT Periode 2022–2025, M. Ikhsan Darwis; serta sejumlah pimpinan asosiasi dan lembaga seperti Ketua Kadin NTT, Bobby Lianto, Ketua Gapensi NTT, Vivo Ballo, dan perwakilan dari Bank NTT, Jamkrida, serta Bank Christa Jaya.

Musda XIV HIPMI NTT kali ini juga menjadi ajang pemilihan Ketua Umum HIPMI NTT Periode 2025–2028, sekaligus penyusunan arah program kerja organisasi untuk tiga tahun ke depan.

Berdasarkan hasil pendaftaran, hanya terdapat satu calon ketua, yakni Heru Dupe, yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi tersebut.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana, Filmon Loasana menyampaikan bahwa Musda XIV mengusung tema “Kolaborasi Bangun NTT Bersama Pengusaha Muda NTT.”

Ia menegaskan bahwa keberadaan HIPMI bukan sekadar ajang prestise, melainkan wadah kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“Hari ini kami berkomitmen bahwa HIPMI harus berkolaborasi dengan pemerintah. Kami HIPMI NTT akan berjalan bersama Pak Melki dan Pak Asadoma untuk membangun NTT yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI NTT, M. Ikhsan Darwis, menyoroti kondisi ekonomi daerah yang masih menghadapi tantangan serius, seperti pengangguran, kemiskinan, dan terbatasnya lapangan kerja.

“Pemerintah butuh HIPMI. Kita akan bekerja sama, membuka lapangan pekerjaan, dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun NTT,” tegas Ikhsan.

Ia juga menambahkan bahwa HIPMI harus menjadi ruang kolaborasi yang mampu menciptakan peluang ekonomi baru di berbagai sektor, terutama pertanian, peternakan, dan kewirausahaan.

“Kalau kita lihat dari program Bapak Presiden, ada MBG. Kita bisa masuk ke situ, meningkatkan ekonomi di bidang pertanian, peternakan, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar H. Buchari, mengingatkan peserta Musda agar tidak kehilangan esensi kegiatan organisasi tersebut.

“Musda adalah tempat teman-teman menyusun program kerja yang relevan untuk membantu Pemprov NTT. Jangan hanya mengejar waktu, tapi hilang esensinya. Gunakan forum ini untuk berdialog, bernegosiasi, dan menyusun pokok-pokok pikiran yang bisa berkontribusi nyata bagi pembangunan provinsi NTT,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Musda XIV HIPMI NTT yang berlangsung tertib dan kondusif.

“Saya senang karena Musda ini hanya memiliki calon tunggal untuk Ketua HIPMI NTT, sehingga diyakini akan berjalan lancar tanpa perpecahan,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya peran HIPMI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengelola potensi daerah dan membuka lapangan kerja baru.

“HIPMI harus menjadi mitra kerja pemerintah, mampu mengolah sumber daya daerah, membuka lapangan kerja, dan ikut menumbuhkan ekonomi masyarakat. Perekonomian NTT harus terus maju meskipun kita menghadapi tantangan efisiensi anggaran dan dinamika geopolitik serta geoekonomi global,” ungkapnya.

Wagub juga berharap agar HIPMI terus berinovasi dan berkreasi dalam menjawab tantangan zaman.

“Semoga HIPMI terus membangkitkan semangat kewirausahaan, berinovasi, dan berkolaborasi demi kemajuan NTT,” tutupnya.

Dengan dibukanya secara resmi Musda XIV HIPMI NTT oleh Wakil Gubernur Johni Asadoma, diharapkan agenda organisasi ini dapat berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis bagi kemajuan HIPMI serta memperkuat kemitraan dengan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi NTT yang inklusif dan berkelanjutan. ***




NTT Lepas 101 Atlet Pelajar Ikuti POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI di Jakarta

Kupang,nwartapedia.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT resmi melepas kontingen Provinsi NTT yang akan berlaga di dua ajang nasional bergengsi, yakni Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVII Tahun 2025 dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) XI Tahun 2025 di Jakarta.

Acara pelepasan berlangsung khidmat di Kupang pada Selasa (28/10/2025), dihadiri oleh Gubernur NTT, Wakil Gubernur, Ketua DPRD Provinsi NTT, Plh. Sekda, unsur Forkopimda, pimpinan OPD lingkup Pemprov NTT, serta jajaran KONI NTT dan pengurus cabang olahraga.

Dua Ajang Nasional, Dua Semangat Besar

Dalam laporannya, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, ST., MT., menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan yang memungkinkan terlaksananya kegiatan pelepasan kontingen tersebut.

“Hari ini kita bersyukur dapat bersama-sama melepas para atlet terbaik NTT yang akan membawa nama daerah dalam dua ajang besar: POPNAS XVII dan PEPARPENAS XI tahun 2025 di Jakarta,” ujar Alfonsus.

Ia menjelaskan bahwa POPNAS XVII akan berlangsung pada 1–10 November 2025, sementara PEPARPENAS XI dilaksanakan pada 5–8 November 2025, keduanya terpusat di berbagai venue di Jakarta.

74 Atlet Siap Berlaga di POPNAS XVII

Kontingen NTT untuk POPNAS XVII berjumlah 74 orang, terdiri atas 67 atlet, 22 pelatih, 13 official/manager, serta 5 anggota tim pendukung. Mereka akan berkompetisi di 10 cabang olahraga, yakni:

  1. Angkat Besi
  2. Atletik
  3. Karate
  4. Pencak Silat
  5. Senam Artistik
  6. Sepak Bola
  7. Taekwondo
  8. Tinju
  9. Tenis Meja
  10. Wushu

Pertandingan akan digelar di berbagai lokasi, antara lain Pusat Pendidikan Olahraga (PPO) Ragunan, GOR POPKI Cibubur, Stadion Tugu, Gelanggang Remaja Jakarta, hingga GOR Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun.

Dukungan untuk Atlet Disabilitas di PEPARPENAS XI

Selain POPNAS, NTT juga akan mengirimkan 27 peserta untuk mengikuti PEPARPENAS XI, terdiri dari 11 atlet, 2 pelatih, dan 8 official serta pendamping. Mereka akan bertanding di cabang Para Atletik, yang dilaksanakan di Stadion Atletik Ragunan, Jakarta Selatan, pada 5–8 November 2025.

“Partisipasi atlet disabilitas dalam PEPARPENAS XI menjadi bukti komitmen kita bahwa olahraga adalah untuk semua, tanpa kecuali. Mereka membawa semangat luar biasa untuk menginspirasi kita semua,” kata Alfonsus.

Harapan dan Doa untuk Kontingen NTT

Pada kesempatan tersebut, Alfonsus juga menyampaikan harapan agar seluruh atlet menjaga sportivitas dan disiplin selama mengikuti pertandingan.

“Kami berharap para atlet tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, pantang menyerah, dan memberikan yang terbaik bagi NTT,” pesannya.

Pelepasan kontingen diakhiri dengan doa bersama dan pernyataan resmi oleh Gubernur NTT, yang sekaligus memberikan arahan dan dukungan moril bagi seluruh kontingen.

“Tuhan memberkati langkah para atlet NTT. Selamat berjuang dan harumkan nama daerah di kancah nasional,” tutup Alfonsus. (MI)




FPRB API Kota Kupang Gelar Rapat Evaluasi Kinerja Bersama Pentahelix, Bahas Agenda Kerja Tahun 2026

Kupang,nwartapedia.com — Forum Pengurangan Risiko Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (FPRB API) Kota Kupang melaksanakan rapat evaluasi kinerja bersama unsur pentahelix sekaligus membahas agenda kerja tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Garuda, Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (29/10/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pentahelix, antara lain pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, serta kelompok disabilitas yang juga dilibatkan dalam upaya pengurangan risiko bencana secara inklusif.

Dukungan BPBD untuk Penguatan Forum

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Ernest Ludji, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kerja keras forum selama tiga tahun terakhir meski menghadapi keterbatasan anggaran.

“Selama tiga tahun ini teman-teman forum sudah bekerja luar biasa, walaupun dengan dukungan pendanaan yang terbatas. Ini menunjukkan komitmen kuat dari semua pihak,” ujar Ernest.

Ia menegaskan pentingnya keberlanjutan pendanaan dan upaya mitigasi di tingkat kelurahan agar forum-forum pengurangan risiko bencana tetap aktif dan efektif.

“Forum ini ibarat bayi yang sudah kita lahirkan, jadi kita harus rawat bersama. Tanpa dukungan yang konsisten, forum bisa mati suri. Karena itu, mulai tahun depan kami akan berupaya agar dukungan pendanaan bisa lebih terstruktur,” tambahnya.

Ernest juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana, sekaligus mendorong keterlibatan kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas.

Rencana Kegiatan dan Fokus Tahun 2026

Sementara itu, Ketua FPRB API Kota Kupang, Silvester Daparoka, menjelaskan bahwa rapat ini menjadi ajang evaluasi program tahun berjalan sekaligus penyusunan rencana kerja tahun 2026.

“Hari ini kami mengevaluasi program 2025 dan menyiapkan rencana kerja baru untuk 2026. Fokus utama kami adalah penguatan forum di tingkat kelurahan, peningkatan kapasitas mitigasi bencana, serta integrasi adaptasi perubahan iklim,” ujar Silvester.

Silvester menambahkan bahwa pada 4–5 November 2025, FPRB API akan menggelar kegiatan penguatan kapasitas bagi pengurus forum pengurangan risiko bencana di tingkat kelurahan.

Materi yang akan dibahas mencakup adaptasi perubahan iklim, strategi pendanaan, serta penyusunan rencana pendidikan tsunami.

 “Kami juga ingin memastikan bahwa kelompok disabilitas mendapat ruang dalam setiap kegiatan forum. Mereka adalah kelompok rentan yang perlu kita libatkan secara aktif,” tambahnya.

Selain itu, forum juga berencana melakukan penyesuaian nama organisasi dengan menambahkan kata “mitigasi” agar cakupan kerja lebih luas dan mencerminkan fokus utama forum ke depan.

Harapan untuk Sinergi Ke Depan

Menutup kegiatan, para peserta sepakat untuk terus memperkuat sinergi antarunsur pentahelix dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.

 “Yang kami harapkan tahun depan, sinergi dengan semua pihak tetap berjalan baik. Pendanaan harus menjadi bagian dari perencanaan bersama, karena pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan,” ujar salah satu peserta rapat, Merry.

Rapat evaluasi FPRB API Kota Kupang ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di tingkat komunitas serta membangun Kota Kupang yang lebih tangguh terhadap ancaman perubahan iklim. (MI)




Rotary Club Area Kupang Gelar Kampanye End Polio Now Peringati Hari Polio Sedunia

Kupang,nwartapedia.com  — Memperingati “Hari Polio Sedunia” yang jatuh pada tanggal 24 Oktober, Rotary Club area Kupang  *Rotary Club of Kupang Central dan Rotary Club of KupangRastamores* menggelar kampanye bebas polio dengan melibatkan 450 peserta dari berbagai latar belakang dan usia.

Dengan mengusung tema “Every Child, Every Vaccine, Everywhere”, kegiatan ini dipusatkan di halaman gedung Sasando Kantor Gubernur NTT.

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur ini diikuti oleh sekitar 450 peserta dari berbagai latar belakang dan usia.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur NTT, Johny Asadomi, yang hadir dan memberikan sambutan penuh semangat.

Dalam pesannya, Johny Asadomi mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap bahaya virus polio yang masih mengancam di beberapa wilayah dunia.

“Setiap orang tua tidak boleh lalai memberikan vaksin polio kepada anak-anaknya sesuai ketentuan. Jangan beri ruang bagi virus polio untuk masuk ke NTT,” tegasnya.

Selain membuka kegiatan, Wakil Gubernur juga menyempatkan diri berdialog dengan ratusan pelajar yang turut hadir dalam kampanye tersebut. Ia mendorong generasi muda menjadi agent of change dalam mendukung kesehatan masyarakat.

Suasana acara semakin meriah saat Johny Asadomi melontarkan sejumlah pertanyaan seputar penyakit polio dan memberikan hadiah bagi pelajar yang mampu menjawab dengan benar.

Sementara itu, President Rotary Club of Kupang Central, Fery Kasse, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kampanye “End Polio Now” merupakan gerakan global yang digagas oleh Rotary International dan dilaksanakan secara serentak di berbagai negara.

“Kampanye ini melibatkan jutaan orang di seluruh dunia, digerakkan oleh lebih dari 1,4 juta anggota Rotary dari 46 ribu klub yang tersebar di lebih dari 200 negara,” jelas Fery.

Fery menambahkan, Rotary telah berkomitmen selama lebih dari tiga dekade untuk memerangi polio.

Sejak program PolioPlus diluncurkan, Rotary bersama mitra globalnya berhasil menghimpun dana sebesar 2,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp43 triliun untuk mendukung vaksinasi polio terhadap lebih dari 2,5 miliar anak di 122 negara. Upaya tersebut telah berhasil menurunkan kasus polio di dunia hingga 99,9%.

Sebagai pengetahuan umum, penyakit polio merupakan infeksi virus yang menyerang sistem saraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.

Penyakit ini terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun dan menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses dari penderita. Vaksinasi menjadi satu-satunya cara efektif untuk mencegah penyebaran virus ini.

Acara kampanye “End Polio Now” di Kupang ditutup dengan pemberian vaksin polio secara simbolis kepada sejumlah bayi oleh Wakil Gubernur bersama tamu undangan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Rotary Club area Kupang untuk kembali menyuarakan cita-cita besar: “Dunia Bebas Polio.” (MI)